...

Kurang Gizi di Indonesia, by Zoe Connor ahli gizi, 2007 Di baagian

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

Kurang Gizi di Indonesia, by Zoe Connor ahli gizi, 2007 Di baagian
Kurang Gizi di Indonesia, by Zoe Connor ahli gizi, 2007
Di baagian dunia yang sudah berkembang, sebagian besar penduduk mengalami berbagai jenis
penyakit yang disebabkan oleh kelebihan berat badan dan obesitas. Sedangkan di bagian lain dunia
yang lebih miskin gizi buruk masih merupakan masalah utama.
Gizi buruk tidak hanya berdampak pada kesehatan seseorang secara pribadi, tapi juga mengurangi
kemampuan masyarakat untuk kelluar dari kemiskinan. Gizi buruk mengurangi kemampuan
seseorang untuk bekerja dan juga mengurangi kemampuan anak-anak untuk belajar disekolah –
sering tidak kesekolah karena sakit - mengurangi tingkat kesehatan dan menjadi terlalu lelah untuk
bekerja dan belajar dengan baik. Diperkirakan bahwa gizi buruk dapat menghabiskan biaya suatu
Negara sebanyak 2-3% dari produk domestic bruto (“Repositioning Nutrition as Central to
Development: A Strategy for Large-Scale Action,” published by the World Bank in 2006).
Perempuan dan anak-anak adalah yang biasa dan umumnya mengalami gizi buruk – bumil
menghadapi resiko yang tinggi untuk kehilangan bayi mereka, perempuan dan anak meninggal pada
saat proses melahirkan, atau bayi yang lahir dengan kecacatan fisik mau pun mental. Gizi buruk
memberikan sumbangan 56%untuk kematian dari 11 juta anak diseluruh dunia karena sebab yang
sebenarnya dapat dicegah sebelum mereka mencapai ulang tahunnya yang ke lima.
Di Indonesia, salah satu Negara di Asia Tenggara, walau pun tingkat kemiskinan mulai berkurang,
namun tetap ada daerah2 dimana kurang gizi masih menjadi masalah utama. Protein – energi untuk
kurang gizi – menyebabkan anak-anak kekurangan berat badan, pertumbuhannya lambat dan lebih
rentan terhadap infeksi, berpengaruh terhadap 2 dari 5 anak dibawah lima tahun, dan kekurangan
zat besi, yodium serta vitamin juga merupakan masalah. Lebih jauh> Penyakit2 daerah tropis seperti
malaria, demam berdarah, TBC dan infeksi usus juga sering terjadi terutama di daerah-daerah
miskin.
Penyebab tingginya angka kurang gizi di Indonesia cukup kompleks. Terkadang masalahnya adalah
kurangnya makanan yang tersedia atau pilihan untuk tidak mengkonsumsi variasi makanan dengan
nilai gizi yang cukup. Masyarakat di daerh yang miskin umumnya memiliki tingkat pendidikan yang
rendah dan sebagian lagi memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya variasi makanan,
terutama untuk anak-anak. Nasi adalah makanan pokok dan didaerah yang miskin masyarakat
sangat tergantung, lebih mengutamakan rasa kenyang namun menu kurang variatif untuk
kecukupan gizi. Di daerah lainnya, bahkan nasi juga jarang didapat, perubahan iklim, cuaca yang sulit
diprediksi dan bencana alam mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan banyak keluarga yang tidak
mampu membeli makanan jika tanaman mereka – satu2nya sumber pendapatan mereka – gagal.
Sanitasi yang buruk juga merupakan masalah umum di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas
dan berpengaruh terhadap infeksi usus dan kurang gizi – dapat menyebabkan diare.
System kesehatan di Indonesia bagus termasuk tenaga kesehatan (tenkes) di puskesmas dan system
