...

41 Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak pada

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

41 Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak pada
ARTIKEL PENELITIAN
Mutiara Medika
Vol. 12 No. 1: 41-48, Januari 2012
Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Relationship Learning Style with the Brain’s Memory Function of Students at Faculty
of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Dimas Muhammad Akbar1, Sagiran2*
1
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2
Bagian Bedah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
*Email: [email protected]
Abstrak
Proses belajar adalah salah satu cara manusia untuk dapat beradaptasi terhadap informasi dan
perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Belajar tidak dapat berlangsung tanpa adanya memori.
Banyak cara dapat dilakukan untuk menyerap, mengatur, dan mengolah informasi dengan mudah, hal
inilah yang disebut dengan tipe belajar. Tipe belajar VARK (Visual, Aural, Read/Write, Kinesthetic) adalah
yang paling sering diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe belajar
dengan fungsi memori otak pada mahasiswa FKIK UMY. Metode penelitian ini adalah observasional
analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan dokter angkatan
2010 FKIK UMY. Masing-masing responden mengisi kuesioner untuk dapat dibagi menjadi kelompok
tipe belajar VARK. Setelah itu, responden memperoleh perlakuan berupa menghafal ayat-ayat Al-Quran
sesuai tipe belajarnya dan dinilai dengan checklist observasi. Data dianalisis menggunakan crosstab
Pearson Chi square. Hasil menunjukkan bahwa tipe belajar terbanyak adalah kinesthetic (29%). Preferensi
modalitas sensori quasi-modal lebih banyak (94%) daripada tri-modal (6%). Terdapat hubungan yang
signifikan antara tipe belajar VARK dengan fungsi memori otak yakni 0,026 (< 0,05). Terdapat hubungan
yang signifikan antara peranan prior knowledge dengan fungsi memori otak yakni 0,000 (< 0,05).
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tipe belajar VARK dengan fungsi memori
otak.
Kata kunci: tipe belajar, kinestetik, memori, otak
Abstract
The learning process is one way human beings can adapt for the information and changes that
occur in environment. Learning will not be able to take place without memory. Many ways that can be done
to absorb, manage, and process the information easily, it is called as learning style. The VARK (Visual,
Aural, Read / Write, Kinesthetic) learning style is the most frequently applied. This study aims to determine
the relationship between learning style with the brain’s memory function of FKIK UMY students. The method
of study is observational analytic with cross sectional design. The subjects are medical students of year
2010 FKIK UMY. Each subjects completed questionnaires to be divided into groups of VARK learning style.
After that, the subjects obtain the treatment in the form of memorizing the verses of the Quran according to
the learning style and assessed by observation checklist. Data analyzed using Pearson Chi square crosstab.
The results showed that the highest type of learning is kinesthetic (29%). Quasi-sensory modality preferences more capital (94%) than tri-modal (6%). There is a significant relationship between the type of VARK
learning with the brain’s memory function 0.026 (<0.05). There is a significant relationship between the role
of prior knowledge with the brain’s memory function 0.000 (<0.05). Concluded that there is a significant
relationship between VARK learning style with the brain’s memory function.
Key words: learning style, kinesthetic, memory, brain
41
Dimas Muhammad Akbar, Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak ...
PENDAHULUAN
dayakan keempat tipe belajar tersebut, hampir
Manusia hidup di dunia dengan berbagai informasi yang mengalir terus-menerus. Informasi-informasi tersebut dapat tersimpan di dalam memori
untuk beberapa saat dan kemudian dilupakan,
namun ada juga beberapa informasi yang tetap
tersimpan di dalam memori bahkan dalam kurung
waktu yang lama.1
dap salah satu tipe belajar yang berperan sebagai
filter dalam pembelajaran.4
Kehidupan individu selalu diwarnai oleh proses
belajar yang tidak akan dapat berlangsung tanpa
disertai adanya memori. Memori adalah kemampuan untuk mengingat hal-hal yang telah dipelajari
Informasi yang mengalir terus-menerus sepanjang waktu menyebabkan banyak perubahan yang
terjadi pada kehidupan manusia. Oleh karena itu,
manusia harus mampu beradaptasi pada situasi
maupun kondisi perubahan tersebut bila ingin tetap
bertahan hidup, salah satunya adalah dengan
belajar.
