...

6. Week-6 Dasar-dasar Perilaku Kelompok

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

6. Week-6 Dasar-dasar Perilaku Kelompok
Definisi dan Klasifikasi Kelompok
Kelompok
Dua individu atau lebih yang saling berinteraksi dan
ketergantungan, yang bergabung bersama untuk mencapai
tujuan-tujuan khusus.
Kelompok Formal
Suatu kelompok rancangan yang ditetapkan dalam struktur
organisasi.
Kelompok Informal
Suatu kelompok baik yang tidak terstruktur formal juga tidak
ditetapkan organisasi, tampak dalam respon pada
kepentingan untuk hubungan sosial
Kelompok Komando
Kelompok yang terdiri dari
individu-individu yang melapor
secara langsung kepada manajer.
Kelompok Tugas
Pekerjaan dilakukan bersama
untuk menyelesaikan tugas
Kelompok Kepentingan
Kelompok Persahabatan
Pekerjaan dilakukan secara
bersama untuk mencapai tujuan
khusus dimana tujuan tersebut
diperhatikan.
Kelompok yang ditetapkan secara
bersama-sama karena mereka
memiliki satu atau lebih
karakteristik yang sama.
Kenapa Orang Ikut Serta dalam Kelompok?
•  Keamanan
•  Status
•  Harga diri
•  Afiliasi
•  Kekuatan
•  Pencapaian Tujuan
Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok
Forming Stage
Tahap pertama dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan banyaknya ketidakpastian.
Storming Stage
Tahap kedua dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan adanya konflik dalam
kelompok.
Norming Stage
Tahap ketiga dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan terbentuknya kekohesifan.
Performing Stage
Tahap keempat dalam perkembangan kelompok, ketika kelompok sepenuhnya telah
fungsional.
Adjourning Stage
Tahap terakhir dalam perkembangan kelompok untuk kelompok sementara, dicirikan
dengan kesungguhan dalam penyelesaian aktivitas.
Struktur Kelompok - Roles
Role(s)
A set of expected behavior patterns attributed to someone occupying a given
position in a social unit.
Role Identity
Certain attitudes and behaviors consistent with a role.
Role Perception
An individual’s view of how he or she is supposed to act in a given situation.
Role Expectations
How others believe a person should act in a given situation.
Psychological Contract
An unwritten agreement that sets out what management expects from the employee
and vice versa.
Role Conflict
A situation in which an individual is confronted by divergent role expectations.
HAL-HAL YANG MEMBENTUK PERILAKU DALAM
KELOMPOK:
NORMA, STATUS, UKURAN, KOMPOSISI &
KEPADUAN (KEKOHESIFAN)
1. NORMA
Norma
Standar perilaku yang bisa diterima dalam
kelompok yang digunakan secara bersamasama oleh anggota kelompok.
Kelas-Kelas Norma:
•  Norma Kinerja
•  Norma Penampilan
•  Norma Tata Sosial
•  Norma Alokasi Sumber Daya
NORMA KELOMPOK MEMBERI TEKANAN DAN
MEMPENGARUHI PERILAKU INDIVIDU
KONFORMITAS
Ø  Penyesuaian perilaku seseorang agar selaras dengan norma-norma
kelompok
Ø  Terjadi karena keinginan seseorang untuk diterima oleh kelompok
Ø  Konformitas merupakan tekanan kelompok pada anggotanya untuk
merubah perilaku
REFERENSI KELOMPOK
Ø  Penting kelompok bagi individu yang merasa memiliki atau berharap
memiliki dan dengan siapa norma individu cenderung disesuaikan.
PERILAKU MENYIMPANG DI TEMPAT KERJA
Ø  Perilaku disengaja yang melanggar norma-norma organisasional
Ø  Individu lebih mungkin melakukan penyimpangan pada saat bekerja
secara berkelompok
Tipologi Perilaku Menyimpang
Kategori
Contoh
Produksi
Pulang lebih cepat
Secara sengaja bekerja lambat
Pemborosan sumber daya
Property
Merusakkan
Berbohong mengenai jam kerja
Pencurian dalam organisasi
Politik
Menunjukkan sifat pilih kasih
Menyebarkan rumor
Menyalahkan teman sekerja
Agresi Pribadi
Pelecehan seksual
Mencaci maki
Pencurian terhadap teman sekerja
2. STATUS
Status
Posisi atau tingkatan yang ditentukan secara sosial
diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh
orang lain.
