...

VICTOR MACHIN VITOLO Cetak Rekor Gol Tercepat Liga Europa

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

VICTOR MACHIN VITOLO Cetak Rekor Gol Tercepat Liga Europa
Tut Tut Naik Kereta Api
PALU (TERBITTOP) — Pada awal 2012, seorang pemuda penjual sayur asyik
menawarkan dagangannya di Pasar Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi
Tengah. ”Mari bu, mari bu, mari bu,” kata pria tersebut, yang terdengar
seperti ’lima ribu’.
Tawaran pria yang kini menjadi buronan nomor wahid terkait kasus terorisme tersebut, membuat warga yang melintas tertarik dan berhenti di lapak
yang digelar penjual sayur tersebut, karena harga yang ditawarkan murah,
mengingat jumlahnya melimpah dengan harga yang cuma Rp5.000.
Begitu sejumlah kaum ibu mendekat untuk membeli dengan harga
Rp5.000, penjual sayur tersebut tertawa dan berkata, ”Loh, saya hanya
bilang ’Mari bu, bukan lima ribu,” kata pria yang diketahui bernama Santoso itu sambil tersenyum.
Kisah tentang Santoso tersebut diceritakan Pendeta Rinaldy Damanik,
tokoh Kristen di Kabupaten Poso. Santoso saat ini dicari polisi karena serangkaian aksi teror di Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah.
 Bersambung Ke Halaman 11
facebook.com/terbittop
instagram.com/terbittop
terbittop
[email protected]
www.terbittop.com
Harga Rp4000 (Luar Kota + Ongkos Kirim)
20 - 28 MARET 2015
TAHUN KE-II EDISI XXXVIII
MENTERI LHK SITI NURBAYA
MEMBURU JEJAK SANTOSO
TERORIS TUKANG SAYUR
dengan menNUN kita dengar kabar bah- Oleh: Prof Dr Haryono Suyono inggalkan anak
istrinya.
wa awal bulan
Dalam rangkaian menghadiri Dies
depan biaya pelayanan kereta api
Natalis Universitas Pancasakti di Tegal,
akan dinaikkan. Kita berharap berita
minggu lalu, kami mempergunakan
itu tidak benar. Tetapi kalau betul, tenjasa kereta api Tegal Bahari. Seperti bitu berita itu akan mengejutkan banyak
asa, kami mengambil route Gambir-Tegal yang secara
kalangan, utamanya rakyat yang biasa mempergunakan
teoritis akan ditempuh sekitar empat jam. Pada waktu
pelayanan kereta api, yang dewasa ini terasa makin nyakepala Perum KA dipegang oleh Bapak Ignatius Jonan,
man. Naik kereta api makin menjadi idola banyak kalasebagai mantan menteri dan menko di masa lalu, kami
ngan, keluarga dengan pendapatan sederhana atau
selalu mendapat fasilitas menunggu di ruang VIP di Gambahkan keluarga lain yang sanak saudaranya tidak lagi
bir yang sederhana, tetapi sejuk dan nyaman. Petugas
mencari uang di kampungnya, tetapi menjadi keluarga
pembawa koper yang berseragam, biasanya dengan
yang bekerja di luar kampungnya, merantau tetapi tetap
sigap dan sopan membawa koper dan ditaruh di ruang
cinta keluarganya di kampung. Kebiasaan yang tadintunggu dengan aman tanpa diusik oleh siapa pun. Pada
ya dilakukan oleh keluarga prasejahtera dan keluarga
masa lalu, biarpun hanya lima sepuluh menit, Dirut KA
sejahtera I, kini juga dilakukan oleh keluarga sejahtera III
dan III plus yang bekerja di luar kampung halamannya
 Bersambung Ke Halaman 11
Beli Rumah Dapat
Istri, Belum Laku
YOGYAKARTA (TERBITTOP) —
Kendati rumahnya belum laku
setelah beriklan ’beli rumah dapat
istri’, Winallya tetap berharap bisa
menjual rumahnya di Sleman,
Yogyakarta.
Winallya mengaku bercerita
kepada seorang temannnya, Dian
PD, yang bekerja sebagai agen
properti, tentang rencananya
menjual rumah di atas lahan
sekitar 500m2 dan dalam obrolan
itu dia juga menyatakan sedang
mencari suami.
”Saya bergurau dengan dia,
siapa tahu ada relasi, pembeli,
atau kawan-kawan, baik duda
maupun perjaka yang mencari
istri. Siapa tahu saya cocok,” ujar
Wina yang sudah menjada
selama 14 tahun.
Iklan itu kemudian menjadi
berita di hampir semua media,
termasuk beberapa media
internasional, dan sekaligus pula
memicu pro dan kontra. (bbc)
Bocah Albino
Dijadikan Jimat
TANZANIA (TERBITTOP) — Lebih 200
dukun ditahan polisi Tanzania
dalam operasi khusus
menghentikan pembunuhan
terhadap bocah-bocah albino di
negara tersebut. Bersama para
dukun itu ditemukan juga kulit
kadal, taring babirusa, telur burung
unta, ekor monyet, paruh burung,
ekor keledai dan kulit singa.
Organ tubuh orang albino,
terutama anak-anak kerap
dipotong dan diperdagangkan di
negara Afrika timur itu. Presiden
Tanzania Jakaya Kikwete
menggambarkan pembunuhan
terhadap orang-orang albino
sebagai hal yang memalukan.
Menurut laporan PBB, setidaknya
76 orang dibunuh sejak tahun 2000,
dan organ tubuh mereka dipotong
dan dijadikan ramuan
keberuntungan. Albinisme atau
ketiadaan pigmen menyebabkan
kulit pucat dan rambut sepenuhnya
berwarna putih. (bbc)
Bang TOP...
 Terdakwa pencuri kayu jati nenek
Asyani mohon dibebaskan!!!
 Pembalakan yang besar
dibiarkan, yang kecil dibidik???
JAKARTA (TERBITTOP) — Pengadilan terhadap nenek
Asyani,63, di Situbondo Jawa Timur (Jatim) menunjukkan
potret buram penegakan hukum di Tanah Air. Penegak
hukum semestinya mengedepankan restorative justice
(keadilan restoratif) dalam menangani kasus dugaan
pencurian tujuh batang kayu jati olahan.
Beda dengan kasus begal, kasus nenek Asyani,
bukan merupakan kejahatan yang serius sehingga layak tidak ditahan bahkan layak untuk dibawa ke sidang. Hukuman bisa dikenakan sanksi
denda dengan dugaan mencuri tujuh batang kayu di jerat dengan undang undang pembalakan
kayu (illegal logging).
Pandangan demikian disampaikan pakar hukum
tata negara Universitas Parahyangan Bandung,
Asep Warlan Yusuf, dan anggota Komisi III Arsul Sani.
Mereka pun prihatin karena sang nenek didakwa
dengan pasal illegal logging karena tidak dilakukan secara terorganisasi dengan jumlah yang besar. Karena itu mereka berharap hakim nantinya
bisa cermat melihat kasus tersebut.
Apalagi apa yang dilakukan nenek Asyani tidak
dapat dikategorikan sebagai illegal logging. Para
penegak hukum khususnya penyidik, lanjutnya,
harus bisa melihat ini bukanlah pencurian kayu secara besar-besaran yang merugikan negara secara besar hingga dijerat dengan UU Illegal Logging.
Kasus itu berawal dari laporan Perum Perhutani Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jatibanteng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Besuki, Sub-Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Bondowoso Utara,
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso.
Di persidangan tukang pijit warga Dusun Kristal,
Desa/Kecamatan Jatibanteng, Situbondo sempat
VICTOR MACHIN VITOLO
Cetak Rekor Gol Tercepat Liga Europa
VILLARREAL (TERBITTOP) — Pemain Sevilla, Victor Machin
Vitolo, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol
tercepat Liga Europa, setelah mencetak gol saat timnya melawan Villarreal di Stadion Camp El Madrigal,
Spanyol, Jumat lalu, ketika pertandingan berjalan 13
detik.
Rekor gol tercepat Liga Europa sebelumnya dipegang oleh pemain asal Argentina yang memperkuat
klub AEK Athens yaitu Ismael Blanco saat timnya
menghadapi Bate Borisov pada November 2009. Gol
tercipta ketika pertandingan berjalan 19 detik.
Gol tercepat yang tercipta pada pertandingan
pertama babak 16 besar Liga Europa antara
tuan rumah Villarreal melawan Sevilla ini terjadi, setelah pemain tim tamu Kevin Gameiro mengirim umpan setelah kick
off kepada Vitolo dan pemain asal
Spanyol itu mampu memperdayai
kiper Villarreal Sergio Asenjo.
Untuk gol tercepat di kompetisi
Eropa masih dipegang oleh pemain asal Belanda Roy Makaay.
Gol cepat itu terjadi saat pada
Liga Champions 2006/2007 antara Bayern Muenchen melawan Real Madrid ketika pertandingan baru berjalan 12
detik. (nt)
Victor Machin Vitolo
histeris saat melihat pelapornya Sawin hadir di
persidangan.
Mulanya, Asyani diam tertunduk mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum, Ida
Haryani, selama 30 menit. Setelah jaksa penuntut membacakan tanggapannya, Asyani langsung menangis histeris. Dia menuding Sawin,
yang berdiri di pintu samping ruang sidang.
”Sawin, kamu yang tega memenjarakan saya.
Padahal saya sudah datang ke rumahmu untuk
meminta maaf. Kamu tega sama saya,” teriak
Asyani. Dia bersimpuh di depan majelis minta
dibebaskan dari segala hukuman.
 Bersambung Ke Halaman 11
Dana Reklamasi Tambang
Rp77 Miliar DIPERTANYAKAN
JAMBI (TERBITTOP) — Serah terima peralihan, tentang hak dan
kewewenangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Kabupaten ke ESDM Provinsi, dalam waktu dekat (2015) segera
dilakukan. Namun sejumlah persoalan belum mampu diselesaikan oleh ESDM Kabupaten. Di antara nya tentang evaluasi aktivitas kinerja pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan ), yang
selama ini ditangani pemerintah kabupaten. Rencana peralihan, tentang hak dan kewewenangan, Dinas Energi dan Sumber
Daya Mine ral (ESDM) Kabupaten ke ESDM Provinsi ini, telah dituangkan dalam Permen ESDM Republik Indonesia Nomor 28
Tahun 2013. Baik tentang tata cara lelang Wilayah Izin Usaha
Pertambangan (WIUPP) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan
Khusus (WIUPK).
Terkait dengan hal itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara
(Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Sukhyar, juga meminta kepada gubernur di seluruh Indonesia, untuk lebih terlibat dalam
pengelolaan dan pengawasan eksplorasi minerba. Apalagi
saat ini, masalah perizinan dan penambangan, akan beada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Sukhyar memaparkan, kebijakan minerba pasca Undang-Undang No 23/2014 terhadap UU No 4/2009 tentang Pemerintahan Daerah, dalam pengelolaan minerba berimplikasi pada perubahan pola penyelenggaraan pemerintahan dan kewenangan pengelolaan ESDM yang disesuaikan dengan UU Nomor 4/
2009. Dia memaparkan saat ini perlu pengaturan
masa transisi sesuai surat edaran Mendagri Nomor 120/253/SJ tanggal 16 Januari 2015.
 Bersambung Ke Halaman 11
Daun Kelor Lumpuhkan Begal Berilmu Kebal
JAKARTA (TERBITTOP) — Aksi begal di Jakarta dan
sekitarnya, serta beberapa daerah masih terjadi.
Masyarakat geram, sekaligus ngeri. Kegeraman
dibuktikan dengan aksi pembakaran tersangka
begal. Ngeri, tentu dengan makin banyak orang
yang tidak berani naik kendaraan, terutama
sepeda motor, sendirian di malam hari.
Apalagi tersiar kabar di media sosial, kawanan
begal ini ada komunitasnya. Konon diturunkan
di daerah tertentu, untuk beramai-ramai menjalankan aksinya. Mereka bersenjata tajam, senjata api rakitan, dan disebut-sebut kebal pula.
Soal ada begal bertubuh kebal terungkap, ketika Tim Buser Polsek Serpong, Tangerang Selatan,
Banten, berusaha menangkap dua begal di Kampung Saketi, Pandeglang, Banten, Kamis.
Penangkapan Entis Sutrisna (25) dan Dede Suhendi (23) mendebarkan karena keduanya kebal
peluru.
Tim Buser Polsek Serpong yang dipimpin Kanit
Reskrim AKP Toto Daniyanto harus bekerja sangat
keras mengejar keduanya hingga ke hutan.
”Saat mereka kabur, kami mencoba lumpuhkan
kakinya dengan timah panas, tapi tak tembus,”
kata Toto Daniyanto kepada wartawan.
Peluru yang dimuntahkan dari senjata api ternyata mental entah ke mana dan mengenai apa.
 Bersambung Ke Halaman 11
ANTARA
PENANGKAPAN KAWANAN BEGAL — Lima tersangka
pelaku pembegalan dan tersangka penadahnya
ditunjukkan polisi saat rilis penangkapan pelaku
pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan
di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Selasa.
STOP PRESS
laporan utama
DIBUTUHKAN KORESPONDEN DI PROVINSI BANTEN
Koran TERBITTOP membuka kesempatan bagi Anda yang ingin
bergabung. Layangkan Surat Lamaran ke Divisi HRD TERBITTOP,
Gedung Lingga Dharma Lt 1, Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Telp: (021) 7818635.
Email: [email protected] atau
Kontak Person Haris Fadillah - 082299466193.
T AJUK RENCANA
DITERBITKAN OLEH:
Karya Panjang Mediatama
SIUP: 0716/10-27/PK/XII/2013
NPWP: 03.350.979.5-412.000
TDP: 10.27.3.46.05022
Website: TERBITTOP.com
Email: [email protected]
Penasehat/Pelindung
Tarman Azzam
Penasehat Hukum
Petrus Selestinus SH
Pemimpin Umum/Penjab
Haris Fadillah
Perusahaan
Aswi Matrawi
Pemimpin Redaksi
Endang Suherman
Wakil Pemimpin Redaksi
Mustofa Abas
Manajer IT
Endang S
Redaktur
Nurcahyo, Sariaman
Dewan Redaksi
Tarman Azzam, Haris Fadillah, Endang Suherman,
Mustofa Abas, Nurcahyo
Staf Redaksi
Mufreni, Nainggolan
Manajer HRD
Supriadi
Sekretaris dan Administrasi Redaksi
Theos Pormes, Bungaria Saputri, Topan Husanda
Manajer Iklan/Pemasaran
Mulyadi
Desain Grafis
Sabaragama, Budhi Permana
Sirkulasi
Yudi Permana Sandhi, Bima Kamandanu
Koresponden
Bangka Belitung: Indra, Endang. Lampung: Agus Salim (Biro
Lampung Barat dan Pesisir Barat). Palembang: Wawan
Setiadi. Pekanbaru: Ikhsan. Pontianak: Yusri. Tangerang: M
Nur. Depok: Abdul Azis. Cirebon: Titik Sulaksana (Kokab
Cirebon), Imam Rahman, Moch Faisal Haris, Dodo Suharma
(Cirebon). Jambi: Djohan Chaniago (Kepala Biro), Kabupaten
Merangin: Abi Hakim, Kabupaten Tanjab Barat: Salim
Mengkedum, Kota Jambi: Detri, Heru Kristiaji, Sutarto. Muaro
Jambi: Luthfi. Jawa Tengah: M Chamim Rifa’i, Bengkulu: Heri
Tarif Iklan: Hitam Putih Rp9.000,- (per-mm kolom), Warna
(Full Color) Rp16.000,- (per-mm kolom). Iklan Baris Rp9.000,(per-baris). Bank: BRI 7202-01-002432-50-3.
Alamat Redaksi
Gedung Lingga Dharma Lt. 1,
Jl. Warung Buncit 17 Jakarta Selatan.
Telepon: 021-7818635.
Percetakan:
PT Wahana Semesta Inter Media
(isi di luar tanggung jawab percetakan)
Seluruh wartawan dan koresponden Koran
TERBITTOP adalah yang tercantum di dalam boks
redaksi. Di luar nama-nama yang dimuat, apabila
mengaku sebagai wartawan Koran TERBITTOP
bukan tanggung jawab redaksi.
2
MERATAP HISTERIS
Bersimpuh di Depan Hakim
Spirit Pemberantasan Korupsi
DI tengah badai kisruh KPK-Kepolisian yang belum
selesai, pemerintah sedang menyiapkan Inpres Aksi
Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (APPK).
Tentu langkah ini positif apabila inpres tersebut benar-benar berisikan upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi yang optimal untuk meningkatkan
kinerja KPK. Namun apabila isi inpres ternyata mengurangi peran pencegahan dan penindakan KPK,
maka akan menjadi tanya besar. Bagaimanapun spirit pemberantasan korupsi harus dipertahanankan.
Negeri ini sudah seperti lautan korupsi, bahkan sejak
diberlakukannya UU Otonomi Daerah, kita melihat
sudah puluhan bupati dan gubernur serta ratusan
anggota DPRD tingkat II dan provinsi menjadi tersangka korupsi.
Peran KPK, Kejaksaan dan Kepolisian dalam pemberantasan korupsi selayaknya saling bersinergi. Kisruh
yang terjadi antara KPK dan polisi, jangan sampai
melemahkan peran dan keberadaan KPK sebagai
lembaga superbodi. Sebab itu, Inpres APPK harus
mempertahankan KPK sebagai pilar utama pemberantasan korupsi.
Sejak berdirinya KPK hingga saat ini belum ada satu
pun tersangka yang lolos dari jeratan korupsi setelah
ditetapkan menjadi tersangka. Korupsi semakin
menggurita, tidak saja menjadi domain di pusat, tetapi sudah melebar ke berbagai daerah di negeri ini.
Inpres APPK jangan sampai mengurangi dan melemahkan penindakan korupsi. KPK jangan sampai
tersisih dari penguatan perannya dalam memberantas korupsi.
Wajah hukum di negeri ini gerbongnya panjang penuh masalah. Banyak kaki jalannya lambat, seperti
kaki seribu. Kisruh dalam penegakan hukum bisa berujung kepada langkah yang melemahkan penegakan hukum.
Kita tunggu apa nantinya isi Inpres APPK yang akan
dikeluarkan Presiden Jokowi. Publik tentu berharap
peran KPK jangan terjadi pelemahan. Apalagi kini,
masyarakat yang fokus dengan perjalanan agenda
pemberantasan korupsi selama era reformasi dengan
mudah dapat melacak perbedaan dengan Inpres
No 5/2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Saat itu, kehadiran Inpres No 5/2004 benar-benar menimbulkan harapan besar dalam mempercepat pemberantasan korupsi sehingga laju perilaku
praktik menyimpang dalam pengelolaan keuangan
negara bisa diminimalkan.
Kita ingat di tahun 2012, dalam agenda hukum dan
penindakan korupsi, negara menjadi ’negara
kongkalikong’. Hal itu tercermin dari tingkat korupsi
politik yang meningkat dari tahun sebelumnya, berkaitan dengan kasus di Kemenpora, Kemenskes, Kemenag, dan sebagainya, relatif berkisar 70 persen
saat itu terkait dengan korupsi anggaran daerah dan
APBN. Modus korupsi politik yang menjerat pemerintah terkait dengan mafia anggaran.
Permainan anggaran itu memiliki benang merah dengan proyek-proyek anggaran APBD dan APBN, seperti
contoh kasus yang kini dipertontonkan, ’dana siluman’
di DPRD DKI, dan mengusung adanya hak angket.
Namun, tak jarang pula yang berpendapat bahwa
kesulitan menghentikan laju praktik korupsi disebabkan
penindakan tidak diikuti dengan langkah pencegahan.
Apa pun aksi di dalam instruksi presiden sangat diperlukan sebagaimana tertuang dalam Inpres APPK. Untuk itu perlu political will dari pemerintah. ***
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
SITUBONDO (TERBITTOP) — Nenek
Asyani berharap penahanannya
Nenek Asyani di balik jeruji besi.
ditangguhkan Majelis Hakim Negeri
Situbondo, Jawa Timur. Ratapan serta cucuran air matanya belum
mengubah nasibnya sebagai seorang tahanan kasus pencuriaan.
Padahal usianya sudah renta 63 tahun. Dia mendekam di balik jeruji besi
tanpa mengira bahwa akan ditahan karena hanya mengambil tujuh
batang kayu. Ironis persidangan ini disorot sebagai kemunduran hukum.
Pengadilan hanya berani menyidangkan kasus pembalakan yang kecil,
tetapi kasus besar banyak yang tidak dibawa ke pengadilan.
Asyani ingin segera keluar dari penjara. Melalui
kuasa hukumnya Asyani berharap majelis hakim
melihat dan mengedepankan faktor kemanusiaan dalam perkara yang menimpanya. ”Sebab hukum yang adil itu juga berdasarkan rasa kemanusiaan atau sense of humanity. Semoga permohonan penangguhan penahanan yang kami ajukan nanti dikabulkan,” kata Supriyono, ketua tim
kuasa hukum Asyani dalam sidang lanjutan kemarin. Supriyono menegaskan banyak kejanggalan
dalam kasus yang ditimpakan kepada Asyani.
Di antaranya mengenai barang bukti. Pihaknya
sudah mengecek barang bukti yang diajukan ke
persidangan. ”Kayu yang disimpan Nenek Asyani
dan diserahkan ke Pak Cipto berbeda dengan
barang bukti yang diklaim Perhutani,” katanya.
Menurut Supriyono, kayu yang dimiliki Asyani berupa sirap (olahan) yang telah dipotong-potong
untuk dijadikan dipan tempat tidur.
