...

GERAKAN SIAP MENIKAH (GSM) EFFORTS TO REDUCE RATE OF

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

GERAKAN SIAP MENIKAH (GSM) EFFORTS TO REDUCE RATE OF
GERAKAN SIAP MENIKAH (GSM)
EFFORTS TO REDUCE RATE OF
EARLY MARRIAGE "MORE
PREPARED, MORE UNEARLY THE
MARRIAGE"
danger of early marriage (in collaboration
with BKKBN), training parenting (in
collaboration with PLKB), and skills
development. Indicators of the achievement of
this program are (1) The establishment a
community board of GSM with 15 people (2)
The occurrence of an increased understanding
and awareness of the importance of the
preparations of family management and the
risk of early marriage. The percentage of
understanding
marriage preparation or
housekeeping increase from 40% with the
criteria ’Enough’ to 79% with the criteria very
well. Understanding the dangers of early
marriage increase from 69% to 73%.
Riqi Astuti1) , Gede Sangu Gemi2), Ridwan
Budiyanto3), Karyati4), Ingge Septia
Cahyadi5)
1)
Pendididkan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Yogyakarta
[email protected]
2)
Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta
[email protected]
3)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Yogyakarta
[email protected]
4)
Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Yogyakarta
[email protected]
5)
Fisika, Fakultas Matematika dan IPA,
Universitas Negeri Yogyakarta
[email protected]
Keyword: early marriage, community, family
management
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara ke-37 dengan
jumlah perkawinan dini tebanyak di dunia dan
urutan kedua terbanyak di ASEAN.
(UNDESA, 2011). Perempuan muda Indonesia
dengan usia 10-14 tahun menikah lebih dari
22.000 orang.
Pada usia 15-19 tahun
perempuan muda yang menikah lebih besar
jika dibandingkan dengan laki-laki muda usia
15-19 tahun. (RISKESDAS,2010).
Kabupaten Gunungkidul menempati posisi
tertinggi angka pernikahan dini di provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2012
permohonan dispensasi menikah untuk wanita
usia di bawah 16 tahun dan laki-laki di bawah
19 tahun mencapai 168 pemohon. Pada tahun
2009, jumlahnya mencapai 80 pemohon, tahun
2010 sebanyak 120 dan pada tahun 2011
sebanyak 145 pemohon (krjogja.com).
Salah satu kecamatan dengan penyumbang
angka permohonan dispensasi menikah
tertinggi di kabupaten Gunungkidul adalah
kecamatan Tepus. Pada tahun 2012,
permohonan dispensasi menikah di kecamatan
tersebut mencapai 94 pemohon (KUA
Kecamatan Tepus).
Penyebab pernikahan dini adalah tingkat
ekonomi
rendah,
pendidikan
rendah,
kurangnya kesehatan, dan kurangnya asset
(Oyortey dan Pobi, 2003). Peristiwa tersebut
terjadi di dusun Blekonang, Kecamatan Tepus,
Gunung Kidul, Yogyakarta. Pola pikir orang
tua yang menghendaki anaknya untuk menikah
dini seringkali kali menjadi faktor utama,
selain faktor rendahnya pendidikan dan
Abstract
Indonesia was the 37th by the number of early
marriages in the world and was ranked second
in ASEAN (UNDESA, 2011). Gunungkidul
ranks is the highest of early marriage rate in
the DIY province. In 2009 an application for
early marriage dispensation for women under
16 years old and men under 19 years old
reach 80, That number continues to increase
each year, until 2011 as many as 145
applicants(krjogja.com). Parents point of view
who want their children to marry early often
occur in Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta.
Until now, there has been no movement or
trainings of the steps to prepare and manage a
family. Through the creativity of the student
program "Gerakan Siap Menikah (GSM) in
Blekonang, Tepus, Gunungkidul is expected to
provide knowledge and concrete solutions to
overcome this. This program begins with
dissemination for villagers related to the aims
and objectives, the establishment of the GSM
community with young people as the
administrator,
GSM
organizational
management training (in collaboration with
Quantum Remaja), the work program of the
GSM, namely; launching of GSM community,
marriage preparation and dissemination
1 ekonomi. Padahal secara usia dan segala
kesiapannya belum mencapai kematangan.
