...

PENENTUAN LIMBAH B3 DAN NON B3 Penentuan karakteristik

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PENENTUAN LIMBAH B3 DAN NON B3 Penentuan karakteristik
PENENTUAN LIMBAH B3 DAN NON B3
Penentuan karakteristik limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri sering kali
menimbulkan banyak pertanyaan, apakah limbah yang dihasilkan merupakan limbah bahan
berbahaya dan beracun (B3) ? atau bahan yang bukan merupakan limbah B3 (non B3) ?
Gambar 1. Sludge Oil
Gambar 2. Sarung tangan dan majun
terkontaminasi B3
Gambar 3. Sisa kemasan B3
Gambar 4. Scrap terkontaminasi oli
Limbah dikatakan/dikategorikan limbah B3 karena sifat, konsentrasi, ataupun jumlahnya
yang dapat merusak, mencemari, dan membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.
Paracelsus (Ahli Toksikologi) menyatakan bahwa semua benda dapat menjadi racun, dan hanya
dosis / konsentrasi yang dapat menentukan benda / bahan tersebut bersifat racun atau tidak bagi
tubuh mahluk hidup “The dose makes the poison”. Dalam toksikologi, untuk mengukur kadar
racun suatu bahan dapat menggunakan pendekatan LD50 (Letal Dose 50), LC50 (Letal
Concentration 50), dan TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedures).
LD50 dan LC50 merupakan angka yang menunjukkan adanya kadar racun dalam sebuah
unsur (bahan) yang dapat membunuh 50% dari populasi yang dipakai sebagai objek pengujian
toksisitas. Untuk unsur yang tidak dapat diukur dalam ukuran dosis, digunakan angka LC50.
Unsur yang diukur dengan LC50 diantaranya udara dan air. Secara umum pengujian LD50 dan
LC50 hampir sama, yang membedakan adalah media uji nya. LD50 merupakan pengujian toleransi
kekuatan organisme / makhluk hidup terhadap suatu dosis bahan yang dimasukan (disuntikan) ke
dalam tubuh makhluk hidup, sedangkan LC50 merupakan pengujian toleransi kekuatan organisme
/ makhluk hidup terhadap suatu bahan yang terkosentrasi pada media hidup (air dan udara).
Cahyadi S.Pi., M.Si.
Sentral Sistem Consulting
Limbah B3
Hewan Uji
Gambar 5. Pemberian dosis limbah B3
pada pengujian LD50
Hewan Uji
Limbah B3
Gambar 6. Pengujian LC50
TCLP dirancang sebagai penentuan ada tidaknya bahan organic maupun non organic
serta bagaimana distribusinya dalam limbah cair, padat, dan multiphasic wastes. TCLP
digunakan untuk merumuskan apakah suatu limbah telah melampaui batas dari tingkat toksisitas
yang ditentukan dan apakah limbah ini membawa bahan berbahaya yang tercantum dalam daftar
hazardous waste code (40 CFR-Code of Federal Regulation) yang mengatur mengenai bahanbahan berbahaya yang diatur dalam tes TCLP dan berapa konsentrasi maksimum yang dapat
digolongkan sebagai B3 (Lampiran).
Dalam dasar yang digunakan EPA untuk uji TCLP ini disebutkan mengenai karakteristik
yang dimiliki oleh B3 yakni :
• Ignitable (kemampuan untuk munculnya titik api, standardnya yakni pada titik didih kurang
dari 140 0F )  kriteria D001
• Corrosive (aqueous derajat keasaman kurang dari dua atau di atas 12,5)  kriteria D002
• Reactive (biasanya tidak stabil, tidak mudah terpecah, dan sangat reaktif terhadap air) 
kriteria D003
• Toxic (melebihi batasan yang ditentukan oleh EPA untuk TCLP)  disebutkan dalam daftar
khusus terdiri dari kode kontaminan D004-D043.
Prinsip dasar pengujian TCLP yaitu suatu bahan/limbah dilakukan pengukuran
senyawa/unsur penyusun dari limbah tersebut. Jika pada limbah/bahan tersebut terdapat
bahan/senyawa yang berbahaya sesuai dengan daftar TCLP dan melebihi batas / regulatory level,
maka limbah tersebut dikategorikan sebagai limbah B3.
Pengujian LD50, LC50, dan TCLP dapat dilakukan oleh perusahaan dengan bantuan
laboratorium terakreditasi atau perusahaan khusus yang menyediakan jasa pengujian LD50, LC50,
dan TCLP. Hasil tes ini selanjutnya akan dianalisis oleh Environmental Protection Agency (EPA)
yang dimiliki di setiap Negara (Kementerian Lingkungan Hidup - Indonesia).
Referensi
Anonim. 2009. Bahan Berbahaya Beracun. http://mypublichealthstudy.blogspot.com/2009/06/
bahan-berbahaya-dan-beracun.html. Diakses 30 Desember 2014.
Cahyadi S.Pi., M.Si.
Sentral Sistem Consulting
Lampiran
Cahyadi S.Pi., M.Si.
Sentral Sistem Consulting
Fly UP