setiap orang memilki kecenderungan utama terha-
dan dialami oleh individu.5 Semua proses belajar
tidak akan ada hasilnya jika individu tidak dapat
mengingat.6 Belajar adalah proses yang dilakukan
untuk mengenali informasi-informasi baru, sementara memori bertugas untuk mempertahankan dan
memanggil kembali informasi-informasi tersebut.7
2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubung-
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan
termasuk unsur yang sangat fundamental di dalam
kehidupan manusia. Belajar bersifat multidimensional, yaitu belajar mencakup semua cabang ilmu
an antara tipe belajar dengan fungsi memori otak
pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(FKIK UMY).
pengetahuan yang ada. Manusia meng-aplikasikan
proses belajar melalui pengalaman-pengalaman
BAHAN DAN CARA
yang sedang atau sudah terjadi, dan menyerap
Penelitian ini adalah penelitian observasional
pengalaman tersebut menjadi sebuah informasi
analitik dengan desain cross sectional yang bertuju-
melalui sistem indera dan fungsi-fungsi tubuh ma-
an untuk mengetahui hubungan tipe belajar dengan
nusia lainnya, contohnya otak. Banyak cara yang
fungsi memori otak pada mahasiswa.
dapat dilakukan manusia untuk menyerap, meng-
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh
atur, dan mengolah informasi dengan mudah. Hal
mahasiswa FKIK UMY program studi Pendidikan
inilah yang disebut dengan tipe belajar.
3
Tipe belajar VARK (Visual, Aural, Read/Write,
Kinesthetic) adalah tipe yang paling sering diterap-
Dokter angkatan 2010. Jumlah sampel yang diuji
adalah 174 mahasiswa dengan minimal sampel
sebesar 127 mahasiswa.
kan. Tipe visual belajar melalui apa yang mereka
Sebagai kriteria inklusi adalah mahasiswa
lihat, tipe aural belajar dengan cara mendengar,
yang beragama Islam, berusia 15-25 tahun, berse-
tipe read/write belajar dari apa yang mereka baca
dia menjadi responden dalam penelitian, dan me-
atau tulis, dan tipe kinesthetic belajar dengan
nandatangani informed consent. Adapun kriteria
gerakan, pekerjaan, dan sentuhan. Meskipun seba-
ekslusinya adalah mahasiswa hafidz (penghafal Al-
gian besar orang memiliki potensi untuk member-
Quran), sedang dalam pengobatan, sedang sakit
42
Mutiara Medika
Vol. 12 No. 1: 41-48, Januari 2012
atau opname, pernah cidera berat (terutama cidera
sentuhan. Responden diberi kesempatan untuk
kepala), pernah dan atau sedang mengkonsumsi
menghafal selama 40 menit. Setelah waktu habis,
alkohol dan atau obat-obatan terlarang.
responden dipersilakan istirahat selama 15 menit
Sebagai variabel bebas adalah tipe belajar dan
kemudian tiap kelompok diobservasi hasil hafal-
sebagai variabel terikatnya adalah fungsi memori
annya dengan menggunakan checklist observasi.
otak (memori jangka pendek). Adapun variabel
Analisis hasil studi dilakukan dengan analisis
pengganggu antara lain karakteristik biografik yang
deskriptif dan bivariabel. Analisis bivariabel dilaku-
meliputi jenis kelamin, umur, dan indeks prestasi
kan dengan menggunakan Pearson Chi square
kumulatif (IPK).
crosstab 2x2 untuk mencari nilai signifikansi (P)
Pelaksanaan penelitian diawali dengan pengambilan data primer pada responden dengan
hubungan variabel-variabel yang diteliti.
HASIL
menggunakan kuesioner tipe belajar VARK. Kuesioner terdiri atas informed consent, data karakteristik biografik responden, serta 13 poin pertanyaan yang terdiri atas empat pilihan jawaban di mana
masing-masing jawaban menjurus pada salah satu
tipe belajar. Responden dipersilakan untuk memilih
satu pilihan atau lebih.
