...

Kecepatan Upaya Penanggulangan Krisis

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kecepatan Upaya Penanggulangan Krisis
Kecepatan
Upaya
Penanggulangan
Krisis
Kesehatan Sangat Membutuhkan
Ketersediaan informasi yang
Cepat, Tepat, dan Akurat
Data Pusat Penanggulangan Krisis
Kesehatan (PPKK) Kemenkes RI
menyebutkan bahwa dalam kurun
waktu 2009-2011, telah terjadi
813 kali kejadian bencana yg
mengakibatkan krisis kesehatan,
yaitu korban meninggal dunia
(3.463 orang), korban rawat inap
(6.744 orang) serta lebih dari
satu juta jiwa harus mengungsi. Selanjutnya, jumlah kejadian
bencana dari Januari sampai November 2012, tercatat 437
kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia (599 orang),
korban rawat inap (1999 orang), korban rawat jalan (29.515
orang), serta puluhan ribu jiwa harus mengungsi.
Pada kondisi bencana, kecepatan dalam upaya penanggulangan
krisis kesehatan saat bencana tergantung pula pada
ketersediaan informasi mengenai kejadian bencana dan dampaknya
secara cepat, tepat, dan akurat. Namun, kejadian bencana
biasanya menyebabkan situasi kacau (chaos), dimana sarana dan
prasarana mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan tidak
berfungsinya alat komunikasi sehari-hari, seperti telepon
genggam dan internet. Dalam kondisi tersebut, alat komunikasi
yang masih dapat diharapkan kegunaannya adalah radio
komunikasi.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, dr.
Ratna Rosita, MPHM, pada kegiatan Penandatanganan Nota
Kesepakatan Kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang diwakiili oleh
Ketua Umum RAPI, H. Dharma Udaya Nasution, bertempat di Kantor
Kemenkes RI, Jakarta (17/12) .
“Untuk memperkuat upaya penanggulangan krisis kesehatan, serta
kelancaran arus informasi dan komunikasi yang cepat, tepat dan
akurat, diperlukan adanya komunikasi radio. Untuk itu Kemenkes
dalam hal ini PPKK, telah dilengkapi dengan peralatanperalatan radio komunikasi”, ujar Sesjen.
Menurut Sesjen, Kemenkes telah menjalin kerjasama dengan RAPI
sejak 1 September 2006, tentang Sistem Pelayanan Informasi dan
Komunikasi Penanggulangan Krisis dan Masalah Kesehatan Lain.
Namun, kesepakatan yang berlaku selama 5 tahun tersebut telah
berakhir pada 1 September 2011.
Meskipun begitu, Sesjen menyatakan bahwa dalam kurun waktu
berakhirnya nota kesepakatan bersama sampai sekarang,
kerjasama antara Kemenkes dengan RAPI tetap berjalan dengan
baik. Ini terbukti dengan keterlibatan RAPI dalam pemantauan
demo penolakan kenaikan BBM pada bulan Maret 2012; gempa 8.5
skala Richter di Sumatera pada April 2012; serta arus mudik
Lebaran. Juga dilaksanakan pelatihan penggunaan radio
komunikasi untuk tenaga kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota
serta dalam rangka penyiapan PPKK Regional menjadi unit
pelaksana teknis (UPT). Saat ini radio komunikasi telah aktif
di PPKK Regional Sulawesi Selatan.
“Untuk itu, sebagai payung hukum dari kerjasama ini, maka nota
kesepakatan Kemenkes dengan RAPI perlu diperpanjang. Saya
berharap, RAPI dapat memberikan informasi secara cepat, tepat,
dan terpadu tentang kejadian bencana di daerah-daerah,
terutama pada kondisi jalur komunikasi melalui telepon sulit
dijangkau”, tambah Sesjen.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat
Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih
lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021)
52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon
Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms),
atau e-mail [email protected]
Fly UP