...

368 Yohanes Menjelaskan Kitab Wahyu 11Inilah

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

368 Yohanes Menjelaskan Kitab Wahyu 11Inilah
368
Wahyu
Yohanes Menjelaskan Kitab Wahyu
1
wahyua Yesus Kristus. Allah
telah memberikan wahyu ini kepada
Ye s u s s u p a y a d i t u n j u k k a n k e p a d a
hamba-hamba-Nya yang harus segera terjadi. Kristus mengutus malaikat-Nya menyatakan wahyu ini kepada Yohanes,
hamba-Nya. 2Yohanes telah bersaksi tentang segala sesuatu yang dilihatnya.
Inilah kebenaran yang disampaikan oleh
Yesus Kristus kepada Yohanes. Inilah
firman dari Allah. 3Betapa bahagianya
orang yang membacakan firman dari
Allah. Demikian juga mereka yang mendengarkannya serta menuruti yang tertulis di dalamnya. Waktunya sudah dekat.
1Inilah
Firman Yesus kepada Tujuh Jemaat
4Dari Yohanes, kepada ketujuh jemaat di
Propinsi Asia:
Semoga Allah memberikan berkat dan
damai sejahtera kepadamu, yaitu Allah
Yang Ada, Yang sudah Ada, dan Yang
akan Datang; dan ketujuh roh yang ada
di hadapan takhta-Nya; 5dan Yesus Kristus, Saksi yang setia. Yesus yang pertama
bangkit dari kematian. Yesus berkuasa
atas raja-raja bumi ini.
Yesuslah satu-satunya yang mengasihi
kita. Dan hanya Dialah yang telah melepaskan kita dari dosa kita karena darahNya. 6Yesus telah membuat kita menjadi
satu kerajaan. Ia menjadikan kita imam
yang melayani Allah, Bapa-Nya. Bagi Yesuslah kemuliaan dan kuasa sampai
selama-lamanya. Amin!
7 Lihatlah , Yesus datang dengan
awan. Setiap orang akan melihat-Nya.
Orang yang telah menikam-Nya juga
akan melihat-Nya. Semua orang di bumi
a 1:1 wahyu Memberitahukan kebenaran yang
tersembunyi.
ini akan menangisi-Nya. Ya, itu akan
terjadi. Amin!
8Tuhan Allah berkata, “Aku adalah
Alfa dan Omega,b Yang Ada, Yang sudah
Ada, dan Yang akan Datang. Aku adalah
Yang Mahakuasa.”
9 Aku Yohanes, saudara seimanmu.
Kita bersama-sama dalam Kristus. Dan
kita bersama-sama dalam penderitaan,
dalam kerajaan, dan dalam ketekunan di
dalam Yesus. Aku berada di pulau yang
bernama Patmosc karena firman Allah
dan kesaksian tentang Yesus. 10Pada hari
Tuhan, Roh menguasai aku. Aku mendengar suara yang kuat di belakangku
seperti bunyi terompet. 11Suara itu berkata, “Tuliskanlah di dalam sebuah kitab
semua yang telah kaulihat. Kirimkanlah
itu kepada ketujuh jemaat ini: Efesus,
Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”
12Aku berpaling melihat orang yang
berbicara kepadaku. Dan setelah aku
berpaling, aku melihat tujuh kaki pelita
yang terbuat dari emas. 13Aku melihat
seorang di tengah-tengah kaki pelita itu.
Ia seperti “Anak Manusia.” Ia memakai
pakaian yang panjang. Ia memakai ikat
pinggang emas yang melilit di dada-Nya.
14Kepala dan rambut-Nya putih seperti
bulu domba, putih seperti salju. MataNya menyala seperti nyala api. 15KakiNya mengkilap seperti tembaga yang
membara di dalam perapian. Suara-Nya
seperti bunyi desau air bah. 16Ia memegang tujuh bintang di tangan kanan-Nya.
Pedang tajam bermata dua keluar dari
b 1:8
Alfa dan Omega Huruf pertama dan
terakhir dalam abjad Yunani. Maksudnya di
sini: Allah Yang Pertama dan Yang Terakhir.
c 1:9 Patmos Sebuah pulau kecil di Laut
Tengah, dekat pantai Asia, Turki modern.
369
mulut-Nya. Wajah-Nya bersinar-sinar seperti matahari yang terik.
17Ketika aku melihat-Nya, aku terjatuh di depan kaki-Nya seperti orang
mati. Ia meletakkan tangan kanan-Nya
atasku dan berkata, “Jangan takut. Aku
adalah Yang Awal, Yang Akhir, 18 dan
Yang Hidup. Aku telah mati. Namun, lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya. Aku memegang kunci-kunci maut
dan kerajaan maut.a 19Jadi, tuliskanlah
yang telah kaulihat. Tuliskan yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi
sesudah ini. 20Inilah arti tersembunyi
dari ketujuh bintang yang telah kaulihat
di tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki
pelita emas yang kaulihat: Ketujuh bintang itu adalah malaikat dari ketujuh
jemaat, dan ketujuh kaki pelita itu
adalah ketujuh jemaat.”
Surat kepada Jemaat di Efesus
2
1 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Efesus:
Inilah yang dikatakan oleh yang memegang ketujuh bintang di tangan
kanan-Nya dan yang berjalan di antara
ketujuh kaki pelita emas itu.
2Aku tahu semua yang engkau lakukan, baik jerih payahmu maupun kesabaranmu. Aku tahu bahwa engkau
tidak menerima orang jahat. Engkau
telah menguji mereka yang menyebut
dirinya rasul, tetapi sebenarnya
bukan. Engkau tahu bahwa mereka
pendusta. 3 Engkau tetap sabar dan
menderita demi Aku. Dan engkau tidak
mengenal lelah.
4N a m u n , A k u m e n c e l a e n g k a u :
Engkau telah meninggalkan kasih
semula yang engkau miliki. 5Sebab itu,
ingatlah dari mana engkau telah jatuh.
Bertobatlah dan lakukan lagi yang
semula, yang telah engkau lakukan. Jika
engkau tidak bertobat, Aku akan datang
kepadamu. Aku akan mengambil kaki
pelitamu dari tempatnya. 6Ada sesuatu
yang benar yang telah kaulakukan:
Engkau membenci semua perbuatan
a 1:18
kerajaan maut Inilah yang disebut
“Hades” — tempat orang setelah mati.
WAHYU 1:17–2:13
pengikut-pengikut Nikolaus.b Aku juga
membenci yang dilakukannya.
7Siapa yang mendengarnya, haruslah
memperhatikan yang dikatakan Roh 
kepada jemaat-jemaat. Orang yang
menang, kepadanya akan Kuberikan
makan dari pohon kehidupan. Pohon itu
ada di Tamanc Allah.”
Surat kepada Jemaat di Smirna
8 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Smirna:
Inilah yang dikatakan oleh Yang Awal
dan Yang Akhir, dari Dia yang telah mati
dan hidup kembali.
9Aku tahu kesusahanmu. Aku tahu
engkau miskin, tetapi sesungguhnya
engkau kaya. Aku tahu fitnah yang
engkau terima dari mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi sebenarnya bukan. Mereka adalah rumah pertemuan, milik setan. 10Jangan takut terhadap yang akan terjadi padamu. Aku
berkata kepadamu, iblis akan memasukkan beberapa orang dari kamu ke dalam
penjara. Iblis melakukan itu untuk
mengujimu. Kamu akan menderita
selama  hari. Tetaplah setia sampai
mati dan Aku akan memberikan mahkota kehidupan kepadamu.
11Siapa yang mendengarnya, haruslah
memperhatikan yang dikatakan Roh 
kepada jemaat-jemaat. Orang yang
menang tidak akan menderita apa-apa
oleh kematian yang kedua.”
Surat kepada Jemaat di Pergamus
12 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Pergamus:
Inilah yang dikatakan oleh yang
mempunyai pedang yang tajam dan bermata dua.
13Aku tahu di mana engkau tinggal.
Engkau tinggal di tempat setan bertakhta, tetapi engkau berpegang pada
nama-Ku. Engkau tidak menyangkal
imanmu kepada-Ku, juga pada zaman
Antipas. Antipas adalah saksi-Ku yang
b 2:6 Nikolaus Suatu kelompok agama di
Propinsi Asia yang mengikuti ide yang salah.
c 2:7 Taman Inilah yang disebut “Firdaus.”
WAHYU 2:14–3:3
370
setia yang dibunuh di kotamu. Kotamu
adalah tempat tinggal setan.
14 Aku mempunyai beberapa keberatan terhadapmu: Di antaramu ada beberapa orang yang mengikuti ajaran
Bileam. Bileam mengajar Balak membuat orang Israel berdosa. Mereka berdosa dengan memakan makanan yang
dipersembahkan kepada berhala  dan
dengan melakukan percabulan. 15Di antaramu juga ada orang yang mengikuti
ajaran Nikolaus. 16Jadi, bertobatlah! Jika
kamu tidak bertobat, Aku akan datang
kepadamu segera, dan memerangi
mereka dengan pedang yang keluar dari
mulut-Ku.
17Siapa yang mendengarnya, haruslah
memperhatikan yang dikatakan Roh 
kepada jemaat-jemaat.
Aku akan memberikan manna yang
tersembunyi kepada setiap orang yang
menang. Dan Aku akan memberikan
batu putih kepadanya, dan di atas batu
putih itu tertulis nama baru. Tidak ada
seorang pun yang tahu nama baru itu
kecuali orang yang menerimanya.”
Surat kepada Jemaat di Tiatira
18 “Tuliskanlah
ini kepada malaikat
jemaat di Tiatira:
Inilah yang dikatakan oleh Anak Allah,
yang mata-Nya menyala seperti nyala api
dan kaki-Nya mengkilap seperti tembaga.
19Aku tahu semua pekerjaanmu, tentang kasihmu, imanmu, pelayananmu,
dan kesabaranmu. Aku tahu bahwa
engkau bekerja lebih banyak sekarang
daripada sebelumnya. 20Aku mencela
engkau karena engkau membiarkan perempuan yang bernama Izebel melakukan yang dikehendakinya. Izebel mengaku dirinya seorang nabiah,a tetapi ia
menipu hamba-hamba-Ku dengan ajarannya. Izebel menyuruh hamba-hambaKu melakukan percabulan dan memakan
makanan yang telah dipersembahkan
kepada berhala. 21Aku telah memberi
a 2:20 nabiah Izebel adalah nabi palsu. Dia
menyatakan dirinya selaku orang yang
berbicara untuk Allah, tetapi dia tidak pernah
mengatakan kebenaran.
waktu untuk bertobat kepadanya, tetapi
ia tidak mau bertobat dari percabulannya.
22Jadi, Aku akan melemparkanya ke
tempat penderitaan. Dan semua orang
yang berzina  dengan dia akan lebih
menderita. Aku akan melakukan itu sekarang, jika mereka tidak bertobat dari
perbuatan perempuan itu. 23Aku akan
membunuh pengikut-pengikutnya.
Dengan demikian, semua jemaat akan
tahu bahwa Akulah satu-satunya yang
mengetahui pikiran dan hati orang. Dan
Aku akan membalaskan kepadamu
masing-masing menurut perbuatanmu.
24Kamu orang asing di Tiatira tidak
mengikuti ajarannya, tidak mempelajari
yang disebut rahasia setan. Aku berkata
kepadamu: Aku tidak akan menanggungkan sesuatu beban lain kepadamu.
25 Tetaplah berpegang pada yang ada
padamu, sampai Aku datang.
