...

Keanekaragaman Organisme Kehidupan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Keanekaragaman Organisme Kehidupan
Keanekaragaman Organisme Kehidupan
Salah satu ciri makhluk hidup adalah tubuhnya tersusun atas sel. Sel
merupakan satuan atau unit terkecil dari makhluk hidup, seperti pencernaan
makanan, bernafas, ekskresi, maupun perbanyakan diri telah berlangsung di dalam
sel. Untuk melaksanakan fungsi hidup tersebut, sel memiliki beberapa organel
sebagai pelaksana fungsi hidup tersebut.
Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, makhluk hidup dibedakan menjadi
dua, makhluk hidup yang tubuhnya tersusun atas satu sel disebut uniseluler dan
makhluk hidup yang tersusun dari banyak sel yang disebut multiseluler.
Pada organisme multiseluler, sel-sel sejenis yang mempunyai bentuk dahn
fungsi sama akan membentuk jaringan. Berbagai jaringan akan tersusun menjadi
organ atau alat tubuh. Setiap organ tubuh mempunyai fungsi tertentu. Berbagai
organ tubuh yang mempunyai fungsi tertentu tersebut akan menyusun fungsi
organ tubuh. Akhirnya seluruh sistem organ tubuh akan menyusun tubuh
organisme. Secara sederhana, urutan organisme di dalam tubuh makhluk hidup
dapat
dibuat
bagan
seperti
pada
gambar
Tubuh organisme
Sistem organ tubuh
Oreganisme
Multi seluler
Organ tubuh
Jaringan
Sel
}-
Organisme uniseluler
di
bawah
ini:
A.
Sel
Jutaan sel bertumpuk-tumpuk menyusun tubuh makhluk hidup. Sel tidak
hanya menyusun dinding tubuh tetapi seluruh bagian tubuh makhluk hidup
tersusun atas sel.
Istilah sel pertamakali dikemukakan oleh Robert Hooke (1635-1703)
ketika ia melihat kamar-kamar kecil pada sayatan gabus tutup botol, dengan
bantuan mikroskop sederhana ciptaannya. Istilah sel barasal dari bahasa latin
cellula yang berarti kamar-kamar kecil. Pada umumnya, sel berukuran sangat
kecil atau mikroskopik dengan sekala pengukuran dalam (mikrometer = 10-6 m)
sehingga untuk pengamatanya diperlukan alat bantu berupa mikroskop.
1.
Struktur Sel
Bagaimanakah struktur sel itu? Setiap sel hidup, memiliki struktur yang
sama, yaitu tersusun atas komponen hidup yang disebut protoplasma. Protoplasma
adalah cairan kental yang tersusun oleh air, karbohidrat, protein, garam mineral,
dan vitamin. Proto plasma terdiri atas tiga bagian utama, yaitu selaput, sitoplasma,
dan inti sel (nukleus). Perhatikan gambar:
a.
Selaput plasma (Membran Sel)
Selaput plasma merupakan bagian sel paling luar. Di samping
sebagai pelindung sitoplasma, selaput itru juga berfungsi sebagai
pengatur keluar dan masuknya zat. Zat tersebut adalah zat-zat yang
diperlukan oleh sel, seperti oksigen air, zat makanan, zat sisa, dan zat
yang berlebih di dalam sitoplasma, seperti karbondioksida atau hasil
sintesis sel.
Selaput plasma terdiri atas dua lapisan yang tersusun atas
senyawa lipoprotein. Lipoprotein adalah senyawa yang trdiri atas
lemak (lipid) dan protein. Pada sel tumbuhan, di sampingterdapat
selaput plasma, di sebelah luarnya terdapat pula dinding sel yang
tersusun ata solulosa.
b.
Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan kental yang terdapat di antara selaput
plasma dan inti sel. Komponen tersebut, lebih kurang 80%-90% dari
sitoplasma adalah air. Di dalam sitoplasma larut berbagai zat, seperti
glukosa, protein, lemak, garam mineral, vitamin, dan hormon.
