...

perancangan fasilitas duduk di ruang terbuka kota bandung dengan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

perancangan fasilitas duduk di ruang terbuka kota bandung dengan
PERANCANGAN FASILITAS DUDUK DI RUANG
TERBUKA KOTA BANDUNG DENGAN PENCITRAAN
BANDUNG SEBAGAI KOTA KEMBANG
(STUDI KASUS TAMAN CIKAPAYANG)
FEBRYAN TRICAHYO
M. DJALU DJATMIKO
Program Studi Desain Produk
Jurusan Desain Produk
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Teknologi Nasional
Email: [email protected]
ABSTRAK
Fasilitas duduk di ruang terbuka merupakan sebuah fasilitas umum yang
disediakan oleh pemerintah kota untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
Ketersedian fasilitas duduk yang layak juga menjadi sebuah cerminan tingkat
kemajuan di sebuah kota. Pada perkembangannya setiap ruang terbuka di setiap
Negara ataupun kota memiliki karakter yang harus disesuaikan dengan identitas,
aktifitas dan kebutuhan yang ada lingkungan tersebut, hal ini bertujuan untuk
dapat mencapai kebutuhan masyarakat sehingga akan dapat memberikan
dampak yang baik terhadap sikap masyarakat dalam bersosial, berbudaya, dan
mengembangan kreatifitas bagi para remaja.
Kata kunci: fasilitas duduk, ruang terbuka
ABSTRACT
The facility sits on the open space is a public facility that is provided by the City
Government to support the needs of the community. Availability of proper
seating facilities may also be a reflection of the level of progress in a city. On the
development of every open space in each country or city has a character that
must be adapted to the identity, activity and needs no such environment, it aims
to be able to reach the needs of the community so that it will be able to give
effect to the attitude of the community in bersosial, cultured, and developing the
creativity of the young people
Keywords: the facility sits, open space
Rekamatra– 1
FEBRYAN TRICAHYO, M DJALU DJATMIKO
1 PENDAHULUAN
Ruang Terbuka Hijau merupakan sebuah jantung yang harus dimiliki oleh sebuah
pemukiman khususnya dikota. Indonesia yang merupakan negara yang sedang
berkembang sebaiknya juga di iringi dengan berkembangnya fasilitas ruang hijau
yang ada dikota. Keseimbangan antara perkembangan pembangunan kota,
transportasi, dan adanya ruang hijau di kota juga harus menjadi perhatian. Dalam
sebuah kota sebaiknya terdapat 30% ruang hijau untuk menyeimbangi polusi udara
dan keseimbangan ragam kota. Indonesia kini semakin berkembang dengan
banyaknya komunitas dan lembaga masyarakat yang ikut merawat dan mengajak
masyarakat untuk datang ke Taman untuk ikut menikmati ruang terbuka hijau yang
ada dikota.
Pesatnya perkembangan taman kota yang ada di Indonesia ikut mempengaruhi
semangat masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam merawat, menikmati, dan
meramaikan Taman kota. Berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung,
Solo, dan berbagai kota besar lainnya berlomba –lomba menghias kota mereka
masing – masing. Hal ini sangat dipengaruhi oleh masyarakat muda yang
berpartisipasi dalam perkembangan kota, jumlah remaja di indonesia yang berjumlah
sangat besar sangat memberi peran yang berpengaruh dalam sebuah perkembangan
negara. Bandung merupakan salah satu kota yang sangat aktif digerakan oleh para
aktifis muda, mulai dari kegiatan seni, sosial, budaya, dan perekonomian di ini
banyak digerakan oleh para pemuda di kota ini.
Bandung kini semakin berkembang dengan banyaknya komunitas dan masyarakat
yang semakin sadar terhadap lingkungan, banyak kegiatan – kegiatan masyarakat
yang semakin menyoroti kegiatan yang berhubungan dengan kemajuan kota,
mengadakan acara di ruang terbuka masyarakat, membuat acara yang mengundang
wisatawan untuk datang ke kota bandung. Berbagai kegiatan ini memberi dampak
positif terhadap penggunaan Taman Kota sebagai ruang terbuka hijau kota.
Berbagai Aktifitas Masyarakat di Bandung sudah mulai banyak dilakukan di Taman
Kota, aktifitas seperti sekedar berbincang, berdiskusi atau sekedar duduk di taman
untuk beristirahat setelah lelah melakukan aktifitas mereka. Berbagai aktifitas
mereka dilakukan dalam sebuah kelompok kecil maupun besar, hal ini disadarkan
bahwa masyarakat kota bandung memiliki karakter dengan sosial yang baik.
