...

nilai inti kami - Freeport

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

nilai inti kami - Freeport
NILAI INTI KAMI
e r k a r ya M e n u j u
Pe m
oran B
p
a
L
ban
g
un
an
Be
rk
el
an
ju
t
an
20
14
Freeport-McMoRan Inc. (Freeport-McMoRan atau kita sebut sebagai Perusahaan) adalah perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam,
berkantor pusat di Phoenix, Arizona. Kami mengelola aset sumber daya alam yang besar, jangka panjang dan tersebar secara geografis, serta cadangan
mineral terbukti seperti tembaga, emas, molibdenum, kobalt, minyak bumi dan gas alam. Freeport-McMoRan memiliki rekam jejak yang terus
berkembang dalam pengelolaan, perluasan dan pengembangan berbagai proyek di industri tembaga.
Rekam jejak aset logam milik Freeport-McMoRan mencakup wilayah tambang Grasberg di Indonesia yang merupakan cadangan tembaga dan emas
terbesar di dunia; berbagai kegiatan pertambangan di dua benua Amerika, termasuk wilayah tambang berskala besar Morenci di Amerika Utara dan
Cerro Verde di Amerika Selatan; dan wilayah tambang Tenke Fungurume Mining (TFM) di Republik Demokratik Kongo (RDK).
Rekam jejak aset minyak bumi dan gas alam milik Freeport-McMoRan mencakup potensi pertumbuhan di perairan dalam Teluk Meksiko, sarana
produksi minyak bumi di darat maupun lepas pantai California, sejumlah cadangan besar gas bumi di wilayah gas shale di Louisiana, produksi gas
bumi di wilayah Madden di Wyoming Tengah, dan menjadi yang terdepan di wilayah Inboard Lower Tertiary/Cretaceous yang tengah berkembang di
perairan dangkal Teluk Meksiko dan daratan Louisiana Selatan.
TENTANG LAPORAN INI
PENJAMINAN EKSTERNAL (EXTERNAL ASSURANCE)
Maksud dari Laporan Berkarya Menuju Pembangunan Berkelanjutan
(Working Toward Sustainable Development/ WTSD) 2014 ini adalah
agar pemangku kepentingan memperoleh ikhtisar data tentang program
keberlanjutan kami, termasuk kebijakan, sistem serta kinerja. Adapun
data yang dipaparkan di dalam laporan ini mencakup kegiatan utama
dari anak usaha pertambangan Freeport-McMoRan, yaitu Freeport
Minerals Company (FMC) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk
periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2014. Sepanjang 2014, kami
telah melakukan divestasi 80 persen dari kepemilikan di kegiatan
pertambangan tembaga Candelaria dan Ojos del Salado, yang tidak
termasuk ke dalam lingkup laporan ini. Anak usaha kami di bidang
minyak dan gas, Freeport-McMoRan Oil & Gas LLC (FM O&G)
termasuk dalam laporan ini. Data ketenagakerjaan yang ditampilkan
adalah data hingga akhir 2014.
Sejak 2005, Freeport-McMoRan melakukan verifikasi independen atas
setiap laporan keberlanjutan yang rutin diterbitkan setiap tahun. Kami
menerapkan Kerangka Kerja Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
Development Framework) dari International Council on Mining & Metals
(ICMM), termasuk 10 Prinsip Pembangunan Berkelanjutan terhadap
seluruh perusahaan. Penjaminan eksternal atas
laporan WTSD 2014 ini dilakukan oleh Corporate
Integrity sesuai dengan Tata Laksana Kerangka
Kerja Pembangunan Berkelanjutan ICMM
(International Council on Mining and Metals). Sejak
2009, penjaminan eksternal telah selesai dilakukan di semua kegiatan
operasional yang aktif. Kami tetap melakukan penjaminan eksternal
setiap tiga tahun di semua lokasi kegiatan operasional utama, dengan
frekuensi penjaminan yang lebih besar pada kegiatan operasi yang
memiliki risiko atau peluang keberlanjutan yang lebih tinggi. Pernyataan
Penjaminan 2014 dapat dilihat di halaman 36.
GLOBAL REPORTING INITIATIVE/GRI
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan pedoman pelaporan
Global Reporting Initiative (GRI) G3 selama tujuh tahun dan
telah sesuai dengan versi 3.0 dari Mining and Metals Sector
Supplement selama lima tahun berturut-turut. Detail indeks
GRI telah dimuat pada website perusahaan. Kami memiliki
surat pernyataan untuk laporan ini, dimana isinya mengacu pada
GRI dan berada di level aplikasi A+ pada Pedoman Pelaporan
Keberlanjutan GRI G3. Kami tengah menyusun laporan sesuai
pedoman GRI G4 untuk tahun 2015.
PERNYATAAN KEHATI-HATIAN
(CAUTIONARY STATEMENT)
Laporan ini memuat pernyataan-pernyataan perkiraan ke depan, dimana
kami membahas berbagai faktor yang dinilai berpotensi berdampak
terhadap kinerja kami ke depan. Pernyataan perkiraan ke depan adalah
semua pernyataan selain pernyataan tentang fakta historis, seperti
pernyataan terkait rencana produksi dan besaran penjualan. Kami
mengingatkan para pembaca, bahwa hasil aktual dapat berbeda secara
materiil dengan rencana yang disampaikan dalam penyataan perkiraan
ke depan. Faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan perbedaan
antara hasil aktual dengan rencana pada pernyataan perkiraan ke depan
dijabarkan di dalam Laporan Tahunan Freeport-McMoRan pada
Formulir 10-K hingga Desember 31, 2014 yang telah diserahkan
kepada Securities dan Exchange Commission dan dimuat di website
kami www.fcx.com.
NILAI INTI KAMI
Sumber daya mineral yang kami
kembangkan dan pasarkan
merupakan nilai inti perusahaan
dengan berfokus pada nilai
berkelanjutan. Mineral tersebut
menjadi bagian penting dalam
membangun infrastruktur, serta
menjadi unsur penting sebagai
penggerak ekonomi dunia.
Pengelolaan yang bertanggung
jawab disertai kemitraan yang
kokoh dengan pemangku
kepentingan menaungi nilai inti
kami, agar dapat berkontribusi bagi
pembangunan yang berkelanjutan.
Tembaga
(Cuprum/ Cu)
Emas (Aurum/
Au)
Molibdenum
(Molybdenum/
Mo)
Kobalt (Cobalt/
Co)
Minyak
Gas Alam
DAFTAR ISI
4 Surat Kepada Pemangku Kepentingan
6 Pendekatan Kami
10 Area Keberlanjutan Kami
12 Target Kinerja
13 Ketenagakerjaan
15 Keselamatan dan Kesehatan
18 Etika Bisnis
20 Hak Asasi Manusia / HAM
23 Masyarakat
28 Lingkungan Hidup
35 Data Kecenderungan
36 Pernyataan Penjaminan
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
1
MADDEN, WYOMING
HENDERSON, COLORADO
CALIFORNIA
CLIMAX, COLORADO
HAYNESVILLE, LOUISIANA
GULF OF MEXICO SHELF
DEEPWATER GULF OF MEXICO
MORENCI, ARIZONA
SIERRITA, ARIZONA
BAGDAD, ARIZONA
TYRONE, NEW MEXICO
SAFFORD, ARIZONA
CHINO, NEW MEXICO
MIAMI, ARIZONA
CERRO VERDE, PERU
Tembaga (Cuprum/ Cu)
Emas (Aurum/ Au)
EL ABRA, CHILE
Molibdenum (Molybdenum/ Mo)
Kobalt (Cobalt/ Co)
Minyak
Gas Alam
OPERASIONAL
TAMBANG
AMERIKA UTARA
CADANGAN Cu 35,6 miliar lbs
12/31/14
Au 0,3 juta ozs
Mo 2,4 miliar lbs
AMERIKA SELATAN
INDONESIA
AFRIKA
JUMLAH TOTAL
Cu 31,8 miliar lbs
Mo 0,7 miliar lbs
Cu 29,0 miliar lbs
Au 28,2 juta ozs
Cu
Co
Cu 103,5
Au 28,5
Mo 3,1
Co 0,9
7,1 miliar lbs
0,9 miliar lbs
MINYAK DAN GAS
AMERIKA SERIKAT
Minyak
Gas Alam
Gas Alam Cair
MMBOE
278MMBbls
610Bcf
10MMBbls
390
Catatan: lbs=pon; ozs=ons; MMBbls=juta barel; Bcf=miliar kaki kubik; MMBOE=juta barel minyak ekuivalen.
2
miliar lbs
juta ozs
miliar lbs
miliar lbs
OPERASI
GRASBERG, INDONESIA
TENKE FUNGURUME, DEMOCRATIC REPUBLIC OF CONGO
IKHTISAR KONTRIBUSI EKONOMI UTAMA BERDASARKAN WILAYAH OPERASI
Untuk tahun berakhir
31 Desember 2014 (USD juta)
Amerika
Utara a
Amerika
Selatan
Indonesia
Eropa
Afrika
Negara
Lain
Pembayaran kepada pemasok
Upah dan tunjangan karyawan
Pembayaran kepada pemodal:
Dividen
Bunga
Pembayaran kepada pemerintah
Investasi bagi masyarakat d
USD 4.129
1.666 b
USD 1.032
433
USD 1.219
564
USD 2.706
105
USD 529
126
USD 5
USD 9.615
2.909
1.305
832
753
72
340
11
646
9
1
12
284
92
13
13
-
55
43
25
-
1.701
868
1.739
198
USD 8.757
USD 4.271
USD 2.481
USD 1.785
USD 2.172
USD 935
USD 2.837
USD 65
USD 778
USD 159
USD 5
-
USD 17.030
USD 7.215
Manfaat ekonomi langsung
Belanja modal e
c
Total
Catatan: Angka-angka tersebut utamanya diperoleh dari data segmentasi laporan terbuka Freeport-McMoRan, termasuk angka-angka dari FM O&G. Untuk melihat pengungkapan data
segmentasi Freeport-McMoRan sesuai prinsip akuntansi GAAP, silahkan ke halaman 188-192 pada Form 10K 2014.
a. Termasuk hasil perusahaan induk
b. Termasuk upah karyawan dan keuntungan modal untuk properti FM O&G minyak dan gas senilai USD 100 juta.
c. Tidak termasuk pajak penghasilan karyawan, dividen, pajak bumi dan bangunan, dan pajak-pajak lain yang termasuk dalam pembayaran kepada pemasok dan dalam pembayaran
dividen. Rekonsiliasi terhadap jadwal Pembayaran Tunai kepada Pemerintah untuk 2014 pada halaman 19 dapat dilihat di website (www.fcx.com) kami.
d. Silahkan melihat halaman 23 di laporan untuk uraian tentang investasi kami bagi masyarakat.
e. Termasuk biaya proyek investasi, yang mencakup pembayaran tambahan kepada pemasok, upah dan tunjangan karyawan, serta pembayaran kepada pemodal.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
3
SURAT KEPADA PEMANGKU KEPENTINGAN
KEPADA PARA PEMANGKU KEPENTINGAN
Kami berbahagia dapat menyajikan Laporan Berkarya Menuju
Pembangunan Berkelanjutan 2014 yang menyoroti program-program
tanggung jawab sosial perusahaan, serta melaporkan hasil kemitraan
kami dengan para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangantantangan utama di dalam usaha kami. Tema dari laporan tahun ini
adalah “Nilai Inti Kami”, yang mencerminkan pandangan optimis
perusahaan terhadap berbagai aset sumber daya alam berskala besar
dan tersebar secara geografis. Semangat kami untuk menciptakan
nilai berkelanjutan melalui rekam jejak dalam pengelolaan kegiatan
operasional secara efisien serta menjalankan rencana pengembangan agar
tercapai pertumbuhan dan perolehan finansial ke depan. Kemitraan yang
kokoh dengan pemangku kepentingan adalah inti nilai tersebut.
pengairan di Peru hingga program-program kesehatan masyarakat kelas
dunia di Republik Demokratik Kongo (RDK) dan Indonesia, serta
prakarsa pelatihan komprehensif di Amerika Serikat, kami melakukan
investasi apabila kami dinilai hal tersebut dapat memberi kontribusi
jangka panjang yang memenuhi kebutuhan saat ini maupun masa yang
akan datang. Mengingat usia operasional yang panjang dari tambangtambang kami, maka Perusahaan berharap melakukan investasi untuk
masyarakat setempat dalam beberapa tahun mendatang.
Sepanjang 2014, kami menyelesaikan perluasan besar di tambang
terkemuka kami, di tambang Morenci, Arizona. Selain berbagai kegiatan
konstruksi untuk memperluas kegiatan operasional Cerro Verde di Peru
sebesar tiga kali lipat, yang diharapkan rampung di akhir 2015. Teknologi
pengolahan mutakhir yang digunakan pada proyek-proyek tersebut
Keselamatan 80.000 tenaga kerja menjadi prioritas utama serta
akan mengurangi secara signifikan kebutuhan energi
merupakan fokus penting dari tim manajemen
per ton bijih yang diolah, dibanding sistem yang
kami. Pada 2014, tercatat tingkat insiden terendah
Pada
intinya,
kami
lama. Kami tengah melakukan pembaharuan turbin
dalam sejarah perusahaan. Namun demikian, kami
berkomitmen
pada sarana pembangkit listrik di RDK, dengan
menyayangkan pencapaian tersebut diikuti oleh
meningkatkan kehandalan kapasitas pembangkit
tujuh kasus cedera fatal, termasuk enam kasus
memberi manfaat
dengan emisi nol, di Provinsi Katanga dimana
pada kegiatan operasional Grasberg di Indonesia.
jangka panjang
kegiatan pertambangan Tenke Fungurume berlokasi.
Kami telah mengevaluasi situasi dan kondisi sekitar
yang
signifikan
Kegiatan penambangan kami di daerah beriklim
peristiwa-peristiwa tersebut sebagaimana layaknya
dari
kegiatan
kering masih berfokus pada aktivitas penggunaan air
pada setiap kejadian yang menyangkut keselamatan,
secara efisien, disertai tingginya upaya pemanfaatan
guna memahami akar masalah dan menentukan
operasional kami
air daur ulang.
adanya peluang untuk menerapkan kendali kritis baru
kepada masyarakat
maupun yang perlu ditingkatkan dalam operasional
Pada 2015, kami memperbaharui kebijakan
serta pemerintahan
kami. Kami berupaya menghilangkan setiap potensi
Perusahaan terkait Lingkungan Hidup, Keselamatan
setempat.
bahaya melalui implementasi kendali rekayasa apabila
dan Kesehatan, serta kebijakan Masyarakat, yang
memungkinkan. Kami tetap menjalin kerja sama
mencantumkan komitmen tersebut di operasional
dengan para ahli keselamatan industri dalam rangka
kami. Menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) sudah menjadi
meningkatkan Inisiatif Pencegahan Fatalitas yang telah kami prakarsai,
komitmen Freeport-McMoRan sejak lama, dan kebijakan kami tentang
serta meniadakan angka kematian.
HAM pun telah menjalani penyegaran agar praktik uji tuntas kami
terkait HAM selaras dengan prinsip dan pedoman United Nations
Kami menghadirkan peluang pertumbuhan yang menggembirakan
Guiding Principles on Business and Human Rights, termasuk dalam
terkait rekam jejak kami saat ini, yang memungkinkan untuk tetap
menerapkan penilaian dampak dan resiko. Penilaian Dampak HAM
mengembangkan hubungan dan kemitraan yang telah terjalin. Pada
yang belum lama ini rampung disusun di tingkat korporasi memaparkan
intinya, Perusahaan berkomitmen memberi manfaat jangka panjang
perkembangan program-program tersebut.
yang signifikan dari kegiatan operasional kami kepada masyarakat
serta pemerintahan setempat. Mulai dari berbagai proyek infrastruktur
4
SURAT KEPADA PEMANGKU KEPENTINGAN
Seiring kinerja Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dunia akan
produk kami, perhatian terhadap kinerja lingkungan hidup dan sosial
juga meningkat. Kami telah membentuk sebuah tim ketatagunaan
(stewardship) produk dari multi-disiplin ilmu dan berasal dari berbagai
negara untuk memantau peningkatan prakarsa pengadaan (sourcing)
yang bertanggung jawab serta pemenuhan persyaratan yang timbul,
selain ekspektasi terhadap lingkungan usaha, masyarakat dan konsumen.
Kami tetap melibatkan para pelanggan, asosiasi usaha, serta pemangku
kepentingan lain dalam kegiatan kami terkait konteks komersial dan
atribut operasional dan produk kami yang menjadi hal utama bagi masa
depan berkelanjutan.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada karyawan atas kerja keras,
dedikasi dan komitmen terhadap keberhasilan Perusahaan, serta kepada
Dewan atas kebijaksanaan, pertimbangan dan saran yang telah diberikan
seiring upaya kami dalam berkarya menuju pembangunan berkelanjutan.
JAMES R. MOFFETT
RICHARD C. ADKERSON
JAMES C. FLORES
Chairman of the Board
Vice Chairman of the Board
President and
Chief Executive Officer
Vice Chairman of the Board
President and Chief Executive Officer
Freeport-McMoRan Oil & Gas LLC
10 Juni 2015
Foto: inti yang diperoleh dari kegiatan pemboran eksplorasi di wilayah
mineral Tenke Fungurume di provinsi Katanga, Republik Demokratik Kongo.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
5
PENDEKATAN KAMI
K
ami kerap berpartisipasi secara berkala dalam berbagai kegiatan bersama sejumlah pihak
untuk membahas beragam isu penting terkait oleh sektor pertambangan. Menurut beberapa
pihak, sektor pertambangan tengah menghadapi tantangan ekstrim dalam jangka pendek
maupun menengah, dan sektor ini perlu menerapkan model bisnis baru, meningkatkan inovasi,
bermitra dengan masyarakat, serta menemukan cara-cara baru untuk melibatkan para pemangku
kepentingan.
Di Freeport-McMoRan, masa depan kami sangat cerah. Kami memiliki rekam jejak dinamis
terdiri dari aset pertambangan berumur panjang dan berada pada posisi untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan tembaga – bahan dasar yang digunakan untuk sejumlah besar
produk yang menjadi andalan konsumen dimanapun, termasuk di belahan dunia yang hendak
meningkatkan taraf kehidupannya. Sebagai perusahaan tambang terdepan dengan operasi global,
kami memahami dan mengakui adanya tantangan yang dihadapi. Kami pun paham bahwa harus
senantiasa bekerja keras untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini karena tambang masa
depan menuntut penggunaan teknologi inovatif dengan biaya lebih rendah. Pelibatan pemangku
kepentingan, berikut kemitraan pemerintah dan swasta perlu ditingkatkan dalam melakukan
investasi sosial, serta tanggap terhadap berbagai resiko dan peluang yang dapat mempengaruhi
pengembangan sumberdaya secara tepat waktu.
Prinsip kegiatan produksi yang aman menjadi landasan yang kokoh untuk membangun
tambang yang akan tetap aktif, hingga beberapa dasawarsa kemudian. Kami memanfaatkan
skala ekonomis maupun efisiensi modal sekaligus menggunakan teknologi yang bertujuan
meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya. Karyawan Freeport-McMoRan merupakan duta
pembangunan berkelanjutan di dalam komunitasnya masing-masing, serta menjadi penghubung
dengan masyarakat agar usaha kami dapat diterima berdasarkan informasi yang disampaikan.
Pengembangan tambang-tambang kami akan berlanjut melalui hubungan baik yang dibangun
diatas kepercayaan dan kerja keras agar bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.
Melalui laporan ini, kami menyampaikan pencapaian ketenangakerjaan kami dari hari ke hari
terkait isu-isu utama, termasuk isu terkini, yang berdampak pada perusahaan maupun pemangku
kepentingan kami.
Freeport McMoRan Oil &
Gas LLC
Fokus utama dari Laporan Berkarya
Menuju Pembangunan Berkelanjutan
ini adalah pada kegiatan operasional
kami di bidang pertambangan dan
logam yang mengimplementasikan
program-program yang dikembangkan
sejalan dengan Kerangka Kerja ICMM
untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Kendati kegiatan minyak dan gas
kami berada di luar batasan kerangka
kerja tersebut, FM O&G dijalankan
sesuai dengan semua kebijakan
dan struktur tata kelola FreeportMcMoRan. Beroperasi dibidang industri
yang diatur secara ketat di Amerika
Serikat, FM O&G menjalankan sistem
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
dan lingkungan hidup serta prosedur
tanggap darurat yang diaudit. Usaha
ini pun memiliki mekanisme pelibatan
pemangku kepentingan, terutama
sekeliling kegiatan kami di daratan
yang berdekatan dengan wilayah padat
penduduk.
Karena sifatnya, usaha kami berdampak pada lingkungan hidup dan masyarakat disekitar kegiatan kami. Kami berupaya
mengurangi dampak tersebut sejauh yang dimungkinkan, melalui tindakan pengendalian dan remediasi yang mutakhir. Kami
membangun infrastruktur, mendukung upaya kesehatan, keselamatan dan pendidikan, serta menciptakan peluang kerja dan
pengembangan usaha bagi masyarakat setempat. Produk yang kami hasilkan sangat penting bagi keberlanjutan dan kehidupan
yang lebih baik. Dalam rangka memasok sumber daya alam yang esensial bagi generasi saat ini maupun generasi masa depan,
kami dipandu oleh tujuan, prinsip dan kebijakan yang telah kami canangkan, dan senantiasa berupaya meningkatkan program
pembangunan berkelanjutan Perusahaan.
PENDEKATAN KAMI TERDIRI DARI TIGA UNSUR INTI
6
EKONOMI
LINGKUNGAN HIDUP
SOSIAL
Meningkatkan keahlian
dalam pengoperasian
dan keuangan, teknologi
dan rantai pasokan yang
kami miliki guna menjamin
keberadaan Perusahaan
selaku entitas bisnis yang
senantiasa berkelanjutan.
Mengevaluasi aspek-aspek
lingkungan hidup secara
terus menerus dalam
lingkaran kehidupan setiap
proyek guna meminimalkan
dampak-dampak negatif
dan mengedepankan
peluang.
Beroperasi secara aman, serta menjunjung dan
menghormati HAM. Melakukan pelibatan pemangku
kepentingan internal maupun eksternal secara terbuka dan
transparan, serta memenuhi semua komitmen dalam rangka
membangun kepercayaan. Meningkatkan kemampuan
Perusahaan dalam memperoleh izin operasi, serta menjamin
bahwa kami memiliki tenaga kerja yang berdedikasi.
PENDEKATAN KAMI
PRINSIP PERILAKU BISNIS
Nilai-nilai tercantum secara rinci dalam Prinsip Perilaku Berbisnis
Perusahaan menjabarkan prinsip global yang harus diikuti tenaga kerja
kami pada setiap kegiatan – mulai dari kepatuhan terhadap peraturan
dan undang-undang, serta menghindari benturan kepentingan,
hingga membangun hubungan positif bersama masyarakat setempat.