Pihak Perhutani memperkarakan ini pada Agustus 2014 dan sampai saat ini Asyani sudah menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Situbondo. Jaksa pun menjerat Asyani dengan Pasal 12
juncto Pasal 83 UU Tahun 2013 tentang Illegal Logging atau perusakan hutan lindung dengan ancaman lima tahun penjara. Asyani pun sudah men-
jalani pahitnya dipenjara sejak 15 Desember lalu.
Selain Asyani, kasus ini juga menyeret Ruslan
yang tidak lain adalah menantunya, Cipto selaku
tukang kayu, dan pengemudi pikap Abdus Salam.
Dalam sidang kedua Senin lalu, Supriyono, kuasa
hukum sang nenek, menilai ada rekayasa hukum
terhadap kliennya karena pencurian kayu jati
yang dituduhkan jaksa penuntut umum merupakan kayu yang ditebang dari kebun sang nenek.
Dia menilai jaksa tidak cermat menyampaikan
materi dakwaannya. Sebab usia sang nenek berbeda dengan usia yang sebenarnya. Dalam dakwaan sang jaksa nenek disebut berusia 45 tahun,
padahal usianya sudah 63 tahun. Dalam sidang
kedua dipimpin hakim ketua Kadek Dedy Arcana, Supriyono juga menyatakan bahwa materi
dakwaan jaksa tidak sesuai persyaratan formal sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 Ayat 2 Kitab
Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Apalagi kayu jati yang dijadikan barang bukti
bukan diambil dari lahan Perhutani sebagaimana didakwakan jaksa. Kayu tersebut diambil
mendiang suami sang nenek dari kebun sendiri.
Supriyono juga menyebut proses penyidikan
yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan
melanggar hak asasi manusia karena kliennya
disuruh mengakui perbuatan yang tidak pernah
dilakukannya. (nt/ris)
TOP - SOROT
’Todung Effect’ Tunda Eksekusi Mati
S
EBUAH berita di Washington Post cukup mengejutkan dalam laporannya, Rabu (4/3) lalu. Berita itu berjudul: ”Welcome to ’Execution Island’ Bali 9” (”Selamat Datang di
’Pulau Eksekusi’, Bali Nine”). Rupanya
koran luar negeri membuat laporan khas, menulis penolakan dan menyoroti sikap bersikeras
pemerintah Indonesia yang akan mengeksekusi mati dua pentolan gembong Bali Nine, Andrew
Chan dan Myuran Sukumaran. Laporan khas Washington Post, semakin menambah hiruk-pikuk
dari pemberitaan pers asing.
Washington Post bahkan mencermati dugaan,
jika eksekusi tetap dilakukan, maka hubungan harmonis Indonesia-Australia akan berubah. ”Indonesia dan Australia akan memasuki hubungan dalam masa yang sulit,” tulis laporan Washington Post,
mengutip The Telegraph, Rabu (4/3). Washington
Post juga membahas soal keberadaan Nusakambangan yang dikenal dengan ’Alcatraz Indonesia’. Menurut laporan tersebut, ada kemungkinan besar duo Bali Nine akan dieksekusi di suatu
tempat bernama Nirbaya.
”Zona kematian mereka dikenal sebagai Nirbaya, sekitar tiga kilometer selatan penjara, sebuah
jalur tanah sempit berkelok-kelok,” tulis laporan tersebut. Sejak dibuka pada 1908, tambah laporan
Washington Post, Nusakambangan dikenal sebagai ’pulau yang paling ditakuti di Indonesia’.
Berita Washington Post telah meramaikan pemberitaan seputar eksekusi mati sejumlah napi narkoba. Hiruk-pikuk pemberitaan makin ramai setelah Kejaksaan mengeksekusi sejumlah warga
asing, sehingga hubungan diplomatik dengan Brasil dan Australia menjadi terganggu. Bukan itu saja
sebenarnya, penundaan eksekusi setelah mereka
melakukan di luar hukum acara pidana yakni
menggugat di PTUN. Gugatan atas Surat Keputusan Presiden Jokowi, diajukan pertama kali oleh
terpidana yang diwakili Todung Mulya Lubis.
Meski akhirnya gugatan di PTUN itu ditolak karena di luar lingkup peradilan pidana, namun langkah Todung Mulya Lubis, kini hampir diikuti semua
narapidana mati. Upaya baru untuk menunda eksekusi. ”’Todung Effect’ ada di Pengadilan TUN,”
sebut seorang Koordinator Jaksa di Kejaksaan
Agung. Terpidana mati sedang berupaya menunda eksekusi dengan mengikuti langkah terpidana
sebelumnya mem- PTUN-kan keputusan Presiden.
Dalam Pasal 2 huruf e, Undang-Undang No 5/
86 tentang Peradilan TUN, gugatan terhadap Keputusan Presiden, tersebut tidak termasuk dalam
Haris Fadillah
pengertian TUN (Tata Usaha Negara). Artinya gugatan Keputusan penolakan grasi oleh Presiden,
bukan hal yang bisa dibawa ke TUN.
Hari Kamis (12/3), dua warga Australia yang
dikenal Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran menjalani sidang gugatan perlawanan
di PTUN Jakarta, setelah gugatan PTUN terhadap
penolakan grasi, ditolak. Warga Nigeria, Raheem Agbaje Salami, warga Filipina, Mary Jane
Fiesta Veloso, Serge Arezki Atlaoui (Perancis), Rodrigo Gularte (Brasil) dan Zainal Abidin (WNI) juga mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan mengajukan berbagai dasar.
Sebagian upaya hukum lanjutan pascagrasi
juga sudah dikalahkan, dan ada yang sedang
”
Reaksi keras Australia
dan PBB justru semakin
menambah keyakinan publik
bahwa eksekusi mati itu
harus segera dilaksanakan.
menunggu, namun ada yang baru memulainya,
seperti terpidana warga Perancis, Serge Atlaoui,
di pengadilan Tangerang. Sidang PK Atlaoui itu
dihadiri juga oleh pejabat bidang hukum Kedubes Perancis, Jean-Louis Bertrand, yang mengharapkan hakim memperhitungkan informasi
baru tentang Serge Atlaoui yang diajukan. JeanLouis Bertrand menyebut, mereka berharap pengadilan akan mempertimbangkan hal-hal baru
yang mereka sampaikan yang menunjukkan
bahwa Atlaoui hanya teknisi dan bukan gembong sindikat narkotika.
Namun itulah langkah satu-satunya kini mereka perjuangkan, sampai adanya putusan TUN
yang berkekuatan hukum tetap, maka dikhawatirkan eksekusi semua terpidana mati bakal menjadi tertunda. Pemerintah Australia mati-matian
melakukan segala upaya untuk menekan pemerintah RI agar membatalkan eksekusi terhadap
dua warga negaranya itu. Presiden Joko Widodo
bersikukuh tetap melaksanakan eksekusi itu seperti halnya terhadap para terpidana mati lain
yang telah ditolak permohonan grasinya.
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, terus
berulangkali melakukan upaya diplomasi demi
menyelamatkan nyawa dua warga negaranya.
Bahkan Abbott mengancam pemerintah RI bahwa eksekusi itu akan memicu kemarahan warga Australia. Abbott yang mendapat tekanan
keras dari warganya itu juga sempat mengungkit
bantuan Australia kepada Indonesia pada 2004
lalu. Intinya, segala cara mulai membujuk, mengancam, hingga menagih balas jasa telah dilontarkan Abbott untuk menyelamatkan pimpinan gembong narkoba Bali Nine itu.
Seperti halnya Tony Abbott, Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon,
juga turut bereaksi keras atas rencana hukuman
mati.
Menunggu hasil gugatan akhir Kejaksaan
Agung harus menjadwalkan ulang sampai menunggu putusan TUN yang berkekuatan hukum
tetap. Padahal semua persiapan eksekusi termasuk semua regu tembak sudah berada di Nusakambangan. Lalu apa penjelasan Jaksa Agung
setelah napi menggugat ke PTUN? Jaksa Agung
kemudian berkilah.
Kejaksaan, sebut HM Prasetyo, tidak menunda
eksekusi hukuman mati sembilan napi termasuk
Bali Nine, ”bukan itu ditunda, karena memang
belum dijadwalkan”.
Eksekusi yang semakin ditunda dinilai dapat
mengakibatkan Australia mengambil langkahlangkah diluar akal, termasuk barter tahanan.
Banyak fenomena yang terjadi di negeri ini,
dengan berbagai hiruk-pikuk di saat kebijakan
Presiden Jokowi menolak semua grasi terpidana
narkoba. Reaksi keras Australia dan PBB justru semakin menambah keyakinan publik bahwa eksekusi mati itu harus segera dilaksanakan. Tekanan bertubi-tubi negara lain atas kedaulatan Indonesia itu adalah bukti bahwa Indonesia masih dianggap mudah ditekan dan diintervensi.
Pemerintahan ini harus all out mempertahankan diri di tengah gencarnya serangan diplomatik dan tekanan-tekanan lain dari dunia internasional. Ingat, kita adalah negara besar
yang berdaulat penuh yang konsisten menghormati dan menghargai kedaulatan dan kewenangan negara lain. Konsistensi itu bagi negara lain
banyak diartikan sebagai kelemahan. Inilah
saatnya Indonesia menunjukkan bahwa kita
adalah negara yang punya sikap, tegas dan bisa bersahabat dengan negara manapun dalam
suasana saling menghormati dan menghargai.
(haris [email protected])
hukum
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
ANTARA
3
”SELAMAT JALAN AKAK
MARWAN EFFENDI”
DPO SIPIL BERSENJATA
Sejumlah personil Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Mabes Polri dibantu warga setempat memasang baliho Daftar Pencarian
Orang (DPO) kelompok sipil bersenjata di desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu. Kepolisian Resor
Poso kembali merilis sedikitnya 17 orang yang dianggap berbahaya karena terlibat dengan sejumlah kekerasan
bersenjata di sekitar Poso termasuk pimpinannya Santoso.
KY Sesalkan Langkah
Hakim Sarpin Rizaldi
JAKARTA (TERBITTOP) — Komisi Yudisial (KY) sangat
menyesalkan langkah Hakim Sarpin Rizaldi yang
mempolisikan dua dosen Hukum Tata Negara Universitas
Andalas (Unand), Feri Amsari dan Charles Simamora.
Keduanya dipolisikan karena mengkritik putusan
praperadilan Komjen Budi Gunawan.
Komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri
mengatakan, keputusan hakim adalah
produk negara yang berhak dikoreksi
oleh hakim yang lebih tinggi. Sehingga
hakim tidak boleh marah apabila vonisnya dikritik oleh hakim lain atau masyarakat. ”Seharusnya (Sarpin) mengerti
akan hal tersebut, sehingga kejadian
pelaporan itu tidak terjadi,” beber Taufiqurrohman kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu.
Sementara di Jakarta, Pengacara Hakim Sarpin Rizaldi, Aga Khan melaporkan
mantan Hakim Agung Mahkamah Agung,
Prof Komariah Emong Sapardjaja ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda
Metro Jaya, Jumat (13/3).
Laporan ini merupakan buntut dari
penghinaan terhadap Sarpin yang dilontarkan oleh Komariah. ”Kasus pelaporan pencemaran nama baik terhadap
klien kami yang kebetulan pekerjaannya
hakim, Bapak Sarpin yang dalam putu-
san kasus Polri dan KPK,” kata Aga di Mapolda Metro Jaya.
Ia menjelaskan, pencemaran nama
baik terhadap kliennya Hakim Sarpin itu
sebagaimana dimuat di salah satu media online dengan terlapor salah satu
mantan Hakim Agung yaitu Prof Dr Komariah Emong. ”Jadi gini, ini terlepas dari jabatan, putusan, setiap warga negara berhak. Jangan seenaknya mengeluarkan
pernyataan yang tidak bertanggung jawab, kami hanya ingin meluruskan saja.
Hakim Sarpin dibilang hakim bodoh, nah
itu nggak boleh,” ujarnya.
Menurutnya, laporan ini tujuannya ingin
memberi pembelajaran saja walaupun
putusan itu dianggap tidak benar bagi
mereka sebagian, tapi jangan dilihat dari
isi putusan namun dari hakimnya pribadi.
”Dia punya profesi yang dihormati. Kalau
profesi yang begitu saja dicaci maki, gimana penegakan hukum di Indonesia
akan terjadi,” tukasnya.
Ia menambahkan, barang buktinya itu
salah satu link di media online yang menyatakan bahwa Sarpin menelikung UU,
Sarpin hakim bodoh dengan tuduhan
Pasal 27 Ayat (3) juncto Pasal 45 Aayat
(1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE
juncto Pasal 310 KUHP. ”Nomor laporan
polisi: TBL/ 952/ III/ 2015/ PMJ/ Dit Reskrimsus,” tandasnya.
Taufiqurrohman melanjutkan, sebaiknya
usai mengeluarkan putusan, termasuk
yang menimbulkan kontroversi, hakim tidak perlu berkomentar. Begitu pula ketika putusan yang dikeluarkan menuai pujian. "Seorang hakim harus tetap diam. Sebab hal tersebut masuk dalam kode etik
hakim. Salah satu kode etik hakim di dalamya menyebutkan hakim tidak boleh
marah apabila dikritik dan dipuji,” ujarnya.
Sementara itu terkait laporan Koalisi
Masyarakat Sipil kepada KY atas dugaan
pelanggaran kode etik yang dilakukan
Sarpin pada sidang praperadilan Komjen
Budi Gunawan, Taufiqurrohman menegaskan, pihaknya masih memeriksa bukti-bukti. Bila bukti serta keterangan para
saksi dan pelapor cukup kuat, maka KY
akan mengundang hakim Sarpin untuk dimintai keterangan terkait pelaporan tersebut. ”Masih dalam proses, kami berharap
hakim Sarpin bisa datang apabila nanti
dipanggil,” katanya. (nt/ris)
KEJAKSAAN kehilangan tokoh pemburu koruptor. Berita duka terhembus
deras melalui akun sosial, running tex
sejumlah media televisi bahwa, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
Khusus (Jampidsus) dan Jamwas, Prof
DR Marwan Effendi SH yang seorang guru besar, jaksa senior di jajaran kejaksaan telah menghembuskan nafas
terakhirnya pada Senin 9 Maret 2015
malam. Beliau wafat di Prince Court
Medical Centre Kuala Lumpur Malaysia, sekitar pukul 23.35 waktu setempat
(22.35 WIB).
Berita kepergian Marwan Effendi
spontan menghebohkan kalangan jajaran kejaksaan dan kerabat dekatnya, pasalnya beliau yang begitu dikenal baik dan ramah, banyak kenangan
manis dan cemerlang. Dalam perjalanan 23 tahun menjadi pewarta, saya
banyak mengenalnya dekat, terlebih
ketika beliau menjadi Jaksa Agung
Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). ”Sosok yang tegas, namun berkepribadian sahaja, pekerja ulet dan gigih dalam memimpin,” telah Berpulang
ke Rahmatullah. Saat ini ia tercatat sebagai guru besar bidang tindak pidana
khusus di Universitas Hassanudin, Manado, Sulawesi Utara.
Dalam sehariaan,saya selalu memanggil beliau Akak Marwan. Panggilan yang akrab bagi wong Palembang. ”Saya pun menyampaikan
turut berduka cita sedalam dalam atas
kepergian beliau di rumah duka bertemu dengan istri almarhum”. Puluhan
pelayat termasuk mantan Jaksa Agung
Basrief Arief SH, mantan Wakil Jaksa
Agung Darmono SH dan mantan pejabat kejaksaan lainnya memenuhi rumah duka.
Selain dikenal sebagai jaksa yang
tegas dalam memburu tindak korupsi, beliau juga banyak memberikan
warna bagi pembaharuan kejaksaan,
sehingga prestasi gedung bundar
banyak berhasil mengungkap kasus
korupsi. Kinerja gedung bundar terangkat semasa beliau menjabat
Jampidsus, bahkan beliaulah yang
membentuk Tim Satgas Pengawasan
ketika menjabat sebagai Jaksa
Agung Muda Pengawasan guna menindak jaksa nakal.
”Beliau meninggalkan kita untuk selamanya, kita kehilangan seorang
jaksa yang senior membangun kejaksaan,” tutur mantan Jaksa Agung,
Basrief SH, tampak hadir di rumah
duka di Jalan Surya Sarana Blok 2M
No 25 Komplek Sunrise Garden, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (10/3).
Marwan Effendi, adalah jaksa pemimpin yang penuh dedikasi dan loyalitas yang tinggi, sekarang ia telah
berpulang. ”Kejaksaan kehilangan
tokoh,” kata Basrief.
Banyak catatan nostalgik saya dengan almarhum ketika menjadi Jam-
Alm Prof DR Marwan Effendi SH
pidsus. Kadang setiap minggu diskusi masalah korupsi sampai ke pada
penindakan jaksa nakal. Marwan tak
segan bersikap tegas, bahkan ketika
saya memberikan pandangan hukuman, dia pun balik menegur saya
bahwa ”Jangan ada diskriminasi
dalam menindak jaksa nakal”. Sampai ketika saya mengkritisi sebuah kebijakannya melalui berita, almarhum
balik membantah. Seringkali dalam
berbagai diskusi, tak jarang saya berbantah dalam diskusi. Bagi saya beliau adalah sosok jaksa senior, guru
besar dan pembimbing, Marwan Effendi sangat memperhatikan dan dekat dengan para wartawan.
Dia juga penulis dan pembicara di
berbagai forum dan seminar ini telah
mengabdi di Kejaksaan RI sejak tahun
1980. Sebagai sosok jaksa yang sangat tegas dan memiliki integritas yang
tinggi. Hampir tiga tahun ia menjadi
Jamwas. Dan di tahun pertama tugasnya sebagai Jamwas, Marwan benar-benar membuat gebrakan yang
sangat membanggakan. Maklum, di
tahun pertama ia menjabat, jaksa yang
dijatuhi sanksi disiplin melonjak hingga 50 persen. Walau sudah menempati
posisi yang tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung, Marwan tidak menutup
diri dari masyarakat yang memang ingin mengadukan perilaku jaksa yang
nakal. Marwan tidak pernah mau bertemu dengan orang yang berperkara
tetapi ia bersedia menerima masyarakat yang memang ingin menyampaikan pengaduan.
Dia kerap mengunjungi kejaksaan di
berbagai wilayah. Dan ada satu ciri
khas Marwan sepanjang berkunjung ke
daerah. Ia tidak pernah mau dibayari
oleh Kejaksaan Negeri atau Kejaksaan
Tinggi, jika rombongan Jamwas berkunjung ke daerah, dia pun selalu
membayar semua biaya perjalanan.
Bukan zamannya lagi untuk membebani anak buah.
Selamat jalan Akak Marwan Effendi. Semoga amal ibadahmu diterima
Allah Swt. (haris fadillah)
Tantangan Hidup Picu Siswa Jadi Begal
JAKARTA (TERBITTOP) — Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto
mengatakan faktor tantangan hidup menjadi salah satu alasan siswa SMP melakukan aksi begal di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Depok, Jabar. ”Saat ini, masalah
dan tantangan hidup semakin kompleks,” katanya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, maraknya kasus begal yang melibatkan pelajar menjadi pertanda
bahwa telah terjadi kegagalan dalam internalisasi nilai keadaban kepada peserta
didik. ”Dulu, guru bukan hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi sumber
nilai,” kata komisioner penanggung jawab bidang pendidikan itu.
Gaya hidup, kata Susanto, semakin hari semakin berubah. Tentunya metodologi
internalisasi nilai-nilai keadaban dan keagamaan juga perlu dikembangkan.
”Hemat saya perlu revitalisasi metode internalisasi nilai keadaban bagi orang tua,
guru bahkan tokoh agama,” katanya.
Dia berharap jangan sampai nilai agama sekadar pengetahuan, tetapi belum menjadi kepribadian. Idealnya, nilai agama itu menjadi pengetahuan sekaligus kepribadian.
Diberitakan, dua pelajar SMP yakni Apw (13) dan Ars (13) ditangkap warga seusai gagal
membegal motor seorang tukang ojek Suheri (54) di kawasan Perumahan Telaga Golf
Cluster Scotland, Depok, Kamis (12/3) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut otoritas keamanan setempat, kejadian bermula dari dua pelajar SMP berseragam menumpang ojek Suheri. Sesampainya di Jalan Abdul Wahab, dua pelajar
itu melakukan aksi begal sambil menodongkan senjata tajam.
Nahas, Suheri melakukan perlawanan sampai kabur dan melaporkan aksi begal
kepada satpam sekitar perumahan dan warga. Setelah itu, dua pembegal yang
masih SMP itu dihajar massa dan kasus kini ditangani Mapolsek Sawangan. (nt)
metropolis
BANGUNAN BARU
TERMINAL RAWAMANGUN
Sejumlah penumpang melintas di depan
bangunan baru terminal Rawamangun
yang sedang direvitalisasi di Jakarta,
Senin. Terminal bergaya Belanda yang
ditargetkan selesai pada Desember 2014
dan menghabiskan anggaran APBD DKI
Jakarta sekitar Rp 47 miliar, hingga saat
ini belum beroperasi dan mundur dari
jadwal yang ditentukan.
LINTAS METROPOLITAN
PT PNM Gandeng
Tiga Kejari Berikan
Pendampingan Datun
BOGOR (TERBITTOP) — PT Permodalan
Nasional Madani (PNM) menggandeng
Kejaksaan Negeri Cibinong, Kejaksaan
Negeri Depok dan Kejari Bogor untuk
membantu pendampingan dalam rangka penyelamatan keuangan negara dan
aset milik perusahaan BUMN tersebut.
Kerja sama dibidang perdata dan Tata
Usaha Negara itu karena PNM bergerak
dalam pengembangan akses permodalan program peningkatan kapasitas
bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK), yang kemungkinan besar banyak nasabah yang
menunggak, sehingga merugikan keuangan negara.
