...

peraturan menakertrans tentang nilai ambang batas

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

peraturan menakertrans tentang nilai ambang batas
www.hukumonline.com
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
NOMOR PER.13/MEN/X/2011 TAHUN 2011
TENTANG
NILAI AMBANG BATAS FAKTOR FISIKA DAN FAKTOR KIMIA DI TEMPAT KERJA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
Menimbang:
a.
bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja, perlu ditetapkan Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di tempat kerja;
b.
bahwa dalam rangka perlindungan tenaga kerja terhadap timbulnya risiko-risiko bahaya akibat pemaparan
faktor bahaya fisika dan kimia, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan kerja di tempat kerja sebagai
bagian dari pemenuhan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja;
c.
bahwa meningkatnya tuntutan di kalangan industri, praktisi dan asosiasi untuk memperbarui standar
sesuai dengan standar internasional;
d.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu
ditetapkan dengan Peraturan Menteri;
Mengingat:
1.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918);
2.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
3.
Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2010 tentang Pengawasan Ketenagakerjaan;
4.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Kesehatan Kerja;
5.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.01/MEN/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Tenaga Kerja;
6.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/MEN/1996 tentang Audit Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
7.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.12/MEN/VIII/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
1/6
www.hukumonline.com
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI TENTANG NILAI AMBANG BATAS FAKTOR
FISIKA DAN FAKTOR KIMIA DI TEMPAT KERJA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang
dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
2.
Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
3.
Tempat Kerja adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana
tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana
terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya.
4.
Faktor lingkungan kerja adalah potensi-potensi bahaya yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja
akibat adanya suatu proses kerja.
5.
Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang
mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
6.
Pengusaha adalah:
7.
a.
orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik
sendiri;
b.
orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan
perusahaan bukan miliknya;
c.
orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili
perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang berkedudukan di luar wilayah
Indonesia.
Perusahaan adalah:
a.
setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik
persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan
pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;
b.
usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang
lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
8.
Nilai Ambang Batas yang selanjutnya disingkat NAB adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai
kadar/intensitas rata-rata tertimbang waktu (time weighted average) yang dapat diterima tenaga kerja
tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak
melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
9.
Kadar Tertinggi Diperkenankan yang selanjutnya disingkat KTD adalah kadar bahan kimia di udara tempat
kerja yang tidak boleh dilampaui meskipun dalam waktu sekejap selama tenaga kerja melakukan
pekerjaan.
10.
Faktor fisika adalah faktor di dalam tempat kerja yang bersifat fisika yang dalam keputusan ini terdiri dari
iklim kerja, kebisingan, getaran, gelombang mikro, sinar ultra ungu, dan medan magnet.
2/6
www.hukumonline.com
11.
Faktor kimia adalah faktor di dalam tempat kerja yang bersifat kimia yang dalam keputusan ini meliputi
bentuk padatan (partikel), cair, gas, kabut, aerosol dan uap yang berasal dari bahan-bahan kimia.
12.
Faktor kimia mencakup wujud yang bersifat partikel adalah debu, awan, kabut, uap logam, dan asap;
serta wujud yang tidak bersifat partikel adalah gas dan uap.
13.
Iklim kerja adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan gerakan udara dan panas radiasi
dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat pekerjaannya, yang
dimaksudkan dalam peraturan ini adalah iklim kerja panas.
14.
Suhu kering (Dry Bulb Temperature) adalah suhu yang ditunjukkan oleh termometer suhu kering.
15.
Suhu basah alami (Natural Wet Bulb Thermometer) adalah suhu yang ditunjukkan oleh oleh termometer
bola basah alami (Natural Wet Bulb Thermometer).
16.
Suhu bola (Globe Temperature) adalah suhu yang ditunjukkan oleh termometer bola (Globe
Thermometer).
17.
Indeks Suhu Basah dan Bola (Wet Bulb Globe Temperature Index) yang selanjutnya disingkat ISBB
adalah parameter untuk menilai tingkat iklim kerja yang merupakan hasil perhitungan antara suhu udara
kering, suhu basah alami dan suhu bola.
18.
Berat molekul adalah ukuran jumlah dari berat atom dari atom-atom dalam molekul atau seluruh unsur
penyusunnya.
19.
Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi
dan/atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran.
20.
Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan
keseimbangannya.
21.
Radiasi frekuensi radio dan gelombang mikro (Microwave) adalah radiasi elektromagnetik dengan
frekuensi 30 Kilo Hertz sampai 300 Giga Herzt.
22.
Radiasi ultra ungu (ultraviolet) adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 180 nano
meter sampai 400 nano meter (nm).
23.
Medan magnet statis adalah suatu medan atau area yang ditimbulkan oleh pergerakan arus listrik.
24.
Terpapar adalah peristiwa seseorang terkena atau kontak dengan faktor bahaya di tempat kerja.
25.
Paparan Singkat Diperkenankan yang selanjutnya disingkat PSD adalah kadar zat kimia di udara di
tempat kerja yang tidak boleh dilampaui agar tenaga kerja yang terpapar pada periode singkat yaitu tidak
lebih dari 15 menit masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan iritasi, kerusakan jaringan tubuh
maupun terbius yang tidak boleh dilakukan lebih dari 4 kali dalam satu hari kerja.
26.
Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya
yang berdiri sendiri.
27.
Pengawasan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkan pelaksanaan peraturan
perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.
28.
Menteri adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Pasal 2
(1)
Pengurus dan/atau pengusaha wajib melakukan pengendalian faktor fisika dan faktor kimia di tempat
kerja sehingga di bawah NAB.
(2)
Jika faktor fisika dan faktor kimia pada suatu tempat kerja melampaui NAB, pengurus dan/atau
pengusaha wajib melakukan upaya-upaya teknis-teknologi untuk menurunkan sehingga memenuhi
3/6
www.hukumonline.com
ketentuan yang berlaku.
(3)
Pengurus dan/atau pengusaha wajib melakukan ketentuan-ketentuan yang terkait dengan faktor fisika
dan faktor kimia tertentu sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Pasal 3
(1)
NAB faktor fisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, meliputi iklim kerja, kebisingan, getaran,
gelombang mikro, sinar ultra ungu, dan medan magnet.
(2)
NAB faktor kimia meliputi bentuk padatan (partikel), cair, gas, kabut, aerosol dan uap yang berasal dari
bahan-bahan kimia.
(3)
NAB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
BAB II
NAB FAKTOR FISIKA
Pasal 4
NAB iklim kerja menggunakan parameter ISBB sebagaimana tercantum dalam Lampiran I nomor 1 Peraturan
Menteri ini.
Pasal 5
(1)
NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 decibel A (dBA).
(2)
Kebisingan yang melampaui NAB, waktu pemaparan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran
I nomor 2 Peraturan Menteri ini.
Pasal 6
(1)
NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga
kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2).
(2)
Getaran yang melampaui NAB, waktu pemaparan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
nomor 3 Peraturan Menteri ini.
Pasal 7
NAB getaran yang kontak langsung maupun tidak langsung pada seluruh tubuh ditetapkan sebesar 0,5 meter
per detik kuadrat (m/det2)
Pasal 8
NAB radiasi frekuensi radio dan gelombang mikro ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I nomor 4
Peraturan Menteri ini.
4/6
www.hukumonline.com
Pasal 9
(1)
NAB radiasi sinar ultra ungu ditetapkan sebesar 0,0001 milliWatt per sentimeter persegi (mW/cm2).
(2)
Radiasi sinar ultra ungu yang melampaui NAB waktu pemaparan ditetapkan sebagaimana tercantum
dalam Lampiran I nomor 5 Peraturan Menteri ini.
Pasal 10
NAB medan magnit statis untuk seluruh tubuh ditetapkan sebesar 2 Tesla.
Pasal 11
NAB medan magnit statis untuk bagian anggota tubuh (kaki dan tangan) ditetapkan sebesar 600 milli tesla (mT).
NAB medan magnit untuk masing-masing anggota badan tercantum dalam Lampiran I nomor 6 Peraturan
Menteri ini.
BAB III
NAB FAKTOR KIMIA
Pasal 12
NAB Faktor Kimia di udara tempat kerja tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri ini.
Pasal 13
(1)
Pengukuran dan penilaian faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja dilaksanakan oleh Pusat
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Balai Hiperkes dan
Keselamatan Kerja atau pihak-pihak lain yang ditunjuk Menteri.
(2)
Persyaratan pihak lain untuk dapat ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan lebih lanjut
oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.
Pasal 14
Untuk kepentingan hukum dan pengendalian risiko bahaya di tempat kerja, Pegawai Pengawas ketenagakerjaan
dapat meminta pengurus dan/atau pengusaha untuk memutahirkan data pengukuran faktor fisika dan faktor
kimia di tempat kerja.
Pasal 15
Pengurus dan/atau pengusaha berkewajiban melakukan pengukuran faktor fisika dan faktor kimia di tempat
kerja sesuai dengan Peraturan Menteri ini dilakukan berdasarkan penilaian risiko dan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Pasal 16
Pengurus dan/atau pengusaha harus melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dan
menyampaikan hasil pengukuran pada kantor yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
5/6
www.hukumonline.com
Pasal 17
NAB faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja dalam Peraturan Menteri ini dapat ditinjau kembali sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun sekali sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 18
Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 51/MEN/1999
tentang Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Fisika di Tempat Kerja dan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja
Nomor: SE-01/MEN/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Tempat Kerja, dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 19
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, Peraturan Menteri ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita
Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 28 Oktober 2011
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
MUHAIMIN ISKANDAR
Diundangkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 1 November 2011
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
AMIR SYAMSUDDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 684
6/6
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER.13/MEN/X/2011
TENTANG
NILAI AMBANG BATAS FAKTOR FISIKA DAN FAKTOR KIMIA
DI TEMPAT KERJA
1. NILAI AMBANG BATAS IKLIM KERJA INDEKS SUHU BASAH DAN BOLA (ISBB)
YAN DIPERKENANKAN
Ringan
ISBB
(˚C )
Beban Kerja
Sedang
Berat
75% - 100%
31,0
28,0
-
50 % - 75%
31,0
29,0
27,5
25% - 50%
32,0
30,0
29,0
0% - 25%
32,2
31,1
30,5
Pengaturan waktu kerja setiap jam
Indeks Suhu Basah dan Bola untuk di luar ruangan dengan panas radiasi:
ISBB = 0,7 Suhu basah alami + 0,2 Suhu bola + 0,1 Suhu kering.
Indeks Suhu Basah dan Bola untuk di dalam atau di luar ruangan tanpa panas radiasi :
ISBB = 0,7 Suhu basah alami + 0,3 Suhu bola.
Catatan :
- Beban kerja ringan membutuhkan kalori sampai dengan 200 Kilo kalori/jam.
- Beban kerja sedang membutuhkan kalori lebih dari 200 sampai dengan kurang
dari 350 Kilo kalori/jam.
- Beban kerja berat membutuhkan kalori lebih dari 350 sampai dengan kurang dari
500 Kilo kalori/jam.
8
2. NILAI AMBANG BATAS KEBISINGAN
Waktu pemaparan per hari
Intensitas kebisingan dalam dBA
8
4
2
1
Jam
85
88
91
94
30
15
7,5
3,75
1,88
0,94
Menit
97
100
103
106
109
112
28,12
14,06
7,03
3,52
1,76
0,88
0,44
0,22
0,11
Detik
115
118
121
124
127
130
133
136
139
Catatan :
Tidak boleh terpajan lebih dari 140 dBA, walaupun sesaat.
3. NILAI AMBANG BATAS GETARAN UNTUK PEMAPARAN LENGAN DAN TANGAN
Jumlah waktu pemaparan
Per hari kerja
4 jam dan kurang dari 8 jam
2 jam dan kurang dari 4 jam
1 jam dan kurang dari 2 jam
Kurang dari 1 jam
Nilai percepatan pada frekuensi dominan
Meter per detik kuadrat
( m/det2 )
4
6
8
12
Gravitasi
0,40
0,61
0,81
1,22
Catatan:
1 Gravitasi = 9,81 m/det2
4. NILAI AMBANG BATAS RADIASI FREKUENSI RADIO DAN GELOMBANG MIKRO
Frekuensi
30 kHz – 100 kHz
100 kHz – 1 MHz
1 MHz – 30 MHz
30 MHz – 100 MHz
Power
Density
( mW/cm2 )
Kekuatan
Medan
listrik
( V/m )
1842
1842
1842/f
61,4
9
Kekuatan
medan
magnit
( A/m )
163
16,3/f
16,3/f
16,3/f
Waktu
pemaparan
( menit )
6
6
6
6
100 MHz – 300
MHz
300 MHz – 3 GHz
3 GHz – 30 GHz
30 GHz – 300 GHz
Keterangan :
kHz
MHz
GHz
f
mW/cm2
V/m
A/m
10
61,4
0,163
f/30
100
100
:
:
:
:
:
:
:
6
6
33.878,2/f1,079
67,62/f 0,476
Kilo Hertz
Mega Hertz
Giga Hertz
Frekuensi dalam MHz
Mili Watt per senti meter persegi
Volt per Meter
Amper per Meter
5. WAKTU PEMAPARAN RADIASI SINAR ULTRA UNGU YANG DIPERKENANKAN
Masa pemaparan per hari
8 jam
4 jam
2 jam
1 jam
Iradiasi Efektif ( IEff )
mW / cm2
0,0001
0,0002
0,0004
0,0008
30 menit
15 menit
10 menit
5 menit
1 menit
0,0017
0,0033
0,005
0,01
0,05
30 detik
10 detik
1 detik
0,5 detik
0,1 detik
0,1
0,3
3
6
30
6. NAB PEMAPARAN MEDAN MAGNIT STATIS YANG DIPERKENANKAN
No.
Bagian Tubuh
Kadar Tertinggi
Diperkenankan
(Ceiling )
1
Seluruh Tubuh (tempat kerja umum)
2T
2
8T
2
Seluruh Tubuh (pekerja khusus dan lingkungan
kerja yang terkendali)
Anggota gerak (Limbs)
3
Pengguna peralatan medis elektronik
Keterangan: mT ( milli Tesla)
10
20 T
0,5 mT
NAB medan magnit untuk frekwensi 1 - 30 kHz
No.
Bagian Tubuh
NAB (TWA)
Rentang Frekuensi
1
Seluruh tubuh
60/f mT
1 – 300 Hz
2
Lengan dan paha
300/f mT
1 – 300 Hz
3
Tangan dan kaki
600/f mT
1 – 300 Hz
4
Anggota tubuh dan seluruh
tubuh
0,2 mT
300Hz – 30KHz
Keterangan: f adalah frekuensi dalam Hz
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2011
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
Drs.H.A.MUHAIMIN ISKANDAR, M.Si.
11
LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER.13/MEN/X/2011
TENTANG
NILAI AMBANG BATAS FAKTOR FISIKA DAN FAKTOR KIMIA
DI TEMPAT KERJA
NAB FAKTOR KIMIA DI UDARA TEMPAT KERJA
Penjelasan NAB Faktor Kimia
1. Kegunaan NAB
NAB ini akan digunakan sebagai (pedoman) rekomendasi pada praktek higene
perusahaan dalam melakukan penatalaksanaan lingkungan kerja sebagai upaya
untuk mencegah dampaknya terhadap kesehatan. Dengan demikian NAB antara lain
dapat pula digunakan:
a. Sebagai kadar standar untuk perbandingan.
b. Sebagai pedoman untuk perencanaan proses produksi dan perencanaan
teknologi pengendalian bahaya-bahaya di lingkungan kerja.
c. Menentukan pengendalian bahan proses produksi terhadap bahan yang lebih
beracun dengan bahan yang sangat beracun.
d. Membantu menentukan diagnosis gangguan kesehatan, timbulnya penyakitpenyakit dan hambatan-hambatan efisiensi kerja akibat faktor kimiawi dengan
bantuan pemeriksaan biologik
2. Kategori Karsinogenitas
Bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogen, dikategorikan sebagai berikut:
A-1
Terbukti karsinogen untuk manusia (Confirmed Human Carcinogen). Bahanbahan kimia yang berefek karsinogen terhadap manusia, atas dasar bukti dari
studi-studi epidemologi atau bukti klinik yang meyakinkan, dalam pemaparan
terhadap manusia yang terpajan.
A-2
Diperkirakan karsinogen untuk manusia (Suspected Human Carcinogen).
Bahan kimia yang berefek karsinogen terhadap binatang percobaan pada dosis
tertentu, melalui jalan yang ditempuh, pada lokasi-lokasi, dari tipe histologi atau
melalui mekanisme yang dianggap sesuai dengan pemaparan terhadap tenaga
kerja terpajan. Penelitian epidemologik yang ada belum cukup membuktikan
meningkatnya risiko kanker pada manusia yang terpajan.
A-3
Karsinogen terhadap binatang. Bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogen
pada binatang percobaan pada dosis relatif tinggi, pada jalan yang ditempuh,
lokasi, tipe histologik atau mekanisme yang kurang sesuai dengan pemaparan
terhadap tenaga kerja yang terpapar.
12
A-4
Tidak diklasifikasikan karsinogen terhadap manusia. Tidak cukup data untuk
mengklasifikasikan bahan-bahan ini bersifat karsinogen terhadap manusia
ataupun binatang.
A-5
Tidak diperkirakan karsinogen terhadap manusia.
Repr. Menimbulkan gangguan reproduksi pada wanita, seperti abortus spontan,
gangguan haid, infertilitas, prematur, kelainan kongenital, Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR).
3. NAB Campuran
Apabila terdapat lebih dari satu bahan kimia berbahaya yang bereaksi terhadap
sistem atau organ yang sama, di suatu udara lingkungan kerja, maka kombinasi
pengaruhnya perlu diperhatikan. Jika tidak dijelaskan lebih lanjut, efeknya dianggap
saling menambah.
Dilampaui atau tidaknya Nilai Ambang Batas (NAB) campuran dari bahan-bahan
kimia tersebut, dapat diketahui dengan menghitung dari jumlah perbandingan
diantara kadar dan NAB masing-masing, dengan rumus-rumus sebagai berikut:
C1
C2
+
NAB (1)
+ ………..
NAB (2)
Cn
= …………..
NAB (n)
Kalau jumlahnya lebih dari 1 (satu), berarti Nilai Ambang Batas Campuran
dilampaui.
a. Efek Saling Menambah
Keadaan umum
NAB
campuran :
C1
NAB(1)
+
C2
+
NAB(2)
C3
+ ……….
NAB(3)
=
Contoh 1 a:
Udara mengandung 400 bds Aseton (NAB-750 bds), 150 bds Butil asetat sekunder
(NAB-200 bds) dan 100 bds Metil etil keton (NAB-200 bds).
Kadar campuran =400 bds + 150 bds + 100 bds = 650 bds. Untuk mengetahui
NAB campuran dilampaui atau tidak, angka-angka tersebut dimasukkan ke dalam
rumus :
400 + 150 + 100 = 0,53 + 0,75 + 0,5 = 1,78
750
200
200
Dengan demikian kadar bahan kimia campuran tersebut di atas telah melampaui
NAB campuran, karena hasil dari rumus lebih besar dari 1 (satu).
13
b. Kasus Khusus
Yang dimaksud dengan kasus khusus yaitu sumber kontaminan adalah suatu zat
cair dan komposisi bahan-bahan kimia di udara dianggap sama dengan komposisi
campuran diketahui dalam % (persen) berat, sedangkan NAB campuran
dinyatakan dalam milligram per meter kubik (mg/m3).
1
NAB Campuran =
fa + fb + fc + fn
NAB (a) NAB (b) NAB (c) NAB (n)
Contoh 1 b:
Zat cair mengandung :50 % heptan (NAB 400 bds atau 1640 mg/m3), 30 % Metil
kloroform (NAB = 350 bds atau 1910 mg/m3), 20 % Perkloroetelin
(NAB = 25 bds atau 170 mg/m3).
1
NAB campuran =
=
0,5 + 0.3 + 0,2
1640 1910 170
1
0,00030 + 0,00016 + 0,00018
1
1
=
= 610 mg/m3
0,00030 + 0,00016 + 0,00018
0,00164
Komposisi campuran adalah :
50 % atau (610) (0,5) mg/m3
30 % atau (610) (0,3) mg/m3
20 % atau (610) (0,2) mg/m3
NAB campuran : 73 + 33 +
= 305 mg/m3 Heptan = 73 bds.
= 183 mg/m3 Metil kloroform = 33 bds.
= 122 mg/m3 Perkloroetilen = 18 bds.
18 = 124 bds atau 610 mg/m3
c. Berefek Sendiri-Sendiri
NAB campuran =
C1 = 1;
NAB (1)
C2
= 1;
NAB (2)
C3
= 1 dan seterusnya
NAB (3)
Contoh 1 c:
Udara mengandung 0,15 mg/mg3 timbal (NAB = 0,15 mg/m3) dan 0,7
Mg/m3 asam sulfat (NAB = 1 mg/m3).
0,15
=
1
:
0,7
0,15
= 0,7
1
Dengan demikian NAB campuran belum dilampaui
14
d. NAB Untuk Campuran Debu-Debu Mineral
Untuk campuran debu-debu mineral yang secara biologi
bersifat aktif, dipakai rumus seperti pada campuran di A.2. (kasus khusus).
CATATAN:



CAS
A
B
T
BDS
mg/m3
(c)
(d)
(e)
(f)
(g)
(h)
(i)
(j)
(k)
(l)
(m)
(n)
(o)
(p)
(q)
Identitas bahan-bahan kimia dimana diperlukan indikator
Pemaparan Biologik (BEI = Biological Exposure Indices)
Bahan-bahan kimia yang NAB-nya lebih tinggi dari Batas
Pemaparan yan Diperkenankan (PEL) dari OSHA dan atau Batas
Pemaparan yang Dianjurkan dari NIOSH
Identitas bahan-bahan kimia yang dikeluarkan oleh sumber-sumber
lain, diperkirakan atau terbukti karsinogen untuk manusia
Chemical Abstracts Services adalah nomor pendaftaran suatu
bahan kimia yang diterbitkan oleh American Chemical Society
Menurut kategori A- Karsinogen
Bahan-bahan kimia yang mempunyai komposisi berubah-ubah
Kadar tertinggi
Bagian Dalam Sejuta (Bagian uap atau gas per juta volume dari
udara terkontaminasi)
Miligram bahan kimia per meter kubik udara
Bahan kimia yang bersifat asfiksian
NOC = not otherwise classified (tidak diklasifikasikan dengan cara
lain)
Nilai untuk partikulat yang dapat dihirup (total), tidak mengandung
asbes dan kandungan silica kristalin < 1%
Serat lebih panjang dari 5µm dan dengan suatu rasio sama atau
lebih besar dari 3:1
Nilai untuk material partikulat yang mengandung Kristal silica < 5%
Serat lebih panjang dari 5µm; diameter kurang dari 3µm; rasio lebih
besar dari 5:1
Partikulat dapat dihirup
NAB untuk fraksi respirabel dari material partikulat
Pengambilan contoh dengan metoda dimana tidak terambil bentuk
uapnya
Tidak termasuk stearat-stearat yang berbentuk logam-logam
beracun
Berdasarkan pengambilan contoh dengan High Volume Sampling
Bagaimanapun respirabel partikulat tidak boleh melampaui 2mg/m3
Untuk jaminan yang lebih baik dalam perlindungan tenaga kerja,
disarankan monitoring sampel biologi
Kecuali minyak kastroli (jarak), biji mete (cashew nut), atau minyakminyak iritan yang sejenis
Material partikulat bebas bulu kain diukur dengan vertical elutrior
cotton-dust sampler
15
Notasi
1

NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
2
Adiponitril (111-69-3)
3
2
Air raksa (sebagai Hg)
(7439-97-6)
Air raksa senyawa
anorganik
-
NAB
Mg/m 3
4
8,8
0,025;
A4
0,01
0,1
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
-
0,03
Berat
Molekul
(BM)
7
108,10
Keterangan
8
Iritasi saluran
pernafasan atas &
bawah
Gangguan sistem saraf
pusat dan susunan
saraf tepi, kerusakan
ginjal

Air raksa senyawa alkyl
Idem
Air raksa senyawa aril
Idem

Akrilamid (79-061)

Akrilonitril (107-13-1)
-
0,03; A3
-
-
71,08
2,A3
4,3;A3
-
-
53,05
0,1
0,23
0,3
0,69
56,06
-
1
0,05;A3
-
-
269,8
364,92
1000
-
-
-
Allil alkohol (107-18-6)
0,5
-
-
-
58,08

Allil klorida (107-05-1)
1
3
2
6;A3
76,50

Allil glisidil eter (AGE) (10692-3)
1;A4
-
-
-
114,14
0,5
-
-
-
148,16
Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
26,98
bervariasi
Pneumokoniosis; Iritasi
saluran pernafasan
bawah; keracunan saraf
169,23
Kanker kandung kemih
dan hati
Akrolein (107-02-8)

Alakhlor (15972-60-8)
Aldrin (309-00-2)
Alifatik hidrokarbon/alkana
Gas (C1 – C4)
Allil propil disulfida (217959-1)
Aluminium metal dan
senyawa tidak terlarut
(7429-90-5)