Norma
Kelompok
Keadilan Status
Budaya
Status Anggota
Kelompok
3. UKURAN
Ø  Apakah ukuran dari sebuah kelompok mempengaruhi
perilaku kelompok?
–  Kelompok yang lebih kecil lebih cepat dalam
menyelesaikan tugas daripada kelompok yang lebih
besar
–  Individu bekerja lebih baik dalam kelompok yang lebih
kecil
–  Dalam hal pemecahan masalah, kelompok besar
memiliki nilai yang lebih baik daripada kelompok kecil
Ø  Mengapa kelompok kecil lebih efektif dalam
penyelesaian tugas?
Ø  Social Loafing
Kemalasan Sosial (Social Loafing)
Kecenderungan pada individu-individu untuk mengeluarkan sedikit
upaya ketika bekerja secara bersama dibandingkan bekerja sendiri
Kinerja
Other conclusions:
•  Odd number groups do
better than even.
•  Groups of 7 or 9 perform
better overall than larger or
smaller groups.
Ukuran
Kelompok
4. KOMPOSISI
Demografi Kelompok
Suatu tingkatan dimana anggota kelompok berbagi
atribut demografi bersama seperti umur, jenis
kelamin, ras, tingkat pendidikan, lamanya
pengabdian di dalam organisasi
Cohorts
Individu – individu yang merupakan bagian dari
kelompok yang memiliki atribut bersama
5. KEPADUAN / KEKOHESIFAN
Tingkatan dimana anggota kelompok tertarik satu sama lain
dan dimotivasi untuk tetap di dalam kelompok
Peningkatan Kepaduan Kelompok:
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
Membuat kelompok yang lebih kecil.
Mendorong kesepakatan dengan anggota kelompok.
Meningkatkan waktu bersama anggota kelompok.
Meningkatkan status kelompok dan merasakan
kesulitan dalam kelompok.
Mendorong persaingan dengan kelompok lain.
Memberikan penghargaan kepada kelompok dan
bukan kepada pribadi.
Mengisolasi kelompok secara fisik.
KOHESIF = PRODUKTIF ?
HUBUNGAN ANTARA KEKOHESIFAN KELOMPOK,
NORMA KINERJA, DAN PRODUKTIVITAS
NORMA KINERJA
KEKOHESIFAN
Tinggi
Rendah
Tinggi
PRODUKTIVITAS
TINGGI
PRODUKTIVITAS
MENENGAH
Rendah
PRODUKTIVITAS
RENDAH
PRODUKTIVITAS
MENENGAH RENDAH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KELOMPOK
TUGAS-TUGAS KELOMPOK
Ø  Decision-making
–  Kelompok besar memfasilitasi penyatuan informasi
tentang tugas-tugas kompleks.
–  Kelompok lebih kecil lebih cocok untuk
mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan
tugas-tugas kompleks.
–  Sederhana, tugas rutin standar mengurangi kebutuhan
persyaratan sehinga proses kelompok menjadi efektif
agar kelompok dapat bekerja dengan baik.
Pembuatan Keputusan Kelompok
Ø  Kekuatan
Ø  Kelemahan
–  Informasi lebih lengkap
–  Meningkatkan
keanekaragaman pandangan
–  Keputusan lebih tepat
–  Meningkatkan penerimaan
terhadap keputusan
–  Lebih lambat
–  Meningkatkan tekanan
untuk menyesuaikan diri
–  Dominasi oleh satu atau
beberapa anggota
–  Tanggung jawab menjadi
tidak pasti
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK (cont’d)
Groupthink
Fenomena di mana norma untuk konsensus
mengesampingkan penilaian realistis dari alternatif
tindakan.
Groupshift
Perubahan dalam risiko keputusan antara keputusan
kelompok dan keputusan anggota, di mana anggota
dalam kelompok akan membuat; dapat berupa
konservasi ke depan atau risiko yang lebih besar.
Symptoms Of The Groupthink Phenomenon
Ø  Anggota kelompok merasionalisasi berbagai
perlawanan terhadap asumsi yang telah mereka
buat.
Ø  Anggota menerapkan tekanan langsung pada
mereka yang mengungkapkan keraguan tentang
pandangan bersama atau yang mempertanyakan
alternatif yang disukai oleh mayoritas.
Ø  Anggota yang memiliki keraguan atau pandangan
yang berbeda, akan diam dalam perasaan waswas.
Ø  Nampak ada ilusi kebulatan suara.