yang mengharuskan adanya pelatihan untuk bidan di setiap desa, melaksanakan klinik bulanan
(posyandu) untuk memantau berat badan ibu dan bayi, memberikan imunisasi dan makanan bergizi
dan saran megenai gizi. Bagaimanapun Indonesia adalah Negara dengan lebih dari 200 juta
penduduk yang tersebar di lebih dari 16000 pulau, dan di beberapa daerah layanan kesehatan
kurang memadai dibandingkan daerah lainnya. Di beberapa daerah di Indonesia, jalannya dalam
kondisi yang buruk, atau bahkan tidak ada jalan, membuat desa2 terpencil kesulitan untuk mencapai
rrumah sakit dan pusat layanan kesehatan ketika dibutuhkan, dan kalau pun ada jalan, biaya
transportasi mahal dan tidak menentu (jadwalnya). Di beberapa daerah masalah lainnya adalah
masyarakat yang masih memegang kepercayaan/tradisi – percaya pada obat-obatan tradisional, dan
masalag gender menyebabkan perempuan kesulitan untuk mengambil keputusan mengenai
kesehatan tanpa ijin dari suami mereka.
Ahli gizi, Zoe Connor menghabiskan waktu 9 bulan di Indonesia tahun 2007 sebagai konsultan gizi
sukarela pada membantu organisasi loka Yayasan Ayo Indonesia (http://www.ayoindonesia.org/)
disebuah kota pegunungan Ruteng, di pulau Flores, diwilayah yang propinsi NTT yang merupakan
propinsi termiskin di Indonesia. Pekerjaan Ayo Indonesia termasuk bidang kesehatan, pertanian,
pembanngunan jalan, membangun jaringan air bersih dan memperbaiki peke rjaan kelompok local.
Mereka bekerja termasuk memberikan pelatihan kepada masyarakat local dam memberdayakan
masyarakat diwilayah Manggarai dan Manggarai Barat. Bagian dari program kesehatan Ayo
Indonesia termasuk didalamnya melatih kelompok2 perempuan local untuk menanam sayuran,
pelatihan untuk hidup sehat, mengatur keuangan dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan
setempat untuk memperbaiki kesehatan ibu dan anak. Yayasan Ayo Indonesia juga terlibat dalam
proyek penelitian internasional yang meneliti hubungan antara akses jalan yang buruk dengan
kesehatan http://www.mobilityandhealth.org/case/case_as.php#manggarai.
Informasi kunci untuk memperbaiki (masalah) gizi di daerah pedesaan di Indonesia
1. Makan 3 kali – dengan makanan yang terdiri dari 3 kelompok makanan utama -Energi atau
makanan utama misalnya nasi, keladi, kue, kentang, ubi, jagung, (makanan dari) tepung
terigu, roti atau kentang dengan mentega atau minyak; Protein atau makanan untuk
pertumbuhan misalnya tempe, tahu, ikan, telur, susu, makanan laut dan kacang-kacangan;
Makanan penunjang lainnya – berbagai jenis buah dan sayur
2. Memasukan garam beryodium kedalam makanan
3. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
4. Hanya memberikan ASI (air susu ibu) kepada bayi sampai umur 6 bulan
5. Sejak umur 6 bukan bayi diberikan makanan tambahan yang terdiri dari makanan dari 3
kelompok makanan, dengan masih terus memberikan ASI sampai usia 2 tahun
6. Memberikan imunisasi kepada setiap anak
7. Anak-anak dan wanita hamil harus dating ke puskesmas secara rutin untuk memantau
pertumbuhan (dan perkembangan)
8. Perempuan dan anak-anak harus mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin A, zat
besi dan garam dari puskesmas sesuai dengan yang dianjurkan
Beberapa sumber yang berguna mengenai kesehatan/gizi