1, A4
-
Debu logam
10
Bubuk pyro sbg Al
5
Uap las sbg Al
5
Garam larut sbg Al
2
Alkil yg tidak terklasifikasi
sbg Al
2
Aluminium oksida
(1344-28-1)
-
-
-
10,A4
-
-
n-Amil Asetat(628-63-7)
100
532
-
-
Sek – amil asetat (626-38-0)
125
665
-
-
-
Kulit, A1
-
-
4-Aminodifenil (92-67-1)
16
Kerusakan susunan
saraf pusat, kulit, A4
Kerusakan susunan
saraf pusat, kulit
Mata & Iritasi saluran
pernafasan atas, edema
paru; emphysema; Kulit,
A4
Hemosiderosis; A3
Kerusakan susunan
saraf pusat, hati & ginjal
Gangguan jantung;
Kerusakan susunan
saraf pusat
Mata & Iritasi saluran
pernafasan atas, Kulit,
A4
Mata & Iritasi saluran
pernafasan atas, hati
dan ginjal
Iritasi saluran
pernafasan atas;
Dermatitis; Mata dan
iritasi kulit
Notasi
1

NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
3-Amino1,2,4 - triazole
3
-
4
0,2;A3
5
-
6
-
Berat
Molekul
(BM)
7
-
Amitrole (61-82-5)
-
0,2;A3
-
-
84,08
2-Aminoetanol
-
-
-
-
0,5
25
1,9
17
35
24
91,11
17,03
-
10
-
20
53,50
2-Aminopiridin (504-29-0)
Ammonia (7664-41-7)
Ammonium klorida (1212502-9)
BDS
NAB
Mg/m 3
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
Ammonium perfluoro
oktanoat (3825-26-1)
0,01;A3
431,00
Ammonium sulfamat
(7773-06-0)
Tersier amil metal eter
(TAME) – (994-05-8)
10
114,13
20
-
102,2
Amosit


Anilin (62-53-3)
orto- Anisidin (90-04-0)

para-Anisidin (104-94-9)




0,1;A
4

7,6;A3
93,12
123,15
Antimon dan persenyawaan
sebagai Sb (7440-36-2)
0,5
121,75
Sebagai Sb ANTU (alfa naftil
tiourea) (86-88-4)
ANTU (86-88-4)
Antimoni Hidrida (7803-523)
0,3;A4
202,27
0,3;A4
0,1
202,27
124,78
A2
291,5
39,35
0,01;A1
74,92
bervariasi
0,005
Asam Adipic (124-04-9)

2;A3
0,5;A3
123,15
Arsen dan persenyawaan
anorganik sebagai As (744038-2)
Arsin (7784-42-1)
77,95
5
146,14
72,06
Asam Akrilat (79-10-7)
2;A4
5,9;A4
Asam asetat (64-19-7)
10
25
Asam asetat anhidrid (10824-7)
Asam asetil salisilat (aspirin)
- (50-78-2)
Asam formiat (64-18-6)
5
21
102,09
5
180,15
5
Asam fosfat (7664-38-2)
Asam 2-kloropropionat (59878-7)
8
Lihat etanolamin; Efek
tiroid
Kerusakan mata; Iritasi
saluran pernafasan atas
Kerusakan mata; Iritasi
saluran pernafasan atas
Kerusakan hati
Kerusakan susunan
saraf pusat; Kerusakan
embrio/janin
Lihat asbestos
0,5;A4
Antimoni Trioksida (130964-4)
Argon (7440-37-1)
Keterangan
-
15
10
1
0,1
0,44
-
17
37
60
19
46,02
3
98,00
-
108,53
Kekurangan Met-Hb
Kulit
Kekurangan Met-Hb
Kulit; Kekurangan MetHb
Kulit;
Iritasi saluran
pernafasan atas
Efek tiroid; Mual
Efek tiroid; Mual
Hemolisis, kerusakan
ginjal, iritasi saluran
pernafasan bawah
Kanker paru,
pneumokoniosis
Asfiksia
Kanker paru
Kerusakan sistem saraf
tepi, pembuluh darah,
ginjal dan hati,
reproduksi
Iritasi saluran
pernafasan atas;
Kerusakan Syaraf
otonom
Kulit; Iritasi saluran
pernafasan atas
Iritasi saluran
pernafasan atas, mata,
fungsi paru
Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
Iritasi kulit dan mata
Iritasi saluran
pernafasan atas &
mata; Kulit
Iritasi saluran
pernafasan atas &
mata; Kulit
Kulit, kerusakan
reproduksi pria
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
5
-
6
-
Asam nitrat (7697-37-2)
2
5,2
4
10
63,02
2
90,04
Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
0,1
229,11
10
30
74,08
1;A3
10
6,7;A3
166,13
163,39
Dermatitis, iritasi mata,
sensitif pada kulit
Iritasi saluran
pernafasan atas; Iritasi
mata, kulit
Iritasi mata, Iritasi
saluran pernafasan atas
Kanker paru,
pneumokoniosis,
mesotelioma
1
Asam tereftalik (100-21-0)
Asam trikloro asetat (76-039)
Asbestos semua bentuk
(1332-21-4)
Asbes biru (crosidolit)
dilarang penggunaannya
(sesuai peraturan yang
berlaku)
Asetaldehid (75-07-0)
0,1
serat /
ml;A1
TD
T 45;A3
25;A3
(c) Aspiksia Sederhana
Asetilen (74-88-2)
Asetelin diklorida
Aseton (67-64-1)

Aseton sianohidrin sebagai
CN (75-88-5)

Asetonitril (75-05-8)
Asetophenon (98-86-2)

Keterangan
4
70
Asam propionat (79-09-4)


Berat
Molekul
(BM)
7
86,09
3
20
Asam pikrat (88-89-1)

PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
2
Asam kromat & kromit
Asam metakrilat (79-41-4)
Asam oksalat (144-62-7)


NAB
Mg/m 3
200
500
793
1187,12
;A4
44,05
26,02
750
1780
58,05
T 4,7
T5
85,10
20;A4
33,95;A
4
41,05
10
49,14
120,15
8
Lihat kromit sebagai Cr
Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
Iritasi saluran
pernafasan atas &
mata, kulit
Iritasi mata dan saluran
pernafasan atas
Asfiksia
Lihat 1,2 dikloroetilen
Iritasi mata dan saluran
pernafasan atas,
kerusakan sistem saraf
pusat, efek hematologi
Kulit, iritasi saluran
pernafasan atas, sakit
kepala,
hipoksia/sianosis
Kulit, iritasi saluran
pernafasan bawah
Iritasi mata
0,5;A4

Aspal (bitumen) bentuk uap
– sbg aerosol terlarut
benzene (8052-12-4)
Atrasin (1912-24-9)
5;A4
216,06
Kejang - Sistem saraf
pusat

Azinfos – methyl (86-50-0)
0,2;A4
317,34
Kulit, penghambat
kolinesterase
Barium (7440-39-3) dan
persenyawaan larut sebagai
Ba
Barium sulfat (7727-43-7)
0,5;A4
137,30
10
233,43
Mata, kulit, iritasi
pencernaan, stimulasi
otot
Pneumoconiosis

Benomil (17804-35-2)




Benz (a) antrasen (56-55-3)
Benzen (benzol) (71-43-2)

Benzo (b) fluoranten (20599-2)
Benzo (a) pyrene (50-32-8)
Benzoil klorida (98-88-4)
Iritasi mata dan iritasi
saluran pernafasan atas
1;A3,
sinsitif
A2
0,5
(A1)
290,32
228,30
78,11
Iritasi saluran
pernafasan atas,
reproduksi pria &
kerusakan saluran
testis; Embrio/janin
Kanker kulit
Kulit; Leukimia
A2
252,30
Kanker
A2
252,30
Kanker
195,50
Iritasi saluran
pernafasan atas
A2
2,5
T 0,5 ;
A4
18
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Benzil asetat (140-11-4)

Benzidin (92-87-5)

Benzil klorida (100-44-7)

Benzoil peroksida (91-36-0)
BDS
3
10 ;
A4
NAB
Mg/m 3
4
61 ; A4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
150,18
A1
1;A3
5,2;A3
126,58
5;A4
242,22
p- Benzoqinon




Berrilium (7440-41-7) dan
senyawaannya
Bifenil (92-52-4)
Bismuth telluride indoped
(1304-82-10) sedoped
0,2
0,002;A
2
1,3
10;A4
5;A4
(-)
1
5
1
10
9,01
Sebagai Be
154,20
800,83
Fungsi paru
Sebagai B12 Te2
bervariasi
Iritasi saluran
pernafasan atas
69,64
Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
T1
T 10
250,57
Iritasi saluran
pernafasan atas
Boron trifluorida (7637-07-2)
T1
T 2,8
67,82
Iritasi saluran
pernafasan bawah;
Pneumonitis
159,81
Iritasi saluran
pernafasan atas &
bawah; Kerusakan
fungsi paru
Kerusakan liver; Iritasi
saluran pernafasan atas
& mata
Efek tiroid

Bromofrom (75-25-2)

Bromasil(314-40-9)
Bromoklorometan
Brompentafluorida (7789-302)
1,3 Butadien(106-99-0)
Butan (106-97-8)
2 Butanon
Butanetiol
n-Butil alkohol (n-butanol)
(71-36-3)
n-Butil akrilat (141-32-2)
0,1
0,5;A
3
0,1
2;A2
800
0,66
0,2
1,3
5,2;A3
252,73
10;A3
261,11
0,72
174,92
4,4;A2
1900
54,09
74,12
(T;50)
10;A4
(T;152)
52;A4
128,17
n-Butil laktat (138-22-7)
5
30
146,19
o-sek-Butil fenol (89-72-5)
5
31
150,22
100
303
sek-Butil alkohol (sekbutanol) (78-92-2)
tert Butil alohol (tert-butanol)
(75-65-0)
n-Butil amin (109-73-9)

(-)
Boron tribromida (10294-334)
Brom (Bromine) (7726-95-6)

8
Iritasi saluran
pernafasan atas
Kulit; Kanker kandung
kemih
Iritasi saluran
pernafasan atas & kulit
Iritasi saluran
pernafasan atas & kulit
Lihat Quinon
Borat, tetra, garam sodium
(1330-96-4) Anhidrat
Dekahidrat
Pentahidrat
Boron oksida1003-86-2)

Keterangan
n-Butil asetat (123-86-4)
100;A
4
150;A
4
Lihat Klorobromometan
Iritasi saluran
pernafasan atas; Mata
& kulit
Kanker
Lihat gas-gas alifatik
hidrokarbon; Alkanas
(C1-C4)
Lihat metal etil keton
Lihat butyl merkaptan
Kulit; Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Pusing; Iritasi kulit,
mata & saluran
pernafasan atas
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
303;A4
713;A4
T5
T 15
200;A4
950;A4
19
116,16
Kulit; Pusing; Iritasi
kulit, mata & saluran
pernafasan atas
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Notasi
BDS
NAB
Mg/m 3
2
sek-Butil asetat (105-46-4)
3
200
4
950
tert-Butil asetat (540-88-5)
200
950
116,16
n-Butil glisidil eter
(BGE)(2426-08-6)
Butil merkaptan (109-79-5)
25
133
130,21
0,5
1,8
90,19
p- tert- Butyl toluene (98-511)
1
6,1
148,18

2-Butoksi etanol(111-76-2)
25
121
118,17

2,4 D (dichloro pheonoxy
aceticacid) (94-75-7)
DDT (50-29-3)
10;A4
221,04
1;A3
354,50
Kerusakan hati
0,90;A4
220,98
Penghambat
kolinesterase
1





NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
DDVP (Diklorvos) (62-73-7)
0,1;A
4
Debu biji-bijian (jenis
gandum)
Debu tembakau

5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
116,16
3,5
0,25
Demeton
0,01
0,11
256,34
Diatomaseoues
Diboran (19287-45-7)
0,1
0,11
27,69
50
238
0,1;A4
116,16
304,36
0,34;A2
42,04
0,5
3,5
173,29
0,3
3,5
286,26
1
8,6

Diazometan (334-88-3)
1,2 Dibrometan
2-n-Dibutil amino etanol
(102-81-8)
Dibutil fenil fosfat (2528-361)
Dibutil fosfat (107-66-4)
0,2:A
2
0,15
0,75
122,31
2
210,21
5
278,34
380,93
105,14
Dieldrin (60-57-1)
Dietanol amine (111-42-2)
0,46
0,25;A4
2
Dietil amine (109-89-7)
5;A4
15;A4
15;A4
45;A4
73,14
2
9,6
117,19
200
705
86,13
5
222,23
4,2
103,17
Dietil eter
Dietil keton(96-22-0)
Dietil ftalat (84-66-22)
Dietil triamin (111-40-0)
Saluran pernafasan
atas
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan
atas; Mual
Kulit; Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Kulit; Konvulsi sistem
saraf pusat, penurunan
kesadaran
Kulit; Inhisi
kolinesterase
Lihat silika – amorf
Iritasi saluran
pernafasan atas; Pusing
Lihat etilen diamin
Dibutil ftalat (84-74-2)
2-Dietil amino etanol (10037-8)
8
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Iritasi kulit, mata &
saluran pernafasan atas
Reproduksi
Lihat nikotin
0,005

