...

RINGKASAN Pengertian papan partikel menurut SNI 03-2105

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

RINGKASAN Pengertian papan partikel menurut SNI 03-2105
RINGKASAN
Pengertian papan partikel menurut SNI 03-2105-2006 tentang Papan
Partikel adalah produk kayu yang dihasilkan dari hasil pengempaan panas antara
campuran partikel kayu atau berlignoselulosa lainnya dengan perekat organik
serta bahan pelengkap lainnya yang dibuat dengan cara pengempaan mendatar
dengan dua lempeng datar. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas papan
partikel adalah jenis dan komposisi dari serbuk kayu dan perekat yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi resin dan
ukuran partikel terhadap mutu papan pada pembuatan papan partikel dari selulosa
Cross and Bevan tangkai eceng gondok, memanfaatkan limbah industri kayu
gergajian dan eceng gondok, mengetahui sifat fisis, sifat mekanis papan partikel
yang berasal dari variasi berbagai jenis serbuk kayu dan bahan perekat, serta
menganalisa prospek ekonominya. Hasil penelitian ini mengacu pada SNI 032105-2006 tentang Papan Partikel. Pencampuran antara serbuk kayu, eceng
gondok dan perekat menggunakan rotary mixer yang telah dibuat pada penelitian
sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukkan kadar air rata-rata masih memenuhi SNI 032105-2006, yaitu 12,564% (di bawah 14%). Hal ini karena proses pembuatan yang
sudah baik dan proses pengeringan bahan yang memenuhi syarat kering di
bawah 14% kadar air. Hasil pengujian kerapatan mempunyai selisih yang
signifikan, yaitu: 0,492 gr/cm3 dengan 0,7 gr/cm3. Berdasarkan data hasil
pengujian, didapatkan hasil yang berbeda (lebih kecil), yaitu 0,492 gr/cm3. Hal ini
diduga karena seluruh proses pemcampuran antara serbuk kayu, partikel eceng
gondok dengan perekat tidak homogen dan proses memasukkan campuran bahan
partikel ke dalam cetakan yang tidak merata. Hasil pengujian pengembangan
tebal menunjukkan prosentasi yang lebih tinggi dari SNI 03-2105-2006 yang
maksimal hanya 10%, yaitu 14,941%. Hal ini disebabkan karena kerapatan papan
partikel yang rendah (0,492 gr/cm3), yang menyebabkan absorbsi air yang tinggi.
Disamping itu, ukuran serbuk kayu yang relatif tinggi (lolos ukur 40 mess) yang
menyebabkan tingginya absorbsi air.
Nilai rata-rata keteguhan patah (MOR) papan partikel dari 3 jenis kayu
dengan perekat UF berkisar antara (26,25 – 111,56) kg/cm2, sedangkan standar
yang ditetapkan oleh SNI 03-2105-2006 untuk nilai MOR adalah minimal 82
kg/cm2. Hasil penelitian yang memenuhi standar hanya untuk papan partikel
dengan bahan baku serbuk kayu Lua Coklat saja (111,56 kg/cm2). Nilai rata-rata
keteguhan lentur (MOE) papan partikel dari 3 jenis kayu dengan perekat UF
berkisar antara (9.289,58 – 15.333,77) kg/cm2, sedangkan standar yang
ditetapkan oleh SNI 03-2105-2006 untuk nilai MOR minimal 20.400 kg/cm2. Jadi
semua hasil penelitian tidak ada yang memenuhi standar. Hal ini disebabkan
karena kerapatan papan partikel yang sangat rendah.
Oleh karena itu, Dilakukan peneletian lebih lanjut untuk mereduksi kadar
silika pada serbuk eceng gondok yang akan digunakan sebagai bahan baku
papan partikel dan peneletian untuk mengetahui pengaruh pengempaan panas
terhadap papan partikel dengan bahan baku campuran dari serbuk eceng gondok
dengan perekat Poly Vinyl Acetate (PVAc).
Fly UP