Penanda tanganan kerjasama itu bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Bogor,
Senin(9/3) pekan lalu, dihadiri Kajari
Bogor, Katarina SH, Kajari Cibinong, Eko
Bambang SH, Kejari Depok, Yudha SH,
serta Susila dari PT PNM Cabang Jakarta. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) didirikan sebagai bagian dari solusi strategis pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui
pengembangan akses permodalan dan
program peningkatan kapasitas bagi
para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). Sebagai
pengacara negara, kejaksaan bisa mencegah praktik penyalahgunaan wewenang dengan memberikan pendampingan di bidang perdata dan TUN.
Dalam acara itu juga hadir semua Kasi Datun di tiga Kejari yakbi Ridwan (Kasi
Datun Kejari Bogor), Pradana (Kasi Datun Depok) dan Sekti (Kasi Datun Cibinong). (haris)
BPPT Akan Kembangkan
Science Technology Park
JAKARTA (TERBITTOP) — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Direktur Pusat Teknologi Pengembangan
Sumber Daya Mineral, Yudi Prabangkara, mengatakan sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dalam
mendukung Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2015-2019, mendapatkan berbagai tugas di bidang teknologi.
Salah satunya adalah sebagai koordinator pengembangan Science and
Technology Park di Indonesia. BPPT mendapatkan tugas besar untuk mendukung
ini, jumlah yang akan dikembangkan
sekitar sembilan Science and Technology
Park, dan koordinasinya diserahkan kepada BPPT. ”Pihaknya berusaha berkontribusi secara maksimal di dalam pembangunan saat ini," kata Yudi, Rabu, saat
workshop maritim ’Power Mineral Process’, di Kantor Auditorium BPPT, Jakarta.
Namun, Industri kemaritiman akan didorong secara besar-besaran. Industri kemaritiman itu, tidak hanya di kelautan saja, tapi termasuk pulau-pulaunya, karena
Indonesia ini ada di benua maritim, terdiri dari pulau dan laut, akan didorong
untuk dikembangkan secara maksimal,
karena potensinya selama ini memang
belum tergarap dengan maksimal.
Sementara itu, kata Yudi, berbagai kegiatan yang ada di BPPT, sekarang mengarah kesitu, karena ini sudah menjadi
tugas dan kewajiban BPPT dalam mendukung program pembangunan nasional. ”Di mana program pembangunan
nasional yang ada sekarang ini dicantumkan di dalam RPJMN 2015-2019,”
ujarnya. (dade)
4
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
ANTARA
Dinkes Bogor Aktifkan
Komunitas Tanpa Rokok
BOGOR (TERBITTOP) — Dinas Kesehatan Kota
Bogor, Provinsi Jawa Barat segera mengaktifkan
kembali komunitas warga tanpa rokok sebagai
salah satu upaya mengawasi dan mencegah
perilaku merokok di kalangan pelajar atau
generasi muda. ”Komunitas warga tanpa rokok
merupakan ujung tombak pengawasan
peraturan daerah kawasan tanpa rokok di
lingkungan masyarakat, guna mencegah jumlah
anak perokok,” kata Kepala Dinas Kesehatan
Kota Bogor Rubaeah, di Bogor, Kamis. (nt)
Univ Trilogi Wujudkan
Kepedulian Hadapi MEA
ANTARA
PERLUAS AREA BEBAS KENDARAAN
Warga beraktivitas pada hari bebas kendaraan bermotor di Jalan Suryopranoto, Jakarta, Minggu. Upaya
mengurangi polusi udara akibat gas buang kendaraan bermotor dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan
memperluas area bebas kendaraan bermotor.
Depok Optimis Raih
Piala Adipura 2015
DEPOK (TERBITTOP) — Pemerintah Kota Depok, Jawa
Barat, sangat optimis akan meraih Adipura. Demikian
diungkapkan oleh Kepala BLH Kota Depok, Widjayanto
kepada TERBITTOP, usai mengikuti rapat koordinasi
(rakor) di Aula Lantai 5 Balaikota Depok, Selasa (17/3).
Rapat yang rutin setiap Selasa tersebut kali ini membahas mengenai
evaluasi dan rencana meraih Piala
Adipura tahun 2015. ”Dalam rakor
kali ini, Tim Penilai Adipura dari Kementerian Badan Lingkungan Hidup
(Kemen-BLH), turut hadir memberikan evaluasi dan apa saja yang harus dilakukan Pemkot Depok dalam
menyiapkan diri menuju penilaian
nanti. Tim tersebut terdiri dari beberapa bidang, yaitu Bidang Pengendalian Pencemaran Udara, Muhammad Zakaria, Bidang Pencemaran
Air, Tantri, dan Bidang Pengelolaan
Sampah, Otto.
Widjayanto mengatakan, masingmasing komponen memiliki bobot
nilai yang berbeda-beda. Untuk pengendalian pencemaran udara 10
persen, pencemaran air lima persen, dan bidang pengelolaan sampah 85 persen. ”Pengelolaan sampah memiliki bobot nilai yang cukup
besar, maka Pemkot Depok harus
lebih memperhatikan hal tersebut.
Selain itu, untuk meraih Piala Adipura, Pemkot Depok juga harus melakukan pembenahan di beberapa
komponen lainnya. Hal tersebut
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT
PROVINSI LAMPUNG
KEPALA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 WAY TENONG
Mengucapkan
Selamat Atas Terbit dan Beredarnya
MEDIATAMA GROUP
di Lampung
Semoga Menjadi Garda Depan dalam
Informasi Publik dan Mencerdaskan Bangsa
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Way Tenong
DRS EKO SWANDOKO MM
berkaitan dengan pemukiman dan
fasilitas umum kota. Untuk pemukiman yaitu menengah dan sederhana, serta pasang surut. Sedangkan
fasilitas umum kota antara lain jalan
arteri dan jalan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, hutan
kota, dan taman kota.
Menanggapi perihal tersebut, Widjayanto yang biasa disapa dengan Wijaye mengatakan, pihaknya selalu meningkatkan upaya dalam peraihan piala tersebut dengan
penghijauan dan kebersihan di lingkungan sekitar. Sejak 2014, Pemkot
Depok bertekad melakukan perubahan-perubahan dalam hal penghijauan guna memanfaatkan lahan
pekarangan. ”Banyak hal yang kami lakukan guna mendukung program Adipura, termasuk memanfaatkan kantor-kantor untuk penghijauan,” jelas Widjayanto.
Dia mengatakan, seluruh lapisan
Pemkot Depok dimulai dari staf, lurah, hingga camat untuk saling bersinergi untuk mengajak masyarakat
luas. Itu semua guna meningkatkan
perbaikan di lingkungan masing-
masing guna mencapai meraih Adipura.
Menurut Widjayanto, yakin Kota
Depok bisa bersaing dengan kota
metropolitan lain. Untuk mengatasi
permasalahan sampah dan air, BLH
Kota Depok, sudah memiliki delapan program di antaranya aksi
yang juga akan dinilai untuk meraih
Adipura. Untuk mengejar setiap bulan bahkan setiap Jumat menggelar peduli kali bersih di tiap kelurahan dan kecamatan se-Kota Depok. Selain itu, pihaknya membentuk kader peduli lingkungan penanaman pohon, penertiban PKL dan
oktimalisasi pemilihan pengangkutan sampah.
Ditambahkan Widjayanto, dari
penilaian pertama atau P1 oleh panitia Adipura Jawa Barat, Kota Depok memang meraih nilai pas-pasan yakni 71,30 untuk masuk ke tahap penilaian kedua atau P2 di mana nilai ambang batas untuk P1
agar masuk ke P2 adalah P1. Kota
Depok dengan nilai 71,30 maka Kota Depok masuk atau lolos ke penilaian tahap kedua. ”Kami targetkan
di tahap kedua atau P1 yang ambang batas 73 kita bisa meraihnya.
Sehingga nantinya di tahap terakhir
Kota Depok bisa membuktikan memiliki program pengelolaan sampah
dan lingkungan perkotaan, penghijauan kota, kota hijau, ini jalan yang
terbaik untuk meraih Adipura tahun
2015,” tuturnya. (azis)
JAKARTA (TERBITTOP) — Peringatan Dies Natalis Universitas Trilogi 2015 ini mengangkat tema ’Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Penguatan Sumber Daya Lokal yang Kreatif dan Inovatif’. Hal ini tidak terlepas dari wujud kepedulian Universitas Trilogi
kepada masyarakat. Karena Kampus bukanlah sebuah komunitas yang terlepas dari masyarakat, namun sebaliknya.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Trilogi, Prof
Dr Asep Saefuddin pada pembukaan acara Dies Natalis Ke-2 Universitas Trilogi, Jumat (5/3). Menurutnya,
kampus bukan menara gading, tapi harus dekat bahkan selalu dekat dengan masyarakat sebagai wujud
kepedulian terhadap pembangunan bangsa.
Apalagi, lanjut Prof Dr Asep Saefuddin, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan berlaku dipenghujung tahun ini. Kampus harus bertanggung jawab dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia agar tidak hanya jadi penonton nantinya.
Oleh karena itu, guru besar yang pernah menjadi
wakil rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengajak agar mari bersama-sama membangun kesejahteraan secara global.
”Terkait dalam menghadapi MEA yang semakin
dekat, mari berniat secara bersama membangun
kesejahteraan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga untuk negara lain,” harapnya kepada para peserta yang menghadiri pembukaan Dies Natalis di
pelataran Kampus Universitas Trilogi.
Pada pembukaan Dies Natalis Ke -2 ini, Universitas Trilogi mengadakan beberapa rangkaian acara
di antaranya jalan sehat bersama warga sekitar,
pembuatan 100 Lubang Resapan Biopori (LRB) di
lingkungan Trilogi dan jalan utama di sekitar Universitas Trilogi. Sebelum acara penutup berupa ramah
tamah, acara dilanjutkan dengan agroeduwisata
ke peternakan sapi.
Apresiasi Universitas Triogi
Camat Pancoran, H RM Amien Haji menuturkan,
sangat mengapresiasi sekali kegiatan yang dilakukan oleh Universitas Trilogi. Selain memperhatikan
masyarakat, Universitas Trilogi yang dinaungi oleh
Yayasan Damandiri dengan program posdayanya
memang benar-benar bersinergi dalam membangun masyarakat.
”Kami juga mohon dukungan dan kerjasamanya,
serta sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerja sama dalam hal kebersihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur orang nomor
satu di Kecamatan Pancoran tersebut.
Dalam menyambut Dies Natalis 2015 yang
bertepatan pada tanggal 27 Maret 2015 nanti, Universitas Trilogi mengadakan berbagai rangkaian
acara yang berlangsung dari bulan Januari-Maret
2015. Di mana, Januari-Februari sebagai bulan
Pradies, sementara Maret 2015 menjadi bulan Dies.
Selain ingin memperkuatkan budaya lokal bangsa,
melalui momentum Dies ini juga, Universitas Trilogi
ingin mengembangkan dan memadukan antara
pendidikan atau rise dengan seni. (rel/ris)
Melalui Pemetaan Keluarga
Miskin dan Gizi Buruk Bisa Dibantu
Menurut dia, dengan pemetaan keJAKARTA (TERBITTOP) — Program Pos Pemluarga dapat diketahui persis keluarga
berdayaan Keluarga (Posdaya) harus diprasejahtera by name, by adress. Kalau
lakukan melalui pendataan dan
sudah diketahui dicarikan dana dari pepemetaan keluarga. Karena dari hasil
merintah atau dengan cara gotong-ropendataan dan pemetaan tersebut dayong dari lingkungan kelompok Posdaya
pat diketahui mana keluarga yang masih
itu sendiri.
miskin atau mungkin menderita gizi bu”Ini adalah inti dari gagasan Posdaya.
ruk dan perlu dibantu.
Kalau di daerahnya sudah ada organisasi
Demikian diungkapkan Sekretaris Yaseperti yang dijalankan Posdaya dipersilahyasan Damandiri, Dr Subiakto Tjakrawerkan berjalan. Karen tujuannya adalah undaja pada pembukaan Observation
tuk mensejahterahkan masyarakat. Bukan
Study Tour (OST) dari Tim Penggerak PKK
kesejahteraan dengan waktu sesaat, tetaMaluku Tengah beserta SKPD dan tujuh
pi kesejahteraan berkelanjutan yang akhirKecamatan, Tim Penggerak PKK KabuDr Subiakto Tjakrawedaja
nya menjadi keluarga mandiri,” katanya.
paten Konawe Kepulauan, Sulawesi TengDengan keluarga mandiri maka tangannya bisa di
gara, Pemda Kabupaten Ponorogo dan Sumatera Seatas dan bisa membantu keluarga lainnya yang belatan di Gedung Haryono Suyono Centre (HSC), Penlum sejahtera. Unsur Posdaya adalah partisipasi, kerja
gadegan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
keras, kerja cerdas, berkelompok, bekerjasama dan
Dr Subiakto Tjakrawedaja menambahkan, dari penberkoperasi.
dataan dapat diketahui apakah masih ada anak usia
”Bantuan pemerintah memang diperlukan tetapi hasekolah tidak sekolah. Apakah sudah ada PAUD atau
rus dengan cara-cara yang mendidik. Karena bantuan
belum? Kalau sudah ada PAUD-nya apakah anak Balilangsung tunai (BLT) yang selama ini dijalankan pemerinta sudah masuk PAUD? Acara pembukaan OST, diawali
tah tidak tepat dan membuat keluarga menjadi malas
sambutan oleh Ketua Siti Padmirah Silver College, Hj Asdan ketergantungan,” tegas Dr Subiakto Tjakrawerdaja.
tuti Hasinah Haryono.
Untuk mencapai kemandirian diharapkan keluarga
Dari pendataan itu kata Dr Subiakto Tjakrawedaja
bekerja sama dan punya usaha mikro, baik istri maupun
Posdaya, bisa menginisiasi untuk mengadakan pendasuaminya. Karena melalui Koperasi saja tidak cukup untaan dan pemetaan dari keluarga miskin yang ada.
tuk itu koperasi juga harus ada bantuan dari pemerintah
Kemudian dicarikan dari mana sumber-sumber daya
sehingga usahanya terlindungi.
untuk membantu keluarga miskin tersebut.
Dengan berkoperasi saja, kata mantan Menteri KoTentunya pertama, datang ke pak lurah dan pak caperasi itu, masih belum cukup karena persaingan
mat atau instansi terkait dengan pemberdayaan masekarang semakin tajam, tidak pernah kenal kawan
syarakat. Kalau belum punya tempat PAUD atau tempat
atau lawan, tidak kenal saudara dan itu juga terjadi
Posdaya melalui musyawarah untuk bisa menggunakan
antarnegara. Disinilah tugas pemerintah untuk melinmasjid atau musala. Karena masjid maupun musala budungi para produsen dari para petani dan mejaga harkan hanya untuk ibadah salat tetapi juga bisa untuk kegiaga yang stabil dan terjangkau. ***
tan kemaslahatan umat seperti PAUD.
5
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Tips Berbusana Wanita
BERTUBUH KURUS
Bagi wanita yang mempunyai tubuh kurus, busana
yang tidak pas akan membuat tubuh lebih kurus
dan terlihat tidak berisi. Bagaimana menyiasatinya?
JAKARTA (TERBITTOP) — Persoalan yang dihadapi si kurus dalam hal berbusana, bisa
diatasi, seandainya tahu tips dan caranya.
Jadi, untuk yang bertubuh kurus jangan
merasa bingung untuk tampil cantik dengan busana yang apik pula.
Coba simak tips berbusana untuk wanita yang bertubuh kurus berikut ini, tips
yang akan membuat kepercayaan diri
meningkat dan tubuh terlihat berisi.
PEMILIHAN WARNA CERAH: Efek berisi pada tubuh bisa ditimbulkan dengan busana yang berwarna cerah.
Hindari warna gelap seperti hitam,
coklat tanah, dan biru dongker
yang bisa membuat badan terlihat
lebih kurus dan kerempeng.
PEMILIHAN UKURAN BUSANA: Jangan memakai busana yang ketat, itu
Rawat Kecantikan
dengan Scrub Gula
JAKARTA (TERBITTOP) — Gula juga mengandung beberapa elemen
yang bisa digunakan sebagai cara alami untuk kecantikan. Salah
satunya digunakan sebagai scrub.
Kulit berjerawat bisa disingkirkan dengan menggunakan scrub gula. Selain itu,mencampurkan pemanis ini dengan bahan-bahan alami
lainnya bisa membuat kulit tampak lebih cantik nan memukau.
METODE PALING SEDERHANA: Tuangkan gula pada cangkir kecil,
penuhi cangkir hingga mencapai setengah bagian. Kemudian, tuangkan sedikit air dan aduk hingga menjadi pasta yang mengental. Gunakan pasta tersebut pada badan untuk menyingkirkan sel
kulit mati.
CAMPURKAN DENGAN LEMON: Mencampurkan gula dengan air
perasan lemon tentu akan membuahkan
hasil yang sempurna. Sebab, gula berguna menyingkirkan sel kulit mati, sementara lemon membuat kulit lebih cerah.
GUNAKAN GULA MERAH: Gula
merah yang dioleskan pada tubuh mampu menghilangkan
noda dengan baik. Tambahkan
gula putih untuk membantu dengan menetralkan warna kulit.
GULA DENGAN MADU: Gunakan
madu dengan gula putih untuk mendapatkan kulit yang lembut, segar, dan
kencang. Caranya cukup mengoleskan dan menggosok campuran
tersebut pada tubuh.
GULA DENGAN MINYAK ZAITUN: Mencampurkan minyak zaitun dengan gula putih dapat berguna untuk membuat kulit kering lebih
bercahaya.
GULA DENGAN MINYAK KELAPA: Panaskan tiga sendok makan
minyak kelapa, kemudian tuangkan dalam cangkir kecil yang sudah diisi dengan gula. Larutan butiran gula sebelum digosokkan
pada tubuh. Campuran ini berguna untuk merawat kulit dan memberi tampilan kulit yang lebih baik. (lie)
akan menimbulkan kesan menempel pada tubuh. Jadi tubuh akan semakin terlihat kurus. Tapi
jangan juga menggunakan busana yang terlalu longgar, tubuh kurus akan tenggelam dengan busana tersebut.
PEMILIHAN MOTIF: Pilihlah motif horizontal pada bahan kain busana yang dipakai. Hindari
penggunaan motif vertikal, karena garis vertikal
pemberi efek kurus kepada tubuh.
MODEL KERAH: Untuk pemilihan model kerah,
jangan gunakan model V neck. Model jenis ini
akan membuat tulang di sekitar leher terlihat. Gunakan model kerah U atau variasi yang lainnya.
Selain tips berbusana di atas, jangan lupa juga memperhatikan aksesoris yang akan dipakai sebagai pelengkap fashion. Gunakan aksesoris yang mendukung penampilan, serta sesuaikan jenis aksesoris dengan kondisi acara
yang hendak dihadiri. (km)
Membuat
Alis Tebal
Tanpa Operasi
JAKARTA (TERBITTOP) — Seorang makeup artist di London, Inggris, bernama
Katie Jane Hughes mengungkapkan bagaimana cara membuat alis agar
terlihat lebih tebal.
Katie Jane Hughes mengunggah foto tutorial ke akun instagram pribadinya (instagram.com/katiejanehughes). Katie membuat alisnya agar
kembali tebal hanya dengan menggunakan pensil alis dan eyeliner.
Dalam akun Instagramnya, Katie pun menjelaskan cara membuat alis
lebih tebal:
1. Sisir rambut alis dengan menggunakan sikat pada pensil alis. Hal ini
dilakukan agar rambut alis terlihat lebih rapi.
2. Dengan bantuan pensil alis, buatlah garis tipis di bawah rambut alis.
3. Kemudian, gunakan eyeliner padat untuk menyamakan warna rambut dengan garis tersebut.
4. Rapikan alis.
5. Alis pun sudah menjadi lebih tebal dan Anda lebih percaya diri. (lie)
Awet
Muda
ala Nia
Daniati
Kuku Lebih Sehat
dan Bersinar
JAKARTA (TERBITTOP) — Bagi sebagian wanita, memiliki kuku panjang yang sehat, bersih, dan bersinar sangat didambakan. Karenanya perawatan
kuku pun menjadi salah satu perawatan yang ditawarkan di beberapa salon kecantikan.
Tapi, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah.
Ini rahasianya:
MINYAK ZAITUN: Pijat kutikula dengan minyak
zaitun secara teratur dan rasakan perbedaannya.
AIR LEMON: Rendam kuku dengan air lemon juga dapat memperbaiki kuku rusak, akibat terlalu
sering menggunakan kuteks.
MINYAK BAYI: Baby oil atau minyak bayi oleskan pada kuku Anda agar terlihat lebih bersih, cerah, dan sehat.
ALPUKAT: Mengoleskan daging buah alpukat secara teratur membuat kuku Anda terhindar dari
kerapuhan atau rentan patah.
MENTIMUN: Potonglah mentimun menjadi beberapa bagian lalu oleskan ke kuku Anda secara
teratur.
SUSU: Merendam kuku dalam secangkir susu dalam waktu 15 menit sekali dalam sepekan dapat
membuat kuku Anda terlihat lebih bersinar secara
alami. (solp)
Cantik Seperti Wanita Korea
JAKARTA (TERBITTOP) — Siapa yang tak kenal kecantikan wanita Korea yang selalu dieluk-elukan
di berbagai penjuru dunia. Selain kulit putih, wanita Korea juga memiliki kulit yang mulus bersih dari
segala noda. Kira-kira apa ya yang dilakukan mereka untuk mendapatkan kulit secantik itu? Coba
simak ini:
MEMBERSIHKAN WAJAH: Wanita Korea anti malas jika berurusan dengan kecantikan wajahnya.
Jadi, mulailah membersihkan wajah dengan
cleansing, toning, hingga moisturizing.