26Aku akan memberikan kuasa kepada
setiap orang yang menang dan melakukan pekerjaan yang Kukehendaki sampai
akhir. Aku akan memberikan kuasa atas
bangsa-bangsa kepada mereka:
27 ‘Ia
akan memerintah mereka dengan
tongkat besi.
Ia akan meremukkan mereka seperti
periuk tanah.’
Mazmur 2:9
28Inilah kuasa yang sama yang Kuterima
dari Bapa-Ku. Aku juga akan memberikan bintang timur kepada mereka.
29Siapa yang mendengarnya, haruslah
memperhatikan yang dikatakan Roh 
kepada jemaat-jemaat.”
Surat kepada Jemaat di Sardis
3
1 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Sardis:
Inilah yang dikatakan oleh yang memiliki ketujuh Roh dan ketujuh bintang itu.
Aku tahu semua pekerjaanmu. Orang
mengatakan engkau hidup, tetapi sesungguhnya engkau mati. 2Bangunlah!
Kuatkanlah mereka yang masih tinggal,
sebelum mereka mati. Aku tidak menemukan pekerjaanmu yang cukup baik
untuk Allah-Ku. 3Karena itu, ingatlah
371
ajaran yang telah engkau terima dan
dengar. Patuhilah itu dan bertobatlah!
Bangunlah, jika tidak, Aku akan datang
kepadamu seperti pencuri datang.
Engkau tidak tahu kapan Aku akan
datang.
4Ada beberapa orang di antara kamu
di Sardis yang tidak mencemarkan dirinya. Mereka akan berjalan bersama Aku.
Mereka akan berpakaian putih karena
mereka layak untuk itu. 5Orang yang
menang, kepadanya akan dipakaikan pakaian putih seperti mereka itu. Aku
tidak akan menghapus namanya dari
Kitab Kehidupan. Aku akan berkata di
hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para
malaikat-Nya bahwa dia kepunyaan-Ku.
6 Siapa yang mendengarnya, haruslah
memperhatikan yang dikatakan Roh
kepada jemaat-jemaat.”
Surat kepada Jemaat di Filadelpia
7 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Filadelfia:
Inilah yang dikatakan oleh Yang
Kudus dan Yang Benar. Dialah yang memegang kunci Daud. Apabila Ia membuka, tidak ada seorang pun yang dapat
menutup. Dan apabila Ia menutup, tidak
ada seorang pun yang dapat membuka.
8Aku tahu semua pekerjaanmu. Aku
telah membuka pintu bagimu. Tidak ada
seorang pun yang dapat menutupnya.
Aku tahu bahwa engkau lemah, tetapi
engkau menuruti firman-Ku. Engkau
tidak menyangkal nama-Ku. 9Dengarlah!
Ada rumah pertemuan  milik setan.
Mereka menyebut dirinya orang Yahudi,
tetapi mereka berdusta, mereka sebenarnya bukan orang Yahudi. Aku akan menyuruh mereka datang dan menyembah
di depan kakimu. Mereka tahu bahwa
Aku mengasihi engkau. 10Engkau telah
menuruti perintah-Ku dengan sabar, jadi
Aku pun akan melindungi engkau terhadap hari kesusahan yang akan datang ke
seluruh dunia. Hari kesusahan itu akan
menguji mereka yang diam di bumi.
11Aku segera datang. Peganglah yang
ada padamu! Tidak ada orang yang akan
mengambil mahkotamu. 12Orang yang
WAHYU 3:4–20
menang akan Kujadikan tiang di dalam
Bait Allah-Ku. Ia tidak akan keluar lagi
dari situ. Aku akan menuliskan nama
Allah-Ku pada orang itu. Aku akan menuliskan nama kota Allah-Ku padanya.
Kota itu adalah Yerusalem baru.a Kota
itu turun dari surga dari Allah-Ku. Aku
juga akan menuliskan nama-Ku yang
baru padanya. 13Siapa yang mendengarnya, haruslah memperhatikan yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
Surat kepada Jemaat di Laodikia
14 “Tuliskanlah ini kepada malaikat
jemaat di Laodikia:
Inilah yang dikatakan oleh Amin! b
Dialah Saksi yang setia dan benar.
Dialah penguasa atas ciptaan Allah.
Inilah yang dikatakannya: 15Aku tahu
semua pekerjaanmu. Engkau tidak
dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas.
16Engkau hanya suam-suam kuku; tidak
dingin atau panas, jadi Aku akan meludahkan engkau dari mulut-Ku. 17Engkau
berkata bahwa engkau kaya. Engkau
menganggap bahwa engkau telah memperkaya dirimu dan tidak kekurangan
apa-apa, tetapi engkau tidak tahu, sesungguhnya engkau melarat, malang,
miskin, buta, dan telanjang. 18Aku menasihatkan supaya engkau membeli
emas dari Aku. Emas itu telah dimurnikan dalam api supaya engkau menjadi
kaya. Aku mengatakan kepadamu: Belilah pakaian yang putih sehingga engkau
dapat menutup ketelanjanganmu yang
memalukan itu. Dan belilah minyak
untuk menggosok matamu supaya
engkau dapat benar-benar melihat.
19 Aku menegur dan menghukum
orang yang Kukasihi. Bersungguh-sungguhlah dan bertobatlah! 20Lihatlah! Aku
berdiri di muka pintu dan mengetok.
Jika ada orang yang mendengar suara-Ku
dan membukakan pintu, Aku akan
masuk ke dalam rumahnya. Aku akan
a 3:12 Yerusalem baru Kota rohani yang
dibangun oleh Allah untuk umat-Nya. b 3:14
Amin Di sini dipakai selaku nama Yesus,
artinya menyetujui sesuatu yang benar.
WAHYU 3:21–5:6
372
makan bersama dia, dan dia akan makan
bersama Aku.
21Orang yang menang akan Kududukkan bersama Aku di atas takhta-Ku. Hal
itu sama seperti Aku juga menang dan
duduk bersama Bapa-Ku di atas takhtaNya. 22Siapa yang mendengarnya, haruslah memperhatikan yang dikatakan Roh
kepada jemaat-jemaat.”
Yohanes Melihat Surga
4
1 Kemudian aku melihat di hadapanku sebuah pintu yang terbuka di
surga. Dan aku mendengar suara seperti
yang berkata kepadaku sebelumnya, bunyinya seperti bunyi terompet. Katanya,
“Naiklah kemari! Aku akan menunjukkan kepadamu yang harus terjadi sesudah ini.” 2Segera Roh menguasai aku.
Di hadapanku ada sebuah takhta surgawi, di atasnya duduk Seseorang. 3Ia
yang duduk di takhta itu tampak seperti
permata yaspis dan permata sardis. Di
sekeliling takhta itu ada pelangi dengan
warna yang gilang-gemilang seperti
zamrud.
4Di sekeliling takhta itu terdapat 
takhta lain, yang di atasnya duduk ke-
tua-tua. Mereka memakai pakaian putih
dan mahkota emas di atas kepalanya.
5 Kilat dan bunyi guruh keluar dari
takhta itu. Tujuh obor menyala di hadapan takhta itu, itulah ketujuh Roh
Allah. 6Dan di hadapan takhta itu ada
juga sesuatu yang tampak seperti lautan
kaca yang jernih seperti kristal.
Di hadapan takhta itu dan pada
setiap sisinya ada empat makhluk hidup
yang penuh dengan mata, di depan dan
di belakang. 7Makhluk hidup pertama
seperti singa. Makhluk hidup kedua seperti lembu jantan. Makhluk hidup
ketiga mempunyai wajah seperti wajah
manusia. Dan makhluk hidup keempat
seperti burung elang yang sedang terbang. 8 Keempat makhluk hidup itu
masing-masing mempunyai enam sayap
yang penuh dengan mata, di sekelilingnya dan bagian dalamnya. Siang dan
malam mereka berkata dengan tiada
henti-hentinya,
“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah,
Yang Mahakuasa,
Yang sudah Ada, Yang Ada, dan Yang
akan Datang.”
9Makhluk-makhluk hidup itu memberikan pujian, hormat, dan ucapan syukur
kepada Dia yang duduk di atas takhta,
yang hidup sampai selama-lamanya.
10Lalu ke- tua-tua itu bersembah di
hadapan Dia yang duduk di atas takhta,
yang hidup sampai selama-lamanya.
Mereka melemparkan mahkotanya ke
hadapan takhta itu sambil berkata,
11“Ya
Tuhan, Allah kami.
Engkau layak menerima pujian,
hormat, dan kuasa.
Engkau telah menciptakan segala
sesuatu.
Semuanya itu telah ada dan telah
diciptakan karena Engkau yang
menghendakinya.”
Yang Layak Membuka Gulungan itu
5
1Kemudian aku melihat sebuah gulungan kitab di tangan kanan Dia
yang duduk di atas takhta itu. Gulungan
itu mempunyai tulisan sebelah dalam
dan sebelah luarnya dimeteraikan
dengan tujuh meterai. 2Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah berkata dengan kuat, “Siapakah yang layak
membuka meterai dan membuka gulungan kitab itu?” 3Tidak ada seorang
pun yang berada di surga, di bumi, atau
di bawah bumi yang dapat membukanya atau melihat sebelah dalamnya.
4Aku menangis dengan amat sedihnya
karena tidak ada seorang pun yang
layak untuk membukanya atau melihat
sebelah dalamnya. 5Lalu seorang dari
tua-tua itu berkata kepadaku, “Jangan
menangis! Singa dari suku Yehuda telah
menang. Ia keturunan Daud. Ia dapat
membuka gulungan kitab itu dan ketujuh meterainya.”
6Kemudian aku melihat Anak Domba
berdiri di antara takhta dan keempat
makhluk hidup itu. Tua-tua itu juga mengelilingi Anak Domba, yang tampaknya seperti yang telah dibunuh. Ia
373
mempunyai tujuh tanduk dan tujuh
mata. Itulah ketujuh Roh Allah yang
diutus ke seluruh dunia. 7Anak Domba
itu datang dan mengambil gulungan
kitab itu dari tangan kanan dari Dia
yang duduk di atas takhta. 8Ia mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk hidup dan ke-  tua-tua itu menyembah di hadapan-Nya. Mereka
masing-masing memegang satu kecapi.a
Mereka juga memegang mangkuk emas
yang penuh dengan kemenyan. Itulah
doa umat Allah. 9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian yang baru
kepada Anak Domba,
“Engkau layak menerima gulungan
kitab itu
dan membuka meterai-meterainya
karena Engkau telah dibunuh;
dan dengan darah-Mu Engkau telah
menebus mereka bagi Allah
dari tiap-tiap suku, bahasa, kaum,
dan bangsa.
10 Engkau telah menjadikan mereka
suatu kerajaan.
Engkau juga menjadikan mereka
imam bagi Allah kita.
Dan mereka akan memerintah di
atas bumi.”
11Kemudian aku melihat dan mendengar suara dari banyak malaikat. Jumlahnya berjuta-juta. Mereka mengelilingi
takhta, keempat makhluk hidup, dan
tua-tua itu. 12Mereka berkata dengan
kuat,
“Segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan
kekuatan
adalah milik Anak Domba yang
sudah dibunuh itu.
Ia layak menerima hormat,
kemuliaan, dan pujian.”
13 Kemudian aku mendengar setiap
makhluk hidup yang ada di surga, di
atas bumi, di bawah bumi, dan di laut,
dan segala sesuatu di semua tempat itu
berkata,
a 5:8 kecapi
Sebuah alat musik yang pakai tali.