Di dalam sitoplasma, proses hidup seperti respirasi dan sintesis
berlangsung. Untuk melaksanakan proses hidup tersebut, sitoplasma
dilengkapi dengan berbagai organel antara lain sebagai berikut:
1.
Mitrokondria untuk respirasi sel.
2.
Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau yang
mengandung klorofil untuk proses fotosintesis.
3.
Badan golgi yang berfungsi untuk pengeluaran.
4.
Ribosom yang berfungsi untuk sumber protein.
5.
Retikulum endoplasma berfungsi untuk menghubungkan
nukleus dan sitoplasma.
c.
Inti Sel
Inti sel (nukleus) biasa ditemukan di pusat sel. Pada umumnya,
setiap sel mempunyai sebuah inti sel kecuali Paramecium yang
mengandung dua inti pada setiap selnya. Inti sel berfungsi mengatur
dan
mengendalikan
seluruh
proses
hidup,
termasuk
perkembangbiakan, pertumbuhan, dan respirasi sel. Inti sel memiliki
kromosom yang mengandung gen. gen tersebut berfungsi sebagai
pembawa sifat-sifat menurun.
Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan adalah sebagai berikut:
1.
Sel tumbuhan terlindungi oleh dinding sel yang kuat,
sedangkan pada sel hewan tidak memiliki dinding sel.
2.
Sel tumbuhan terdapat kloroplas yang berefungsi sebagai
tempat asimilasi, sedangkan pada sel hewan tidak terdapat
kloroplas.
3.
Sel hewan memiliki sentriol. Sedangkan pada sel tumbuhan
tidak ditemukan.
2.
Bentuk Sel
sel memiliki bentuk yang bermacam-macam. Keanekaragaman tersebut
sesuai dengan letak dan fungsi sel didalam tubuh organisme.
B.
Jaringan
Makhluk hidup bersel banyak memiliki sel yang bermacam-macam baik
bentuk maupun fungsinya. Sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan
berkumpul membentuk jarinagn.
1.
Jaringan Hewan
Hewan dan manusia memiliki bermacam-macam jaringan, di antaranya
adalah jaringan epitel, jaringan otat, jaringan penyokong, jaringan lemak, dan
jaringan saraf.
Jaringan epitel adalah jaringan penutup deluruh permukaan tubuh dan
permukaan rongga tubuh. Fungsi jaringan itu adalah sebagai pelindung tubuh,
sebagai penyerap zat, sebagai kelenjar, dan sebagai penerima rangsang.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Sel-sel otot terbentuk langsing
memanjang. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga, yaitu jaringan otot rangka atau
otot lurik, jaringan otot polos, dan jaringan otot jantung. Fungsi jaringan otot
adalah sebagai alat gerak aktif. Jika jaringan otot berkontraksi akan menimbulkan
gerak, seperti gerak rangka, aliran darah, dan gerak jaringan yang lain.
Jaringan penyokong terdiri atas jaringan yang sel-selnya tersusun
longgar. Sel-sel itu menghasilkan zat yang mengisi ruangan yang antara sel
dinamakan zat sela. Jaringan penyokong dapat dibedakan menjadi empat macam,
yaitu jaringan tulang rawa, jaringan ikat, jaringan tulang, serta jaringan darah dan
getah bening.
2.
Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu jaringan
meristem, jaringan pelindung, jaringan penguat, jaringan pengangkut, dan
jaringan parenkim (dasar). Perhatikan gambar:
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu
membelah. Jaringan itu terdapat pada lembaga, ujung akar, ujung batang, dan
kambium. Pada embrio, jaringan meristem akan tumbuh membentuk jaringanjarinagn yang lain. Pada ujung akar, ujung batang, dan kambium, jaringan itu
berfungsi membentuk pertumbuhan.