MENGGUNAKAN MASKER: Wanita Korea juga rajin menggunakan masker pada wajah mereka.
Mereka cenderung menggunakan tradisi leluhur
dengan menggunakan masker putih telur dan madu, serta bubuk sutra bernama hekgangjam.
MENGATUR WAKTU TIDUR: Tidur secara teratur
dan tepat waktu adalah kunci kulit cantik wanita
Korea selanjutnya. Tips tidur teratur ala wanita Korea adalah minimal 6-8 jam sehari untuk membuat
kulit lebih sehat.
MELAKUKAN SENAM WAJAH: Untuk menghindari
kulit keriput, wanita Korea biasanya melakukan
senam wajah agar terlihat lebih fresh. Selain membuat wajah cantik, senam ini tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. (km)
JAKARTA (TERBITTOP) — Di usianya yang sudah menginjak 50
tahun, penyanyi Nia Daniati masih terlihat awet muda. Ia bahkan masih terlihat bugar dan seksi layaknya wanita di usia 30an. Nia pun membuka rahasia cantik awet mudanya.
AIR PUTIH DAN PIKIRAN BERSIH: Nia mengaku rajin minum air
putih. Tapi katanya, air putih saja tidak cukup. ”Selain itu hati
dan pikiran yang bersih, semua juga harus positif, itu penting untuk menunjang kecantikan kita,” katanya.
FACIAL WAJAH DAN LASER: Diakui pula oleh Nia, ia juga rutin
melakukan facial wajah dan laser. Facial dua bulan sekali, laser
tiga bulan sekali.
Nia yakin dengan menjalani laser mampu membantu
mengecilkan pori-pori di kulitnya dan meremajakan kulit. (vin)
nusantara
Enam Tahun Membangun Desa
Melalui Program GMBR
6
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Ridwan Menantikan Bantuan Rehab Sekolah
CIREBON (TERBITTOP) — Banyak banyak Bangunan sekolah mulai lapuk dan hampir ambruk di
Cirebon. Contohnya kondisi SDN1 Suranenggala
lor menambah daftar bangunan sekolah yang
rusak dan perlu perbaikan dengan segera. Temboknya sebagian besar hancur, langit-langit di
ruang kelas tampak bolong dan kayu yang digunakan sebagai kuda-kuda di atap bangunan sudah lapuk dan miring, tidak simetris dengan bangunan tembok di bawah. Dikhawatirkan bangunan tersebut akan ambruk dengan tiba-tiba
dan keselamatan siswa dipertaruhkan.
Menurut Ridwan SPd selaku kepala sekolah
Bupati Lampung Barat, Drs Hi Mukhlis Basri MM,
menanam padi bersama petani.
LAMPUNG (TERBITTOP) — Kabupaten Lampung Barat
memiliki kawasan hutan sebesar 61,50 persen dari
2.064,40 km2, 81 pekon (desa) atau 57,45 persen dari
141 pekon/kelurahan merupakan pekon tertinggal,
dan 18.908 rumah tangga miskin, Kondisi tersebut memacu Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk
melibatkan partisipasi masyarakat disetiap tahapan
proses pembangunan daerah.
Di masa kepemimpinan Bupati Mukhlis Basri, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kebijakan pembangunan berbasis pemberdayaan
masyarakat melalui Program Gerakan Membangun
Bersama Rakyat (GMBR) yang dicanangkan sejak
tahun 2009 silam.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat Okmal mengatakan
pada prinsipnya program GMBR yang menjadi salah
satu produk unggulan Pemkab Lampung Barat di
bawah kepemimpinan Mukhlis Basri tersebut, mengedepankan keterlibatan masyarakat langsung secara swadaya dalam pelaksanannya mulai dari tahapan perencanaan, usulan, hingga pengelolaan
admistrasi, dengan tetap dilakukan pengawasan
dan pendampingan secara berjengjang oleh pemerintah kabupaten selaku penyedia anggaran. ”Pelaku pemberdayaan dalam proses pelaksanaan program GMBR melibatkan camat, fasilitator kecamatan, peratin/lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pekon (LPMP), Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), Kelompok Masyarakat (Pokmas Pelaksana)” kata dia.
Lanjut Okmal, secara keseluruhan total anggaran pelaksanaan program GMBR tahun 2009 sampai dengan
2014 sebesar Rp21.622.906.800. dana tersebut terdiri dari
Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) bersumber APBD
Kabupaten sebesar Rp19.500.000.000. kemudian Swadaya masyarakat sebesar Rp4.122.906.800 atau 21,14.
Dari dana tersebut, sarana perdesaan yang terbangun sejak tahun 2009 hingga 2014 sebanyak 421 unit,
terdiri dari jalan dan jembatan 338 unit, gorong-gorong dan talud 7 unit, drainase 28 unit, irigasi sederhana 22 unit, PSAB 13 unit, PLTMH 4 unit, dan rehab
Balai Pekon sebanyak delapan unit. Manfaatnya semua wilayah semakin mudah akses masyarakat terhadap pusat perekonomian dan pusat produksi yang
ada di pekon, sehingga menurunkan beban ekonomi
masyarakat. (agus salim)
SDN1 Suranenggala lor, saat ditemui di ruang kerjany, mengatakan sudah membicarakan kerusakan fisik sekolah pada kepala UPT suranenggala dan sudah mengajukan permohonan rehab
sekolah secara kedinasan setahun yang lalu. Namun sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban apa pun dari pihak UPT maupun
Dinas Pendidikan.
Dikatakan, sekolah adalah tempat mencetak
generasi bangsa tapi kalau kondisi bangunan
yang seperti ini bagaimana bisa mengadakan
kegiatan belajar mengajar. ”Karena dikhawatirkan muncul ketika guru atau siswa berada di
dalam ruangan kelas dan jika bangunan yang
sudah lapuk ambruk pasti akan jadi bencana
dan pihak kamilah yang akan dipersalahkan
oleh masyarakat,” pungkasnya.
Tercatat pula bahwa sekolahan tersebut pernah
mendidik Wakil Bupati Cirebon, Tasia Sumadi Algotas SE, MM, dari pantauan TERBITTOP, ada 20
sekolah dasar di UPT Suranenggala yang Nampak
parah kerusakan nya adalah sekolahan yang dikepalai oleh Ridwan tersebut. Hingga kini program
rehab sekolah atau program lainnya yang menunjang untuk renovasi sekolah belum menyentuh secara menyeluruh di kabupaten Cirebon. (tik/kot)
Gunawan Permadi Kian Mulus
sebagai Calon Ketua PWI Jateng
KUNJUNGI RUMAH ROBOH — Camat Susukanlebak, Moeklas (tengah) berkunjung ke rumah
warga yang roboh akibat terjangan puting beliung, Jumat (13/3).
SEMARANG (TERBITTOP) — Laju pencalonan Wakil
Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka, Gunawan Permadi, menduduki jabatan ketua PWI
Jawa Tengah periode 2015-2020 semakin mulus
setelah mendapat dukungan restu dari Ketua PWI
Pusat, Margiono. Restu Margiono itu disampaikan
Gunawan Permadi, didampingi Koordinator Penyelamat Organisasi PWI Jawa Tengah, Isdiyanto
(Kedaulatan Rakyat), dan Koordinator Tim Sukses
Pemenangan Gunawan Permadi, Imam Nuryanto (Suara Merdeka), kepada wartawan di Semarang, Kamis (12/3).
Menurut Gunawan, restu itu akan dibuktikannya
dengan langsung menhadiri Komfercab PWI Jawa
Tengah 28 Maret 2015 mendatang. Selain itu, tambahnya, salah satu elemen dukungan itu karena
sudah didukung oleh 2/3 anggota yang dibuktikan dengan tandatangan dukungan. ”Kami sudah siap membangun PWI Jawa Tengah ke depan yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Apalagi PWI Jawa Tengah memiliki reputasi tingkat nasional yang cukup signifikan. Ini harus kita
pertahankan bahkan perlu ditingkatkan,” tandasnya. (chamim)
Satu Rumah Roboh Tertimpa
Pohon di Desa Kaligawe
Alat Kelengkapan Dewan
Lampung Barat Terbentuk
LAMPUNG (TERBITTOP) — Setelah melalui proses pembahasan dari tingkat panitia khusus (pansus) dilanjutkan pembahasan di tingkat fraksi, DPRD Lampung Barat mengesahkan
Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada Rapat Paripurna di
Ruang Sidang Utama, pekan lalu.
Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lambar, Edi Novial, dan wakil ketua Sutikno, serta dihadiri oleh
seluruh anggota DPRD Lambar mengesahkan komposisi personel AKD. Antara lain mengesahkan komisi I yang membidangi pemerintahan dan perizinan diketuai oleh Yohansyah Akmal, wakil ketua M Amin, dan sekretaris Sarwani.
Adapun anggota DPRD yang masuk komisi I antara lain
Tri Budi wahyuni, B Supriadi, Sri nur Wijayanti, Fauzi, Suhaili,
Suaidi Damhuri, Haru Roni dan Acep Tangi Junaidi.
Untuk komisi II yang membidangi perekonomian keuangan dan pembangunan diketuai Sobriyansyah, wakil ketua
Izmun Zani, sekretaris B Doni Kurniawan.
Anggota komisi II antara lain Azhari, Sugeng Hari Kinaryo
Adi, Azwar Efendi, Heri Gunawan, Hendra Irawan, Herwan.
Selanjutnya Erwin Suhendra, Ahmad Sayuti, Leni dan Ulul
Azmi Soltiansyah.
Kemudian komisi III yang membidangi kesejateraan dan
lingkungan hidup, untuk posisi ketua ditempati SW Sundari,
wakil ketua Syukur A.Ma, dan sekretaris Rizani Bina Putra.
Sedangakan anggota antara lain Parosil Mabsus, Aminatul
Zuhro, Suryadi, Saiful Abadi, Selamat dan Dadin Ahmadin.
Lalu posisi Ketua Badan Anggaran Edi Novial, wakil ketua
Sutikno, sekretaris bukan anggota Mulyono, sementara anggota badan anggran Farosil
Mabsus, Dadin Ahmadin, Selamat, Azhari, Sugeng Hari Kinaryo Adi, SW Sundari dan
Heri Gunawan. Selanjutnya
Yohansyah Akmal, Acep Tangi, haru Roni, Suadi Damhuri,
Tri Budi Wahyuni, Erwin Suhendra dan Suryadi.
Untuk Badan Musyawarah
diketuai oleh Edi Novial,
wakil ketua Sutikno dengan
anggota Sobriansyah, Suhaili, Aminatul Zuhro, Syukur,
Leni Saiful Abadi.
Sementara Badan Pembentukan Peraturan Daerah
diketuai Supriadi, wakil ketua Ulul Azmi Soltiansyah
dengan anggota Sri Nur Wijayanti, Rizani Bina Putra,
Fauzi, Izmun Zani, Aminatul
Zuhro dan Sayuti.
Menurut Kabag Humas
dan Dokumentasi DPRD
Lambar, Sudirman, bahwa
pembentukan AKD telah dilaksanakan dan disahkan
melalui sidang paripurna
yang dipimpin oleh ketua
DPRD dan diikuti oleh seluru
anggota. ”AKD sudah terbentuk, yang memimpin rapat langsung pak ketua dan
wakil ketua,” ujar Sudirman.
Dikatakannya, dengan
telah terbentuknya AKD
seluruh program dilembaga wakil rakyat di Lambar
tahun 2015 sudah bisa berjalan, ”Artinya sekarang Komisi, banang, BK dan lainnya sudah bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing,”
tutupnya. (agus salim)
G Puting Beliung Hantam Perkampungan
Oleh: Moch Faisal Haris & Titik Sulaksana
CIREBON (TERBITTOP) — Satu rumah roboh tertimpa
pohon besar akibat amukan angin puting beliung
yang terjadi di blok bulak panjang Dusun 03 RT/RW
02/06 Desa Kaligawe, Kecamatan Susukanlebak,
Kabupaten Cirebon, Kamis (12/3) pekan lalu.
Pantauan TERBITTOP, peristiwa
yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB
tersebut bukan hanya merobohkan
rumah milik Dirja (45) saja, akan tetapi juga berdampak pada rusaknya belasan atap rumah warga di sekitar daerah tersebut.
Selain itu, amukan puting beliung
pun mampu merobohkan puluhan
pohon besar serta merusak puluhan
hektar tanaman padi dengan kerusakan cukup parah. Meski tidak ada
korban jiwa atas kejadian tersebut,
namun kerugian materiil diperkira-
kan mencapai ratusan juta rupiah.
Kuwu Desa Kaligawe, Entis Sutisna
kepada TERBITTOP mengungkapkan, rasa keprihatinanya atas musibah yang menimpa sebagian wilayah desanya. Adapun puting beliung menyapu bersih sebagian
wilayah desanya berbarengan di
saat hujan lebat mengguyur perkampungannya, jelasnya angin
berputar tak terarah sehingga mengakibatkan belasan rumah tersapu di beberapa titik lokasi.
”Belasan rumah rusak ringan dan
satu rusak berat. Untuk yang rusak
berat hancur di bagian dapur dan
kamar mandi akibat tertimpa pohon randu yang sangat besar,”
paparnya.
Ditambahkan Entis, pasca diterjang amukan puting beliung pihaknya dibantu warga dan aparat
dari polsek dan koramil setempat
langsung membersihkan puingpuing genteng yang bertebaran
serta menyingkirkan puluhan pohon
yang tumbang.
”Kami sangat prihatin atas kejadian ini, tentunya juga kami berharap
adanya perhatian dari pemerintah
daerah Kabupaten Cirebon guna
meringankan beban yang tengah
dirasakan masyarakat,” pintanya.
Sementara usai melakukan kunjungan ke lokasi terjadinya bencana, Idat M Nasih selaku Satlak Penanggulangan Bencana Dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Cirebon
mengatakan, setelah ada informasi
dan laporan terjadinya musibah pu-
ting beliung, pihaknya bersama
rombongan langsung bergegas
melakukan monitoring ke lokasi kejadian dan menengok para korban.
Kemudian melakukan koordinasi
dengan kuwu dan camat setempat
agar dapat melakukan langkah
berikutnya.
”Saya akan membawa laporan
ini ke pimpinan agar dapat segera
ditindaklanjuti penanganannya,
intinya kedatangan saya ke sini sebagai bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap masyarakat yang kini tengah dirundung
musibah,” tegasnya.
Masih dikatakan Idat, dalam hal
ini pihakya juga tetap melaksanakan prosedural yakni menunggu hasil laporan dari pihak korban, pihak
pemerintah desa dan pemerintah
kecamatan. ”Pada dasarnya secara prosedural kami menunggu laporan dari korban, pemerintahan desa
dan pemerintahan kecamatan setempat, ” terangnya. ***
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT
PROVINSI LAMPUNG
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT
PROVINSI LAMPUNG
KEPALA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 LIWA
KEPALA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KEBUN TEBU
Mengucapkan
Mengucapkan
Selamat Atas Telah Beredarnya
Selamat Atas Terbit dan Beredarnya
di Lampung Barat
di Lampung
Semoga Menjadikan Referensi
dan Garda Depan dalam
Menyukseskan Pendidikan
Semoga Menjadikan
Sumber Berita yang Menyajikan
Sumber Referensi Terpercaya
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Liwa
DRS M YUSUF MM
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kebun Tebu
DRS HATRIOPAR MM
nusantara
7
BANJIR DI CIREBON
Warga dibantu polisi melintasi banjir
yang melanda desa Jayapura Bakti,
Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat,
Sabtu. Banjir akibat luapan sungai
Singaraja tersebut merendam sejumlah
desa di kecamatan tersebut.
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
ANTARA
SINGKAT
Pemerintah Dinilai Tidak Serius Tangani Persoalan Pangan Nasional
SEMARANG (TERBITTOP) — Koordinator LSM Protanikita, Bonang menegaskan, pemerintahan saat
ini tidak serius dalam memperhatikan dan mengatasi problema ketahanan pangan. Peraturan
Pemerintah (PP) yang seharusnya sudah diterbitkan, hingga saat ini malah belum diambah meski waktu tinggal beberapa bulan lagi.
”Itu semua yang menjadikan sistem ketahanan
pangan di Indonesia tidak pondasif. Akibatnya,
lembaga-lembaga yang berkaitan dengan ketahanan pangan cenderung berjalan sendiri-sendiri, kurang koordinatif dan bahkan tidak komunikatif,” kata Bonang kepada wartawan melalui
telepon genggamnya.
Padahal jelas disebutkan dalam Bab XV Pasal
126 UU No 18 Tahun 2012 tentang Ketahanan Pangan, lanjut Bonang, segera dibentuk lembagalembaga yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. ”Tapi kenyataannya sekarang ini
lembaga-lembaga tersebut banyak berada di
bawah koordinasi kementerian dan koordinasinya tidak jelas karena cenderung berjalan sendirisendiri,” tegasnya.
Bonang menambahkan, bisa jadi itu semua disebabkan tidak adanya Peraturan Pemerintah
(PP) yang mengatur mekanisme lembaga keta-
hanan pangan.
”Seharusnya paling lambat tiga tahun setelah
diterbitkannya undang-undang, akan segera diterbitkan PP. Nah ini molor padahal batas tiga
tahun dari penerbitan UU Ketahan Pangan No 18
Tahun 2012, sudah hampir habis. Ini bukti tidak seriusnya pemerintah dalam mengurus persoalan
pangan,” tandas Bonang.
Maka tak heran kalau dampak yang ditimbulkan berimbas pada kualitas beras, terbatasnya stok
beras, kelangkaan pupuk, fluktuasi harga beras
yang tidak stabil, sampai terjadinya impor beras
yang jelas merugikan petani. (chamim)
Tatib DPRD Lampung Barat Disahkan
LAMPUNG (TERBITTOP) — Sebanyak 35 anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sepakati tunda pengesahan
Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan (BK). Namun, tatib (tata tertib) tetap disahkan, dengan beberapa
tatib mengalami perubahan. Pengesahan berlangsung di
Ruang Sidang Sekertariat Dewan (Sekwan), Senin.
Salah satu anggota DPRD, Heri Gunawan ST, mengatakan,
berdasarkan hasil kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus)
ke DPR, untuk kode etik dan tata bercara BK rencananya
akan dituangkan dalam Undang-Undang (UU), yang nantinya akan disahkan dalam program Legislasi Nasional (Prolegnas. Maka, untuk kode Etik dan BK, tim Pansus sepakat untuk
menunda pengesahannya.
”Untuk tatib DPRD ada beberapa pasal yang mengalami
perubahan,” ucap Heri Gunawan yang akrab disapa Udo
oleh para awak media.
Yakni, pasal 6 ayat 1 dalam rumusan peraturan daerah,
anggota DPRD berjumlah 40 orang dan pada penyempurnaan anggota DPRD berjumlah 35 orang, dan Pasal 53 Ayat
3 dalam rumusan peraturan daerah jumlah komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak empat komisi, pada
rumusan penyempurnaan jumlah komisi berubah menjadi
tiga komisi.
Lebih jauh dikatakan politisi Demokrat tersebut, Pasal 53
Ayat 2 pengucapan abjad dalam menyebut Komisi yang
sebelumnya adalah dengan huruf yakni Komisi A Bidang Pemerintahan Hukum dan Perizinan, Komisi B di bidang Perekonomian dan Keuangan, Komisi D dibidang Kesejahteraan dan Rakyat dan pada penyempurnaan nanti akan menjadi Komisi 1 bidang Pemerintahan dan Hukum. (agus salim)
BANTUL (TERBITTOP) — Minat guru untuk membuat
karya ilmiah di Kabupaten Bantul masih sangat
rendah. Sehingga, sebagian besar guru berakhir
jenjangnya hanya di golongan IVA dan sangat
jarang ditemui ada guru yang sampai ke jenjang
IVB. Seperti yang diungkapkan Ketua Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa
Kabupaten Bantul, Fitriyani Astuti. Menurutnya,
produktivitas guru untuk menulis masih sangat
rendah. Tidak hanya guru mata pelajaran bahasa
Jawa yang dia ketuai, tetapi juga sebagian besar
guru juga mengalami hal yang sama. ”Memang
belum banyak guru yang menulis,” katanya, di sela
Workshop Menulis Cerkak (Cerito Cekak/Cerita
Pendek) di SMA 3 Bantul, Jumat (13/3). (sin)
Warga Bulukumba
Temukan Fosil Mirip Buaya
BULUKUMBA (TERBITTOP) — Sebuah bongkahan batu
yang menyerupai dan mirip fosil buaya ditemukan
warga Bulukumba, Sulawesi Selatan di Sungai
Bijawang, Kecamatan Ujung Loe. Awalnya Kahar
seorang warga setempat tak sengaja menemukan
bongkahan batu mirip fosil buaya dengan kulit luar
batu seperti bunga teratai saat tengah mencari
bunga bonsai di pinggiran sungai tersebut. Lantaran
tak percaya jika bongkahan batu ini seperti bentuk
dua ekor buaya yang sedang merebutkan makanan,
Kahar warga kampung Campagarigi, Desa Bijawang
memperlihatkan bongkahan tersebut kepada
tetangga kampungnya. (sin)
48 WNA Dideportasi ke Tiongkok
TETAP DISAHKAN — Ketua DPRD Lampung Barat, Edy Noval menerima naskah
tata tertib (tatib) setelah mengalami sejumlah perubahan.
Prof Haryono di Hadapan Dies Natalis UPS Tegal
Kampus Harus Gerakkan
Ekonomi Secara Mandiri
TEGAL (TERBITTOP) — Perguruan tinggi (PT) harus
mendorong anak bangsa yang tidak berorientasi
hanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau
pegawai swasta tapi berorientasi hidup mandiri
dengan menjadi entrepreneur. PT harus banyak
menciptakan manusia entrepreneur, khususnya di
pedesaan, yang mempu menggerakan ekonomi
kehidupan masyarakat secara mandiri.
