...

Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2005 Tentang Tata

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2005 Tentang Tata
www.bpkp.go.id
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 76 TAHUN 2005
TENTANG
TATA CARA PENATAUSAHAAN, PERTANGGUNGJAWABAN,
DAN PUBLIKASI INFORMASI ATAS PENGELOLAAN
SURAT UTANG NEGARA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat
Utang Negara perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Penatausahaan,
Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi atas Pengelolaan Surat Utang Negara;
Mengingat:
1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4236);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERATURAN
PEMERINTAH
TENTANG
TATA
CARA
PENATAUSAHAAN,
PERTANGGUNGJAWABAN, DAN PUBLIKASI INFORMASI ATAS PENGELOLAAN SURAT
UTANG NEGARA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
1. Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah
maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia,
sesuai dengan masa berlakunya.
2. Publikasi adalah kegiatan penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum.
3. Unit Pengelola Surat Utang Negara adalah unit kerja di bawah Menteri Keuangan yang bertanggung
jawab atas pengelolaan Surat Utang Negara.
4. Unit Pengelola Kas Negara adalah unit kerja di bawah Menteri Keuangan yang bertanggung jawab atas
pengelolaan kas negara.
5. Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Pasal 2
Penatausahaan, pertanggungjawaban dan publikasi informasi atas pengelolaan Surat Utang Negara
diselenggarakan oleh Menteri.
BAB II
PENATAUSAHAAN ATAS PENGELOLAAN
SURAT UTANG NEGARA
Pasal 3
Penatausahaan atas pengelolaan Surat Utang Negara mencakup kegiatan:
a. administrasi pengelolaan Surat Utang Negara; dan
b. akuntansi pengelolaan Surat Utang Negara.
Pasal 4
(1) Administrasi pengelolaan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a mencakup
kegiatan dokumentasi dan penyiapan bahan laporan.
(2) Administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap:
a. penerbitan/penjualan Surat Utang Negara melalui lelang dan/atau tanpa lelang;
b. pembelian kembali Surat Utang Negara sebelum jatuh tempo;
c. penukaran Surat Utang Negara;
d. pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara;
e. pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen; dan
f. pengelolaan rekening kas negara untuk transaksi Surat Utang Negara.
Pasal 5
(1) Kegiatan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, b, c, dan d dilaksanakan
oleh Unit Pengelola Surat Utang Negara.
(2) Kegiatan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dilaksanakan oleh Unit
Pengelola Kas Negara.
(3) Kegiatan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dalam hal Menteri
menunjuk Bank Indonesia sebagai agen lelang, serta kegiatan administrasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dan e, dilaksanakan oleh Bank Indonesia.
Pasal 6
(1) Akuntansi atas pengelolaan Surat Utang Negara didasarkan pada standar akuntansi pemerintahan yang
berlaku.
(2) Kegiatan akuntansi meliputi pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, dan pelaporan.
(3) Kegiatan pencatatan, pengukuran, dan pengklasifikasian atas pengelolaan Surat Utang Negara
dilakukan oleh Unit Pengelola Surat Utang Negara.
(4) Hasil kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan secara berkala kepada unit kerja di
bawah Menteri yang mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan akuntansi dan penyusunan
laporan keuangan Pemerintah Pusat.
Pasal 7
(1) Hasil penerbitan/penjualan Surat Utang Negara disetorkan ke rekening kas negara.
(2) Tata cara penyetoran dan pengelolaan dana hasil penerbitan/penjualan Surat Utang Negara
dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pasal 8
Tata cara pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
BAB III
PERTANGGUNGJAWABAN ATAS
PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA
Pasal 9
(1) Menteri menyampaikan pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara dan dana yang
dikelola kepada Dewan Perwakilan Rakyat setiap tahun anggaran sebagai bagian dari
pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
(2) Pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
disusun oleh Unit Pengelola Surat Utang Negara.
(3) Pertanggungjawaban atas dana yang dikelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disusun oleh Unit
Pengelola Kas.
Pasal 10
(1) Bank Indonesia wajib membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pencatatan
kepemilikan, kliring dan setelmen, serta pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara
(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri secara berkala paling
sedikit 1 (satu) kali dalam setiap triwulan.