Jaringan pelindung tersusun atas sel-sel epidermis yang tersusun rapat.
Jaringan itu menutup seluruh permukaan tubuh tumbuhan.
Jaringan penguat terdiri atas sel-sel yang tergabung membentuk serat atau serabut
dan sel-sel baru. Dinding selnya mengalami penebalan dari sel-sel kayu sehingga
kuat.
Jaringan pengangkut dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
jaringan xilem dan jarinag floem.
Jaringan xilem atau jaringan pembuluh kayu terdiri dari sel-sel yang
membentuk pembuluh panjang. Sebagian selnya memanjang dan meruncing di
ujung-ujungnya. Fungsi jaringan itu adalah untuk mengangkut air dan mineral
dari akar ke daun.
Jaringan floem atau jaringan pembuluh tapis merupakan kumpulan sel
yang berfungsi tidak sempurna. Ujung dinding sel-sel berlubang-lubang berbentuk
seperti ayakan. Fungsi jaringan itu adalah untuk mengangkut zat makanan dari
daun ke seluruh tubuh.
Jaringan dasar (parekim) adalah jarinag yang mengisi daerah di antara
jaringan-jaringan lain. Jaringan itu berfungsi untuk menyimpan zat makanan dan
menyelenggarakan fotosintesis. Pada daun, jaringan dasar terdiri atas jaringan
pagar dan jaringan bunga karang. Kedua jaringan tersebut kaya akan klorofil
sehingga merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
C.
Organ Tubuh
Pada hewan tingkat tinggi, misalnya hewan menyusui sekumpulan sel atau
jaringan belum dapat bekerja mandiri untuk melaksanakan fungsi hidup tertentu.
Misalnya sel-sel jaringan epitel pada usus, dapatkah sel-sel jaringan itu melakukan
penyerapan zat tanpa adanya jaringan lain? Ternyata tidak untuk melaksanakan
fungsi hidupnya, jaringan epitel bersama jarinag lain, misalnya jaringan otot polos
dan jaringan ikat mengelompokkan membentuk usus. Ususlah yang dapat
melakukan penyerapan. Kumpulan beberapa jaringan yang mampu melaksanakan
fungsi tertentu disebut organ atau alat tubuh.
1.
Organ Tumbuhan Hewan dan Manusia
Organ tubuh pada manusia dan hewan tingkat tinggi cukup banyak. Setiap
organ memiliki fungsi tertentu, misalnya mata untuk melihat, ginjal untuk
pengeluaran, jantung untuk memompa darah, lidah untuk mengecap, dan telinga
untuk mendengar. Setiap oragn tersusun atas jaringan-jaringan.
Untuk mempermudah dalam memahami organ tubuh hewan atau manusia,
kita pelajari organ usus, jantung dan mata.
Usus terdiri atas beberapa jaringan, jarinagn yang paling luar disebut
jaringan ikat. Di sebelah dalam jaringan iakt, usus memiliki jaringan otot polos.
Jaringan paling dalam yang langsung berhubungan dengan rongga ususs adalah
jaringan epitel. Jaringan-jaringan tersebut menyatu dan mampu melaksanakan
fungsi hidup tertentu.
Jantung merupakan organ pokok dalam tubuh. Jantung berfungsi untuk
memompa darah. Organ itu tersusun atas tiga macam jaringan. Jaringan terluar
tersusun atas jaringan ikat, lapisan tengah tersusun atas jaringan otot jantung, dan
lapisan tedalam tersusun atas jaringan epitel.
Jaringan ikat berfungsi sebagai pelindung. Otot jantung berfungsi
sebagai pemompa darah. Hal itu dimungkinkan karena otot jantung dapat
berkontraksi. Jaringan epitel merupakan pembatas ruang jantung. Organ jantung
terdiri atas beberapa suborga atau bagian organ, seperti klep, dinding, dan ruang
jantung.