Kebutuhan fasilitas duduk yang tersedia di tiap taman sebaiknya menunjang akan
adanya interaksi yang antar satu individu dengan individu lain.
Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut penulis menyimpulkan bahwa terdapat
fenomena dalam aktifitas masyarakat di Kota Bandung, Atas fenomena-fenomena
yang terjadi, maka banyak peluang bagi desainer produk untuk menggalinya secara
lebih mendalam.
Pada dasarnya produk berupa fasilitas duduk untuk kebutuhan ruang umum
sebaiknya dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia sesuai dengan karakter dan
budaya di tempat atau didaerah itu sendiri. Sarana duduk sebagai media yang
memberikan fasilitas untuk duduk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter
Rekamatra – 2
Perancangan Fasilitas duduk di Ruangan Terbuka Kota Bandung Dengan Pencitraan Bandung sebagai
Kota Kembang (Studi Kasus Taman Cikapayang)
yang ada di taman tersebut, Selanjutnya hal ini mengantarkan kita pada pertanyaan
siapa dan bagaimana bentuk fasilitas duduk yang sesuai.
2 PENELITIAN
Produk yang direncanakan dalam proses desain proyek akhir ini nantinya berupa
fasilitas duduk, dalam hal ini sarana duduk yang dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat Bandung Khususnya Taman Cikapayanmg dengan pencitraan Bandung
Sebagai Kota Kembang.
Maksud dan tujuan dari penelitian ini antara lain:
•
Melakukan studi banding mengenai pemahaman teoritis selama mengikuti
perkuliahan di jurusan Desain Produk dengan kegiatan penulis di industri,
sehingga dipahami sejauh mana peran dan relevansi profesi desainer produk
pada industry terkait.
•
Melakukan Survey Lapangan terhadap aktifitas masyarakat kota bandung di
Taman Cikapayang.
Metoda penelitian yang dilakukan pada proyek akhir ini adalah design by research,
adapun tahapan metodanya adalah sebagai berikut :
1) Pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan langsung kepada pihak
terkait (user, pihak industri, dan pihak terkait lainnya).
2) Studi literature Mengumpulkan data dari buku, internet, majalah, dan
sebagainya.
3) Survey lapangan, dengan cara melakukan wawancara dengan pihak-pihak
terkait.
4) Pengolahan data dari studi literatur, observasi, dan survey lapangan.
5) Proses bimbingan dengan dosen pembimbing proyek akhir serta melakukan
brainstorming dengan dosen lain untuk memecahkan masalah/mencari ide.
2.1
Penelitian di industri terkait
CV. Wisma Pot dan Air Mancur merupakan perusahaan pembuat produk perangkat
taman yaitu berupa Pot dan Air Mancur. Produk - produk dari industri ini
menggunakan material Concrete (Beton) sebagai bahan dasar utama pembuatan
produk. CV Wisma Pot dan Air Mancur berdiri pada tahun 2002, Industri ini awalnya
bergerak pada penjualan Tanaman Bonsai, berkembangnya permintaan pasar
terhadap pot pemilik Industri ini memilih untuk merambah ke penjualan pot.
Berkembangnya Industri ini dimulai dengan dilakukannya proses pembuatan pot
secara mandiri di Industri ini. dengan menawarkan ragam bentuk dan motif industri
ini terus berkembang hingga kini.
Perkembangan dari industri ini kini merambah ke jenis produk lain seperti Air
Mancur, kemauannya untuk mengembangkan desain dan selalu ingin berinovasi
Rekamatra– 3
FEBRYAN TRICAHYO, M DJALU DJATMIKO
menjadi tombak berkembangnya industri ini. Industri ini juga banyak mencoba jenis
- jenis produk lain, namun permintaan pembeli masih menyibukkan industri untuk
memenuhi permintaan masyarakat terhadap produk pot.
Gambar 1 Produk yang di buat CV.Wisma Pot dan Air Mancur (Sumber : Penulis)
2.2
Penelitian di Taman Cikapayang
Taman Cikapayang merupakan salah satu dari sekian banyak taman kota yang
berada di Bandung. Dalam 2 tahunterakhir Taman Cikapayang adalah tempat paling
favorit masyarakat Bandung pada umumnya.Tidak hanya itu taman Cikapayang juga
menjadi tempat mengabadikan momen bagi parawisatawan yang dating ke Bandung.
Dari segikawasan, Taman kota ini memang sangat diuntungkan dengan tempat yang
sangat strategis, selain itu Taman Cikapayang berada di jalurwisata, hamper semua
wisatawan disambut langsung oleh keberadaan taman ini ketika melewati jalur dago.