(3) Dalam hal diperlukan, Menteri dapat meminta penjelasan dari Bank Indonesia atas laporan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 11
Ketentuan lebih lanjut mengenai format, isi laporan pertanggungjawaban, jadwal, dan mekanisme
penyampaian laporan pertanggungjawaban Bank Indonesia, serta hal lain yang terkait dengan tata cara
pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara diatur dengan Peraturan Menteri.
BAB IV
PUBLIKASI INFORMASI ATAS PENGELOLAAN
SURAT UTANG NEGARA
Pasal 12
Menteri wajib secara berkala memublikasikan informasi mengenai pengelolaan Surat Utang Negara, yang
antara lain meliputi:
a. kebijakan pengelolaan utang dan rencana penerbitan Surat Utang Negara yang meliputi perkiraan
jumlah dan jadwal waktu penerbitan;
b. jumlah Surat Utang Negara yang beredar beserta komposisinya, termasuk jenis valuta, struktur jatuh
tempo dan tingkat bunga;
c. perkiraan dan realisasi pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara; dan
d. jumlah dan jenis Surat Utang Negara yang telah dibeli kembali dan/atau telah dipertukarkan sebelum
jatuh tempo.
Pasal 13
(1) Publikasi data dan informasi mengenai Surat Utang Negara dilakukan oleh Unit Pengelola Surat Utang
Negara.
(2) Pihak lain yang terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara hanya dapat melakukan publikasi data
dan informasi mengenai Surat Utang Negara setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.
(3) Dalam hal instansi Pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang pasar modal
membutuhkan data dan informasi mengenai Surat Utang Negara dalam kaitannya dengan pelaksanaan
tugas dan fungsinya, data dan informasi mengenai Surat Utang Negara dapat diperoleh langsung dari
Bank Indonesia.
Pasal 14
Menteri berhak mendapatkan data dan informasi yang terkait dengan penatausahaan Surat Utang Negara
dari pihak yang terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara.
Pasal 15
(1) Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan melalui sarana yang mudah diakses oleh
masyarakat.
(2) Publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berkala paling sedikit 2 (dua) kali
dalam 1 (satu) tahun.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 16
Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban, dan
publikasi informasi atas pengelolaan Surat Utang Negara yang telah dilakukan sebelum berlakunya
Peraturan Pemerintah ini dinyatakan sah.
Pasal 17
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Desember 2005
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 30 Desember 2005
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
AD INTERIM,
ttd
YUSRIL IHZA MAHENDRA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2005 NOMOR 162
PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 76 TAHUN 2005
TENTANG
TATA CARA PENATAUSAHAAN, PERTANGGUNGJAWABAN,
DAN PUBLIKASI INFORMASI ATAS PENGELOLAAN
SURAT UTANG NEGARA
I.
UMUM
Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara,
Pemerintah perlu menetapkan tata cara penatausahaan, pertanggungjawaban, dan publikasi informasi
atas pengelolaan Surat Utang Negara.
Dengan adanya ketentuan yang mengatur mengenai tata cara tersebut diharapkan dapat diwujudkan
akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan Surat Utang Negara.
Dalam Peraturan Pemerintah ini, diatur tentang cakupan kegiatan penatausahaan, dan
pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara, pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan
tersebut, dan tata cara pelaksanaannya.
Di samping itu, dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui
informasi atas pengelolaan Surat Utang Negara, diatur pula publikasi informasi yang wajib dilakukan
secara berkala, yang meliputi penyampaian informasi mengenai kebijakan pengelolaan utang dan
rencana penerbitan Surat Utang Negara, jumlah Surat Utang Negara yang beredar beserta
komposisinya, perkiraan dan realisasi pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara, serta jumlah
dan jenis Surat Utang Negara yang telah dibeli kembali dan/ atau telah
dipertukarkan sebelum jatuh tempo.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas.
Pasal 2
Cukup jelas.
Pasal 3
Cukup jelas.