Kode Perilaku Bagi Pemasok (The Freeport-McMoRan Supplier Code of
Conduct) yang berlaku di Freeport-McMoRan menetapkan ekspektasi
kami terhadap mitra rantai pasokan terkait berbagai bidang termasuk
keselamatan, anti korupsi, lingkungan hidup dan HAM.
Selain berbagai standar dan prakarsa eksternal, kebijakan pendukung
kami membentuk kerangka kerja menyeluruh yang memandu program
keberlanjutan kami. Kerangka kerja ini pun ditopang oleh tata kelola
dan sistem manajemen internal yang menjelaskan secara terperinci
bagaimana kami beroperasi.
TATA KELOLA
Secara keseluruhan, Dewan Direksi Freeport-McMoRan (Dewan)
bertanggung jawab atas pengawasan terhadap risiko, disertai kajian
di bidang-bidang tertentu yang dilakukan oleh komite dewan terkait,
yang melapor kepada seluruh anggota Dewan. Dalam menjalankan
peran pengawasannya, dewan meninjau, mengevaluasi dan membahas
bersama anggota manajemen yang bersangkutan untuk memastikan
apakah proses pengelolaan risiko yang dirancang dan diimplementasi
oleh manajemen sudah memadai dalam mengidentifikasi, menilai,
menanggulangi dan mengurangi risiko material yang dihadapi
perusahaan. Selain itu, sebagaimana tercermin dalam Prinsip Perilaku
Bisnis kami, Dewan bertujuan menetapkan arahan yang menyuarakan
komitmen kuat Dewan terhadap perilaku beretika.
Komite Dewan berfungsi membantu dewan memenuhi tanggung
jawab pengawasannya terkait berbagai bidang risiko. Setiap
komite secara berkala menyampaikan laporan keseluruhan kepada
Dewan. Komite Tanggung Jawab Korporasi pada Dewan kami
bertanggung jawab mengawasi kebijakan dan program kesehatan dan
keselamatan sehubungan dengan manajemen risiko terkait kebijakan
dan program keselamatan dan kesehatan, kebijakan lingkungan
hidup dan penerapannya, kebijakan dan praktik HAM, program
kesehatan masyarakat dan permasalahan kesehatan publik maupun
medis, kebijakan dan praktik kemasyarakatan, hubungan dengan
pemerintah dan pemangku kepentingan, investasi sosial dan program
pembangunan berkelanjutan, kontribusi amal, serta kegiatan politik
dan proses belanja perusahaan. Komite memantau data utama tentang
kinerja dan menerima arahan terkait tantangan dan isu terkini di
bidang-bidang tersebut.
tindakan koreksi yang dilakukan untuk mencegah kecelakaan ke
depan, peningkatan terhadap program pencegahan fatalitas, serta
perbaikan prosedur dan praktik keselamatan perusahaan. Selain itu,
sepanjang tahun tersebut Komite Tanggung Jawab Korporasi mengkaji
audit eksternal terhadap lingkungan hidup pada kegiatan operasional
PTFI, layanan kesehatan masyarakat di Indonesia dan RDK, serta
upaya penanggulangan kolera dan program air bersih di RDK,
program sosial secara global dan pembiayaannya, upaya pelibatan
masyarakat, pemulihan dan peningkatan habitat, berbagai program
perlindungan satwa liar yang disponsori oleh Perusahaan, serta
kegiatan politik dan proses belanja perusahaan. Komite Tanggung
Jawab Korporasi melapor kepada dewan kami, yang melakukan
pengawasan atas segala hal, termasuk kelangsungan ekonomi
perusahaan – yang merupakan unsur pertama dalam pendekatan kami
terhadap pembangunan berkelanjutan.
Dewan meyakini, bahwa komunikasi menyeluruh dan terbuka antara
manajemen senior dan dewan mutlak diperlukan agar pengawasan
risiko menjadi efektif. Ketua dan Wakil Ketua Dewan bertemu
secara berkala dengan manajemen senior guna membahas beragam
hal termasuk strategi bisnis, peluang, tantangan dan risiko utama
yang dihadapi perusahaan, serta strategi penanggulangan risiko yang
dikedepankan oleh manajemen. Dewan mengawasi arahan strategis
perusahaan, serta mempertimbangkan potensi penghargaan dan
risiko yang timbul dari peluang dan tantangan bisnis Perusahaan,
serta memantau perkembangan dan pengelolaan risiko yang
berdampak pada sasaran strategis kami.
Program kompensasi untuk para eksekutif kami dirancang dan
dikelola oleh sebuah Komite Kompensasi dari Dewan. Sepanjang
2014, komite tersebut telah mengembangkan suatu scorecard (sistem
penilaian) untuk mengukur kinerja tanggungjawab lingkungan
hidup dan sosial di tahun 2015. Untuk sistem penilaian tersebut,
komite menimbang kinerja lingkungan hidup berdasarkan sanksi
lingkungan hidup, tumpahan yang dapat dilaporkan, serta teguran
terkait pelanggaran. Sehubungan dengan kategori tanggung jawab
sosial, komite telah menimbang penilaian dampak HAM di tingkat
korporasi agar lebih mengintegrasikan UN Guiding Principles on
Business and Human Rights dengan program Perusahaan, investasi
dalam program masyarakat, serta umpan balik pihak ketiga dan
rekognisi terhadap program keberlanjutan kami. Evaluasi terus
dilakukan terhadap kinerja keselamatan yang diukur dengan total
angka kejadian yang dapat direkam, sebagai bagian dari program
kompensasi untuk para eksekutif.
Sepanjang 2014, Komite Tanggung Jawab Korporasi menerima
berbagai laporan dan menimbang sejumlah hal dengan fokus utama
pada keselamatan, termasuk meninjau akar masalah kecelakaan fatal,
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
7
PENDEKATAN KAMI
DEWAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Dewan Pembangunan Berkelanjutan di Freeport-McMoRan
menyusun panduan strategis dan operasional terkait komitmen kami
terhadap keberlanjutan. Tim tersebut didukung oleh Executive Vice
President and Chief Administrative Officer kami, dan dipimpin Vice
President of Environmental Services and Sustainable Development.
Tim tersebut terdiri dari ketua unit usaha serta personil senior pada
fungsi-fungsi keselamatan, rantai pasok, sumberdaya manusia,
penjualan, kepatuhan, serta tata guna lahan dan air.
Selama 2014, tim telah meninjau dan menyelesaikan permasalahan
dan proyek-proyek penting termasuk:
•
•
•
•
•
•
•
Pembaharuan Kebijakan-Kebijakan perusahaan terkait
Kesehatan dan Keselamatan, Lingkungan, Hak Asasi Manusia
(HAM) dan Masyarakat, yang mencerminkan komitmen kami
saat ini terhadap program pembangunan berkelanjutan.
Tinjauan atas proses dan hasil Analisa Dampak Hak Asasi
Manusia (Human Rights Impact Assessment/ HRIA) yang
dilakukan pada tingkat korporasi, serta perencanaan pelaksanaan
(HRIA) pada tingkat lokasi di kegiatan operasi TFM di RDK.
Pemantauan terhadap peraturan baru serta inisiatif terkait
pengawasan produk dan akses pasar.
Tinjauan atas pengelolaan proyek jangka panjang untuk
pengelolaan dan pengadaan air.
Tinjauan atas prioritas aspek pelaporan berdasarkan materialitas,
dengan mempertimbangkan masukan dari pemangku
kepentingan dalam rangka persiapan menyusun laporan sesuai
dengan pedoman GRI G4, dimulai dari Laporan Berkarya
Menuju Pembangunan Berkelanjutan 2015.
Implementasi Kerangka Kerja Pembangunan ICMM, termasuk
hasil pengamatan dan rekomendasi dari program penjaminan
eksternal pada tingkat lokasi.
Evaluasi beragam topik dan pembelajaran melalui partisipasi
di dalam asosiasi-asosiasi multi industri yang berfokus pada
keberlanjutan.
KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Dalam perencanaan awal, kami menyadari keterlibatan dan
pendekatan yang efektif dengan pemangku kepentingan utama untuk
menciptakan peluang kerjasama yang saling menguntungkan kedua
belah pihak dan mengurangi risiko-risiko keberlanjutan dari rencanarencana kami. Melihat hal itu, kami mencari kemitraan strategis
dengan pemerintah setempat, masyarakat dan mitra pembangunan
guna menjamin keberlangsungan proyek kami seraya memberi
manfaat yang signifikan.
Departemen Pembangunan Berkelanjutan dan personil senior dari
Freeport McMoRan melakukan kerjasama secara rutin dengan
komunitas pemodal yang memiliki tanggung jawab serta organisasi
non pemerintah, melalui pertemuan langsung dan kunjungan lokasi,
konferensi jarak jauh, pertanyaan melalui email, dan berbagai
konferensi. Pada 2014, tim korporasi kami melibatkan lebih dari 50
organisasi pemodal, kantor riset keberlanjutan, lembaga keuangan
8
Mantan Menteri Energi dan Tambang Peru, Eleodoro Mayorga (ketiga kiri), dan
manajemen Cerro Verde mengamati pembangunan sarana pengolahan air limbah
yang akan meningkatkan kualitas air di wilayah Arequipa. Sarana tersebut menambah
pasokan air yang ada guna mendukung perluasan sarana konsentrator hingga menjadi
360.000 metrik ton per hari.
dan organisasi non pemerintah dalam pembahasan berbagai
topik termasuk tentang pencegahan kejadian fatal, pengelolaan
lingkungan, transparansi terkait pendapatan, hak asasi manusia,
program relokasi hunian, sumber daya air, dan pengembangan
masyarakat.
Setiap tim di tingkat operasional secara rutin melibatkan pemangku
kepentingan dari masyarakat setempat, lembaga pembangunan, dan
organisasi nonpemerintah. Operasional tambang kami menjaga/
melaksanakan program lima tahunan pelibatan dan pengembangan
masyarakat yang mengidentifikasi pihak-pihak yang terkena dampak
atau berkepentingan, serta program pelibatan dan konsultasi yang
sedang berjalan. Permasalahan yang diungkap melalui pelibatan
pemangku kepentingan membantu memaparkan risiko dan peluang
yang berhasil diidentifikasi melalui setiap daftar risiko pembangunan
berkelanjutan, dan membantu dalam pengembangan strategi
investasi sosial. Hasil dari pelibatan ratusan entitas tersebut terjadi
melalui yayasan masyarakat, sistem formal untuk penyampaian
keluhan, lokakarya, kelompok partisipatif maupun kelompok
utama, pertemuan dewan kota, serta berbagai survei. Pelibatan
pemangku kepentingan juga terjadi melalui proses konsultasi
bersama pemerintah daerah dan kelompok masyarakat setempat,
diantaranya masyarakat lokal. Hal ini merupakan bagian dari rencana
pengembangan bisnis tembaga kami.
KETATAGUNAAN PRODUK (PRODUCT STEWARDSHIP)
Ketertarikan terhadap kinerja lingkungan dan sosial di dalam
rantai nilai perusahaan, diantara kelompok-kelompok pemangku
kepentingan makin meningkat. Kami memandang kecenderungan ini
sebagai peluang untuk mensosialisasikan pentingnya produk kami bagi
masa depan yang berkelanjutan, serta kinerja dari kegiatan operasional
kami. Namun demikian kami mengharapkan komunikasi yang
efektif dan efisien, serta hati-hati melangkah terkait potensi adanya
peraturan, kebijakan, dan prakarsa yang berlebihan atau tidak perlu
atau permintaan untuk memperoleh informasi tentang produk kami
dan keberlanjutan pada kegiatan operasional perusahaan.
PENDEKATAN KAMI
kami juga dilakukan inspeksi rutin oleh lembaga regulator atau
kementerian dari pemerintahan setempat. Sistem manajemen
pengelolaan kesehatan dan keselamatan serta pengelolaan lingkungan
di setiap lokasi operasional kami masing-masing telah meraih
sertifikasi independen Occupational Health and Safety Assessment Series
(OHSAS) 18001 dan International Organization for Standardization
(ISO) 14001.
Produksi kobalt hidroksida di Pertambangan Tenke Fungurume (TFM)
Agar dapat tetap menjadi suatu entitas bisnis yang terus berjalan, kami
perlu mempertahankan akses pasar bagi produk kami secara jangka
panjang. Oleh karena itu, kami telah membentuk suatu tim koordinasi
multi fungsi yang secara rutin menjalankan koordinasi untuk
memperhatikan agenda yang antara lain mencakup:
•
Sikap tanggap terhadap permintaan informasi uji tuntas yang
diajukan oleh pihak di dalam rantai nilai.
•
Analisa dan masukan terkait peraturan, kebijakan atau prakarsa
yang tengah dikembangkan.
•
Pelacakan dan pengenalan terhadap pekerjaan penatagunaa
produk yang dilakukan oleh International Copper Association,
ICMM, Cobalt Development Institute, International
Molybdenum Association serta organisasi lain
•
Komunikasi proaktif di dalam rantai nilai dengan pemangku
kepentingan lain terkait pengawasan secara bersama dan atribut
kinerja keberlanjutan yang ada pada masing-masing produk dan
operasi kami.
•
Persyaratan wajib kepatuhan.
Kendati unit fungsi penatagunaan produk melapor kepada Vice
President of Environmental Services and Sustainable Development,
koordinasi dilakukan bersama dengan tim-tim penjualan produk
kami. Kami melibatkan pelanggan hilir maupun badan pemerintahan
internasional di bidang keberlanjutan, serta memperhatikan bidangbidang spesifik terkait lingkungan dan kesehatan masyarakat yang
berdampak terhadap akses pasar bagi berbagai produk kami.
AUDIT DAN PENILAIAN
Guna memastikan tercapainya komitmen terhadap kebijakan serta
tujuan perusahaan, maka kami menerapkan program audit dan
penilaian bersama dengan program tahunan bagi penjaminan di
tingkat operasional atas Kerangka Kerja Pembangunan Berkelanjutan
ICMM. Pada setiap kegiatan operasional utama dilakukan suatu
audit internal komprehensif (termasuk kontraktor) terhadap sistem
manajemen lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja
setidaknya satu kali dalam dua tahun. Di dalam kegiatan operasional
Sistem tersebut termasuk pelacakan tindakan koreksi dan pencegahan
atas temuan audit internal maupun eksternal. Audit eksternal
lingkungan tiga tahunan terkini di PTFI telah selesai dilakukan
pada 2014, dan hasilnya dapat dilihat di website kami. Dari waktu
ke waktu, pelanggan kami maupun lembaga keuangan juga meminta
untuk melakukan audit atau berfokus pada keberlanjutan di sejumlah
fasilitas tertentu, tergantung kondisi geografis dan tahapan rangkaian
operasional perusahaan yang tengah dilaluinya. Seiring berlanjutnya
implementasi kami atas Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan HAM
PBB, kami telah memulai penilaian dampak HAM di setiap lokasi
operasi TFM kami di RDK.
DAFTAR RiSIKO TERHADAP PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN
Kerangka kerja pembangunan berkelanjutan Freeport-McMoRan
dirancang agar sejalan dengan Kerangka Kerja Pembangunan
Keberlanjutan ICMM yang spesifik pada lokasi masing-masing.
Sejak 2009, kerangka kami mengalami evolusi terus-menerus
dengan tingkat penerapan yang berbeda-beda pada setiap kegiatan
operasional. Hal mendasar pada kerangka kerja kami adalah proses
Daftar Risiko Pembangunan Berkelanjutan, yang prioritasnya ada
pada tantangan dan peluang di bidang keselamatan, lingkungan
hidup, sosial, ekonomi dan rantai nilai, berdasarkan persepsi
kami tentang potensi dampak terhadap usaha Perusahaan serta
tingkat kepentingan topik tersebut bagi pemangku kepentingan.
Selaku bagian dari proses tersebut, setiap tim manajemen setempat
menggunakan matriks dengan kategori konsekuensi termasuk
dari dampak keselamatan, masyarakat, lingkungan, dan produksi.
Departemen Pembangunan Berkelanjutan kami bekerja sama dengan
tim-tim manajemen operasional mengkaji setiap proses agar prioritas
risiko usaha yang utama terjaga, dan penerapan, serta rencana
pemantauan terkait terlaksana. Setiap tahun, sebuah tim korporasi
lintas fungsi terdiri dari personil senior menganalisa Daftar Resiko
Pembangunan Berkelanjutan dari kegiatan operasional yang utama.
Proses ini memberi mekanisme yang berguna untuk memastikan
agar profil risiko dipahami secara bersama pada tingkat operasional
maupun korporasi.
Area fokus keberlanjutan yang berhasil diidentifikasi melalui
proses Daftar Risiko Pembangunan Berkelanjutan ditinjau setiap
tahun oleh Dewan Pembangunan Berkelanjutan dan selanjutnya
dikomunikasikan dengan Ketua dan Wakil Ketua Komite Tanggung
jawab Korporasi. Pada tahun-tahun terakhir, area fokus tersebut tidak
banyak mengalami perubahan dan diuraikan di halaman berikut
sepanjang laporan ini.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
9
AREA KEBERLANJUTAN KAMI
Aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) di dalam wilayah operasional Tenke Fungurume Mining
HAK ASASI MANUSIA
Kegiatan opersional kami dapat terkena dampak negatif dari resiko keamanan yang timbul dari berbagai peristiwa atau kegiatan termasuk
dinamika politik, mogok kerja buruh, penambangan tanpa izin, dan konflik dengan masyarakat. Voluntary Principles on Security and Human Rights
atau Azas-azas Sukarela untuk Keamanan dan Hak Asasi Manusia menjadi pedoman bagi kami dalam menjalankan program keamanan dan
HAM, interaksi dengan personil polisi maupun militer dari pemerintahan setempat, serta terkait kontraktor pengamanan swasta. Kami pun telah
mengintegrasikan UN Guiding Principles on Business and Human Rights ke dalam sistem usaha Perusahaan. (hal. 20)
HUBUNGAN PERBURUHAN
Pada 31 Desember 2014, secara global 48 persen dari tenaga kerja kami tercakup dalam perjanjian kerja bersama, dan 28 persen karyawan kontrak
yang akan berakhir pada tahun 2015, termasuk perjanjian yang mencakup karyawan di Indonesia. Kami terus menjalin hubungan secara terbuka
dengan karyawan maupun serikat pekerja untuk melancarkan perundingan perjanjian perburuhan, dengan menyadari bahwa mogok kerja yang
berkepanjangan dapat merugikan Perusahaan maupun pemangku kepentingan lokal dan regional. (p. 14)
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Kami memiliki, menyewa dan mengelola lahan luas di berbagai belahan dunia, yang di beberapa lokasi tertentu berada di dalam atau berdekatan
dengan wilayah yang memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Kami mengelola kegiatan operasional kami dengan cara mengidentifikasi
dampak dan apabila memungkinkan, menjalankan tindakan pelestarian dan peningkatan keanekaragaman hayati, termasuk kegiatan reklamasi.
(hal. 32)
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Keselamatan tenaga kerja pada setiap kegiatan operasional menjadi prioritas utama. Walaupun kami berhasil mencetak prestasi Total Angka
Kejadian Yang Dapat Dicatat terendah sepanjang sejarah perusahaan, namun kami menyayangkan terjadinya tujuh kejadian fatalitas di 2014.
Perusahaan senantiasa berupaya meniadakan kejadian fatalitas dengan melakukan identifikasi dan menerapkan kendali kritis dengan didukung
pelatihan teknis serta komunikasi di seluruh tingkatan tenaga kerja. (hal. 15)
KORUPSI
Selaku perusahaan dengan kegiatan global, usaha kami mungkin saja terkena dampak akibat korupsi. Kegiatan kami di negara lain wajib mentaati
undang-undang Amerika Serikat khususnya U.S. Foreign Corrupt Practices Act selain undang-undang anti korupsi dan anti suap serupa yang
berlaku pada lokasi dimana kami beroperasi. Setiap pelanggaran undang-undang tersebu dapat berakibat hukuman pidana atau denda perdata
maupun berbagai sanksi lainnya, litigasi dan dicabutnya izin operasi kami, selain pencemaran reputasi Perusahaan. (hal. 18)
PELIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
Program pengembangan sosial dan ekonomi kami merespon isu yang timbul dalam masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti masyarakat
asli, selain itu program ini membantu kami menjalin hubungan baik serta mencegah gangguan terhadap kegiatan operasional Perusahaan. Namun
demikian, dinamika sosial dan politik disekitar wilayah kegiatan operasional dapat berdampak buruk terhadap kegiatan Perusahaan. (hal. 23)
10
AREA KEBERLANJUTAN KAMI
PENAMBANGAN TANPA IZIN
Penambangan tanpa izin memiliki peralatan dan keahlian operasional yang terbatas yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan lingkungan
hidup, termasuk membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri. (hal. 27)
PENATAGUNAAN PRODUK
Tim pelayanan produk kami melibatkan pelanggan hilir maupun instansi pemerintahan negara lain dalam topik yang berhubungan dengan
keberlanjutan. Tim tersebut juga memperhatikan permasalahan spesifik terkait bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat yang
berpotensi mempengaruhi akses pemasaran produk kami di dalam rantai nilai. (hal. 8)
PENGELOLAAN ENERGI
Energi berbasis karbon merupakan masukan signifikan dalam operasi kami, selain itu sebagian pendapatan kami dihasilkan dari penjualan
minyak bumi, gas alam cair dan gas, selain itu berbagai produk kami pun berbasis karbon. Meningkatnya peraturan terkait emisi gas rumah kaca
berpotensi menambah biaya kami dan mungkin mempengaruhi permintaan akan produk kami. Kami telah menyusun sejumlah skenario pajak
karbon guna memahami dampak yang mungkin terjadi, maupun rentang peningkatan biaya operasional yang mungkin timbul. (hal. 28)
Pemantauan wilayah timbunan batuan penutup (overburden) yang telah direklamasi di PTFI
PENGELOLAAN SIRSAT (TAILING) DAN LIMBAH BATUAN
Kami menghadapi tantangan dan risiko lingkungan hidup, keselamatan dan tehnik yang signifikan dalam pengelolaan jumlah batuan non
ekonomis, material lumpur, dan Sirsat (pasir sisa tambang/ tailing) di kegiatan penambangan kami. Kami mengelola material lumpur dan tempat
penampungan Sirsat berukuran besar berisi bahan kental yang secara efektif merupakan waduk besar yang perlu direkayasa, dibangun dan
dipantau guna menjamin stabilitas strukturnya dan mencegah kebocoran serta kerusakan. Di lokasi-lokasi kering ditempat penampungan Sirsat
dilakukan tindakan pengurangan emisi debu yang bertebangan. (hal. 30)
PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN AIR
Sebagian besar kegiatan operasional kami di Amerika Utara dan Amerika Selatan berada di wilayah gersang, sehingga ketersediaan air merupakan
hal yang signifikan bagi sejumlah pemangku kepentingan termasuk masyarakat setempat. Kami menjalankan program pemanfaatan air secara
efisien, selain menggagas proyek alternatif penyediaaan air. Kami pun menjalankan sistem pengolahan air asam tambang. (hal. 30)
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
11
TARGET KINERJA
TARGET KINERJA
Status
2014
Setiap tahun kami menargetkan 90% karyawan kami
yang sering berinteraksi atau berpotensi berinteraksi
dengan pejabat pemerintahan terkait peraturan dan
undang-undang, serta kebijakan mengenai anti korupsi,
untuk melakukan pelatihan online
URAIAN KINERJA 2014
TARGET
WAKTU
√
96% dari karyawan sasaran telah menyelesaikan
pelatihan online tentang anti korupsi.