Demikian pokok-pokok pikiran Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono yang disampaikan pada Dies Natalis Universitas Pancasakti (UPS), Tegal, Jawa Tengah. Hadir
dalam acara tersebut Rektor UPS
Prof Dr Wahyono SH, MS, Walikota Tegal dan sejumlah undangan lainya.
Haryono menyatakan, perguruan
tinggi turut berpartisipasi menciptakan rakyat terdidik yang lebih suka
menikmati posisi sebagai entrepreneur yang dihasilkan dari produk-produk sumberdaya alam yang melimpah. Oleh karena itu, diperlukan tekad untuk mengembangkan visi yang
Minat Guru Membuat
Karya Ilmiah Rendah
solid disertai komitmen bersama sebagai solusi menyikapi kondisi yang
sedang bergejolak.
”Visi tersebut diikuti upaya yang lebih gigih dan sungguh-sungguh agar
bangsa tidak tercerai berai dan berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menko Kesra dan Taskin era Presiden Soeharto
itu, mengajak para mahasiswa dan
seluruh kekuatan perguruan tinggi untuk menjadi pelopor pengembangan
tim yang kjuat disegala lapisan. ”Pada tingkat perguruan tinggi dengan
kerendahan hati kami menganjurkan
segera dibangun team work dari ber-
bagai fakultas dan program studi
dengan arahan visi kemasyarakatan
yang dimiliki bersama untuk membawa UPS mengisi pemberdayaan keluarga dan masyarakat pada tingkat
pedesaan. Mengarah pada pembangunan keluarga sejahtera melalui
kekuatan penduduk dan sumberdaya alam yang melimpah,” paparnya.
Menurut Haryono, peran perguruan tinggi dalam arahan pemberdayan masyarakat itu, dapat dimulai dari tingkat keluarga yang disatukan dalam wadah Posdaya. Selanjutnya, katanya, dalam membangun Posdaya hendaknya para dosen pembimbing dan bersifat sabar
tetapi disertai dengan ikhtiar secara
terus terus-menerus dan bersyukur
apa pun hasil yang diperoleh.
”Selama ini kita kenal menjadi sis
(sabar ikhtiar syukur) pada kenyataannya proses pertumbuhan sebuah
Posdaya yang kuat harus melalui beberapa tahapan yang tak selalu berurutan dan mulus, tapi bisa terjadi dan
bisa berhenti di tengah,” katanya.
Rektor UPS Prof Dr Wahyono me-
nambahkan, untuk meningkatkan
dan mengembangkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, UPS telah mengajak berbagai pihak untuk
bersama-sama membangun masyarakat pedesaan. Salah satunya
adalah bekerjsama dengan Yayasan Damandiri. ”Setiap tahun
kami menerjunkan sedikitnya 1.500
mahasiswa untuk melaksanakan
KKN tematik Posdaya yang disebar
di pedesaan. Mereka berbaur bersama masyarakat bergotong-royong membangun desa,” katanya.
Sementara itu, Walikota Tegal, yang
diwakili Sekda Kota Tegal mengatakan, perguruan tinggi tidak boleh seperti menara gading yang jauh dari
rakyat. Perguruan Tinggi tidak hanya
memberi pengajaran dan pengetahuan belaka tapi harus turun pro aktif
ke rakyat membangun desa. ”UPS Tegal, fungsi utama mencetak cendekiawan yang memberi sumbangan
pemikiran demi kemajuan Tegal demi
kemajuan masyarakat. Saya berharap UPS terus meningkatkan kualitas akademiknya,” katanya. (r/ris)
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT
PROVINSI LAMPUNG
Keluarga Besar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas
Se-Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung
Mengucapkan
SELAMAT ATAS TERBIT DAN BEREDARNYA KORAN TERBITTOP MEDIATAMA GROUP
”Semoga Menjadi Garda Depan Kemajuan Dunia Pendidikan di Wilayah Lampung Barat dan Sekitarnya”
Tidak Lengkap Tidak Membaca Koran TERBITTOP
1. DRS SATARUDIN MPD (KEPALA SMAN 1 SUMBER JAYA) : KETUA MKKS SMA LAMPUNG BARAT
2. DRS ANSORI MPD
(KEPALA SMAN 1 LIWA )
: SEKRETARIS MKKS LAMPUNG BARAT
3. DRS DAHLIN MPD
(KEPALA SMA 1 WAY TENONG) : BENDAHARA MKKS LAMPUNG BARAT
ANGGOTA-ANGGOTA:
1. KEPALA SMAN 1 SEKINCAU
: FAUZUL MUSHOL SPD, MM
2. KEPALA SMAN 1 KEBON TEBU
: SUPANDI SPD, MM
3. KEPALA SMAN 1 BELALAU
: DRS SELAMAT RIYADI, MM
4. KEPALA SMAN 1 SUKAU
: EVA OKTARINA SPD, MM
5. KEPALA SMAN 1 BNS
: IMAM SYAFE’I SPD, MPD
6. KEPALA SMAN 1 BATU BRAK
: SUKIMIN SPD, MM
7. KEPALA SMAN 1 AIR HITAM
: DRS DASRIL MM
8. KEPALA SMAN 2 WAY TENONG
: YENI SSOS, MH
9. KEPALA SMAN 2 LIWA
: DRS HAIKAN MM
10. KEPALA SMA AR-RAHMAN SUKAU
: Hi M SYAFIQ BARLIAN SH
11. KEPALA SMA BHAKTI MULYA SUOH
: IMAM ROSIDI SPD, MM
12. KEPALA SMA ROUDOTUSSOLIHIN
: DRS KARSIMIN MM
13. KEPALA SMA NNUSANTARA SUOH
: ASMUNI SPD, MM
DRS SATARUDIN MPD
14. KEPALA SMA CENDIKIA BANDAR NEGRI SUOH : AAN SPD, MM
KETUA MKKS SMA LAMPUNG BARAT
JAMBI (TERBITTOP) — Puluhan warga negara asing (WNA)
asal Tiongkok, yang sempat dikarantina Imigrasi Jambi,
selama beberapa hari telah dideportasi ke negara asalnya. Pemulangan imigran ini berjalan lancar, tanpa masalah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
(Kemenkum HAM) Provinsi Jambi Juliasman Purba mengatakan, pemulangan para WNA sejauh ini tidak ada masalah. ”Kan maunya mereka langsung pulang. Sebenarnya saat di bandara mereka sudah memiliki tiket, untuk
penerbangan ke Jakarta. Tetapi, pada waktu itu, merekanya tidak mau menunjukkan tiket yang sudah ada pada
mereka,” kata Juliasman Purba kepada wartawan, di
Jambi, pekan lalu.
Juliasman menjelaskan, 48 WNA tersebut telah diterbangkan, pada senin siang, (9/3) oleh pihak Kantor Imigrasi Jambi ke jakarta. Dilanjutkan, menuju negara asalnya Tiongkok. Kepulangan mereka, tidak lagi melalui Kedubes RRC di Jakarta.
Puluhan WNA ini, semula mengaku bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Bayung Lencir, Sumsel selama 14 bulan. Biasanya, mereka digaji sebesar Rp 450.000
per hari, oleh pihak PT DSSP Power Sinar Mas Group, tempat mereka bekerja. Namun, hari kerja WNA ini tidak full
dalam satu bulan. Akhirnya 48 orang WNA itu sepakat,
pergi meninggalkan tempat mereka bekerja, dengan
menggunakan dua mobil bus Indonesia Mulia Indah (IMI)
ke Bandara Sultan Taha, Kota Jambi, Kamis (5/3) sore.
Setelah mendapat penjelasan dari pihak bandara, karena penerbangan ke Jakarta, sore itu sudah tidak ada-lagi.
Para WNA asal Tiongkok itu kelihatannya resah dan gelisah.
Pihak keamanan bandara menghubungi Polsek Jambi Selatan. Setelah Polisi melakukan pemeriksaan. Sekitar pukul
20.30 Kamis malam itu, 48 WNA tersebut diserahkan ke Imigrasi Jambi, kemudian WNA itu dikarantina selama beberapa hari, dan kemudian dideportasi. (djohan)
Dukung Peningkatan Produksi Beras
Melalui Penangkaran Benih Unggul
LAMPUNG (TERBITTOP) — Salah satu langkah konkret
meningkatkan produksi beras di Kabupaten Lampung Barat, pemerintah setempat melalui dinas pertanian terus
melakukan berbagai terobosan. untuk pencapaian produksi beras sendiri selain konsen melakukan pembinaan
terhadap kelompok tani, menggulirkan bantuan benih
dan perlatan teknologi pertanian, juga berupaya mulai
melakukan upaya penangkaran benih unggul untuk memenuhi kebutuhan benih petani.
Kepala dinas Pertanian Lampung Barat Amirian di dampingi sekretaris Hotmuda simarmata, mengatakan kepada Koran TERBITTOP Lampung penangkaran padi benih
unggul jenis mekongga di areal persawahan kecamatan
sukau Lampung Barat, yang saat ini tengah dalam proses
uji laboratorium oleh tim, bila nantinya dinayatakan lolos
sertifikasi maka kedepan petani tidak lagi harus mendatangkan benih yang saat ini di jual di pasaran.
Tindak lanjut kegiatan penangkaran benih ke depan
Lanjut Amirian adalah pengembangan luasan areal penangkaran benih padi unggul bersertifikat di sentra-sentra
pertanaman padi sawah seperti di Kecamatan Sukau, Kebun Tebu, Suoh dan Bandar Negeri Suoh. Lokasi penangkaran ini rata-rata dapat menghasilkan benih bersertifikat
sebanyak tiga ton per hektar, dengan kebutuhan benih
per hektar pertanaman padi sawah adalah 25 Kilogram
per hektar.
Langkah konkret dari dinas kata Amirian, melakukan pembinaan peningkatan produksi melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), sebagai pendukung dan
pendampingan dari bantuan benih unggul. Penyediaan
sarana yang mendukung kegiatan petani, seperti Pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur irigasi, Pembangunan
jalan usahatani yang mendukung untuk mobilitas sarana
produksi serta membantu peralatan teknologi untuk mempermudah pengloahan areal persawahan.
Selanjutnya pelaksanaan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Padi, untuk pembinaan pengetahuan, Pelaksanaan optimalisasi lahan sawah
melalui efisisensi penggunaan air, benih dan pupuk kimia
serta meningkatkan penggunaan pupuk organik. (as)
Produksi Padi Kabupaten Lampung Barat
Tahun 2011-2013
DRS ANSORI MPD
SEKRETARIS MKKS LAMPUNG BARAT
No
Tahun
1
2
3
2011
2012
2013
Luasan Areal Tanam (Hektar)
25.079
25.687
25.506
Produksi (Ton)
108.866
119.831
123.489
kuliner
8
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Lempah Kuning
RESEP
Lempah Kuning
Beragam Lempah
dari Belitung
BAHAN-BAHAN:
Ikan kerapu
Air jeruk nipis
Nanas
Tomat merah
Air
3 ekor
3 sendok makan
1 buah
2 buah
1 liter
BUMBU HALUS:
Cabai merah keriting
Cabai rawit hijau
Bawang merah
Bawang putih
Kunyit
Jahe
Serai
Terasi
8 buah
2 buah
5 siung
4 siung
1 ruas
1 ruas
1 batang
1 sendok makan
Lempah adalah masakan
berkuah, yang biasanya
berbahan dasar makanan laut
atau daging sapi, yang dibumbui
rempah-rempah yang beraroma
kuat. Dalam bahasa Belitung
lempah disebut gangan.
BUMBU LAIN:
Lengkuas (laos)
Gula pasir
Garam
Kaldu bubuk
Air asam jawa
2 ruas
2 sendok makan
2 sendok teh
1 sendok teh
3 sendok makan
JAKARTA (TERBITTOP) — Ada beragam lempah. Tentu yang paling populer adalah lempah kuning. Namun, bukan berarti jenis lempah lain tidak enak. Khusus untuk lempah
kuning, Anda bisa mencobanya dengan resep yang tersaji di edisi ini.
CARA MEMBUAT:
1. Bersihkan ikan lalu kucuri dengan air
jeruk nipis agar amis hilang. Diamkan.
2. Tumis bumbu halus hingga matang,
tambahkan air dan bumbu2 lain kecuali air asam jawa. didihkan.
3. Setelah air mendidih masukkan ikan,
masak dengan api kecil.
Setelah air agak menyusut kurang lebih
1/4 bagian masukkan nanas
dan tomat.
Setelah ikan
matang
masukkan
air asam
jawa, masak sebentar lagi sekitar lima
menit, cicipi. Angkat
dan
siap disajikan. (dm)
1. Lempah kuning adalah masakan lempah yang isinya terdiri dari ikan kakap merah
atau tenggiri dengan kuah yang berbumbu
kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, lengkuas dan belacan. Lempah
ini memiliki kuah berwarna kuning dan biasanya dimasukkan potongan- potongan nanas sehingga disebut juga lempah nanas.
Orang Belitung menyebutnya gangan ketarap. Ikan kakap dapat
pula digantikan dengan
daging sapi.
2. Lempah darat atau
Lempah Darat
lempah daret adalah
masakan
lempah
yang berisikan bahan bahan seperti
batang keladi atau
talas, sayur-sayuran
dan kuah yang
berbumbu rempah-rempah.
3. Lempah kulat
adalah masakan
yang terbuat dari kulat/jamur khas Bangka
yang biasanya dimasak
dengan santan. (wik)
BERAGAM RUJAK
Nikmat Disantap
JAKARTA (TERBITTOP) — Rujak dikenal makanan tradisional yang terbuat dari campuran berbagai macam buah atau sayur
yang diberi bumbu. Dari anak kecil hingga
dewasa, banyak yang menyukai rujak. Ini
beragam jenis rujak yang nikmat disantap
1. RUJAK BUAH IRIS. Populer, ada di manamana. Irisan buah segar ditambahkan sambal kacang atau garam pedas. Dicolek,
bisa juga diaduk.
2. RUJAK GOBET. Rujak bebek merupakan
makanan tradisional dari Kota Malang. Rujak ini biasanya disajikan pada selamatan
kehamilan. Rujak ini terdiri dari buah-buahan. Rasa rujak ini juga sangat bervariasi karena
ditumbuk menjadi satu bersama cabai.
3. RUJAK CINGUR, merupakan rujak yang berasal dari daerah Jawa Timur. Bahan dari rujak
ini meliputi sayur dengan buah-buahan berikut
cingur atau mulut sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Untuk bumbunya
terbuat dari olahan petis udang, air, gula merah,
cabai, kacang tanah. Sedangkan sayurnya merupakan campuran kangkung, dan kacang panjang.
4. RUJAK KUAH PINDANG BALI. Rujak yang berkuah ini disajikan dengan kombinasi buah-buahan seperti mangga, pepaya, jeruk Bali, dan ke-
SATE GURITA
Boleh Dicoba
JAKARTA (TERBITTOP) — Sate ayam, kambing,
bahkan sapi sudah umum tersaji. Bagaimana
dengan gurita, tentu cukup langka.
dondong. Penyajiannya juga dengan cara buah
dipotong tipis agar kuah dapat meresap. Kuah
dari rujak ini dibuat dari rebusan kepala ikan. Sehingga jangan heran kalau baunya agak amis.
Meski demikian, rujak kuah pindang memiliki rasa
yang unik.
5. RUJAK PETIS. Untuk yang satu ini merupakan
makanan tradisional yang terkenal di Jawa Timur. Bahan-bahan dari rujak petis biasanya
timun, mangga, bangkoang, kedondong, tahu,
tauge, dan kangkung. Semua bahan tersebut disiram dengan bumbu dari olahan petis udang,
cabai, dan kacang tanah. Rujak petis biasanya
disajikan dengan alas daun pisang. (vin)
Namun, bila melintas di jalur Lintas Barat Sumatera yang menghubungkan Provinsi Lampung
dengan Provinsi Bengkulu, ada satu pondok makan yang menyajikan sate gurita sebagai menu
andalan.
Pondok itu terdapat di pinggir Pantai Linau,
pantai barat Sumatera yang berhadapan dengan Samudera Hindia, tepatnya di Desa Air
Long Kecamatan Maje Kabupaten Kaur bernama Pondok Sate Gurita.
Di sini, satu porsi sate gurita dipadu dengan
semangkok sop ayam hanya dibandrol
Rp20.000. Pembeli bisa memilih dua jenis
bumbu sate yang disediakan yakni bumbu kecap dan bumbu kacang.
CARA MEMBUAT
1. Bersihkan gurita segar. Setelah
membuang tinta gurita dan mencuci
bersih, gurita direbus selama lebih
kurang 10 menit.
2. Potong gurita setelah direbus, kemudian tusuk.Proses rebus perlu dilakukan agar potongan gurita empuk ketika ditusuk.
3. Bakar seperti biasa. Kemudian sajikan dan nikmati. (bis)
Bakmi Bangka
Makanan Khas Lain dari Bangka
JAKARTA (TERBITTOP) — Selain beragam lempah, ada makanan khas Bangka lainnya
yang layak dicoba. Di antaranya:
Rusip jenis makanan yang terbuat dari
bahan dasar ikan teri yang difermentasikan
dalam pot atau guci dengan garam, kemudian ditambahkan gula Jawa sebagai perasa. Rusip agak serupa dengan jeot dalam
kuliner Korea.
Kecalo atau calo adalah udang rebon
yang difermentasikan. Dapat dikonsumsi
langsung dengan sayur-sayuran sebagai lalapan. Kecalo memiliki rasa yang cukup
asin, juga ditambahkan saat menggoreng
telur kocok.
Belacan adalah jenis pasta ikan atau
udang fermentasi yang dipadatkan dan memiliki bau khas yang agak menusuk. Belacan
dijadikan bumbu untuk banyak masakan lain.
Bakmi Bangka disebut juga ja-mien/yamien/ja-mian/sui-mian bakmi yang berbahan
kuah kaldu tulang dengan isi sayuran, daging
ayam, daging sapi dan makanan laut.
Hamchoi atau sayur asin adalah sayur
yang diasinkan, biasanya sayur bokchoi.
Sembelingkung adalah abon ikan atau
udang.
Songsui, sejenis masakan berkuah yg
terdiri dari choi sim (caisim), daging ba, engjan (baso ikan), seafood lainnya seperti
udang dan cumi.
Tahu Kok atau tewfu kok, tahu goreng
yang berisi adonan ikan dan biasanya
dimasak kuah bersama daging lain.
Chap choi (cap cai). Cap cai Bangka
sedikit berbeda dengan cap cai lainnya karena kuahnya berwarna coklat, karena dimasak dengan tambahan sedikit kecap
manis.
Bakwan. Bakwan di sini bukan bakwan
jagung seperti daerah lain, tetapi lebih berbentuk kepada empek-empek rebus yang
dimasak dengah kuah dan bumbu- bumbu
khusus.
Thew Fu Sui adalah air tahu, tetapi tidak
seperti di daerah lain, thew fu sui di Bangka
lebih banyak dinikmati selagi hangat.
Fu Yung Hai. Tidak seperti di daerah lain,
fu yung hai Bangka dibuat dengan telur bukan tepung, isinya bukan hanya sayuran, tetapi biasanya ada daging atau seafood dicampur dengan kacang polong dan disiram
dengan kuah yang terbuat dari saos tomat.
Saucu adalah sejenis babi panggang
khas Bangka, dipanggang dengan teknik
khusus dan bumbu-bumbu khusus pula.
Thewfu cau sejenis tahu pong atau tahu
kering, yang didalamnya tidak berisi dan
biasanya terdapat dicocol dengan kuah
thew ciong.
Teritip sejenis binatang laut yang hidup
menempel di karang, biasanya dibuat menjadi sambal teritip dan dimakan dengan
lalapan. (wik)
Yuk Berburu Hidangan Lobster di Resto Jakarta
JAKARTA (TERBITTOP) — Di antara semua jenis seafood, lobster rajanya. Udang berukuran besar ini
memiliki daging lembut dan gurih yang berlimpah.
Bagi Anda yang termasuk petualang rasa dan
sedang ngidam lobster, berikut ini tempat-tempat
makan dengan hidangan lobster paling mantap di
Jakarta.
1. Nishimura, Hotel Shangri-La, Jl Jend Sudirman,
Jakarta. Coba lobster sashimi sugamatori dari Nishimura. Terbuat dari daging lobster segar, Anda bisa
merasakan lezatnya lobster berkualitas tanpa bumbu yang aneh-aneh. Daging lobster mentah ini tidak
amis. Justru gurih dan lembut.
2. Loobie, Jl Gunawarman No 32, Senopati, Jakarta. Ini restoran lobster yang menawarkan sajian ala
resto bintang lima dengan harga bersahabat. Hidangan lobster yang normalnya dibanderol dengan
harga selangit dijual dengan price range Rp50.000Rp150,000. Lobster di sini dijamin enak.
3. Sulawesi @Kemang, Jl. Kemang Selatan Raya
No. 2A, Kemang, Jakarta. Kalau lidah Anda kurang
cocok dengan masakan Barat, coba saja lobster ala
Indonesia di Sulawesi @Kemang. Pasti cocok.