http://www.unicef.org/indonesia/health_nutrition.html

Berberapa artikel mengenai kesehatan dan gizi dalam bahasa Indonesia
http://www.hartford-hwp.com/archives/54b/index-ge.html

Artikel rinci mengenai masalah gizi di Indonesia
http://www.gizi.net/download/nutrition%20problem%20in%20Indonesia.pdf

Jaringan gizi Indonesia – dengan banyak artikel dan tulisan-tulisan penuntun)
http://www.gizi.net/eng/index.shtml

Unicef Facts for Life www.unicef.org/ffl

Essential Nutrition Actions (UNICEF) www.basics.org/pdf/ENA.pdf

Untuk lebih banyak informasi mengenai gizi di Negara-negara berkembang lihat links>
Lebih jauh tentang kurang gizi di Indonesia - gizi buruk, kurang darah, kurang yodium, dan kurang
vitamin A
Gizi Kurang – protein – kurang gizi untuk energi
Penyebab
Kurang gizi akut disebabkan oleh tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup atau
makanan yang baik (dari segi kandungan gizi) untuk satu periode tertentu untuk mendapatkan
tambahan kalori dan protein (untuk melawan) muntah dan mencret (muntaber) dan infeksi lainnya.
Gizi kurang kronik disebabkan karena tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup atau
makanan yang baik dalam periode/kurun waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein
dalam jumlah yang cukkup, atau juga disebabkan menderita muntaber atau penyakit kronis lainnya.
Gejala dan akibat
Gizi kurang akut biasanya mudah untuk dideteksi, berat badan anak akan kurang dan kurus - mereka
akan memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan dan meningkatkan resiko
terkena infeksi.
Gizi kurang yang kronik lebih sulit diidentifikasi oleh suatu komunitas – anak akan tumbuh lebih
lambat daripada yang diharapkan – baik dari segi berat badan maupun tinggi badan, dan tidak
kelihatan terlalu kurus, namun pemeriksaan berat dan tinggi badan akan menunjukan bahwa
mereka memiliki berat yang kurang pada grafik pertumbuhan anak - misalnya kerdil. Gizi kurang
kronik dapat mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak dan meningkatkan resiko
terkena infeksi. Perempuan yang kurang makan (kurang gizi??) punya kecenderungan untuk
melahirkan anak dengan berat badan rendah, yang punya resiko lebih besar terkena infeksi
Pencegahan
Makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan protein – termasuk makanan
pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap hari dan makanan yang mengandung protein seperti
daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari kelapa
atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasokan kalori, terutama
pada anak-anak atau remaja yang tidak terlalu suka makan.
Hanya memberikan ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan mengurangi resiko mereka terkena muntah
dan mencret (muntaber) dan menyediakan cukup gizi berimbang. Jika ibu tidak bias atau tidak mau
memberikan ASI, sangat penting bagi bayi untuk mendapatkan susu formula untuk bayi yang dibuat
dengan air bersih yang aman – susu sapi normal tidaklah cukup. Sejak 6 bulan, sebaiknya tetap
diberikan Asi tapi juga berikan 3-6 sendok makan variasu makanan termasuk yang mengandung
protein.
Remaja dan anak2 yang sedang sakit sebaiknya tetap diberikan makanan dan minuman yang cukup.
Kurang gizi juga dapat dicegah secara bertahap dengan mencegah cacingan, infeksi, muntaber
melalui sanitasi yang baik dan perawatan kesehatan, terutama mencegah cacingan.
Angka statistic di Indonesia
Tahun 2004 37% balita (bawah lima tahun/bayi) kekurangan berat badan (28% kekurangan berat
badan sedang dan 9% kekurangan berat badan akut (a llitle beat confused about it) (sumber Susenas
2004). Pemerintah mempunyai program makanan tambahan sehingga perempuan dan anak-anak
yang terdeteksi memiliki berat badan kurang akan diberi makanan tambahan dan saran ketika
mereka dating ke puskesmas untuk memantau pertumbuhan.
Kekurangan zat besi
Penyebab
Tidak cukup mengkonsumsi makanan tinggi zat besi, juga perempuan yang terlalu sering hamil dan