Berdasarkan pilihan jawaban terbanyak pada
kuesioner VARK, responden dikelompokkan ke
masing-masing kelompok tipe belajar kemudian
responden diperintahkan untuk membaca ayat AlQuran yang telah ditentukan dan dinilai dengan
Tabel 1. menunjukkan bahwa jenis kelamin subjek penelitian terbanyak adalah perempuan, yaitu
128 orang (74,6%), sedangkan laki-laki hanya 46
orang (26,4%). Sebagian besar subjek penelitian
terdapat pada kelompok umur 19 tahun (63,22%).
Subjek penelitian termuda berumur 17 tahun dan
yang tertua berumur 25 tahun. Dilihat dari Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) subjek penelitian saat itu
(semester 1), sebagian besar subjek penelitian memiliki IPK > 2,8, yaitu sebanyak 116 orang (66,7%).
Sisanya, yaitu IPK < 2,8 sebanyak 58 orang atau
33,3%.
checklist bacaan oleh para observer. Setelah responden selesai dinilai dengan checklist bacaan,
Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian
responden diperintahkan untuk menghafal ayat-
No
Karakteristik
1. Jenis Kelamin
ayat Al-Quran dengan menggunakan tipe belajar
2.
masing-masing. Pada kelompok visual, alat uji yang
digunakan adalah kertas yang tercantum ayat Al-
3.
a.
b.
Umur
a.
b.
c.
Indeks Prestasi
a.
kumulatif mean=2.8) b.
Kategori
Laki-laki
Perempuan
19 tahun
>19 tahun
<19 tahun
2.8
<2 .8
n
46
128
110
34
30
116
58
%
26.4
74.6
63.22
19.54
17.24
66.7
33.3
Quran ditambah variasi warna, gambar, dan bagan.
Pada kelompok aural, alat uji yang dipakai yaitu
lantunan ayat Al-Quran yang diperdengarkan dengan menggunakan laptop. Pada kelompok read/
write, alat uji yang digunakan yaitu kitab Al-Quran
Tabel 2. Karakteristik Tipe Belajar Subjek Penelitian
No.
1.
2.
polos. Pada kelompok kinesthetic, responden dipersilakan untuk menghafal dengan gerakan dan
3.
Karakterisitik
Kuesioner
a.
b.
Tipe Belajar
a.
Dominan
b.
c.
d.
Preferensi
a.
Modalitas Sensori b.
Kategori
Lengkap
Gugur
Visual
Aural
Read/write
Kinesthetic
Tri-modal
Quasi-modal
N
174
31
35
42
47
50
11
163
%
84,9
15,1
20
24
27
29
6
94
43
Dimas Muhammad Akbar, Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak ...
Tabel 3. Deskripsi Nilai Prior Knowledge dan Memori
No.
1.
2.
Variabel
Prior Knowledge
Memori
Mean
25.38
28.42
11 orang (6%) dan quasimodal sebanyak 163 orang (94%) (Tabel 2).
Merujuk pada Tabel 3. didapatkan nilai ratarata prior knowledge sebesar 25,38 dan nilai rata-
Kuesioner VARK dibagikan kepada 205 orang
rata memori sebesar 28,42. Terjadi peningkatan
mahasiswa sebagai sampel penelitian. Kuesioner
nilai rata-rata sebesar 3,04 dari selisih variabel
yang kembali dan memenuhi kriteria inklusi seba-
memori dengan variabel prior knowledge.
nyak 174 lembar (84,9%) dan yang gugur sebanyak
Berdasarkan Tabel 4. variabel yang diguna-
31 lembar (15,1%). Dari 174 lembar kuesioner yang
kan adalah variabel selisih memori (checklist ob-
dikembalikan, didapatkan tipe-tipe belajar dominan
servasi) dengan prior knowledge (checklist baca-
subjek penelitian yang terdiri atas tipe belajar vi-
an) atau bisa disingkat sebagai variabel “peranan
sual sebanyak 35 orang (20%), tipe belajar aural
prior knowledge”. Variabel tersebut, didapatkan tiga
sebanyak 42 orang (24%), tipe belajar read/write
kelas yaitu degression, stagnant, dan progression.