4. Huize Van Wely, The Papilion, Jl Kemang Raya
No 45AA, Kemang, Jakarta. Huize Van Wely salah satu
restoran dengan interior terindah di Jakarta. Tetapi tentu saja, keunggulan utama restoran ini terletak pada
makanannya. Salah satunya lobster thermidor. Daging
lobster yang gurih berpadu sempurna dengan pasta
dan salad with balsamic dressing. (mer)
soccer
9
PENYIAR TELEVISI
Pacar Baru Ronaldo
KOTA MEKSIKO (TERBITTOP) — Cristiano Ronaldo
dikabarkan sedang menjalin asmara dengan
jurnalis dan model asal Meksiko, Vanessa
Huppenkothen. Kedua sejoli ini dekat sejak Piala
Dunia Brasil 2014. Majalah Spanyol Diez Minutos,
menyebut Ronaldo sempat bertemu di Madrid
bulan lalu. Gadis berusia 29 tahun ini berasal dari
keluarga Jerman dan merupakan salah satu
model paling populer di Meksiko. (sep)
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Vanessa Huppenkothen
DOMPET RONALDO
Kalahkan Messi
Cristiano Ronaldo dinobatkan sebagai pemain sepak bola
terkaya versi media olahraga Goal. Kekayaannya mencapai
152,3 juta poundsterling atau sekitar Rp3 triliun.
Cristiano Ronaldo
LONDON (TERBITTOP) — Kekayaan pribadi Cristiano
Ronaldo meningkat dalam satu tahun terakhir yang
didapat dari gaji di Madrid sebesar 18,2 juta euro per
tahun. Penyerang 30 tahun itu juga meraup banyak
pendapatan dari sponsor, seperti Nike, Toyota, Herbalife,
Emirates, Castrol, Samsung, Soccerade, dan Emporio
Armani.
Ronaldo sendiri baru saja meluncurkan produk pakaian
dan sepatu produksinya sendiri. Dibandingkan pesaing
beratnya di Liga Spanyol, Lionel Messi, kekayaan Ronaldo
lebih banyak tujuh juta poundsterling. Kekayaan Messi
145 juta poundsterling atau Rp2,87 triliun.
Sejumlah sponsor Messi adalah Adidas, EA Sports,
Samsung, Lay's, Audermars Piguet, Gillette, Dolce &
Gabbana, dan Head & Shoulders.
Di peringkat ketiga, Neymar menjadi pesepakbola
Adriano Borong 18 PSK Sekaligus
RIO DE JANEIRO (TERBITTOP) — Cerita menghebohkan datang dari bomber Brasil, Adriano. Tentu cerita ini datang dari
kehidupan luar lapangan pemain 33 tahun itu, alih-alih karier sepak bolanya yang semakin tidak jelas.
Dilansir Extra, Adriano menyewa 18 pekerja seks komersial
(PSK) sekaligus dari sebuah rumah prostitusi di Copacabana,
Rio de Janeiro untuk dipakai dalam sebuah pesta seks. Ia
menghabiskan uang senilai setara dengan 18 ribu euro untuk memuaskan hasratnya ini.
Gara-gara aksi borong yang dilakukan Adriano ini, pemilik
rumah bordil tersebut tak habis pikir dan ia pun harus menutup
usahanya di malam tersebut demi Adriano seorang.
Yang lebih mencengangkan, bomber yang pernah malang melintang di Eropa bersama Inter Milan dan Parma itu
juga dikabarkan membawa uang senilai setara dengan 55
ribu euro.
Sejatinya, Adriano berpeluang bergabung dengan klub
Perancis, Le Havre, pada Januari lalu, namun transfer tersebut akhirnya batal. Dari dua klub Brasil terakhir di mana ia
dikontrak, yakni Flamengo dan Atletico Paranaense, pemilik nama lengkap Adriano Leite Ribeiro tersebut tak pernah
sekalipun bermain. (bol)
terkaya dengan 97,9 juta poundsterling atau sekitar Rp1,9
triliun. (sep)
GOAL RICH LIST 2015 (DALAM MATA UANG EURO)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Cristiano Ronaldo
Lionel Messi
Neymar
Zlatan Ibrahimovic
Wayne Rooney
Ricardo Kaka
Samuel Eto’o
Raul Gonzalez
Ronaldinho
Frank Lampard
Ternyata Neymar
TOLAK NIKAHI
BRUNA
BARCELONA (TERBITTOP) —
Laporan terbaru dari Brasil
belum lama ini mengungkap
sebab mengapa bintang
Barcelona, Neymar, harus
mengakhiri hubungan dengan
sang kekasih yang juga
merupakan aktris terkenal
Brasil, Bruna Marquezine.
Dalam wawancara terbaru
dengan Globo, Bruna
mengungkap ia banyak
merasakan tekanan dari
media semenjak menjadi
tunangan Neymar. Selain itu,
Bruna juga enggan
melangkah lebih jauh lebih
bersama Neymar, yang
ditengarai enggan
menikahinya.
”Hubungan saya dengan
Neymar banyak mendapat
ekspos dari media. Awalnya
saya senang dengan semua
perhatian tersebut. Namun
lama-kelamaan semuanya
dijadikan bahan berita.
Akhirnya saya memutuskan
hanya ingin berbicara
seperlunya saja,” tutur Bruna.
Lebih lanjut, aktris cantik
berusia 19 tahun tersebut
mengaku ia tidak akan pernah
lagi berbicara tentang
hubungan pribadinya di
depan media.
”Saya tidak akan mengunci
diri saya lagi di apartemen.
Saya benar-benar tidak ingin
berbicara tentang hubungan
pribadi saya,” pungkasnya.
Neymar kini tengah berada
di Brasil untuk menghadiri
ulang tahun sang kakak
perempuan, Rafaella. (bol)
Indonesia Naik
Rangking Indonesia berdasarkan data yang dirilis
FIFA. Meski naik dua tingkat, ke posisi 156, Indonesia
harus tetap berada di bawah negara-negara di Asia
Tenggara yang selama ini menjadi kompetitor.
Filipina menjadi yang terbaik dengan berada di
rangking 128, dan disusul Vietnam di rangking 130.
Thailand yang selama ini menjadi tim terkuat di Asia
Tenggara harus tertahan di rangking 142. Penurunan
cukup drastis diterima oleh Myanmar yang harus turun 12 peringkat dan saat ini berada di rangking 153
bersama dengan Singapura dan Malaysia.
Sedangkan negara Asia Tenggara yang berada
di bawah Indonesia adalah Laos di rangking 170,
Kamboja rangking 181, Timor Leste rangking 185,
dan Brunei Darussalam rangking 198.
Untuk level Asia, Iran berada di posisi teratas atau
rangking 42. Posisi di bawahnya adalah Jepang di
rangking 53, Korea Selatan rangking 53, Australia
rangking 65, Uni Emirat Arab rangking 69 dan Uzbekistan rangking 72. (nt)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
128.
130.
142.
153.
153.
153.
156.
170.
181.
185.
198.
Jerman
Argentina
Kolombia
Belgia
Belanda
Brasil
Portugal
Perancis
Uruguay
Italia
Spanyol
Filipina
Vietnam
Thailand
Myanmar
Singapura
Malaysia
INDONESIA
Laos
Kamboja
Timor Leste
Brunei D’salam
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
210 juta
200 juta
135 juta
105 juta
103 juta
96 juta
87 juta
85 juta
83 juta
80 juta
Makna
Trigol bagi
Lionel Messi
Italia Masuk
10 BESAR DUNIA
ZURICH (TERBITTOP) — Italia kembali ke sepuluh besar peringkat dunia FIFA untuk pertama kalinya sejak
Juni silam, meski mereka tidak memainkan satu pertandingan pun sejak November.
Mereka merupakan satu-satunya perubahan di
sepuluh besar pada urutan peringkat bulan ini yang
dipublikasikan pada Kamis, dan naik dari urutan ke12 ke urutan kesepuluh, menggantikan mantan juara dunia Spanyol, yang turun ke urutan ke-11.
Hanya tujuh pertandingan persahabatan yang dimainkan di seluruh dunia sejak daftar peringkat terakhir dipublikasi, dan FIFA
mengatakan sebagian besar pergantian, terutama pada urutan bawah peringkat, merupakan hasil langsung dari devaluasi terhadap hasil-hasil di masa
lalu.
Juara dunia Jerman tetap menduduki peringkat
RANGKING FIFA
teratas, di mana Argentina berada di peringkat kePer Maret 2015
tiga, dan Kolombia menempati peringkat ketiga.
(Real Madrid)
(Barcelona)
(Barcelona)
(Paris Saint-Germain)
(Manchester United)
(Orlando City)
(Sampdoria)
(New York Cosmos)
(Queretaro)
(Manchester City)
BARCELONA (TERBITTOP) — Lionel Messi
kembali menambah panjang daftar
rekor yang berhasil dipecahkannya.
Hattrick yang ia cetak ke gawang
Rayo Vallecano, Minggu memberi
banyak makna, bagi Messi maupun Barcelona.
Bagi Barcelona jelas,
tiga poin dari kemenangan
telak 6-1
atas Rayo Val-
lecano langsung menempatkan klub Catalan itu di
puncak klasemen sementara La Liga Spanyol, yang masih menyisakan 12 laga. Ini menjadi
semacam bayaran dari performa konsisten tim asuhan Luis Enrique sepanjang tahun 2015.
Sementara bagi Messi pribadi, trigol yang dicetaknya
membawanya melewati beberapa rekor yang lama bertahan. Termasuk rekor-rekor yang dipegang legenda sepak
bola macam Telmo Zarra, Pele, serta rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo.
Inilah makna hattrick Messi ke gawang Rayo Vallevano:
1. Rekor hattrick sepanjang masa bagi klub Spanyol.
Tak ada pemain lain yang pernah membela klub
negeri matador mencatat 32 hattrick. Hingga saat
ini hanya Messi seorang.
2. Memimpin klasemen top skorer La Liga Musim 2014-15. Trigol Messi ke gawang Rayo membuat pundi golnya menjadi 30 sepanjang musim
2014-2015. Jumlah yang sama dengan gol Ronaldo, yang sebelumnya memimpin sendirian
sepanjang musim.
3. Enam musim berturut-turut mencetak lebih
dari 40 gol. Musim ini Messi total mencetak 41 gol
dari 38 pertandingan, angka yang sama dengan
yang dicetaknya musim lalu dari 46 laga. (sep)
Lionel Messi
Di Maria Jual Rumah di Manchester
MANCHESTER (TERBITTOP) — Gelandang serang Manchester United, Angel Di Maria sudah bertekad bulat untuk pindah kediaman.
Setelah mengalami pengalaman buruk saat
rumah mewahnya dimasuki sekawanan perampok bulan lalu, pemain asal Argentina tersebut tak lagi menghuni rumah di kawasan
Prestbury tersebut dan mengungsikan keluarganya ke hotel, karena trauma.
Manchester Evening News melaporkan Di
Maria saat ini sudah mengumumkan rumah
miliknya dijual dengan harga 4,1 juta poundsterling. Pemain 26 tahun ini nampaknya benar-benar sudah merasa tak lagi aman tinggal di sana dan memilih untuk melepas kepemilikan rumah mewah tersebut.
Wajar memang, karena kawanan perampok kala itu mencoba mendobrak masuk
saat Angel bersama istrinya, Jorgelina dan juga sang anak tengah makan malam di dalam rumah. Kawanan perampok yang berjumlah tiga orang memilih kabur setelah mendengar alarm keamanan berbunyi, tanpa
berhasil membawa barang berharga.
Rumah tersebut didesain cukup elegan dengan teknologi tinggi di berbagai aspek. Terdapat kolam renang indoor, jacuzzi, gym, dan perabotan lain berharga mahal di dalamnya.
Di sisi lain, rumor ini juga memantik isu kepindahan Di Maria ke klub lain meski sang gelandang belum genap semusim menjadi penghuni Old Trafford. (bol)
ALAT KEBERSIHAN
Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah,
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya
Sumadi berbincang pada penyerahan alat
kebersihan oleh PT Angkasa Pura II di
Tangerang, Banten, Senin. Sebagai upaya
untuk menjaga kebersihan di wilayah Kota
Tangerang dan Kabupaten Tangerang, PT
Angkasa Pura II menyerahkan bantuan
berupa 45 unit gerobak sampah dan 25 unit
motor pengangkut sampah.
ANTARA
opini & kesra
10
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Pemberantasan Korupsi dan Kemiskinan
A
KHIR-AKHIR ini kita dikejutkan
oleh berita-berita tentang
perseteruan antara pimpinan penegak hukum yaitu
Polri dan KPK. Usaha saling serang di antara keduanya terlihat jelas dipertontonkan dihadapan publik dan tidak ada lagi rasa saling hormat-menghormati sesama anak bangsa, bahkan
terkesan saling menjatuhkan satu sama
lain. Mereka merasa memiliki wewenang
dan tanggung jawab masing-masing, merasa benar dan telah sesuai dengan prosedur dalam melaksanakan tugasnya, tidak terlalu peduli bahwa akan berdampak pada timbulnya perseteruan antara
lembaga penegak hukum itu sendiri.
Banyak pengamat mengatakan, bahwa hal itu didasari pada perseteruan pribadi dan akhirnya menjadi perseteruan
antarlembaga, karena bagaimana pun
seorang pimpinan lembaga tidak akan
terlepas dari orangnya, baik buruknya seseorang tentu akan melekat pada lembaga yang bersangkutan, hal ini berpengaruh pada kredibilitas lembaga yang
bersangkutan. Karena terlalu seringnya
muncul di media massa, maka terkesan
perseteruan semakin meruncing, hal ini
mengakibatkan terjadinya perpecahan
di antara para pendukung masing-masing lembaga.
Karena sudah menyangkut opini publik
dan sudah membuat masyarakat resah,
Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan terpaksa harus turun
tangan dan berputar otak serta mencoba menggali berbagai pandangan dari
para tokoh nasional yang dianggap kredibel guna membantu menyelesaikan masalah yang dianggap rumit, sangat serius
dan sedang dalam sorotan publik ini. Pandangan mereka pun berbeda-beda. Lembaga penegak hukum, dihebohkan dengan pimpinan yang dianggap melanggar hukum dan harus berurusan dengan
penegak hukum lainnya. Tidak sedikit di-
antara kita yang ikut arus opini, sehingga kita pun sebagai warga bangsa ikut-ikutan menyudutkan salah satu
di antara mereka. Mana yang benar
sampai saat ini belum ada jawaban yang
pasti. Dengan munculnya kejadian tersebut, kita lupa bahwa apa yang dituduhkan dan akan dijatuhkan kredibiltasnya itu
adalah saudara kita sendiri, sesama anak
bangsa, bukan orang lain atau pun warga negara lain. Secara tidak disadari kita
telah diadu-domba, dengan berkedok
pada penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, yang jelas ini bukan budaya
Indonesia.
Kurang disadari bahwa pejabat yang
note bene adalah warga negara kita
sendiri dijebloskan ke dalam penjara oleh
orang kita sendiri. Akan lebih baik bila para penegak hukum terutama para pejabat pemberantas korupsi mencoba melakukan tindakan yang preventif agar korupsi tidak menjadi lebih banyak. Bagi
yang terindikasi korupsi, akan lebih santun bila yang bersangkutan diingatkan,
diberikan pemahaman dan pengertian,
bahwa apa yang mereka lakukan adalah suatu pelanggaran dan perlu diperbaiki, bukan dengan cara terbuka melakukan upaya penangkapan dan dibeberkan melalui publik seperti seolah-olah
orang tersebut sudah jelas dianggap bersalah dan harus dihukum.
Memang tidak salah kalau pemberantasan korupsi menjadi agenda dan prioritas bagi pemerintah, tetapi ada masalah
krusial yang lebih penting yang seharusnya
segera ditangani dengan sungguh-sungguh, yaitu kemiskinan, kebodohan, kesenjangan dan yang tidak kalah pentingnya
adalah pengangguran. Rakyat Indonesia
banyak yang tidak bekerja, meskipun masuk dalam angkatan kerja. Kemiskinan
sendiri semakin lama mengalami kenaikan
jumlahnya, meskipun pemerintah mengatakan bahwa angka kemiskinan saat ini
mengalami perbaikan dari segi prosen-
Oleh: Dr Mulyono D Prawiro
tase, tetapi yang perlu diingat adalah jumlah penduduk terus mengalami kenaikan,
apalagi program Kependudukan dan Keluarga Berencana bukan lagi masuk dalam prioritas program pembangunan nasional seperti masa lalu, bahkan saat ini
kurang lagi mendapatkan perhatian yang
serius dari pemerintah. Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan era tahun 1970 hingga menjelang akhir tahun
2000. Kependudukan dan KB menjadi
primadona program pembangunan nasional, dan laju pertumbuhan penduduk
dapat dikendalikan dengan baik dan
kemiskinan secara bertahap telah mampu diturunkan.
Saat ini jumlah penduduk miskin terus
bertambah, meskipun persentasenya
berkisar antara 11-12 persen, hal ini
dikarenakan antara lain jumlah penduduk Indonesia terus mengalami
peningkatan, penanganan masalah
kemiskinan itu sendiri belum optimal dan
upaya yang dilakukan tidak terfokus dengan baik. Sampai saat ini belum terlihat
dengan jelas, apakah keberhasilan pemberantasan korupsi berpengaruh secara
signifikan terhadap upaya penurunan angka kemiskinan atau tidak. Keberhasilan
pemberantasan korupsi yang ditandai dengan banyaknya pejabat negara yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, tidak mempengaruhi jumlah penduduk
miskin, terutama bagi penduduk miskin
yang berada di desa-desa. Kondisi mereka tetap saja miskin, meskipun koruptor berhasil ditangkap dan dihukum.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah,
apa keuntungan dan manfaatnya bagi
rakyat miskin khususnya yang berada di
desa-desa dengan keberhasilan pemberantasan korupsi? Suatu pertanyaan
yang kiranya menjadi renungan kita bersama. Pemerintah dalam pemberantasan korupsi memerlukan dana yang tidak
sedikit, bahkan setiap tahun memerlukan
tambahan anggaran. Pemberantasan
korupsi ini memang menyedot perhatian
publik dan menarik bagaikan menonton
sandiwara. Tetapi yang harus diingat
adalah rakyat kita masih banyak yang
miskin. Mengatasi kemiskinan bukan hanya menyediakan dana banyak, tetapi
diperlukan adanya komitmen yang tinggi
dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati/walikota, bahkan semua pejabat
baik di tingkat pusat maupun daerah. Bukan hanya itu, semua komponen bangsa
harus dilibatkan, termasuk diantaranya
dari perguruan tinggi, lembaga perbankan dan juga lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap peningkatan
sumber daya manusia dan pengentasan
kemiskinan.
Bila pemerintah dalam hal ini presiden
dan seluruh aparatnya memberikan prioritas yang tinggi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia, maka upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sentuhan-sentuhan pemberdayaan dan kepedulian kepada yang miskin, serta mengajak semua orang dan semua lembaga, baik lembaga pemerintah
maupun lembaga swasta, termasuk para
penegak hukumnya. Bila ini dilakukan, maka rakyat miskin di desa-desa akan tersenyum dan merasa diperhatikan dan dihargai selayaknya manusia oleh pemerintah dan oleh sesama anak bangsa. Mereka tidak hanya sebagai penonton dalam
pembangunan, tetapi rakyat miskin diberi
peran agar bisa ikut serta dalam membangun bangsa. Di beberapa daerah
sudah mulai nampak berhasil, bahwa dengan komitmen pimpinan daerah yang
tinggi dan keberhasilan pemerintah daerah dalam memadukan programnya dan
memfokuskan pada upaya pemberdayaan keluarga dan pengentasan kemiskinan melalui Pos Pemberdayaan Keluarga
atau Posdaya, maka kemiskinan di daerah-daerah tersebut semakin lama semakin mengecil dan rakyatnya mulai terlihat
lebih sejahtera.
Pengentasan kemiskinan tidak harus
mahal, tetapi dibutuhkan ketelatenan,
kesabaran dan keberanian yang tinggi
dari para pimpinan daerah untuk memperjuangkan rakyat miskin di desa-desa
dengan proses pemberdayaan yang
paripurna, bukan setengah-setengah
atau hanya di atas kertas belaka. Pemberantasan korupsi itu penting agar tidak
terjadi penyalahgunaan keuangan
negara, tetapi yang lebih penting lagi
adalah menolong keluarga miskin agar
mereka bisa hidup layak dan mandiri
serta mampu mencapai kebahagiaan
dan kesejahteraan. (Penulis adalah ang-
gota Senat dan Dosen Pascasarjana Universitas Satyagama Jakarta)
ANTARA
Trilogi Inisiasi Padukan
Pendidikan dan Seni
BEASISWA SENI DAN BUDAYA
Menlu Retno LP Marsudi didampingi Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Esti Andayani,
dan Direktur Diplomasi Publik Albusyra Basnur bersalaman dengan para peserta
program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2015 di Kantor Kemenlu, Jakarta,
Senin. Program beasiswa bertujuan untuk meningkatkan people-to-people contact
antara Indonesia dengan negara sahabat.
Harga Beras Naik
Benarkah
Ada Kartel?
JAKARTA (TERBITTOP) — Di negara maju pendidikan dan seni merupakan
suatu yang tidak bisa dipisahkan. Namun sayangnya di Indonesia, menggabungkan pendidikan dengan seni
merupakan sesuatu yang dianggap
berbeda. Hal inilah yang diungkapkan oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof
Dr Asep Saefuddin, dalam sambutan
’Workshop Clay Modelling’ di penghujung Februari (28/2) lalu.
”Karena di negara kita, pendidikan
dengan seni seolah sesuatu yang berbeda. Padahal sumberdaya kreatif
menjadi bagian dari unlimited resources, yang sangat berguna bagi pembangunan Indonesia ke depan,”
ucap Rektor di hadapan peserta
workshop.
Lebih lanjut, pemimpin kampus
yang beberapa hari lagi akan mera-
yakan dies natalisnya ini menuturkan
karena kreativitas merupakan sumber
daya yang tidak terbatas. Oleh karenanya kreativitas juga jangan dibatasi oleh batasan-batasan teori yang
kaku.
Universitas Trilogi juga akan memadukan riset dan seni yang saat ini masih langka pada kultur pendidikan di
Indonesia sendiri. ”Penyebabnya tidak lain karena pola pikir pemerintah
yang selalu menekannya pentingnya
administratif saja,” tuturnya.