WAHYU 5:7–6:8
“Semua pujian, hormat, kemuliaan,
dan kuasa sampai selama-lamanya
adalah bagi-Nya, yang duduk di
atas takhta itu dan bagi Anak
Domba itu.”
14Keempat makhluk hidup itu berkata
“Amin!”  Dan tua-tua itu sujud menyembah.
Anak Domba Membuka Enam Meterai
6
1Kemudian aku melihat Anak Domba
itu membuka meterai yang pertama
dari tujuh meterai. Aku mendengar satu
dari empat makhluk hidup itu berkata
dengan suara seperti bunyi guruh. Katanya, “Mari!” 2Dan aku melihat di hadapanku ada seekor kuda putih, penunggangnya memegang sebuah busur. Kepadanya diberikan sebuah mahkota,
kemudian dia menunggang kuda untuk
merebut kemenangan.
3Anak Domba itu membuka meterai
yang kedua, kemudian aku mendengar
makhluk hidup yang kedua berkata,
“Mari!” 4 Kemudian majulah seekor
kuda lain. Kuda itu berwarna merah.
Kepada penunggang kuda itu diberikan
kuasa untuk mengambil damai sejahtera
dari atas bumi. Kepadanya diberikan
kuasa untuk membuat manusia saling
membunuh. Dan kepadanya diberikan
sebilah pedang yang besar.
5Anak Domba itu membuka meterai
yang ketiga, kemudian aku mendengar
makhluk hidup yang ketiga berkata,
“Mari!” Aku melihat di hadapanku ada
seekor kuda hitam. Penunggang kuda itu
memegang sebuah timbangan di tangannya. 6Kemudian aku mendengar suara
yang keluar dari tengah-tengah keempat
makhluk hidup itu, katanya, “Satu liter
gandum untuk upah sehari, dan tiga
liter jelai untuk upah sehari. Dan janganlah merusak minyak dan anggur.”
7Anak Domba itu membuka meterai
yang keempat, kemudian aku mendengar suara makhluk hidup yang keempat berkata, “Mari!” 8Aku melihat di hadapanku ada seekor kuda berwarna
pucat. Penunggang kuda itu bernama
WAHYU 6:9–7:10
374
Maut, kerajaan maut mengikutinya.
Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat bumi. Kepada mereka diberikan kuasa untuk membunuh orang
dengan pedang, kelaparan, penyakit,
dan binatang-binatang buas di bumi.
9Anak Domba membuka meterai yang
kelima, kemudian aku melihat beberapa
jiwa di bawah mezbah. Mereka adalah
jiwa orang yang telah dibunuh karena
percaya kepada firman Allah dan kebenaran yang telah diterimanya. 10Jiwajiwa itu berkata dengan kuat, “Ya Tuhan
yang kudus dan benar, sampai berapa
lama lagi Engkau akan menghakimi
mereka yang diam di bumi dan menghukum mereka karena kami telah dibunuhnya?” 11Kepada masing-masing jiwa itu
diberikan sehelai pakaian putih. Dan
kepada mereka dikatakan bahwa mereka
harus menunggu sebentar lagi. Masih
ada lagi saudara-saudara mereka yang
akan dibunuh, yang sedang dalam pelayanan kepada Kristus, yang harus dibunuh seperti mereka. Mereka harus menunggu sampai pembunuhan itu selesai.
12 Kemudian aku memperhatikan
Anak Domba itu membuka meterai yang
keenam. Terjadilah gempa bumi yang
kuat. Matahari menjadi hitam seperti
pakaian hitam. Bulan purnama menjadi
merah seperti darah. 13Bintang-bintang
di langit berjatuhan ke atas bumi seperti
buah-buah ara yang jatuh dari pohon ara
karena digoncang angin yang kencang.
14Langit terbelah dan tergulung seperti
gulungan  kitab. Setiap gunung dan
pulau dipindahkan dari tempatnya.
15Kemudian semua orang bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah
batu karang di gunung. Mereka adalah
raja-raja di bumi, para pembesar serta
perwira-perwira,  orang kaya serta
orang berkuasa. Setiap orang, baik
hamba maupun yang bebas, menyembunyikan diri. 16Mereka berkata kepada
gunung-gunung dan batu karang, “Runtuhlah menimpa kami. Sembunyikanlah
kami dari Dia yang duduk di atas takhta
itu. Sembunyikanlah kami dari murka
Anak Domba itu. 17Hari yang besar dari
kemurkaan mereka telah tiba. Tidak seorang pun dapat bertahan.”
Orang yang Dimeteraikan: 144.000
7
1 Setelah kejadian itu aku melihat
empat malaikat berdiri pada keempat
penjuru bumi. Mereka menahan keempat angin bumi sehingga tidak ada lagi
angin yang bertiup di darat, di laut, atau
di pohon-pohon. 2Kemudian aku melihat malaikat lain muncul dari timur.a
Malaikat itu membawa meterai Allah
yang hidup. Malaikat itu berkata dengan
kuat kepada keempat malaikat yang
telah menerima kuasa dari Allah untuk
merusakkan bumi dan laut. 3Katanya,
“Janganlah merusakkan bumi, laut, atau
pohon-pohon sebelum kami memeteraikan umat yang melayani Allah. Kami
harus memeteraikanya pada dahinya.”
4 Kemudian aku mendengar jumlah
mereka yang dimeteraikan itu. Banyaknya ., yang berasal dari semua
suku Israel.
5
6
7
8
Dari suku Yehuda
dari suku Ruben
dari suku Gad
dari suku Asyer
dari suku Naftali
dari suku Manasye
dari suku Simeon
dari suku Lewi
dari suku Isakhar
dari suku Zebulon
dari suku Yusuf
dari suku Benyamin
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
12.000
Kumpulan Besar
9Kemudian aku melihat sejumlah besar
manusia yang tidak terhitung banyaknya.
Mereka berasal dari setiap bangsa, suku,
kaum, dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak
Domba itu. Mereka memakai pakaian
putih dan memegang daun-daun palem.
10Mereka berkata dengan kuat, “Kemenangan bagi Allah kami yang duduk di
atas takhta dan bagi Anak Domba.”
a 7:2
timur Secara harfiah: “Tempat matahari
terbit.”
375
11 Tua-tua 
dan keempat makhluk
hidup itu ada di sana. Semua malaikat
berdiri mengelilingi mereka dan takhta
itu. Para mailakat itu bersujud di hadapan takhta itu dan menyembah Allah.
12Mereka berkata, “Amin! Pujian, kemuliaan, hikmat, syukur, hormat, kuasa,
dan kekuatan bagi Allah kita sampai
selama-lamanya. Amin!”
13Kemudian seorang dari antara tuatua itu bertanya kepadaku, “Siapakah
mereka yang memakai pakaian putih
itu? Dari manakah mereka datang?”
14Aku menjawabnya, “Tuan, engkau
mengetahuinya.”
Dan dia berkata kepadaku, “Merekalah orang yang keluar dari kesusahan
besar. Mereka telah mencuci pakaiannya
dengan darah Anak Domba, dan sekarang pakaian itu bersih dan putih.
15Jadi, mereka berdiri di hadapan takhta
Allah. Mereka beribadat kepada Allah
siang dan malam di Bait-Nya. Dan Dia
yang duduk di atas takhta itu akan melindunginya. 16Mereka tidak akan lapar
dan tidak akan haus lagi. Matahari tidak
akan menyakitinya dan panas terik tidak
akan membakarnya lagi. 17Anak Domba
yang di tengah-tengah takhta itu akan
menggembalakan mereka. Ia akan menuntunnya ke sumber air yang memberikan hidup. Dan Allah akan menghapus
semua air mata dari mata mereka.”
Meterai yang Ketujuh
8
1Anak
Domba itu membuka meterai yang ketujuh. Kemudian sunyi
senyaplah di surga, kira-kira setengah
jam lamanya. 2Dan aku melihat ketujuh malaikat yang berdiri di hadapan
Allah. Kepada mereka diberikan tujuh
terompet.
3 Malaikat lain datang dan berdiri
dekat mezbah. Malaikat itu memegang
sebuah pedupaan yang terbuat dari
emas. Dan kepadanya diberikan banyak
kemenyan untuk dipersembahkan bersama doa semua umat Allah. Malaikat itu
meletakkan persembahannya di atas
mezbah emas di hadapan takhta itu.
4Naiklah asap kemenyan itu dari tangan
WAHYU 7:11–8:13
malaikat ke hadapan Allah. Asap itu naik
bersama doa semua umat Allah. 5Lalu
malaikat itu mengambil pedupaan itu
dan mengisinya dengan api dari mezbah.
Kemudian dia melemparkannya ke bumi,
maka terjadilah guruh dan bunyi lainnya,
disertai halilintar dan gempa bumi.
Ketujuh Malaikat Meniup Terompet
6 Setelah itu ketujuh malaikat yang
memegang ketujuh terompet itu bersiapsiap untuk meniup terompetnya.
7Malaikat pertama meniup terompetnya lalu terjadilah hujan es dan api bercampur darah menimpa bumi. Maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon. Seluruh
rumput-rumputan hijau hangus terbakar.
8Malaikat kedua meniup terompetnya
lalu sesuatu tampaknya seperti gunung
besar yang membakar dengan api, yang
dilemparkan ke dalam laut. Sepertiga
dari laut menjadi darah. 9Dan sepertiga
makhluk hidup di laut mati dan hancurlah sepertiga dari semua kapal.
10Malaikat ketiga meniup terompetnya lalu jatuhlah dari langit sebuah bintang besar yang menyala seperti obor.
Bintang itu jatuh menimpa sepertiga
sungai-sungai dan sumber-sumber air.
11Nama bintang itu Apsintus.a Dan sepertiga dari semua air menjadi pahit.
Banyak orang mati karena meminum air
yang telah menjadi pahit itu.
12Malaikat keempat meniup terompetnya lalu terpukullah sepertiga matahari, sepertiga bulan, dan sepertiga bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap. Sepertiga siang
dan malam hari menjadi gelap.
13 Ketika aku memperhatikan, aku
melihat seekor burung elang terbang di
tengah langit. Aku mendengar burung
elang itu berkata dengan kuat, “Celaka.
Celaka. Celakalah mereka yang diam di
atas bumi karena bunyi terompet yang
akan ditiup oleh ketiga malaikat lain.”
a 8:11 Apsintus Nama sejenis tanaman yang
sangat pahit, dipergunakan di sini untuk
menggambarkan dukacita yang sangat parah.
WAHYU 9:1–10:3
9
376
1Malaikat
kelima meniup terompetnya lalu aku melihat sebuah bintang
yang jatuh dari langit ke atas bumi.
Kepada bintang itu diberikan kunci
lobang jurang maut. 2Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu
naiklah asap dari lobang itu seperti asap
perapian besar. Matahari dan langit
menjadi gelap oleh asap dari lobang itu.
3Lalu belalang keluar dari asap itu ke
bumi. Kepada mereka diberikan kuasa
untuk menyengat seperti kalajengking.
4Kepada mereka telah dikatakan supaya
jangan merusakkan rumput, tumbuhtumbuhan, ataupun pohon-pohon di
bumi. Mereka hanya dapat menyakiti
manusia yang tidak mempunyai meterai
Allah pada dahinya. 5Belalang itu telah
diizinkan untuk menyiksa manusia
selama lima bulan, tetapi mereka tidak
diberi kuasa membunuh manusia. Dan
siksaan yang dirasakan manusia itu seperti siksaan kalajengking apabila menyengat. 6Pada masa itu manusia akan
mencari maut, tetapi mereka tidak akan
menemukannya. Mereka ingin mati,
tetapi maut lari dari mereka.
