...

menyeimbangkan otak menghasilkan potensi anak yang luar biasa

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

menyeimbangkan otak menghasilkan potensi anak yang luar biasa
MENYEIMBANGKAN
OTAK MENGHASILKAN
POTENSI ANAK YANG
LUAR BIASA
Sylvi Dewajani
SpringUP Education Consultant
Sebagaimana kita kenal saat ini, otak
manusia terdiri dari 2 bagian. Otak kanan
dan otak bagian kiri. Di dalam ilmu
fisiologi, memang tidak dikenal adanya
otak tengah, seperti yang dipopulerkan
sebagian besar orang saat ini. Otak tengah
yang dimaksudkan adalah saluran
penghubunga antara otak bagian kiri dan
kanan, yang dikenal dengan nama CORPUS
COLLOSUM.
Kedua bagian otak bekerja dengan sangat
spesifik. Otak kiri dikenal sebagai otak
yang bekerja dengan sangat teratur, logis,
menggunakan aturan dan sekuensial.
Sementara otak kanan
dikenal bekerja dengan
cara
acak,
intuitif,
dipengaruhi oleh emosi.
Stimulus seperti kata,
huruf, angka adalah
stimulus yang cocok
untuk merangsang otak
kiri. Sementara warna, gambar, seni
adalah stimulus yang
menggerakkan
otak
kanan.
Corpus
collosum
berfungsi
sebagai penjembatan
antara kedua bagian
otak. Manakala otak kiri dan kanan
bekerja dengan seimbang, dapat kita
bayangkan potensi anak yang akan
berkembang dengan luar biasa. Oleh
karenanya, fenomena otak tengah adalah
fenomena mengaktifkan corpus collosum
dengan lebih efektif. Walaupun di dalam
istilah neurofisiologinya, tidak dikenal
dengan adanya otak tengah.
Memang pada dasarnya, menurut Donald
Olding Hebb (ahli neurofisiologi) otak
bekerja dengan prinsip lokalisasi. Artinya,
bahwa setiap bagian dan lokasi tertentu
dalam otak memiliki tugas dan fungsi yang
berbeda. Misalnya saja: bagian samping
kiri otak adalah letak dari saluran yang
bertanggung jawab untuk bahasa. Dikenal
dengan Broca Area. Kalo daerah ini
mengalami kerusakan, maka terjadilah
gangguan bahasa seperti dyslexia,
kesulitan berbicara dan keterbatasan
perbendaharaan
kata.
Untuk
mengembangkan anak yang mahir
berkomunikasi dan beketrampilan bahasa
yang tinggi, bagian inilah yang perlu untuk
dikembangkan. Selain itu, otak bagian
samping kanan berfungsi untuk mengelola
musik dan seni. Dan masih banyak local
otak yang memiliki fungsi yang berbedabeda.
Dapat diakses di www.thebrain.mcgill.ca
atau website lain yang berisi children
neuroscience, multiple intelligence and
brain.
Konsep
neurofisiologi
inilah
yang
kemudian mendasari munculnya Multiple
Intelligence (Howard Gardner) yang
sering kita semua dengar bersama. Konsep
ini
menyatakan
bahwa
member
stimulasi
pada anak sesuai
fungsi otaknya akan
meningkatkan
kerja
otak tersebut. Hal ini
sejalan dengan prinsip
yang
dikenalkan oleh
para
ahli
keberbakatan anak. Bakat seseorang
sebetulnya baru akan terkristal pada usia
16 – 17 tahun. Sebelum itu, fungsi otak
masih sangat mudah untuk dipengaruhi.
Oleh karenanya, hal yang paling bijaksana
bagi orang tua adalah saat anak diberi
banyak stimulasi, sehingga dia dapan
mengaktifkan seluruh neuron atau syaraf
yang ada di dalam otaknya. Bukan justru
terjebak untuk menjuruskan anak
semenjak dini pada bakat tertentu.
Donald Olding Hebbs meneliti fenomena
ini dengan nama: Enriched Environment.
Pada penelitian yang awalnya dilakukan
pada tikus ini terbukti bahwa, tikus yang