Keterangan
4 (I)
Dekaboran (17702-41-9)
1-2 Diaminoetan
Diaseton alkohol (123-42-2)
Diazinon (333-41-5)

PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
1
Di (2-etil hexi) ftalat
Difenil, (Bifeni)
390,54
20
Kulit
Lihat etilen dibromida
Kulit; Iritasi saluran
pernafasan atas & mata
Kulit; Inhibisi
kolinesterase
Kandung kemih; Iritasi
saluran pernafasan atas
Kerusakan testis; Iritasi
saluran pernafasan atas
Kulit; Kerusakan hati
Kulit; Kerusakan hati &
ginjal
Kulit; Iritasi saluran
pernafasan atas;
Konvulsi sistem saraf
pusat
Kulit; Iritasi saluran
pernafasan atas;
Konvulsi sistem saraf
pusat
Lihat etil eter
Iritasi saluran
pernafasan atas; Mata
Iritasi saluran
pernafasan atas
Kulit; Mata & Iritasi
saluran pernafasan
atas; Konvulsi sistem
saraf pusat
Lihat di-sek-oktil ftalat
Lihat bifenil
Notasi
1

NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Difenil amin (122-39-4)
BDS
3
NAB
Mg/m 3
4
10;A4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
Difenil metan di-isosianat
Diglisidil eter (DGE) (223807-5)
0,1;A
4
25
5

Dihidroksi benzen
Diisobutil keton(108-83-8)
Diisopropil amin (108-18-9)
Diklor asitelin (7572-29-4)

o-Diklorobenzen (95-50-4)
25;A4
150;A4

p- Diklorobenzen (106-46-7)
10;A3
60;A3
147,01

3,3 – Diklorobenzidin (9194-1)
1,4 Dikloro-2 buten (764-410)
1,2 Dikloro etilen (540-59-0)
A3
253,13
0,025;A
2
793
124,99
5,8
142,97
4950;A4
102,92
Sensitisasi jantung
405;A4
98,97
Iritasi mata; Saluran
pernafasan atas;
Kerusakan hati & ginjal
Lihat etilen diklorida
Lihat vinilidin klorida
Kulit; Iritasi mata;
Saluran pernafasan
atas;Mual
Kulit; Penghambat
kolinesterase
Kerusakan hati
Lihat metilen klorida
Saluran pernafasan
atas
Saluran pernafasan
atas


1,2 Dikloroetan
1,1 Dikloroetilen
Dikloroetil eter (111-44-4)

Diklorotofos (141-66-2)

0,005;
A2
200
1
1000;
A4
100;A
4
145
21
142,23
101,19
94,93
50;A4
T.0,39.A
3
301;A4
147,01
96,95
96,95
5;A4
29;A4
10;A4
58;A4
0,25;A4
10

1,3 Dikloropropen (542-756)
Dikloro tetra fluoro etan (7614-2)
Diklorvos, DDVP (62-73-7)

Dimetil amin (124-4-30)

130,14
T 0,1 A3
Dikloroflurometan (75-43-4)
Diklorometan
1,3 – Dikloro – 5,5 dimetil
hidantion (118-55-5)
1,1 Dikloro 1-nitro etan (59472-9)

0,53;A4
Lihat Metilen bisfenil
isosianat
Iritasi saluran
pernafasan atas;
Kerusakan hati
Iritasi saluran
pernafasan atas;
Kerusakan hati;
Gangguan reproduksi
pria
Lihat hidroquinon
100
1,2 Dikloro propan
2,2 Dikloro propionik asid
(75-99-0)
Dikloro difluoremetan (7571-8)
1,1 Dikloroetan (75-34-3)
209,83
8
Kerusakan, hati & ginjal,
efek hematologi
Difluoro dibromo metan (7561-6)

858
Keterangan
237,21
42
0,2
2
143,02
0,4
102,92
84,93
197,03
12
143,96
1;A4
4,5;A4
110,98
Kulit; Kerusakan ginjal
1000;
A4
0,1;A
4
5;A4
6990;A4
170,93
Fungsi paru
0,90;A4
220,98
9,2;A4
15;A4
27,6;A4
45,08
Kulit; Penghambat
kolinestrase
Saluran pernafasan
atas; Gastro intestinal
Lihat Xylidin
5;A4
10;A4
25;A4
36;A4
10;A4
50;A4
121,18
87,12
Kulit
Kerusakan hati; Embrio
dan janin
Lihat Xilin
Lihat Naled
1,5
6,4
104,20
Iritasi mata; Saluran
pernafasan atas; Pusing
Dimetil aminobenzen



Dimetil anilin (121-69-7)
N,N Dimetil asetamid (12719-5)
Dimetil benzen
Dimetil 1,2-dibromo-2,2
dikloretil fosfat
Dimetil etoksi silane (1485734-2)
Kulit
Mual; Kerusakan sistim
saraf tepi
Iritasi mata; Saluran
pernafasan atas;
Kerusakan hati
Iritasi mata; saluran
pernafasan atas;
Kerusakan ginjal
Kulit; Kanker kandung
kemih; Iritasi mata
Kulit; Iritasi mata;
saluran pernafasan atas
Kerusakan sistem saraf
pusat, iritasi mata
Lihat Propilen diklorida
0,5
2,1
21
Notasi
1



NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Dimetil formamid (68-12-2)
Dimetil flatlat (131-11-3)
2,6 Dimetil 4 heptanon
1,1 Dimetil hidrazin (57-147)
Dimetil karbomil klorida (7944-7)
BDS
NAB
Mg/m 3
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
73,09
194,19
3
10;A4
4
30;A4
5
0,01;
A3
0,025;A
3
60,12
A2
A2
107,54
0,1;A
3
0,52;A3
126,10
0,15
1,0
0,2
168,11
198,13
Dimetil nitroso amin



Dimetil sulfat (77-78-1)
Dimetoksimetan
Dinotrobenzen (528-29-0)
Dinotro - o – kresol, DNOC
(534-52-1)
Dinitolmid (148-01-6)
182,15
(90)
88,10
0,2;A4
456,54
142,23
50
233
Dipropilen glikol metal
metil eter (34590-94-8)
100
606

Di – sek, oktil ftalat (117-817)
Disiklopentadin (77-73-6)
Disiklopentadienil iron (10254-5)
Disiston,disulfoton,thiodemet
on (289-04-04)
Disulfiram (97-77-8)
2,6 – Di-tert-butil-p-kresol
(128-37-0)
Diuron (330-54-1)
Divinil benzen (1321-74-0)

Emery (1302-74-5)
Endosulfan, benzoepin (11529-7)
Endrin (72-20-8)

Enfluran (13838-16-9)

015;A2
Dipropil keton (123-19-3)
Diquat (2764-72-9)

(20)
Dioksation (78-34-2)



198,13
Dinitro toluen (25321-14-6)
1,4-Dioksan (123-91-1)
Epiklorhidrin (106-89-8)

EPN (2104-64-5)
1,2 Epoksipropan
150
909
0,5, A4
0,1, A4
Bervariasi
5;A3
5
10
75
Lihat Dinitolmid;
Kerusakan hati
Kulit; Kerusakan
jantung; Efek reproduksi
Kulit; Kerusakan hati
Penghambat
kolinesterase
Iritasi saluran
pernafasan atas
Kulit
Iritasi saluran
pernafasan bawah;
Katarak
10
27
10
0,05
Enzim


8
Kulit; Kerusakan hati
Iritasi mata; Saluran
pernafasan atas
Lihat Diisobutil keton
Kulit; Iritasi mata;
Saluran pernafasan
atas; Kanker nasal
Kanker nasal; Iritasi
mata; Saluran
pernafasan atas
Lihat N-Nitroso dimetil
amin
Kulit; Iritasi mata;
Saluran pernafasan
atas
Lihat Metilal
Kulit/semua isomer
Kulit; Metabolisme
basal
5;A4
3,5 – Dinitro-o-toluamid





Keterangan
Penghambat
Cholinesterase
Vasodilatasi; Mual
2;A4
10;A4
296,52
10;A4
53
233,10
130,19
10 (e)
0,1;A4
406,95
Kulit
0,1
380,93
566
184,50
Kulit, kerusakan
hati,gangguan syaraf
pusat, sakit kepala
kerusakan syaraf pusat,
kerusakan jantung
Asma; Iritasi kulit,
Saluran pernapasan
atas dan bawah
Infeksi saluran
pernafasan atas,
gangguan reproduksi
pria.
0,00006
0,5
92,53
0,1
323,31
2
22
Saluran pernafasan
atas
Kulit, penghambat
kolinesterase
Iritasi mata dan saluran
pernapasan atas
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
2,3 Epoksi- 1- propanol
Etan (74-84-0)
Etantiol
BDS
NAB
Mg/m 3
3
2
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
1000
0,5
Berat
Molekul
(BM)
7
74.08
Keterangan
323,31
8
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata,
dan kulit
Sensitisasi jantung,
kerusakan syaraf pusat
Iritasi saluran
pernapasan atas,
kerusakan saraf pusat
62,13
Etanolamin (141-43-5)
3
6
61,08
Iritasi mata, kulit

Etil akrilat (140-88-5)
5
15
100,11

Etil alkohol (etanol) (64-175)
Etil amin(75-04-7)
1000

Etil asetat (141-78-6)
400

Etil benzene (100-41-4)
100

Etil bromide (74-96-4)
5
Etil butil keton (106-35-4)
50
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata,
dan pencernaan.
Kerusakan saraf pusat,
sensitifitas kulit.
Iritasi saluran pernapas
atas
Iritasi mata, Kulit,
kerusakan mata
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata,
kerusakan saraf pusat.
Kerusakan hati,
kerusakan saraf pusat
Kerusakan kulit, iritasi
mata dan kulit
Penghambat
kolinesterasi
Kerusakan hati
Kerusakan syaraf dan
iritasi mata
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
kerusakan syaraf.
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata, kerusakan ginjal
Asfiksia
Kulit
Kulit
Kerusakan hati dan
mual
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Pelebaran pembuluh
darah; Pusing
Iritasi saluran
pernapasan atas;
Kerusakan hati dan
ginjal
Gangguan saraf;
Kerusakan hati dan
ginjal
Kanker; gangguan saraf







46,07
5
Etion (563-12-2)
15
88,10
125
543
106,16
108,98
75
114,19
0,4
384,48
Etil klorida (75-00-3)
Etil eter (60-29-7)
100
400
Etil format (109-94-4)
100
74,08
Etil merkaptan (75-08-1)
0,5
62,13
Etil silikat (78-10-4)
10
208,30
200
10
28,05
60,10
187,88
98,96
Etilen (74-85-1)
Etilen diamin(107-15-3)
Etilen dibromida (106-93-4)
Etilen diklorida (107-06-2)
Etilen glikol dinitrat dan/atau
Nitrogliserin (628-96-6)
Etilen imin (151-56-4)

Etilen klorohidrin (107-07-3)

Etilen oksida (75-21-8)
Etilidin klorida (
Etilidin norbormen (1621975-3)
64,52
74,12
500
10
Etilen glikol aerosol(107-211)


45,08
100
0,05
0,05
62,07
152,06
0,1
43,08
1
80,52
1
44,05
100
98,97
5
23
120,19
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata; Kerusakan hati
dan ginjal
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Notasi
1



NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
NAB
Mg/m 3
3
5
4
Etil-amil keton (541-85-5)
2-etoksi etanol (110-80-5)
2-etoksi etil asetat (111-159)
Fenamifos (22224-92-6)
25
5
5
131
18
27
128,21
90,12
132,16
0,05
0,1
303,40


0,1
0,1

p-Fenilen diamin (106-50-3)
0,1




6
219,29
108,05
108,5
108,5
Fenil eter (101-84-8)
1
2
170,20
Fenil etilen
20
40
104,16
0,05
110,10
Fenilfosfin (638-21-1)

5
Berat
Molekul
(BM)
7
115,18
2
n-Etilmorfolin (100-74-3)
Fenasil klorida
n-fenil beta neptalin (135-886)
O-fenilen diamin (95-54-5)
m-fenilen diamin (108-45-2)

PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
Fenil glisidil eter (FGE) (12260-1)
Fenil hidrazin (100-63-0)
0,1
150,17
0,1
108,14
Fenil merkaptan (108-98-5)
0,1
110,18
5
94,11
Fenol (108-95-2)
Fenotioazin (92-84-2)
5
199,26

Fensulfothion(115-90-2)
001`
308,35

Fention (55-38-9)
0,05
278,34

Ferbam (14484-64-1)
5
416,50
Fero vanadium (12604-58-9)
1
Ferum (iron) sebagai Fe
1