7 Belalang itu tampak seperti kuda
yang disiapkan untuk berperang. Di atas
kepalanya ada sesuatu yang menyerupai
mahkota emas. Mukanya seperti muka
manusia. 8Rambutnya seperti rambut seorang perempuan. Giginya seperti gigi
singa. 9Dadanya seperti baju zirah. Bunyi
sayapnya seperti bunyi kuda yang banyak
dan kereta-kereta yang lari menuju
perang. 10Ekornya bersengat seperti kalajengking. Di dalam ekornya terdapat
kuasa untuk menyakiti manusia selama
lima bulan. 11Raja yang memerintahnya
adalah malaikat jurang maut. Dalam
bahasa Ibrani namanya “Abadona” dan
dalam bahasa Yunani “Apolion.”
12Bencana yang pertama sudah lewat,
tetapi masih ada lagi dua bencana yang
akan menyusul.
13Malaikat yang keenam meniup terompetnya. Aku mendengar suara keluar
a 9:11 Abadon Di dalam Perjanjian Lama inilah
nama untuk tempat orang-orang mati. Lih.
Ayb. 26:6 dan Mzm. 88:12.
dari keempat tanduk mezbah  emas
yang ada di hadapan Allah. 14Suara itu
berkata kepada malaikat keenam yang
memegang terompet itu, “Lepaskanlah
keempat malaikat yang terikat dekat
Sungai Efrat yang besar itu.” 15Keempat
malaikat itu telah dipersiapkan untuk
jam, hari, bulan, dan tahun. Para malaikat itu dilepaskan untuk membunuh sepertiga umat manusia di bumi. 16Aku
mendengar jumlah tentaranya yang berkuda sebanyak  juta.
17Dalam penglihatanku aku melihat
kuda-kuda dan orang yang menunggangnya. Mereka memakai baju zirah yang
berwarna merah menyala, biru gelap,
dan kuning seperti belerang. Kepala
kuda-kuda itu seperti kepala singa. Dari
mulutnya keluar api, asap, dan belerang.
18Sepertiga umat manusia dibunuh oleh
ketiga malapetaka yang keluar dari
mulut kuda-kuda itu, yaitu api, asap, dan
belerang. 19Kekuatan kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam
ekornya. Ekornya seperti ular yang
mempunyai kepala untuk menggigit dan
menyiksa manusia.
20Manusia lain tidak mati oleh malapetaka itu. Namun, mereka masih tidak
mau bertobat dari perbuatan yang dilakukannya dengan tangannya. Mereka
tidak berhenti menyembah roh-roh jahat
dan berhala-berhala dari emas, perak,
tembaga, batu, dan kayu — berhala yang
tidak dapat melihat, mendengar, atau
berjalan. 21Dan mereka tidak bertobat
dari pembunuhan, maupun dari sihir,
percabulan, dan pencurian.
Malaikat dan Gulungan Kitab Kecil
10
1Kemudian
aku melihat malaikat
lain yang penuh kuasa turun dari
surga. Malaikat itu berselubungkan
awan. Sebuah pelangi mengelilingi kepalanya. Mukanya seperti matahari dan
kakinya seperti tiang api. 2Ia memegang
sebuah gulungan  kitab kecil, yang
telah terbuka di tangannya. Ia menginjakkan kaki kanannya ke atas laut dan
kaki kirinya ke atas bumi. 3Malaikat itu
berkata dengan kuat seperti raungan
377
singa. Setelah malaikat itu berkata, aku
mendengar suara ketujuh guruh.
4 Setelah ketujuh guruh itu selesai
bersuara, aku mulai menuliskannya.
Namun, aku dengar suara dari surga berkata, “Jangan tuliskan yang telah dikatakan oleh ketujuh guruh itu. Rahasiakanlah itu.”
5Kemudian malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi itu
mengangkat tangan kanannya ke langit.
6Malaikat itu bersumpah demi Dia yang
hidup sampai selama-lamanya, yang telah
menciptakan langit beserta segala isinya,
bumi beserta segala isinya, dan laut beserta segala isinya. Malaikat itu berkata,
“Tidak ada lagi penundaan. 7Pada harihari ketika malaikat ketujuh meniup
trompetnya, rencana rahasia Allah akan
selesai. Rencana itu adalah Kabar Baik
yang telah diberitakan Allah kepada
hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi.”
8Kemudian aku mendengar lagi suara
yang sama dari langit. Suara itu berkata
kepadaku, “Pergilah dan ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di
atas bumi.”
9Kemudian aku pergi kepada malaikat
itu meminta kepadanya supaya ia memberikan gulungan kitab kecil itu kepadaku. Malaikat itu berkata kepadaku,
“Ambillah kitab itu dan makanlah. Itu
akan membuat perutmu terasa pahit,
tetapi di dalam mulutmu terasa manis
seperti madu.” 10Lalu aku mengambil
gulungan kitab kecil itu dari tangannya,
dan memakannya. Di dalam mulutku rasanya manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, dalam perutku
rasanya pahit. 11Lalu dikatakan kepadaku, “Engkau harus bernubuat  lagi
tentang banyak bangsa, kaum, bahasa,
dan raja-raja.”
Dua Saksi
11
1Kemudian
diberikan alat pengukur kepadaku seperti tongkat
dan berkata kepadaku, “Pergi dan ukurlah Bait Allah dan mezbah. Hitunglah
mereka yang beribadat di dalamnya,
2tetapi
WAHYU 10:4–11:12
jangan mengukur pelataran Bait
yang di sebelah luar. Abaikanlah itu.
Tempat itu telah diberikan kepada
bangsa-bangsa bukan Yahudi. Mereka
akan menginjak-injak Kota Suci selama
 bulan. 3Aku akan memberi kuasa
kepada dua saksiku. Dan mereka akan
bernubuat  sambil berkabung selama
. hari.”
4Saksi-saksi itu adalah kedua pohon
zaitun dan kedua kaki pelita yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.
5Jika ada orang yang hendak menyakiti
saksi-saksi itu, keluarlah api dari mulut
saksi-saksi itu dan menghanguskan
semua musuh mereka. Setiap orang
yang hendak menyakiti mereka harus
mati dengan cara seperti itu. 6Mereka
mempunyai kuasa menutup langit
supaya hujan tidak turun selama
mereka bernubuat. Mereka berkuasa
untuk mengubah air menjadi darah.
Mereka berkuasa untuk mengirim
segala macam malapetaka ke bumi.
Mereka dapat melakukannya setiap kali
mereka menghendakinya.
7Saat kedua saksi itu telah selesai menyampaikan kesaksiannya, binatang
yang muncul dari jurang maut akan menyerangnya. Binatang itu akan mengalahkan ser ta membunuh mereka.
8Mayat mereka akan tergeletak di atas
jalan raya kota besar. Kota itu secara
kiasan bernama “Sodom dan Mesir.” Di
kota itulah Tuhan telah dibunuh. 9Orang
dari setiap bangsa, suku, bahasa, dan
kaum melihat mayat mereka selama tiga
setengah hari. Mereka itu tidak akan
mengizinkan mayat kedua saksi itu dikubur. 10Mereka yang diam di atas bumi
akan bersukacita karena kematian kedua
saksi itu. Mereka akan berpesta dan
saling mengirim hadiah. Mereka melakukan semua itu karena kedua nabi itu
telah membawa banyak penderitaan
kepada orang yang diam di atas bumi.
11Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan Allah ke dalam
tubuh kedua saksi itu. Mereka bangkit.
Orang yang melihatnya sangat takut.
12Dan mereka itu mendengar suara yang
WAHYU 11:13–12:9
378
kuat dari surga berkata kepada kedua
saksi itu, “Naiklah kemari!” Lalu naiklah
kedua saksi itu ke langit berselubungkan
awan. Musuh-musuhnya menyaksikan
peristiwa itu.
13Pada saat itu terjadilah gempa bumi
yang kuat. Sepersepuluh bagian kota itu
binasa, dan . orang mati karena
gempa bumi itu. Mereka yang tidak mati
sangat takut. Mereka memuliakan Allah
yang di surga.
14Celaka yang kedua sudah berakhir.
Celaka yang ketiga akan segera menyusul.
Terompet yang Ketujuh
15Malaikat yang ketujuh meniup terompetnya lalu terdengarlah suara yang
kuat di surga. Suara itu berkata,
“Pemerintahan atas kerajaan dunia
dipegang oleh Tuhan kita dan
Kristus yang dijanjikan itu.
Ia akan memerintah sampai selamalamanya.”
16Lalu ke- tua-tua yang duduk di
atas takhta di hadapan Allah, sujud dan
menyembah Allah.
17Tua-tua itu berkata,
“Kami mengucap syukur kepada-Mu,
ya Tuhan, Allah Yang Mahakuasa.
Engkaulah yang ada dan yang sudah
ada.
Kami bersyukur karena Engkau telah
menggunakan kuasa-Mu yang
besar dan telah mulai
memerintah.
18 Semua bangsa telah marah,
tetapi inilah saatnya bagi amarahMu.
Inilah saatnya bagi orang mati untuk
dihakimi.
Inilah saatnya memberi upah kepada
hamba-hamba-Mu,
nabi-nabi, dan umat-Mu.
Inilah saatnya untuk memberi upah
kepada hamba-hamba-Mu,
dan kepada umat-Mu, kepada orang
besar dan kecil, yang
menghormati-Mu.
Inilah saatnya membinasakan orang
yang membinasakan bumi.”
19 Maka terbukalah Bait Allah di
surga. Tampaklah Peti Perjanjiana Allah
di dalam Bait-Nya. Lalu terjadilah kilat,
bunyi yang kuat, guruh, gempa bumi,
dan hujan es.
Perempuan dan Ular Besar
12
1 Kemudian tampaklah sebuah
tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dan
bulan ada di bawah kakinya. Kepala perempuan itu memakai sebuah mahkota
terdiri dari  bintang. 2Ia sedang mengandung dan berteriak kesakitan karena
hendak melahirkan.
3Kemudian tampaklah sebuah tanda
yang lain di langit: Seekor ular besar
berwarna merah. Ular besar itu mempunyai tujuh kepala. Pada setiap kepala terdapat sebuah mahkota. Ular besar itu
mempunyai  tanduk. 4Ekor ular besar
itu menyeret sepertiga bintang-bintang
di langit dan melemparkannya ke bumi.
Dan ular besar itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu.
Ular besar itu mau menelan Anak perempuan itu segera sesudah lahir.
5Perempuan itu melahirkan seorang
Anak laki-laki. Anak itu akan menggembalakan semua bangsa dengan tongkat
besi. Anaknya itu diambil dan dibawa
kepada Allah dan takhta-Nya. 6Perempuan itu lari ke padang gurun, ke
tempat yang telah disediakan baginya
oleh Allah. Di tempat itu ia akan dipelihara selama . hari.
7Kemudian terjadilah perang di surga.
Mikhaelb dan para malaikatnya berperang
melawan ular besar itu. Ular besar itu dibantu oleh para malaikatnya. 8Dan ular
besar itu tidak cukup kuat. Ular besar dan
para malaikatnya tidak mendapat tempat
lagi di surga. 9Ular besar itu dilemparkan
ke bawah keluar dari surga. Itulah si ular
tua yang disebut iblis atau setan, yang
a 11:19 Peti Perjanjian Di tempat yang paling
kudus dalam Bait terdapat sebuah peti yang
berisikan Perjanjian yang diberikan Allah
kepada umat-Nya. Lih. Kel. 25:10–22;
1 Raj. 8:1–9; Ibr. 9:4. b 12:7 Mikhael Penghulu
malaikat, lih. Yud. 9.