Menambahkan apa yang disampaikan oleh Rektor, Panita Workshop,
Oki Kurniawan MDs menuturkan, kreativitas juga merupakan sumber daya
yang sangat urgen dan merupakan
sumber modal yang low cost. Karena
modal utamanya adalah manusia itu
sendiri.
JAKARTA (TERBITTOP) — Pernyataan tegas pun muncul dari
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, terkait dengan situasi
tersebut, diduga akibat adanya permainan kartel beras
yang sengaja menaikkan harga beras.
Akan tetapi, sejumlah pihak menyanggah pernyataan tersebut. Misalnya saja
dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha
(KPPU), yang menyatakan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi tidak memiliki keterkaitan, apalagi dinilai sebagai
ulah kartel atau mafia beras.
”Pedagang besar dan pengusaha
penggilingan memang berpotensi menjadi spekulan. Namun, tidak bisa dikatakan kartel, karena tidak ada sifat-sifat
yang seperti itu,” kata Komisioner KPPU
Syarkawi Rauf di Jakarta.
Dia berpendapat pihak-pihak tersebut
bisa disebut sebagai kartel apabila mereka memang terbukti melakukan koordinasi atau persekongkolan untuk menentukan produksi, harga, dan wilayah penjualan beras.
Sedangkan hingga saat ini, indikatorindikator tersebut belum bisa dibuktikan,
karena dalam kondisi saat ini kenaikan
harga beras di tiap wilayah berbeda.
”Kecenderungan sifat-sifat kartel di situasi
ini tidak ada, karena kenaikan harga di
tiap wilayah berbeda. Di Jakarta 30 persen, Jawa Barat 10 persen. Jawa Tengah,
Jawa Timur, dan Sulawesi lebih rendah,”
tukas Syarkawi.
Dengan struktur jalur suplai beras yang
oligopolis, pedagang besar dan pengusaha penggilingan memang berpotensi
menjadi kartel, namun ia enggan menilai
hal tersebut lebih jauh.
Di antara jalur suplai beras, pedagang
besar dan pengusaha penggilingan dilakukan oleh sedikit orang, jauh lebih kecil
daripada petani, pengepul, dan pengusaha grosir atau eceran.
”Dari data pedagang besar dan pengusaha penggilingan yang kami himpun dari 2007, di Jawa Barat dan Sulawesi
Selatan ada empat, Sumatera Utara ada
tujuh, di Jawa Timur dan Lampung juga
ada beberapa,” ucapnya.
Oleh karenanya, ia menilai bahwa jika
memang terjadi spekulasi pada harga beras maka hal tersebut bersifat lokal dan
tidak bisa disebut sebagai jaringan kartel.
Alasan Perum Bulog mengungkapkan
kenaikan harga beras disebabkan kekosongan stok dalam tiga bulan sebelumnya yakni periode November-Desember
2014 dan Januari 2015.
”Bulog bertugas mengeluarkan 232.000
ton raskin (beras miskin) tiap bulan. Tapi,
November-Desember 2014, stoknya tidak
ada dan Januari masih seperti itu,” kata
Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog,
Leli Pritasari Subekti.
Hal tersebut disampaikannya sebagai
respons terkait dugaan adanya mafia
beras yang menjadi penyebab kenaikan
harga beras belakangan ini. (nt)
DOK DAMANDIRI
Peserta woskhop bersiap membuat sebuah produk.
Prof Dr Asep Saefuddin
”Modal utama kreatifitas itu adalah
manusia itu sendiri, bukan pabrik atau
industri dan lain sebagainya. Oleh karena itu disini kita ingin agar semua
memahami, termasuk para peserta
workshop bahwa seni, dalam hal ini
desain bukan hanya sekadar menggambar. Tapi tidak terbatas,” tutur
dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK)
Universitas Trilogi yang merupakan
alumni pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB).
Para peserta workshop Clay Modelling yang berlangsung seharian di
Universitas Trilogi ini diikuti oleh para
siswa bimbel seni ’Villa Merah’ Jakarta. Sesuai komitemen Universitas
Trilogi dalam memadukan pendidikan dengan seni. Maka selain menjadi peserta, dikarenakan konsentrasi dan talenta seninya yang bagus.
Para siswa Villa Merah ini diteima masuk sebagai mahasiswa Universitas
Trilogi melalui jalur tanpa tes.
Melalui kultur memadukan pendidikan dan seni, Universitas Trilogi berharap kampus tidak lagi menjadi
menara gading yang terpisah dari seni, sekaligus dengan masyarakat. Selain itu, kampus yang memiliki pilar
teknopreneur, kolaborasi, dan kemandirian ini juga selalu bertekad
dalam menghasilkan teknopreneur
yang berkarakter seusai harapan
bangsa dan negara. (r/ris)
Lewat Jenesys, Jepang Promosi ke Pemuda Indonesia
JAKARTA (TERBITTOP) — Sebanyak 98 pemuda dari Indonesia
kembali ke Tanah Air, setelah mengikuti program Japan East
Asia Network of Exchange for Students and Youth atau ”Jenesys
2.0 Mass Media 11st Batch” di Jepang selama sembilan hari.
Pada program yang berlangsung pada 24 Februari 2015
hingga 3 Maret 2015 tersebut, pemuda-pemudi Indonesia
yang merupakan perwakilan dari perguruan-perguruan tinggi
dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti kegiatan
di prefektur yang berbeda.
Setelah tiba dan mengikuti orientasi di Tokyo, mereka kemudian berangkat ke Prefektur Nara, Hyogo, Okayama dan
Ehime. Selain dari Indonesia, program tersebut juga diikuti oleh
pemuda-pemudi Myanmar yang mengikuti kegiatan di
Prefektur Nagasaki. Program Jenesys dicanangkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dan dilaksanakan oleh Pusat Kerja
Sama Internasional Jepang (JICE).
Direktur Divisi Pertukaran Pemuda Asia Kementerian Luar Negeri Jepang Junichi Kawaue mengatakan peserta program ter-
sebut diharapkan bisa membagi pengalamannya selama di
Jepang setelah kembali ke negerinya masing-masing.
”Kami meminta para peserta bisa menyebarluaskan pengalamannya di berbagai aspek selama di Jepang kepada
keluarga, teman dan masyarakat di negara asalnya,” kata
Kawaue saat acara presentasi hasil kunjungan di Jepang oleh
para peserta di Tokyo, Senin.
Selain itu, Kawaue juga berharap para peserta tetap bisa berinteraksi dengan Jepang melalui kuesioner yang akan dikirimkan dua bulan setelah kepulangan, serta mengikuti acara yang
diadakan kedutaan besar dan konsulat jenderal Jepang.
Sesuai dengan tema, yaitu media massa, peserta Jenesys
2.0 mengunjungi berbagai media massa yang ada di Jepang.
”Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai
kehidupan di Jepang dan kebisaan orang Jepang. Mereka
sangat ’welcome’ dengan kedatangan kami dan menjelaskan tentang budaya mereka,” kata Puteri Revian Dini, mahasiswi Universitas Airlangga Surabaya. (nt)
11
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
Mengentaskan Kemiskinan di Setiap Desa
Posdaya Bukan untuk
Menilai Data BPS
”
J
POS Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) diharapkan secara
mandiri melakukan pemetaan dan pendataan untuk
keperluan posdayanya sendiri. Karena mahasiswa yang
melakukan kuliah kerja nyata (KKN) menjadi pendamping
tidak menggantikan peranan, seperti orang nikah tidak
boleh diwakilkan. Pendataan itu waktunya tergantung,
kalau yang miskin jumlahnya banyak maka waktunya agak
lama. Apalagi pengentasan kemiskinan menurut praktik
sudah 70 tahun Indonesia merdeka belum selesai juga.
angan harap satu tahun keluarga di desa
itu bisa menyelesaikan kemiskinan. Sedang
kan pemerintah yang presidennya dipilih
serta merta itu saja susah menyelesaikan
kemiskinan. Tetapi sebenarnya bisa kalau
apa yang diajarkan para guru besar itu
dilaksanakan dengan baik. Karena tamatan SMA seluruh Indonesia masuk perguruan tinggi
dalam waktu 4-5 tahun bisa menjadi sarjana,” tutur
Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono
ketika memberikan paparan pada Rapat Koordinasi
Koordinator Wilayah (Korwil) II Jawa Barat KKN tematik Posdaya di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, baru-baru ini.
Data yang dilakukan oleh Posdaya itu bukan untuk
menilai data BPS tetapi untuk menghabiskan berapa
saja orang miskin yang ada disetiap Posdaya dan
di setiap desa. Tujuannya adalah untuk data basis
perubahan yang secara bertahap melalui pendampingan para mahasiswa.
Pertama, hal itu membuktikan bahwa mahasiswa
semester 7-8 itu bisa menjadi pemimpin di desa. Kedua, Posdaya bisa dijadikan unit analisis untuk berbagai penelitian. Sehingga ribuan unit Posdaya
yang ada bisa dijadikan sampel sehingga dengan
mudah hasilnya bisa untuk skripsi, untuk tesis dan
untuk detertasi.
Dengan demikian yang muncul adalah murni dari
Indonesia dan kalau bisa diangkat menjadi teori Indonesia. Sehingga kalau nantinya kita membuat paper referensinya bukan dari orang luar negeri, tetapi
orang dari dalam negeri. ”Dan kalau teori Indonesia
itu bisa dipakai keluar negeri akan menjadi luar biasa karena penemuannya berasal dari ahli dalam negeri. Unit analisisnya dari mana? Posdaya. Yang me-
ngerjakan dari mana? UPI, Gajah Mada, IPB dan
perguruan tinggi lainnya,” ujar Prof Haryono.
Universitas Gajah Mada (UGM) saat ini sedang
membuat Posdaya Istimewa. Posdaya Istimewa syaratnya saat ini sedang dirumuskan. Kalau di UPI nanti
ada Posdaya Berpendidikan, IPB Posdaya Pertanian
dan perguruan tinggi lainnya bisa menyesuaikan.
Prof Haryono mengatakan bahwa tahun 2015
adalah tahun berakhirnya Millenieum Development
Goals (MDGs). Pada bulan September-Novemper
nanti PBB akan mengadakan rapat. Untuk itu dia
berharap dari sepuluh perguruan tinggi yang bergabung dengan UPI dapat mengirimkan piper-piper
ilmiah kemudian dikirim ke Google atau media sosial
lainnya.
Hasil seminar di Yogyakarta yang dihadiri oleh dua
profesor dari Amerika, diketahui rupanya banyak
Universitas dan Lembaga Penelitiaan di Indonesia
pipernya tidak berupa shopcopy tetapi hardcopy
yang luar biasa banyaknya dan dua profesor ini melakukan penelitian dari shopcopy dari Google.
Dari hasil penelitian dia, dia mengambil kesimpulan yang sembrono sehingga saya sampaikan bantahan yang keras. Saya katakan, jangan ngawur
Anda, karena kesimpulan yang diambil dari Google
itu bukan referensi Indonesia. Banyak guru besar Indonesia menulis tidak dalam bentuk shopcopy tetapi dalam bentuk hardcopy dan tidak dibuat dengan
sistem digital sehingga Google tidak pernah bisa
membaca hardcopy Indonesia.
Kedua, para profesor dan para peneliti Indonesia
biasa bangga dengan bahasa Indonesia. Selama
satu tahun ini membantu keluarga prasejahtera mengikuti roadmap. Diharapkan 10 perguruan tinggi
ini membantu di masing-masing posdayanya, ter-
MENTERI SITI NURBAYA, ’BEBASKAN’ NENEK ASYANI————(dari halaman I)
Asep menekankan penegak hukum harus membawa dugaan pencurian ini dalam penyelesaian
melalui restorative justice, yakni penyelesaian yang
tidak berfokus pada hukuman penjara, melainkan
perbaikan atau pemulihan perilaku terdakwa. “Hukum memang harus ditegakkan, tetapi masih ada
upaya lain selain menghukum seseorang dengan
hukum pidana,” tandasnya seperti dilansir dari Sindonews.
Atas perkara yang menimpanya itu, Asyani sudah
menjalani beberapa kali sidang di Pengadilan Negeri Situbondo. Pun sejak 15 Desember lalu, Asyani
sudah dilakukan penahanan. Selain terdakwa
Asyani, kasus itu menyeret menantunya bernama
Ruslan (23), tukang kayu Cipto (43), dan pengemudi pick up Abdus Salam (23).
Komnas HAM dan Men-LHK Turun Tangan
Berbagai pihak termasuk Komnas HAM menyoroti
persidangan perkara ini, dan bahkan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama Jaksa Agung M Prasetyo mendalami kasus hukum yang menimpa Asyani untuk memastikan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat.
”Terkait kasus nenek Asyani tentang kasus kayu
Perhutani, hari Jumat (13/3) MenLHK mengambil
langkah dalam rangka rasa keadilan bagi masyarakat kecil. Tadi (Jumat) sore dilakukan koordi-
nasi dengan Jaksa Agung,” kata Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manuasi
(Komnas HAM), Imdadun Rahmat mengatakan pihaknya akan menyampaikan sikap resmi pada hakim dalam waktu dekat ini ke Situbondo. Selain menemui hakim, Komnas HAM juga akan bertemu penyidik Polres Situbondo, Dinas Kehutanan Situbondo
dan terdakwa Asyani. Imdadun menambahkan,
proses hukum kasus pencurian kayu oleh Asyani adalah potret buram hukum Indonesia.
Sementara Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bidang
Hubungan Antarlembaga Imam Anshori Saleh pun
berharap pihak aparat penegak hukum melihat kasus ini secara komprehensif. Jika memang dikatakan melanggar UU Illegal Logging, harus dipertimbangkan juga kriterianya, apakah unsur-unsurnya
terpenuhi atau tidak. Baginya, pendekatan secara
formal, yakni pengadilan, maupun secara progresif
restoratif bisa saja dilakukan.
Jika memang proses sidang sudah berjalan, dia berharap hakim memberikan pertimbangan hukum yang
luas. ”Terutama apakah benar nenek itu mengambil
kayu dengan sengaja mencuri? Kalau memang benar, kayu itu milik negara, berapa sih kerugian yang
ditimbulkan? Jadi kita berharap hakim tidak hanya
memperhatikan kepastian hukum, tapi juga keadilan
dan kemanfaatan,” papar Imam. (ris/nt/sin)
DAUN KELOR LUMPUHKAN BEGAL BERILMU KEBAL—————(dari halaman I)
Kejadian ini semakin membenarkan isu soal adanya
begal yang memiliki ilmu kebal.
Untuk melumpuhkan begal kebal ini, polisi mengambil daun kelor. Mistis dan mitos, tapi itulah yang terja-
di. ”Pas saya ambil batang kelor, mereka menangis
meminta ampun,” kata Toto. Polisi membawa sebatang daun kelor, memang di luar kebiasaan, tidak ada
dalam SOP. (nt)
DANA REKLAMASI TAMBANG RP77 MILIAR DIPERTANYAKAN—(dari halaman I)
”Pembagian kewenangan pertambangan pasca
UU 23/2014 adalah penyelenggaraan urusan peme
rintahan bidang pertambangan minerba, dibagi antara pemerintah pusat dan provinsi, sehingga urusan
pemerintahan bidang minerba tidak lagi menjadi
kewenangan pemerintah kabupaten/kota sejak 2
Oktober 2014,” kata Sukhyar. Seperti dilansir laman
jatengprov.go.id, Kamis (26/2) pekan lalu.
Kewenangan pemerintah provinsi, antara lain, meliputi penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) mineral logam, bukan logam, batu bara dan batuan
dalam rangka PMDN pada WIUP daerah yang berada dalam satu daerah provinsi, termasuk wilayah
laut sampai dengan jarak 12 mil laut. Selain itu, papar Sukhyar. Sedangkan untuk pemerintah kabupaten/kota saat ini tidak ada lagi kewenangan soal
izin pertambangan.
Kendati demikian, ada ketentuan peralihan pada
Pasal 402 Ayat 1 di UU tersebut yang menyatakan
bahwa izin yang telah dikeluarkan sebelum berlakunya UU tersebut masih tetap berlaku sampai dengan
habis berlakunya izin. ”BUMD yang telah ada sebelum undang-undang ini berla ku (ESDM), Kabupaten
wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang ini. Dalam jangka waktu paling lama
tiga tahun, terhitung sejak undang-undang tersebut
diundangkan,” paparnya.
Tindak lanjut dari penyelenggaraan urusan minerba pasca UU No 23/2014 tersebut berakibat pada
penyerahan pengelolaan IUP/IPR dari bupati/wali
kota kepada gubernur dan penyerahan pengelolaan IUP PMA dari bupati/walikota/gubernur kepada menteri.
Lebih lanjut, ujar Sukhyar, dari UU tersebut pemerintah provinsi membentuk Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (PTSP) untuk pelayanan perizinan, sekaligus
membuat perda perizinan sebagai pelaksanaan UU
23/2014 dan UU 4/2009 beserta turunannya.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Ir.Gamal Husin
yang didampingi Kabid Pertambangan Umum. Abdul Salam ST mengatakan pihaknya (Kadis ESDM Provinsi Jambi) merasa sangat prihatin, terkait akan dilakukannya serah terima pengawasan pemegang
IUP ke ESDM Provinsi. Namun pihak ESDM di sejumlah
Kabupaten, dalam Provinsi Jambi, terkesan tidak
terbuka. Dalam pemberian data, tentang evaluasi
aktivitas kinerja pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sejak tahun 2000 di Jambi.
Sejak awal yang memperoses dan memberikan
IUP kepada pengusaha tambang itu adalah ESDM
dari masing-masing kabupaten, dan di antaranya
pada uang jaminan untuk reklamasi, atas kerusakan lahan yang dikelolah, oleh pemegang IUP. Jumlahnya mencapai Rp77 miliar, ini masih dipertanyakan, dikemanakan uang itu. Menurut Salam, berdasarkan ketentuan pemerintah, setiap pengusaha
pemegang IUP, dibebankan kewajiban, untuk memberikan uang jaminan (gransi bank). (djohan)
DOK DAMANDIRI
JADI PEMBICARA — Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono (kanan), berbicara di hadapan
peserta Rapat Koordinasi Korwil II Jawa Barat di Kampus UPI, Bandung, baru-baru ini.
masuk Posdaya pilihan kalau bisa lebih dari 10 atau
20 Posdaya dan mencari sukarelawan untuk ikut
mengerjakan.
Melalui Posdaya kita dapat melihat siapa keluarga prasejahtera. Ukuran keluarga prasejahtera di
antaranya, tidak makan dua kali sehari, tidak punya
pakaian yang dipakai berbeda peristiwa, anaknya
tidak sekolah. Artinya tidak bisa memenuhi keperluan hidup yang sangat dasar.
Diharapkan dalam melakukan pendataan menggunakan atas indikator ini setiap Posdaya. Gunanya
untuk keperluan Posdaya itu sendiri bukan untuk keperluan pemerintah. Ketika melakukan pendataan
petugas KB-nya diajak ikut mendampingi.
Tugas Posdaya pada tahun 2015, pertama, melihat pada konsentrasi keluarga prasejahtera dan sejahtera satu untuk dinaikkan menjadi keluarga sejahtera dua. Kedua, setiap Posdaya mengadakan
rapat dengan seluruh keluarga prasejahtera tiga.
Kalau perlu prasejahtera tiga menjadi relawan kegiatan sosial dan kalau itu terjadi akan menjadi keluarga prasejahtera tiga plus.
Prinsipnya, kata Prof Haryono, keluarga prasejahtera tiga dan keluarga prasejahtera tiga plus itu dikerahkan untuk membantu Posdaya dan anggotanya
yang prasejahtera. Lebih jauh Prof Haryono menceritakan, ada yang mau membuatkan pabrik di desa,
tetapi sumbangan itu tidak tepat karena jelas keluarga prasejahtera tidak bisa kerja di pabrik. Ada
lagi yang akan menghadiahkan mesin harganya
Rp40 juta, tenaga listriknya 1.500 watt, itu pun tidak
tepat karena listrik didesa paling tinggi hanya 450
watt. Kalau begitu mesin akan menjadi mangkrak
(mubazir-red).
Keluarga prasejahtera dalam peta ditandai dengan
warna merah. Sehingga kalau keluarga prasejahtera
banyak maka akan mudah dilihat dan mudah untuk
dibantunya. Tiga bulan berikutnya membuat peta lagi,
kalau jumlah merahnya tidak turun dan malah tambah maka keluarga yang mampu di desa itu hatinya
tidak sayang kepada tetangganya.
Begitu juga kalau mendapat sumbangan, harus
ditulis di Posdaya, bukan hanya berupa uang tetapi
seperti alat pengiris singkong, wajan untuk nggoreng
singkong atau alat-alat lainnya. Sehingga bisa mengangkat keluaraga prasejahtera menjadi prasejahtera satu dan tidak perlu menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) karena dengan persyaratan KUR maka dana akan jatuh kepada keluarga kaya didesa.
Selain itu, tambah dia, usahakan lembaga keuangan syariah ada didesa karena keluarga desa itu
bisa menyerap dana tidak kurang dari Rp5 milyar.
Seperti contoh di Kabupaten Pacitan keluarga miskin sudah menyerap dana tidak kurang dari Rp20
miliar yang sebelumnya tidak terbayang keluarga
miskin bisa meminjam uang.
Dengan apa syaratnya? Dengan pengagun kelurga kaya yang namanya disebut tanggung renteng.