Meningkatkan persentase tenaga kerja wanita di area
kerja kami, termasuk yang menduduki jabatan manajerial
hingga 15%
X
10% dari keseluruhan jumlah karyawan kami terdiri dari
wanita, selain itu 11% dari jabatan manajerial diduduki oleh
wanita, data ini belum berubah sejak beberapa tahun terakhir
Mencapai nol fatalitas. a
X
Kami menyesali telah terjadi tujuh fatalitas terkait pekerjaan
selama 2014 di wilayah pertambangan kami.
Dilakukan
Setiap tahun
Mencapai total angka kejadian terekam (TRIR) a yang
berlaku untuk semua kegiatan perusahaan sebesar 0,61
√
Perusahaan mencatat rekor (TRIR) a pada 2014 sebesar 0,56
Dilakukan
Setiap tahun
Tidak terdapat pelanggaran berat mengenai hak asasi
manusia b yang disebabkan oleh karyawan atau kontraktor
di setiap wilayah operasi kami
√
Tidak terdapat pelanggaran berat HAM di wilayah operasi
kami yang disebabkan oleh karyawan atau kontraktor. Untuk
informasi lebih lanjut tentang program HAM kami, silahkan
lihat halaman 20 pada laporan ini serta Laporan kami perihal
Asas-asas Sukarela tentang Keamanan dan HAM 2014 yang
dimuat secara lengkap di website kami.
Dilakukan
Setiap tahun
Menginvestasikan (secara keseluruhan) sebesar 1%
pendapatan tahunan rata-rata dari kegiatan pertambangan
selama tiga tahun terakhir, sebagaimana laporan keuangan
Freeport-McMoRan yang telah dikonsolidasi dan telah
diaudit, untuk program masyarakat termasuk dukungan
dalam bentuk material dan administratif (target 2014
sebesar $199 juta)
√
Kami menginvestasikan sekitar USD 198 juta dalam program
masyarakat pada setiap lokasi kegiatan operasional (99% dari
target kami), hal mana belum banyak berubah sejak tahun
sebelumnya kendati harga komoditas mengalami penurunan.
Dilakukan
Setiap tahun
Kami telah mengedepankan berbagai program pemberdayaan
perempuan, termasuk pelatihan wiraswasta bagi perempuan
dari suku Amerika asli; sektor publik dan swasta; dan program
yang bertujuan meningkatkan minat dan prestasi perempuan
di bidang sains, teknologi, teknik, matematika (science,
technology, engineering & mathematic/STEM).
2014
Tepat
waktu
Evaluasi Dampak Strategis Lingkungan Hidup dan
Sosial (Strategic Environmental and Social Impact
Assessment/ SESA) dilaksanakan pada 2014 pada konsep
kawasan IDZ. Strategi pengelolaan risiko pembangunan
berkelanjutan yang dihasilkan SESA tengah diterapkan di
dalam rancangan proyek IDZ.
2016
Tidak ada kejadian signifikan yang berkaitan dengan
isu lingkungan hidup (peringkat tiga atau lebih pada
Daftar Risiko Pembangunan Berkelanjutan)
√
Kami tidak menimbulkan kejadian lingkungan hidup
yang signifikan. Kami mengalami 14 kejadian kebocoran
tumpahan yang dilaporkan kepada instansi pemerintah
sesuai peraturan yang berlaku.
Dilakukan
Setiap tahun
Tidak membayar sanksi denda yang melebihi USD
100.000
√
Tidak ada kegiatan operasional kami yang menimbulkan
sanksi denda melebihi USD 100.000
Dilakukan
Setiap tahun
Melaksanakan setidaknya dua program masyarakat
baru yang bertujuan memberdayakan perempuan
Bekerja sama dengan pemerintahan lokal dan regional
setempat, tokoh masyarakat, para pengembang di
sektor swasta dan pengusaha, untuk mulai membangun
infrastruktur kota dan perumahan di dalam kawasan
pembangunan terpadu (Integrated Development
Zone) di wilayah operasi TFM milik kami dalam
rangka mendukung pertumbuhan perkotaan yang
berkelanjutan
√
Dilakukan
Setiap tahun
Sedang
berjalan
a. Termasuk FM O&G
b. Berdasarkan hukum internasional, tidak ada definisi yang seragam mengenai pelanggaran berat hak asasi manusia; akan tetapi, laporan United Nations Office of the High
Commissioner: The Corporate Responsibility to Respect Human Rights – An Interpretive Guide, memuat panduan bagi jenis pelanggaran yang teridentifikasi.
12
Ketenagakerjaan
S
ebagai perusahaan tambang dengan rekam jejak aset global
terkemuka, kami senantiasa mengedepankan berbagai proyek
ekspansi yang signifikan, dan program pengeboran eksplorasi kami
tetap melakukan identifikasi peluang untuk cadangan masa depan
dan pertumbuhan produksi. Kemampuan kami untuk mencapai
sasaran usaha bergantung pada perekrutan dan pengembangan
karyawan berbakat. Selain imbalan dan tunjangan yang kompetitif,
kami pun memiliki budaya pengembangan pribadi dan profesional
untuk pengembangan karir.
TENAGA KERJA
Mendekati 35.000
38%
Amerika Utara
34% Indonesia
14% Amerika Selatan
10% Afrika
4% Eropa/Lain-lain
PEREKRUTAN TENAGA LOKAL DAN PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN
Kami melakukan upaya terpadu untuk merekrut tenaga lokal, guna
menyesuaikan sistem usaha kami dengan budaya dan pengetahuan
setempat, serta membantu kami memenuhi komitmen untuk memberi
dukungan langsung dan tidak langsung bagi pembangunan ekonomi
setempat. Sebagai contoh, di PTFI yang merupakan kegiatan operasi
terbesar kami dan berlokasi di provinsi terpencil Papua di Indonesia,
kami menetapkan kebijakan prioritas perekrutan bagi warga Papua
asli. Pada akhir tahun 2014, tercatat 99 persen karyawan PTFI terdiri
dari warga negara Indonesia, dan dari jumlah tersebut, 35 persen
merupakan warga Papua asli (meningkat dari angka 32 persen tiga
tahun silam). Di TFM yang berlokasi di RDK, 98 persen karyawan
kami merupakan warga negara Kongo.
Program regional kami untuk memberi pelatihan teknik bertujuan
menyiapkan sumber daya manusia dari masyarakat setempat
agar dapat menempuh karir di bidang pertambangan, kendati
peserta latihan tidak diwajibkan bergabung dengan perusahaan.
Institut Pertambangan Nemangkawi di Papua, Indonesia,berhasil
menempatkan pemagang lulusannya, yang lebih dari 90 persen
merupakan warga Papua asli, sebagai karyawan tetap maupun sebagai
kontraktor di PTFI. Seiring persiapan PTFI untuk beralih dari
sistem pertambangan terbuka menuju pertambangan bawah tanah,
Nemangkawi menjalani transisi dari fokus utama melatih karyawan
baru ke fokus melatih kembali karyawan yang ada.
Program pelatihan teknik kami bersama Suku Apache San Carlos
di Arizona, yang merupakan program pertama antara Freeport-
Karyawan berpartisipasi dalam kursus interaktif selama dua hari dengan judul Crucial
Conversations, dimana para peserta diajarkan keterampilan mengedepankan dialog
terbuka antara sesama pekerja, termasuk penyelia. Program Freeport-McMoRan
bagi Pengembangan Pembelajaran dan Kepemimpinan menawarkan kursus yang
dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas tenaga kerja kami.
Kontraktor*
Mendekati 46.300
43% Amerika Selatan
39% Indonesia
10% Afrika
7%
Amerika Utara
1% Eropa/Lain-lain
* Kenaikan jumlah kontraktor selama delapan tahun terakhir terutama disebabkan
pembangunan proyek ekspansi brownfield dalam bisnis tembaga kami
McMoRan dan Suku Asli Amerika, yang bertujuan
untuk meningkatkan kesempatan kerja dan ketrampilan bagi siswa
Suku Apache yang menghadapi kesulitan memperoleh lapangan
pekerjaan. Program tersebut dirancang agar para siswa dilatih
dan memperoleh sertifikasi di bidang operasi dan perawatan,
serta industri pemeliharaan alat berat. Hingga akhir 2014, secara
keseluruhan 452 siswa telah mengikuti program, dan 171 telah
lulus dan 75 persen dari lulusan tersebut sudah dipekerjakan oleh
perusahaan atau tengah menjalani proses perekrutan. Saat ini kami
mempekerjakan sekitar 290 warga Amerika asli pada kegiatan
operasional kami di Amerika Serikat, meningkat 40 persen selama
tiga tahun terakhir.
Proyek perluasan pabrik pengolahan di Cerro Verde yang bakal
menjadi sarana konsentrator terbesar di dunia diharapkan selesai
pada akhir 2015. Cerro Verde melakukan persiapan dengan
merekrut tenaga kerja berkualitas yang mengutamakan warga
daerah Arequipa. Cerro Verde juga bermitra dengan institut
pelatihan teknik terkemuka di Peru yaitu TECSUP, dalam rangka
menyediakan pelatihan di bidang pertambangan bagi masyarakat
setempat. Pada 2014, Cerro Verde bermitra dengan TECSUP untuk
mengembangkan program pelatihan bagi peserta yang berminat
menekuni bidang perawatan dan operasi konsentrator. Program
tersebut dimulai Januari 2014 dan pada bulan Desember tercatat 173
peserta lulus, dan kurang lebih 100 orang telah dipekerjakan oleh
perusahaan.
Data tenaga kerja termasuk FM O&G
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
13
Ketenagakerjaan
KERAGAMAN
Kami beroperasi di sejumlah wilayah dari berbagai suku, agama dan
budaya yang beragam, selain itu pada umumnya kami merupakan
perusahaan dengan jumlah pekerja terbesar di wilayah tersebut.
Keberagaman latar belakang dan pandangan tersebut merupakan
aset bagi Perusahaan. Kami melarang praktik diskriminasi dan
pelecehan, dan di dalam Prinsip Perilaku Bisnis dan Kebijakan HAM
kami mewajibkan semua karyawan untuk memberi perlakuan yang
bermartabat dan penuh hormat kepada semua orang didalam dan
disekitar wilayah operasi Perusahaan.
Para pekerja menghadiri pengarahan tentang keselamatan sebelum memulai kerja gilir
pada proyek perluasan Cerro Verde.
HUBUNGAN PERBURUHAN
Pada 31 Desember 2014, jumlah tenaga kerja kami tercatat sekitar
35.000 karyawan langsung dan 46.300 karyawan kontraktor. Sekitar
48 persen telah terdaftar dalam perjanjian kontrak kerja bersama, dan
28 persen dari jumlah tersebut terdaftar dalam perjanjian kontrak
yang akan berakhir di 2015. Kami menjalin kerja sama dengan 26
serikat pekerja di seluruh dunia. Perusahaan menerapkan kebijakan
menjamin perlakuan adil dan menyediakan lingkungan kerja yang
layak bagi semua pekerja, termasuk hak berserikat untuk berunding
bersama. Karyawan memiliki hak untuk berserikat pada semua lokasi
kegiatan operasional kami.
Kami berupaya melakukan perekrutan dan pengembangan karir bagi
pekerja perempuan di perusahaan, karena selama ini perempuan
kurang terwakili di sektor pertambangan. Di dalam organisasi kami,
sejumlah perempuan menduduki jabatan manajemen utama, termasuk
Chief Financial Officer, dan dua orang anggota Dewan Direksi.
Lebih dari 300 pekerja wanita kini menduduki posisi manajerial
atau bahkan lebih tinggi di dalam perusahaan. Jumlah keterwakilan
perempuan di seluruh wilayah operasi perusahaan berbeda-beda,
berkisar antara 17 persen di Amerika Serikat hingga hanya empat
persen di Afrika dan Indonesia. Persentase perempuan di dalam
angkatan kerja kami secara keseluruhan berada di tingkat 10 persen,
artinya masih di bawah target kami sebesar 15 persen. Di Amerika
Utara saja kami ikut serta dalam 47 kegiatan perekrutan, termasuk
yang bertujuan meningkatkan keragaman angkatan kerja, seperti
Society of Women Engineers Conference.
Selama 2014 kami mengalami sejumlah peristiwa terkait dengan
serikat pekerja. Perusahaan menyepakati sebuah Perjanjian Kerja
Bersama pada lokasi kegiatan kami di Stowmarket, Inggris. Pada
tahun itu juga, anggota serikat pekerja di Chino (New Mexico)
memilih untuk membatalkan serikat pekerja mereka. Di bulan
Oktober 2014, sebagian besar pekerja tambang terbuka Grasberg
mangkir dari jadwal kerja mereka, kendati pihak berwajib Indonesia
mengizinkan berlanjutnya kegiatan operasional setelah melakukan
penyelidikan kecelakaan fatal yang melibatkan truk pengangkut
material tambang di sekitar wilayah tambang terbuka Grasberg.
Koordinator HAM di TFM, Ida Efenda, memfasilitasi pertemuam pelatihan HAM.
PERSENTASE KARYAWAN YANG TERCAKUP PERJANJIAN KERJA BERSAMA
Berdasarkan Wilayah Operasi
Afrika
Indonesia
98%
14
77%
E
ropa/ lainnya
Amerika Selatan
Amerika Utara
66%
64%
0%
P erusahaan Secara Keseluruhan
48%
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
K
eselamatan merupakan bagian tak terpisahkan dari seluruh
kegiatan Freeport-McMoRan dan menjadi tanggung jawab
semua karyawan, serta dikelola melalui suatu struktur formal yang
berawal dari Kebijakan Keselamatan & Kesehatan. Falsafah kami
terkait kegiatan produksi yang aman terlihat dengan keterpaduan
praktik-praktik aman pada seluruh aspek kegiatan operasional.
Dewan Direksi mewajibkan terlaksananya audit menyeluruh
guna menjamin sistem pengelolaan keselamatan yang efektif,
teridentifikasinya potensi risiko, dan pendayagunaan sumber daya
dalam rangka mencapai semua tujuan dari kebijakan perusahaan.
Sistem Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan kami terdiri dari
kerangka kerja bagi manajemen risiko dan pentaatan kewajiban.
Sistem Pengelolaan tersebut telah memperoleh sertifikasi standar
OHSAS 18001 yang diakui secara internasional. Audit untuk
sertifikasi OHSAS dilakukan terhadap semua kegiatan logam dan
pertambangan setiap tahun. Pada tahun 2014 telah dilaksanakan dua
puluh tiga audit sertifikasi, termasuk semua kegiatan pertambangan
aktif. Audit sertifikasi tersebut disertai audit pencegahan kejadian
fatal yang secara khusus terpusat pada kegiatan berisiko tinggi serta
dilaksanakan oleh suatu lembaga independen bersama pakar dari
sektor pertambangan.
PENCEGAHAN KEJADIAN FATALITAS
Kami terus berupaya memperbaiki Inisiatif Pencegahan Fatalitas
secara global, terus belajar lebih banyak tentang praktik-praktik
terbaik untuk meningkatkan proses mencapai tujuan angka fatalitas
nihil. Fokus kami yang jelas adalah memastikan bahwa tenaga kerja
kami memahami kendali kritis yang diperlukan guna mengeliminasi
maupun mengurangi risiko. Kami bekerja sama dengan para pakar
industri dan ahli bidang keselamatan untuk melakukan audit
terhadap setiap tugas kerja serta memastikan penerapan secara efektif
kendali yang telah diidentifikasi.
Kami tidak membedakan antara karyawan kontraktor dan karyawan
langsung dalam hal kinerja dan pelaporan di bidang kesehatan dan
keselamatan. Buku Panduan Keselamatan Kontraktor FreeportMcMoRan mencantumkan harapan minimal dan kewajiban para
kontraktor yang bekerja pada kegiatan kami. Kami menyelenggarakan
pelatihan khusus sesuai kondisi lokasi dengan setiap kontraktor,
terkait permasalahan keselamatan dan kesehatan di lokasi kerja
masing-masing, termasuk identifikasi bahaya dan pengendaliannya.
Selain itu kami juga menyelenggarakan pelatihan khusus secara
berkala tentang kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang.
Kami mengukur kemajuan keberhasilan tujuan kami melalui tolok
ukur yang ditetapkan, termasuk mengukur Total Recordable Incident
Rates (TRIR) yang berlaku secara korporasi atas seluruh unit usaha
kami. TRIR kami (termasuk kontraktor) pada tahun 2014 sebesar
0,56 setiap 200.000 jam kerja (man-hour), atau lebih baik dari target
kami sebesar 0,61. TRIR korporasi tahun 2014 tersebut merupakan
yang terendah dalam sejarah perusahaan. Jumlah jam kerja pada
tahun 2014 sebesar 202,5 juta jam, dibanding 175 juta jam pada
tahun sebelumnya, dan jumlah total cidera yang terekam sebesar 567
dibanding 649 pada tahun 2013.
DATA IKHTISAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Termasuk Kontraktor
2010 2011 20122013* 2014*
Kejadian Fatalitas di Tempat Kerja
Total Angka Kejadian Yang Terekam
Kasus Penyakit Akibat Pekerjaan 2
0,65
6
5
0,61
16
6
0,58
25
35
0,74
41
7
0,56
46
*termasuk FM O&G
TRIR = [(Fatalitas + Insiden Kehilangan Waktu + Insiden Tugas Terbatas + Perawatan Medis) x 200.000] / Jumlah Jam Kerja Yang Dilakukan
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
15
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Dengan penerapan hirarki kendali, kami menjalankan kendali pada
tingkatan setinggi mungkin guna memperkecil ketergantungan
pada kendali perilaku, dan menetapkan kendali yang lebih handal
termasuk rekayasa solusi. Melalui program khusus pelatihan
pencegahan fatalitas bagi pimpinan, kami berbagi praktik terbaik
dengan setiap unit operasional kami, termasuk penerapaan kendali
yang ditetapkan untuk Global Significant Risks (GSR/Risiko penting
secara global) yang telah diidentifikasi. Semua unit operasi kami
mulai menyelenggarakan pelatihan tersebut bagi para pimpinan pada
2014, dan terus dilanjutkan hingga 2015. kritis telah dikembangkan guna mempermudah berbagi pengalaman
terhadap kendali kritis di semua unit usaha perusahaan (misalnya
menggantikan kendali teknik dengan kendali administratif). Contoh
lain termasuk menggunakan robot pada bengkel pemeliharaan
truk untuk melepaskan dan mengganti ban truk angkut. Dengan
menerapkan teknologi tersebut, pekerja tidak perlu berada pada
lokasi berpotensi bahaya karena kecelakaan tekanan ban. Kami juga
tengah membangun area kerja yang aman di dalam mesin penghancur
(crusher) ketika pekerjaan dilakukan di dalamnya, dibanding harus
bergantung pada penggunaan sistem penahan jatuhan yang memadai.
Pada 2014 telah dilakukan sejumlah tinjauan terhadap GSR kami
bersama pakar untuk fungsi-fungsi operasional, pemeliharaan, dan
keselamatan. Tujuannya adalah menetapkan persyaratan minimal
kebijakan, serta megidentifikasi potensi kesenjangan pada pedoman
atau prosedur yang ada. Selanjutnya tinjauan dan perbaikan terhadap
kebijakan GSR telah dilakukan terkait kegiatan dan kondisi kerja di
ketinggian, lubang terbuka, lockout /tag out/try-out, pergerakan alat
berat shovel, peledakan dan jalan tambang. Kami pun terus belajar
dari insiden berat yang dialami perusahaan lain dan mengembangkan
kebijakan untuk menetapkan standar minimal dalam upaya mencegah
kejadian serupa di Perusahaan. Contohnya, kami mengembangkan
kebijakan pergerakan shovel setelah adanya kejadian di perusahaan
tambang lain ketika sebuah alat shovel terguling dan menggilas
kendaraan ringan saat bergerak, yang mengakibatkan kematian.
Melalui berbagai tinjauan tersebut, kami terus belajar termasuk
mengidentifikasi kendali kritis yang digunakan secara efektif pada
kegiatan operasional tertentu, dan kami berbagi pengalaman tersebut
guna meningkatkan kehandalan kendali pada setiap lokasi kegiatan
operasional. Sebuah mekanisme komunikasi peningkatan kendali
Anggota kelompok Morenci Slope Design and Stability (Rancangan dan Stabilitas
Lereng) berdiri di depan unit radar ukur untuk stabilitas lereng ( ground probe slope
stability radar unit) yang memindai lereng tambang secara menerus. Tim tersebut
menggunakan peralatan teknologi tinggi termasuk extsneometer dan kabel timedomain reflectometer untuk memantau setiap gerakan material yang berpotensi
menimbulkan keadaan tidak aman.
KEJADIAN FATALITAS DI TEMPAT KERJA SELAMA 2014
Termasuk Kontraktor
16
Kegiatan
Operasi
Bulan
Uraian Kejadian
PTFI, Papua,
Indonesia
Januari
Seorang operator truk pengaduk beton tewas ketika tengah mengangkut beton dari sarana pembuatan
beton menuju proyek konstruksi bawah tanah dan kendaraannya terbalik pada jalan menurun yang terjal.
Proyek Perluasan
Cerro Verde di
Arequipa, Peru
September
Sebuah bis sub kontraktor yang tengah mengangkut karyawan kontraktor dari lokasi tambang menuju
Arequipa, keluar dari jalur jalan dan terguling. Seorang kontraktor tewas.
PTFI
Papua, Indonesia
September
Kecelakaan fatal menimpa seorang kontraktor pada level pengangkutan di lokasi kegiatan bawah tanah
ketika terjadi tanah longsor saat digunakan mesin bor jumbo. Saat itu tim kerja jumbo tengah bekerja
dibawah permukaan tanah yang disokong ketika tanah longsor dan mesin jumbo terkubur, yang
mengakibatkan seorang kontraktor tambang terbunuh.