Ferum oksida sebagai Fe
(1309-37-1)
Ferum penta karbonil
sebagai Fe (13463-40-6)

Fluorida sebagai F

Fluorin (fluor) (7782-41-4)
B2

Fonofos (944-22-9)
Forat (298-02-2)
Formaldehid (50-00-0)
-
5,A4
0,1
0,2
195,90
2,5
1
Fluorotriklorometan

3
Bervariasi
2
38,00
1000
137,38
0,01
0,05
246,32
0,3,A2
24
0,2
0,3
30,03
Keterangan
8
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
kerusakan mata
Kulit
kulit
Penghambat
kolinesterase
Lihat Klaroaseptofenon
Kanker
Anemia
Kerusakan hati; Iritasi
kulit
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
sensitisasi kulit
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata; Mual
Kerusakan sistem saraf,
iritasi saluran
pernapasan atas,
neuropati perifer
Dermatitis, gangguan
hematologi, kerusakan
testis
Kerusakan testis
Anemia; Iritasi mata dan
kulit
Dermatitis; Gangguan
hematologi; Kerusakan
testis
Iritasi saluran
pernapasan atas;
Kerusakan paru dan
sistem saraf
Reaksi fotosensitivitas
mata; Iritasi kulit
Penghambat
kolinesterase
Penghambat
kolinesterase
Gangguan sistem saraf;
Gangguan berat badan;
Kerusakan limpa
Iritasi mata, saluran
pernapasan atas dan
bawah
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
kulit
Debu dan Uap
Pembengkakan paru;
Kerusakan sistem
syaraf
Kerusakan tulang dan
fluorosis
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata
dan kulit
Sensitifitas jantung
Hambatan kolinesterase
Kulit
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Formamid(75-12-7)
BDS
3
10
Fosdrin



4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
0,01
Berat
Molekul
(BM)
7
45,04
224,16
Fosfin (7803-51-2)
0,3
Fosfor kuning (7723-14-0)
0,02
Fofsfor oksiklorida (1002587-3)
Fosfor pentaklorida (1002613-8)
0,1
153,35
0,1
208,24
1
34,00
0,2
Fosgen (75-44-5)
0,1
98,92
1
148,11
Ftalik anhidrida (85-44-9)
1
3
0,5
5
222,29
137,35
128,14
Furfural (98-01-1)
2
Furfuril alkohol (98-00-0)
10
15
98,10
Gasolin (8006-61-9)
300
500
-
96,08
Gelasserat atau debu
Germanium tetrahidrida
(7782-65-2)
Gips
Glikol monoetil eter
0,2
76,63
10
136,14
90,12
10
92,09
5
Gliserin, mist (56-81-5)
Glutaraldehid (111-30-8)

Glisidol (556-52-5
0,05
2
Grafit (7782-42-5)
100,11
0,5

Halotan (151-67-7)
50
0,1

Heksafluoro aseton (684-162)
Heksakloroetan (67-72-1)
8
Iritasi mata dan kulit;
Kerusakan ginjal dan
hati
Penghambat
kolinesterase
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
saluran pencernaan;
Sakit kepala; Gangguan
sistem saraf
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata; Kerusakan hati
Kerusakan hati;
Kerusakan sistem saraf;
Pelebaran pembuluh
darah
Kerusakan testis dan
ginjal
Kerusakan hati dan
ginjal
236,74
25
Gangguan penciuman
Kerusakan reproduksi
pria; Kerusakan janin
Iritasi saluran
pernapasan atas
Iritasi saluran
pernapasan atas, kulit,
dan mata; Gangguan
sistem saraf
178,49
166,02
1
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata; Kerusakan sistem
saraf
Lihat fibrous gelas,
debu
Perubahan hematologi
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata
dan kulit
Radang paru-paru
197,39
0,68
Iritasi saluran
pernapasan atas
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Iritasi saluran
pernapasan atas
Iritasi saluran pernasan
atas, mata, dan kulit
Iritasi saluran
pernapasan bawah;
Pembengkakan paruparu; Emfisema paru
Iritasi saluran
pernapasan atas, mata
dan kulit
Iritasi mata dan saluran
pernapasan atas
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
74,08
2
Hafnium (7440-58-6)
Keterangan
0,1
Fosfor pentasulfida (131480-3)
Fosfor triklorida (7719-12-2)
m-Ftalodinitril (626-17-5)

NAB
Mg/m 3
Notasi
1





NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
2
Heksakloronaftalen (133587-1)
Heksaklorobenzen (118-741)
3
Heksaklorobutadin (87-68-3)
Heksaklorosiklopentadien
(77-74-4)
n-Heksan (110-54-3)
isomer-isomer lain
0,02
0,01
Heksametilen diisosianat
(822-06-0)
0,005
Heksametil fosforamid (68031-9)
1,6 Heksandiamin (124-094)
Hekson
NAB
Mg/m 3
4
0,2
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
0,002
Berat
Molekul
(BM)
7
334,74
284,78
260,76
272,75
86,18
500
1000
168,22
179,20
0,5
116,21
20
75
100,16
2-Heksanon

Sek-Heksil asetat (108-84-9)
Heksilen glikol (107-41-5)
Helium (7400-59-7)
Heptaklor (76-44-8) dan
heptaklorepoksida (1024-573)
Heptan (142-82-5)
2- Heptanon
3- Heptanon
Herbisida Crag
Hidrazin (302-01-2)
Hidrogen (1333-74-0)
Hidrogen bromida (1003510-6)
Hidrogen fluoride, sebagai F
(7664-39-3)
Hidrogen klorida (7647-01-0)
Hidrogen sulfida (7783-06-4)
Hidrogen selenida (7783-075)
Hydrogen sianida dan
garam-garam sianida sbg
CN


Hidrogen sianida
(74-90-8)
Garam-garam sianida
(592-01-8; 151-50-8; 14333-9)
Hidrogenated terfenil
(61788-32-7)
4-Hidroksi-4metil -2pentanon
2- Hidroksipropil akrilat (99961-1)
Hidroquinon (123-31-9)
Hidrogen peroksida (772284-1)
Inden (95-13-6)
Indium dan
persenyawaannya sebagai
In (7440-74-6)
50
295
T 25
T 121
(c)
0,05;A3
400
1640
500
2050
144,21
118,17
4,00
373,32
Keterangan
8
Kerusakan hati;
jerawatan
Efek porphyrin;
Kerusakan kulit;
Kerusakan sistem saraf
Kerusakan ginjal
Iritasi saluran
pernapasan atas
Gangguan sistem saraf;
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
mata
Iritasi saluran
pernapasan atas;
Sensitisasi respon
Kanker saluran
pernapasan atas
Iritasi saluran
pernapasan atas dan
kulit
Iritasi saluran
pernapasan atas,
pusing dan sakit kepala
Lihat metal n- butil
keton; Reproduksi
Kulit
389,40
100,20
Lihat metil n- amil keton
Lihat etil butyl keton
0,01;
A3
(c)
0,013A3
32,05
T3
0,5
1
0,05
T 9,9
1,01
80,92
KTD 2
20,01
KTD
2,A4
5
36,47
KTD 4,7
27,03
Kulit
bervariasi
Kulit
4,9
Kulit
34,08
80,98
KTD
5
0,5
Kulit
241,00
Lihat diaceton alkohol
0,5
2,8
130,14
2;A3
110,11
1;A3
1,4;A3
34,02
10
48
0,1
116,15
49,00
26
Kulit
Notasi
1






















NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Iodine (7553-56-2)
Iodoform (75-47-8)
Isoamil alkohol (123-51-3)
Isoamil asetat (123-92-2)
Isobutil alkohol (78-83-1)
Isobutil asetat (110-19-0)
Isoforon (78-59-1)
Isooktil alkohol (26952-21-6)
Isoforon diisosianat (409871-9)
Isopropoksi etanol (109-591)
Isopropil alkohol (67-63-0)
Isopropil amin (75-31-0)
N-Isopropil anilin768-52-5)
Isopropil asetat (108-21-4)
Isopropil eter (108-20-3)
Isopropil glisidil eter (401614-2)
Kadmium, logam dan
persenyawaannya sebagai
Cd (7440-43-9)
BDS
3
4
0,6
100
100
50
150
10
361
532
152
713
50
0,005
266
0,045
25
400
5
2
250
250
50
106
983
12
11
1040
1040
238



o-Klorinated difenil oksida
(31242-93-0)
Klorinated kamfer (8001-352)
6
T 1,0
125
452
T 28,A3
Berat
Molekul
(BM)
7
Bervariasi
393,78
88,15
74,12
116,16
138,21
130,23
222,30
104,15
500
10
1230
24
310
310
75
1290
1300
356
Keterangan
8
Kulit
Kulit
59,08
135,21
102,13
102,17
116,18
112,40
bervariasi
74,10
10 (e)
2;A4
0,001;A
2
2
156,09
Sebagai Cr
56,08
Iritasi saluran
pernafasan atas
0,5;A4
80,11
10;(e)A
4
10(e)
12;A4
2 (j),A4
0,2(q)
-
3;A4
19;A4
136,14
152,23
-
Sintetis
113,16
5000
10
25
1;A4
23;A4
0,1;A4
5;A3
5;A4
0,1;A4
3,5;A4
9000
31
29
0,1
1,4
0,3
4,1
331,65
5;A2
31;A2
10;A2
63;A2
153,84
2
5;A3
5,4
23;A3
1;A1
5
13
66,01
110,11
5;A4
Kayu-kayu lunak
Ketena (463-51-4)
Klorin (7782-50-5)
5
T 0,1
0,01 A2
0,002;
(j)
A2
5
Kalsium sianamida (156-627)
Kalsium silikat (1344-95-2)
Kaptafol (2425-06-1)
Kaptan (133-06-2)
Karbaril (63-25-22)
Karbofuran (1563-66-2)
Karbon hitam (1333-86-4)
Karbon dioksida (124-38-9)
Karbon disulfida (75-15-0)
Karbon monoksida (630-080)
Karbon tetrabromida (55813-4)
Karbon tetraklorida (56-235)
Karbonil klorida
Karbonil Fluorida (353-50-4)
Katekol (120-80-9)
Kayu, debu
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
T 5,A3
Kalsium hidroksida (130562-0)
Kalsium karbonat (1317-653)
Kalsium kromat (13765-190)
Kalsium oksida (1305-78-8)
Kalsium sulfat (7778-18-9)
Kamfer (76-22-2)
Kaolin (1332-58-7)
Kapas (debu katun)
Kaprolaktam (105-60-2)
Debu
Uap
NAB
Mg/m 3
10;A4
30.000
3;A4
46;A4
54.000
394,06
300,60
201,20
221,30
44,01
76,14
28,01
Kulit
Kulit, reproduksi
Reproduksi
Kulit
Lihat fosgen
0,5
0,5;A
4
5
0,86
1,5;A4
1,5
1;A4
10
2,6
2,9;A4
0,5
0,5;A3
1
27
Kulit
Kayu-kayu keras
tertentu seperti kayu
beech dan oak
70,19
Reproduksi
414,00
Reproduksi
377,00
Kulit, reproduksi
Notasi
1





















NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Klorin dioksida (10049-04-4)
Klorin trifluorida (7790-91-2)
Klordane, Chlordane (57-749)
Kloroasetaldehid (107-20-0)
Kloro aseton (78-95-2)
Kloro asetil klorida (79-04-9)
2-Kloroaseto fenon (532-274)
Klorobenzen (108-90-7)
O-Klorobenzildin malononitril
(2698-41-1)
Klorobromometan (74-97-5)
2-Kloro-1,3 butadien
Klorodifluorometan (75-45-6)
BDS
3
0,1
Bis (klorometil) eter (542-881)
Klorometil metil eter (10730-2)
1-Kloro-1-nitropropan (60025-9)
Kloropentafluoroean (76-153)
Kloropikrin (76-06-2)
B-kloropren(126-99-8)
O-Klorostiren (2039-87-4)
O-Klorotoluen (95-49-8)
2-Kloro-6 (trikloro metil)
piridin
Klorpirifos (2921-88-2)
Kobalt, (7440-48-4)
Logam dan
persenyawaan
anorganik sebagai Co
Kobalt hidrokarbonil (1684203-8)
Kobalt karbonil (10210-68-1)
Koper (tembaga)
(7440-50-8)
Uap
Debu dan mist sebagai
Cu
Korundum (Alumunium
oksida)(1344-28-1)
Kresol (1319-77-3),
semua isomer
Klopidol (2971-90-6)
Krisen (218-01-9)
Krisotile
4
0,28
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
0,3
T 0,1
6
0,83
T 0,38
T1
T1
0,15
T 3,2
T 3,8
0,69
T
0,05;A4
T
0,39;A4
Berat
Molekul
(BM)
7
67,46
92,46
0,5;A3
0,05
0,05;
A4
10;A3
0,23
0,32;A4
46;A3
78,50
92,53
112,95
154,59
112,56
188,61
200
1060
129,39
1000;
A4
3540;A4
86,47
1
0,5;A4
266,50
328,40