memliki anak, malaria, cacing tambang dan menstruasi meningkatkan resiko kekurangan zat besi
Gejala dan Akibat
Kekurangan zat besi adalah hal yang umum terjadi di dunia dan berbahaya terutama untuk
perempuan hamil - meningkatkan resiko pendarahan dan kematian saat melahirkan. Kekurangan zat
besi dilaporkan sebagai penyebab utama dari 20% kematian ibu dan menyumbang hingga 50% factor
penyebab kematian ibu. Kekurangan zat besi juga mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi
anak-anak, dan membuat orang menjadi malas dan lebih mudah terkena infeksi.
Pencegahan
Makan makanan yang mengandung zat besi – makanan yang kaya (zat besi) misalnya daging, ikan,
telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, kacang tanah, tahu dan tempe. Makanan2 ini juga sangat
penting untuk ibu hamil dan anak sejak usia 6 bulan
Strategi penting lainnya untuk memerangi kekkurangan zat besi adalah dengan mencegah dan
mengobati malaria- terutama pada saat hamil, pendidikan mengenai KB, menganjurkan untuk
menjaga jarak dan mengurangi kehamilan dan pencegahan terhadap cacing di usus dan keteraturan
pengobatan untuk cacingan
Angka statistic di Indonesia
WHO melaporkan bahwa 6.4% perempuan hamil di Indonesoa mengalami kekurangan zat besi pada
tahun 2000. makanan yang kaya akan zat besi biasanya sulit didapat oleh keluarga yang miski, dan
malaria serta cacing juga merupakan masalah di banyak tempat di Indonesia. Di wilayah yang miskin
adalah sesuatu yang biasa jika sebuah keluarga memilki 10 orang anak walau pun program KB sudah
dijalankan. Pemerintah merekomendasikan agar perempuan hamil dan balita harus mendapatkan
suplemen yang mengandung zat besi harian dari puskesmas.
Kekurangan yodium
Penyebab
Tidak mengkonsumsi makanan yang kaya akan yodium dalam jumlah yang cukup
Gejala dan Akibat
Kekurangan yodium pada perempuan hamil dapat menyebabkan kelahiran mati dan meningkatkan
resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah dan pada tingkat kekurangan yang parah
dapat menyebabkan cacat permanent dan bayi lahir dengan tingkat intelegensi dan kemampuan
gerak yang rendah dari biasanya/harusnya. Kekurangan iodium juga menimbulkan kelelahan dan
pembesaran kelenjar tiroid – gondok.
Pencegahan
Makan makanan yang kaya akan kandungan yodium alami seperti ikan, makanan laut dan ganggang
laut dan tanaman yang tumbuh didaerah dengan tanah yang mengandung yodium, garam
beryodium dan suplemen yang mengandung yodium.
Angka statistic di Indonesia
Kekurangan yodium mereupakan masalah di wilayah pedalaman di bagian wilayah yang miskin di
Indonesia, dimana makanan laut mahal atau tidak tersedia, dan tanah miskin kandungan iodium
karena hujan melepaskannya. Garam beriodium tersedia tapi banyak orag lebih memilih garam tidak
beriodium karena harganya lebih murah. WHO melaporkan bahwa masih ada 46% rumah tangga di
Indonesia yang tidak menggunakan garam beriodium dan 10% anak sekolah yang menngalami
kekurangan iodium.
Pemerintah Indonesia merekomendasikan agar semua wanita usia subur (WUS) di daerah yang
kekurangan iodium harus menerima suplemen iodium setiap 6 bulan dari puskesmas
Kekurangan vitamin A
Penyebab
Tidak makan makanan yang kaya akan kandungan vitamin A, hal ini juga dapat diperburuk oleh
infeksi, terutama campak.
Gejala dan Akibat
Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan dan masalah2 mata – xeropthalmia –
dan juga mengurangi ketahanan terhadap infeksi lainnya
Pencegahan
Makan makanan yang mengandung vitamin A - misalnya daun2 hijau, tomat, wortel, mangga, ikan,
hati, telur, jeruk, papaya, labu, kentang dan red palm oil
Angka statistic di Indonesia
Promosi kesehatan Pemerintah menyatakan bahwa kapsul vitamin A harus diterima oleh seorang
perempuan pada 40 hari setelah melahirkan dan setiap 6 bulan untuk setiap anak antara 6 bulan
sampai 5 tahun, dan program ini berhasil dan tahun 1999 WHO melaporkan bahwa 64% balita telah
menerima kapsul vit A dan di tahun 1995 hanya 0.3% anak yang menderita kekurangan vit A.
Fly UP