...

Senam Otak - Sari Pediatri

by user

on
Category: Documents
8

views

Report

Comments

Transcript

Senam Otak - Sari Pediatri
Sari Pediatri,
Vol. 4, No.
362002
- 44
Sari Pediatri,
Vol.1,4,Juni
No.2002:
1, Juni
Senam Otak
Titi S.Sularyo, Setyo Handryastuti
Proses belajar, berpikir, kreatifitas dan kecerdasan sesungguhnya tidak hanya melibatkan
otak tetapi juga seluruh tubuh. Sensasi, gerakan, emosi dan fungsi integrasi otak semua
bersumber pada tubuh kita. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang bisa
menghubungkan akal (mind) dan tubuh (body). Senam otak merupakan kumpulan
gerakan-gerakan sederhana yang bertujuan menghubungkan atau menyatukan akal dan
tubuh.
Kata kunci: hemisfer kiri, hemisfer kanan
D
Di dunia ini, kebanyakan orang hidup dengan
lebih mengandalkan hemisfer kiri, sekitar (80
- 85 %). Sebagian di antaranya memang tidak
didominasi hemisfer kiri saja, tetapi campuran antara
keduanya. Sisanya 15-20 persen adalah para pengguna
hemisfer kanan.1 Hemisfer kiri dan kanan tersebut
mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda. Bagian
hemisfer mana yang lebih banyak digunakan seseorang
bisa diketahui lewat dominasi kemampuan yang mereka
tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk
dominasi mata, telinga, gerakan tangan dan kaki. 1,2
Masing-masing hemisfer mempunyai spesifitasnya
sendiri. Kedua hemisfer tersebut harus bekerja sama,
teraktivasi, dan terintegrasi sepanjang waktu sehingga
kita bisa mengakses semua informasi sensoris serta dapat
berkomunikasi secara efektif, bergerak dan bereaksi
terhadap informasi tersebut.2
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan
integrasi kedua hemisfer tersebut adalah dengan
gerakan-gerakan fisik dengan prinsip gerakan
menyilang. Gerakan tersebut menggerakkan ekstremitas pada satu sisi tubuh menyilang garis tengah dan
berkoordinasi dengan ekstremitas pada sisi tubuh yang
lain sehingga kedua hemisfer dipergunakan pada saat
Dr. Setyo Handryastuti. Peserta Program studi IKA FKUI.
Alamat Korespondensi:
Dr. Titi Sularyo, Sp.A(K).
Staf Subbagian Tumbuh Kembang Pediatri Sosial. Bagian Ilmu Kesehatan
Anak FKUI-RSCM. Jl. Salemba no. 6, Jakarta 10430.
Telepon: 021-3160622. Fax.021-3913982.
36
yang bersamaan. Gerakan-gerakan fisik tersebut bisa
berupa senam otak, Tai Chi, Yoga, gimnastik, aerobik,
berenang, ski, menyanyi , menari, bermain musik, dan
lain-lain.2,3 Senam otak pertama kali dikembangkan
oleh Paul Dennison pada tahun 1969 untuk menolong
anak-anak dan orang dewasa dengan kesulitan belajar.
Sejak tahun 1987 penelitian mengenai senam otak ini
telah dilakukan di seluruh dunia dengan hasil yang
cukup bermakna.4
Tujuan penulisan makalah ini untuk membahas
apa dan bagaimana senam otak tersebut dapat
meningkatkan integrasi kedua hemisfer dan aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari.
Spesialisasi Hemisfer
Pada proses perkembangan otak terjadi peristiwa yang
disebut lateralisasi masing-masing hemisfer berkembang dan mengolah informasi dengan cara yang
spesifik. Hemisfer kiri (logic hemisphere) akan menjadi
pusat fungsi berbahasa, matematika, memori verbal dan
analisis linear. Hemisfer kanan (gestalt hemisphere)
menjadi pusat emosi, imajinasi, ritme, intuisi,
visuospasial dan memori visual. 2,5
Selain diferensiasi spesialisasi hemisfer, terdapat
perbedaan lain di antara kedua hemisfer tersebut. Otak
mempunyai pola kerja menyilang sehingga satu sisi
bagian tubuh berkomunikasi dengan hemisfer otak sisi
yang berlawanan. Semua fungsi sensori-motor tubuh
bagian kanan diketahui dan dikontrol oleh hemisfer kiri,
sedangkan fungsi sensori-motor tubuh bagian kiri
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
diketahui dan dikontrol oleh hemisfer kanan.