PTFI
Papua, Indonesia
September
Sebuah truk tambang angkut menggilas sebuah kendaraan ringan pada simpang jalan di tambang
permukaan Grasberg. Ketika itu kendaraan ringan tersebut tengah membawa sembilan karyawan, dan
empat diantaranya meninggal dunia.
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Kami juga akan menerbitkan varian kebijakan GSR guna memastikan
peninjauan manajemen yang tepat pada saat-saat tertentu, kendati
tidak sering, ketika tidak mungkin mengikuti persyaratan kendali
GSR, atau ketika pentaatan persyaratan kendali GSR justru
menimbulkan bahaya lebih besar bagi pekerja. Variasi hanya disetujui
apabila terbukti bahwa kendali alternatif tersebut benar-benar
memberi perlindungan yang sama efektifnya, atau apabila risiko telah
dikurangi seminimal mungkin.
dan distandarisasi dalam upaya pengenalan dan pengelolaan risiko
yang berkaitan dengan berbagai kondisi seperti stres akibat panas;
mengevaluasi kelayakan untuk menyelesaikan tugas; dan menelusuri
indikator khusus dari berbagai pemaparan tertentu semisal terhadap
silika dan timah hitam. Kami pun menerapkan sistem perangkat
lunak yang memungkinkan pengelolaan data secara elektronik guna
mempercepat respon terhadap kejadian dan memantau berbagai
kecenderungan dan pola.
Kami tengah mengidentifikasi berbagai standar pengukuran proaktif
Pada tahun 2014 telah dilaporkan 46 kasus penyakit akibat kerja pada
atau indikator utama pencegahan fatalitas. Standar pengukuran
lokasi operasional kami. Kasus-kasus tersebut lebih mencerminkan
tersebut akan digunakan untuk mengarahkan proses peningkatan
jumlah tenaga kerja yang terlibat, ketimbang jumlah kejadian
dengan memastikan pengelolaan yang tepat terhadap kendali kritis
pemaparan yang angkanya justru lebih rendah. Salah satu kejadian
terhadap kejadian berpotensi besar. Indikator utama yang akan
pemaparan melibatkan enam karyawan pada sebuah lokasi pelindian
dilacak tersebut termasuk jumlah audit
(leach pad) dimana terjadi pemaparan
kendali kritis yang dilakukan terhadap
terhadap gas termasuk nitrogen dioksida.
pekerjaan berisiko tinggi, persentase
Menyusul kejadian tersebut sejumlah
Keselamatan para
ketaatan terhadap kendali kritis bagi
tindakan tanggapan telah dilakukan termasuk
pekerja pria dan wanita
pekerjaan berisiko tinggi yang di audit,
penggunaan alat monitor dan penerapan
jumlah kendali kritis yang ditingkatkan,
terkendali disertai langkah tambahan untuk
dari angkatan kerja
dan persentase pengurangan pekerjaan
menguji zat asam yang digunakan pada
kami yang berkekuatan
berisiko tinggi.
pelindian agar diketahui potensi muatan
lebih dari 80.000
bahan sisa atau bahan yang melebihi kuantitas
Setelah terjadinya berbagai peristiwa
optimal yang dapat berakibat pada risiko
anggota
tetap
menjadi
kecelakaan di PTFI, Freeport-McMoRan
pemaparan yang tidak diinginkan. Langkahmenjalankan sejumlah tindakan dalam
prioritas utama serta
langkah tersebut kini diterapkan pada semua
rangka meningkatkan keselamatan
fokus kritis dari tim
lokasi operasional yang melakukan proses
kerja, termasuk mengundang pihak
pelindian serupa. Kami mengalami enam
manajemen
perusahaan.
ketiga untuk menyelenggarakan tinjauan
kasus stres panas yang disebabkan suhu tinggi
terhadap beberapa kategori risiko tertentu
pada beberapa lokasi, serta mengklasifikasi
yang berpotensi menimbulkan fatalitas
kasus
tersebut
tepat
sebagai
akibat dari stres panas dibanding akibat
besar. Tinjauan mencakup evaluasi terhadap pengelolaan kategori
kelelahan
(fatigue).
Kami
terus
melakukan penyuluhan untuk
risiko tersebut, dengan menilai kualitas dari kendali yang ada,
mensosialisasikan
praktik
hidrasi
yang benar kepada tenaga kerja
mengidentifikasi saat-saat ketika tidak terdapat kendali pada kategori
kami.
Kasus-kasus
lain
termasuk
gangguan
pendengaran, penyakit
berisiko, serta mengidentifikasi kemungkinan perbaikan kendali yang
kulit,
dan
penyakit
akibat
pemaparan
terhadap
berbagai kondisi
ada.
termasuk kabut asam. Terhadap setiap cidera maupun penyakit
Kategori risiko yang diamati termasuk risiko angkutan (bis, trem, dan dilakukan analisa akar sebab serta tindakan penanggulangan guna
shaft pada Grasberg Block Cave); risiko geoteknis; risiko kebakaran
mencegah terulangnya cidera atau penyakit yang sama.
(di bawah tanah maupun pada bangunan di permukaan yang dihuni);
dan resiko truk angkut pada tambang bawah tanah Deep Ore Zone.
PEMUTAKHIRAN KESELAMATAN PENERBANGAN
Seluruhnya ada 19 potensi bahaya kecelakaan besar yang diteliti, serta
Menyusul kajian terhadap penerbangan global tahun 2012 dan
23 skenario kecelakaan yang dikembangkan. Hasil kajian tersebut
2013, berbagai upaya penting telah dilakukan untuk meningkatkan
dengan di daya gunakan dalam rangka meningkatkan identifikasi
keselamatan penerbangan yang terkait dengan kegiatan operasional
dan implementasi kendali kritis yang tengah dijalankan PTFI.
kami, termasuk sejumlah besar inisiatif perlengkapan, audit, dan
pelatihan.
KESEHATAN KERJA
Kegiatan operasional Freeport-McMoRan menyelenggarakan
program kesehatan kerja yang komprehensif guna mengevaluasi
risiko pemaparan terhadap risiko kesehatan kerja serta menerapkan
kendali yang memadai bagi tenaga kerja kami. Panduan Lapangan
kami bagi Kesehatan Kerja dan Higina Industri (Field Guide for
Occupational Health and Industrial Hygiene) mencantumkan definisi
batas-batas pemaparan, serta standar dan praktik yang berlaku secara
global. Setiap tugas ditempat kerja mencakup evaluasi terhadap
bahaya fisik, selain kemungkinan konsekuensi dari penyakit akibat
pekerjaan. Selama 2014, prosedur medis kami dikaji, diperluas
Kegiatan penerbangan di TFM maupun PTFI telah memperoleh
status peringkat emas pada standarisasi Basic Aviation Risk Standard
(BARS) setelah dilakukan audit BARS oleh lembaga keselamatan
penerbangan Flight Safety Foundation. Penilaian yang dilakukan
pihak ketiga tersebut merupakan pengukuran kinerja keselamatan
kami terhadap ancaman aktual yang dihadapi oleh operasional
penerbangan, khususnya di lingkungan terpencil dan penuh
tantangan. Audit mengkaitkan ancaman tersebut dengan berbagai
tindakan kendali, pemulihan dan penanggulangan yang kami
upayakan.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
17
ETIKA BISNIS
K
omitmen kami terhadap perilaku beretika dan sesuai hukum
berada pada tingkat tertinggi. Prinsip Perilaku Bisnis FreeportMcMoRan merupakan komitmen kami terhadap integritas, serta
menetapkan perilaku yang diharapkan dari setiap karyawan kami
maupun Dewan Direksi. Kami menyelenggarakan pelatihan
komprehensif tentang Perilaku Bisnis, termasuk menerbitkan
sertifikasi tahunan bagi karyawan tingkat manajer (99 persen telah
mengikuti latihan pada 2014). Proses ini mencakup latihan berbasis
komputer selain penandatangan pernyataan bahwa karyawan
yang bersangkutan memahami Prinsip Perilaku Bisnis dan tidak
mengetahui adanya kasus ketidak taatan. Latihan Perilaku Bisnis
juga diselenggarakan bagi karyawan non-manajer secara bergilir
berdasarkan lokasi geografis. Dari sekitar 12.400 karyawan terpilih
pada tahun 2014, 95 persen telah menyelesaikan pelatihan. Latihan
ini pun wajib diikuti oleh setiap karyawan baru.
ANTI KORUPSI
Kadang kala korupsi kerap ditemukan pada sistem pemerintahan
maupun budaya disekitar kegiatan operasi kami, terutama di negara
berkembang. Kami tidak mentolerir tindakan penawaran atau
pemberian suap, gratifikasi maupun pembayaran serupa kepada setiap
orang atau organisasi atau pejabat pemerintahan guna memperoleh
keuntungan bagi usaha kami. Kami pun tidak menerima setiap
pembayaran tersebut. Kebijakan dan Pedoman Anti Korupsi kami
secara tegas mewajibkan kepatuhan terhadap U.S. Foreign Corrupt
Practices Act of 1977 (FCPA/ Undang-undang AS tentang Anti
Korupsi) serta peraturan tentang anti korupsi lainnya yang berkaitan,
termasuk peraturan dan undang-undang setempat.
Pada tahun 2012, perusahaan mengembangkan suatu modul pelatihan
anti korupsi. Pelatihan tersebut terakhir kali diselenggarakan
pada tahun 2013 bagi karyawan yang berinteraksi dengan pejabat
pemerintah, yang diikuti lebih dari 2.280 karyawan global kami. Oleh
karena kami telah menunjuk pihak ketiga untuk menyelenggarakan
pelatihan, untuk sementara kami menunda peluncuran kegiatan
pelatihan anti korupsi online kami, yang selanjutnya wajib diikuti
hingga selesai disamping kursus baru lainnya mulai awal tahun 2016.
Pelatihan tersebut akan menjadi kewajiban tahunan. Pelatihan daring
(online) ini tidak dimaksudkan untuk mengganti program pelatihan
dalam kelas, melainkan dikembangkan sebagai pelengkap sistem
yang ada, guna memperluas jangkauan upaya kepatuhan perusahaan
secara keseluruhan. Ke depan, kami akan melanjutkan proses seleksi
latihan guna mencakup lebih banyak karyawan pada departemen
utama dan jajaran eksekutif yang mungkin berinteraksi dengan pejabat
pemerintahan, selain karyawan pada fungsi pendukung. Pendekatan
ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah karyawan yang dipilih
untuk mengikuti pelatihan serta menyediakan proses seleksi yang lebih
konsisten dan terlaksana secara otomatis.
Selama tahun 2014, kami menyelenggarakan pelatihan dalam ruang
kelas di Atlantic Copper, PTFI, Cerro Verde, TFM, FM O&G
dan bagi tim-tim Eksplorasi di Eropa yang terdiri dari departemendepartemen utama seperti Hubungan Eksternal dengan Pemerintah,
Operasional, dan Logistik. Pelatihan pun diberi bagi fungsi-fungsi
pendukung termasuk departemen-departemen Hukum, Rantai
18
Pasokan Global, Penjualan dan Pemasaran, Komunikasi, Layanan
Lingkungan Hidup, Sumber Daya Manusia, serta Akuntansi,
disamping jajaran pimpinan senior yang tanggung jawabnya mencakup
prosedur memberi persetujuan dan kendali internal. Selain itu,
pelatihan kelas diberikan bagi 105 kontraktor di PTFI. Pelatihan
tentang Prinsip Perilaku Bisnis, FCPA dan Persaingan Sehat pun
diberikan bagi tim-tim Climax Molybdenum and Sales Management.
Menyadari potensi akibat hukum dari tindakan yang mungkin
dilakukan oleh mitra usaha kami sesuai FCPA dan peraturan dan
undang-undang lainnya, perusahaan menyelenggarakan sebuah
mimbar uji tuntas (due diligence) secara online, yakni Freeport
Compliance exchange (FCeX). FCeX adalah jenis perangkat lunak
berbasis survei yang dirancang untuk menilai resiko di bidang anti
korupsi, perdagangan internasional, dan HAM. FCeX diluncurkan
di PTFI, TFM dan Cerro Verde selama semester pertama 2014
sebagai proyek perintis, dan selanjutnya diselenggarakan di kegiatan
kami lainnya diluar AS pada akhir tahun 2014. Keberadaan FCeX
telah meningkatkan secara signifikan kemampuan perusahaan untuk
mengidentifikasi, mengevaluasi dan menanggulangi risiko kepatuhan.
INFORMASI DAN PELAPORAN
Freeport-McMoRan menyelenggarakan Compliance Line (Saluran
Kepatuhan) yang memberi panduan dan bantuan kepada tenaga
kerja kami bagi setiap pertanyaan atau kekhawatiran terkait Prinsip
Perilaku Bisnis kami. Dalam rangka mendorong tenaga kerja kami
untuk mengungkap setiap potensi pelanggaran perilaku bisnis, kami
pun menyediakan sarana pelaporan secara anonim melalui sistem
kepatuhan kami, kecuali di Spanyol, oleh karena undang-undang
negara tersebut, yaitu Data Protection Act (UU Organik 15/1999
tentang Perlindungan Data Pribadi) yang melarang pelaporan
secara anonim. Selama tahun 2014, 238 laporan disampaikan
melalui Compliance Line milik Freeport-McMoRan, terkait berbagai
topik termasuk perilaku karyawan di tempat kerja; lingkungan
hidup, kesehatan dan keselamatan; perlindungan aset perusahaan;
serta benturan kepentingan. Terhadap setiap laporan dilakukan
penyelidikan, dan apabila terbukti, maka dilakukan tindakan
disipliner termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja.
Karyawan dari departemen Environmental, Corporate Communications, dan Security
& Risk Management di PTFI menjalani pelatihan tahunan tentang etika korporasi dan
FCPA yang disampikan oleh Petugas Kepatuhan PTFI Ingrid Pakpahan. Pelatihan
tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari program kepatuhan global perusahaan.
ETIKA BISNIS
TRANSPARANSI PEMBAYARAN KEPADA PEMERINTAH
Pada 2008, Freeport-McMoRan ikut mensahkan dan menyatakan
komitmennya untuk mendukung prakarsa Extractive Industries
Transparency Initiative (EITI/ Inisiatif Transparansi Industri
Ekstraktif), yakni sebuah komitmen dari pemerintahan berbagai
negara untuk mengungkapkan setiap pendapatan, serta dari
perusahaan minyak, gas dan pertambangan untuk mengungkapkan
setiap pembayaran terkait sumber daya alam kepada pemerintah,
dalam rangka mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Seorang eksekutif dari Perusahaan ikut duduk dalam Dewan Direksi
Internasional EITI, selain karyawan lain secara langsung mendukung
penyelenggaraan proses EITI di setiap negara.
TFM adalah salah satu penghasil terbesar tembaga dan kobalt di RDK dan merupakan
investasi bagi masa depan negara tersebut. Proyek ini menjadi sumber pendapatan
penting bagi pembangunan daerah maupun negarat.
RDK merupakan negara yang taat terhadap EITI dan TFM terlibat
dalam proses EITI selaku anggota kelompok EITI di negara tersebut
yang terdiri dari sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan Cerro
Verde milik kami pun menjalankan peran dalam implementasi
EITI di Peru, yang juga merupakan negara yang taat. AS diterima
sebagai calon negara anggota oleh Dewan Direksi Internasional
EITI di Maret 2014, dan wakil Perusahaan menjadi anggota
aktif di kelompok EITI AS yang terdiri dari berbagai pemangku
kepentingan. PTFI terlibat langsung dan mendukung implementasi
EITI di Indonesia, yang pencalonannya sebagai negara anggota
ditangguhkan sementara.
Pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pemerintah
negara tuan rumah melalui pajak, royalti dan kewajiban lain
merupakan kontribusi signifikan bagi pembangunan negara dan
daerah. Kami memiliki keyakinan bahwa peningkatan transparansi
terhadap pendapatan dan pembayaran terkait sumber daya alam
mendorong tata kelola dan akuntabilitas yang lebih baik dalam
pembagian pendapatan dari sumber daya alam. Selain komitmen
kami terhadap EITI di setiap negara, kami menjalankan praktik
melaporkan pembayaran tunai setiap tahun kepada pemerintah,
termasuk pembayaran kepada daerah, di semua negara dimana kami
menyelenggarakan bisnis, sebagaimana tercantum di bawah.
PEMBAYARAN TUNAI KEPADA PEMERINTAH
Untuk tahun berakhir
31 Desember 2014 (dalam USD juta)
Pajak Penghasilan perusahaan, Setelah Pengembalian
Pajak Penangguhan Atas Dividen Luar Negeri Pajak Penghasilan Karyawan Dividen Royalti dan Pajak Pemutusan Netto Pajak Bumi dan Bangunan
Pajak dan Iuran Lain Total a
U.S.
Chile Peru IndonesiaDRC Negara
Total
Lain b
(USD)
(USD)
384 168 282 165 11 13 1.023
-
134
-
1
-
-
135
406
24
10
86
44
25
595
- ----- -
369
39
23
118
32
-
581
139
1
-
9
-
2
151
434
28
150
159
95
4
870
1.732 394 465 538 182 44 3.355
a. Daftar ini mencerminkan upaya sukarela dari Freeport-McMoRan untuk mengungkapkan pembayaran tunai kepada pemerintah (setelah pengembalian dana),
termasuk pembayaran yang dilakukan FM O&G. Daftar tersebut mencakup pembayaran kepada daerah.
b. Merupakan pembayaran tunai kepada pemerintah yang dilakukan oleh kelompok bisnis Freeport-McMoRan yang berada diluar negara dimana Freeport-McMoRan
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan utamanya.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
19
HAK ASASI MANUSIA / HAM
K
ami tidak mentoleransi pelanggaran HAM, dan Kebijakan
HAM Perusahaan mewajibkan perusahaan maupun kontraktor
kami untuk menjalankan usaha dengan cara yang konsiten
Pernyataan Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia (Universal
Declaration of Human Rights). Kami mengedepankan kesadaran akan
HAM melalui upaya sosialisasi dan pelatihan kepada karyawam,
kontraktor dan masyarakat, dan kami memberi perlindungan kepada
setiap orang yang melaporkan dugaan pelanggaran tersebut. Kami
telah menegakkan kebijakan dan sistem terkait HAM di setiap
lokasi kerja, yang sejalan dengan kebijakan korporasi, peraturan
dan undang-undang negara setempat, dan Prinsip Sukarela tentang
Keamanan dan HAM (Voluntary Principles on Security and Human
Rights/Voluntary Principles). Kami memiliki petugas kepatuhan HAM
yang mengawasi kepatuhan dan pelatihan, selain mengembangkan
mekanisme penyampaian keluhan melalui pelaporan, dokumentasi
dan tindak lanjut terhadap setiap dugaan pelanggaran HAM yang
dilaporkan di dalam wilayah kerja Perusahaan.
kepentingan dari perguruan tinggi, investor, mitra usaha, organisasi
non pemerintah/LSM, dan pemerintah. Kami pun memperoleh
masukan terkait metodologi evaluasi tersebut dan membahas berbagai
temuan. Pokok- pokok yang dihasilkan dari pertemuan tersebut
termasuk:
•
HRIA pada tingkat operasional: Ada kebutuhan membangun
HRIA korporasi melalui kegiatan HRIA pada tingkat
operasional yang lebih menuju sasaran dengan fokus pada
kegiatan ‘berisiko/berdampak tinggi’ – guna lebih memahami
risiko dan dampak yang kurang ‘terlihat’.
•
Dampak tidak tercatat: Beberapa dampak HAM mungkin tidak
dilaporkan (misalnya melalui mekanisme keluhan maupun jalur
resmi) karena sejumlah sebab mulai dari akses yang kurang
hingga kekhawatiran akan tindakan pembalasan.
•
Dinamika HAM lebih luas: Pendekatan berdasarkan kejadian
yang diterapkan dalam HRIA korporasi mungkin tidak
menangkap dinamika latar belakang yang lebih luas yang
seharusnya dipertimbangkan guna memperoleh gambaran
keseluruhan dari dampak HAM.
•
Cara pandang/sensitivitas kelompok tertentu: Akan berguna
untuk menilai dampak melalui ‘lensa’ khusus – misalnya dari
titik pandang kaum perempuan, kelompok minoritas, pekerja
rantai pasokan, kelompok yang terpinggirkan atau lainnya.
PEMUTAKHIRAN PROGRAM HAM
Kami terus mengedepankan integrasi kerangka kerja PBB untuk
‘Melindungi, Menghormati dan Memperbaiki’ yang didukung
Prinsip-Prinsip Panduan tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia dari
PBB (United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights)
dalam usaha kami selama tahun 2014. Khususnya kami melakukan
kerja sama dengan pihak ketiga untuk menyelesaikan evaluasi
dampak HAM (Human Rights Impacts Assessment/ HRIA) pada
tingkat korporasi yang sejalan dengan Prinsip Panduan PBB. Dalam
rangka mencegah dan menanggulangi dampak HAM yang buruk,
hasil dari evaluasi tersebut membantu kami untuk memandu aspek
HAM pada fungsi dan proses bisnis yang terkait. HRIA mencakup
28 kegiatan tambang dan logam Freeport-McMoRan –termasuk di
Chile, RDK, Finlandia, Indonesia, Belanda, Peru, Spanyol, Inggris
dan Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari HRIA, Freeport-McMoRan mengadakan tiga
pertemuan verifikasi pada tingkat internasional bersama pemangku
Pada akhir HRIA, temuan utama yang sejalan dengan pandangan
para pemangku kepentingan menyimpulkan bahwa:
•
Potensi dampak HAM terhadap perusahaan yang terpenting
secara global berkaitan dengan permasalahan lingkungan hidup
dan masyarakat.
•
Dampak terpenting HAM terhadap perusahaan secara global
berkaitan dengan permasalahan mayarakat dan ketenagakerjaan.
•
Kegiatan perusahaan di RDK berada pada peringkat teratas
untuk potensi dampak maupun dampak aktual, disusul kegiatan
di Indonesia.
PENILAIAN DAMPAK HAM PADA TINGKAT KORPORASI
Karyawan
Pihak Ketiga
Lingkungan Hidup
Kondisi kerja
Taraf kehidupan/Kualitas
hidup
Perilaku satuan
pengamanan swasta
Polusi
kondisi kerja yang aman
dan sehat
Kesehatan dan
keselamatan masyarakat
Perilaku pasukan
pengamanan negara
Ketahanan air
Kontraktor dan pekerja
pada rantai pasokan
Kegiatan ekonomi/mata
pencaharian
Kontribusi terhadap konflik
Pengelolaan limbah dan
bahan
Diskriminasi
Kelompok minoritas, termasuk
masyarakat lokal
Keberadaan penambang
tradisional, berskala kecil
Dampak
Ekstrim
Tinggi
Sedang
20
Masyarakat
Pemindahan/relokasi
Warisan budaya
Hak-hak anak, termasuk
akses terhadap pendidikan
Diagram ini menggambarkan hasil dari HRIA pada tingkat korporasi serta
permasalahan HAM (yang nyata maupun dipersepsikan) yang diidentifikasi
menjadi bidang-bidang dampak ekstrim maupun menengah, ketika dilihat
secara keseluruhan terhadap kegiatan tambang dan logam kami diseluruh
dunia.
