...

12. memupuk cinta kasih dalam keluarga

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

12. memupuk cinta kasih dalam keluarga
MEMUPUK CINTA KASIH DALAM KELUARGA
WAHYU 2:1-7
“Kehilangan cinta kasih adalah sebuah kehilangan hal paling hakiki dan menentukan di dalam
kekristenan”
Jemaat Efesus adalah jemaat pertama dari 7 Jemaat yang mendapatkan surat dari Tuhan di kitab
Wahyu. Dalam surat ini, Jemaat Efesus dipuji karena sederat hal-hal yang baik: telah banyak
bekerja, berjerih payah, tekun, tetap sabar dan menderita karena nama Tuhan serta tidak mengenal
lelah. Jemaat Efesus adalah jemaat yang aktif. Namun, Jemaat Efesus dicela oleh Tuhan. “Namun
demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. “(Wahyu
2:4) Kata mencela bukan hanya sekedar mengkritik atau memberi masukan. Mencela, berarti
mengecam dengan keras ! Mengapa ? Jemaat Efesus dikecam dengan keras, karena satu hal saja ! ”
...karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
Ada begitu banyak hal yang dipuji, namun satu saja yang hilang, yaitu kasih yang mula-mula, maka
jemaat ini sepertinya sudah kehilangan segalanya. Meninggalkan kasih yang semula, berarti
meninggalkan sesuatu yang paling hakiki dalam kekristenan. Paulus pernah berkata: “Sekalipun aku
mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh
pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi
jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagibagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika
aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.”(I Kor.13:2-3).
Kasih yang semula , Yunaninya:
(protos agape: first love, kasih yang awal) adalah kasih
yang bagitu hangat bahkan menggebu-gebu. Kasih yang membuat jemaat mula-mula dalam Kisah
Para Rasul 2:41-47; 4:32-37 dapat hidup dengan cara yang begitu mengesankan dan berbeda
dengan dunia. Hidup yang ramah tamah, saling berbagi dan mesra. Hidup yang membuat mereka
disukai oleh banyak orang !
Karena meninggalkan kasih yang semula, Jemaat Efesus menjadi dingin, kaku , mekanis dan saling
menghakimi. Tidak ramah dan hangat. Sungguh, tidak mengada-ada atau membesar-besarkan
masalah, jika karena telah meninggalkan kasih mula-mula ini, mereka kemudian dikecam ! Mengapa
? Sebab identitas murid Kristus itu adalah kasih yang dinyatakan dalam keramahtamahan yang
hangat satu dengan yang lain. Tuhan Yesus jauh-jauh hari sudah mengatakan kepada para muridNya:”...semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
mengasihi." ( Yoh.13:35).
Kehilangan kasih, di mata Tuhan adalah kejatuhan yang amat dalam. Tidak ada cara lain untuk
memulihkannya kecuali dengan:Bertobat !! “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah
jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku
akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak
bertobat.” (Wahyu 2:5). Kaki dian adalah lambang gereja. Mengambil kaki dian bermakna bahwa
mereka tidak dianggap gereja lagi.
Kehilangan kasih yang mula-mula, kasih yang penuh dengan kehangatan, bukan hanya bisa terjadi
dalam kehidupan berjemaat atau bergereja. Kahilangan kasih yang mula-mula bisa terjadi dalam
kehidupan keluarga ! Keluarga yang kehilangan kasih adalah keluarga yang satu sama lain tidak
saling bisa berbagi, tidak saling bercerita atau mendengarkan dan tidak saling melayani dengan
hangat. Suasana keluarga menjadi dingin, kaku, saling menghakimi satu dengan yang lain. Ketika
kehilangan kehilangan kasih, maka keramahtamahan dan kehangatan juga menjadi hilang.