Mata yang merupakan alat penglihatan tersusun atas beberapa jaringan,
seperti jaringan otot, jaringan epitel, jaringan saraf, dan jaringan ikat. Setiap
jaringan mempunyai fungsi tertentu. Jaringan otot berperan menggerakkan bola
mata dan menyempitkan atau melebarkan pipil (lubang mata). Jaringan epitel
berperan dalam menghasilakn air mata dan yang paling penting untuk menerima
rangsangan cahaya. Jaringan saraf untuk menerima, mengolah, serta melaporkan
simpul rangsang ke pusat saraf. Semua organ tubuh dapat bekerja dengan baik
apabila didukung oleh jaringan saraf dan jaringan darah yang baik.
2.
Organ Tubuh Tumbuhan
Organ pokok tumbuhan tinggi terdiri atas tiga macam, yaitu akar, batang,
dan daun. Setiap organ tersusun atas bermacam-macam jaringan. Setiap organ
tersusun mempunyai fungsi tersendiri.
Akar berfungsi memancatkan tubuh tumbuhan pada temapt hidupnya dan
menyerap air garam mineral dari dalam tanah. Akar trsusun atas jaringan
epidermis yang menutup seluruh permukaan akar, jaringan korteks yang
merupakan jaringan parikem, jaringan pengangkut, dan jaringan parenkim kayu.
Jaringan parenkim akar yang mash muda penting untuk menyerap zat. Sel
epidermis yang sudah tua akan membentuk lapisan gabus dan berfungsi sebagai
pelindung jaringan di sebelah dalam.
Batang berfungsi menegakkan tubuh tumbuhan serta mengantarkan air
dan garam mineral yang diserap akar ke daun. Batang tersusun atas jaringan
epidermis, jaringan korteks, jaringan endodermis, jaringan pengangkut, jaringan
penyokong, dan jaringan parenkim kayu. Epidermis batang berfungsi sebagai
pelindung sebagai sehingga sering dilapisi oleh lapisan lain.
Daun berfungsi sebagai penyelenggara fotosintesis dan penggunaan air.
Daun tersusun atas jaringan epidermis, jarinag pagar, jaringan bunga karang, dan
jaringan pengangkut. Epidermis permukaan bawah daun berfungsi sebagai
penguap air dan pengisap gas. Oleh karena itu sel-sel epidermis permukaan bawah
banyak berubah menjadi mulut daun atau stomata. Sementara itu, jaringan
pengankaut terdapat di dalam urat-urat daun.
Pada tumbuhan biji, di samping ketiga organ tersebut sering masih
dijumpai organ-organ lain seperti bunga, buah, biji, umbi, dan lain-lai. Organ
tersebut sebenatnya adalah hasil modifikasi dari organ pokok. Berubah karena
menyesuaikan dengan bentuknya.
D.
Sistem Organ
Suatu organ di dalam tubuh tidak akan mampu melaksanakan fungsi hidup
dengan baik tanpa bekerja sama dengan orang lain. Sebagai contoh mulut sebagai
organ tubuh berperan mencerna makanan. Akan tetapi kalau terdiri atas mulut,
proses pencernaan makanan tidak akan berlangsung.
Untuk itu, dalam mencernakan makanan, mulut bekerja sama dengan
organ lain, seperti kerongkongan, lambung, usus, hati, dan kelenjar pencernaan.
Dengan demikian, pencernaan makanan akan berlangsung dengan baik sehingga
dapat dihasilakn zat makanan yang dapat digunakan oleh tubuh.
Hubungan di antara organ yang bertugas mencernakan makanan tersebut
sangat erat. Organ yang satu bergantung pada organ yang lain. Dengan demikian
tidak benar apabila ada anggapan bahwa organ yang satu lebih penting daripada
organ yang lain. Kumpulan organ dengan sistem tertentu untuk melaksanakan
fungsi hidup tertentu disebut sistem organ.
Fly UP