...

Putu Artawan, S.Pd., M.Si - undiksha

by user

on
Category: Documents
4

views

Report

Comments

Transcript

Putu Artawan, S.Pd., M.Si - undiksha
LAPORAN AKHIR
PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA
SOSIALISASI DAN PELATIHAN
PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA DENGAN PDL SYSTEM
GURU-GURU FISIKA SMP KECAMATAN BANJAR
Oleh:
Putu Artawan, S.Pd., M.Si (Ketua)
NIDN: 0020127902
Drs. Iwan Suswandi, M.Si (Anggota)
NIDN: 0008046005
I Ketut Purnamawan, S.Kom.,M.Kom (Anggota)
NIDN: 0011057903
Dibiayai Dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Universitas Pendidikan Ganesha
SPK No:023.4.2.552581/2013 Revisi 2 Tanggal 01 Mei 2013
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2013
1
HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul
: Sosialisasi Dan Pelatihan Perancangan Alat
Praktikum Fisika Dengan PDL System GuruGuru Fisika SMP Kecamatan Banjar.
2. Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap
b. Jenis Kelamin
c. NIDN
d. Disiplin Ilmu
e. Pangkat/Golongan
f. Jabatan
g. Fakultas/Jurusan
h. Alamat
i. Telp/Fax/Email
j. Alamat Rumah
k. Telp/Fax/Email
: Putu Artawan, S.Pd.,M.Si
: Laki-Laki
: 0020127902
: Fisika
: Penata / IIIc
: Lektor
: MIPA / Pendidikan Fisika
: Jalan Udayana Singaraja Bali
: (0362) 25072
: Jalan Udayana II No 51 Seririt Bali
: 0817557266 / [email protected]
3. Jumlah Anggota Pelaksana
: 2 Orang
4. Lokasi Kegiatan
a. Nama Desa
b. Kecamatan
c. Kabupaten
d. Propinsi
: SMP N 1 Banjar
: Banjar
: Banjar
: Buleleng
: Bali
5. Jumlah Biaya Kegiatan
: Rp. 7.500.000,-
6. Lama Kegiatan
: 8 (Bulan)
Mengetahui,
Dekan Fakultas MIPA
Universitas Pendidikan Ganesha,
Singaraja, 5 Nopember 2013
Ketua Pelaksana
Prof. Dr. IB Putu Arnyana, M.Si
NIDN. 0031125821
Putu Artawan,S.Pd.,M.Si
NIDN. 0020127902
Mengetahui:
Ketua LPM Undiksha
Prof. Dr. Ketut Suma, M.S
NIDN. 0001015913
2
KATA PENGANTAR
Syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
karunia-Nya Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) dapat diselesaikan pada
waktunya dengan baik dan lancar. Berkat karunia-Nya juga pelaksanaan program
pengabdian ini dapat terlaksana tanpa ada halangan yang berarti sehingga semua
dapat berjalan dengan baik. Penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) Universitas Pendidikan
Ganesha atas kesempatan dan pendanaan yang diberikan untuk program pengabdian
ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para anggota yang terlibat, UPP
Kecamatan Banjar, SMP N 1 Banjar, Mahasiswa yang terlibat dalam penyiapan
program ini serta guru-guru peserta pengabdian yang tidak dapat disebutkan satu
persatu, atas kerjasama dan fasilitas yang diberikan selama program pengabdian ini
dilaksanakan. Penulis menyadari semua ini tidaklah sempurna, untuk itu penulis
mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama kegiatan pengabdian ini.
Semoga laporan ini bermanfaat dan bisa lebih dikembangkan lagi pada programprogram pengabdian lanjutan berikutnya.
0
DAFTAR ISI
Halaman Sampul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
BAB I Pendahuluan .......................................................................................................... 1
BAB II Metode Pelaksanaan ............................................................................................ 6
BAB III Hasil dan Pembahasan ....................................................................................... 10
BAB IV Penutup ............................................................................................................... 14
Daftar Pustaka
Lampiran
1
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Data Statistik Jumlah Sekolah Di Kabupaten Buleleng .................................. 3
Tabel 2. Jadwal Kegiatan P2M ......................................................................................... 10
Tabel 3. Nilai Rancangan Alat Praktikum Dengan Sistem PDL
Serta Pesan Dan Kesan ....................................................................................... 12
2
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah .................................................................... 6
Gambar 2. Diagram Alir Metode Pelaksanaan Program .............................................. 8
3
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan
dunia
pendidikan
khususnya
dalam
perkembangan
media
pembelajaran semakin mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan dalam bidang
teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran yang dulunya hanya berkutat dengan
sistem konvensional lambat laun kian ditinggalkan dengan sistem yang lebih mengarah pada
pemanfaatan IT. Sistem Pendidikan khusunya dalam hal pengajaran mulai dari tingkat dasar