sebanyak 47 orang (27%), dan tipe belajar kines-
Ketiga kelas ini adalah deskripsi dari peningkatan
thetic sebanyak 50 orang (29%). Dari 174 lembar
nilai mean hasil selisih variabel memori dan prior
kuesioner tersebut, didapatkan juga preferensi mo-
knowledge. Kelas degression adalah jumlah subjek
dalitas sensori yang terdiri atas tri-modal sebanyak
penelitian yang mengalami penurunan kualitas
Tabel 4. Peran Prior Knowlegde
Variabel
Peran Prior Knowlegde
n
3.04
Degression
47
%
27
Stagnant
19
%
10.9
Progression
108
%
62.1
Tabel 5. Hasil Deskriptif Uji Analisis Hubungan antara Tipe Belajar, Jenis Kelamin, Umur, IPK dan Peranan Peran Prior
Knowlegde terhadap Fungsi Memori Otak
Variabel
Tipe Belajar
Jenis Kelamin
Umur
IPK
Peranan Prior
Knowlegde
Visual
Aural
Read/write
Kinestetic
Laki-laki
Perempuan
19
>19
< 19
2,8
<2,8
Progression
Stagnant
Degression
Ingat
16
29
24
35
27
77
69
17
18
65
39
77
5
22
Fungsi Memori Otak
%
Lupa
55,17
13
80,56
7
58,54
17
79,55
9
69,23
12
69,37
34
73,40
25
54,84
14
72,00
7
65,66
34
76,47
12
80,21
19
27,78
13
61,11
14
%
44,83
19,44
41,46
20,45
30,77
30,63
26,60
45,16
28,00
34,34
23,53
19,79
72,22
38,89
Total
29
36
41
44
39
111
94
31
25
99
51
96
18
36
Tabel 6. Hasil Uji Analisis Pearson Chi square antara Tipe Belajar, Jenis Kelamin, Umur, IPK, dan Peranan Prior Knowledge
terhadap Fungsi Memori Otak
No.
1.
2.
3.
4.
5.
44
Variabel
Tipe Belajar
Jenis Kelamin
Umur
IPK
Peranan Prior Knowledge
Sig.
0,026
0,987
0,144
0,174
0,000
Keterangan
Signifikan (< 0,05)
Tidak signifikan
Tidak signifikan
Tidak signifikan
Signifikan
Mutiara Medika
Vol. 12 No. 1: 41-48, Januari 2012
memori, sebesar 27%. Kelas stagnant adalah jum-
Pada kelompok umur, kelompok umur 19
lah subjek penelitian yang tidak mengalami per-
tahun memiliki persentase paling besar untuk kate-
ubahan kualitas memori, sebesar 10,9%. Kelas pro-
gori ingat yaitu 73,40%, diikuti oleh kelompok umur
gression adalah jumlah subjek penelitian yang
< 19 tahun (72,00%) dan kelompok umur > 19 tahun
mengalami peningkatan kualitas memori, sebesar
(54,84%). IPK < 2,8 memiliki persentase lebih besar
62,1%.
untuk kategori ingat (76,47%) daripada kelompok
subjek dengan IPK > 2,8 (65,66%). Terakhir, pada
DISKUSI
Memori jangka pendek yang diteliti diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ingat
dan kelompok lupa. Pengelompokkan ditentukan
oleh checklist observasi. Dari checklist observasi
yang berjumlah 10 nomor dan 4 pilihan penilaian
dengan pilihan terendah yaitu 1 dan pilihan tertinggi
yaitu 4, didapatkan nilai rerata sebesar 25, nilai
median sebesar 25, dan nilai standar deviasi sebesar 9. Dari penjumlahan dan pengurangan nilai rerata dengan standar deviasi, akan diperoleh batas
atas sebesar 34 sebagai kelompok ingat, dan batas
bawah sebesar 16 sebagai kelompok lupa, sedangkan subjek penelitian yang memiliki nilai memori di
antara 16 dan 34 akan dikeluarkan sehingga pada
akhirnya jumlah sampel yang didapat berkurang
menjadi 150 orang.
Pada Tabel 5. walaupun kinestetik menjadi tipe
belajar yang paling banyak dipilih subjek yaitu sebanyak 44 orang, aural memiliki persentase terbanyak sebagai tipe belajar dengan kategori ingat sebesar 80,56%, diikuti berturut-turut kinestetik
(79,55%), read/write (58,54%), dan visual (55,17%).