Setelah melalui wawancara dengan
seorang tokoh dusun, diakui bahwa pernikahan
dini banyak terjadi di dusun Blekonang dan
setelah menikah masih bergantung pada orang
tua. Pola tersebut masih menjadi budaya
sampai saat ini. Namun, belum ada perhatian
khusus dan konkret. Setelah dilakukan
wawancara lebih jauh, ternyata masyarakat
membutuhkan pengetahuan dan wawasan
terkait pernikahan.
“Gerakan Siap Menikah (GSM) di Dusun
Blekonang, Tepus, Tepus, Gunungkidul,
Yogyakarta” memberikan pengetahuan kepada
masyarakat dan remaja mengenai kesehatan
reproduksi, persiapan menikah, resiko nikah
dini, dan tata kelola keluarga/parenting.
Sehingga, masyarakat menyadari hal tersebut
dan dapat menekan angka pernikahan dini di
Dusun Blekonang, baik secara usia maupun
dini secara persiapannya.
Adapun tujuan dari program ini yaitu
mengetahui cara menerapkan konsep GSM di
dusun Blekonang, Tepus, Gunungkidul,
mengetahui manfaat penerapan konsep GSM,
dan Menjamin keberlanjutan GSM melalui
komunitas GSM.
Target luaran dari program ini yaitu
mewujudkan
masyarakat
yang
sadar
pentingnya persiapan pernikahan dan resiko
pernikahan dini (secara usia dan persiapan),
terbentuknya komunitas “Gerakan Siap
Menikah” sebagai komunitas untuk menjaga
keberlangsungan program, serta artikel ilmiah
untuk menyebarluaskan pelaksanaan program.
Program ini menjadi solusi konkret dalam
memberikan pengetahuan kepada masyarakat
mengenai persiapan pernikahan, resiko
menikah dini, dan wawasan seputar parenting.
Selain itu, juga terjalin kerjasama positif
dengan berbagai instansi. Bahkan PLKB
Tepus berencana menjadikan GSM sebagai
model untuk daerah lain.
Pemerintah dusun, Lembaga Pengembangan
Potensi Remaja Sleman, BKKBN DIY, dan
PLKB Kecamatan Tepus.
Pengurus
GSM
dibentuk
sebagai
pelaksana
kegiatan
sekaligus
menjaga
keberlangsungan program GSM di bawah
pendampingan Tim PKMM dalam rangka
menjaga dan meningkatkan kesadaran serta
pemahaman masyarakat. Setelah terbentuknya
komunitas dilakukan pelatihan manajemen
organisasi sebagai sarana pembelajaran bagi
pemuda-pemudi yang terlibat dalam komunitas
GSM tentang organisasi dan pengembangan
komunitas. Komunitas ini nantinya akan
membentuk forum-forum diskusi dalam
rangka menjaga keberlanjutan komunitas dan
melakukan analisa kebutuhan pada komunitas.
Semua program kerja dilaksanakan oleh
komunitas GSM dengan pendampingan dari
tim PKMM UNY sebagai follow up
terbentuknya komunitas GSM. Adapun
program kerja yang akan dilaksanakan antara
lain:
a) Sosialisasi Persiapan Nikah serta Bahaya
Pernikahan Dini Bagi Remaja
b) Training Parenting
c) Pengembangan Ketrampilan Masyarakat
d) Konsultasi Pernikahan dan Keluarga
Tujuan evaluasi adalah mengetahui
kesesuaian rencana dan realisasi. Sehingga
apabila terdapat kekurangan dapat diperbaiki
sedangkan pelaksanaan yang sudah tepat dapat
dipertahankan,
dikembangkan,
maupun
diinovasi
Konsultasi dan koordinasi
Sosialisasi
Pembentukan Pengurus
Pembentukan Forum Diskusi
METODE PELAKSANAAN
Program dilaksanakan pada bulan mei
sampai agustus 2014, persiapan program
didampingi oleh dosen pendamping, persiapan
alat dan bahan bekerja sama dengan pihakpihak terkait. Kerjasama dilakukan untuk
mempersiapkan pembentukan dan mendukung
keberlangsungan komunitas GSM dalam
menjalankan program-programnya. Persiapan
tersebut
meliputi
kerjasama
dengan
Program Kegiatan
Evaluasi
Gambar 1. Diagram metode pelaksanaan
2 HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahapan pertama pelaksanaan adalah
konsultasi dan koordinasi dilakukan dengan
kepala dusun Blekonang 1, 2, dan 3 untuk
mengetahui kondisi masyarakat di dusun
Blekonang. Koordinasi dengan pemuda
karangtaruna dilakukan dengan tujuan untuk
mempermudah kordinasi dengan komunitas
yang akan dibentuk. Koordinasi ini juga untuk
menentukan siapa saja yang akan menjadi
pengurus komunitas, karena yang akan
menjadi pengurus adalah pemuda pemudi yang
ada di sana. Tahapan kedua adalah sosialisasi
yang dilaksanakan di Balai Dusun Blekonang
1 pada hari Minggu, 20 April 2014. Kegiatan
ini dihadiri oleh remaja, pemuda, dan
perwakilan perangkat dusun Materi yang
diberikan Pengenalan konsep GSM dan
Sosialisasi program GSM. Setelah sosialisasi
dilakukan pembentukan kepengurusan pada 15
April 2014 di Rumah Karangtaruna, Bp.