379
menipu seluruh dunia. Ular besar dan
para malaikatnya dilemparkan ke bumi.
10 Kemudian aku mendengar suara
yang kuat di surga berkata,
“Kemenangan, dan kuasa, dan
Kerajaan Allah,
dan kuasa dari Dia, Kristus yang
dijanjikan itu, telah tiba sekarang.
Pendakwa saudara-saudara kita
seiman telah dilemparkan ke luar.
Dialah yang mendakwa saudarasaudara kita seiman
siang dan malam di hadapan Allah
kita.
11 Saudara-saudara kita mengalahkannya
oleh darah Anak Domba,
dan oleh kesaksian mereka.
Mereka tidak mencintai hidupnya.
Mereka tidak takut akan kematian.
12 Karena itu bersukacitalah, hai surga
dan kamu semuanya yang
tinggal di dalamnya.
Celakalah kamu, hai bumi dan laut
karena iblis telah turun
kepadamu.
Iblis sangat marah karena tahu,
bahwa waktunya sudah singkat.”
13Ular besar itu sadar bahwa ia telah
dilemparkan ke bumi. Oleh sebab itu,
ular itu memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. 14 Dan
kepada perempuan itu diberikan dua
sayap burung elang yang besar supaya ia
terbang ke padang gurun, ke tempat
yang telah dipersiapkan baginya. Di
tempat itu ia dipelihara selama tiga setengah tahun. Tempat itu jauh dari tempat
ular besar. 15Ular itu menyemburkan air
dari mulutnya sebesar sungai ke arah perempuan itu supaya perempuan itu
hanyut, 16tetapi bumi datang menolongnya. Bumi membuka mulutnya dan menelan sungai yang disemburkan ular
besar itu dari mulutnya. 17 Ular itu
sangat marah kepada perempuan itu dan
pergi memerangi anak-anaknya yang
lain, yaitu yang mematuhi hukum Allah,
dan mempunyai kebenaran yang telah
diajarkan Yesus.
18Ular besar itu berdiri di pantai laut.
WAHYU 12:10–13:11
Dua Binatang
13
1Kemudian aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut. Binatang itu mempunyai  tanduk dan
tujuh kepala. Di atas setiap tanduknya
terdapat sebuah mahkota. Pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. 2Binatang
itu mirip dengan macan tutul. Kakinya
seperti kaki beruang. Mulutnya seperti
mulut singa. Ular besar memberikan kekuatan, takhta, dan kuasanya yang besar
kepada binatang itu.
3Satu dari kepala binatang itu tampak
terkena luka yang mematikan, tetapi
luka yang mematikan itu sembuh. Orang
di seluruh dunia heran melihat kejadian
itu dan mereka mengikutinya. 4Mereka
menyembahnya karena memberikan
kuasa kepada binatang itu. Mereka juga
menyembah binatang itu, sambil berkata, “Siapakah yang berkuasa seperti
binatang itu? Dan siapakah yang dapat
melawannya?”
5Binatang itu diperkenankan berbicara
dengan penuh kesombongan dan hujatan.
Binatang itu diperkenankan menggunakan kuasanya selama  bulan. 6Binatang
itu membuka mulutnya menghujat Allah,
nama Allah, dan kediaman Allah, serta
mereka yang diam di surga. 7Binatang itu
diperkenankan berperang melawan umat
Allah dan mengalahkannya. Binatang itu
menerima kuasa atas setiap suku, umat,
bahasa, dan bangsa. 8Semua orang yang
berdiam di atas bumi akan menyembah
binatang itu. Merekalah yang namanya
tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan
Anak Domba sejak dunia diciptakan.
Anak Domba itulah yang telah dibunuh.
9 Setiap orang yang mendengar hal
itu, dengarkanlah ini,
10“Barangsiapa
menjadi tawanan,
akan menjadi tawanan.
Barangsiapa membunuh dengan
pedang,
akan dibunuh dengan pedang.”
Berarti umat Allah harus mempunyai kesabaran dan iman.
11Kemudian aku melihat seekor binatang lain keluar dari bumi. Binatang itu
WAHYU 13:12–14:12
380
mempunyai dua tanduk seperti anak
domba, tetapi berbicara seperti seekor
ular besar. 12Binatang kedua itu berdiri di
depan ular besar dan melaksanakan
semua kuasa atas nama binatang pertama. Binatang kedua menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang lukanya
yang mematikan telah sembuh. 13Binatang kedua mengadakan mukjizat besar,
bahkan menurunkan api dari langit ke
bumi di depan mata semua orang.
14Ia menyesatkan mereka yang diam
di bumi, menyesatkan manusia dengan
mukjizat. Kepadanya diberikan kuasa
untuk melakukannya. Ia melakukan
mukjizat untuk melayani binatang pertama. Binatang kedua menyuruh orang
yang diam di bumi membuat berhala
untuk menghormati binatang pertama.
Binatang itulah yang luka oleh pedang,
tetapi tidak mati. 15Binatang kedua menerima kuasa menghidupkan patung binatang pertama lalu patung binatang pertama dapat berbicara. Patung itu memerintahkan supaya semua orang yang
tidak menyembahnya dibunuh. 16Binatang kedua memaksa semua orang, kecil
atau besar, kaya atau miskin, yang bebas
atau hamba, untuk mempunyai sebuah
tanda pada tangan kanannya atau pada
dahinya. 17Tidak seorang pun yang dapat
membeli atau menjual selain yang mempunyai tanda itu. Tanda itu adalah nama
binatang itu atau bilangan namanya.
18Mereka yang bijaksana dapat menemukan arti bilangan binatang itu. Itu
membutuhkan hikmat. Bilangan itu
nama seseorang, yaitu .
Umat Allah Menyanyikan Nyanyian Baru
14
1 Kemudian
aku melihat Anak
Domba di hadapanku. Ia berdiri
di Bukit Sion bersama . orang.
Di dahi mereka tertulis nama Anak
Domba dan nama Bapa-Nya.
2Kemudian aku mendengar suara dari
surga. Suara itu seperti desau air bah,
dan seperti bunyi guruh yang kuat. Suara
yang kudengar itu seperti bunyi pemain
kecapi yang memetik kecapinya. 3Mereka
menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat
makhluk hidup dan tua-tua  itu. Ada
. orang yang dapat menyanyikan
nyanyian baru, yaitu mereka yang telah
ditebus dari bumi. Tidak ada orang lain
yang dapat mempelajari nyanyian itu.
4 Mereka yang . itulah yang
tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan. Mereka menjaga dirinya
murni. Mereka mengikuti Anak Domba
itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus
dari antara manusia. Merekalah kurban
pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba
itu. 5Dan di dalam mulut mereka tidak
terdapat dusta. Mereka tidak bercela.
Tiga Malaikat
6Kemudian aku melihat malaikat lain
terbang tinggi di langit. Ia membawa
Kabar Baik yang kekal untuk diberitakan kepada manusia di bumi — kepada
setiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum.
7Ia berkata dengan kuat, “Takutlah akan
Allah dan pujilah Dia. Telah tiba saatnya
bagi Allah untuk menghakimi. Sembahlah Allah yang telah menciptakan
langit, bumi, laut, dan semua mata air.”
8Kemudian malaikat kedua menyusul
malaikat pertama dan berkata, “Sudah
binasa. Kota besar Babel sudah binasa.
Kota itu telah membuat semua bangsa
minum anggur kemarahan Allah karena
dosa cabulnya.”
9Kemudian malaikat ketiga menyusul
kedua malaikat pertama dan berkata
dengan kuat, “Orang yang menyembah
binatang dan patungnya, serta menerima tanda pada dahi atau tangannya,
10juga akan minum anggur murka Allah.
Anggur itu disediakan tanpa campuran
dalam mangkuk murka-Nya. Mereka
akan disiksa dengan belerang yang menyala-nyala di depan para malaikat
kudus dan Anak Domba. 11Dan asap api
yang menyiksanya naik ke atas sampai
selama-lamanya. Mereka akan disiksa
siang dan malam tanpa henti-hentinya,
yaitu orang yang menyembah binatang
dan patungnya, serta yang telah menerima tanda namanya.” 12Berarti umat
381
Allah harus sabar. Mereka harus menuruti perintah Allah dan mempertahankan imannya kepada Yesus.
13 Kemudian aku mendengar suara
dari surga. Katanya, “Tuliskanlah ini,
‘Mulai sekarang, betapa bahagianya
orang mati, yang mati dalam Tuhan.’”
Roh  berkata, “Ya. Hal itu benar.
Mereka boleh beristirahat dari kerja kerasnya. Yang telah dilakukannya akan
menyertainya.”
Bumi Dituai
14Aku
melihat ada awan putih di hadapanku. Di atas awan itu duduk seorang yang tampak seperti Anak Manusia. Di atas kepala-Nya terdapat sebuah
mahkota emas. Di tangan-Nya ada sebilah sabit yang tajam. 15Kemudian malaikat lain keluar dari Bait. Malaikat itu
berkata dengan kuat kepada Dia yang
duduk di atas awan, “Ayunkanlah sabitMu. Tuailah karena sudah tiba saatnya
menuai. Tuaian di bumi sudah masak.”
16 Kemudian Dia yang duduk di atas
awan itu mengayunkan sabit-Nya ke atas
bumi. Dan bumi sudah dituai.
17Kemudian malaikat lain keluar dari
Bait di surga. Malaikat itu juga memegang sebilah sabit tajam. 18Dari mezbah
keluar malaikat lain. Malaikat itu berkuasa atas api. Malaikat kedua itu berkata dengan kuat kepada malaikat yang
memegang sabit tajam, katanya, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu. Potonglah buah-buah anggur dari bumi karena
buahnya sudah masak.” 19Kemudian malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas
bumi. Ia memotong buah anggur dari
bumi dan melemparkannya ke dalam
alat pemeras anggur. Alat pemeras
anggur itu ialah murka Allah. 20Buahbuah anggur itu diperas di luar kota.
Darah mengalir dari alat pemeras anggur
itu, tingginya kira-kira dua meter dan
panjangnya  kilometer.
Malaikat dengan Malapetaka Terakhir
15
1 Kemudian aku melihat tanda
lain di langit. Tanda itu besar dan
ajaib. Aku melihat tujuh malaikat
WAHYU 14:13–16:2
dengan tujuh malapetaka. Itulah malapetaka terakhir karena setelah itu berakhirlah murka Allah.
2Aku melihat sesuatu seperti lautan
kaca bercampur api. Semua orang yang
telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya berdiri
di tepi lautan kaca. Mereka memegang
kecapi yang diberikan Allah. 3Mereka
menyanyikan nyanyian Musa, hamba
Allah, dan nyanyian Anak Domba,
“Besar dan ajaib semua pekerjaan-Mu,
ya Tuhan Allah Yang Mahakuasa.
Adil dan benar semua jalan-Mu,
ya Raja segala bangsa.
4 Semua orang akan takut kepada-Mu,
ya Tuhan.
Semua orang akan memuji nama-Mu.
Hanya Engkau yang kudus.
Semua bangsa akan datang dan
menyembah Engkau sebab telah
jelas,
bahwa penghakiman-Mu benar.”
5K e m u d i a n a k u m e l i h a t B a i t —
tempat yang kudus untuk kehadiran
Allah — di surga. Bait itu telah dibuka.