Kelompok jenis kelamin laki-laki dan perempuan
memiliki persentase yang hampir sama pada kategori ingat, dengan nilai masing-masing yaitu
69,23% dan 69,37%. Hal ini menandakan tidak ada
perbedaan jenis kelamin dalam kategori ingat.
peranan Prior Knowledge, kelompok progression
memiliki persentase paling banyak sebesar 80,21%
untuk kategori ingat, diikuti dengan kelompok
degression (61,11%) dan kelompok stagnant
(27,78%).
Merujuk pada Tabel 6. didapatkan hasil uji
analisis kelima variabel dengan menggunakan
Pearson Chi square. Dari kelima variabel yang
diujikan dengan variabel fungsi memori otak, hanya
variabel tipe belajar dan variabel peranan prior
knowledge yang memiliki nilai sig kurang dari 0,05.
Hal ini membuktikan bahwa tipe belajar memiliki
hubungan yang signifikan dengan fungsi memori
otak serta peranan prior knowledge memiliki hubungan yang signifikan dengan fungsi memori otak.
Tipe belajar mahasiswa dapat memberikan
pelayanan untuk mengembangkan kemampuan
dengan tipe mereka dan juga untuk meningkatkan
pencapaian hasil belajar ranah kognitif. Pendekatan
kognitif sangat erat berkaitan dengan konsep memori.8 Dalam banyak hal, mempelajari belajar adalah mempelajari memori. Belajar akan mustahil tanpa memori sebab setiap eksekusi satu reaksi yang
dipelajari membutuhkan memori mengenai tindakan terdahulu.9
Variabel tipe belajar memiliki nilai sebesar
0,026 dan variabel peranan prior knowledge
memiliki nilai sebesar 0,000. Variabel lainnya
45
Dimas Muhammad Akbar, Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak ...
seperti jenis kelamin memiliki nilai sebesar 0,987,
Berdasarkan preferensi modalitas sensori pa-
variabel umur memiliki nilai sebesar 0,144, dan
da subjek penelitian, dapat disimpulkan bahwa su-
variabel IPK memiliki nilai sebesar 0,174. Variabel
bjek penelitian memiliki beraneka macam tipe bela-
tersebut memiliki nilai sig > 0,05
jar yang dapat mendukung optimalisasi fungsi me-
Learning style dipengaruhi oleh pengalaman,
mori otak. Para mahasiswa memiliki preferensi
jenis kelamin, etnis, dan secara khusus melekat
seimbang, yang berarti bahwa mereka lebih suka
10
pada setiap individu. Namun, pada penelitian ini,
mencari informasi dengan berbagai jenis tipe bela-
tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara
jar sehingga mampu untuk menyesuaikan dengan
jenis kelamin dan fungsi memori otak.
jenis mengajar yang berbeda sehari-harinya atau
Umur tidak memiliki hubungan yang signifikan
mereka dapat memilih dan keluar dari strategi alter-
terhadap fungsi memori otak. Hal ini diakibatkan
natif, seperti menggunakan tipe visual saat materi
oleh subjek penelitian terpusat pada kelompok
kardiovaskular dan tipe membaca/menulis saat
umur 19 tahun (94 orang), sedangkan kelompok
materi pernapasan/respiratori.12
umur di luar 19 tahun hanya sebesar 56 orang,
Mahasiswa kedokteran tahun pertama cende-
dengan catatan bahwa jarak antara kelompok umur
rung memiliki berbagai tipe belajar yang berbeda.12
tidak begitu jauh. Rentang usia belasan hingga dua
Mahasiswa memiliki preferensi untuk menemukan
puluhan, individu memiliki kemampuan memori
cara bagaimana mereka memperoleh informasi.
yang baik.11
Dari 250 mahasiswa dalam penelitian Lujan dan
Kelompok IPK tidak memiliki hubungan yang
Di Carlo (2006),12 diperoleh subjek penelitian yang
signifikan terhadap fungsi memori otak. Hal ini di-
memenuhi syarat sebanyak 166 orang dengan
duga karena IPK yang diteliti baru sebatas IPK
rincian hanya 36,1% mahasiswa yang memilih satu
semester 1 yang belum bisa memberikan gambar-
tipe belajar, sedangkan sisanya yaitu sebesar
an yang jelas mengenai kemampuan subjek terha-
63,8% atau sebanyak 106 orang memiliki lebih dari
dap fungsi memori otak.