HAK ASASI MANUSIA / HAM
Dalam rangka HRIA tingkat korporasi, kami menyertakan sebuah
simulasi untuk mengidentifikasi cara perusahaan mengedepankan
dan menjunjung HAM. Kendati memahami bahwa dampak
positif HAM tidak dapat menutupi dampak negatif, namun
evaluasi ini memungkinkan kami memperoleh gambaran lebih
menyeluruh terkait kinerja HAM di wilayah kerja Perusahaan. Hal
ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi peluang dalam
mengedepankan HAM. Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa
peluang kami membuat dampak HAM terbesar terletak pada
masyarakat, sebagian besar dengan dukungan investasi sosial serta
program kemitraan.
Langkah selanjutnya, Freeport-McMoRan mulai menyelenggarakan
HRIA di tingkat kegiatan pada TFM di RDK. Proses tingkat
lokasi tersebut termasuk pelibatan pemangku kepentingan setempat
oleh pihak ketiga (yakni konsultan yang memfasilitasi HRIA
tingkat korporasi) serta memberi mekanisme untuk mengamati
dan mengidentifikasi setiap dampak yang belum terungkap melalui
mekanisme penyampaian keluhan, laporan media, maupun informasi
dari pemangku kepentingan yang digunakan pada evaluasi tingkat
korporasi. Proses yang kami selenggarakan di tingkat kegiatan, yang
diharapkan dapat selesai pada semester kedua tahun 2015, bertujuan
untuk membantu TFM menyusun prioritas permasalahan HAM agar
kegiatannya dapat memberi dampak maksimal.
Setiap dampak yang telah dikonfirmasi pada tingkat kegiatan yang
belum diperhatikan akan mempengaruhi rencana tindakan yang
dimasukkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan pembangunan
berkelanjutan yang ada.
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari proses di tingkat
kegiatan tersebut, selanjutnya temuannya tersebut akan menjadi
strategi dan pendekatan yang ditempuh perusahaan seraya
memperhitungkan kemungkinan celah pada evaluasi korporasi
tingkat tinggi serta kemungkinan menyelenggarakan evaluasi pada
lokasi kegiatan lain.
Proses HRIA termasuk pelibatan pemangku kepentingan tersebut
telah membantu perusahaan memperbarui Kebijakan HAMnya.
Kebijakan tersebut disetujui oleh Dewan Direksi FreeportMcMoRan pada Februari tahun 2015, namun masih harus dilakukan
penyelarasan praktik uji tuntas HAM dengan Prinsip-Prinsip
Panduan PBB (UN Guiding Principles). Dalam kebijakan yang
telah direvisi tersebut juga dinyatakan bahwa Perusahaan akan
memanfaatkan analisa dampak dan risiko HAM untuk mencegah
dan menanggulangi dampak HAM pada kegiatan kami di lokasilokasi operasional. Kebijakan tersebut tetap menjunjung komitmen
HAM kami sebelumnya, antara lain untuk menjalankan Prinsipprinsip Sukarela mengenai Keamanan dan Hak Asasi Manusia
(Voluntary Principles on Security and Human Rights), dan juga
menggarisbawahi komitmen kami terhadap permasalahan HAM
yang lebih luas serta lebih membuka pandangan kami terhadap
berbagai dampak HAM seperti melarang perdagangan manusia pada
rantai pasokan kami dan menghormati hak-hak masyarakat lokal
serta kelompok-kelompok rentan.
KEAMANAN
Prinsip-prinsip Sukarela mengenai
Keamanan dan HAM (Voluntary
Principles on Security and Human
Rights) menjadi panduan bagi program terkait keamanan dan HAM,
dan interaksi dengan personil polisi dan militer dari pemerintah
setempat, serta dengan kontraktor jasa pengamanan swasta.
PT Freeport Indonesia
Risiko keamanan disekitar lokasi operasi PTFI di Papua, Indonesia,
berasal dari keberadaan masyarakat pendatang, kegiatan separatis di
daerah tersebut, serta keberadaan pendulang emas ilegal di wilayah
proyek, selain berbagai ketegangan sosial, politik dan suku masyarakat
setempat dan suku dari daerah lain dalam provinsi tersebut.
PTFI mempekerjakan sekitar 730 petugas keamanan tidak bersenjata
serta 260 kontraktor jasa pengamanan swasta tidak bersenjata,
kontraktor transpotasi dan logistik yang fungsinya termasuk
melindungi fasilitas perusahaan, mengawasi pengiriman logistik dan
produk, membantu mengatur lalu lintas, serta mendukung tindakan
tanggap darurat. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah
mineral Grasberg sebagai salah satu obyek vital nasional (obvitnas).
Akibat penetapan tersebut, pihak kepolisian berperan melindungi
wilayah operasi kami dengan dibantu pihak militer. Pemerintah
Indonesia bertanggung jawab mengerahkan personil kepolisian dan
militer guna memberi perlindungan, serta mengarahkan kegiatan
mereka dalam hal tersebut. PTFI telah menjalin nota kesepahaman
(Memorandum of Understanding /MoU) dengan Kepala Polisi Daerah,
yang terakhir direvisi dan ditandatangani pada 2013. MoU tersebut
berlaku selama 3 tahun dan menjabarkan hubungan kerja sama antara
PTFI dan pihak kepolisian, serta mencatumkan bidang-bidang yang
didukung, dan koordinasi serta komitmen terhadap kebijakan dan
prosedur PTFI, termasuk dalam hal etika bisnis dan HAM. PrinsipPrinsip Sukarela telah tertera dalam MoU tersebut. Porsi dari biaya
dukungan keamanan yang disediakan pemerintah yang ditanggung
oleh PTFI sebesar USD 27 juta untuk tahun 2014, dan masing-masing
USD 25 juta dan USD 22 juta untuk 2013 dan 2012. Dukungan
tambahan tersebut terdiri dari infrastruktur dan biaya-biaya lain
seperti makanan, akomodasi, bahan bakar, perjalanan, perawatan
kendaraan, uang saku untuk pengeluaran insidentil dan administrasi,
serta program bantuan masyarakat yang diselenggarakan oleh pihak
militer dan polisi.
Pada tahun 2009, terjadi serangkaian insiden penembakan terhadap
karyawan perusahaan, kontraktor dan aparat keamanan di dalam
wilayah proyek PTFI sepanjang jalan akses terpusat dan jalan tanggul
timur. Insiden penembakan masih berlanjut secara sporadis, terakhir
terjadi pada 1 Januari tahun 2015 yang mengakibatkan tewasnya
seorang karyawan pengamanan PTFI dan dua personil Brimob. Sejak
awal tahun 2009 hingga Januari 2015 telah terjadi 20 korban kematian
dan 59 kasus cidera terhadap karyawan, karyawan kontraktor, aparat
keamanan dan masyarakat sipil akibat insiden penembakan, hal
tersebut cukup mengkhawatirkan. Hingga saat ini belum ada pihak
yang menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tersebut,
dan pihak berwajib dari pemerintah Indonesia masih melakukan
pengusutan terhadap hal ini.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
21
HAK ASASI MANUSIA / HAM
Tenke Fungurume Mining
MEKANISME PELAPORAN DAN PELIBATAN
Pada saat ini, TFM menghadapi sejumlah risiko keamanan dan sosial
termasuk dari penambang tanpa izin yang berada di dalam wilayah
konsesi, selain melonjaknya penduduk akibat derasnya arus masuk
pendatang yang memburu peluang ekonomi. TFM mempekerjakan
sekitar 340 personil keamanan tidak bersenjata dan 725 kontraktor
jasa pengamanan swasta tidak bersenjata. Selain personil keamanan
tersebut, pemerintah setempat menugaskan sekitar 110 Polisi
Tambang di wilayah konsesi TFM. Polisi Tambang merupakan
divisi dari Polisi Negara Kongo, dan mengemban tanggung jawab
memelihara keamanan di semua konsesi tambang di RDK. Sejak
tahun 2008, TFM menjalin nota kesepahaman (Memorandum of
Understanding/ MoU) dengan Polisi Tambang yang ditugaskan
negara memelihara keamanan umum di wilayah konsesi TFM.
MoU tersebut menjabarkan hubungan kerja antara TFM dan Polisi
Tambang, serta mencantum bidang-bidang yang didukung, dan
koordinasi dan komitmen terhadap kebijakan dan prosedur TFM,
termasuk dalam hal etika bisnis dan HAM. Prinsip-Prinsip Sukarela
juga menjadi acuan dan menjadi lampiran MoU tersebut. TFM
menyediakan makan, akomodasi, layanan medis, transportasi yang
diawasi, perlengkapan yang tidak mematikan, serta uang saku, dan
juga pembayaran langsung kepada pemerintah atas penugasan jasa
keamanan di wilayah konsesi tersebut. Jumlah keseluruhan yang
dikeluarkan TFM untuk dukungan ini termasuk dukungan barang
(in-kind)sebesar sekitar USD 2 juta pada 2014 dan kurang dari USD
1 juta pada 2013 dan 2012.
Sepanjang 2014, Petugas Kepatuhan HAM PTFI menerima
dan mencatat 40 laporan dugaan pelanggaran terkait HAM,
dibandingkan 34 laporan pada tahun sebelumnya. Sembilan belas
dari jumlah dugaan tersebut berkaitan dengan kasus sumberdaya
manusia, sedangkan tiga kasus terkait pelecehan, tiga kasus terkait
intimidasi, dua berkaitan dengan perlakuan diskriminasi, dan satu
kasus menyangkut masyarakat. Serta 12 kasus terkait permasalahan
rumah tangga. Semua kasus yang dilaporkan tersebut telah
didokumentasikan, ditinjau, dan diselesaikan, atau tengah menjalani
proses tindak lanjut oleh Petugas Kepatuhan HAM PTFI.
Dukungan bagi personil keamanan dari pemerintah setempat di
RDK dan Indonesia sejalan dengan kewajiban kami sesuai perjanjian
dengan masing-masing pemerintah tersebut, dengan falsafah untuk
menjadi warga korporasi yang bertanggung jawab, dan dengan
Prinsip-Prinsip Sukarela. Kami memfasilitasi penyelenggaraan
pelatihan tentang Prinsip-Prinsip Sukarela bagi aparat keamanan
dari pemerintah, dan secara berkala melakukan evaluasi terhadap
dukungan kami untuk memastikan pelaksanannya dilakukan secara
benar, sah menurut hukum, dan terkendali.
Sepanjang tahun 2014, Petugas Kepatuhan HAM TFM menerima
dan mencatat 34 laporan dugaan pelanggaraan terkait HAM. Terjadi
peningkatan dari tahun 2013 yang hanya 17 pelaporan. Peningkatan
ini menunjukkan adanya kepercayaan karyawan terhadap sistem
pelaporan ini.
Kasus yang dilaporkan terdiri dari 11 kasus pelecehan, 10 kasus
terkait sumber daya manusia, tujuh terkait serangan fisik, dua terkait
kesehatan dan lingkungan, satu kasus terkait diskriminasi, satu
terkait perusakan terhadap fasilitas perusahaan, satu merupakan
permasalahan masyarakat, dan satu kasus lagi menyangkut
kontraktor operator truk memanfaatkan anak-anak sebagai pesuruh
dan untuk mencuci kendaraannya di halte truk. Semua kasus telah
didokumentasikan, ditinjau, dan diselesaikan, atau tengah menjalani
proses tindak lanjut oleh Petugas Kepatuhan HAM TFM, maupun
tengah melalui penyelidikan oleh pihak berwajib dari pemerintah.
Tujuh dugaan pelanggaran di TFM melibatkan karyawan keamanan
maupun personil aparat keamanan pemerintah. Satu kasus
menyangkut karyawan keamanan yang menuduh rekan kerjanya
telah menyerangnya secara fisik karena menolak mendukung
sebuah tindakan kriminal (pencurian bijih). Enam kasus lainnya
menyangkut tuduhan yang dilancarkan anggota masyarakat bahwa
mereka dianiaya, diperlakukan secara buruk, dan harta benda mereka
dirampas oleh Polisi Tambang. Enam kasus telah diselesaikan (lima
kasus dilaporkan kepada Polisi setempat sebagai kasus kriminal
unruk diselidiki) dan satu kasus diakhiri karena tidak terbukti.
Selama tahun 2014, TFM juga mengalami sejumlah insiden
keamanan di dalam wilayah konsesinya terkait kegiatan
penambangan tanpa izin. Tercatat lima insiden yang secara bersama
mengakibatkan kematian seorang anggota Polisi Negara dan tiga
penambang ilegal, serta cidera tidak mematikan terhadap dua orang
penambang. Empat insiden terjadi berdekatan dengan lokasi operasi
TFM, sedangkan satu insiden terjadi di kota Tenke. Terhadap setiap
kasus tersebut, TFM meminta penyelidikan resmi, yang sebagian
besar tidak ditanggapi atau dilaporan statusnya masih dalam proses
pengusutan. TFM pun melibatkan organisasi non pemerintah Kongo
setempat agar mereka senantiasa memperoleh informasi dan memberi
dukungan seruan transparansi. Pada satu kasus, TFM melibatkan
MONUSCO, dimana sebuah tim HAM awalnya berada dilokasi
untuk menyiapkan pelatihan dan kemudian menyelidiki kejadian fatal
terhadap seorang penambang tradisional ilegal.
Penyelia Pelatihan HAM di PTFI, Luther Kogoya, memandu karyawan dalam sebuah
pelatihan. Pelatihan tersebut menekankan kepada segenap karyawan dan kontraktor
memiliki tanggung jawab untuk melaporkan adanya kecurigaan pelanggaran HAM
maupun potensial pelangaran.
22
Informasi mengenai program HAM kami dapat dilihat di Laporan
Prinsip-prinsip Sukarela mengenai Keamanan dan Hak Asasi
Manusia yang dimuat di dalam website kami www.fcx.com
MASYARAKAT
K
ami menyadari bahwa keberadaan kegiatan kami membawa
dampak sosial dan lingkungan hidup terhadap masyarakat
setempat selama masa aktif kegiatan penambangan. Dampak tersebut
termasuk perubahan pemanfaatan lahan dan arus masuk penduduk,
selain terbukanya peluang ekonomi dan pembangunan di bidang
infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Perusahaan berinteraksi
secara terbuka dan transparan dengan pemangku kepentingan
setempat guna memfasilitasi kemampuan kami untuk melakukan
kegiatan dan mengembangkan usaha. Kebijakan Masyarakat kami
menyebutkan untuk bekerjasama dengan masyarakat, yang bertujuan
mengurangi dan menanggulangi dampak negatif serta menumbuhkan
peluang untuk memaksimalkan manfaat.
Melalui pelibatan dan diskusi langsung, masyarakat senantiasa
memperoleh informasi terkini tentang kegiatan operasi kami,
dan juga menanamkan pemahaman lebih baik mengenai kegiatan
operasional Perusahaan. Dialog formal bersama pemangku
kepentingan setempat dilakukan dalam forum terbuka dan berbagai
proses sesuai kebijakan, interaksi langsung dengan masyarakat
di lapangan yang dilakukan karyawan di bidang pengembangan
masyarakat, kemitraan serta pendirian yayasan pembangunan
masyarakat.
Dalam praktiknya, kami menggunakan sistem pengelolaan keluhan
masyarakat untuk mencatat, memproses dan menanggapi keluhan
masyarakat. Sepanjang tahun 2014, kami mencatat sekitar 580
keluhan masyarakat diseluruh kegiatan di mana dua pertiga dari
jumlah tersebut terkait masalah relokasi di TFM. Di TFM kami
menyelenggarakan Komite Mediasi Independen (Independent
Mediation Committee/ IMC) untuk menyelesaikan keluhan secara
independen dan tidak berpihak. Mediasi hanya dilakukan apabila
pihak penyampai keluhan tidak puas dengan jalan keluar yang
ditempuh TFM dalam menyelesaikan keluhan awal yang direkam
melalui sistem penyampaian keluhan dan selanjutnya mengajukan
keluhan tersebut kepada IMC. Pada tahun 2014, IMC menerima
76 kasus, dimana 46 kasus (terkait relokasi pemukiman, kerusakan
terhadap harta benda, dan pekerjaan) berhasil diselesaikan sementara
30 kasus masih dalam proses penyelesaian.
INVESTASI BAGI MASYARAKAT
Strategi investasi dalam masyarakat yang ditempuh FreeportMcMoRan ditujukan pada kebutuhan yang berada diprioritas
tinggi, serta memfasilitasi pembangunan kapasitas setempat dalam
rangka menjamin keberlanjutan masyarakat pada masa berakhirnya
penambangan. Kriteria yang ditetapkan dalam investasi sosial kami
terdiri dari seperangkat pedoman yang dirancang sedemikian agar
sumber daya dimanfaatkan secara efektif melalui pengurangan
ketergantungan pada kegiatan kami, dan dijalin kemitraan yang
mendukung keberlanjutan.
Selain investasi langsung dalam masyarakat melalui dana operasional
dan yayasan korporasi Freeport-McMoRan Foundation, kami
mendirikan dana perwalian atau dana sosial di Chile, Republik
Demokratik Kongo, Indonesia dan AS, dikelola oleh anggota
masyarakat yang menentukan alokasi dana bagi program-program
untuk pengembangan pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Selama
tahun 2014, kontribusi untuk Dana Kemitraan PTFI melebihi
USD 31 juta, dan jumlah keseluruhan sejak dana tersebut pertama
didirikan sebesar USD 634 juta. Di Amerika Utara, enam buah dana
investasi masyarakat memberi kontribusi sebesar hampit USD 3 juta
untuk proyek-proyek pengembangan masyarakat sepanjang tahun
tersebut.
INVESTASI BAGI MASYARAKAT SELAMA TAHUN 2014
USD 198 juta
dan
36% Pendidikan
Pelatihan
Ekonomi
21% Pembangunan
dan Infrastruktur
Perwalian
19% Dana
Bagi Masyarakat
Kesehatan
16% Keselamatan,
dan Lingkungan
8% Administrasi
12% Lain-lain*
*Termasuk seni, budaya, warisan leluhur, relokasi dan program untuk
karyawan seperti Matching Gift dan United Way
Selama 2014, kami melanjutkan dukungan bagi peningkatan mutu
di bidang-bidang pendidikan ilmu pengetahuan, teknologi, tehnik
dan matematika (Science, Technology, Engineering, Mathematic/
STEM) melalui inisiatif pengembangan pengajar dan retensi,
serta upaya penguatan sistem pendidikan STEM, semata dengan
tujuan meningkatkan prestasi siswa dan mempersiapkan mereka
untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi dan peningkatan
karir. Kami juga melakukan investasi penting melalui program
pendidikan tinggi yang melatih siswa di bidang-bidang kejuruan
serta program berijazah selama 4 tahun di bidang yang terkait
dengan usaha kami. Fokus pendidikan STEM sejalan dengan
kebutuhan teknis usaha kami yang bersifat jangka panjang, selain
peluang pendidikan lingkungan hidup yang tersedia di hampir semua
lokasi kegiatan kami. Kami juga mengedepankan investasi dalam
program pemberdayaan wanita di bidang ekonomi, seperti pelatihan
online untuk keterampilan wiraswasta yang berjudul “DreambuilderWomen’s Business Creator,” yang berhasil menjangkau lebih dari
3.600 perempuan di Latin Amerika yang lebih dari setengah
berasal dari komunitas kami di Chile dan Peru. Evaluasi dampak
yang dilakukan terhadap angkatan pertama sekitar 8-10 bulan
setelah mereka lulus menunjukkan bahwa 68 persen dari peserta
yang lulus berhasil meningkatkan penjualan, 42 persen berhasil
Dalam rangka kegiatan Cerro Verde untuk meningkatkan infrastruktur penyediaan air
di wilayah Arequipa, telah dilakukan rekonstruksi pintu air pada sungai Rio Chili selama
tahun 2014. Pintu air baru tersebut menggantikan infrastruktur lama guna mendukung
ketahanan sistem pengairan pertanian di wilayah itu ketika terjadi hujan sangat lebat.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
23
MASYARAKAT
memperluas usahanya dan mempekerjakan karyawan baru, dan 71
persen menggaji diri mereka sendiri, dibanding hanya 13 persen
sebelum megikuti program. Pengembangan versi bahasa Inggris dari
program ini dilakukan sepanjang tahun 2014 dan pada awal tahun
2015 diluncurkan dengan tujuan untuk menjangkau kurang lebih
2.500 wanita di Amerika Serikat. Inisiatif pemberdayaan masyarakat
lainnya termasuk program pelatihan pertanian di RDK yang
bermitra dengan Women for Women International, selain itu dukungan
PTFI bagi wanita Kamoro melalui koperasi untuk berbagai upaya
penciptaan lapangan kerja.
MASYARAKAT LOKAL
Secara signifikan, fokus dari penyelenggaraan pelibatan masyarakat
dan investasi setempat yang kami upayakan adalah pada masyarakat
lokal di Papua, Indonesia; warga asli di Amerika Serikat; dan
masyarakat Alto Loa di Chile (Orang Pertama Chile). Melalui
pelibatan masyarakat, proyek promosi dan pelestarian budaya, serta
program pelatihan dan pendidikan, kami bermaksud memperhatikan
kebutuhan, budaya dan adat istiadat masyarakat lokal yang berada
di sekitar lokasi kegiatan Perusahaan. Pelibatan dengan kelompokkelompok pemerhati hak-hak masyarakat lokal di tingkat daerah,
nasional maupun internasional juga penting agar terjadi pertukaran
informasi tentang pendekatan yang dapat diterapkan terhadap
berbagai topik yang berkaitan dengan masyarakat lokal diberbagai
belahan dunia.
Selama 2014, PTFI mencatat 24 keluhan formal yang diterima
dari anggota masyarakat lokal Papua, termasuk tuntutan terkait
penggunaan lahan, tuntutan terhadap pengajuan baru atas hak
pemilikan tanah, serta tuntutan kompensasi atas perjanjian lama
untuk penggunaan lahan. PTFI menerima dan menangani keluhan
masyarakat melalui Sistem Pengelolaan Keluhan Masyarakat,
mengikuti dan patuh terhadap peraturan dan perundangundangan negara Indonesia terkait pertanahan dan hak ulayat.