6Dan ketujuh malaikat yang membawa
ketujuh malapetaka itu keluar dari Bait.
Mereka berpakaian lenan putih bersih
dan berkilau-kilauan. Ikat pinggang emas
melilit di dada mereka. 7Kemudian salah
satu dari keempat makhluk hidup memberikan tujuh mangkuk emas kepada ketujuh malaikat itu. Mangkuk itu penuh
berisi murka Allah yang hidup sampai
selama-lamanya. 8Bait itu dipenuhi asap
kemuliaan dan kuasa Allah. Tidak seorang pun dapat memasuki Bait itu sebelum ketujuh malapetaka dari ketujuh
malaikat itu berakhir.
Mangkuk Berisi Murka Allah
16
1Kemudian aku mendengar suara
kuat dari Bait, yang berkata
kepada ketujuh malaikat itu, “Pergilah
dan tumpahkanlah ketujuh mangkuk
yang berisi murka Allah itu ke atas
bumi.”
2 Malaikat yang pertama pergi menumpahkan mangkuknya ke atas bumi
WAHYU 16:3–17:1
382
lalu semua orang yang memakai tanda
dari binatang itu dan yang menyembah
patungnya mengalami bisul yang menyakitkan dan mengerikan.
3Malaikat yang kedua menumpahkan
mangkuknya ke atas laut lalu laut menjadi darah seperti darah orang mati.
Semua yang hidup di laut telah mati.
4Malaikat yang ketiga menumpahkan
mangkuknya ke atas sungai-sungai dan
sumber-sumber air. Dan semuanya menjadi darah. 5Lalu aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata,
“Engkaulah Yang Ada dan Yang sudah
Ada.
Engkaulah Yang Kudus.
Engkau adil di dalam penghakiman
yang telah Engkau lakukan.
6 Mereka telah menumpahkan darah
umat-Mu dan nabi-nabi-Mu.
Sekarang Engkau memberi darah
kepada mereka untuk diminum.
Mereka patut menerimanya.”
7Dan
kata,
aku mendengar mezbah itu ber-
“Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa,
penghakiman-Mu benar dan adil.”
8Malaikat yang keempat menumpahkan mangkuknya ke atas matahari. Dan
matahari diizinkan menghanguskan manusia dengan api 9 sehingga manusia
hangus oleh panas api yang sangat ngeri.
Mereka itu menghujat nama Allah. Allahlah yang berkuasa atas malapetaka
itu, tetapi manusia tidak mau bertobat
untuk memuliakan Allah.
10Malaikat yang kelima menumpahkan mangkuknya ke atas takhta binatang
itu lalu kerajaannya menjadi gelap. Manusia menggigit lidahnya karena kesakitan. 11 Mereka menghujat Allah di
surga karena kesakitan dan karena bisulnya, tetapi mereka tidak mau bertobat
dari perbuatannya.
12Malaikat yang keenam menumpahkan mangkuknya ke atas Sungai Efrat
yang besar itu. Air di sungai itu menjadi
kering untuk mempersiapkan jalan bagi
r a j a - r a j a y a n g d a t a n g d a r i t i m u r.
13Kemudian
aku melihat tiga roh jahat
seperti katak. Ketiga roh jahat itu keluar
dari mulut ular besar, mulut binatang,
dan dari mulut nabi palsu. 14Roh jahat
itu ialah roh setan; mereka dapat mengadakan mukjizat. Mereka pergi menemui raja-raja di seluruh dunia. Mereka
mengumpulkan raja-raja untuk menghadapi peperangan pada hari yang besar,
yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.
15 “Dengarlah! Aku datang seperti
pencuri. Betapa bahagianya orang yang
berjaga-jaga dan yang siap berpakaian.
Dengan demikian, ia tidak berjalan
dengan telanjang dan orang lain tidak
melihat kemaluannya.”
16Kemudian roh jahat itu mengumpulkan raja-raja dunia di suatu tempat.
Tempat itu dalam bahasa Ibrani disebut
“Harmagedon.”
17Malaikat yang ketujuh menumpahkan mangkuknya ke angkasa lalu keluarlah suara yang kuat dari dalam Bait
dari atas takhta itu, katanya, “Sudah selesai.” 18 Lalu terjadilah kilat, bunyi
yang kuat, guruh, dan gempa bumi
yang kuat. Itulah gempa bumi yang
paling kuat, yang pernah terjadi sejak
manusia ada di atas bumi. 19Kota besar
itu terbelah menjadi tiga bagian. Kotakota bangsa-bangsa juga binasa. Allah
tidak lupa menghukum Babel yang
besar itu. Allah memberikan kepadanya
mangkuk yang penuh dengan anggur
murka Allah yang mengerikan. 20Setiap
pulau lenyap dan tidak ditemukan lagi
gunung-gunung. 21Hujan es yang besar
jatuh dari langit menimpa manusia.
Hujan es itu  kilogram beratnya. Manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu. Malapetaka itu sangat
mengerikan.
Perempuan Duduk di atas Binatang
17
1Salah
seorang dari ketujuh malaikat yang mempunyai ketujuh
mangkuk itu datang dan berkata kepadaku, “Datanglah kemari. Aku akan
menunjukkan kepadamu hukuman
yang akan diberikan kepada pelacur
yang terkenal itu. Dialah yang duduk di
383
2Raja-raja
atas banyak air.
di bumi telah
berbuat cabul dengan dia. Orang di
bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”
3Kemudian di dalam roh, malaikat itu
membawa aku ke padang gurun. Di sana
aku melihat seorang perempuan duduk
di atas seekor binatang yang berwarna
merah. Di tubuhnya penuh tertulis
nama penghujat Allah. Binatang itu
mempunyai tujuh kepala dan  tanduk.
4Perempuan itu memakai pakaian ungu
dan merah yang berhiaskan emas, permata, dan mutiara. Ia memegang sebuah
mangkuk emas, yang penuh dengan
semua kekejian dan kenajisan percabulannya. 5Di dahinya tertulis sebuah nama
rahasia, yaitu:
“Babel besar,
ibu para pelacur
dan semua yang jahat di bumi.”
6Aku melihat perempuan itu mabuk
karena darah umat Allah, darah orang
yang mati karena kesaksiannya kepada
Yesus.
Aku sangat heran melihatnya. 7Lalu
malaikat itu berkata kepadaku, “Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan rahasia perempuan itu kepadamu
dan rahasia binatang yang dinaikinya —
binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk  itu. 8Binatang yang telah kaulihat itu dahulu hidup, tetapi sekarang
tidak lagi. Namun, binatang itu akan dihidupkan dari jurang maut dan dibinasakan. Orang di bumi akan heran ketika
melihat binatang itu, karena binatang
itu dahulu hidup, sekarang tidak lagi,
dan akan datang lagi. Nama mereka
tidak pernah tertulis di dalam Kitab Kehidupan sejak dunia diciptakan.
9Engkau memerlukan pikiran yang bijaksana untuk dapat memahaminya. Ketujuh kepala binatang itu ialah tujuh
gunung tempat perempuan itu duduk.
Ketujuh kepala itu ialah tujuh raja.
10 Lima raja di antaranya sudah mati.
Satu sedang memerintah sekarang dan
satu lagi belum datang. Apabila ia
datang, hanya sebentar saja. 11Binatang
WAHYU 17:2–18:2
yang dahulu pernah hidup dan sekarang
tidak lagi, itulah raja kedelapan. Raja kedelapan itu termasuk juga kepada ketujuh raja yang pertama dan dia akan pergi
untuk dibinasakan.
12Ke- tanduk yang telah kaulihat itu
ialah  raja. Mereka belum mulai memerintah, tetapi akan menerima kuasa
untuk memerintah bersama binatang itu
selama satu jam. 13Ke- raja itu mempunyai satu tujuan. Dan mereka akan
memberikan kekuatan dan kuasanya
kepada binatang itu. 14Mereka akan berperang melawan Anak Domba, tetapi
Anak Domba akan mengalahkannya,
karena Dia adalah Tuhan atas semua
tuan dan Raja atas semua raja. Anak
Domba bersama mereka yang dipilih,
dan setia kepada-Nya — merekalah yang
dipanggil-Nya menjadi milik-Nya.”
15Kemudian malaikat itu berkata kepadaku, “Engkau telah melihat air
tempat perempuan pelacur itu duduk.
Air itu ialah orang banyak, suku yang
berbeda-beda, bangsa-bangsa, dan
bahasa-bahasa. 16Ke- tanduk dan binatang yang telah kaulihat itu akan membenci pelacur itu. Mereka akan mengambil semua yang dimilikinya dan meninggalkannya telanjang. Mereka akan
memakan dagingnya dan membakarnya
dengan api. 17Allah menjadikan mereka
untuk melakukan kehendak-Nya.
Mereka sepakat untuk memberikan
kuasa kepada binatang itu untuk memerintah. Mereka akan memerintah sampai
semua perkataan Allah digenapi.
18Perempuan yang telah kaulihat ialah
kota besar, yang memerintah atas rajaraja di bumi.”
Babel Binasa
18
1Kemudian
aku melihat malaikat
lain turun dari surga. Malaikat itu
mempunyai kuasa yang besar. Kemuliaan malaikat itu menerangi bumi.
2Malaikat itu berkata dengan kuat, katanya,
“Sudah binasa.
Kota Babel yang besar sudah binasa.
WAHYU 18:3–16
3
384
Itu telah menjadi tempat kediaman
setan.
Tempat pelarian semua roh jahat,
tempat pelarian semua burung
yang najis,
tempat pelarian binatang yang najis
dan dibenci
karena semua bangsa telah minum
anggur kemarahan Allah karena
dosa cabulnya.
Raja-raja di bumi telah berbuat cabul
dengan dia.
Pedagang-pedagang di bumi telah
menjadi kaya dari
kemakmurannya yang besar itu.”
4Kemudian aku mendengar suara lain
dari surga berkata,
“Hai umat-Ku, keluarlah dari kota itu
supaya kamu jangan ambil bagian
dalam dosanya.
Dengan demikian, kamu tidak turut
mengalami
malapetaka yang diterimanya.
5 Dosa kota itu telah menumpuk
sampai ke langit.
Allah tidak melupakan semua
kejahatan yang dilakukannya.
6 Berikan kepadanya seperti yang
diberikannya kepada orang lain.
Bayarlah kepadanya dua kali lipat
untuk yang dilakukannya.
Sediakan anggur baginya yang dua kali
lebih keras daripada anggur yang
disediakannya untuk orang lain.
7 Berikanlah kepadanya siksaan dan
perkabungan,
sebanyak kemuliaan dan
kemewahan yang telah
dinikmatinya.
Ia berkata dalam hatinya, ‘Akulah
ratu yang duduk di takhtaku.
Aku bukan janda. Aku tidak akan
pernah berkabung.’
8 Semua malapetaka akan datang
kepadanya dalam satu hari:
kematian, perkabungan,
dan kelaparan.
Dan dia akan binasa oleh api
karena Tuhan Allah yang
menghakiminya penuh kuasa.”
9Raja-raja di bumi yang telah berbuat
cabul dan hidup dalam kemewahan
dengan dia akan melihat asap api yang
membakarnya. Lalu mereka akan menangis dan berkabung karena kematiannya.
10Raja-raja itu akan takut terhadap siksaan yang dialami kota besar itu. Mereka
akan berdiri jauh-jauh serta berkata,
“Mengerikan. Betapa mengerikan,
hai kota yang besar,
hai kota Babel yang kuat.
Dalam satu jam saja hukumanmu
sudah datang.”