Pengaruh Proses Kelompok
Potensi efektifitas
kelompok
Keuntungan
proses
+
–
Kerugian
proses
=
Efektifitas
kelompok
sebenarnya
EVEKTIFITAS & EVISIENSI KEPUTUSAN
KELOMPOK
Ø  Apakah pengambilan keputusan oleh kelompok lebih
efektif daripada individu?
–  Efektif à Akurasi, Kecepatan, Kreativitas
Ø  Apakah pengambilan keputusan oleh kelompok lebih
efisien daripada individu?
Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok
Interaksi kelompok
Anggota-anggota kelompok saling berinteraksi satu sama lain.
Brainstorming
Proses lebih lanjut yang secara khusus membahas semua alternatif
sambil menahan semua kritik terhadap alternatif tersebut.
Teknik nominal kelompok
Metode pengambilan keputusan kelompok dimana individu saling
bertatap muka untuk mengumpulkan gagasan mereka secara
sistematik namun tetap independen.
Pertemuan Elektronik
Pertemuan dimana anggota-anggota saling berinteraksi dengan
menggunakan komputer, memungkinkan adanya pemberian pesan tanpa
nama dan pemberian suara
Evaluasi Keefektifan Kelompok
TYPE OF GROUP
Effectiveness Criteria
Interacting
Brainstorming
Nominal
Electronic
Number and quality of ideas
Low
Moderate
High
High
Social pressure
High
Low
Moderate
Low
Money costs
Low
Low
Low
High
Speed
Moderate
Moderate
Moderate
Moderate
Task orientation
Low
High
High
High
Potential for interpersonal conflict
High
Low
Moderate
Low
Commitment to solution
High
Not applicable
Moderate
Moderate
Development of
group cohesiveness
High
High
Moderate
Low
Memahami Tim Kerja
ORGANIZATIONAL BEHAVIOR
S T E P H E N P. R O B B I N S
E L E V E N T H
© 2005 Prentice Hall Inc.
All rights reserved.
E D I T I O N
WWW.PRENHALL.COM/ROBBINS
PowerPoint Presentation
by Charlie Cook
Tim Dan Kelompok
Kelompok kerja
Suatu kelompok yang intinya
berinteraksi untuk berbagi
informasi dan membuat keputusan
untuk membantu tiap anggota
kelompok menunjukkan kinerja
sesuai tanggung jawabnya.
Tim Kerja
Suatu kelompok dimana usaha
individu akan menghasilkan
kinerja yang lebih besar
dibandingkan input individu
tersebut.
Perbandingan Kelompok dan Tim Kerja
Tipe – Tipe Tim
Tim Pemecahan Masalah
Kelompok dengan 5 sampai 12
karyawan dari departemen yang sama
yang bertemu beberapa jam tiap
minggu untuk mendiskusikan
peningkatan kualitas, efisiensi dan
lingkungan kerja
Tim Kerja Pengelolaan diri
Kelompok dengan 10 sampai 15
orang yang memikul tanggung jawab
dari mantan pengawas mereka.
Tim Lintas - Fungsional
Karyawan – karyawan dari tingkat hirarki yang sama
tapi dari tempat kerja yang berbeda, berkumpul
untuk menyempurnakan tugas.
•  Satuan tugas
•  Komite
Tim Virtual
Tim yang menggunakan teknologi komputer untuk
mengikat anggota yang terpisah secara fisik untuk
mencapai tujuan bersama.
Model
Keefektifan Tim
Mengalokasikan
peran dalam tim
Mengubah Individu menjadi Pemain Tim
Ø  Tantangan
–  Mengatasi keengganan individu menjadi anggota tim.
–  Mengatasi pengaruh budaya individualistis
–  Mengenalkan tim kepada organisasi yang secara
historis menghargai prestasi individu.
Ø  Membentuk Pemain Tim
–  Menyeleksi karyawan yang bisa mengisi peran tim
mereka.
–  Pelatihan kepada karyawan untuk menjadi pemain tim
–  Menambahkan sistem penghargaan untuk mendorong
usaha yang kooperatif
Tim dan Manajemen Kualitas
Ø  Tim dan Manajemen Kualitas menghendaki
bahwa Tim:
1.  Cukup kecil agar efisien dan efektif.
2.  Dilatih dengan keterampilan yang dibutuhkan
anggota.
3.  Alokasi waktu yang cukup untuk menyelesaikan
masalah.
4.  Diberikan otoritas untuk mengatasi masalah dan
mengambil langkah perbaikan.
5.  Mempunyai seorang “juara” untuk membantu
mengatasi masalah yang timbul.
Quiz
Fly UP