Suroto.
Kemudian
dilanjutkan
dengan
rekrutmen staf pada Minggu, 27 April 2014.
Setelah pengurus terbentuk diberikan
pelatihan kepada pengurus pada 24-25 Mei
2014 di Balai Blekonang 3 yang terdiri dari
dua kegiatan yaitu motivasi berorganisasi oleh
I.S.Cahyadi dari Lembaga Konsultasi dan
Pengembangan Potensi Remaja (LKP2)
Quantum Remaja dan workshop kepanitiaan
oleh tim PKM-M dengan melatih pengurus
untuk memanajemen kepanitian dalam salah
satu program GSM.
Komunitas membentuk forum diskusi
dengan masing-masing forum berisikan 5-7
orang dan dengan anggota tim PKM-M
sebagai mentor pada setiap kelompok diskusi.
Setelah anggota tim PKM-M meninggalkan
dusun Blekonang diharapkan forum diskusi
tetap berlanjut dan menjadi motor komunitas
untuk menentukan arah gerak komunitas.
Kerjasama dilakukan setelah melalukan
analisis kebutuhan dalam forum diskusi.
Kerjasama dilakukan dengan pihak yang dapat
mendukung keberadaan komunitas. Pihakpihak yang diajak bekerjasama diantaranya:
a. Tim PLKB Kecamatan Tepus
b. Lembaga Konseling dan Pengembangan
Potensi (LKP2) Quantum Remaja
c. BKKBN
Melalui analisis kebutuhan dirumuskan
program kerja komunitas GSM yang terbagi
menjadi dua jenis, yaitu program utama dan
program tambahan.
Program Utama
a. Penyuluhan Remaja Pentingnya Persiapan
Menikah dan Resiko Pernikahan Dini
Diberikan pada 26 Juni 2014 di Balai
Blekonang 1 oleh Dwi Arti Novitasari
(PLKB Kec. Tepus) tentang resiko
pernikahan dini, pentingnya persiapan
menikah serta persiapan yang perlu
dilakukan sebelum pernikahan.
b. Seminar Pengetahuan Berumah Tangga
Islami
Seminar pengetahuan berumah tangga
islami diberikan pada tanggal 18 Mei
2014 di Balai Blekonang 1. Kegiatan ini
mengenai
pengetahuan-pengetahuan
umum dalam kehidupan berumah tangga.
Diisi oleh Ridwan Budiyanto, salah satu
tim PKM-M.
c. Penguatan Tokoh Masyarakat
Penguatan peran tokoh dilakukan dengan
menjadikan tokoh masyarakat yang
berpengaruh di dusun Blekonang sebagai
sarana konsultasi. Penguatan juga
dilakukan untuk memberi penguatan pada
keberadaan komunitas
Program Tambahan
a. Training Parenting
Diberikan kepada orang tua yang
memiliki remaja, dan yang telah menikah
dini pada 22 Juni 2014 di Balai
Blekonang 1, diisi oleh Dwi Listyandari
(PLKB Kec. Tepus). Kegiatan ini
sekaligus pemberian modul pendidikan
anak yang dibuat oleh tim PKMM.
b. Pengembangan Ketrampilan
Berupa pelatihan pemasaran online
kerajinan
perak&tembaga
untuk
peningkatan penghasilan sebagai salah
satu faktor yang harus dipersiapkan
sebelum menikah. Dimulai pada 21 Juli
2014 di Balai Blekonang 3 diisi oleh Riqi
Astuti, tim PKM-M.
c. Launching Komunitas GSM
Launching dilaksanakan pada 26 Juni
2014 yang diresmikan oleh ibu Novi.