11 Dan pedagang-pedagang di bumi
akan menangis dan berkabung karena
kota itu. Mereka sedih sebab tidak ada
lagi orang yang membeli barang-barangnya, 12yaitu emas, perak, permata, mutiara, kain lenan halus, kain ungu, kain
sutera, kain kirmizi, berbagai jenis
barang dari kayu yang harum baunya,
dari gading, dari kayu yang mahal, dari
tembaga, besi, dan pualam. 13Mereka
juga menjual kayu manis, rempahrempah, wewangian, mur, kemenyan,
anggur, minyak, tepung halus, gandum,
lembu sapi, domba, kuda, kereta, hamba,
dan bahkan juga jiwa manusia.
14Mereka akan berkata,
“Oh, Babel, semua kesenangan yang
kauinginkan sudah
meninggalkan engkau.
Semua kemewahan dan
keindahanmu telah lenyap.
Semuanya tidak akan ditemukan
lagi.”
15Mereka takut akan siksaan yang dialami oleh kota itu, maka mereka berdiri
jauh-jauh. Mereka telah menjadi kaya
karena menjual barang-barang kepada
kota itu. Mereka menangis dan berkabung, 16mereka berkata,
“Mengerikan! Betapa mengerikan kota
besar itu.
Ia telah berpakaian lenan halus,
memakai kain ungu dan kain
kirmizi.
Ia berhiaskan emas, permata, dan
mutiara.
385
17
Semua kekayaannya telah binasa
dalam satu jam.”
Setiap nakhoda, semua penumpang,
dan anak-anak kapal akan berdiri jauhjauh dari kota itu. Demikian juga semua
orang yang mata pencahariannya di laut
akan berdiri jauh-jauh dari situ.
18Mereka melihat asap api yang membakarnya, mereka berkata, “Tidak pernah
ada kota seperti kota besar itu.”
19Mereka menghamburkan debu ke atas
kepalanya sambil menangis dan berkabung mereka berkata dengan kuat,
“Mengerikan! Betapa mengerikan kota
besar itu.
Semua orang yang mempunyai kapal
di laut telah menjadi kaya karena
kota itu,
tetapi kota itu telah binasa dalam
satu jam.
20 Bersukacitalah karena kebinasaannya,
hai surga.
Bersukacitalah hai umat Allah, rasulrasul, dan nabi-nabi.
Allah telah menghukumnya karena
perbuatannya terhadap kamu.”
21Seorang malaikat yang kuat mengangkat sebuah batu besar. Batu itu sebesar batu pemeras anggur. Malaikat itu
melemparkannya ke laut sambil berkata,
“Demikianlah kota besar Babel akan
dilemparkan ke bawah dengan
kejam.
Kota itu tidak akan ditemukan lagi.
22 Suara pemain kecapi, seruling,
terompet, dan alat musik lainnya
tidak akan terdengar lagi di
dalammu.
Ahli-ahli dalam berbagai bidang tidak
akan ditemukan lagi di dalammu.
Suara penggilingan tidak akan
terdengar lagi di dalammu.
23 Cahaya lampu tidak akan bersinar lagi
di dalammu.
Suara mempelai laki-laki dan
pengantin perempuan tidak akan
terdengar lagi di dalammu.
Pedagang-pedagangmu ialah orang
besar di dunia.
WAHYU 18:17–19:7
Ilmu sihirmu menipu semua bangsa.
24
Dan di dalam kota itu terdapat darah
nabi-nabi, umat Allah,
dan darah semua orang yang
dibunuh di bumi.”
Orang Banyak di Surga Memuji Allah
19
1Setelah itu aku mendengar suara
yang kuat seperti suara orang
banyak di surga, katanya,
“Haleluya!
Keselamatan, kemuliaan, dan kuasa
adalah milik Allah kita.
2 Semua penghakiman-Nya benar dan
adil.
Allah kita telah menghakimi
pelacur besar,
yang merusakkan bumi dengan
percabulannya.
Allah telah membalaskan kematian
hamba-hamba-Nya kepadanya,
yang dibunuh oleh pelacur itu.”
3Mereka
yang di surga juga berkata,
“Haleluya!
Asapnya mengepul sampai selamalamanya.”
4Kemudian ke- tua-tua dan keempat makhluk hidup itu menyembah.
Mereka menyembah Allah yang duduk
di atas takhta itu dan berkata,
“Amin, Haleluya!”
5Kemudian terdengarlah suara dari
takhta, katanya,
“Pujilah Allah kita, hai semua hambaNya.
Pujilah Allah kita, hai kamu yang
menghormati-Nya, baik yang
kecil, maupun yang besar.”
6Lalu aku mendengar suara seperti
desau air bah dan bunyi guruh yang
hebat. Suara itu seperti suara orang
banyak. Mereka berkata,
“Haleluya!
Tuhan Allah kita memerintah.
Dialah Yang Mahakuasa.
7 Marilah kita bersukacita dan
bersorak-sorai.
WAHYU 19:8–20:3
8
386
Marilah kita memuliakan Allah
karena hari perkawinan Anak
Domba telah tiba.
Dan pengantin-Nya telah
mempersiapkan dirinya.
Kepada pengantin-Nya telah
diberikan kain lenan untuk
dipakainya.
Kain lenan itu cemerlang dan
bersih.”
Lenan itu ialah perbuatan benar yang dilakukan umat Allah.
9Kemudian malaikat itu berkata kepadaku, “Tuliskanlah ini, ‘Betapa bahagianya mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.’” Malaikat
itu berkata kepadaku lagi, “Itulah perkataan yang benar dari Allah.”
10Kemudian aku sujud menyembah di
depan kaki malaikat itu, tetapi malaikat
itu berkata kepadaku, “Janganlah berbuat demikian. Aku adalah hamba seperti engkau dan saudara-saudaramu
yang mempunyai kesaksian akan Yesus.
Sembahlah Allah karena kesaksian Yesus
adalah roh nubuat.”
Penunggang Kuda Putih
11Kemudian aku melihat surga terbuka. Di hadapanku ada seekor kuda
putih. Penunggangnya bernama, “Yang
Setia dan Yang Benar” karena Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
12 Mata-Nya seperti nyala api. Di atas
kepala-Nya terdapat banyak mahkota.
Pada-Nya tertulis suatu nama yang tidak
diketahui oleh siapa pun, kecuali Ia sendiri. 13Ia memakai pakaian yang telah
dicelup dalam darah. Nama yang diberikan kepadanya “Firman Allah.”
14Semua tentara surga mengikuti-Nya
dengan menunggang kuda putih.
Mereka memakai kain lenan yang halus
dan putih bersih. 15Sebilah pedang yang
tajam keluar dari mulut Penunggang
kuda itu. Ia akan menggunakan pedang
itu untuk mengalahkan bangsa-bangsa.
Ia akan memerintah mereka dengan
tangan besi. Ia akan memeras anggur
dalam batu pemeras anggur murka
Allah, Yang Mahakuasa. 16Pada pakaian
dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu:
“Raja atas segala raja dan
Tuhan atas segala tuhan.”
17Kemudian aku melihat malaikat berdiri di dalam matahari. Malaikat itu berkata dengan kuat kepada semua burung
yang terbang di langit. Katanya, “Mari
ke sini dan berkumpullah. Marilah ikut
dalam jamuan besar Allah. 18Berkumpullah supaya kamu dapat makan daging
para raja, panglima, dan pemimpin. Berkumpullah untuk memakan daging kuda,
penunggangnya, dan semua orang —
baik yang bebas maupun hamba, baik
yang kecil maupun yang besar.”
19Kemudian aku melihat binatang itu
dan raja-raja di bumi. Tentaranya telah
berkumpul untuk melawan Penunggang
kuda putih itu beserta tentara-Nya.
20Dan binatang itu telah ditangkap dan
juga nabi palsu itu. Nabi palsu itulah
yang telah mengadakan mukjizat untuk
binatang itu. Ia menggunakan mukjizat
untuk menipu orang yang telah menerima tanda dari binatang itu serta menyembah patungnya. Ia dan binatang itu
dilemparkan hidup-hidup ke dalam
lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. 21Para tentara mereka dibunuh
dengan pedang yang keluar dari mulut
Penunggang kuda putih itu. Semua
burung memakan daging mereka sampai
burung itu sangat kenyang.
Kerajaan Seribu Tahun
20
1Aku melihat malaikat turun dari
surga memegang anak kunci
jurang maut. Di tangannya juga ada
sebuah rantai besar. 2Malaikat itu menangkap ular besar, si ular tua itu. Ular
besar itu ialah iblis atau setan. Malaikat
mengikatnya selama . tahun.
3 Malaikat melemparkannya ke dalam
jurang maut dan menutupnya serta memasang meterai di atasnya, jadi ular
tidak dapat menipu bangsa-bangsa
sampai masa . tahun itu berakhir.
Setelah masa itu, ular itu akan dilepaskan untuk sementara.
387
4 Kemudian
aku melihat beberapa
takhta dan orang yang duduk di atasnya.
Mereka menerima kuasa menghakimi.
Aku juga melihat jiwa orang yang telah
dipenggal kepalanya karena mereka bersaksi tentang Yesus dan firman Allah.
Mereka tidak menyembah binatang itu
atau patungnya. Mereka tidak menerima
tanda binatang itu pada dahi atau pada
tangannya. Mereka hidup kembali dan
memerintah bersama Kristus selama
. tahun. 5 Orang mati yang lain
tidak bangkit sebelum masa yang .
tahun itu berakhir. Itulah kebangkitan
pertama. 6Betapa bahagianya dan kudusnya mereka yang turut ambil bagian
dalam kebangkitan pertama itu. Kematian kedua tidak lagi berkuasa atas
mereka. Mereka akan menjadi imam
bagi Allah dan Kristus. Mereka akan memerintah bersama Dia selama .
tahun.
Tipuan Setan
7Apabila masa . tahun itu berakhir, setan akan dilepaskan dari penjaranya. 8Setan akan pergi menipu bangsabangsa di seluruh bumi — Gog dan
Magog. Setan akan mengumpulkan
orang untuk berperang. Jumlah mereka
sama banyaknya dengan pasir di laut.
9Pasukan setan akan pergi ke seluruh
dataran bumi. Mereka akan mengepung
perkemahan umat Allah dan kota yang
dikasihi Allah, tetapi api turun dari
langit dan menghanguskannya. 10Setan
yang telah menipu mereka telah dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang
bersama binatang dan nabi palsu. Di
sana mereka akan disiksa siang dan
malam sampai selama-lamanya.
Orang di Bumi Dihakimi
11Kemudian aku melihat takhta putih
yang besar. Aku melihat yang duduk di
atasnya. Bumi dan langit pergi dari hadapan-Nya dan lenyap. 12Kemudian aku
melihat orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta itu. Kemudian
Kitab Kehidupan dibuka. Kitab-kitab lain
juga dibuka. Mereka dihakimi menurut
WAHYU 20:4–21:8
perbuatannya. Perbuatannya telah tertulis di dalam kitab-kitab itu.
13Laut menyerahkan orang mati yang
ada di dalamnya. Maut dan kerajaan
maut a menyerahkan orang mati yang
ada di dalamnya. Mereka masing-masing
dihakimi menurut perbuatannya.
14Kemudian maut dan kerajaan maut itu
dilemparkan ke dalam lautan api. Itulah
kematian yang kedua. 15Setiap orang
yang namanya tidak tertulis di dalam
Kitab Kehidupan itu akan dilemparkan
ke dalam lautan api.