Kenyataannya, telinga kanan berkomunikasi dengan
hemisfer kiri dan telinga kiri berkomunikasi dengan
hemisfer kanan. Tangan kiri mengirimkan informasi
kepada dan dikontrol oleh hemisfer kanan. Tangan
kanan mengirimkan dan menerima sinyal dari hemisfer
kiri.2,5 Kedua hemisfer tersebut dihubungkan di bagian
tengah oleh sekumpulan serabut saraf yang disebut
corpus callosum.
Corpus callosum diantara kedua hemisfer tersebut
berfungsi sebagai sirkuit yang dapat mengakses secara cepat
detil linier pada hemisfer kiri dan gambaran keseluruhan
pada hemisfer kanan. Jika terdapat komunikasi yang baik
di antara kedua hemisfer tersebut maka didapatkan
gambaran yang terintegrasi. Makin sering kedua hemisfer
tersebut dipakai akan makin teraktivasi sehingga semakin
banyak koneksi terjadi melalui corpus callosum. Makin
banyak koneksi, proses yang terjadi di antara kedua hemisfer
semakin cepat sehingga semakin banyak fungsi intelejensi
dapat kita pakai.2
Manusia mempunyai tingkatan dominansi
hemisfer. Pada keadaan tertentu seperti stres atau tahap
awal dari proses belajar kita cenderung memakai
hemisfer yang dominan, suatu keadaan yang disebut
unilateral state. Jika kedua belah hemisfer dapat
berfungsi optimal secara bersamaan maka kita akan
mencapai kemampuan berpikir dan kreativitas yang
tertinggi. Suatu keadaan yang disebut integrated state.
Seperti telah disebutkan di atas salah satu cara untuk
meningkatkan integrasi hemisfer adalah dengan
gerakan-gerakan fisik, salah satunya adalah senam otak.
memaksimalkan kemampuan individu.6
Cara kerja
Seperti telah disebutkan sebelumnya, agar kedua hemisfer
bisa bekerja efektif maka kedua belah hemisfer tersebut
harus difungsikan secara simultan. Ketika kita berada
dalam keadaan stres, otak bereaksi dengan menghambat
transmisi informasi yang bersifat simultan. Salah satu
hemisfer akan switched off, dari sinilah berbagai problem
akan timbul. Akan terjadi masalah dalam koordinasi dan
gangguan terhadap kemampuan untuk berpikir jernih,
memecahkan masalah, kemampuan komprehensi,
organisasi dan komunikasi secara efektif.6 Dalam hal ini
senam otak dapat mengakses kedua hemisfer secara
simultan, hemisfer akan kembali switched on dan berada
dalam kondisi terintegrasi.
Kita telah mengetahui bahwa otak mengontrol
semua fungsi tubuh, senam otak memanfaatkan dan
membentuk relasi diantara otak dan tubuh, Dengan
melakukan gerakan-gerakan untuk mengakses otak
ternyata kita dapat mengintegrasikan semua area yang
berhubungan dalam proses belajar sehingga kita dapat
meningkatkan kemampuan untuk memaksimalkan
kedua belah hemisfer dan memperbaiki penampilan. 7
Senam otak membantu mengintegrasikan:
1. Batang otak/ brain stem ( fungsi pernapasan,
homeostasis dan tendon guard reflex)
2. Otak tengah/mid brain (sistem limbik, kontrol
suhu, memori, emosi, kelenjar dan kimia tubuh
serta fight/flight response)
3. Neo cortex (kemampuan berpikir yang tertinggi,
komunikasi, hemisfer kiri dan kanan) 6
Senam Otak
Definisi
Senam otak merupakan kumpulan gerakan-gerakan
sederhana dan bertujuan untuk menghubungkan/
menyatukan pikiran dan tubuh. Senam otak merupakan
bagian dari proses edukasi kinesiologi. Kinesiologi
merupakan suatu ilmu yang mempelajari gerakan tubuh
dan hubungan antara otot dan postur terhadap fungsi
otak.6,7 Gerakan-gerakan tertentu diyakini penting
untuk perkembangan otak manusia, sebagai contoh
gerakan merangkak pada bayi akan mengembangkan
koneksi diantara kedua belah hemisfer. Gerakan ini
kemudian dikembangkan menjadi gerakan yang lebih
kompleks untuk meningkatkan proses belajar dan
Dalam keadaan stres, batang otak adalah fokus
aktifitas otak dan berfungsi untuk survival (tendon
guard reflex) bila kita menghadapi bahaya. Refleks ini
bisa terkunci/ terhambat oleh lingkungan dan stres
emosi seperti tekanan pekerjaan, ujian serta
menghambat akses ke memori (sistem limbik) dan
kemampuan berpikir (neo-cortex). Senam otak dapat
memperbaiki kemampuan semua area otak dengan
cara mengaktivasi semua fungsi.6
Manfaat senam otak
Senam otak untuk anak dan dewasa dilakukan untuk
memperbaiki6:
• Kemampuan membaca, mengeja, komprehensi,
37
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
•
•
•
•
•
•
•
menulis tangan dan membuat tulisan.