Kegiatan ini dimaksudkan agar komunitas
GSM dapat dikenal lebih luas oleh
masyarakat umum.
d. Kampanye Komunitas GSM
Dilakukan bersama dengan buka bersama
dengan muda-mudi Blekonang pada 23
Juli 2014 di Masjid Blekonang. Tim
PKMM bersama komunitas GSM
membagikan brosur kepada masyarakat
3 serta media publikasi lain kepada kepala
dusun Blekonang.
Pada pemahaman tenang bahaya pernikahan
dini, total skor responden awal mendapat nilai
69% dan meningkat menjadi 73% setelah
melalui kegiatan komunitas GSM.
Efektivitas Program GSM (Gerakan Siap
Menikah)
Untuk mengetahui efektifitas program
GSM, tim PKMM melakukan evaluasi dengan
pembagian angket pada masyarakat Blekonang
dengan sampel 20 responden, dengan hasil
bahwa sebanyak 85% masyarakat akan
berpartisipasi aktif untuk mengurangi angka
pernikahan dini.
Daftar Pustaka
Sentika, Rachmat. 2012. Kajian Pernikahan
Dini Pada Beberapa Provinsi Di
Indonesia: Dampak Overpopulation,
Akar Masalah Dan Peran
Kelembagaan Di Daerah.
Suarapembaruan.com. 2011. Meningkat,
Pasangan Usia Dini di Gunungkidul yang
Ingin Menikah.
http://www.suarapembaruan.com/home/m
eningkat-pasangan-usia-dini-di-gunungkidul-yang-ingin-menikah/9736, diakses
pada 30/10/2013 pukul 14:16 WIB
Ketercapaian Target Luaran
Berdasarkan target luaran dari program
ini, mulai dari pembentukan komunitas
“Gerakan Siap Menikah” sampai pelaksanaan
program-programnya kini telah mencapai
100%.
Peningkatan
pemahaman
terkait
persiapan pernikahan atau berumahtangga dan
pemahaman tentang bahaya nikah dini
diketahui melalui angket yang ditujukan pada
komunitas GSM dengan 20 orang ebagai
sampel, dengan hasil:
Gunungkidulonline.com. 2013. Pernikahan
Dini Marak: 172 Pasangan Bawah Umur
Minta Dispensasi Menikah.
http://gunungkidulonline.com/pernikahandini-marak-172-pasangan-mintadispensasi-menikah/ diakses pada
30/10/2013 pukul 14:17 WIB
Ivan Aditya. 2012. Pernikahan Dini Marak di
Gunungkidul.
http://krjogja.com/read/148091/page/tenta
ng_kami diakses pad 30/10/2013 pukul
14:18
Tribunjogja.com. 2012. Pernikahan Dini di
Gunungkidul.
http://jogja.tribunnews.com/2012/10/24/pe
rnikahan-dini-di-gunungkidulmemprihatinkan/ diakses pada 30/10/2013
pukul 14:17 WIB
Dengan
interval
nilai
presentase
pemahaman
0% – 25%
= Sangat kurang
26% – 50%
= Kurang
51% – 75%
= Baik
76% – 100%
= Sangat Baik
Tabel di atas menunjukan pemahaman
anggota komunitas GSM terkait persiapan
pernikahan atau berumahtangga dan bahaya
nikah dini sebelum dan sesudah kegiatan
komunitas. Sebelum ada kegiatan komunitas
GSM pemahaman persiapan pernikahan atau
berumahtangga anggota komunitas masuk
dalam kategori kurang dengan total skor
responden 40%. Setelah melalui kegiatan
komunitas GSM pemahaman mencapai kriteria
sangat baik dengan total skor responden 79%.
Cornelius Eko Susanto. 2013. Pernikahan Dini
Indonesia Terbanyak Kedua di ASEAN
http://www.metrotvnews.com/lifestyle/rea
d/2013/07/12/917/167631/JumlahPernikahan-Dini-Indonesia-TerbanyakKedua-di-ASEAN, diakses pada
02/10/2013 pukul 21:01 WIB
4 
Fly UP