Kromit, proses tambang
(kromat) sebagai Cr
Kromium,logam dan
persenyawaan
anorganik sebagai Cr.
(7440-47-3)
logam dan
persenyawaan krom III
8
Reproduksi
Reproduksi
Kulit
Kulit
Kulit
42 % klorin, kulit
54 % klor Awas kulit
Lihat Epiklorhidrin
Lihat etilen klorohidrin
Lihat vinil klorida
10;A3
49;A3
119,38
0,001;
A1
A2
0,0047;
A1
A2
114,96
2
10
123,54
1000
6320
154,47
0,1;
A4
10
50
50
0,67;A4
164,39
36
283
259
80,50
75
425
88,54
138,60
126,59
Lihat Nitrapinin
0,2;A4
0,002;A
3
350,57
58,93
bervariasi
0,1
171,98
Sebagai Co
0,1
341,94
63,55
Sebagai Co
Kulit
5
1
10;(e)A
4
22
108,14
Kulit
A3
10;A4
A3
192,06
228,30
(0,2)
Lihat asbestos
Kristobalit

Keterangan
Lihat B. kloropen
Klorodifenil (53469-21-9)
Klorodifenil (11097-69-4)
1-Klor 2,3 epoksipropen (
2 Kloro etanol
Kloro etilen
Kloroform (67-66-3)
NAB
Mg/m 3
Lihat silika kristalin
0,05;A1
bervariasi
0,5;A4
28
Notasi
1












NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
persenyawaan krom VI
larut di air. NOC
persenyawaankrom VI
tidak larut dalam air
NOC (d)
Kromil klorida (14977-61-8)
Krosidolit
Koal, debu
Koal,tar,sebagai
benzenterlarut
(65996-932)
Kroton aldehid (4170-30-3)
Kruformat (299-86-5)
Kumene (98-82-8)
Kwarsa
Las (Uap) (NOC)
Lindane (58-89-9)
Litium hidrida (7580-67-8)
LPG (68476-85-7
Magnesit (546-93-0)
Marmer
Magnesium oksida (130948-4)
Malathion,
Marcaptothion,
Carbofos (121-75-5)
Maleik anhidrida (108-31-6)
Mangan dan
persenyawaan
anorganiknya sebagai
Mn (7439-96-5)
Mangan siklopentadienil
trikarbonil (12079-65-1),
Sebagai Mn
Mesitil oksida
(141-79-7)
Metan (74-82-8)
Metantiol
BDS
NAB
Mg/m 3
3
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
8
0,05;A1
0,025
0,01,A1
0,16
154,92
2(g-j)
0,2;A1
-
Lihat Asbestos
2;A3
50
5,7;A3
5;A4
246
Kulit
Lihat silika kristal
Lihat kalsium karbonit
5;B2
1000
0,5;A3
0,025
1800
10
290,85
7,95
10
40,32
Lihat kalsium karbonat
Uap
10;A4
330,36
Kulit
1,0
0,2
98,06
54,94
Bervariasi
0,1
204,10
0,25
15
60
25
100
-
48,11
200
250
32,04
Metil akrilat (96-33-3)
2
-
86,09
Metil akrilonitril
(126-98-7)
1
-
67,09
Metilal (109-87-5)
1000
-
76,10
Metil alkohol
200
250
32,04
Metil amil alkohol (108-11-2)
25
40
102,18
Metil amin (74-89-5)
5
15
Metil asetat (79-20-9)
200
250
Metil asitelin (74-99-7)
1000
19
31,06
74,08
40,07
29
Kulit
Kulit
98,14
(c)
0,5
Metanol (67-56-1)
Keterangan
Lihat metil merkaptan
Kerusakan hati
Pusing, sumbatan
saluran mata
Iritasi mata, kulit,
saluran pernafasan
atas, dan sumbatan
saluran mata
Gangguan sistem saraf
pusat, iritasi mata dan
kulit
Iritasai mata, gangguan
sistem saraf pusat
Lihat methanol
Pusing, sumbatan
saluran mata
Lihat metal isobutil
karbinol
Iritasi saluran
pernafasan atas, iritasi
mata, gangguan sistem
saraf pusat
Iritasi mata, kulit,
saluran pernafasan
atas, mata,
Pusing, iritasi mata,
saluran pernafasan
atas, kerusakan saraf
mata
Gangguan sistem saraf
pusat
Notasi
1


NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
NAB
Mg/m 3
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
1250
6
Berat
Molekul
(BM)
7
40,07
2
Metil asitelin-propadien
3
1000
Metilen bisfenil
isosianat
Metilen klorida
(75-09-2)
0,005
-
250,26
50
-
84,93
Diklorometan
Kekurangan Karboksi
hemoglobin, gangguan
sistem saraf pusat
Iritasi saluran
pernafasan atas dan
kulit
Iritasi saluran
pernafasan atas,
kerusakan di ginjal
Penghambat
kolinesterase
Neuropathy perifer,
sumbatan testikular
Saluran pernafasan
atas
Iritasi mata, kulit,
sumbatan di hati dan
ginjal
Saluran Pernafasan
atas, saluran
pernafasan bawah, dan
iritasi mata
Dilihat Etil Amil Keton
Keracunan saraf
Iritasi mata, kulit,
sumbatan di hati dan
ginjal
Saluran pernafasan
atas, saluran
pernafasan bawah, dan
iritasi mata
Dilihat Etil Amil Keton
Keracunan saraf
Lihat metil merkaptan
Kerusakan hati
Pusing, sumbatan
saluran mata
Iritasi mata, kulit,
saluran pernafasan
atas,dan sumbatan
saluran mata
Gangguan sistem saraf
pusat, iritasi mata dan
kulit
Iritasai mata, gangguan
sistem saraf pusat
Lihat methanol
pusing, sumbatan
saluran mata
Lihat metal isobutil
karbinol
Iritasi saluran
pernafasan atas, iritasi
mata, gangguan sistem
saraf pusat
Iritasi mata, kulit,
saluran pernafasan
atas, mata,


Metil bromide (74-83-9)
1
-
94,95

Metil - tert – butil eter
(1634-04-4)
50
-
88,17

Metil demeton
(8022-00-2)
Metil n- butil keton (591-786)
Metil etil keton
(78-93-3)
Metil etil keton
peroksida (1338-23-4)


0,5
230,30
5
10
100,16
200
300
72,10
-
C 0,2
176,24
Metil Format (107-31-3)
100
150
60,05
5-Metil-3-Heptanon
10
-
128,21
-
C 0,2
176,24
Metil Format (107-31-3)
100
150
60,05
5-Metil-3-Heptanon
10
-
128,21
Metantiol
0,5
-
48,11
Metanol (67-56-1)
200
250
32,04
Metil akrilat (96-33-3)
2
-
86,09
Metil akrilonitril
(126-98-7)
1
-
67,09
Metilal (109-87-5)
1000
-
76,10
Metil alkohol
200
250
32,04
Metil amil alkohol (108-11-2)
25
40
102,18
Metil amin (74-89-5)
5
15
Metil asetat (79-20-9)
200
250
Metil etil keton
peroksida (1338-23-4)

Keterangan
30
19
31,06
74,08
8
Campuran (MAPP)
Gangguan sistem saraf
pusat
Sensitif sist.respirasi
Pusing, iritasi mata,
saluran pernafasan
atas, kerusakan saraf
mata
Notasi
1


NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
NAB
Mg/m 3
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
40,07
2
Metil asitelin (74-99-7)
3
1000
Metil asitelin-propadien
1000
1250
40,07
Metilen bisfenil
isosianat
Metilen klorida
(75-09-2)
0,005
-
250,26
50
-
84,93


Metil bromide (74-83-9)
1
-
94,95

Metil - tert – butil eter
(1634-04-4)
50
-
88,17

Metil demeton
(8022-00-2)
Metil n- butil keton (591-786)
Metil etil keton
(78-93-3)
Metil etil keton
peroksida (1338-23-4)

0,5
230,30
5
10
100,16
200
300
72,10
-
C 0,2
176,24
Metil Format (107-31-3)
100
150
60,05
5-Metil-3-Heptanon
10
-
128,21
Metil akrilonitril
(126-98-7)
1
-
67,09
Metilal (109-87-5)
1000
-
76,10
Metil alkohol
200
250
32,04
Metil amil alkohol (108-11-2)
25
40
102,18
Metil amin (74-89-5)
5
15
Metil asetat (79-20-9)
200
250
74,08

Metil Hidrasin (60-34-4)
0,01
-
46,07

Metil Iodida (74-88-4)
2
-
141,95
Metil Isoamil Keton (110-123)
50
-
114,20
Metil Isobutil Keton (108-1112)
20
75
100,16


31
19
31,06
Keterangan
8
Gangguan sistem saraf
pusat
Campuran (MAPP)
Gangguan sistem saraf
pusat
Sensitif sistem respirasi
Diklorometan
Kekurangan Karboksi
hemoglobin, gangguan
sistem saraf pusat
Iritasi saluran
pernafasan atas dan
kulit
Iritasi saluran
pernafasan atas,
kerusakan di ginjal
Penghambat
kolinesterase
Neuropati perifer,
Sumbatan testikular
Saluran Pernafasan
atas
Iritasi mata, kulit,
sumbatan di hati dan
ginjal
Saluran pernafasan
atas, saluran
pernafasan bawah, dan
iritasi mata
Dilihat Etil Amil Keton
Keracunan saraf
Gangguan sistem saraf
pusat, iritasi mata dan
kulit
Iritasai mata, gangguan
sistem saraf pusat
Lihat methanol
Pusing, sumbatan
saluran mata
Lihat metal isobutil
karbinol
Iritasi saluran
pernafasan atas, iritasi
mata, gangguan sistem
saraf pusat
Iritasi mata, kulit,
saluran pernafasan
atas, mata
Pusing, iritasi mata,
saluran pernafasan
atas, kerusakan saraf
mata
Iritasi saluran
pernafasan atas dan
mata, kanker paru,
kerusakan di hati
Kerusakan mata,
gangguan sistem saraf
pusat
Iritasi saluran nafas
atas, iritasi mata,
kerusakan di ginjal dan
hati, gangguan sistem
saraf pusat
Iritasi kulit, pusing, sakit
kepala
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Metil Iso Propil Keton (56380-4)
Metil Isosianat (624-83-9)
BDS
3
200
NAB
Mg/m 3
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
-
6
Berat
Molekul
(BM)
7
86,14
0,02
-
57,05
50,49
Keterangan
8
Iritasi saluran nafas
atas dan mata
Iritasi saluran nafas
atas
Gangguan sistem saraf
pusat, kerusakan di hati
dan ginjal, kerusakan di
saluran testis, efek
teratogenik
Gangguan sistem saraf
pusat, kerusakan di hati
Kerusakan di hati


Metil Klorida (74-87-3)
50
100



Metil Kloroform (71-55-6)
350
450
Metil Merkaptan (74-93-1)
0,5
-
48,11

Metil Metakrilat (80-62-6)
50
100
100,13
Metil n-Amil Keton
50
-
114,18

n-Metil Analin (100-61-8)
0,5
-
107,15
MeHb-emia, gangguan
sistem saraf pusat

Metil Paration (298-0-0)
263,2

Metil Propil Keton (107-87-9)
Penghambat
kolinesterase
Fungsi paru, iritasi mata
Metil-2 Sianokrilat (137-053)
Metil Sikloheksan ( 108-872)
Metil Sikloheksanol (2563942-3)
O-Metil Sikloheksanon (58360-8)





0,2
150
0,2
400
2460;A4
133,42
86,17
111,10
1610
98,19
50
114,19
50
75
2-Metil Siklopentadienil
Mangan tri karbonil
sebagai Mn (12108-13-3)
Metil Silikat (681-84-5)
1
152,22
Alfa Metil Stiren (98-83-9)
10
118,18
0,01
267,17
0,005
262,35
0,1
198,26
0,1
76,09
4,4 Metilen bis (2
kronoanilin(MOKA) (101-144)
Metilen bis (4-Sikloheksil
Isosianat) (5124-30-1)
4,4- Metilen dianilin (101-779)
2-Metoksientanol (109-86-4)
0,2
112,17
218,10



Metoksikhlor (72-43-5)
10
345,65
Metomil (16752-77-5)
2,45
162,20

2-Metoksi etil Asetat (11049-6)
4-Metoksi fenol (150-76-5)

Metribuzin (21087-64-9)