diberi banyak stimulasi akan lebih cepat
menyelesaikan tugas menemukan jalan
keluar pada Radial-maze yang dipasang.
Demikian juga anak, seorang anak yang
diberi banyak stimulasi, membantu anak
untuk mendayagunakan kerja otaknya.
Prinsip kerja otak tidak pernah melemah
jika terus digunakan. Walaupun
dibandingkan dengan usia.
Sehingga fenomena pikun,
sebenarnya bukan terjadi
karena penurunan otak
secara fisiologis, namun
terjadi karena pelemahan
hubungan
yang
terbangun. Apalagi pada
masa anak-anak, dimana kepekaan
rangsang syaraf otaknya masih baru dan
cepat.
Pada masa kanak-kanak ini ditengarai pula
beberapa periodisasi yang menggambarkan adanya kepekaan tertentu pada masa
yang khusus. Misalnya, perkembangan
bahasa akan terjadi dengan sangat cepat
saat usia 2 – 3 tahun. Pada masa ini, anak
sangat peka terhadap berbagai macam
kosa kata yang kita masukkan. Kemudian,
perkembangan moral terjadi pada usia 5 –
8 tahun. Pada usia ini, anak sangat peka
dengan adanya berbagai stimulasi yang
menyangkut moral (benar – salah).
Periodisasi ini kemudian kita kenal dengan
nama GOLDEN AGE, atau usia emas.
Melewati usia emas, tanpa diberi stimulasi
yang berarti akan membuat anak
kehilangan momen belajar. Walaupun
belajar moral dan aspek lain tetap dapat
dilakukan di masa lain, namun akan lebih
lama dan kurang intensif.
ASPEK EMOTIONAL
Inilah aspek penting bagi kesejahteraan
psikologis anak. Manakala seseorang
dapat mengelola emosi dengan tepat,
maka berbagai permasalahan, akan
dapat menjadi pemerkaya kepribadian.
Namun sebaliknya, jika seseorang
mengalami
permasalah-an
dalam
mengelola emosi, masalah yang
dihadapi justru dapat merusak kepribadian
yang terbangun. Jadi sedemikian penting
ya…
Faktor terpenting dalam perkembangan
emosi anak adalah adanya proses
pembentukan perilaku KELEKATAN atau
bahasa psikologinya disebut sebagai
ATTACHMENT. Perilaku lekat adalah
semua bentuk perilaku anak dalam usaha
untuk mencari pemenuhan kebutuhannya
dari orang lain yang dianggap penting dan
berperan, seperti, ibu, pengasuh, nenek
dll. Perilaku ini dimulai semenjak
PERKEMBANGAN SOSIAL
Ketrampilan sosial anak tidak akan muncul
secara
otomatis,
namun
harus
dibelajarkan. Kembali Erickson memiliki
satu konsep perkembangan sosial anak
yang sangat bagus. Menurut Erickson,
setiap tahap perkembangan selalu
mengandung tugas perkembangan yang
penting untuk diselesai-kan. Tugas
perkembangan ini akan menjadi ajang
pelatihan sosial bagi anak. Tabel dibawah
saya sajikan untuk merangkum tugas
perkembangan yang harus diselesaikan.
USIA
0–1
TUGAS
Basic trust-mistrust
2-3
Autonomy vs. Shame
3–6
Initiative vs. guilt
6 - 12
Industry vs.inferiority
12 - 18
Identity
vs.
role
confusion
Intimacy vs. isolation
20 an
dewasa
senior
Generativity
vs.
stagnation
Integrity vs. despair
KONSEKUENSI
Mampu mengeks-plorasi
dunia dan tidak
Mampu mandiri atau
tergantung orang lain
Memunculkan
inisiatif
atau tidak mau berkembang
Mampu menghasilkan karya atau selalu takut
Menemukan identitas diri
atau kehilangan arahj
Membangun
hubungan
atau kuper
Berkarir dan berperan
dalam masyarakat
Merasa penuh arti atau
hampa
Waduh…tidak cukup penjelasannya…boleh
disambung ke: [email protected] ya…
atau di facebook dengan alamat sama
Fly UP