...

Meninggalkan Shalat

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Meninggalkan Shalat
Meninggalkan Shalat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya pernah mendengar dari seorang Ustadz mengatakan bahwa jika kita meninggalkan sholat
karena udzur misalnya sakit, kita harus menggatikannya diwaktu lain, misalnya jika kita
meninggalkan sholat magrib maka kita harus menggantikannya keesokan harinya di waktu
sholat yang sama,bagaimana pendapat ini Pa Ustadz? Dan bagaimana jika meninggalkan
sampai 3 hari? apakah kita harus melakukkanya sholat magrib tersebut sebanyak tiga kali
diwaktu yang sama? Serta bagaimana niatnya? Terimakasih atas jawaban dari Pa Ustadz.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shalatu wasalamu ‘ala Rasulillahil
karim, Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. waba’du:
Dalam Islam, shalat merupakan salah satu hal prinsip, ia merupakan salah satu dari rukun
Islam yang lima, dimana tidak ada alasan apapun seseorang untuk meninggalkan shalat kecuali
ada udzur syar’I seperti haidl, nifas (bagi kaum perempuan).
Adapun seorang laki-laki, tidak ada udzur sama sekali untuk meninggalkan shalat, artinya tidak
ada alasan sama sekali seorang lelaki muslim untuk sengaja meninggalkan shalat, apapun
kondisinya
,
selama ia masih memiliki kesadaran (tidak hilang akal), baik karena gila, tidur atau pingsan.
Oleh karenanya, jika seseorang ditimpa sakit, dan ia tidak mampu menjalankan shalat
sebagaimana mestinya (memenuhi rukun dan syaratnya), maka ia boleh melakukan shalat
1/4
Meninggalkan Shalat
semampunya. Jika ia tidak mampu shalat dengan berdiri, maka boleh melakukannya dengan d
uduk, jika tidak mampu duduk, boleh dengan berbaring, jika tidak mampu, boleh dengan
terlentang, sampai jika yang ia mampu hanya dengan isyarat, maka ia harus melakukannya
dengan cara itu.
Namun jika sakit yang diderita sampai menyebabkan ia tidak sadar (hilang ingatan), baik
pingsan atau gila misalnya, sampai waktu shalat berlalu, sementara ia masih pingsan atau gila,
maka ia terbebas dari kewajiban. Hal ini yang dimaksud dalam sebuah hadis
sahih
:
ِ‫ ﻭَﻉَﻥ‬،َ‫ ﻉَﻥِ اﻠﻦَّاﺊِﻡِ ﺡَﺕَّﻯ ﻱَﺱْﺕَﻱْﻕِﻅ‬:ٍ‫ﺭُﻑِﻉَ اﻞْﻕَﻝَﻡُ ﻉَﻥْ ﺙَﻝَاﺚَﺓ‬
َ‫ ﻭَﻉَﻥِ اﻞْﻡَﺝْﻥُوﻦِ ﺡَﺕَّﻯ ﻱَﻉْﻕِﻝ‬،َ‫اﻠﺺَّﺏِﻱِّ ﺡَﺕَّﻯ ﻱَﺡْﺕَﻝِﻡ‬
Tiga golongan orang yang tidak akan dicatat (yakni terbebas dari beban kewajiban): orang tidur
sehingga ia bangun, anak kecil sampai ia dewasa, dan orang gila sampai ia waras.
Namun jika orang yang sakit, terus ia pingsan, dan kemudian sadar sementara masih ada
waktu shalat, maka ia wajib menjalankan shalat yang ia ada kesadaran dalam waktunya itu.
Mengqodlo’ shalat
Mengqodlo shalat artinya menjalankan shalat diluar waktu yang ditetapkan. Hal itu dibenarkan
dalam kondisi apabila orang yang bersangkutan lupa atau tertidur. Misalnya seseorang tidur
jam 10 pagi, kemudian bangun jam 16.00, artinya waktu dhuhur sudah lewat, maka ia wajib
mengqodlo waktu shalat dhuhur tersebut di saat bangun. Begitu juga orang yang kelupaan. Ia
melakukannya (mengqodlo) disaat ia ingat atau bangun, bukan hari besoknya, kecuali jika ia
ingatnya di keesokan harinya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:
2/4
Meninggalkan Shalat
ْ‫ »ﻡَﻥ‬:َ‫ ﻕَاﻞَ ﺭَﺱُوﻞُ اﻠﻞَّﻩِ ﺹَﻝَّﻯ اﻠﻠﻪُ ﻉَﻝَﻱْﻩِ ﻭَﺱَﻝَّﻡ‬:َ‫ ﻕَاﻞ‬،ٍ‫ﻉَﻥْ ﺃَﻥَﺱ‬
«‫ﻥَاﻢَ ﻉَﻥْ ﺹَﻝَاﺔٍ ﺃَﻭْ ﻥَﺱِﻱَﻩَﺍ ﻑَﻝْﻱُﺹَﻝِّﻩَﺍ ﺇِﺫَﺍ ﺫَﻙَﺭَﻩَﺍ‬
Rasulullah Saw bersabda: barangsiapa yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia shalat ketika
mengingatnya.
Hadis tersebut secara jelas menyebutkan untuk melakukan shalat bagi orang yang tertidur atau
lupa, atau yang dalam istilah fiqih biasa disebut mengqadlo shalat.
Bagi orang-orang yang dengan sengaja tidak shalat, mungkin disaat mudanya dalam keadaan
tidak sadar agama, kemudian baru sadar disaat ia tua, maka sebagian ulama’ mewajibkan
untuk mengqodlo shalat yang ia pernah tinggalkan itu, jika bertahun-tahun ia tidak shalat, maka
ia mengqodlo shalat dengan sebanyak-banyaknya sampai diperkirakan shalat yang pernah
ditinggalkan itu terpenuhi. Tentu pandangan ini cukup berat untuk dilakukan, meskipun hal itu
sah-sah saja untuk diikuti. Adapun sebagian ulama’, berpendapat tidak ada qadlo shalat bagi
orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat, yang wajib ia lakukan adalah bertaubat dan
beramal shaleh sebanyak-banyaknya. W
Wallahu a’lam.
Wassalamu alaikum wr.wb.
3/4
Meninggalkan Shalat
Imam Sujoko, Lc, MA
4/4
Fly UP