Pinjamannya paling tinggi Rp2 juta. ”Sekarang Yayasan Damandiri bekerja sama dengan beberapa bank
dan sudah menyalurkan dana tidak kurang dari Rp200
miliar , NPL-nya nol,” kata Pro Haryono. (r/ris)
TUT TUT NAIK KERETA API———————————————(dari halaman I)
menyempatkan diri menyapa berbasa-basi dan
memberi keyakinan bahwa pelayanan yang akan
diterima di kereta api akan seramah pelayanan di
ruang tunggu di loby itu. Sentuhan seperti itu sungguh menarik dan membuat kami sejak lama, kalau
berkunjung ke Cirebon, Brebes, Tegal, Purwokerto
dan daerah-daerah sekitar, untuk mengembangkan
program bersama berbagai perguruan tinggi, selalu mempergunakan jasa kereta api. Pada berbagai
perguruan tinggi itu kami bekerja sama menolong
keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I, melalui kuliah kerja nyata, memberdayakannya melepaskan diri dari lembah kebodohan dan kemiskinan.
Biarpun kepala stasiunnya sudah jadi menteri,
tetapi fasilitas ruang VIP, karena para penjaga sudah kenal, masih diberikan kepada rombongan
kami. Kami mendapat pengawalan dari petugas
satpam dengan baik dan dipersilahkan menunggu
dengan nyaman. Setelah kereta datang, rombongan diantar sampai ke gerbong yang sudah dituliskan dalam tiket yang dibeli sebelumnya. Menarik
sekali, peninggalan pak Menteri, di pintu gerbong
ada seorang petugas yang menjaga tangga kecil
untuk naik ke kereta. Dengan sopan petugas itu
mempersilahkan penumpang untuk naik dan mengulurkan tangan menolong agar naik dengan nyaman. Petugas berpakaian sopan serta selalu senyum
menawan, biarpun mungkin gajinya tidak besar.
Bagi yang tidak biasa menggunakan jasa kereta
api, mungkin masih mengira bahwa fasilitas kereta
api masih ’sumpek’ atau penumpangnya berjubel
seperti jaman dulu. Perkiraan itu keliru. Pada bagian
pintu untuk masuk, kalau biasanya kursinya berjejer
empat, dua di kiri dan dua di kanan, pada kursi pertamanya dibarisan ini hanya tiga. Dua di kiri dan
satu di kanan, nampaknya memberi tempat luang
agar dengan mudah penumpang yang masih membawa koper di kedua tangannya dapat longgar memasuki bagian dalam ruang duduknya. Baru pada
baris kedua, kursinya dua di kiri dan dua di kanan
dan bisa di turunkan kebelakang untuk menikmati
istirahat tidur selama perjalanan.
Yang menarik, diluar dugaan banyak orang, begitu
masuk ke gerbong terasa ada bau harum, bukan bau
apek. Kami perhatikan, ternyata diatas, di dekat pin-
tu masuk, ada pewangian yang menyemprot otomatis
setiap waktu, mengeluarkan bau wangi seperti di kantornya para penggede. Bahkan di dinding, ada tulisan tentang adanya pelayanan yang bisa dipanggil, dengan nama dan no telepon, tertulis ’Customer
Service on Train’, dalam bahasa Inggris yang benar
dan dibawahnya terpampang nama petugas dan
nomor hpnya, yang konon dapat dipanggil setiap
waktu kalau kita butuh pelayanan di atas kereta.
Begitu kita duduk di kursi yang dipesan, ada kordyn bersih, berwarna indah dan mudah disesuaikan
menurut arah sinar matahari menjamin kenikmatan.
Di bawahnya dikejutkan dengan perangkat ’modern’ lainnya. Di dinding ada dua tombol dimana
kita bisa mencharge hp yang mungkin sudah kehabisan setrum tanpa kesukaran apapun. Jaman modern, hp kehabisan setrum bisa diselamatkan biarpun kita naik kereta api. Lebih dari itu, KA zaman
sekarang mempunyai schedule yang dapat diandalkan. Lebih dari itu, kalau kepala mendongak ke
atas, di situ ada televisi yang tanpa diminta sudah
memutar film sepanjang perjalanan.
Selama perjalanan, kalau kita lewat sawah ladang, pemandangan sangat indah. Penduduk kota
yang biasa melihat mobil macet, bisa menikmati sawah yang menghijau dengan tanaman padi yang
membawa harapan. Di ’galengan’ ada pisang dan
sayuran sebagai pembatas pematang. Sayangnya,
kalau melewati rumah-rumah penduduk, biasanya
pagarnya tidak teratur karena yang menghadap
jalur kereta adalah bagian ’buritan’ rumah. Pepohonan yang ditanam di belakang rumah juga kurang
terawat, ada pisang ditanam tidak teratur, sampah
dibuang di luar pagar dan membuat pemandangan kurang sedap. Kiranya perlu kerja sama dengan punggawa desa sepanjang rel untuk menertibkan pagar, tanaman dan tempat pembuangan
sampah. Sepanjang rel kereta api harus juga menjadi bagian depan, bukan buritan yang kotor. Untungnya setiap mendekati stasiun tempat berhenti, selalu
ada pengumuman dalam bahasa Indonesia yang
medhok dan bahasa Inggris berlogat Jawa yang
jelas. Mari menikmati KA Indonesia.
(Prof Dr Haryono Suyono adalah Ketua
Yayasan Damandiri, www.haryono.com)
MEMBURU JEJAK SANTOSO TERORIS TUKANG SAYUR————(dari halaman I)
Santoso sekarang bersembunyi di hutan bersama
19 orang anggotanya, dan menamakan kelompoknya sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Pendeta Damanik tak menyangka, Santoso yang
dikenal ramah tersebut terlibat jaringan terorisme
yang membuat Mabes Polri kesulitan mencarinya.
Bahkan Santoso juga pernah singgah ke rumah
pendeta Damanik yang berada di Tentena, sebuah
kota kecil di tepian Danau Poso.
Menurut dia, Santoso adalah pria yang cukup humoris dan pandai bergaul sehingga mudah mendapatkan teman.
Santoso dan kelompoknya terakhir terlihat di rekaman video yang dirilis Polda Sulawesi Tengah. Video tersebut didapatkan ketika pasukan keamanan
terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Oktober 2014.
Kelompok yang dipimpin Santoso itu akhirnya ter-
desak, dan lari ke tengah hutan dengan meninggalkan sejumlah barang bukti, antara lain handycam berisi rekaman video.
Di dalam video tersebut, mereka juga mendeklarasikan telah bergabung dengan kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS).
Mereka juga mengancam warga yang ada di
sekitar hutan yang menjadi tempat persembunyian
Santoso agar tidak melapor ke polisi jika ingin selamat.
Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham
Azis mengatakan, isi video tersebut menjadi bahan
penyidikan polisi untuk mengetahui lokasi persembunyian teroris.
Saat ini, jumlah teroris yang bersembunyi di hutan
jumlahnya sekitar 20 orang, tiga di antaranya warga asing asal Tiongkok. Mereka juga berbahaya
karena memiliki senjata api dan bahan peledak. (nt)
EDISI KETIGAPULUH DELAPAN / TH II
20 - 28 MARET 2015
12
Pembukaan Dies Natalis di Usia Tahun Emas Ke-50
Unnes Terima Bibit
Pisang Cavendish
ACARA pembukaan Dies Natalis ke-50 Unnes
yang mengusung tema ’Konservasi Unggul’
tampak sangat meriah. Acara yang
terselenggara atas kerja sama Unnes Semarang
bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan
Yayasan Damandiri ini benar-benar menarik
perhatian berbagai kalangan. Tidak kurang dari
36 ribu mahasiswa Unnes ikut serta memeriahkan
berbagai kegiatan yang digelar di Lapangan
Sepak Bola Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)
Unnes ini tampak semarak dan berkesan.
D
Ketua
Yayasan
Damandiri,
Prof Dr
Haryono
Suyono
(kanan),
menyerahkan
bibit pisang
cavendish
kepada
Rektor Unnes,
Prof Dr Fathur
Rokhman
MHum.
UPI Wajibkan Mahasiswa
KKN Tematik Posdaya
K
ETUA Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Kepada Masyarakat
(LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berpendapat bahwa Posdaya yang akan dikembangkan di wilyah kerjanya
betul-betul Posdaya yang akan memberikan kontribusi kepada masyarakat,
khususnya di Jawa Barat melalui 10 perguruan tinggi yang tergabung dalam
Koordinator Wilayah II (UPI).
Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Dr H
Sumarto MSi, usai mengikuti Rapat Koordinasi Koordinator Wilayah (Korwil)
II Jawa Barat di Kampus UPI Bandung baru-baru ini.
Kalau melihat posisi rodmap, lanjut Prof Sumarto, yang disampaikan Prof
Haryono, nantinya akan melihat secara nyata lubang-lubang kemiskinan
yang ada di Jawa Barat ini akan nampak. Kita bukan tidak percaya kepada BPS tetapi justru kita bisa membantu BPS mengkongkritkan data-data
secara aktual, yang valit, yang jujur secara terbuka untuk menyiapkan program-program untuk keluarga prasejahtera bagaimana mendorong
masyarakat melalui Posdaya.
Pemetaan itu akan lebih cepat karena dibantu oleh relawan-relawan
yang ditunjuk dan pendampingannya oleh UPI. Untuk mengubah mainset
keluarga prasejahtera melalui sinerginitas antara Pemda dan perguruan
tinggi. KKN tematik yang di Provinsi Jawa Barat melibatkan 51 perguruan
tinggi baik negeri maupun swasta dan ini sudah berjalan selama 4 tahun.
Dan itu secara bersama-sama dilakukan dengan Posdaya melalui Yayasan Damandiri dan ini suatu kontribusi yang baik. Karena dapat menyikapi proses secara cepat dan terukur untuk melihat kopetensi membangun
masyarakat yang ada di Jawa Barat melalui Posdaya,” katanya
Jumlah mahasiswa yang terjun KKK ada peningkatan karena jumlah mahasiswa yang masuk ke UPI stiap tahun juga meningkat. Selama ini UPI
selalu mengirim mahasiswa KKN Tematik Posdaya tidak kurang dari 7.0008.000 mahasiswa.
KKN tematik Posdaya ini wajib bagi mahasiswa UPI karena mereka akan
mendapatkan dua SKS dan mereka dilapangan selama 40 hari. Tolok ukur
keberhasilan mereka dapat dilihat setelah melihat hasil presentasi dari lapangan. (r/ris)
iramaikan dengan penampilan 1.500 mahasiswa Unnes
yang membuat konfigurasi
tulisan 50 tahun Unnes. Selain
itu, disemarakkan dengan tarian kolosal oleh 225 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unnes.
Bukan hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan senam konservasi yang diikuti ribuan peserta yang hadir.
Acara dihadiri seluruh pimpinan Unnes
mulai dari rektor, wakil rektor, para dosen
hingga para karyawan. Selain hadir Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono
Suyono, Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum, dan Wakil Ketua DPR RI 20142019, Ir Agus Hermanto MM, yang juga
Dewan Penyantun Unnes.
Momen pembukaan ulang tahun emas
Unnes ini pun semakin bermakna dengan
penyerahan secara simbolis bibit pisang
cavendish dari Ketua Yayasan Damandiri
Prof Dr Haryono Suyono kepada Rektor
Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Selanjutnya pisang ini akan diserahkan kepada para kader Posdaya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Pos
Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).
Hadir dalam acara ini Wali Kota Semarang, H Hendrar Prihadi SE, MM, Bupati
Semarang, dr H Mundjirin ES SpOG, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Drs Kartono MPd, Ketua Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LP2M) Unnes, Prof Dr Totok
Sumaryanto F MPd, Ketua Panitia Penyelenggara Dies Natalis Unnes ke-50, Prof
Dr Wiyanto, Sekretaris Yayasan Damandiri, Dr Subiakto Tjakrawerdaja, Direktur Pelaksana Yayasan Damandiri, Dr Moch
Soedarmadi, Deputi Direktur Umum Yayasan Damandiri, Dr Mulyono D Prawiro,
Asisten Deputi Informasi dan Advokasi Yayasan Damandiri, Drs Dadi Parmadi MA,
para dosen Unnes, para mahasiswa Unnes, alumni Unnes, anggota Pengda
PWRI Jateng, dan undangan lainnya.
Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman
MHum mengatakan, memasuki usia 50
tahun, telah banyak prestasi yang diperoleh Unnes. Dirinya berharap, predikat pelayanan prima yang telah disandang Unnes tidak sekadar dijaga tetapi harus terus ditingkatkan. ”Pada tahun 2015 ini terdapat 10 program studi di Unnes yang
menggunakan kurikulum internasional,”
ujar Prof Dr Fathur Rokhman Mhum.
Menurutnya, tahun ini Unnes memasuki
tahun emas sekaligus tahun inovasi untuk
mencapai konservasi yang unggul. ”Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan terus ditingkatkan baik dengan pembangunan fisik maupun peningkatan
sumber daya manusianya,” tutur Prof Fathur Rohman
Di usia setengah abad ini, dia berharap
Unnes tetap menjadi universitas dengan
predikat pelayanan prima. ”Selain itu, kami berharap Unnes tetap konsisten menduduki peringkat 6 Univertsitas paling diminati se-Indonesia,” katanya
Tidak hanya itu, lanjut Prof Dr Fathur
Rokhman, pihaknya juga terus meningkatkan kinerja sebagai upaya pelayanan
terhadap masyarakat. ”Pemberian beasiswa bidikmisi di Unnes terbanyak di In-
ngan tujuan untuk menyejahterakan mereka,” tambah Prof Dr Fathur Rokhman.
Dengan upaya–upaya yang sinergis
dan berupa kolaboratif, lanjut Prof Dr Fathur Rokhman, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan Yayasan Damandiri serta seluruh masyarakat mampu memberikan kontribusi bagi bangsa
Indonesia. ”Mudah-mudahan semuanya
bisa terlibat mengambil peran, sehingga
bisa menjadi suatu program yang monumental. Sehingga menjadi inspirasi bagi
seluruh masyarakat Indonesia, karena kita bersama-sama untuk memberdayakan masyarakat tentu Indonesia akan
menjadi bangsa kuat,” tegas Prof Dr
Fathur Rokhman MHum.
Pagelaran hari ulang tahun emas kampus ini, diwarnai dengan berbagai atraksi
kesenian, senam konservasi, jalan sehat
yang diikuti para mahasiswa, tenaga kependidikan, tenaga pendidik dan tamu
undangan lainnya. Tidak hanya itu, sejumlah polisi lengkap dengan pasukan berkuda ikut mengawal konvoi jalan sehat,
dari lokasi upacara pembukaan menuju
bazaar Pasar Sabtu Minggu (Pasar Tugu)
yang berjarak sekitar satu kilometer.
DOK DAMANDIRI
Ketuas Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, didampingi Sekretaris Yayasan
Damandiri, Dr Subiakto Tjakrawerdaja (kiri), melihat-lihat aneka produk Posdaya hasil
binaan Unnes saat pameran dalam rangka Dies Natalis Unnes ke-50.
donesia, hal ini meneguhkan Unnes sebagai kampus kerakyatan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa kurang mampu untuk tetap belajar, kuota
20 persen bagi masyarakat kurang mampu untuk belajar di Unnes akan terus dipertahankan,” jelasnya seraya menambahkan Unnes tetap akan terus meningkatkan kinerja sebagai upaya pelayanan
terhadap masyarakat serta konsisten
menjadi universitas konservasi yang paling diminati masyarakat.
Diakui Prof Prof Dr Fathur Rokhman, Dies
Natalis ke-50 Unnes merupakan momentum bagi Unnes Semarang untuk lebih
maju. ”Itulah sebabnya, kami pun melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan
berbagai pihak salah satunya Yayasan
Damandiri untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena ini merupakan salah satu pilar Tri Dharma perguruan
tinggi, yaitu pengabdian masyarakat,”
tutur Rektor ke-7 Unnes ini.
”Kita mengabdi kepada masyarakat
agar masyarakat bisa berdaya. Dengan
program KKN tematik Posdaya, kita juga
akan melakukan pemetaan dan pendataan keluarga Posdaya di desa-desa de-
Aneka produk Posdaya binaan Unnes
Semarang dipamerkan di pasar yang
berlokasi di halaman belakang Auditorium Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jateng. Berbagai produk makanan, minuman, pakaian, kerajinan tangan, hingga karya seni dipamerkan dalam kegiatan Dies Natalis Emas Unnes
yang sekaligus peluncuran perdana Pasar Tugu di kampus Unnes Sekaran.
Ketua LP2M Unnes Prof Dr Totok Sumaryanto F MPd menuturkan, Pasar Tugu
akan dibuka untuk masyarakat umum setiap Sabtu dan Minggu di lingkungan
Kampus Unnes Sekaran. ”Dengan demikian, masyarakat dapat mudah membeli
produk-produk Posdaya binaan Unnes,”
tutur Prof Dr Totok Sumaryanto F MPd.
Tercatat 22 stand Posdaya dan mitra Unnes dipamerkan pada expo Posdaya dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Unnes ke-50 itu. Ketua Yayasan Damandiri
Prof Dr Haryono Suyono, Rektor Unnes Prof
Dr Fathur Rokhman MHum, Wakil Ketua DPR
RI 2014-2019 Ir Agus Hermanto MM, dan sejumlah petinggi Unnes serta undangan
lainnya mengunjungi aneka sajian produksi
para kader Posdaya itu. ***
Dimulai Pendataan dan Pemetaan Kemiskinan
GEBYAR POSDAYA SAMBUT HUT KOTA BEKASI
P
ERINGATAN Ulang Tahun Kota Bekasi ke-18 menjadi momen
penting dalam kebersamaan pemerintah daerah dan Posdaya untuk pengentasan kemiskinan. Untuk itu peringatan ke
18 akan dideklarasikan sebagai pendataan dan pemetaan keluarga
secara nasional.
”Kami mendukung usulan Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono agar pada peringatan ulang tahun ini dideklrasikan pendataan
dan pemetaan keluarga,” tutur Wakil Wali Kota Bekasi, Drs H Ahmad
Syaikhu pada Talk Show Radio DFM bersama Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, Sekretaris Ikatan Relawan Seluruh Indonesia (IRSI) Kota Bekasi, Ir Hidayat Tri Sutardjo MM, Ketua Posdaya
Mandiri, Rika, dan dipandu oleh Riri Wijaya, belum lama ini di Bekasi.
Menurut H Achmad Syaikhu, di Bekasi ada 382 Pos Pemberdayaan
Keluarga (Posdaya). Tetapi yang menarik Bekasi ini adalah merupakan salah satu tempat sentral kunjungan dari tidak kurang dari 80
peserta pelatihan Posdaya dari seluruh Indonesia. Wali Kota Bekasi
merasa berterima kasih dengan 382 Posdaya.
Dalam dialog tersebut, Ahmad Syaikhu mengatakan,Posdaya ini
menjadi motor penggerak bagi upaya pengentasan dan penuntasan kemiskinan yang ada di Kota Bekasi. Dimulai dari pemetaan
dan pendataan keluarga. ”Visi Pemerintah Kota adalah Bekasi Maju,
sejahtera dan ihsan. Sejahtera ini kita ingin sejahtera masyarakat.
Bukan saja maju kotanya tetapi maju dan sejahtera,” kata dia.
Dikatakan, pengentasan kemiskinan bukan berarti menggusur
orang miskin tetapi memberdayakan orang miskin sehingga dia tidak
miskin lagi. Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa penduduk Kota
Bekasi kini berjumlah tidak kurang 2,5 juta.
Sementara itu Sekretaris Ikatan Relawan Seluruh Indonesia (IRSI)
Kota Bekasi, Hidayat Tri Sutardjo menambahkan, perkembangan Posdaya di Kota Bekasi cukup menggairahkan sementara Tim Penggerak Posdaya belum dilantik. ”Sambil meneunggu Tim Penggerak Posdaya dilatik maka setiap hari Sabtu dibuat acara Tolk Show di Radio Suara Bekasi.
Selain itu di setiap Kecamatan setiap bulan digelar Gebyar Posdaya untuk memamerkan hasil produksi Posdaya masing-masing. Gebyar Posdaya tingkat kecamatan digelar secara bergilir dari kecamatan satu ke 12 kecamatan lainnya. Melalui gebyar Posdaya tersebut produk-produk Posdaya bisa dikenal dan bisa dinasionalkan.
Rangkaian kegiatan ulang tahun Bekasi yang ke-18 ini di antaranya, Senam Posdaya dengan peserta tidak kurang dari 5.000 orang,
gelar produk unggulan Posdaya, Lomba mewarnai gambar oleh
PAUD binaan Posdaya, live talk show di Radio Suara Bekasi bersama
Prof Dr Haryono Suyono dan Wakil Wali Kota Drs H Ahmad Syaikhu,
Lomba Pangkalan Ojek 5T (terapih, terbersih, terindah, tertib dan
tersehat).
Acara Gebyar Posdaya Kota Bekasi yang digelar pada 7 Maret
2015 bertempat di Lapangan Studio Radio Suara Bekasi, Jl Prambanan Raya 14 Perum Bumi Bekasi Baru, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Dalam menangani masalah sampah, Ahmad Syaikhu mengatakan, bahwa Penangan sampah di Bekasi sudah dilakukan mulai pe-
DOK DAMANDIRI
Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono (kanan), bersama
Walikota Bekasi Drs Ahmad Syaikhu dalam Gebyar Posdaya
menyambut Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ke-18.
misahan sampah organik dan sampah organik yang dikelola menjadi pupuk dan hasilnya dijual kepada masyarakat.
Kebijakan pemerintah Kota Bekasi, khususnya dalam menangani
sampah pasar telah disediakan truk khusus yang mengangkut sampah non organik dan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor
(IPB) bahwa sampah-sampah itu dicampur dengan Epidex maka
dalam waktu 20 hari maka sampah sudah berubah menjadi pupuk.
Sementara sebanyak 13 persen dari sampah sudah diolah oleh para
lapak. (r/ris)
Fly UP