Dalam menanggapi keluhan terkait hak atas tanah ulayat, PTFI
berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyelesaikan
tuntutan tersebut dan bekerja sama dengan semua pihak agar tercapai
Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat Kamoro terkait
pedangkalan di muara Ajkwa, PTFI telah menyediakan kapal berkapasitas 50
penumpang guna memberi layanan transportasi tetap bagi desa-desa pesisir dalam
rangka pelancarkan kegiatan kesehatan, pendidikan dan perdagangan di wilayah
Timika.
kesepakatan yang masuk dalam kerangka hukum yang berlaku. Di
tahun 2014, PTFI memberi dukungan kepada Lembaga Masyarakat
Suku Amungme (LEMASA) untuk melakukan kajian pemetaan hak
ulayat di tiga desa dataran tinggi, melalui kerja sama dengan Fakultas
Hukum Universitas Cenderawasih dan Departemen Antropologi di
Jayapura, Papua. Tahap awal kajian tersebut telah selesai dan hasilnya
akan digunakan dalam rangka mediasi antara masyarakat Amungme,
pemerintah dan PTFI terkait tuntutan hak atas tanah.
Pada November 2014, sekitar 300 warga Kamoro dari desa Nawaripi
menghalangi pekerja PTFI yang hendak melakukan pekerjaan
perluasan di Tanggul Barat. Mereka mengklaim bahwa kegiatan
PTFI telah berdampak terhadap jalur akses sungai, dan menuntut
kompensasi uang selain diberi peluang bisnis dan pekerjaan, serta
pembangunan perumahan dan sarana umum. Selanjutnya, Petugas
Penghubung Masyarakat (Community Liaison Officers) PTFI dan
Departemen Pengelolaan Tailing dan Sungai dari PTFI bertemu
dengan warga Nawaripi untuk membahas keluhan mereka
serta menilai dampak tersebut. Setelah mengadakan tinjauan
bersama, PTFI setuju memberi bantuan barang dan jasa termasuk
pembangunan dermaga, dukungan program pengembangan ekonomi,
serta penyelenggaraan upacara adat dalam rangka penghargaan
terhadap warisan budaya masyarakat yang terkena dampak. PTFI
masih terus melakukan diskusi dengan mereka guna tercapainya solusi
penyelesaian jangka panjang untuk kepentingan bersama.
Di Chile, kegiatan operasi kami di El Abra secara rutin melibatkan
10 masyarakat lokal, dan telah menjalin kesepakatan kerja sama
Agreement of Cooperation bersama Komunitas Conchi Viejo yang
lokasi kotanya berada di antara pabrik dan tambang. Selama 2014,
kami menimbang berbagai pelibatan tambahan formal, serta sistem
penilaian dan pengelolaan yang secara efektif memperhatikan dampak
sosial maupun topik pengembangan masyarakat dalam koridor sekitar
kegiatan kami di Calama, Chile dimana kami memiliki peluang
perluasan di masa depan.
Di 2014, El Abra bermitra dengan pengembang energi terbarukan untuk memasang
1.500 panel 1.500 photovoltaic (kiri) dan sebuah turbin angin di wilayah masyarakat
pribumi di Ollagüe, Chile. Sebelumnya, masyarakat tersebut hanya mengandalkan
tenaga listrik dari genset diesel. Upacara adat masyarakat Quechua “Payment to the
Earth” (Membalas Bumi) (kanan) tengah berlangsung sebagai ungkapan bersyukur atas
proyek tersebut.
24
Bersama Freeport-McMoRan Chile Foundation untuk investasi
sosial, kami mengharapkan peningkatan pelibatan pemangku
kepentingan dan kegiatan pengembangan masyarakat di Chile
pada 2015. Di Amerika Serikat, selama tahun 2014. kami
terus bekerjasama melibatkan suku Amerika Asli. Kami telah
MASYARAKAT
mengidentifikasi pendidikan masalah yang menjadi prioritas sukusuku yang menjadi mitra kami, dan program beasiswa kami Native
American Scholarship telah memberi 36 beasiswa ke universitas
untuk masyarakat suku-suku Hualapai, San Carlos Apache, Tohono
O’odham dan White Mountain Apache selama tahun itu. Kami pun
menyumbang lebih dari USD 290.000 melalui Dana Kemitraan Suku
Asli Amerika (Native American Partnership Fund) untuk berbagai
prakarsa termasuk proyek pengembangan ekonomi Tohono O’odham
Farmer-Gardener Economic Development yang bertujuan memperluas
kegiatan ekonomi dengan memaksimalkan sumberdaya alam, budaya
dan upaya sosial setempat, serta konferensi nasional remaja suku asli
United National Indian Tribal Youth (UNITY) National Conference
yang menyediakan pelatihan, bantuan teknis, dan kegiatan pengayaan
bagi lebih dari 1.250 remaja dari suku asli setiap tahun.
RELOKASI PEMUKIMAN DI TFM
Sebagai akibat pengadaan lahan baru untuk perluasan proyek TFM
berdampak pada lahan pertanian dan rumah tinggal, dan bahkan
pada banyak kasus relokasi ekonomi dan/atau fisik menjadi tak
terelakkan. TFM memiliki Kebijakan Pengadaan Lahan, Kompensasi
dan Relokasi (dapat dilihat pada website kami) yang mencantumkan
prinsip, prosedur, hak-hak, kriteria dan organisasi terkait hal-hal
yang mengatur kompensasi dari TFM atas dampak dari relokasi
tidak sukarela. Kerangka kerja kebijakan tersebut, bersama dengan
komitmen TFM lainnya terkait rumah tangga dan masyarakat yang
mengalami relokasi dibuat sesuai dengan perundang-undangan
peraturan RDK dan standar internasional kinerja finansial korporasi
International Finance Corporation (IFC) Performance Standards.
TFM mengikuti proses keterlibatan yang transparan dan multi
langkah dimana setiap keluarga yang terkena dampak proyek
sepenuhnya dilibatkan dan diberi kompensasi yang layak sehingga
taraf kehidupannya mengalami peningkatan atau setidaknya
kembali ke kondisi pra proyek. Pada setiap tahap relokasi, TFM
melakukan kajian rona awal (baseline) dan sensus sosial ekonomi yang
komprehensif, dilanjutkan dengan penyusunan suatu Rencana Kerja
Relokasi (Resettlement Action Plan/RAP). Setiap RAP dari masing-
masing kelompok masyarakat mengidentifikasi setiap keluarga
yang terkena dampak ekonomi dan fisik dimana relokasi tidak
dapat dilakukan. Dampak tersebut selanjutnya dimitigasi dengan
kompensasi dana dan/atau penggantian fasilitas serta pemulihan mata
pencarian.
Perencanaan proses relokasi dikaitkan dengan perluasan Ocide
Project yang dimutakhirkan pada 2014 dengan penekanan khusus
bagi kompensasi dan relokasi fisik masyarakat Bloc Mitumba yang
berdekatan dengan wilayah tambang Fungurume Hills dan kota
Fungurume. RAP Mitumba-Fungurume Hills berdampak pada
sekitar 1.240 keluarga yang akan mengalami relokasi fisik maupun
ekonomi, dimana 324 dari jumlah tersebut berhak menerima
perumahan di tempat baru. Relokasi fisik telah dimulai di tahun
2014 dengan 40 keluarga pertama berpindah ke lokasi pemukiman
New Mitumba. 20 keluarga lagi yang memilih menerima kompensasi
uang telah pindah ke rumah tinggal yang diperolehnya sendiri di
Fungurume, Lubumbashi dan Likasi. Proses relokasi fisik ditargetkan
selesai pada akhir tahun 2015.
Pilihan kompensasi uang disiapkan dalam rangka menjawab keinginan
masyarakat Bloc Mitumba yang lebih bersifat berpindah-pindah
dan cenderung ke wilayah perkotaan, dan sebagai alternatif bagi
keluarga yang sudah memiliki rumah tinggal sendiri atau lebih suka
membangun atau membeli rumah sendiri. Unit Relokasi TFM secara
langsung memberi dukungan dan memantau keluarga yang menjalani
relokasi tersebut guna memastikan bahwa rumah tinggal pengganti
yang dibangun atau dibeli dan diperbaiki telah memenuhi standar
kelayakan dan disertai jaminan kepemilikan.
Opsi penggantian dengan uang tersebut menambah pilihan bagi
keluarga yang berhak, dan memberi peluang memanfaatkan uang
kompensasi tersebut untuk meningkatkan mata pencaharian dan
kesejahteraan mereka dibanding menerima rumah tinggal yang belum
tentu ditempati.
Pemantauan ketat terhadap rumah tangga yang direlokasikan akan
dilanjutkan selama dan sesudah proses relokasi guna mengetahui
efektifitas program serta memastikan kesejahteraan rumah tangga
tersebut. Program relokasi TFM ditinjau oleh pihak eksternal setiap
tahun dalam rangka bagian dari program pemantauan dan evaluasi.
KESEHATAN MASYARAKAT
Dalam rangka Rencana Kerja Relokasi miliknya, TFM melibatkan komite konsultasi yang
terdiri dari kepala desa, para tokoh masyarakat dan anggota masyarakat yang kurang
terwakili termasuk wanita dan remaja (kanan, Komite Konsultasi New Mitumba). Tahap
pertama proyek relokasi New Mitumba (kiri) yang termasuk pembangunan rumah baru
bagi 40 keluarga dan sebuah sekolah telah selesai di 2014.
Kami melakukan kegiatan di berbagai belahan dunia yang tidak
memiliki ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak, dimana
penduduknya memiliki tingkat pendidikan dan kesadaran tentang
kesehatan, yang sangat rendah dan sulitnya akses terhadap layanan
kesehatan. Malaria, HIV/ AIDS dan tuberkulosis (TBC) merupakan
penyakit menular yang menjangkiti masyarakat di sekitar kegiatan
kami di Indonesia dan RDK, termasuk tenaga kerja kami. Melalui
kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi non
pemerintah/LSM, Perusahaan kami secara khusus menyediakan
sumber daya untuk membantu masyarakat dan pemerintah
mengurangi resiko terhadap kesehatan masyarakat.
Tenke Fungurume Mining
Sebelum dimulainya kegiatan operasi TFM, malaria merupakan
penyebab kematian terbesar di wilayah itu, dan menjadi beban sosial
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
25
MASYARAKAT
untuk menanggulangi ancaman penyakit dalam kerangka kerja
sama antara pemerintah dan industri ekstraksi. Pada tahun 2014,
TFM ikut serta melakukan pengujian piranti tersebut di lapangan,
termasuk menyelenggarakan kunjungan ke lokasi dimana para
pakar kesehatan bertemu dengan pengelola lokasi untuk mengkaji
dan membahas praktik-praktik yang berlaku, kepraktisan dan
kelayakan pemanfaatan piranti dimaksud, dan pelaksanaan langkah
penanggulangan yang diusulkan. Program dilakukan pada saat
yang tepat dalam mendukung perencanaan kesiapan TFM untuk
menanggulangi berjangkitnya penyakit menular seperti Ebola.
PT Freeport Indonesia
Pasien mendapatkan pelayanan di sebuah rumah sakit rujukan interim yang dibangun
atas kerja sama antara TFM dan Fungurume Health Zone. Sarana ini melayani sekitar
130.000 penduduk.
dan ekonomi penting bagi masyarakat. TFM menjalankan program
pengendalian malaria terpadu untuk melindungi tenaga kerjanya, dan
juga masyarakat yang tinggal di dalam wilayah konsesinya, dimana
program tersebut merupakan program perintis di RDK. Program
penyemprotan residual di dalam rumah dengan sasaran setiap
rumah yang dapat dijangkau di wilayah konsesi, sebanyak dua kali
penyemprotan setiap tahun dengan penyemprotan lebih dari 205.800
bangunan selama musim hujan tahun 2013-2014. Selama tahun 2014,
dilakukan diagnosis terhadap 573 kasus malaria terhadap karyawan,
yang selanjutnya menjalani pengobatan. Hal ini merupakan penurunan
kejadian malaria di lingkup karyawan sebesar 80 persen secara
keseluruhan sejak dimulainya program di tahun 2008.
Peningkatan akses terhadap air bersih merupakan hal penting guna
meningkatkan standar kesehatan dan kehidupan setempat. Sejak
tahun 2007, telah dibangun 119 sumur di dalam dan di sekitar
daerah konsesi TFM, enam sumur di tahun 2014. Selama musim
hujan tahun 2013-2014 penyakit kolera menjangkit di dalam wilayah
konsesi TFM, yang menyebabkan 203 kasus kolera dan 10 kematian.
Meskipun telah dilakukan upaya meningkatkan akses terhadap air
minum, selain tidak pernah ada wabah kolera sejak 2009, derasnya
arus masuk penduduk ke dalam wilayah tersebut mengakibatkan
digunakannya air kotor dari sungai. Menanggapi wabah ini, TFM
mendukung upaya pemerintah setempat untuk mendirikan lokasi
isolasi untuk pengobatan penyakit kolera, serta menyediakan sarana
diagnosis dan pengobatan berikut transportasi untuk membawa
obat-obatan dari Kementerian Kesehatan Provinsi ke dalam wilayah
yang terjangkit penyakit. TFM juga menyumbang klorin kepada
pemerintah dalam upaya klorinasi sumur dangkal yang tak terlindung
di wilayah tersebut. Selama musim hujan tahun 2014-2015 tidak ada
laporan kasus kolera di dalam wilayah konsesi TFM, dan tengah
dilakukan berbagai program untuk peningkatan akses terhadap air
minum di wilayah perkotaan berisiko tinggi.
Dalam rangka program USAID untuk menanggulangi timbulnya
ancaman pandemi, USAID Emerging Pandemics Threats Program,
telah dikembangkan berbagai piranti bagi pengelolaan risiko
penyakit menular, melalui dialog dan penyusunan strategi kesehatan
26
Departemen Kesehatan Masyarakat PTFI dengan dukungan dari
penyedia jasa medis International SOS menyelenggarakan program
bagi pendidikan, pencegahan, penyuluhan, diagnosis dan pengobatan
penyakit di dalam dan di sekitar wilayah proyek. Selain dana sebesar
sekitar USD 7,8 juta yang langsung dikelola oleh PTFI untuk
program kesehatan masyarakat di tahun 2014, LPMAK melalui Dana
Kemitraan PTFI, mengalokasikan dana sebesar hampir USD 15,4
juta untuk program layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk
pengelolaan rumah sakit untuk masyarakat di Timika, daerah
dataran rendah, dan di desa dataran tinggi Banti, selain program
komprehensif kesehatan masyarakat untuk menanggulangi HIV/
AIDS, TBC, malaria, dan menyediakan layanan kesehatan ibu dan
anak, serta air bersih.
Provinsi Papua mengalami peningkatan pesat tingkat prevalensi
HIV selama empat tahun terakhir, dari 157 per 100.000 penduduk
pada 2011, menjadi 359 per 100.000 penduduk pada tahun 2014,
atau 16 kali tingkat prevalensi nasional di Indonesia (23 per 100.000
penduduk pada tahun 2014. Karakteristik dominan dari wabah HIV/
AIDS di Papua adalah transmisi secara heteroseksual, terutama di
kalangan penduduk lokal. PTFI melaksanakan sejumlah program
pencegahan, penyuluhan, dan pengobatan HIV/AIDS untuk
karyawan dan masyarakat sekitar. Pada tahun 2014, PTFI melakukan
kegiatan pendidikan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS dengan
jangkauan lebih dari 14.000 anggota masyarakat dan 9.100 karyawan,
membagikan alat kontrasepsi berupa kondom, serta mengadakan
lebih dari 700 sesi konseling tatap muka bersama pekerja seks
komersial.
PTFI juga meningkatkan layanan Konseling dan Pemeriksaan
Sukarela (HIV/AIDS Voluntary Counseling and Testing / VCT)
untuk karyawan Perusahaan dengan menawarkan layanan sukarela
tersebut bagi setiap orang yang melakukan pemeriksaan kecuali
yang bersangkutan memilih menolak tawaran tersebut. Di tahun
2014, sekitar 21.000 karyawan dan kontraktor berpartisipasi dalam
program VCT, ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan
3.400 karyawan pada tahun 2011, dan hasilnya ditemukan 69 kasus
baru. Upaya PTFI untuk meningkatkan VCT tersebut berujung
dengan keberhasilan memperoleh diagnosis kasus HIV pada tahap
dini sebelum berkembangnya komplikasi. Untuk kasus HIV positif,
pemerintah Indonesia menyediakan terapi antriretroviral bagi tenaga
kerja PTFI dan anggota masyarakat. Melalui diagnosis tahap dini,
orang-orang dengan HIV tidak saja memperoleh peluang pengobatan
serta dimungkinkan menempuh kehidupan yang sehat, tetapi juga
tercegah penularan HIV dari orang lain.
MASYARAKAT
PENAMBANGAN TRADISIONAL
Petambang tradisional dan skala kecil berbekal peralatan serta
keahlian terbatas dalam menjalankan kegiatannya pada kondisi
yang penuh bahaya, serta berpotensi menimbulkan dampak sosial
dan lingkungan hidup, selain menghadapai ancaman terhadap
kesehatan dan keselamatan mereka sendiri. Risiko ini menjadi
tantangan bagi industri pertambangan secara global, oleh karena
itu sejumlah perusahaan tengah mencari cara mengelola risiko
keamanan yang timbul dan berusaha menciptakan alternatif ekonomi
bagi penambang ilegal, dan pada kasus tertentu dimana kondisi
kesehatan, keselamatan dan lingkungan hidup dapat dikendalikan,
mengembangkan upaya pengesahan petambangan tanpa izin. Kami
menyadari tidak ada solusi tersendiri yang dapat menyelesaikan
masalah ini sepanjang masih ada pengangguran, kemiskinan dan
pembelian produk ilegal. Namun demikian, kami percaya bahwa
pendekatan dengan melibatkan multi stakeholder (multi-pronged)
melalui pengelolaan risiko keamanan, pelibatan pemangku
kepentingan, dan pengembangan sosial ekonomi bagi alternatif mata
pencaharian menjadi suatu keharusan.
PT Freeport Indonesia
PTFI menerapkan pengelolaan Sirsat (pasir sisa tambang/ tailing)
secara terkendali melalui aliran sungai menuju kawasan yang telah
ditetapkan di daerah dataran rendah dan pesisir, yang dinamakan
Modified Deposition Area (ModADA). Ribuan petambang tradisional
ilegal mendulang emas di dalam wilayah proyek pada daerah aliran
sungai Otomona (di bagian hilir pabrik pengolahan). Kendati anggota
masyarakat setempat termasuk di antara petambang tradisional
tersebut, sebagian besar terdiri dari pendatang dari luar daerah.
Salah satu risiko terbesar dari kegiatan ilegal pendulang emas adalah
kemungkinan digunakannya merkuri. PTFI secara tetap memantau
penggunaan merkuri melalui program pemantauan lingkungan hidup
yang dilakukan secara rutin, dan hingga saat ini tidak terdeteksi
adanya kandungan merkuri di atas batas normal pada ekosistem
sungai. PTFI juga menjalankan sistem pemantauan berkelanjutan
terhadap kandungan merkuri di udara di kota Timika. Sejak tahun
2010, telah dideteksi peningkatan kadar merkuri dibeberapa bagian
kota dimana terdapat toko emas. Dengan adanya sistem pemantauan
dan penyuluhan yang dilakukan, PTFI menilai risiko penggunaan
merkuri pada daerah aliran sungai telah berkurang secara signifikan.
Petugas-petugas Penghubung Masyarakat (Community Liaison Officers
/ CLOs) secara rutin berada di lapangan untuk mensosialisasikan
risiko kesehatan dan keselamatan yang ditimbulkan oleh kegiatan
pendulangan emas.
Risiko lain terkait penambangan tradisional adalah meningkatnya
konflik antara pendulang emas dan pihak-pihak lain yang
mendukung jaringan kegiatan rumit tersebut. Pada tahun 2014, PTFI
mulai menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung
upaya pelibatan pemangku kepentingan bersama pendulang emas
ilegal tersebut. Organisasi ini telah memperbarui survei rona awal
(baseline) yang dimulai di tahun 2012 tentang kegiatan pendulang di
daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Mengingat sensitivitas
menyangkut masalah pertambangan tradisional berdasarkan hukum
Indonesia dan risiko yang terkait, PTFI menyadari pentingnya
kehadiran pihak ketiga yang netral untuk membantu melakukan
pengumpulan data serta komunikasi dua arah yang lebih baik.
PTFI tengah bekerja sama dengan pemerintah setempat dan lembaga
terkait untuk mencarikan mata pencaharian alternatif untuk para
pendulang. Bagi anggota masyarakat setempat, program-program
pengembangan ekonomi berbasis desa termasuk koperasi kopi dan
kakao merupakan bidang pekerjaan saat ini, dan pengenalan metode
penanaman tumpang sari yaitu menanam sayur dan tanaman cepat
tumbuh lainnya, untuk peluang peningkatan penghasilan.
Tenke Fungurume Mining
Pertambangan tradisional telah meluas di RDK dan hadir secara ilegal
di wilayah TFM, dimana ini diperuntukkan bagi pertambangan skala
industri. Bijih berkadar tinggi banyak ditemukan di permukaan konsesi
ini dan para penambang ilegal menggali terowongan bawah tanah
untuk bisa mengakses cebakan bijih tersebut dengan menggunakan
peralatan sederhana serta tidak mengenakan perlengkapan
keselamatan. Kondisi kerja di daerah pertambangan tradisional sangat
berbahaya, dan resiko tanah longsor, runtuhan serta tertimbunnya
penambang semakin tinggi pada saat musim hujan. Pada 2014 ada
laporan insiden kematian seorang petambang ilegal ketika terjadi
tanah longsor di dalam wilayah konsesi TFM. Pihak TFM menduga
ada lebih banyak kasus fatalitas menyangkut penambang ilegal yang
tidak dilaporkan kepada TFM maupun pihak berwajib setempat
dikarenakan kekhawatiran akan dilakukan penangkapan atas kegiatan
ilegal tersebut dan ditutupnya akses menuju cebakan terbuka dan
terowongan.
Wilayah tambang TFM (dan tambang lain) mempunyai daya tarik
bagi pendatang baru yang sebagian besar terdiri dari lelaki dewasa
yang diusir dari daerah kegiatan penambangan tradisional lain. Arus
masuk pendatang yang deras tersebut serta kegiatan penambangan
ilegal telah menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di dalam
masyarakat, seperti peningkatan tindakan kriminal. Pada tahun 2014,
TFM menjalin kemitraan dengan Search for Common Ground (SFCG)
untuk melibatkan pemangku kepentingan dari masyarakat untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan termasuk penambangan ilegal,
keamanan dan HAM, serta kohesi sosial melalui sejumlah strategi
komunikasi. Pada tahap awal proyek tersebut, SFCG melakukan
survei rona awal (baseline) untuk mengidentifikasi masalah-masalah
yang menimbulkan ketegangan sosial ekonomi utama di dalam daerah
konsesi, termasuk pandangan warga setempat terkait PETI. Melalui
kemitraan dengan SFCG, TFM berharap dapat membentuk forum
dialog konstruktif tentang permasalahan sumber konflik di daerah itu
dengan anggota masyarakat. Sebagaimana di Indonesia, kami meyakini
bahwa dukungan pihak ketiga penting agar Perusahaan terbantu untuk
menangani permasalahan konflik yang peka.
