...

Ibadah Keluarga 11 Mei 2016.

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Ibadah Keluarga 11 Mei 2016.
Ibadah Keluarga, 11 Mei 2016. HIDUP DALAM KETAATAN DAN KEMULIAAN TUHAN Keluaran 24 : 12 – 18. Nats kita termasuk begian penting riwayat mengenai segala peristiwa di gunung Sinai, ada pengelompokan hukum-­‐hukum dan peraturan (19:1-­‐
24:18).Tuhan menampakkan diri diatas gunung dan Israel harus mempersiapkan diri untuk kedatanganNya (19:1-­‐25). Israel takut, Musa harus menjadi pengantara antara Tuhan dan Israel (20:18-­‐21). Perjanjian antara Tuhan dan Israel diikat dengan upacara (24:1-­‐11) sebelum Musa naik kegunung (24:12-­‐18). Kelompok hukum yang pertama terkenal sebagai “Kesepuluh Firman”(20:1-­‐17) dan yang kedua disebut “Kitab Perjanjian”(20:22-­‐23:19) dengan tambahan yang berisi janji dan teguran pada Israel (23:20-­‐33). Saat kita membaca Perjanjian Lama akan tersentak oleh kenyataan bahwa dikalangan Israel kuno kelompok sosial atau komunitas mendapat tempat yang penting.Apabila kita membicarakan moralitas, hukum, agama dalam Perjanjian Lama yang penting bukan pribadi melainkan kelompok dimana dia menjadi anggotanya. Maksudnya rasa komunitas itu sangat penting untuk tidak terlepas dari para anggotanya, seperti jika satu anggota berbuat dosa atau kejahatan maka seluruh anggota komunitas akan dihukum walaupun tidak melakukan pelanggaraan. Israel sadar bahwa ia adalah satu dari “Anak-­‐Anak Israel”, umat Yahweh dan memiliki rasa keanggotaan bangsanya yang tampak dengan jatidirinya atau identitas pribadinya. Oleh sebab itu pengakuan kepada Yahweh sebagai yang pertama-­‐tama dan terutama adalah Allah bangsa Israel dengan mengatakan Dia lah satu-­‐satunya Allah bagi seorang pribadi sejauh individu itui ikut serta menganggap dirinya umat yang terpilih untuk suatu hubungan khusus dengan Yahweh. Komunitas Israel ini sadar hanya mengandalkan Allah, termasuk dalam beribadah kepada Yahweh sebagai prinsip pemersatu utama kehidupan mere Disinilah dasar pemahaman dan pengakuan percaya dibangun bahwa pribadi-­‐komunitas Israel menyatakan kesetiaan-­‐ketaatan kepada satu Allah, yang memberikan rasa jatidiri bersama semakin tinggi jika dibandingkan kelompok manusia yang campur baur itu. Dalam nats kita ada dua bagian,pertama: Musa diperintahkan naik kegunung untuk menerima pewahyuan ilahi yaitu loh batu yang ditulis Allah (ayat 12-­‐
15a), kedua : Musa mengalami kemuliaan Allah (ayat 15b-­‐18). Jelas sekali perintah Allah untuk naik kegunung Sinai bukti ketaatannya sebagai anak-­‐anak perjanjian yang telah dilakukan dengan Yahweh (ayat 1-­‐11), menggambarkan kesediaan Musa . Gambaran ini sikap dari kenyakinan bukan sekedar bersedia saja mendengar tetapi masuk dalam persekutuan denganNya untuk menerima hukum dan perintahnya. Kesadaran untuk menyerahkan diri dilakukan Musa kepada Allah Israel dengan naik keatas lebih tinggi dengan meninggalkan Yosua memberi makna dia masuk dalam hubungan baru denganNya. Allah Israel yang digambarkan sangat berkuasa atas Israel yaitu Tuhan Mahamulia dan ditakuti dan dilain pihak hubunganNya dengan Israel sangat akrab. Dari ketaatan Musa atas perintah Allah, Israel menjadi Umat Baru dan mereka dipanggil menyerahkan diri sendiri dalam ketaatan kepada Dia. Atas dasar ketaatan ini, Musa mengalami kemuliaan dan maknanya beroleh petunjuk walaupun harus masuk ketempat berbahaya (ayat 17=awan berapi) sebagai gambaran masuk kedalam hadirat Tuhan. Dia beroleh petunjuk menjadi dasar dari peribadahan Israel sesuai maksud Tuhan.Maksudnya Tuhan supaya kemuliaanNya diam diantara manusian dan manusia menang dalam kehidupannya (dari segala godaan-­‐kesulitan hidup). Supaya Allah datang kepada manusia, Musa harus masuk kehadiratNya. Dalam ketaatan inilah Musa dipanggil melayani Tuhan. Dampak historis ini menjadi rujukkan iman percaya bagi siapa saja yang telah diundang masuk dalam persekutuan pelayanan, pengorbanan Yesus untuk manusia supaya beroleh keselamatan hidup. Anugerah ini dipraktekkan dalam ketaatan dengan menjaga persekutuan dengan Yesus memberi nilai baru dalam hidup melalui aktifitas yang memuliakan Nama Yesus Kristus. Itulah anak-­‐anak Allah memperlihatkan jatidirinya bahwa berasal dari keluarga besar Allah yang taat-­‐setia kepada DIA MAHAMULIA. Segala peristiwa yang berarti dalam kehidupan orang Kristen selalu dimaknai dengan “tahap baru” bukti hubungannya dengan Tuhan (yang bersedia diikat dengan perjanjian) akan dilaksanakan dalam ketaatan pada hukum-­‐
perintahNya demi melayani Dia melalui penyerahan diri dan menunjukkan dedikasi yang taat padaNya. Bagi kita hal itu nampak dalam Tata Ibadah GPIB disaat seseorang menerima Baptisan Kudus (anak-­‐dewasa), Peneguhan Sidi, Pemberkatan Perkawinan ada janji orang tua-­‐pribadi, Firman disampaikan dan dituntut tanggung jawab dengan bersedia hidup dalam kebenaran dengan menjaga hubungan pada Allah Tritunggal. Tahap baru dimulai dalam tuntunan Allah Mahamulia dengan memateraikan dibathin orang Kristen melalui janji mereka, lalu hidup dijalankan sesuai janji itu menjadi persekutuan yang bersedia melayani Tuhan-­‐sesama. Kita diajak yakin melalui panggilanNya untuk menjalani hidup ini dalam persekutuan baru bersama Dia, maka kehadiran Allah memberi kekuatan-­‐penolong untuk memuliakanNya. Kemuliaan Allah Tritunggal akan menudungi, menyertai, maka dalam persekutuan-­‐pelayanan-­‐
kesaksian menjadi tanda yang mengherankan lingkungan yaitu Kemuliaan Allah dirasakan-­‐dilihat orang lain. 
Fly UP