Kepercayaan diri, koordinasi dan komunikasi.
Konsentrasi dan memori.
Hiperaktifitas.
Mengatasi stres dan mencapai suatu tujuan.
Motivasi dan mengembangkan kepribadian.
Ketrampilan organisasai.
Penampilan.
Gerakan-gerakan senam otak
4,7,8
1. Cross crawl (gerak diagonal)
Meningkatkan komunikasi dan intergrasi di antara kedua
hemisfer serebri dengan terbentuknya percabangan dan
mielinisasi persarafan di corpus callosum sehingga
komunikasi antara kedua hemisfer bertambah cepat dan
lebih terintegrasi. Gerakan ini meningkatkan koordinasi
penglihatan, pendengaran, kemampuan kinestetik
sehingga meningkatkan kemampuan mendengar,
membaca, menulis dan daya ingat. Koordinasikan gerakan
supaya kalau satu tangan bergerak, kaki yang berlawanan
bergerak pada saat yang sama. Gerakkan badan ke depan,
ke samping, ke belakang dan arahkan mata kesemua
jurusan. (Gambar 1)
Gambar 2. Alphabet 8s (abjad 8)
karena terkait dengan garis tengah tubuh. Kegiatan
ini melatih kemampuan kedua mata secara bersamaan
dan membantu pengembangan koordinasi tangan 2
mata untuk meningkatkan ketrampilan menulis.
Menggambar dengan kedua tangan pada saat
yang sama ke dalam, ke luar, ke atas dan ke bawah.
(Gambar 3)
Gambar 3. Double doodle (menggambar dua
tangan)
Gambar 1. Cross crawl (gerak diagonal)
4. Lazy 8 (8 malas)
2. Alphabet 8s (abjad 8)
Memadukan bidang penglihatan kiri dan kanan
sehingga meningkatkan integrasi otak kiri dan kanan
sekaligus meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
tubuh. Gerakan ini dapat meningkatkan ketrampilan
baca tulis & pemahaman.
Mulai di bagian tengah, pertama gerakkan tangan
berlawanan arah jarum jam: ke atas, membentuk
lingkaran. Kemudian searah jarum jam: ke atas,
membentuk lingkaran dan kembali ke titik tengah.
Buatlah gerakan ini 3 kali tiap tangan, kemudian
3 kali dengan kedua tangan.Gambar 4
Memadukan gerakan-gerakan yang terlibat dalam
pembentukan huruf. Gerakan ini mampu membuat
anak untuk menulis lebih otomatis dan memacu otak
untuk berpikir kreatif. (Gambar 2)
3. Double doodle (menggambar dua tangan)
Melukis dengan 2 tangan sebelah menyebelah akan
membangkitkan keterarahan dan orientasi ruang,
38
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
menggerakkan seluruh badan atas membuat gerakan Lazy
8 . Lihat ke jari anda dan ulangi dengan tangan satunya.
Gambar 4. Lazy 8 (8 malas)
5. Belly breathing (pernapasan perut)
Meningkatkan persediaan oksigen untuk seluruh
tubuh, terlebih untuk otak. Kegiatan ini merelakskan
SSP sambil meningkatkan kadar energi, Gerakan ini
terbukti meningkatkan kemampuan membaca dan
berbicara.
Taruh tangan di perut. Buang napas pendekpendek, lalu ambil napas dalam dan pelan-pelan.