Mevinfos (7786-34-7)
Mika (12001-26-2)
Mineral,serat wool
0,1
118,13
5
124,15
5
214,28
0,01
224,16
3
10;(e)
32
Iritasi saluran nafas
atas dan mata, efek
berat badan, edema
paru
Iritasi mata dan kulit
Iritasi mata dan saluran
nafas atas
Iritasi saluran nafas
atas, gangguan sistem
saraf pusat, kerusakan
pada hati dan ginjal
Iritasi mata dan saluran
nafas atas
Iritasi mata dan saluran
nafas atas ; Gangguan
sistem saraf pusat
Gangguan sistem saraf
pusat ; Kerusakan paru,
lever dan ginjal
Iritasi saluran nafas
atas ; Kerusakan di
mata
Iritasi saluran nafas
atas, kerusakan ginjal,
dan kerusakan saluran
reproduksi wanita
Ca kandung
Sensitif respirasi ; Iritasi
saluran nafas bawah
Kerusakan pada lever
Hematologi efek ; Efek
reproduksi
Kerusakan hati
Penghambatan
kolinesterase
Hematologi efek ; Efek
reproduksi
Iritasi mata ; Kerusakan
kulit
Kerusakan hati ; Efek
hematologi
Penghambatan
kolinesterase
Pneumokoniosis
Notasi
1
NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS

2
Molibdenum
(7439-98-7) sebagai Mo
Untuk persenyawaan larut
Untuk Metal dan
persenyawaan tidak larut
Monoklor benzene (Lihat
kloro benzene)
Monokrotofus (6923-22-4)

Morfolin (110-91-8)

Naled (300-76-5)

Naftalen (91-20-3)..43

beta-Naftilamin (91-59-8)
Neon (7440-01-9)
Nilkel
Dasar (7440-02-0)










------------------------Persenyawaan anorganik
tidak larut
persenyawaan an organik
larut
Nikel karbonil (13463-39-2)
sebagai Ni
Nikel sulfide, uap dan
debu sebagai Ni
BDS
3
NAB
Mg/m 3
4
5
10
3
0,05
20
0,1
223,16
Penghambat
kolinesterase
Kerusakan mata ; Iritasi
saluran nafas atas
Penghambat
kolinesterase
Efek pada
hematologi;Iritasi
saluran nafas atas dan
mata ; Kerusakan mata
Ca kandung kemih
Sasak nafas
Dermatits
pneumokoniosis
380,79
15
128,19
1,5
0,05
---------
58,71
-------
---------
-----------
-------------
0,1
Bervariasi
Ca paru
0,2
bervariasi
(0,12)
170,73
Kerusakan paru ; Ca
hidung
Ca paru dan hidung
(1,A1)

Nitrapirin (1924-82-4)
10

p-Nitroanilin (100-01-6)
3

Nitrobenzen (98-95-3)

4 – Nitrodefenil (92-93-3)
20
1
162,23
Kerusakan saluran
cerna; Gangguan
sistem saraf pusat;
Gangguan jantung
230,93
Kerusakan hati
138,12
Kekurangan
methemoglobin;
Kerusakan hati; Iritasi
mata
Kekurangan
methemoglobin
123,11
100
Nitrogen (7727-37-9)

Kerusakan hati
143,18
20,18
-------
8
Iritasi saluran nafas
bawah
112.56
87,12
10
Keterangan
idem
10
0,5

6
Berat
Molekul
(BM)
7
95,95
5
Nikotin(54-11-5)
Nitroetan (79-24-3)
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
199,20
Ca kandung kemih
75,07
Iritasi saluran nafas
atas;Gangguan sistem
saraf pusat;Gangguan
hati
Sesak nafas
14,01
Nitromethane (75-52-5)
20
Nitrogen dioksida (1010244-0)
Nitrit oksida (10102-43-9)
3
61,04
5
46,01
25
30,01

Nitrogen trifluorida (7783-542)
10
71,00



Nitrogliserin (55-63-00)
p-Nitroklorobenzen (100-005)
0,05
0,1
227,09
157,56
33
Efek tiroid, iritasi
saluran nafas atas;
Kerusakan di paru
Iritasi saluran napas
atas dan bawah
Hipoksia/sianosis;
Membentuk nitrosil HB
Kekurangan
methemoglobin;
Kerusakan di hati dan
ginjal
Vasodilatasi
Kekurangan
methemoglobin
Notasi
1



NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
2-Nitropropan (79-46-9)

n-Nitrosodimetilamin (62-759)
Nitrotoluen (88-72-2)

Nitrotriklormetan
(Lihat kloropikrin)
Nitrous oksida (10024-97-2)
Nonan, semua isomer (11184-2)
Oil mist, mineral
BDS
NAB
Mg/m 3
3
10
4
1 – Nitropropan
(108-03-2)
Oktakloronaftalen (2234- 131)
Oktan (111-65-9)
Osmium tetraoksida
(20816-12-0) sebagai
Os
Ozon (10028-15-6)
Pekerja berat
Pekerja sedang
Pekerja keras
Pekerja berat,sedang,dan
keras(kurang atau sama
dengan 2 jam)
Parafin, uap lilin (8002-74-2)

Parathion, Thiophas (56-382)
Partikulat polisiklik
aromatic hirokarbon Lihat
(Coal tar)
Partikulat tidak
terklasifikasi
Partikulat inhalabel
Partikulat respirabel
Partikel-partikel pengganggu
(Nuisance particulates)
Pelarut karet (naftan) (803030-6)
Pentaboran (19624-22-7)
6
2
137,13
0,1
164,39
50
44,02
200
128,26
5 (k)
54,00
25
89,09
0,1
0,3
300
403,74
114,22
0,000
2
Keterangan
8
Kerusakan di hati; Ca
hati
Ca hati dan ginjal;
Kerusakan di hati
Kekurangan
methemoglobin
Iritasi mata; Edema
paru
Gangguan sistem saraf
pusat; Efek hematologi;
Kerusakan pada
embrio/fetus
Gangguan sistem saraf
pusat
(10)
0,05
0,0006
0,05
0,08
0,10
0,20
254,20
48,00
Idem
Idem
Idem
2
Paraqu t (4685-14-7) debu
total faksi respirabel


5
Berat
Molekul
(BM)
7
89,09
74,08
Oksigen difuolrida (7783-417)

PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
Sakit kepala; Edema
paru; Iritasi saluran
pernafasan atas
Iritasi saluran
pernafasan atas dan
mata; Kerusakan di hati
Kerusakan pada hati
Iritasi saluran nafas
atas
Iritasi mata,saluran
nafas atas, dan kulit
Fungsi paru
Idem
Idem
Idem
Iritasi saluran nafas
atas; Mual
Kerusakan di paru
0,5
0,1
0,05
257,18
idem
291,27
0,2
Penghambat
kolinesterase
Kanker
10 (e)
3(e)
Lihat partikel-partikel
NOC (partikel tidak
terklasifikasi)
400
1590
Pentaeritrtitol (115-77-5)
10
136,15


Pentakloropenol, PCP (8786-5)
0,5
266,35
0,5
300,40

Pentakloronaftalen (132164-28)
Pentakloronitro benzen (8268-8)
Pentan (semua isomer)
0,5
295,36
Konvulsi sistem saraf
pusat; Gangguan
sistem saraf pusat
Iritasi mata dan saluran
nafas atas
Iritasi saluran nafas
atas dan mata;
Gangguan sistem saraf
pusat; Gangguan
jantung
Kerusakan di hati;
chloracne
Kerusakan di hati
72,15
Gangguan saraf tepi

0,005
0,015
600
34
63,17
Notasi
1

NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
2 - Pentanon (Lihat metil
propel keton)
Perlit (93763-70-3)

Persulfat
Amonium (7727-54-0)
Polasium (7727-21-1)
Sodium (7775-27-1)
Perkloretilen
(Tetrakloroetilen)
(127-18-4)
Perkloril fluoride
(7616-94-6)
Perklorometil
merkaptan (594-42-3)
Petroleum distilat(Lihat
Gasolin, Petroleum distilat,
pelarut standard
UM & P naftan)
Pindon (83-26-1)


3
Perak (silver)
(7740-22-4)
logam
persenyawaan larut
sebagai Ag
Perfluoroisobutilen
(382-21-8)



BDS
NAB
Mg/m 3
4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
150
6
0,1
0,01
0,01
10(e);
A4
0,1
0,1
0,1
Berat
Molekul
(BM)
7
86.17
Keterangan
107.87
variatif
Argyria
idem
200,04
Iritasi saluran nafas
atas; Mempengaruhi
hematologi
bervariasi
8
Mempengaruhi fungsi
paru; Iritasi mata
Iritasi kulit
25
100
165.80
Gangguan sistem saraf
pusat
3
6
102,46
Iritasi saluran nafas
atas dan bawah;
Kekurangan
methemoglobin;
Fluorosis
Iritasi mata dan saluran
nafas atas
0,1
185,87
0,1
230,35
Koagulasi
Pikloram (1918-02-1)
10
241,48
Piperazin dihidroklorida
(142-64-3)
Piridin (110-86-1)
5
159,05
Kerusakan di hati dan
ginjal
Iritasi mata dan kulit;
Sensitisasi kulit; Asma
Iritasi kulit; Kerusakan
di hati dan ginjal
Kerusakan di hati dan
ginjal; Iritasi saluran
nafas bawah
Lihat Katekol
Lihat Pindon
Lihat Kalsium sulfat
1
Piretrum (80003-34-7)
Pirokatekol
2- Pivalil- 1,3 - Indandione
Plaster dari Paris
Platina (7440-06-4)
logam
garam-garam terlarut
sebagai Pt
Poliklorodipenil
(42 % chlorine)
53469-21-9
-----------------------------Poliklorodipenil
(54 % chlorine)
11097-69-1

Politetrafluororetilen
Potasium hidroksida (131058-3)
Propan (74-98-6)

Propan sulfon (1120-71-4)
Propargil alkohol (107-19-7)
79,10
5
345 (ratarata)
1
0,002
1
195,09
variasi
266.50
Asma ; Iritasi saluran
nafas atas
Kerusakan hati; Iritasi
mata; Cloracne
----------0,5
------------328.40
-----------Kerusakan hati; Iritasi
saluran nafas atas;
Cloracne
56,10
Iritasi saluran nafas
atas, mata dan kulit
Lihat gas-gas aliphatic
hidrokarbon: Alkana
(C1-C4)
122,14
kanker
56,06
Iritasi mata; Kerusakan
hati dan ginjal
B1
2
1
2,3
35
Notasi
1

NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
BDS
n- Propil asetat (109-60-4)
200

Propilen (115-07-1)
500
42,08


Propilen diklorida (78-87-5)
100
112,99

Propilene imina (75-55-8)
0,2



Propilen oksida (75-56-9)
20










Propoxur, Aprocarb (114-261)
Quinon (106-51-4)
RDX
Resorsinol (108-46-3)
Rhodium (7440-16-6)
Logam
Garam-garam tidak larut
sebagai Rh
Garam-garam larut sebagai
Rh
60,09
250
102,13
0,4
57,09
48;A3
58,08
166,09
100
150
90.12
25
40
105,09
0,5
72,06
0,5
209,24
0,1
10;A4
108,09
45;A4
20;A4
90;A4
Keterangan
8
Kanker kulit dan iritasi
saluran nafas atas
Iritasi mata dan saluran
nafas atas; Gangguan
sistem saraf pusat
Iritasi dan saluran nafas
atas
Sesak nafas iritasi
saluran nafas atas
Iritasi saluran nafas
atas; Efek terhadap
berat badan
Iritasi saluran nafas
atas; Kerusakan di
ginjal
Iritasi mata dan saluran
nafas atas
Sakit kepala; Gangguan
sistem saraf pusat
Iritasi mata; Gangguan
sistem saraf pusat
Mual; Sakit kepala
Lihat Metil Asetilen
Iritasi saluran nafas
atas
Penghambatan
kolinesterase
Iritasi mata; Kerusakan
di kulit
Lihat siklonit
110,11
102,91
1;A4
Bervariasi
bervariasi
1;A4
0,01;A4
10;A4
321,57
NA
Rotenon (83-79-4)
Rouge
Sianogen klorida (506-77-4)
6
0,05
Ronnel,Fenchlorphos (29984-3)
Rosin (8050-09-7)
Sayur, mist minyak
Selenium &
Persenyawaan sebagai Se
(77-82-49-2)
Semen Portland (65997-151)
Selenium heksa fluoride
(7783-79-1) sebagai Se
Sellulosa (9004-34-6)
Sesium hidroksida (2135179-1)
Seson (136-78-7)
Sianida asam dan
garam sebagai CN
Asam sianida (74-90-8)
Kalsium sianida
(592-01-8)
Kalsium sianida
(151-50-8)
Natrium sianida
(143-33-9)
Sianamid (420-04-21)
Sianogen (460-19-5)
5
Berat
Molekul
(BM)
7
72,06
100