satu tipe belajar. Dari 63,8% mahasiswa yang
Hasil penelitian pada Tabel 2. menunjukkan
memiliki lebih dari satu tipe belajar, didapatkan tiga
tentang sebaran tipe belajar pada subjek penelitian.
kelompok yaitu kelompok bi-modal (24,5%), tri-
Subjek penelitian sebagian besar memiliki empat
modal (32,1%), dan quadsi-modal (43,4%). Kelom-
jenis tipe belajar yang berbeda (quasi-modal)
pok tri-modal terdiri atas sub kelompok visual-au-
dengan angka persentase sebesar 94%, sedang-
ral-kinesthetic (8,4%), visual-read/write-kinesthetic
kan sisanya hanya 6% untuk subjek penelitian yang
(11,3%) dan aural-read/write-kinesthetic (12,3%).
memiliki tiga jenis tipe belajar (tri-modal). Ketiga
Bila dibandingkan antara hasil penelitian pe-
jenis tipe belajar tersebut antara lain tipe belajar
nulis dengan penelitian sebelumnya, diperoleh be-
kombinasi antara aural-read/write-kinesthetic
berapa kesamaan dan perbedaan. Kesamaannya
(2,73%), visual-read/write-kinesthetic (1,64%); vi-
adalah kelompok quadsi-modal pada kedua peneli-
sual-aural-kinesthetic (1,08%), dan visual-aural-
tian memiliki persentase yang lebih besar daripada
read/write (0,55%).
kelompok tri-modal. Pada kelompok tri-modal,
46
Mutiara Medika
Vol. 12 No. 1: 41-48, Januari 2012
kombinasi tipe belajar aural-read/write-kinesthetic
mahasiswa yang beraneka ragam dipengaruhi oleh
memiliki presentase yang lebih tinggi bila diban-
banyak faktor, diantaranya yaitu pengalaman.10
dingkan dengan kombinasi tipe belajar lainnya. Per-
Prior Knowledge atau background knowledge
bedaannya adalah pada penelitian penulis, tidak
adalah pengetahuan awal pelajar yang dapat mem-
didapatkan subjek yang hanya memiliki satu tipe
bantu maupun menghambat proses belajar.16 Ber-
belajar maupun dua tipe belajar (bi-modal). Pada
dasarkan hasil pengamatan pada Tabel 3. dan Ta-
penelitian penulis, tri-modal memiliki empat sub
bel 4. diperoleh suatu kesimpulan bahwa terjadi
kelompok, namun pada penelitian Lujan dan Di
peningkatan nilai rerata dari selisih antara nilai me-
12
Carlo (2006), tri-modal hanya memiliki tiga sub
mori dengan nilai prior knowledge. Peningkatan
kelompok, minus sub kelompok visual-aural-read/
nilai rerata ini mengindikasikan bahwa prior knowl-
write.