Tangan mengikuti gerakan perut waktu membuang
dan mengambil napas.
Gambar 6. The elephant (gajah)
7. Neck rolls (putar kepala )
Gerakan ini mampu menurunkan tegangan otot leher,
meningkatkan kemampuan melaksanakan kegiatan
mental tanpa tekanan. Gerakan ini meningkatkan
pernapasan dan relaksasi titik-titik vokal untuk
pembicaraan yang lebih beresonansi. Karena ada
peningkatan di dalam kemampuan menggerakkan
mata dari kiri ke kanan melewati bidang tengah
penglihatan, maka kemampuan baca juga meningkat.
Tundukkan kepala kedepan, dan pelan-pelan
putar dari satu sisi kesisi lainnya. Tengadahkan kepala
kebelakang, dan putar lagi kekiri kekanan. Ulangi
dengan bahu diturunkan.
Gambar 5. Belly breathing (pernapasan perut)
6. The elephant (gajah)
Gerakan ini mengaktifkan dan menyeimbangkan
semua sistem pada tubuh dan pikiran kita.
Mengaktivasi sistem vestibuler terutama kanalis
semisirkularis demikian juga koordinasi tangan dan
mata. Gerakan ini memadukan sisi kiri dan kanan
otak untuk penglihatan, pemahaman, pendengaran,
memori jangka pendek/panjang dan berpikir abstrak.
Tekuk lutut sedikit, lekatkan kepala kebahu dan
tangan lurus kedepan. Gunakan tulang dada untuk
Gambar 7. Neck rolls (putar kepala )
8. The rocker (pompa bokong)
Gerakan ini mengurut lengan & paha, membantu
menurunkan tegangan otot di bagian belakang tubuh
39
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
yang menghalangi anda bergerak ke depan dengan
mudah. Meningkatkan aliran cairan serebrospinal ke
otak, jadi meningkatkan kemampuan untuk fokus,
konsentrasi dan pemahaman.
Duduk di lantai, tangan ditaruh di belakang,
ditekuk, ke 2 kaki diangkat sedikit, dan gerakkan
pinggul memutar beberapa kali sampai rileks.
konsentrasi & perhatian, secara khusus berguna selama
kita bekerja di depan komputer.
Gambar 10 Energizer (kepala kobra)
11. The owl (burung hantu)
Gambar 8. The rocker (pompa bokong)
9. Cross crawl sit-up (gerak diagonal telentang)
Kegiatan ini menurunkan tegangan otot bahu & leher.
Pada saat otot leher rileks kemampuan mendengar,
berpikir dan berbicara meningkat.
Cengkeram otot bahu, gerakkan kepala menengok
ke belakang, tarik napas dalam dan tarik bahu ke
belakang, kemudian menengok kesisi yang lain.
Tundukkan kepala, napas dalam, biarkan otot relaks.
Ulangi dengan mencengkeram bahu yang lain.
Gerakan ini mengaktifkan kedua belahan otak secara
serempak. Ia menggabungkan otak untuk koordinasi
penglihatan, pendengaran dan kemampuan kinestetik.
Jadi meningkatkan kemampuan mendengar, membaca,
menulis dan daya ingat.
Gambar 11. The owl (burung hantu)
Gambar 9. Cross crawl sit-up (gerak diagonal
telentang)
10. Energizer (kepala kobra)
Gerakan ini terdiri dari menarik napas panjang dan
dalam sehingga meningkatkan oksigenasi, relaksasi otot
leher dan bahu. Gerakan ini membangkitkan sistem
terutama setelah bekerja di depan komputer dan duduk
dalam waktu yang lama. Dapat memperbaiki postur,
40
12. Arm activation (mengaktifkan tangan)
Gerakan ini meregangkan otot bahu & dada atas.
Gerakan ini merilekskan & mengkoordinasi otot-otot
bahu dan lengan serta membantu otak dalam kemudahan
menulis dengan tangan, mengucap dan menulis kreatif.
Luruskan satu tangan ke atas, ke samping kuping.
Buang napas pelan, sementara otot-otot diaktifkan
dengan mendorong tangan melawan tangan satunya
keempat jurusan (depan, belakang, ke dalam dan keluar)
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
Pompa ini meningkatkan konsentrasi perhatian,
pemahaman yang mendalam & kemampuan untuk
mengerjakan sesuatu sampai selesai.