4
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
2
Beta – Propiolakton (57-578)
n- Propil alkohol (71-23-8)
Propilen glikol dinitrat (642343-4)
Propilen glikol monometil
eter (107-98-2)
n- Propil nitrat (627-13-4)
Propin
Beta- Propiolakton (57-57-8)
3
0,5
NAB
Mg/m 3
0,05
5;A4
10 (e);
A4
10
0,2
391,41
10 (e)
-
0,16
192,96
10
2
149,92
10;A4
309,13
78,96
T 4,7
T5
Kulit
T5
Kulit
T5
Kulit
T5
10
Sensitizer, pemaparan
serendah mungkin
2
21
Kulit
42,04
52,04
T 0,3
36
T 0,75
61,48
Notasi
1









NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Siheksatin (13121-70-5)
Sikloheksan (110-82-7)
Sikloheksanol (108-93-0)
Sikloheksanon (108-94-1)
Sikloheksen (110-83-8)
Sikloheksilamin (108-91-8)
Siklonit (121-82-4)
Siklopentadien (542-92-7)
Siklopentan (287-92-3)
Silika – Amorf
Diatomaseous Earth
Uncalcined )
(61790-53-2)
Partikel inhalebel
Partikel respirabel
Prespitad silica
(112926-00-8)
Uap silica (69012-64-2)
Silika, fused (60676-86-0)
Silika, gel (11292-00-8)
Silika – kristalin
Kristabalit (14464-46-1)
Kwarsa (14808-60-7)
Tridimid (15468-32-3)
Tripoli (1317-95-9)
BDS
3
300
50
25;A4
300
10;A4
75
600
NAB
Mg/m 3
4
5;A4
1030
206
100;A4
1010
41;A4
(1,5)
203
1720
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
84,16
100,16
98,14
82,14
99,17
222,26
66,10
70,13
Keterangan
8
Kulit
Kulit
Kulit
10 (e)
3 (e)
10
2(j)
0,1 (j)
10
0,05 (j)
60,09
Mengandung kwarsa
respiable
0,1 (j)
0,05 (j)
0,1 (j)










Silikon (7440-21-3)
Silikon karbida (409-21-2)
Silikon tetrahidrida (780362-5)
Silan
Soap stone
Debu inhalabel
Debu respirabel
Sodium ajid
(26628-22-8)
Sebagai sodium ajid
5
10 (e)
10 (e),
A4
6,6
40,10
32,12
Lihat silikontetrahidrit
-
6 (e)
3 (j)
65,02
T
0,29;A4
Sebagai uap asam
hidrazoik
Sodium bisulfit (7631-90-5)
T
0,11;A4
5;A4
Sodium 2,4 dikloro
fenoksietil sulfat
Sodium fluoro asetat (62-748)
Sodium hidroksida (131073-2)
Sodium metabisulfit (768157-4)
Starch (Kanji) (9005-25-8)
Stearat
104,07
Lihat seson
0,05
100,02
T2
Systoks
Stibin (7803-52-3)
Stiren monomor (100-42-5)
0,1
(50)
Strikhnin (57-24-9)
0,15
Stoddard, pelarut (8052-413)
Strontium kromat (7789-062)
100
Kulit
40,01
5;A4
190,13
10;A4
10;A4
Bervariasi
Lihat demeton
0,51
(213)
(100)
(426)
104,16
Kulit
334,40
525
140,00
0,0005;
A2
203,61
Subtililsin (1395-21-7)
T.
0,0000
6(m)
37
-
Sebagai Cr
100 % kristal enzim
murni
Notasi
1









NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Sukrose (57-50-1)
Sulfometuron metal (7422297-2)
Sulfotep (3689-24-5)
Sulfur dioksida (7446-09-5)
Sulfur heksafluorida (255162-4)
Sulfuril fluoride (2699-79-8)
Sulfur monoklorida (1002567-9)
Sulfur pentafluorida (571422-7)
Sulfur tetrafluorida (7783-600)
Sulprofos (35400-43-2)
2,4,5T (Triklor phenoxy
acetic acid) (93-76-5
Talk tidak mengandung
serat asbes (14807-96-6)
Talk (mengandung serat
asbes)
Tantalum, oksida dan logam
debu (7440-25-7) sebagai
Ta
TEDP
TEPP (107-49-3)
Teflon
Tellurium dan
persenyawaan sebagai Te
(13494-80-9)
Tellurium heksofluorida
sebagai Te (7783-80-4)
Temefos (3383-96-8)
Tembakau
Ter batubara (benzene,
antrasen,fenantren,akridin,
krisen,piren)
Terfenil (26140-60-3)
Terpentin (8006-64-2)
Tetra etil timah hitam
sebagai Pb (78-00-2)
Tetra hidrofuran (109-99-90)
1,1,2,2 tetra bromo etana
(79-27-6)
1.1.2.2-Tetrakloro-1.2difluoretan (76-12-0)
1.1.1.2-Tetrakloro-2.2difluoretan (76-11-9)
1.1.2.2- tetrakloroetan (7934-5)
Tetrakloroetilen
Tetraklorometan
Tetrakloronaftalen (1335-882)
Tetrametil suksinonitril (33352-6)

Tetrametil timah hitam (7574-1) sebagai Pb

Tetranitrometan (509-14-8)
Tetrasodium pirofosfat
(7722-88-5)
BDS
3
NAB
Mg/m 3
4
10;A4
5;A4
1000
0,2;A2
5970
5
21
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
Berat
Molekul
(BM)
7
342,30
364,38
Keterangan
0,25;A4
322,30
64,07
146,07
Kulit
Gangguan fungsi paru
10
T1
42
T. 5,5
102,07
135,03
T. 0,1
T. 0,10
254,11
T. 0,1
T. 0,44
-
5
6
1;A4
10;A4
8
322,43
255,49
2 (j) A4
Memakai NAB
asbes
5
0,004
0.02
-
0,047
290,20
0.1
127,60
0.1
241,61
10
466,46
Lihat sulfotep
Kulit
Lihat Politetra
fluoroetilen
Lihat Nikotin
Lihat koal, tar
T 0.53
100
200
0,1
556
0.1
(o).A4
590
T5
230,31
267,33
250
737
72,10
345,7
500
4170
203,83
500
4170
203,83
1;A4
0.5
0.005;
A3
Kulit
Iritasi mata, infeksi
saluran pernafasan
atas, odem paru,
kerusakan hati
167,86
Kulit
165,80
Lihat Perkloroetilen
Lihat Karbon
tetraklorida
2
265,96
2.8
136,20
Kulit
0.15 (o)
267,33
Kulit
0.04;A3
196,04
5
38
Notasi
1





NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Tetril (479-45-8)
BDS
3
Thallium (7440-28-0)logam
dan persenyawaan larut
sebagai TI
4.4 Tiobis (6-tert-butil-mkresol) (96-69-5)
Thiram,Thiram (137-26-8)
Timah hitam,logam dan
persenyawaan anorganik
sebagai Pb (7439-92-1)
Timah hitam arsenat
sebagai Pb3 (AsO4)2 (778440-9)
Timah hitam kromat (775897-6)sebagai Pb
sebagai Cr



Tionil klorida (7719-09-7)
Titanium dioksida (1346367-7)
1.2.4-Trikloro benzene (12082-1)
Trikloro fluoro metan (75-694)
Trikloro nitro metan
1.2.3-Trikloro propan (96-184)
1.1.2-Trikloro – 1.2.2 Trifluoroetan (76-13-1)
Trisiklohexiltin hidrosida
Tridimit
Trietanolamin (102-71-6)
Trimetilik anhidrid (552-30-3)
Trimetilamin (75-50-3)
Trimetil fosfit (121-45-9)
Tripoli
Toxaphene
4
1.5
10;A4
358,52
1;A4
0.05;A3
240,44
Keterangan
8
Kulit
0.05;A2
0.012;A
2
2
2
0.1;A4
Kulit
Lihat timah hitam
arsenat, reproduksi
T1
T4,9
118,98
79,90
T5
T37
181,46
T
1000;A4
T5620;A
4
137,38
10;A4
10;A3
60;A3
1000;
A4
7670;A4
147,43
1250;A4
9590;A4
Lihat kloropikrin
Kulit
187,40
Lihat seheksatin
Lihat silica kristalin
5
5
2
12
10
50;A4
188;A4








Toluen -2.4 – diisosianat
(584-84-9)
o – Tolidin (119-93-7)
o – Toluidin (95-53-4)
0.005;
A4
A3
2;A3
0.036;A
4
A3
8.8;A3
m – Toluidin (108-44-1)
p- Toluidin (106-49-0)
2;A4
2;A3
0,2
1;A4



6
204,37
Bervariasi
Toluen (108-88-3)

5
Berat
Molekul
(BM)
7
287,15
0.1

Toluol
Tributil fosfat (126-73-8)
Trietilamin (121-44-8)
Trifenil fosfat (115-86-6)
Trifluorobromometan ( 7563-8)
1,1,1 - Trikloroetan
1,1,2 – Trikloretan (79-00-5)
Trikloroetilen (79-01-6)
PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
0.15
Timah putih (7440-31-5)
Logam
Oksida dan
persenyawaan
anorganik (kecuali,Sn
H4,sebagai Sn)
Persenyawaan organic
Sn
Timbal arsenat


NAB
Mg/m 3
15
T0,04
36
149,22
192,12
101,19
124,08
92,13
0.02;A4
0.14;A4
Lihat silica kristalin
Lihat Khlorinated
camfen
Kulit
174,15
107,15
Kulit
Kulit
8.8;A4
8,8;A3
107,15
107,15
Kulit
Kulit
266,32
101,19
1000
2,2
4,1;A4
3;A4
6090
10;A4
50;A5
55;A4
269;A5
Lihat Toluena
3,A4
12,A4
Kulit
148,92
Lihat Metilkloroform
100,A5
39
573;A5
Notasi
1













NAMA BAHAN KIMIA DAN
NOMOR CAS
2
Triklorometan
Trikloronaftalen (1321-65-9)
Trimetilbenzen (25551-13-7)
2,4,6 – Trinitrofenol
metilnitramin
2,4,6Trinitrotoluen (TNT)
(118-96-7)
Trifenil amin (603-34-9)
Triortokresilfosfat (78-30-8)
Tungsten dan
persenyawaannya (7440-337) sebagai W Larut
tidak larut
Uranium (7440-61-1)
(persenyawaan larut
dan tidak larut sebagai
U)
Vanadium Pentoksida
(V205) sebagai C205 (131462-1) respirabel
atau uap logam
n- Valeraldehid (110-62-3)
Viniliden klorida (75-35-4)
BDS
3
4
25
5
123

5
6
Berat
Molekul
(BM)
7
(0,5)
227,13
5
0,1;A4
8
Lihat kloroform
Kulit
Kulit
368,37
183,85
Bervariasi
1
5
0,2;A1
0,6;A1
0,05;A4
238,03
Bervariasi
181,88
176
20;A3
20;A3
79;A3
86,13
106,96
Vinil asetat (108-05-4)
Vinil benzen
Vinil bromida (593-60-2)
Vinil klorida (75-01-4)
Vinil sianida
Vinil toluen (25013-15-4)
4 – Vinil sikloheksen (10040-3)
Vinil sikloheksen
dioksida (106-87-6)
10;A3
35;A3
15;A3
53;A3
86,09
5;A2
5;A1
22;A2
13;A1
50;A4
0,1;
A3
0,1;
A3
242;A4
0,44;A3
VM & P Nafta (8032-32-4)
300;
A5
1370;A3
Lihat striren
106,96
62,50
Lihat Akrilonitril
100;A4
483;A4
0,57;A3
0,1
Xilen (1330-20-7) (0,m,pisomer)
m-Xilen (1477-55-0)
100;
A4
Xilidin (1300-73-8)
0,5;
A3
Zirkonium dan
persenyawaannya sebagai
Zn (7440-67-7)
Zink klorida (7646-85-7)
Zink kromat (13530-65-9);
sebagai Zn.
Zink oksida (1314-13-2)
Uap, Debu
Keterangan
120,19
50
5;A3
Yodium
Yitrium (7440-65-5)
logam persenyawaan Y

PSD/KTD
BDS
Mg/m 3
Lihat Tetril
Warfarin, (81-81-2)

NAB
Mg/m 3
434;A4
118,18
108,18
Kulit
140,18
Kulit
308,32
150;A4
651;A4
106,16
Reproduksi
T 0,1
136,20
Kulit; Reproduksi
2,5;A3
121,18
Kulit
1
88,91
Lihat Iodin
5;A4
10;A4
1
0,01;A1
91,22
2
5
10 (e)
136,29
Bervariasi
Uap
81,37
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2011
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
Drs.H.A.MUHAIMIN ISKANDAR, M.Si.
40
Fly UP