...

Hari Gini Enggak Punya Pacar?

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Hari Gini Enggak Punya Pacar?
Hari Gini Enggak Punya Pacar?
Ditulis oleh Krismariana
Jumat, 24 April 2009 15:43
"Hari gini enggak punya pacar?" Mungkin itu adalah ungkapan yang bakal kita terima ketika kita
mengatakan bahwa kita sedang jomblo. Hiks! :(
Dulu aku punya teman dekat selama duduk di bangku SD sampai SMA. Kami ke mana-mana
berdua. Sampai-sampai banyak orang dibilang, "Kalian ini kembar, ya?" Dan kami berdua bakal
saling pandang dengan tatapan bingung. "Kembar? Yang mirip apanya ya?"
Waktu SD, hampir setiap hari aku main ke rumahnya. Jadi, aku cukup akrab dengan
keluarganya. Lagi pula, ayahku dan ayahnya berteman baik. Klop deh! Kalau sore sekitar jam
tiga sampai jam lima aku enggak ada di rumah, hampir bisa dipastikan aku sedang main ke
rumahnya. Atau, kalau enggak, kami berdua main entah ke mana. Kadang dia juga suka main
ke rumahku. Tapi karena rumahku cenderung lebih "sepi" dibandingkan rumahnya (karena
rumahnya lebih kecil dan dia punya dua adik), aku yang sering ke rumahnya. Kami sering berbagi cerita. Mulai soal guru yang nyebelin sampai cowok-cowok yang kami
taksir. Kebersamaan kami adalah masa-masa menyenangkan yang tak terlupakan bagiku. Ketika SMA, kami berbeda sekolah. Kami masih sering bersama saat acara-acara MUDIKA.
Tetapi itu tidak lama, karena dia pindah rumah, dan rumahnya kini cukup jauh dari rumahku.
Dan ketika kelas tiga, dia sudah punya pacar. (Duaaar!!!) Saat itulah aku mulai benar-benar
jarang main dengannya. Soalnya, dia mulai asyik dengan pacarnya. Dunia kami rasanya jadi
berbeda. Aku yang saat itu belum punya pacar, jadi merasa hubungan kami menjadi aneh. Aku
sempat merasa diriku berbeda dengannya. Hal-hal yang biasanya sama-sama kami alami,
sekarang cuma dialami oleh salah satu dari kami. Mengobrol pun jadi enggak nyambung. Dan
saat itu, aku merasa bahwa tidak punya pacar di antara teman-teman yang punya pacar adalah
hal yang tidak menyenangkan. Beberapa waktu lalu, seorang temanku mengatakan kegelisahannya karena tidak punya pacar.
Dia sebenarnya sempat pacaran agak lama, tetapi karena sang pacar "enggak jelas" (pacarnya
sibuk dengan urusannya sendiri, dan dia merasa hubungan mereka tidak jelas mau dibawa ke
mana), mereka akhirnya putus. Dan memang seperti itulah kondisi kebanyakan orang yang
tidak punya pacar: gelisah, merasa aneh dengan dirinya sendiri, merasa berbeda, dan berbagai
perasaan tidak enak lainnya. Itu pula yang kurasakan ketika sahabat dekatku punya pacar. Tapi aku lalu bertanya-tanya, apakah kita memang harus punya pacar agar tidak merasa
"aneh" dan gelisah? Apakah dengan punya pacar kegelisahan kita langsung hilang begitu saja?
Jangan-jangan cuma ganti masalah saja? Dulu ketika tidak punya pacar, orang gelisah karena
merasa berbeda, dan ketika sudah punya pacar, orang merasa gelisah ketika ditanya, "Kapan
nikah?" Sama saja, kan? Sebenarnya kegelisahan karena belum punya pacar itu wajar-wajar saja. Maksudku, banyak
orang mengalami hal seperti itu, dan itu masih normal. So, bagiku yang penting adalah
bagaimana mengatasi hal-hal yang menggelisahkan itu. Kalau enggak punya pacar, menurutku
itu adalah saat yang tepat bagi kita untuk "meng-up grade" diri sendiri. Menurutku sih, "to be" is
better than "to find". Lebih baik mempercantik diri, fisik maupun nonfisik (lalu akhirnya menjadi
diri kita sendiri) daripada mati-matian mencari pacar. Itu penting lo, soalnya kalaupun akhirnya
1/2
Hari Gini Enggak Punya Pacar?
Ditulis oleh Krismariana
Jumat, 24 April 2009 15:43
kita dapat pacar yang cuaaantiiik atau guanteeeng, tetapi kalau isi kepala, kepribadian, dan
batin kita masih berantakan, hal itu justru malah menjadi bumerang buat diri sendiri. Dalam hal
ini kupikir hukum alam masih berlaku: Domba berkumpul dengan domba, serigala berkumpul
dengan serigala. Muka boleh "domba", tapi kalau isi hati masih "serigala", sama aja bo'ong!
Jadi intinya, berkenalan dengan banyak orang, dan berusaha mencari pacar itu oke-oke saja,
tapi mesti diimbangi dengan usaha kita untuk mempercantik "hati" dan usaha untuk
mempertahankan jalinan "hubungan baik" dengan Tuhan. Dan pertanyaannya selanjutnya adalah, seberapa besar kegelisahan karena tidak punya pacar
memengaruhi diri kita? Kalau kegelisahan itu membuat kita merasa tidak bahagia, wah ... wah
... sepertinya itu sudah parah. Soalnya, kupikir kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh siapa/apa
yang kita miliki. Kebahagiaan sejati itu kita peroleh dari Pribadi yang memiliki kita. Maksudku,
ketika kita betul-betul mengenal siapa Tuhan itu dan Tuhan betul-betul tinggal di hati kita, kita
tidak perlu lagi merasa gelisah atau tidak bahagia. Wong Tuhan saja, mencintai kita apa
adanya, lo! So, biar jomblo, tetep hepi dong! * buat teman-teman yang masih jomblo. don't worry be happy friends! everything is
under control :))
2/2
Fly UP