Waktu anda memajukan badan ke depan & buang
napas, pelan-pelan tekan telapak kaki kebelakang
lantai, kemudian angkat ke atas sambil ambil napas
dalam. Ulangi 3x tiap kaki.
Gambar 12. Arm activation (mengaktifkan tangan)
13. The footflex (melenturkan sendi kaki)
Gerakan ini mengembalikan ukuran panjang alamiah
sendi-sendi bagian belakang kaki. Gerakan ini akan
merelakskan reflkesi untuk bertahan sekaligus
meningkatkan kemampuan komunikasi, konsentrasi
dan menyelesaikan pekerjaan.
Cengkeram tempat-tempat yang terasa sakit di
pergelangan kaki., betis dan belakang lutut satu persatu,
sementara pelan-pelan kaki digerakkan ke luar dan ke
dalam.
Gambar 14. Calf pump (pompa betis)
15. The gravity glider (bandul gravitasi)
Gerakan ini merelakskan kelompok otot, ini penting
untuk keseimbangan dan koordinasi seluruh tubuh dan
membantu pemahaman.
Silangkan kaki, lutut tetap relaks. Tundukkan
badan ke depan dengan tangan lurus, buang napas
waktu turun, dan ambil napas waktu naik. Ulangi 3 x,
kemudian ganti kaki.
Gambar 13. The footflex (melenturkan sendi kaki)
14. Calf pump (pompa betis)
Gerakan ini menghasilkan kekuatan yang lebih alamiah
bagi otot & tulang di bagian belakang tubuh. Kegiatan
ini mempermudah refleks bertahan & membebaskan
perasaan-perasaan yang membuat kita tidak mampu
ikut serta dalam melakukan kegiatan yang positif.
Gambar 15. The gravity glider (bandul gravitasi)
41
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
16. The grounder (kuda-kuda)
Kegiatan ini memperlancar dan merilekskan kelompok otot
di paha yang menyeimbangkan dan menstabilkan tubuh.
Melakukan gerakan ini dapat meningkatkan pemahaman,
memori jangka pendek, ekspresi & ketrampilan organisasi.
Mulai dengan kaki terbuka, arahkan kaki kanan
ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus kedepan. Tekuk
lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas
waktu lutut kanan diluruskan kembali. Ulangi 3 x,
kemudian ganti dengan kaki kiri.
Gambar 16. The grounder (kuda-kuda)
Gambar 17. Brain buttons (tombol otak)
Gambar 18. Earth buttons (tombol bumi)
17. Brain buttons (tombol otak)
19. Space buttons (tombol ruang)
Kegiatan ini merangsang aliran darah yang kaya oksigen
melalui arteri karotis ke otak. Tombol ini membantu
membentuk kembali pesan-pesan yang terarah dari
bagian tubuh ke otak dan penglihatan, jadi meningkatkan hubungan silang antara otak untuk membaca,
menulis, berbicara dan mengikuti petunjuk.
Sambil menyentuh pusar, pijat keras sisi kiri dan
kanan tulang tengah (sternum) di bawah tulang
dada.
Menekan 2 titik ini merangsang gerakan seluruh sistem
yang meningkatkan perhatian, fokus, motivasi dan
intuisi pengambilan keputusan.
Taruh 2 jari di atas bibir dan tangan satunya di
tulang ekor selama 1 menit, napaskan energi keatas
tulang punggung.
18. Earth buttons (tombol bumi)
Menyentuh tempat-tempat ini merangsang otak &
menyegarkan kembali kelelahan mental yang berat, mampu
meningkatkan ketrampilan organisasional & meningkatkan
kemampuan untuk terfokus pada objek yang dekat.
Taruh 2 jari di bawah bibir dan tangan yang satu di os.
pubis. Napaskan energi ke atas, ke tengah-tengah badan.
42
Gambar 19. Space buttons (tombol ruang)
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
20. The thinking cap (pijat kuping)
Kegiatan ini membangkitkan mekanisme pendengaran
dan memori. Sehingga meningkatkan kemampuan
mendengar, memori jangka pendek dan ketrampilan
berpikir abstrak.
Pelan-pelan buka daun kuping keluar, 3 x dari atas
ke bawah.