Gambar2 Peta Taman Cikapayang (Sumber :Googlemap)
Beberapahal yang membuat menarik taman ini adalah terdapatnya tulisan “DAGO”.
Bandung yang kini dijadikan ikon kota kreatif membuat sebuah logo ikon DAGO di
kawasan taman Cikapayang sebagai objek sajian foto. Berbagai komunitas juga
menjadikan kawasan ini area berkumpul atau area transit bagi komunitas mereka.
Dago memang menjadi jalan yang diminati oleh para penduduk dan pendatang yang
berada di Bandung.Tempat makan, hangingout malam minggu, tempat pendidikan,
penginapan, pusat perbelanjaan dan lainnya, Semua terpusat di jalan ini.
Rekamatra – 4
Perancangan Fasilitas duduk di Ruangan Terbuka Kota Bandung Dengan Pencitraan Bandung sebagai
Kota Kembang (Studi Kasus Taman Cikapayang)
Gambar3 Taman Cikapayang (Sumber: Penulis)
2.3 Konsep desain
Dari hasil observasi & studi kasus yang sudah dilaksanakan, maka didapat rumusan
masalah yang mencakup hal-hal berikut ini:
•
•
•
•
•
Industrial Ability yang dimilikiolehindustriterkaittempatdilaksanakannya proses
KP2.
KebutuhanakanStreet furniture berupa fasilitas duduk yang layak dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat di Taman Cikapayang
Kurangnyaada fasilitas duduk yang terintegrasi dengan konsep taman yang
rancang, Taman Cikapayang sebagai Taman yang berada di tengah kota
sebaiknya dapat terintegrasi terhadap konsep Bandung sebagai Kota
Kembang.
Para Pengunjung Taman Cikapayang dari berbagai kalangan, usia, dan jenis
kelamin yang semakin tersadarkan untuk memanfaatkan dengan penuh
keberadaan taman Cikapayang yang berada di jantung kota bandung.
Hasilpengamatanterhadap Perencanaan Dinas Pertamanan dan Pemakaman
sebagai Pihak yang berwenang atas perkembangan Taman yang ada di Kota
Bandung.
maka didapat peluang untuk melakukan perancangan berupa fasilits duduk untuk
Taman Cikapauyang dengan pencitraan Bandung sebagai Kota kembang. Street
furniture adalah suatu istilah untuk objek atau peralatan yang terpasang pada
sebuah ruang publik. Street furniture yang akan dirancang kali adalah sebuah
fasilitas duduk untuk Taman Kota Cikapayang. konsep yang ingin dicapai dalam riset
ini adalah ICONIC, dengan memberikan ciri khas suatu kawasan; SAVE, keamanan
juga harus dipertimbangkan sebagai aspek dalam mendesain street furniture,
misalnya dengan memberikan material yang lebih ramah lingkungan, serta detail
sudut bentukan yang diaplikasikan pada desain; COMFORT, dalam artian dapat
memberikan kenyamanan bagi penggunanya yaitu pengunjung taman kota, oleh
karena itu dimensi dan bentuknya disesuaikan dengan standar ukuran ergonomi.
TOGETHERNESS, Hal ini bertujuan untuk mencapai aspek sosial dan kebersamaan
user pada produk yang dirancang.
Desain bertujuan untuk memfasilitasi user taman cikapayang pada saat datang
berkunjung ke taman ini. Desain yang dirancang diharapkan dapat memfasilitasi
kebutuhan pengguna secara fungsi dan visual dengan harapan :
Rekamatra– 5
FEBRYAN TRICAHYO, M DJALU DJATMIKO
•
Menumbuhkan kebanggaan tersendiri pada user pada saat menggunakan
produk ini.
•
Memberikan efek visual lebih untuk diapresiasi oleh masyarakat kota bandung.
Analisis produk mencakup analisis 5 aspek desain yang harus diperhatikan pada saat
proses desain, kelima aspek tersebut ialah: fungsi, visual, material, ergonomi,
produksi.
Fungsi utama produk adalah untuk memfasilitasi masyarakat bandung khususnya di
Taman Cikapayang untuk bisa menikmati taman dengan pencitraan Bandung Sebagai
Kota Kembang.
Berikut detail Deskripsi Produk yang akan di jabarkan dibawah ini :
DESKRIPSIPRODUK
Nama produk
: CON-Create
Jenis Proyek
Perancangan street furniture untuk ruang terbuka di kota bandung.
Fungsi
Fasilitas duduk yang sekaligus juga pemberi identitas kota bandung.