Kenyataan bahwa kasih itu bisa hilang menunjukkan bahwa cinta kasih harus dirawat , dipupuk dan
dipelihara, agar terus ada bahkan bertumbuh. Bagaimana memupuk cinta kasih dalam keluarga,
sehingga cintakasih akan terus ada bahkan meluap ? Setelah bertahun-tahun melakukan riset, Dr.
Gary Chapman, seorang konselor pernikahan dan keluarga menyimpulkan bahwa memupuk
cintakasih dalam keluarga sesungguhnya tidaklah susah-susah amat. Ada begitu banyak hal yang
mungkin tampak sederhana dan mudah untuk dilakukan sehingga seseorang dalam keluarga merasa
begitu dicintai atau dikasihi. Dalam bukunya The Five Love Languages, Chapman mengklasifikasikan
lima kelompok ungkapan cinta kasih yang disebutnya sebagai bahasa cinta. Setiap orang mungkin
memiliki bahasa cintanya sendiri yang berbeda satu dengan yang lain.
1. Kata-kata dukungan (Words of Affirmation)
Kata-kata adalah kuasa. Seseorang merasakan dicintai ketika ia diberi kata-kata yang
mendukung, pujian, sapaan yang ramah dan sopan. Firman Tuhan berkata:” Perkataan yang
menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang”
(Ams.16:24). Pada gilirannya, setiap ungkapan kata-kata yang mendukung, memotivasi dan
menghargai, tegur sapa yang ramah dan sopan selalu memberi kesan bagi yang
menerimanya sebagai orang yang begitu dikasihi. Ucapan terimakasih dan komentar yang
positif adalah kata-kata yang luar biasa. Kapan, terakhir memuji angota keluarga ???
2. Momen-momen yang berkesan (Quality Time)
Dalam kehidupan ini, setiap manusia memiliki waktu-waktu dan peristiwa-peristiwa.
Menciptakan peristiwa yang berkesan memberi dampak yang sangat positif. Seseorang
merasa dicintai karena ia menerima hal-hal yang berkesan. Hal-hal yang berkesan tidak
harus bermakna hal-hal yang spektakuler. Perjumpaan, kebersamaan, percakapan yang
berkualitas, tindakan atau aktifitas bersama adalah hal-hal yang membuat kesan. Jalan pagi
bersama, nonton bioskop,nonton bola, ke gereja, makan bersama, mengantar ke sekolah,
memilih sepatu, baju di toko, dll.
3. Menerima hadiah (Receiving Gifts)
Seseorang akan merasa dicintai, kalau ia menerima hadiah-hadiah. Menurut penelitian,
suatu hadiah merupakan ungkapan bahwa seseorang memberi perhatian khusus. Nilai atau
harga tidak selalu menjadi ukuran. Tidak perlu menunggu ada hari istimewa untuk
memberikan hadiah.Memberi bunga misalnya, tidak harus menunggu Valentine’s day ! Bagi
mereka, hadiah merupakan ungkapan rasa cinta baginya . Menerima bunga, menerima
oleh-oleh atau apa saja membuat seseorang merasa begitu diistimewakan.
4. Tindakan melayani (Acts of Service)
Tuhan Yesus menunjukkan cintaNya dengan melayani murid-muridNya dan membasuh kaki
mereka. Seseorang merasakan dicintai, ketika ada orang lain yang bersedia memikul beban
dan tanggung jawabnya bersama. Seseorang merasa dicintai karena ada orang yang hadir
melalui bentuk-bentuk tindakan pelayanan yang ia terima seperti dibuatkan kopi, teh,
dibantu merapikan baju, dibantu merapikan kosmetik di wajah dan lain sebagainya.
5. Sentuhan fisik (Physical Touch)
Sentuhan fisik adalah bahasa cinta kasih. Seseorang merasa dicintai ketika dipeluk, ditepuk
bahunya, dielus punggungnya, dirangkul, dicium, diusap kepalanya atau digandeng
tangannya.
Marilah kita memupuk dan merawat cintakasih di dalam keluarga kita dengan melakukan hal-hal
sesuai dengan bahasa yang diharapkan oleh orang-orang yang kita cintai. Selamat memupuk
cintakasih. AMIN.
Fly UP