...

KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NARASI SISWA

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NARASI SISWA
KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NARASI
SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2
KECAMATAN PULAU TIGA KABUPATEN NATUNA
TAHUN AJARAN 2012/2013
ARTIKEL E-JOURNAL
Oleh
WAN AZUMAR
NIM 090388201342
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2013
Wan Azumar. 2013 Kemampuan Membaca Pemahaman Wacana Narasi Siswa Kelas VIII
Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna. Skripsi.
Tanjungpinang; Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pemimbing (1) Riau Wati, M.Hum.
Pemimbing (2) Drs. Wagiman, M.Pd. [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca pemahaman wacana
narasi siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kecmatan Pulau Tiga Kabupaten
Natuna Tahun Ajaran 2012/2013 pada aspek memahami pendahuluan, isi, dan penutup.
Menulis kesimpulan wacana narasi dan menggambarkan kronologis cerita dari awal hingga
akhir. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu metode yang
menggambarkan hasil penelitian berdasarkan nilai yang diperoleh siswa. Teknik pengumpulan
data menggunakan taknik tes. Kemampuan Membaca Pemahaman Wacana Narasi Siswa
Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna
tidak mampu meningkatkan keberhasilan pembelajaran membaca pemahaman 60,44%.
Kata Kunci: Kemampuan Membaca Pemahaman, Wacana
Narasi
Abstract
This study aims to determine the level of reading comprehension narrative discourse of class
VIII Junior High School 2 Sub District Natuna Pulau Tiga Academic Year 2012/2013 on the
introduction to aspect, browse, and cover. Writing narrative discourse conclusions and
describe chronological story from beginning to end. The method used is descriptive
quantitative method, a method that describes the results of research based on the value
obtained by the students. Data collection techniques using taknik test. Narrative Discourse
Reading Comprehension Ability Students Eighth Grade 2 Junior High School Sub District
Natuna Pulau Tiga was not able to improve the reading comprehension of learning success
60.44%.
Keywords: Ability Reading Comprehension, Discourse
narrative
1. Pendahuluan
membaca merupakan salah satu aspek penting dari keterampialn berbahasa, selain dari
menyimak, berbicara dan menulis. Membaca merupakan suatu hal penting yang harus
dilakuakan oleh setiap individu untuk memperoleh imformasi dan memahami maksud dan
tujuan dari penulis. Pada tingkat sekolah menengah pertama keterampilan membaca yang
dipelajari siswa dapat dikategorikan sebagai membaca lanjut dari membaca permulaan
Sekolah Dasar.
Namun kenyataanya, keterampilan membaca siswa saat ini masih rendah. Dikarnakan
siswa beranggapan kegiatan membaca merupakan kegiatan yang membosankan dan
melelahkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada kelas VIII Sekolah
Menengah Pertama Negeri 2 Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Tahun Ajaran
2012/2013, ditemukan permasalahan ketidakmampuan membaca pemahaman wacana narasi
siswa kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca
pemahaman wacana narasi siswa.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu menggambarkan hasil
penelitian berdasarkan nilai-nilai yang diperoleh siswa dalam kemampuan membaca
pemahaman wacana narasi. Penelitian ini dilakukan di sekolah Menengah Pertama Negeri 2
Kecamtan Pulau Tiga Kabupaten Natuna. Sekolah ini terletak di jalan Haji Yahya No. 1 Batu
Bulat, yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni. Penelitian ini menggunakan semua
populasi sebagai sampel, yaitu sebanyak 49 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah tes tertulis, objek penelitian ini merupakan hasil tes siswa. Teknik analisi data yang
digunakan dalam menganalisis data sebagai berikut: (1) Pemberian skor nilai setiap lembar
kerja siswa yang telah dilakuakn sesuai dengan aspek penilaian. (2) Memasukan nilai kedalam
lembar penilaian hasil tes kemampuan membaca pemahaman wacana narasi. (3) Menghintung
jumlah ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan rumus,
KB = T
x 100 %
Tt
Keterangan:
KB
: Ketuntasan belajar
T
: Jumlah skor yang diperoleh
Tt
: Jumlah skor total
Dan dihitung dalam pengolahan nilai rata-rata kelas dengan rumus sebagai berikut:
X=
∑x
∑N
Keterangan:
X
Ex
EN
: Nilai rata-rata
: Jumlah semua siswa
: Jumlah siswa
3. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan hasil dari data yang diperoleh dari tes yang dilakukan maka dapat diketahui
kemampuan siswa dalam membaca pemahaman wacana narsi. Pada aspek memahami isi teks
wacana narasi skor yang diberikan berdasarkan 3 indikator penilain yaitu: 1) kemampuan
memahami pendahuluan, isi dan penutup wacana narasi. 2) kemampuan menyimpulkan
wacana narasi. 3) menggambarkan kronologis cerita dari awal hingga akhir. Aapabila dengan
sangat baik siswa dapat memahami isi dari teks yang telah ditentukan maka doberi skor 4, jika
siswa dapat memahami isi teks dengan cukup baik diberi skor 3, dan ketika siswa dapat
memahami isi teks dengan kurang baik maka dapat diberi skor 2,
serta jika siswa memahami isi teks dengan sangat tidak baik maka dapat diberi skor 1.
Sedangkan aspek penilaian seterusnya berdasarkan indikator tersebut.
Adapun daftar skor dari seluruh siswa mengenai kemampuan membaca pemahaman wacana
narasi adalah sebagai berikut:




3 orang siswa memperoleh pencapaian pembelajaran 85-100%
kualifikasi sangat baik.
14 orang siswa memperoleh pencapaian pembelajaran 65-84%
kualifikasi baik.
13 orang siswa memperoleh pencapaian pembelajaran 55-64%
kualifikasi cukup.
19 orang siswa memperoleh pencapaian pembelajaran 0-50%
kualifikasi kurang.
yang termasuk
yang termasuk
yang termasuk
yang termasuk
Jadi skor rata-rata dari seluruh siswa dalam pencapaian pembelajaran membaca
pemahaman wacana narasi adalah 60,44% dengan kualifikasi cukup.
4. Simpulan dan Rekomendasi
Kemampuan membaca pemahaman wacana narasi siswa kelas VIII Sekolah Menengah
Pertama Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna, setelah dilakukan penelitian 3 orang
mampu memperoleh pencapaian pembelajaran 85-100% dengan kualifikasi sangat baik
dengan tingkat keberhasilan berhasil, 14 orang siswa diantaranya memperoleh pencapaian
pembelajaran 65-84% dengan kualifikasi baik dengan tingkat keberhasilan berhasil, 13 orang
siswa memperoleh pencapaian pembelajaran 55-64% dalam kualifikasi cukup serta tidak
mampu mencapai tingkat berhasil dan 19 orang siswa memperoleh pencapaian pembelajaran
0-50% dengan kualifikasi kurang serta tidak mampu mencapai tingkat berhasil. Berdasarkan
hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan rata-rata siswa mampu membaca
pemahaman wacana narasi dengan persentasi ketercapaian 60,44% dengan pencapaian
keberhasilan cukup dan tidak mampu mencapai tingkat berhasil.
Daftar Pustaka
Akbar, A. 2011. Efektivitas Media Gambar Dalam Pembelajaran Mengarang Deskripsi Siswa
Kelas V Thalhah SDit Al Madinah Tanjungpinang Timur. Skripsi. Tanjungpinang:
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Cipta RinekaYrama Widya
Aqip, dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB dan TK. Bandung:
Balai Pustaka
Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa dan Sastra Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka
Djiwandono, Soenardi. 2008. Tes Bahasa. Jakarta:
PT Mancanan Jaya Cemerlang
Keraf, Gorys. 1981. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Gramedia.
Khuzaimatun, Siti. 2009. Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Metode SQ3R Pada
Siswa Kelas X. 3 SMAN Tambang. Skripsi. Pekan Baru:
Univesitas Negeri Riau
Kridalaksana, Harimukti. 1984. Kamus Lingguistik. Jakarta:
PT. Gramedia
Margono, S. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Muharoni. 2011. Kemampuan Membaca Pemahaman Mahasiswa Progeam Studi Bahasa
Indonesia Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Tanjungpinang: Universitas Maritim Raja Ali Haji. Skripsi
Mulyatiningsih, Endang. 2012. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Nurhadi. 2004. Bagaimanakah Meningkatkan Kemampuan Membaca Suatu Teknik Memahami
Literatur yang Efesien. Bandung:
Sinar Baru Algensindo
Somadoyo, Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta:
Ilmu Graha
Sugiyono. 2011. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan
R&D. Bandung: Alfabeta
Tampubolon, DP. 1987. Membaca Teknik Membaca Efektip dan Efesien. Bandung:
Angkasa
Tarigan, Heenry Guntur. 1979. Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry Guntur. 1984. Membaca Ekspresif. Bandung:
Angkasa
Tarigan, Henry Guntur dkk. 1990. Membaca Dalam Kehidupan. Bandung:
Angkasa
Fly UP