edge mampu membantu subjek penelitian dalam
Tipe belajar dominan terbanyak berdasarkan
mempelajari dan mengingat surah Al-Quran yang
data pada Tabel 2. adalah kinesthetic dengan ang-
diujikan. Pengetahuan yang telah dimiliki sese-
ka persentase sebesar 29%. Hal ini mengindikasi-
orang dan cara “memanggil kembali” prior knowl-
kan bahwa subjek penelitian cenderung mudah me-
edge tadi sangat berperan dalam konteks komuni-
nyerap dan mengolah informasi melalui sentuhan
kasi dan belajar.17
dan gerakan tubuh. Mahasiswa dengan kecende-
Prior knowledge merupakan faktor utama yang
rungan gaya belajar kinestetik lebih baik dalam
akan mempengaruhi pengalaman belajar bagi para
13
aktivitas bergerak dan interaksi kelompok. Meski-
peserta didik. Munculnya kelompok progression
pun learning by doing sesuai dengan kebutuhan
yang lupa, stagnant, dan degression diduga dapat
mereka, mereka dengan mudah dapat belajar kon-
disebabkan oleh banyak hal. Dari berbagai peneliti-
septual dan materi abstrak asalkan diiringi dengan
an terungkap bahwa lingkungan belajar memerlu-
analogi yang sesuai, contoh kehidupan nyata, atau
kan suasana stabil, nyaman dan familiar atau me-
metafora.12
nyenangkan. Lingkungan belajar, harus memberi14
Breckler (2009), tentang tipe belajar maha-
kan suasana yang mendukung keingintahuan pe-
siswa pada bidang profesi kesehatan, menyatakan
serta didik, semangat untuk meneliti atau mencari
bahwa tipe belajar dominan terbanyak adalah tipe
sesuatu yang baru, bermakna, dan menantang.18
kinestetik. Hal ini memiliki kesamaan hasil dengan
penelitian penulis. Namun, dalam penelitian lainnya
tentang hubungan tipe belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, Sundari (2009),15 menyatakan
bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tipe belajar
visual sebanyak 50,9%. Perbedaan ini mungkin
dapat terjadi dengan alasan bahwa cara belajar
SIMPULAN
Terdapat hubungan yang signifikan antara tipe
belajar VARK dengan fungsi memori otak yakni
0,026 (< 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan
antara peranan prior knowledge dengan fungsi
memori otak yakni 0,000 (< 0,05).
47
Dimas Muhammad Akbar, Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak ...
DAFTAR PUSTAKA
1.
Djiwandono, S.E. Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Grasindo. 2002.
2.
Chance, P. Learning and Behavior. California:
Wadsworth Publishing Company Inc. 1988.
3.
Hassan, R. How do Students Respond to CBL
Material Based on VARK Learning Style?
Teaching & Learning Open Forum. Faculty of
Technical Education University Tun Hussein
Onn Malaysia, 2009. viewed 29 March 2011,
http://penerbit.uthm.edu.my/ejournal/images/
stories/JTET21/JTET21_F3.pdf
4.
Zaini, H. Desain Pembelajaran di Perguruan
Tinggi. Yogyakarta: Center for Teaching Staff
Development (CTSD). 2002.
5.
Morris, C.G. and Maisto, A.A. Basic Psychology. New Jersey: Collier Book. 2005.
6.
Higbee, L.K. Your Memory: Mengasah Daya
Ingat. Semarang: Dahara Prize. 2003.
7.
Passer, M.W. and Smith, R.E. Psychology: The
Science of Mind and Behavior (3rd ed.). New
York: McGraw-Hill. 2007.
8.
Anderson, J.R. Learning and Memory. New
York: John Wiley and Sons Inc. 1995.
9.
Tarpy, R.M. Principles of Animal Learning and
Motivation. Illinois: Scott, Foresman and Company. 1982.
10. Phibin, M., Meier, E., Huffman, S. and
Bouverse, P. A Survey of Gender and Learning Styles. Sex Roles J Res; 1995. 32 (7): 485–
494.
48
11. Hunt, R.R. and Ellis, H.C. Fundamental of Cognitive Psychology (7th ed.). London: McGrawHill. 2000.
12. Lujan, H.L. and Di Carlo, S.E. First-Year Medical Students Prefer Multiple Learning Styles.
Adv Physiol Educ; 2006. 30 (1): 13-16.
13. Deporter, B. and Hernacki, M. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan. Bandung: Kaifa. 2003.
14. Breckler, J., Joun, D., Ngo, H. Learning Styles
of Physiology Students Interested in The
Health Professions. Adv Physiol Educ; 2009.
33 (1): 30-36.
15. Sundari. Hubungan Tipe Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera
Utara. 2009.
16. Carnegie Mellon University. Theory and Research-based Principles of Learning, Carnegie
Mellon University. 2011. viewed 29 March
2011, http://www.cmu.edu/teaching/principles/
learning.html
17. Wilkes G. How Prior Knowledge Impacts New
Learning. 2003. Available on: URL http://
www.utc.arizona.edu/tact/tact2-5.html. Citation
2/10/2003.
18. Christen WL, Murphy TJ. Increasing Comprehension by Activating Prior Knowledge. 1991.
Available from URL http://www.indiana.edu/
~eric_rec/ieo/digests/d6l.html. Citation 2/10/
2003.
Fly UP