Seiring perluasan kegiatan TFM dengan adanya cebakan baru di
dalam konsesinya, potensi terjadinya kegiatan pertambangan ilegal
akan meningkat. TFM tetap bekerja bersama pemerintah RDK untuk
menjalankan upaya pengendalian di pintu masuk dan keluar wilayah
konsesi dalam rangka mencegah pengiriman bijih secara ilegal dan
untuk melaksanakan pemantauan keamanan bergerak. Para CLO
di TFM melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan
mendidik masyarakat tentang risiko terkait kegiatan penambangan
tradisional yang ilegal. TFM tetap melanjutkan strategi jangka
panjang untuk mendukung pengembangan ekonomi dan penciptaan
pekerjaan di wilayah tersebut agar masyarakat mendapatkan
peluang alternatif perolehan penghasilan. TFM memprioritaskan
pengembangan pertanian sebagai kegiatan pendukung, dan juga
tengah mengembangkan Kawasan Pembangunan Terpadu (Integrated
Development Zone) di dalam wilayah konsesi dengan sasaran menarik
usaha lain dalam rangka merangsang pertumbuhan lapangan kerja.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
27
LINGKUNGAN HIDUP
K
ebijakan Lingkungan Hidup Freeport-McMoRan berlandaskan
tujuan untuk mematuhi peraturan dan undang-undang dan
untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup dengan
menggunakan strategi pengelolaan risiko yang berdasarkan data
valid dan keilmuan. Untuk itu kami harus mengkaji dan menimbang
pengaruh setiap kegiatan terhadap lingkungan hidup, apakah itu
kegiatan eksplorasi, menambang, atau pengolahan; serta membuat
rencana dan menyelenggarakan rancangan, pengembangan, operasi,
dan penutupan setiap sarana dengan mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya secara ekonomis, serta memperkecil dampak yang buruk
terhadap lingkungan hidup.
Semua kegiatan operasional pertambangan dan pengolahan
mineral kami menerapkan Sistem Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Environmental Management System /EMS) yang bersertifikasi standar
ISO 14001, dan yang menjalani audit independen setiap tahun.
Selama tahun 2014, kami telah melakukan audit internal lingkungan
hidup pada 14 lokasi kegiatan operasional, dan sarana kami secara
rutin diperiksa oleh lembaga regulator terkait. Sejak tahun 1996
telah dilakukan audit independen lingkungan hidup di PTFI setiap
tiga tahun, dan ringksan eksekutif maupun tanggapan terhadap
rekomendasi atas audit 2014 dimuat pada website Perusahaan. Semua
kegiatan operasi kami memiliki program tindakan koreksi terkait
masing-masing EMS yang memayunginya.
Teguran dari lembaga regulator lingkunagn hidup yang diterima
kegiatan operasi sebagaimana tertera pada tabel dibawah, pada
umumnya menyangkut pelanggaran batas yang diizinkan, atau
pelanggaran kelalaian pencatatan yang tidak berdampak, atau
dampaknya kecil terhadap lingkungan hidup. Teguran atas
pelanggaran juga disampaikan setelah kejadian tumpahan atau
lepasan terkait debu tailing atau dampak pada air. Meningkatnya
jumlah teguran atas pelanggaran pada periode tahun 2012 hingga
2014 sebagian dikarenakan teguran yang diterima di Cerro Verde
terkait lepasan atau ancaman terhadap lingkungan hidup. Pada
umumnya di berbagai operasi kami, besarnya denda yang dikenakan
atas pelanggaran lingkungan hidup dibawah USD 100.000.
Perluasan pabrik pengolahan Morenci di Arizona dimulai pada Mei 2014. Proyek ini
termasuk pemasangan mesin-mesin ball mill dengan efisiensi tinggi, serta sebuah
hydraulic roll crusher yang memungkinkan pengolahan volume bijih lebih besar dengan
efisiensi energi yang 25 persen lebih tinggi dibanding yang lazim berlaku di industri ini.
PENGELOLAAN ENERGI
Kegiatan operasi tambang tembaga milik kami menuntut pasokan
energi cukup besar, terutama dari bahan bakar diesel, pembelian
daya listrik, batubara dan gas alam, yang semuanya sebagian besar
diperoleh dari pihak ketiga berdasarkan kontrak jangka panjang. Pada
tahun 2014, sekitar 20 persen dari biaya produksi tembaga konsolidasi
kami adalah untuk energi.
Pada tahun 2014, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kami secara
global, yang diukur dalam unit ekuivalen karbon dioksida, tidak
mengalami banyak perubahan dibanding 2013, sebesar kurang
lebih 9,5 juta metrik ton, terdiri dari emisi langsung (55 persen) dan
tidak langsung (45 persen). Emisi lebih rendah terkait penjualan
Candelaria dan Ojos de Salado diimbangi oleh proyek peningkatan
produksi yang cukup besar di Morenci dan Cerro Verde. Dari tahun
ke tahun emisi langsung kami yang sebagian besar berasal dari
pembakaran bahan bakar pada truk angkut, disusul pembakaran
bahan bakar guna menghasilkan energi untuk berbagai proses
seperti roasting dan smelting. Sebagian besar kegiatan tambang kami
dilakukan di tambang terbuka. Ketika tambang terbuka makin ke
dalam, jarak jalur transportasi menjadi kian panjang dan truk angkut
harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengangkut bijih menuju
INDIKATOR KEPATUHAN LINGKUNGAN HIDUP
Kejadian tumpahan atau lepasan zat kimia
berbahaya atau beracun yang dapat dilaporkan
Teguran mengenai pelanggaran terkait batas yang diizinkan,
tumpahan, lepasan atau hal lain menyangkut kepatuhan
Sanksi denda terkait lingkungan hidup*
2010
2011
2012
2013
2014
10
11
12
16
14
6
6
4
10
11
USD83.420 USD75.000 USD47.369 USD80.362 USD123.745
*pada umumnya, denda dilunasi pada periode berikut sesudah tahun terjadinya kejadian lingkungan hidup yang dimaksud dan/atau tindakan
pelaksanaannya.
28
LINGKUNGAN HIDUP
sarana pengolahan. Kendati jumlah limbah yang dipindahkan
mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, jarak angkutnya semakin
meningkat. Ketika kondisi pasar menuntut penambangan dan
pengolahan bijih berkadar rendah, maka jumlah material yang harus
dipindahkan bertambah untuk setiap pon logam yang diproses.
Sumber utama emisi tidak langsung kami adalah dari penghasil
listrik. Pada tahun 2014, sekitar 64 persen dari daya listrik yang
kami beli berasal dari karbon rendah atau sumber terbarukan (kami
menghasilkan seluruh daya listrik di PTFI dengan menggunakan
batubara). Proses-proses yang mengkonsumsi daya listrik terbesar
pada sarana kami adalah crushing, milling, pumping dan electrowinning.
Kami berhasil meningkatkan efisiensi energi secara signifikan melalui
sarana pengolahan baru kami, termasuk di Morenci dan Cerro
Verde. Namun demikian, peningkatan efisiensi yang dihasilkan
belum menjamin penggantian peralatan secara menyeluruh pada
sarana pengolahan lain karena tidak ekonomis.
TOTAL (LINGKUP I DAN II) EMISI EKUIVALEN
KARBON DIOKSIDA TAHUN 2014
Berdasarkan Wilayah
50%
Amerika Utara
28% Indonesia
17% Amerika Selatan
3% Afrika
2% Eropa
EMISI EKUIVALEN KARBON DIOKSIDA TAHUN
2014 (LINGKUP I)
Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Fuel
58% Liquid
Hydrocarbons
30% Batubara
Fuel
6% Gaseous
Hydrocarbons
6% Lain-lain
a
b
a. Terkait sarana pembangkit listrik tenaga batubara milik kami sendiri di
PTFI.
b. Emisi dari berbagai proses yang tidak menggunakan energi, termasuk
pelindian bijih yang mengandung calcite, produksi batu gamping,
penghilangan zat besi, dan pendinginan.
Kami melakukan investasi lebih dari USD 10 juta setiap tahun untuk
kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang energi melalui pusat
teknologi, layanan teknik dan kelompok peningkatan operasional
yang kami miliki. Kami pun mengikuti program efisiensi dari segi
kebutuhan pengguna utilitas, serta mendukung standar energi
terbarukan apabila dimungkinkan, misalnya dengan menyediakan
lahan proyek tambang bagi pembangkit listrik tenaga matahari.
Keberhasilan efisiensi yang telah kami capai pada tahun-tahun
terakhir termasuk:
•
enggunaan teknologi anoda alternatif yang kami miliki untuk
P
mengurangi energi yang dibutuhkan dalam produksi tembaga
electrowon;
•
Pemanfaatan kelebihan panas dari proses pembakaran sulfat
di tambang Safford, Arizona guna menghasilkan kapasitas
listrik sebesar 15 megawatt (MW) yang digunakan secara
berkesinambungan bagi kegiatan pengolahan;
•
Penyediaan lahan proyek tambang bagi pembangkit listrik
tenaga matahari berkapasitas gabungan 20 MW di Arizona;
•
Penggunaan High Pressure Grinding Rolls, untuk pertama kalinya
di industri tembaga di dunia, dengan hasil pengurangan 15
persen kebutuhan energi untuk proses penghalusan bijih;
•
Instalasi ball mills berefisiensi tinggi serta sebuah hydraulic
roll crusher yang dapat mengolah lebih banyak bijih pada
kegiatan operasi unggulan kami di Morenci, Arizona, dengan
hasil peningkatan 25 persen efisiensi energi pada rangkaian
penghancuran bijih;
•
Pengembangan pendekatan untuk menghasilkan kegiatan
peledakan dan penghancuran dan penghalusan bijih yang lebih
efisien; dan
•
Mempertahankan sertifikasi standar ISO 50001 untuk sistem
pengelolaan energi di smelter Atlantic Copper di Spanyol.
Pada saat ini, berbagai kegiatan penambangan kami tidak berada di
lokasi yang menimbulkan biaya langsung atas emisi gas rumah kaca
(GHG). Namun demikian, dalam periode jangka menengah maupun
jangka panjang ada kemungkina kami mengalami peningkatan biaya
atas emisi GHG dari penambangan dikarenakan sejumlah peraturan
yang diberlakukan di Amerika Serikat dan berbagai negara dimana
kami beroperasi. Selain itu, biaya listrik dan pasokan lain yang
kami beli dapat saja meningkat apabila pemasok kami dikenakan
biaya tambahan akibat peraturan tentang emisi GHG. Kami telah
menyusun model bagi pengandaian pajak karbon sebesar USD 50
per metrik ton atas total emisi GHG pada 2014 (Lingkup I dan II)
terkait tambang tembaga kami diseluruh dunia. Peningkatan biaya
operasional pengandaian tersebut tidak menuntut perubahan pada
rencana operasional karena serupa dengan kemungkinan keadaan
fluktuasi pada kadar bijih yang ditambang. Sehingga penerapan
model tersebut terhadap profil proyeksi emisi kami serta rencana
produksi tembaga tidak merubah rencana operasi Perusahaan saat ini.
Kami telah memperoleh verifikasi independen terkait inventaris emisi gas
rumah kaca (GHG) kami selama periode 2007-2014.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
29
LINGKUNGAN HIDUP
PENGELOLAAN DAN PENYEDIAAN AIR
Kegiatan penambangan memerlukan air dalam jumlah besar untuk
proses penambangan dan pengolahan bijih, dimana sebagian besar
lokasi kegiatan operasi kami di Amerika Utara maupun Amerika
Selatan berada di daerah gersang. Kami menggunakan sekitar 1.325
juta meter kubik air untuk keperluan pengolahan pada tahun 2014,
yang sekitar 79 persennya terdiri dari air hasil daur ulang. Sebagian
besar air daur ulang berasal dari tangkapan air yang dipakai pada
sarana penampungan Sirsat (pasir sisa tambang/ tailing) dan kolam
lindi. Keseluruhan penggunaan air yang dilaporkan, termasuk air
daur ulang mengalami peningkatan pada tahun 2014 karena kegiatan
pertambangan di Arizona dimasukkan dalam data tahun 2014. Kami
memperkirakan total penggunaan air akan meningkat seiring dengan
peningkatan terhadap fasilitas proyek yang sudah ada.
Kegiatan tambang di daerah gersang pemanfaatan model air berbasis
operasi untuk memaksimalkan penggunaan air, peluang untuk
mendaur ulang, serta kehilangan dalam kegiatan operasi seperti
proses penguapan. Melalui proses ini kami berhasil mengidentifikasi
sejumlah praktik operasi tambahan dimana penggunaan air daur
ulang yang pada pelaporan sebelumnya tidak dihitung, yang pada
akhirnya menambah peningkatan persentase total penggunaan air
daur ulang.
Kendati potensi terjadinya dampak fisik dari perubahan iklim
terhadap kegiatan kami sangat tidak menentu, kegiatan operasi di
daerah gersang senantiasa dilakukan dengan menyusun skenario
rencana tahunan untuk mengevaluasi perkiraan berkurangnya jumlah
persediaan air serta perkiraan terjadinya presipitasi (hujan) ekstrim.
Pengelolaan air yang kami lakukan termasuk identifikasi tindakan
untuk membantu dalam menyesuaikan kegiatan kami terhadap
kemungkinan kekurangan maupun kelebihan persediaan air.
Akses terhadap air bersih yang jumlahnya memadai menjadi
perhatian banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,
serta usaha di bidang pertanian maupun industri. Kami menjajaki
berbagai peluang bersama dengan pemangku kepentingan seiring
melanjutkan investasi pada proyek penyediaan air untuk mendukung
rencana-rencana bagi operasi dan pertumbuhan kami. Contohnya,
di operasi pertambangan kami di Cerro Verde, Peru yang berlokasi
di daerah gersang, air disediakan dari sumber terbarukan melalui
suatu rangkaian waduk di daerah aliran sungai Rio Chili. Waduk
tersebut menangkap air dari sebagian besar hujan musiman yang
berguna untuk menunjang kepentingan masyarakat, pertanian dan
pertambangan. Seiring penyelesaian instalasi konsentrator baru di
tambang, sebuah fasilitas pengolahan air limbah perkotaan tengah
PENGGUNAAN AIR BERDASARKAN SUMBER
SELAMA TAHUN 2014
1.325 Juta Meter Kubik
79% Air Daur Ulang
Permukaan/Air
16% Air
Tanah
4% Air Hujan
1% Lain-lain
30
Pada Juli tahun 2014, sarana pengolahan air yang menggunakan teknologi mutakhir
di Climax Molybdenum mulai beroperasi untuk mengolah hingga 14.000 galon air per
menit dari Sarana Penampungan Tailing Mayflower. Air yang telah diolah di lepas ke
aliran Ten Mile Creek yang digunakan untuk kegiatan perikanan dan tempat rekreasi di
Summit County, Colorado.
dibangun untuk kota Arequipa. Cerro Verde telah memperoleh izin
untuk menggunakan kembali air limbah yang telah melalui proses
pengolahan, dengan rata-rata debit satu meter kubik per detik untuk
keperluan pengolahan bijih. Sarana pengolahan air limbah tersebut
diharapkan meningkatkan kualitas air di wilayah tersebut, serta
mengurangi penyakit yang dibawa air dan meningkatkan nilai hasil
bumi setempat, serta menyediakan air tambahan bagi proyek yang
penting bagi ekonomi wilayah tersebut.
Selama tahun 2014, perusahaan melaksanakan sejumlah opsi baru
untuk menyimpan air permukaan terbarukan pada fasilitas pengisian
bawah tanah di wilayah Arizona untuk persediaan pasokan dalam
rangka mendukung kegiatan tambang yang ada, sebagai cadangan
pada musim kemarau, maupun untuk mendukung perluasan
tambang di masa depan. Perusahaan pun mengajukan permohonan
tambahan alokasi air permukaan terbarukan di Arizona (alokasi
Central Arizona Project) dan telah diberikan rekomendasi awal dari
badan pengairan negara bagian untuk alokasi air tersebut. Proses
ini mengharuskan dilaksanakannya kajian lingkungan hidup oleh
pemerintah bagian federal yang diharapkan selesai pada tahun 2016.
TAILING DAN LIMBAH BATUAN
Sebagian besar volume limbah yang dihasilkan oleh kegiatan
operasional kami berupa limbah batuan (termasuk batuan penutup/
overburden) dan pasir sisa tambang (Sirsat/tailing). Pengelolaan
volume limbah batuan dan tailing yang dihasilkan dalam kegiatan
tambang kami memberikan tantangan pengelolaan lingkungan hidup,
keselamatan dan rekayasa yang signifikan. Pada tahun 2014, kami
menghasilkan masing-masing sekitar 380 juta dan 180 juta metrik
ton limbah batuan dan tailing. Risiko utama terkait pengelolaan
timbunan limbah batuan dan tailing terkait stabilitas struktural,
geokimia, kualitas air, dan debu. Limbah tersebut dikelola sesuai
peraturan yang berlaku dilokasi kami beroperasi, dan program kami
dirancang mengikuti dan patuh terhadap peraturan dan perundangundangan nasional, negara bagian dan daerah, serta terhadap
berbagai perizinan dan Kajian Dampak Lingkungan Hidup.
LINGKUNGAN HIDUP
informasi yang tersedia bagi umum, termasuk laporan pasca kejadian
yang diterbitkan oleh Independent Expert Engineering Investigation
and Review Panel, serta memastikan bahwa proses dan sistem yang
diterapkan dalam Tailings Stewardship Program kami sudah sejalan
dengan praktik mutakhir dan sejalan dengan rekomendasi panel.
PTFI bekerja sama dengan instansi pemerintah dan berbagai perguruan tinggi untuk
melakukan penelitian terhadap tehnik-tehnik reklamasi di Pusat Reklamasi dan Penelitian
Keanekaragaman Hayati Maurujaya (kiri), yang berlokasi di daerah bekas pengendapan
tailing di dataran rendah. Pusat tersebut merupakan lokasi pendidikan lingkungan hidup
kelas dunia.
Saat ini Freeport-McMoRan mengelola 17 sarana penampungan
Sirsat/tailing (tailings storage facilities /TSFs) selain 52 TSF yang
sudah tidak aktif atau sudah sepenuhnya direklamasi. Di lokasi
kegiatan kami di Cerro Verde, Peru, kami mengedepankan konstruksi
waduk (starter dam) yang akan menjadi salah satu TSF terbesar di
sektor pertambangan dunia, dengan target kapasitas sebesar kurang
lebih 2 miliar metrik ton material tailing. Terkait penyelesaian
perluasan pabrik pengolahan di Morenci, Arizona, pada tahun 2014,
kami telah meningkatkan kapasitas TSF di lokasi tersebut sebesar
kurang lebih 568 juta metrik ton.
Di tingkat operasional, stabilitas TSF dikelola oleh ahli teknik
internal yang berkualifikasi dan ditinjau oleh ahli teknik
berkualifikasi dalam Engineer(s) of Record (EORs). Kami mengikuti
prosedur operasi, pemeliharaan dan komunikasi yang telah
ditetapkan. Sesuai proses tersebut, kami secara rutin melakukan
inspeksi dan memantau pola kecenderungan permukaan air
tanah, rencana pengendapan, kendali pengelolaan air, pengelolaan
rembesan, sistem pemisahan fisik (decant), serta komponen stabilitas
lainnya. Selain itu, kami secara berkala meninjau kondisi keadaan di
lapangan melalui program pengujian geoteknik di lapangan maupun
di laboratorium.
Di tingkat korporasi, stabilitas TSF dikelola melalui program
pengelolaan Tailings Stewardship Program yang termasuk sebuah
kelompok pakar internal dan eksternal dari berbagai bidang keahlian
yang bertugas melakukan evaluasi terhadap rancangan, operasi
dan pemeliharaan TSF guna memastikan pelaksanaan praktik
pengelolaan yang baik. Pada tahun 2014, tim tersebut melakukan
inspeksi lapangan tahunan terhadap 17 TSF aktif dan 20 TSF non
aktif milik kami. Kami pun melakukan konsultasi dengan Dewan
Pengkaji Tehnis, yang terdiri dari pakar internasional ternama, terkait
rancangan dan analisa yang dibuat oleh ahli teknik EOR kami, selain
terhadap pengelolaan stabilitas waduk yang kami lakukan, agar tetap
sejalan dengan praktik terbaik industri. Setelah kejadian runtuhnya
waduk tailing pada 4 Agustus tahun 2014 di tambang Mount Polley
Mine milik Imperial Metals di British Columbia, yang merupakan
salah satu kejadian tumpahan lumpur Sirsat terbesar yang pernah
terjadi, para pakar internal Sirsat kami melakukan kajian terhadap
Sistem pengelolaan Sirsat terkendali melalui sungai di PTFI
yang telah disetujui pemerintah Indonesia memanfaatkan sistem
sungai yang curam di dataran tinggi di area tambang kami untuk
menyalurkan tailing menuju sebuah lokasi di daerah dataran
rendah yang telah direkayasa agar dapat dikelola sebagai tempat
pengendapan tailing dan sedimen alami yang bernama ModADA.
Tanggul-tanggul penahan telah dibangun untuk menahan endapan
Sirsat dan membatasi luapan air sungai di daerah dataran rendah.
ModADA Management Board (MMB) adalah sebuah komite pakar
multi disipliner yang melakukan pertemuan sekitar dua kali dalam
setahun untuk mengevaluasi kinerja dan risiko terkait ModADA
dan kawasan pesisir. Komite MMB berfokus pada struktur tanggul
dan stabilitas geokimia daerah pengendapan, serta terkait pelibatan
pemangku kepentingan terkait. PTFI juga menyelenggarakan
Forum Komunikasi Pengelolaan Tailing yang terdiri dari pemangku
kepentingan dari pemerintahan, akademisi dan organisasi non
pemerintah, yang bertemu secara berkala untuk membahas sistem
pengelolaan tailing terkendali melalui sungai yang dilakukan PTFI
termasuk peluang-peluang terkait program pemanfaatan tailing.
Pada TSF yang berada di lokasi gersang, program pengelolaan
tailing kami mencakup upaya mengurangi emisi debu terbang
dari lokasi permukaan penampungan tailing, serta meningkatkan
penangkapan air reklamasi guna mengurangi penggunaan air. Upaya
untuk mengurangi debu terbang termasuk dengan menggunakan
magnesium klorida, polimer, pengairan dan pagar angin (wind
fencing).