Tujuan
Untuk Memfasilitasi User Taman Cikapayang
Pengguna
Semua Masyarakat yang datang ke Bandung, Khususnya Pengunjung Taman
CIkapayang
Keunggulan produk
Produk baik di gunakan untuk berbincang dalam kelompok , Fasilitas duduk ini di
buat agar dapat meningkatkan kebersamaan di Taman Cikapayang.
Keunikan produk
Produk dapat meningkatkan pencitraan Kota Bandung sebagai Kota Kembang.
Rekamatra – 6
Perancangan Fasilitas duduk di Ruangan Terbuka Kota Bandung Dengan Pencitraan Bandung sebagai
Kota Kembang (Studi Kasus Taman Cikapayang)
KONSEP
KRITERIA DESAIN
•
•
•
Produk dapat mudah di Produksi Oleh Industri terkait
Dapat Memenuhi Kebutuhan Duduk Pengunjung Taman Cikapayang
Dimensi harus menyesuaikan ketersediaan tempat di Taman Cikapayang
BATASAN DESAIN
•
•
Menggunakan material yang dipakai di industri terkait ( beton ).
Fasilitas duduk yang didesain tidak mengurangi konservasi air yang telah ada
di taman cikapayang
• Fasililtas duduk yang didesain dapat menunjang aspek keamanan saat
digunakan oleh anak‐anak maupun user orang dewasa, aspek keamanan akan
tampak dari :
1. Material yang digunakan harus aman bagi user
2. Bentuk yang digunakan aman bagi user
FUNGSI
Fungsi utama dari produk ini yaitu sebagai fasilitas duduk para pengunjung taman
cikapayang dan fungsi tambahannya yaitu sebagai media pencitraan kota bandung.
MATERIAL
Material Utama yang digunakan adalah material concrete atau beton, material ini
memliki keunggulan dalam proses pengolahannya yang mudah dan harga nya yang
ekonomis. Material ini juga memiliki karakteristik yang paling optinal untuk ruangan
terbuka. Berikut karakteristik material beton :
Karakteristik Material Secara Fisik
- Weather Proof ( Tahan Cuaca )
- Mudah dibentuk
- Kuat ( beton diperkuat oleh sebuah rangka besi dan kawat )
Karakteristik Material Secara Psikologis
- Berat
- Kuat
TEKSTUR
Konsep tekstur yang akan digunakan adalah tekstur batu, yaitu jenis karakter tekstur
yang cenderung agak kasar pada permukaannya. Tekstur ini cukup baik untuk
permukaan alas duduk karna permukaan menjadi tidak licin. Pada proses ini
dilakukan proses finishing menggunakan gerinda yang menggunakan mata bor
berupa sikat kawat.
Rekamatra– 7
FEBRY
YAN TRICAHY
YO, M DJALU DJATMIKO
Gambar4
4 Taman Cikapayang (Sum
mber: Penulis)
OPERAS
SIONAL
Gambarr 5 Taman Cikapayang (S
Sumber: Pen
nulis)
GURASI DUDUK
KONFIG
Analisa Konfigurasi
K
er:
Duduk Use
Dapat diilihat bahwa
a masyarakkat cenderu
ung duduk berkelompo
b
ok dan Mera
apat
Gambarr 6 Taman Cikapayang (S
Sumber: Pen
nulis)
RUPA
y
digun
nakan, meru
upakan ben
ntuk stilasi kembang (bunga), ya
ang di amb
bil
Bentuk yang
dari citra
a kota Band
dung yang dulu
d
di kenal sebagai kota kemba
ang.
Reka
amatra – 8
Perancang
ngan Fasilitas duduk di Ruaangan Terbukka Kota Bandu
ung Dengan P
Pencitraan Baandung sebaga
gai
Kota Kem
mbang (Studii Kasus Taman
n Cikapayang)
g)
Gambarr 7 Taman Cikapayang (S
Sumber: Pen
nulis)
ROSES DES
SAIN
2.4 PR
STUDI BENTUK
B
Gambarr 8 Taman Cikapayang (S
Sumber: Pen
nulis)
STUDI MODEL
M
Gambarr 9 Taman Cikapayang (S
Sumber: Pen
nulis)
GAMBA
AR TAMPAK
K
Gambarr 10 Taman Cikapayang (Sumber: Penulis)
Reka
kamatra– 9
FEBRY
YAN TRICAHY
YO, M DJALU DJATMIKO
ALTERN
NATIF KON
NFIGURAS
SI DUDUK
K
Gambarr 11 Taman Cikapayang (Sumber: Penulis)
ILUSTR
RASI PROD
DUK
Gambarr 12 Taman Cikapayang (Sumber: Penulis)
ILUSTR
RASI KONF
FIGURASI PEMASAN
NGAN DI TAMAN
T
CIIKAPAYAN
NG
Gambarr 13 Taman Cikapayang (Sumber: Penulis)
oses pemb
buatan con
ntoh produk
2.5 Pro
Proses awal
a
yang dilakukan
d
ad
dalah prose
es pembuattan rangka 3 dimensi yang
y
terbua
at
dari matterial besi beton berrukuran 10mm, rangk
ka di bentuk dan dip
perkuat ole
eh
kawat ikkat untuk proses
p
pemasangannyya. Setelah pembentukkan rangka
a dasar tela
ah
selesai, dilakukan pemasanga
p
n ram kaw
wat dengan ukuran 5m
mm untuk mendapatka
m
an
bentuk sesuai
s
bentuk detail ya
ang di ingin
nkan.