Mengurut-urut bagian otot yang menggerakkan mulut
untuk buka tutup merelakskan rahang, memperlancar
hubungan-hubungan syaraf untuk peningkatan otak
secara keseluruhan..
Taruh jari di rahang yang terasa tegang. Buat suara
menguap lebar dan relaks, sambil memijat pelan untuk
melepas ketegangan.
Gambar 20. The thinking cap (pijat kuping)
Gambar 22. The energy yawn (pijat otot menguap)
21. Balance button (tombol keseimbangan)
23. Cook’s hook up (duduk angkat kaki jari
bersentuhan)
Kegiatan ini merangsang sistem keseimbangan tubuh
di telinga bagian dalam. Gerakan ini akan memperbaiki
keseimbangan, merilekskan mata dan bagian lain tubuh
anda serta mempermudah perhatian anda untuk berpikir dan melakukan kegiatan. Pengambilan keputusan, konsentrasi dan pemecahan masalah semuanya
akan meningkat pada saat organisasi tubuh meningkat.
Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga dan taruh
tangan satunya di pusar. Napaskan enersi keatas, setelah
1 menit sentuh belakang telinga yang lain.
Kegiatan ini menyeimbangkan dan menghubungkan dua
hemisfer. Kegiatan ini memperkuat energi elektris tubuh,
terlebih dalam situasi yang penuh tekanan dan tidak biasa
seperti pada saat bekerja dengan komputer, TV, AC.
Pertama, taruh menyilang kaki kiri di atas paha
kanan atau sebaliknya. Lalu tangan kanan memegang
pergelangan kiri dan tangan kiri pada telapak bawah
kaki kanan. Kedua, turunkan kaki, satukan kedua
tangan sambil terus napas dalam selama 1 menit lagi.
Gambar 21. Balance button (tombol keseimbangan)
22. The energy yawn (pijat otot menguap)
Lebih dari 50% hubungan syaraf dari otak ke bagian
lain tubuh berjalan lewat persambungan rahang.
Gambar 23. Cook’s hook up (duduk angkat kaki
jari bersentuhan)
43
Sari Pediatri, Vol. 4, No. 1, Juni 2002
24. Positive points (titik positif )
Daftar Pustaka
Titik positif adalah titik-titik tekanan di dahi yang khusus
diketahui untuk refleks menghadapi sesuatu atau lari dari
sesuatu, jadi menurunkan tekanan stres emosional. Sentuh
perlahan the positive points, dua tonjolan di dahi.
Aplikasi gerakan-gerakan senam otak dalam
kehidupan sehari-hari tergantung dari kebutuhan
seseorang. Misalnya dalam pekerjaan akuntansi yang
memerlu-kan kemampuan matematis, maka gerakangerakan senam otak adalah tombol bumi, tombol
ruang, tombol keseimbangan, pijat kuping, burung
hantu dan pijat otot menguap.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Gambar 24. Positive points (titik positif)
44
Munir R, Nilawati S. Senam otak, mudah dilakukan,
banyak kegunaan. Kompas 4 Februari 2001;14.
Hannaford C. The dominance factor, how knowing your
dominant eye, ear, brain, hand & foot can improve your
learning. Arlington: Great Ocean Publishers, 1997. h.
15-34.
Hannaford C. The dominance factor, how knowing your
dominant eye, ear, brain, hand&foot can improve your learning. Arlington: Great Ocean Publishers, 1997. h. 116-23.
Hannaford C. Smart moves, why learning is not all in your
head. Arlington: Great Ocean Publishers, 1995. h. 108-31.
Kusumoputro S, Sidiarto L, Markam S. Perkembangan
fungsi kortikal luhur dalam klinik kedokteran. Dalam:
Kusumoputro S, penyunting. Neurologi klinik. Jakarta:
Bagian Neurologi FKUI/RSCM, 1986. h. 19-23.
What is brain gym ?. Brain gym.htm.
Carrigan C. Brain gym ™ with educational kinesiology
consultant. http://total fitness.net/brain_gym.html.
Winkelmann P. Brain Gym: Kumpulan latihan sederhana
untuk diterapkan di kelas dan di tempat kerja. Disampaikan
pada pelatihan Brain Gym, Ruteng, Maret 1997.
Dennison PE, Dennison GE. Personalized whole brain
integration. Edu-Kinesthetics, Inc, 1985. h. 59-62.
Fly UP