...

tanpa sepengetahuan depkes penderita probable sars

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

tanpa sepengetahuan depkes penderita probable sars
6-07-2016
1/1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Artikel ini diambil dari : www.depkes.go.id
TANPA SEPENGETAHUAN DEPKES PENDERITA PROBABLE SARS MENINGGALKAN INDONESIA
DIPUBLIKASIKAN PADA : SABTU, 19 APRIL 2003 08:28:26, DIBACA : 47.523 KALI
Seorang WNA Inggris yang dinyatakan probable SARS dan dinyatakan sembuh oleh Tim Dokter RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso pada tanggal 17 April 2003,
secara diam-diam telah meninggalkan Indonesia kembali ke Hongkong pada tanggal 18 April 2003 jam 07.50 menggunakan pesawat melalui Bandara Soekarno
Hatta Cengkareng. Kendati dari segi medis telah dinyatakan sembuh, namun yang bersangkutan masih dalam pengawasan Tim Penanggulangan SARS selama
10-14 hari atau yang dikenal dengan home isolation seperti harus tetap menggunakan masker, tidak melakukan kontak dengan masyarakat sekitar dan
sebagainya. Untuk mencegah terjadinya kemungkinan penularan, Departemen Kesehatan telah mengirimkan surat ke Kedutaan Inggris di Jakarta, Departemen of
Health Hongkong dan Maskapai penerbangan yang membawa penumpang probable SARS.
Hal itu dikemukakan Dr. Sjafii Ahmad, MPH Sekretaris Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM dan PL) Depkes dalam jumpa
pers seusai Rapat Tim Penanggulangan SARS tanggal 19 April 2002.
Dr. Sjafii Ahmad menambahkan, dari epidemiologis Tim Penanggulangan SARS telah menelusuri sebanyak 19 kontak selama yang bersangkutan menunjukkan
gejala-gejala SARS sampai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Setelah ditelusuri dari 19 kontak tersebut tidak menunjukkan adanya gejala-gejala
penyakit. Sehingga dengan demikian belum ada penularan kepada orang lain (community transmission). Kemudian dari segi hukum, Tim telah meminta Biro
Hukum dan Organisasi Depkes untuk mengkaji kasus tersebut dengan memperhatikan privacy klien.
Berdasarkan hasil rapat Tim sampai dengan tanggal 19 April jam 11.30 WIB kasus suspect masih tetap 3 (2 kasus diantaranya telah pulang dalam keadaan
sembuh). Probable case sudah pulang dalam keadaan sembuh dan saat ini terdapat 3 kasus yang dilaporkan sedang ditelusuri. Dengan demikian rumah sakit
yang merawat kasus-kasus SARS adalah RS Penyakit Infeksi 2 orang, RSUP Dr. Kariadi Semarang 1 orang dan RSUD Tanjung Pinang 1 orang. Dari 4 orang
yang dirawat 1 orang adalah suspect dan 3 kasus masih sedang ditelusuri.
Menjawab pertanyaan apakah karena mahal sehingga pemeriksaan serologi SARS dilakukan di CDC Atlanta, Prof. Dr. Agus Sarurrachman anggota Tim Pakar
menyebutkan bahwa baru beberapa hari yang lalu ada klarifikasi dari WHO bahwa standar pemeriksaan kasus SARS tidak perlu sampai BSL 3 seperti di CDC
Atlanta, sebelumnya memang WHO mengharuskan dengan BSL 3. Kalau menggunakan BSL 3, memang Indonesia belum mampu. Untuk memindahkan
laboratorium BSL 3 saja diperlukan biaya 3 juta dolar Amerika Serikat. Berdasarkan klarifikasi WHO tersebut, sejak tanggal 16 April telah disusun strategi
pemeriksaan kasus SARS di Indonesia antara lain di Mikrobiologi UI, Lembaga Eijkman, Badan Litbangkes Depkes/ NAMRU Jakarta.
Berita ini disiarkan oleh Bagian Humas Biro Umum dan Humas. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp./fax. 5223002.
1
Fly UP