Yerusalem yang Baru
21
1 Kemudian aku melihat langit
yang baru dan bumi yang baru
sebab langit yang pertama dan bumi
yang pertama tidak ada lagi, laut pun
tidak ada lagi. 2Kemudian aku melihat
kota yang kudus turun dari surga, dari
Allah, itulah Yerusalem yang baru yang
telah dipersiapkan seperti pengantin
yang dihias untuk suaminya.
3Kemudian aku mendengar suara yang
kuat dari langit berkata, “Sekarang
rumah Allah ada di tengah-tengah manusia. Ia akan tinggal bersama mereka.
Mereka akan menjadi umat-Nya dan Dia
sendiri akan menjadi Allah mereka.
4Allah akan menghapus semua air mata
dari mata mereka. Tidak akan ada lagi
maut, perkabungan, ratap tangis, atau kesakitan, semua yang lama tidak ada lagi.”
5Ia yang duduk di atas takhta itu berkata, “Lihatlah! Aku menjadikan segala
sesuatu baru.” Kemudian Dia berkata,
“Tuliskanlah itu karena semua perkataan
itu dapat dipercayai dan benar.”
6Kemudian Dia yang duduk di atas
takhta berkata kepadaku, “Semuanya
telah terjadi. Aku adalah Alfa dan
Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Aku
memberi minum orang yang haus dari
sumber air kehidupan secara cumacuma. 7Orang yang menang akan menerima semuanya itu. Aku akan menjadi
Allahnya dan dia menjadi anak-Ku. 8Dan
a 20:13
kerajaan maut Inilah yang disebut
“Hades” — tempat orang setelah mati.
WAHYU 21:9–22:2
388
orang penakut, yang tidak percaya, yang
c e m a r, p e m b u n u h , o r a n g s u n d a l ,
tukang-tukang sihir,  penyembah berhala, dan semua pendusta akan mendapat tempat di dalam lautan api, yang menyala-nyala disertai belerang. Itulah kematian yang kedua.”
9Kemudian satu dari ketujuh malaikat
yang memegang ketujuh mangkuk yang
penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu datang kepadaku. Malaikat itu
berkata, “Datanglah ke sini. Aku akan
menunjukkan kepadamu pengantin perempuan dan istri Anak Domba itu.”
10Malaikat itu membawa aku di dalam
roh ke atas sebuah gunung yang sangat
besar dan tinggi. Malaikat itu menunjukkan kepadaku kota yang kudus, yaitu Yerusalem. Kota itu turun dari surga, dari
Allah.
11Kota itu penuh dengan kemuliaan
Allah, cemerlang seperti permata yang
sangat mahal seperti permata yaspis.
Kota itu jernih seperti kristal. 12Kota itu
mempunyai tembok yang besar dan
tinggi, mempunyai  pintu gerbang. Di
atas pintu-pintu gerbang itu ada  malaikat. Pada setiap gerbang tertulis nama
ke- suku Israel. 13Tiga pintu gerbang
di sebelah timur, tiga di sebelah utara,
tiga di sebelah selatan, dan tiga gerbang
di sebelah barat. 14 Tembok kota itu
mempunyai  batu dasar. Pada batubatu itu tertulis nama ke- rasul Anak
Domba itu.
15Malaikat yang berbicara dengan aku
memegang tongkat pengukur, yang terbuat dari emas. Malaikat itu memegangnya untuk mengukur kota, pintu-pintu
gerbangnya, dan temboknya. 16Kota itu
berbentuk segi empat. Panjangnya sama
dengan lebarnya. Malaikat itu mengukur
kota dengan tongkatnya. Panjang kota
itu . stadia, a lebarnya .
stadia, dan tingginya . stadia.
17Malaikat juga mengukur tembok itu,
tingginya  hasta. Malaikat menggunakan ukuran yang sama seperti ukuran
a 21:16
12.000 stadia Kira-kira sepanjang
2.400 km.
yang dipakai orang. 18Tembok itu terbuat dari permata yaspis, kota itu terbuat dari emas tulen yang cemerlang semurni kaca.
19Batu dasar tembok kota itu terdiri
dari semua jenis permata yang mahal.
Dasar pertama terdiri dari batu yaspis,
dasar kedua dari batu nilam, dasar ketiga
dari batu mirah, dasar keempat dari batu
zamrud. 20Dasar kelima terdiri dari batu
unam, dasar keenam dari batu sardis,
dasar ketujuh dari batu ratna cempaka,
dasar kedelapan dari batu beril, dasar
ke- dari batu krisolit, dasar ke- dari
batu krisopras, dasar kesebelas dari batu
lazuardi, dan dasar ke- dari batu kecubung. 21Dan ke- pintu gerbang itu terdiri dari  mutiara. Setiap pintu gerbang terbuat dari satu mutiara. Jalanjalan kota itu terbuat dari emas murni
yang cemerlang seperti kaca.
22Aku tidak melihat Bait di dalam
kota itu. Tuhan Allah Yang Mahakuasa
dan Anak Domba itu ialah Bait kota itu.
23Kota itu tidak memerlukan matahari
dan bulan untuk menyinarinya. Kemuliaan Allah meneranginya. Anak Dombalah lampu kota itu. 24 Bangsa-bangsa
akan berjalan dalam cahaya yang diberikan oleh Anak Domba. Raja-raja bumi
akan membawa kemuliaannya kepada
kota itu. 25Pintu-pintu gerbangnya tidak
akan pernah ditutup pada siang hari
sebab tidak ada lagi malam di sana.
26Kemuliaan dan hormat bangsa-bangsa
akan dibawa ke dalam kota itu.
27Sesuatu yang tidak murni tidak akan
masuk ke dalamnya. Orang yang melakukan yang memalukan atau berdusta
juga tidak dapat masuk ke dalamnya.
Hanya orang yang namanya tertulis di
dalam Kitab Kehidupan Anak Domba itu
yang dapat masuk ke dalam kota itu.
1Kemudian malaikat itu menunjukkan sungai air kehidupan kepadaku. Sungai itu jernih seperti kristal.
Sungai itu mengalir dari takhta Allah
dan Anak Domba itu. 2Sungai itu mengalir di tengah-tengah jalan kota. Pohon
Kehidupan terdapat di kedua tepi sungai
itu. Pohon Kehidupan itu berbuah setiap
22
389
bulan,  kali setahun. Daun pohon itu
dipakai untuk menyembuhkan semua
orang.
3 Tidak ada yang terkutuk di dalam
kota itu. Takhta Allah dan Anak Domba
akan ada di dalam kota itu. Hambahamba Allah akan beribadat kepada-Nya.
4 Mereka akan melihat wajah Allah.
Nama Allah akan tertulis pada dahi
mereka. 5 Di kota itu tidak ada lagi
malam hari, mereka tidak memerlukan
cahaya lampu atau cahaya matahari.
Allah akan menjadi terang bagi mereka.
Mereka akan memerintah sebagai raja
sampai selama-lamanya.
6Malaikat itu berkata kepadaku, “Perkataan-perkataan itu benar dan dapat dipercaya. Tuhan adalah Allah dari roh
para nabi. Ia telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hambahamba-Nya yang harus terjadi segera.
7 Dengarlah! Aku datang segera.
Betapa bahagianya orang yang menuruti
perkataan-perkataan nubuat kitab ini.”
8 Aku Yohanes. Akulah yang telah
mendengar dan melihat semuanya itu.
Setelah aku mendengar dan melihatnya,
aku menyembah di depan kaki malaikat,
yang telah menunjukkan semuanya itu
kepadaku. 9Malaikat itu berkata kepadaku, “Jangan lakukan itu. Aku adalah
hamba seperti engkau dan saudaramu
para nabi. Aku adalah hamba seperti
semua orang yang menuruti perkataanperkataan di dalam kitab ini. Engkau
harus menyembah Allah.”
10Kemudian malaikat itu berkata kepadaku, “Jangan merahasiakan perkataan-perkataan nubuat di dalam kitab itu
sebab waktunya sudah dekat. 11Biarkan
orang yang melakukan yang jahat tetap
melakukan yang jahat. Biarkan orang
yang cemar tetap cemar. Biarkan orang
yang melakukan yang benar tetap melakukan yang benar. Biarkan orang yang
kudus tetap kudus.”
WAHYU 22:3–21
12“Dengarlah!
Aku datang segera. Aku
akan membawa upah untuk setiap orang
menurut perbuatannya. 13Aku adalah
Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang
Terakhir, Yang Awal dan Yang Akhir.
14 Betapa bahagianya mereka yang
membasuh pakaiannya sehingga mereka
akan menerima hak untuk makan dari
pohon kehidupan itu. Mereka dapat
masuk melalui pintu-pintu gerbang ke
dalam kota itu. 15Orang yang bersifat seperti anjing, yaitu: tukang-tukang sihir,
orang sundal, pembunuh, penyembah
berhala, dan semua yang mencintai dan
melakukan dusta akan tinggal di luar
kota.
16Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku memberi kesaksian tentang semuanya itu kepada jemaat-jemaat. Aku
keturunan Daud. Aku Bintang Timur
yang cemerlang.”
17Roh dan pengantin perempuan itu
berkata “Marilah!” Orang yang mendengar itu harus juga mengatakan, “Marilah! Jika ada yang haus, hendaklah ia
datang. Jika ia mau, ia dapat menerima
air kehidupan dengan cuma-cuma.”
18Aku bersaksi kepada semua orang
yang mendengar perkataan nubuat kitab
ini, “Jika ada yang menambahkan sesuatu ke dalam perkataan ini, Allah
akan menambahkan malapetaka yang
tertulis di dalam kitab ini kepadanya.
19Dan jika ada yang mengurangkan sesuatu dari perkataan dalam kitab nubuat
ini, Allah akan mengambil bagiannya
dari pohon kehidupan dan dari kota
kudus seperti yang tertulis di dalam
kitab ini.”
20Yesus, yang memberi kesaksian tentang semuanya itu berfirman, “Ya, Aku
datang segera.”
Amin! Datanglah Tuhan Yesus.
21Semoga Tuhan Yesus memberikan
berkat dan menyertai semua orang.
Amin!
Perjanjian Baru:
Versi Mudah Dibaca (VMD)
Hak Cipta © 2005 Bible League International
Bahan yang memiliki Hak Cipta ini boleh dikutip hingga . ayat
tanpa izin tertulis. Namun, batas kutipan tidak terdiri dari sebuah
buku yang komplit atau tidak lebih daripada % isi karangan
yang di dalamnya kutipan itu terdapat.
Catatan Hak Cipta harus tampak pada judul atau halaman Hak
Cipta:
“Dikutip dari PERJANJIAN BARU: VERSI MUDAH DIBACA
© 2005 oleh Bible League International. dan dipakai
dengan izin.”
Bila kutipan dari Versi Mudah Dibaca dipergunakan dalam media
yang tidak diperdagangkan, seperti buletin gerejawi, tata ibadat,
plakat, klise film atau sejenisnya, tidak diperlukan catatan Hak
Cipta, tetapi singkatan VMD harus tampak pada akhir setiap
kutipan.
Kutipan/cetak ulang yang lebih dari . ayat atau lebih % dari
karangan yang di dalamnya kutipan itu terdapat, atau dibutuhkan
izin lainnya, harus ditujukan kepada dan disahkan secara tertulis
oleh Bible League International.
Bible League International
1 Bible League Plaza
Crete, IL 60417, U.S.A
www.bibleleague.org
N-IND-38024: ISBN: 978-1-932438-02-4
N-IND-61271-POD: ISBN: 978-1-62826-127-1
Fly UP