Limbah dan batuan penutup dikelola di daerah timbunan untuk
kemungkinan adanya proyek perolehan mineral, reklamasi atau
proyek lainnya di masa depan. Timbunan tersebut dipantau secara
rutin dan dievaluasi terhadap stabilitas strukturalnya sesuai dengan
kriteria rancangan seismik setempat. Di PTFI, timbunan batuan
penutup mengalami erosi akibat curah hujan tinggi di wilayah
tersebut (rata-rata curah hujan tahunan sebesar 200 inci). Material
tererosi dari timbunan mengendap di daerah pengendapan tailing di
Kolonisasi alami rumput tinggi Phragmites karka terjadi di sebelah barat daerah
ModADA yang memiliki luas 230 kilometer persegi.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
31
LINGKUNGAN HIDUP
dataran rendah. Kendati telah diprediksi dalam kajian lingkungan
hidup yang kami lakukan, material tambahan tersebut berdampak
terhadap jumlah maupun waktu pengendapan Sirsat yang lebih halus
di dalam muara.
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Kami berkomitmen untuk mengidentifikasi dampak dari kegiatan
operasi Perusahaan, dapat dilaksanakan dan dilakukan tindakan
untuk melestarikan dan meningkatkan keanekaragaman hayati.
Di setiap lokasi operasi tambang telah dikembangkan rencana
pengelolaan keanekaragaman hayati dan rencana pengelolaan lahan
(Land Management Plans /LMPs), dengan bantuan dari Gugus Tugas
Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Task Force) di tingkat korporasi.
Rencana pengelolaan keanekaragaman hayati mengidentifikasi proyek
keanekaragaman hayati yang memiliki potensi, melalui proses yang
mencakup inventarisasi habitat berskala bentang alam, evaluasi resiko
terhadap keanekaragaman hayati (yang dikaitkan dengan Sistem
Pengelolaan Lingkungan Hidup pada operasi tersebut), identifikasi
peluang keanekaragaman hayati, serta prioritas proyek. Pada
umumnya rencana-rencana tersebut terdiri dari proyek kemitraan
sukarela dengan kelompok-kelompok pemangku kepentingan
termasuk instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi
non pemerintah/LSM. LMP menyediakan mekanisme dimana
pertimbangan keanekaragaman hayati dapat diterapkan di dalam
proses perencanaan lokasi operasi guna memperkecil dampak buruk
terhadap keanekaragaman hayati apabila dimungkinkan secara praktis.
LMP terdiri dari himpunan data yang memaparkan lokasi tersebut dan
besaran sumber daya aneka ragam hayati yang berada di dalam dan di
sekitar lokasi tambang.
Sejak Desember tahun 2014, 13 lokasi kegiatan Freeport-McMoRan
memperoleh sertifikasi dari program Wildlife at Work milik Wildlife
Habitat Council (WHC), yang memberi pengakuan atas kegiatan
penciptaan, pelestarian dan restorasi habitat satwa liar di atas lahan
korporasi, dan enam lokasi memperoleh sertifikasi dari program
WHC Corporate Lands for Learning, yang mengakui kegiatan promosi
pendidikan lingkungan hidup dan prakarsa penyuluhan kepada
masyarakat setempat, PTFI meraih penghargaan Corporate Lands
for Learning of the Year yang berprestasi atas pendidikan, pengelolaan
dan upaya sukarela karyawannya yang luar biasa terhadap konservasi.
Selain itu, WHC bersama dengan Bat Conservation International (BCI)
memberi penghargaan Bat Conservation Action kepada Cerro Verde
yang mengakui program-program yang secara aktif mempromosikan
habitat kelelawar melalui kegiatan peningkatan dan pengelolaan.
Cerro Verde menerima penghargaan tersebut atas upaya memantau
dan melindungi kelelawar bermoncong panjang asli Peru (Platalina
genovensium), yang termasuk spesies pada daftar IUCN. BCI secara
rutin memantau populasi kelelawar asal Meksiko free-tailed bat yang
ada di Morenci, sejak tenggeran tempat pembiakan kelelawar tersebut
mulai dilindungi pada tahun 2010. Hasilnya menunjukkan adanya
peningkatan populasi kelelawar tersebut dari 1,12 juta menjadi 1,35
juta selama tahun yang lalu.
Di 2014, operasi Safford bermitra dengan Wild at Heart, sebuah
organisasi nirlaba untuk konservasi satwa liar yang berbasis di
Arizona, untuk merelokasi 20 burung hantu jenis Burrowing Owl ke
suatu habitat buatan di atas lahan perusahaan. Para staf Community
Development memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempromosikan
kegiatan pendidikan tentang burung hantu kepada sukarelawan dan
32
anggota masyarakat. Tahun lalu, 15 unit operasi kami membangun
taman polinasi, bukan semata untuk meningkatkan keanekaragaman
sumber nektar dan sumber sari (pollen), tetapi juga untuk menyediakan
sarana bagi masyarakat setempat untuk mempromosikan pendidikan
STEM (ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika).
Dalam rangka mempromosi lebih lanjut upaya konservasi polinator,
Freeport-McMoRan bersama WHC dan mitra pelestarian lain telah
mengembangkan serangkaian kursus pengembangan profesional
bagi personilnya tentang topik-topik terkait perlindungan polinator,
peningkatan habitat polinator, dan potensi lebih menerapkan
pendidikan STEM tentang polinator ke dalam program perusahaan.
Atlantic Copper Foundation telah meraih penghargaan Andalucía
Environment Award pada kategori Bisnis dan Lingkungan Hidup
atas karya yayasan tersebut untuk mendidik pemangku kepentingan
dari masyarakat tentang cagar alam lahan basah terpenting kedua di
Andalucía, yaitu Taman Alam Marismas del Odiel yang merupakan
bagian dari World Network of Biosphere Reserves. Taman Alam
Marismas del Odiel terletak berdampingan dengan pabrik pengolahan
dan pemurnian (smelter) Atlantic Copper milik Freeport-McMoRan
di Helva, Spanyol dan berupa sebuah muara besar pada sungai-sungai
Odiel dan Tinto Rivers serta terdiri dari sejumlah areal perlindungan
lebih kecil didalam taman. Yayasan tersebut menjadi sponsor bagi
program pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak para siswa
bernama “My Wetlands, My Schools” (Lahan Basah Ku, Sekolahku),
selain Explorers’ School Day Camp untuk kegiatan penjelajahan di dalam
taman.
Sebuah analisis dampak lingkungan hidup dan sosial (Environmental
and Social Impact Assesment - ESIA) disiapkan untuk proyek perluasan
berskala besar di Cerro Verde, yang mengidentifikasi dampak proyek
terhadap areal habitat alami maupun yang telah mengalami modifikasi,
dimana terdapat aneka ragam spesies flora dan fauna (termasuk
guanaco, kelelawar bermoncong panjang asal Peru, dan spesies
kaktus). Langkah mitigasi yang berhasil diidentifikasi ditambahkan
ke Rencana Pengelolaan Keanekaragaman hayati yang sudah ada di
Cerro Verde, yang sudah mencakup beberapa upaya mitigasi dampak
terhadap habitat dan spesies yang sama. Selanjutnya, telah dilakukan
uji tuntas Lingkungan dan Sosial, (Environmental and Social Due
Diligence - ESDD) terhadap proyek perluasan tersebut dalam rangka
persiapan pembuatan perjanjian kredit antara Cerro Verde ESDD yang
Hewan guanaco (Lama guanicoe) betina di tambang Cerro Verde dekat Arequipa, Peru.
LINGKUNGAN HIDUP
independen tersebut mencakup rekomendasi yang memberi klarifikasi
dan meningkatkan penyesuaian Rencana Pengelolaan Keanekaragaman
hayati Cerro Verde dengan standar kinerja IFC Performance Standard
6. Dalam menanggapi rekomendasi tersebut, Cerro Verde menyiapkan
Rencana Tindakan Keanekaragaman Hayati yang menjabarkan lebih
lanjut langkah mitigasi spesifik yang dilakukan serta kontribusinya bagi
pelestarian setiap spesies terancam, kritis, endemik, maupun dengan
sebaran terbatas, yang telah diidentifikasi selama ESIA. Rekomendasi
berdasarkan ESDD terkait keanekaragaman hayati tersebut telah
dicermati secara tuntas dan diperoleh jaminan dari pihak ketiga
independen pada 2014.
Freeport-McMoRan masih melanjutkan pengelolaan danau Peck’s
Lake, yaitu bekas danau tapal kuda di Sungai Verde dekat Clarkdale,
Arizona. Danau Peck dan rawa Tavasci Marsh yang berdampingan
merupakan suatu kawasan burung Audubon Important Bird Area, dan
menjadi habitat bagi sejumlah spesies burung yang tengah bermigrasi,
berkembang biak, dan melalui musim dingin. Sejak tahun 2012,
Freeport-McMoRan melakukan pengendalian spesies tanaman
air yang invasif pada danau tersebut, dengan tujuan meningkatkan
beragam habitat asli bagi satwa liar di dalam ekosistem air yang
unik dan bernilai tinggi di wilayah tersebut. Kami pun bekerja sama
secara rutin dengan para penyewa kami guna memaksimalisasikan
nilai aset kami, termasuk melalui kontribusi dana bagi pembangunan
dan penyediaan infrastruktur pengairan dan pemagaran yang ramah
terhadap satwa liar. Melalui kemitraan yang telah dijalin bersama
instansi lokal, regional, negara bagian dan federal, Freeport-McMoRan
dan para tenant berhasil melakukan proyek perbaikan setiap tahun.
PTFI menyelenggarakan program pemantauan lingkungan hidup yang
komprehensif secara berkesinambungan diseluruh wilayah proyeknya,
termasuk di muara pada bagian hilir ModADA. Berbagai bukti yang
masing-masing diperoleh secara independen kian menunjukkan bahwa
dampak-dampak bersifat reversibel pada akhir masa tambang (kecuali
dalam hal perubahan topografi), sebagaiman telah diprediksi dalam
AMDAL.
PTFI memantau spesies burung di Pulau Ajkwa dan Pulau Waii, yang terbentuk dari
tailing halus dan sedimen dari proses erosi alami. Sejak dilakukannya pemantauan pada
tahun 2009, tercatat 109 berbagai spesies burung menggunakan pulau-pulau tersebut
sebagai habitat, termasuk burung undan atau pelikan (Pelecanus conspicillatus) dari
Australia, sebagaiman terlihat di Pulau Ajkwa.
Penambangan tradisional berdampak terhadap habitat khas dimana spesies tanaman
yang diharapkan telah tumbuh diatas tanah dengan kandungan mineral tinggi. Gambar
atas memperlihatkan sebuah singkapan batuan didalam konsesi TFM yang menjadi target
penambangan tradisional ilegal.
TFM mengelola sarana pertambangan dan pengolahan tembaga dan
kobalt di wilayah konsesi seluas 1.600 kilometer persegi di Provinsi
Katanga, RDK, di wilayah yang disebut Katanga Copper Arc. Katanga
Copper Arc tersebut memiliki kondisi geologi yang unik karena cebakan
tembaga-kobalt ditemukan di permukaan dalam bentuk bukit-bukit.
Bukit-bukit tersebut serta singkapan batuan terkait menjadi target
kegiatan pertambangan menopang lahan terbuka tembaga-kobalt
yang unik dan sangat kontras dengan hutan kayu Miombo yang
mengelilinginya. Lahan-lahan terbuka tersebut merupakan ekosistem
unik yang menopang sejumlah besar spesies tumbuhan yang telah
mengalami perkembangan di atas tanah dengan mineral tinggi, dan
wilayah tersebut telah lama diakui oleh komunitas ilmuwan sebagai
tempat endemik bagi tanaman metallophyte endemik. Hingga saat
ini, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi 39 spesies yang menjadi
perhatian di dalam konsesi TFM. Oleh karena itu, ekosistem tembagakobalt dan lahan terbuka terkait tersebut telah dijadikan isu prioritas
keanekaragaman hayati di TFM. TFM terus berupaya membangun
ekosistem buatan bagi tanaman yang akan ditransplantasi sebelum
terganggu oleh kegiatan pertambangan komersial. Pada tahun 2014,
TFM menyelesaikan konstruksi ekosistem buatan Mwadinkomba
Tahap I yang mencakup luasan sekitar 3 hektar (terdiri dari 2,75 hektar
tanah bulk topsoil dan 0,25 lapisan tumbuhan) selain ekosistem buatan
Fungurume Tahap I yang mencakup lahan seluas sekitar 11 hektar
(terdiri dari 10,25 hektar tanah bulk topsoil dan 0,94 lapisan tumbuhan).
Kami tetap memantau dengan ketat berbagai konsep pengembangan,
termasuk no net loss, net positive impacts, dan layanan ekosistem. Pada
tahun 2014, kami mengikuti lokakarya tentang Tanggung Jawab
Sosial Bagi Bisnis, serta inisiatif terkait perangkat penilaian ekosistem
bersama dengan berbagai korporasi multinasional lainnya berupaya
memperhatikan definisi, indikator, dan pengungkapan yang digunakan
untuk mengenal dan memahami risiko dan peluang pada layanan
ekosistem. Kami pun berpartisipasi dalam Kelompok Kerja ICMM
tentang Keanekaragaman Hayati. Seiring perkembangan di bidang
ini, kami akan tetap meningkatkan komunikasi mengenai sistem dan
inisiatif kami terkait keanekaragaman hayati.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
33
LINGKUNGAN HIDUP
Sejak tahun 2011, karyawan Freeport-McMoRan mengikuti lomba foto tentang keanekaragaman hayati. Setiap tahun para
karyawan mengirimkan sekitar 400 foto, dan lomba tersebut berhasil melibatkan karyawan kami dalam kegiatan apresiasi
terhadap keanekaragaman hayati serta promosi berbagai habitat yang ada dalam lokasi kegiatan Perusahaan. Foto pemenang
lomba dipamerkan pada kalender Wildlife Habitat Council’s Corporate Homes yang didistribusikan secara global. Kalender
tersebut memaparkan upaya perusahaan anggota untuk meningkatkan dan melestarikan habitat fauna dan flora di dalam lahan
korporasi. Foto pemenang yang dipilih oleh Gugus Tugas Keanekaragaman Hayati perusahaan terlihat di bawah.
Foto-foto yang meraih
penghargaan di tahun 2014
Kadal Eastern collared lizard
di tambang Bagdad
Coati bermoncong putih
dekat tambang Morenci
34
DATA KECENDERUNGAN
DATA KECENDERUNGAN
2010
2011
2012
2013
2014
Karyawan
29.700
31.800
34.000
36.100
35.000
Kontraktor
22.300
27.800
27.100
38.400
46.300
44%
49%
48%
49%
48%
2
5
6
35
7
0,65
0,61
0,58
0,74
0,56
6
16
25
41
46
Emisi Gas Rumah Kaca Langsung (juta metrik ton)
5,6
5,4
5,7
5,9
5,2
Emisi Gas Rumah Kaca Tidak Langsung (juta metrik ton)
4,4
4,6
4,0
4,3
4,3
Total Penggunaan Air c (juta meter kubik)
630
600
665
690
1.325
Persentase Air Yang Di Daur Ulang c
66%
66%
71%
69%
79%
10
11
12
16
14
6
6
4
10
11
USD 83
USD 75
USD 47
USD 80
USD 124
USD 189
USD 191
USD 173
USD 173
USD 198
USD
3.744
USD
4.838
USD
2.984
USD
2.814
USD
3.355
USD
13.902
USD
16.559
USD
14.470
USD
17.283
USD
17.030
Tenaga Kerja a
Persentase Karyawan Yang Tercakup Perjanjian Kerja Bersama
Keselamatan dan Kesehatan a
Korban Jiwa
Total Angka Insiden Yang Dapat Dicatat
(Total Recordable Incident Rate/TRIR) b
Kasus Sakit Akibat Pekerjaan
Lingkungan Hidup
Tumpahan atau lepasan B3 yang dapat dilaporkan
Teguran atas Pelanggaran terkait melebihi batas yang diizinkan,
tumpahan, lepasan, atau masalah kepatuhan lain
Denda atas pelanggaran lingkungan hidup d (ribu USD)
Sosial
Investasi Bagi Masyarakat (juta USD)
Pembayaran Tunai Kepada Pemerintah a,e (juta USD)
Kontribusi Ekonomi Langsung a,e (juta USD)
a. Termasuk FM O&G mulai 1 Juni tahun 2013
b. TRIR = [(Fatalitas + Kejadian Kehilangan Waktu + Kasus Hari Kerja Terbatas + Pengobatan) x 200,000] / Total Jam Kerja
c. Tidak termasuk semua sarana di Arizona untuk periode tahun 2010-2013 disebabkan adanya gugatan terhadap hak air
d. Sanksi denda pada umumnya dilunasi pada masa setelah tahun terjadinya kasus lingkungan hidup dan/atau tindakan pelaksanaannya
e. Lihat keterangan lebih rinci dalam laporan WTSD kami yang dimuat fcx.com/sd
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
35
Pernyataan penjaminan
The Freeport-McMoRan Inc. (Freeport-McMoRan) 2014 Working Toward Sustainable Development (WTSD) report, including information
referenced by the Global Reporting Initiative (GRI) G3 Content Index published on the Freeport-McMoRan web site has been prepared by
the management of Freeport-McMoRan who are responsible for the collection and presentation of this information.
SCOPE
Corporate Integrity Limited, in accordance with Freeport-McMoRan management’s instructions, was asked to perform:
1. A review of policies and systems in place in relation to the International Council on Mining & Metals (ICMM) Sustainable Development
(SD) Framework – using as a basis the ICMM Sustainable Development Framework: Assurance Procedure and the GRI G3 guidance on
management disclosures
2. A review of statements made regarding the 2014 WTSD report and information referenced by the GRI G3 Content Index; and
3. A review of selected qualitative and quantitative reportable data/information based on GRI G3 guidelines and performance indicators
including the GRI Mining and Metals Sector supplemental indicators.
Our assurance work covered Subject Matters 1 to 5 referred to in the ICMM SD Framework: Assurance Procedure.
Our assurance work scope covered all the Freeport-McMoRan mining and metals processing operations defined by the reporting boundaries of
the 2014 WTSD report. The scope did not cover any content or statements relating to Freeport-McMoRan Oil & Gas LLC. The work involved
selective reviews of documents, interviews and site visits to:
• Cerro Verde mine, Peru • Chino mine, USA (included coverage of Tyrone mine, USA due to shared management arrangements with Chino)
• PT Freeport Indonesia (PTFI)- Grasberg mine, Indonesia
• El Abra mine, Chile
• Head Office, Phoenix, USA
• Morenci mine, USA
• Tenke Fungurume mine, DRC
The site visit programme is part of an ongoing process to conduct this assurance scope of work at all major Freeport-McMoRan mining and
processing sites at least one time every three years.
The review also involved desktop reviews and telephone interviews with management of El Paso plant, USA and Kokkola plant, Finland.
KEY FINDINGS
Based on our review, its scope and limitations:
• Nothing has come to our attention, which causes us to believe that the information reported by Freeport-McMoRan in the 2014 WTSD
Report and information referenced by the GRI G3 Content Index regarding Freeport-McMoRan implementation of the ICMM assurance
commitment with respect to subject matters 1 to 4, has been materially misstated.
• Nothing has come to our attention to cause us to believe that the Freeport-McMoRan self-declared application level of A+, in relation to its
reporting against the GRI G3 Sustainability Reporting Guidelines, is materially misstated.
METHODOLOGY
Through document reviews and interviews at the selected sites and head office, the work activity involved:
FOR SUBJECT MATTERS 1 TO 3 IN THE ICMM SD FRAMEWORK: ASSURANCE PROCEDURE
1. A review of Freeport-McMoRan policies and their alignment to ICMM’s 10 SD principles and ICMM Position Statements at corporate
and site level.
2. A review of processes in place to identify and prioritise SD risks and opportunities at corporate and site level during the reporting period and
the results of the identification and prioritization process.
3. A review of the systems and approaches that Freeport-McMoRan is using to manage its identified material SD risks and opportunities and
to implement ICMM’s 10 SD principles at corporate and site level.
36
pernyataan penjaminan
FOR SUBJECT MATTERS 4 AND 5 IN THE ICMM SD FRAMEWORK: ASSURANCE PROCEDURE
4. Review of Standard Operating Procedures (SOPs) for the collection and assimilation of GRI G3 reported performance information
involving:
a. A
n assessment to evaluate the risk of misstating reported information for quantitative indicators reported. The assessment
looked at site level reported performance data for GRI indicators and considered materiality in the context of corporate level
reported information. On this basis certain indicators were selected for verification activities at the selected sites. The assessment
methodology was based on ISO 31000:2009, Risk management – Principles and guidelines.
b. A review of data reporting, collection and consolidation processes at Head Office.
5. R
eview of statements made in the 2014 WTSD report and information referenced by the GRI G3 Content Index regarding FreeportMcMoRan sustainable development processes and achievements in 2014 including its implementation of the ICMM SD Framework. This
involved VP-level management interviews and documentation reviews in support of corporate level reported information as well as an
interview with Freeport-McMoRan’s Chief Executive Officer, Chief Financial Officer and Chief Administrative Officer.
6. R
eview and selective testing for accuracy of qualitative statements made in the 2014 WTSD report and information referenced by the GRI
G3 Content Index.
7. A
ssessment of the self-declared application level of reporting against the GRI G3 Sustainability Reporting Guidelines and the Mining and
Metals Sector Supplement Final Version– self-declared at the A+ Level.
LIMITATIONS OF THE WORK PERFORMED
This work has been carried out by checking samples of information and documents that have been made available during the period of
assurance activity by Freeport-McMoRan.
Information provided that has been deemed to be independently verified by other third parties has been considered to be appropriately verified,
and was not subjected to re-verification by Corporate Integrity.
Our evidence gathering procedures have been designed to obtain a limited level of assurance on which to base our conclusions.
The assurance statement provided by Corporate Integrity is not intended to be used as advice or as the basis for any decisions, including,
without limitation, financial or investment decisions.
STATEMENT OF INDEPENDENCE
The independence of our team has been reviewed and none of the Corporate Integrity assessors involved in this project presents a conflict of
interest to the integrity of this assurance statement.
STANDARD APPLIED TO THIS ENGAGEMENT
International Standard on Assurance ISEA3000 (revised) – Assurance Engagements other than Audits & Reviews of Historical Financial
Information’ issued by IAASB.
Corporate Integrity Ltd.
LAPORAN BERKARYA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2014
37
333 North Central Avenue
Phoenix, Arizona 85004
602.366.8100
fcx.com
10%
10% fiber derived from
post consumer waste.
10%
Fly UP