Pasal 4
Ayat (1)
Kegiatan dokumentasi antara lain mencakup perekaman setiap kegiatan secara tertulis,
pengklasifikasian dokumen, dan penyimpanan dokumen.
Ayat (2)
huruf a
Cukup jelas.
huruf b
Cukup jelas.
huruf c
Cukup jelas.
huruf d
Cukup jelas.
huruf e
Cukup jelas.
huruf f
Yang dimaksud administrasi pengelolaan rekening kas negara dalam huruf ini mencakup semua
penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan pengelolaan Surat Utang Negara.
Pasal 5
Ayat (1)
Dalam hal penerbitan/penjualan Surat Utang Negara melalui lelang, administrasi yang dilakukan oleh
Unit Pengelola Surat Utang Negara antara lain mencakup kegiatan:
a. persiapan pelaksanaan lelang (penetapan tanggal lelang, seri, waktu jatuh tempo, target indikatif,
alokasi kompetitif dan nonkompetitif);
b. pemantauan proses lelang;
c. pengolahan data penawaran pembelian peserta lelang sebagai bahan pengambilan keputusan
lelang;
d. penyiapan ketentuan dan persyaratan (terms & conditions) Surat Utang Negara dan dokumen
terkait; dan
e. pengarsipan keputusan lelang, termasuk publikasi hasil lelang.
Sedangkan administrasi yang dilakukan oleh Unit Pengelola Surat Utang Negara terkait dengan
pembayaran bunga dan pokok antara lain mencakup kegiatan :
a. pengujian perhitungan tagihan bunga dan pokok Surat Utang Negara; dan
b. penyiapan dan penyampaian dokumen pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara kepada
Unit Pengelola Kas Negara.
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Kegiatan administrasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang terkait dengan penerbitan/penjualan
Surat Utang Negara melalui lelang, antara lain mencakup kegiatan mengumpulkan penawaran
pembelian dari peserta lelang dan menyampaikan kepada Menteri, melakukan kliring dan setelmen,
serta pencatatan kepemilikan Surat Utang Negara.
Sedangkan kegiatan administrasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia terkait dengan pembayaran
bunga dan pokok, antara lain mencakup kegiatan :
a. penyampaian informasi pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara yang jatuh tempo
kepada Menteri; dan
b. pelaksanaan pembayaran bunga dan pokok Surat Utang Negara yang jatuh tempo kepada pemilik
Surat Utang Negara.
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud ketentuan yang berlaku termasuk perjanjian.
Pasal 8
Cukup jelas.
Pasal 9
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara tersebut dituangkan dalam bentuk laporan
yang mencakup perubahan posisi Surat Utang Negara, realisasi anggaran terkait pengelolaan Surat
Utang Negara, dan kegiatan pengelolaan Surat Utang Negara yang meliputi penerbitan, pemenuhan
kewajiban, dan kegiatan lainnya.
Laporan dimaksud disampaikan secara periodik sebagai lampiran laporan pertanggungjawaban
pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Ayat (3)
Pertanggungjawaban atas dana yang dikelola merupakan bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Pasal 10
Cukup jelas.
Pasal 11
Cukup jelas.
Pasal 12
Cukup jelas.
Pasal 13
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini berlaku juga bagi Bank Indonesia, dalam
hal akan melakukan publikasi data dan informasi mengenai Surat Utang Negara kepada pihak lain.
Untuk keperluan kegiatan publikasi data dan informasi mengenai Surat Utang Negara yang diperlukan
oleh Bank Indonesia secara rutin maka persetujuan tertulis dari Menteri hanya diperlukan pada saat
pertama kali.
Ayat (3)
Permintaan data dan informasi mengenai Surat Utang Negara kepada Bank Indonesia disampaikan
secara tertulis.
Pasal 14
Cukup jelas.
Pasal 15
Ayat (1)
Pelaksanaan publikasi antara lain dilakukan melalui seminar, lokakarya, dan temu publik atau melalui
media cetak dan media elektronik terutama situs internet (website) yang dimiliki dan dikelola oleh Unit
Pengelola Surat Utang Negara.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 16
Cukup jelas.
Pasal 17
Cukup jelas.
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4590
Fly UP