Rekam
matra – 10
Perancangan Fasilitas duduk di Ruangan Terbuka Kota Bandung Dengan Pencitraan Bandung sebagai
Kota Kembang (Studi Kasus Taman Cikapayang)
Gambar 14Rangka 3 Dimensi (Sumber : Penulis)
Proses selanjutnya yaitu melakukan penempelan adonan beton ke rangka yang telah
dibuat, proses pelapisan dilakukan dalam 2 tahap, tahap awal dilakukan dengan
campuran semen dan pasir, yang kemudian dikeringkan dengan udara selama 12
jam, kemudian dilakukan pelapisan kedua dengan campuran semen, trasol, dan bibit
warna hitam untuk memberikan efek warna pada hasil beton.
Gambar 15Proses Pelapisan Kedua (Sumber : Penulis)
Setelah pelapisan beton selesai dan kering dilakukan finishing dengan mata gerinda
untuk mendapatkan hasil tekstur batu. proses ini merupakan treatment terakhir dari
proses pembuatan produk beton.
Gambar 16 Proses Finishing Tekstur (Sumber : Penulis)
3 KESIMPULAN
Fasilitas duduk sebagai fasilitas umum di Kota Bandung merupakan sebuah bagian
pendukung dari perangkat taman, Jumlah taman yang begitu banyak di kota
Bandung dan Keberadaan Fasilitas duduk yang ada pada umumnya masih
mengutamakan fungsi dari kursi sebagai sarana duduk untuk pengunjung. Padahal
Rekamatra– 11
FEBRYAN TRICAHYO, M DJALU DJATMIKO
Jika Fasilitas duduk yang tersedia menjadi sebuah media untuk media promosi kota
atau menjadi sebuah fasilitas duduk yang terintegrasi dengan elemen pendukung di
sekitar taman akan menjadi sangat baik. Bandung yang dikenal sebagai kota
kembang akan sangat baik apabila semua elemen pendukung kota di integrasikan
dengan satu konsep yang seragam. Ide proyek yang akan diaplikasikan di taman
Cikapayang ini merupakan ide yang sangat baik untuk diaplikasikan, karena Taman
Cikapayang ini sendiri dijadikan masyarakt sebagai pusat kegiatan masyarakat di
Kota bandung, dengan adanya CON-Create diharapkan dapat meningkatkan rasa
kecintaan masyarakat kota bandung terhadap pencitraan Bandung sebagai kota
kembang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih saya tujukan kepada seluruh pihak dan juga orang-orang yang turut
berperan dalam mendukung proses projek akhir ini yang tidak dapat saya sebutkan
satu-persatu, terima kasih atas segala bentuk dukungan, doa, dan nasihat.
DAFTAR RUJUKAN
Nurmianto, E. (2008). Ergonomi: KonsepDasardanAplikasinya. Surabaya: GunaWidya
Sachari, A. (2005). MetodologiPenelitianBudayaRupa. Yogyakarta: Jalasutra.
Carmona, Mathew. (2003). Public Places, Urban Spaces: The Dimensions Of Urban
Design, Architectural Press, Oxford
Kotler, Philip. 2002. ManajemenPemasaran, Buku 1 dan 2, Prenhallindi, Jakarta.
CV. Wisma Pot Dan Air Mancur.Company profile CV. Wisma Pot dan Air Mancur.
Bandung, Indonesia.
IlmuSipil, Beton, http://www.ilmusipil.com/pengertian-beton-adalah, 26 Juni 2012
Wikipedia, Beton, http://id.wikipedia.org/wiki/Beton, 26 Juni 2012
Wikipedia, Kota Bandung, http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung, 2 Agustus
2012
Rekamatra – 12
Fly UP