hingga menengah dan perguruan tinggi semakin hari semakin diperbaiki guna memberikan
sesuatu dalam hal ini materi dengan efektif inovatif dengan tidak mengesampingkan kontent
dari materi yang diajarkan. Bagaimana siswa menjadi lebih termotivasi dan mengenal
perkembangan dunia pendidikan dalam bidang kemajuan iptek menjadi sentuhan tersendiri
terhadap siswa dan pebelajar untuk mengenal lebih jauh aplikasi dari ilmu pengetahuan yang
dipelajari ataupun dari perkembangan ilmu pengetahuan yang sedang trend dewasa ini.
Stakeholder dalam hal ini lingkungan pebelajar juga ingin merasakan sentuhan teknologi
inovasi dalam proses pembelajaran dan perkembangan anak-anaknya. Pembelajaran dengan
sistem CTL telah sedang dikembangkan dengan tujuan agar siswa dan pebelajar terasah
kreativitasnya untuk memanfaatkan segala yang ada disekitarnya untuk menunjang proses
pembelajaran dalam dirinya dan pembelajaran secara keseluruhan. Perkembangan tingkat
kreativitas untuk menunjang proses pembelajaran yang berlangsung semakin ditingkatkan
dengan menggunakan sarana yang ada dan belajar dari alam serta lingkungan tempat mereka
belajar. Hal ini menuntut adanya daya imajinasi dan kreatifitas yang cukup tinggi dari siswa
untuk menunjang proses belajarnya. Di Jepang sistem pembelajaran utamanya pembelajaran
yang lebih bersifat praktikum atau pemahaman yang memerlukan model atau demostrasi kian
dikembangkan salah satunya adalah degan sistem PDL (Personal Desk Laboratory). Sistem
PDL terbukti sangat efektif dan inovatif dalam rangka menunjang proses pembelajaran guna
menjadikan proses pembelajaran sebagai wahana belajar untuk pengembangan diri dan ilmu
yang dipelajari. PDL memberikan ruang yang cukup besar guna perkembangan kreatifitas
dan inovasi siswa dengan memanfaatkan sarana yang ada atau benda-benda yang ada
disekelilingnya untuk dijadikan model yang relefan digunakan sebagai model/praktikum
sesuai materi yang diajarkan pada saat itu. PDL dipandang efektif selain mampu memotivasi
siswa untuk mengembangkan daya pikir dan kreativitasnya, PDL sangat efektif dan efisien
1
dilakukan terutama dalam hal biaya praktikum yang terkesan cukup mahal. Dengan PDL
biaya yang dikeluarkan sangat minim dengan tetap tidak mengurangi proses pembelajaran
yang dimaksud.
a. Analisis Situasi
Secara umum kurikulum berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) sudah
diterapkan di sekolah-sekolah tingkat menengah dan atas. Pemberlakuan kurikulum tersebut
merupakan tantangan tersendiri yang dihadapi para praktisi pendidikan utamanya guru. Guru
berupaya mengkemas pembelajaran dengan efektif dan efisien sehingga tercipta nuansa
proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Guru menyiapkan segala sesuatunya
termasuk perangkat kurikulum serta mencoba untuk menerapkan berbagai model dan strategi
pembelajaran sehingga mampu memenuhi tuntutan kurikulum yang diberlakukan dengan
standar kompetensi dan tujuan yang jelas serta relefan. Dalam mata pelajaran tertentu
misalnya Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) pembelajaran yang dikemas lebih
kompleks karena tuntutan materi yang mesti dikuasai juga semakin kompleks. Ada beberapa
kompetensi yang mesti dipenuhi yaitu diantaranya adalah kompetensi pedagogi yang
didalamnya mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Setiap mata pelajaran tentu
memiliki standar tertentu, dalam hal ini afek psikomotor menjadi analisis evaluasi tertentu
untuk mencerminkan kompetensi yang dimiliki siswa selain aspek konitif dan afektif. Dalam
mata pelajaran MIPA khususnya Fisika yang melibatkan proses praktikum tentu diupayakan
bagaimana mengkemas pembelajaran sehingga siswa mampu lebih cepat memahami materi
yang diberikan dan merasakan motivasi yang tinggi untuk belajar sehingga pembelajaran
menjadi menyenangkan. Dalam proses pembelajaran klasik siswa hanya dituntut bagaimana
bisa menggunakan alat praktikum yang sudah disediakan sesuai dengan materi yang dibahas
saat itu dengan hanya mengikuti prosedur /petunjuk praktiku yang sudah disiapkan. Siswa
hanya mengikuti petunjuk tersebut dan melakukannya, nampak adanya kurang kreatifitas dari
siswa. Dalam sistem CTL siswa dituntut bagaimana merancang alat yang sesuai dengan
materi yang dibahas dengan memanfaatkan alat/sarana yang ada disekitar kita dalam
kehidupan sehari-hari. Disini dituntut adanya kreatifitas dan ide yang cemerlang untuk bisa
mewujudkan model atau alat berupa miniatur yang bisa digunakan untuk praktikum sesuai
dengan materi yang dibelajarkan. Gambaran umum tersebut juga terjadi di sekolah-sekolah
tingkat menengah pertama di Kabupaten Buleleng secara umum. Berdasarkan pemantauan ke
lapangan tepatnya di beberapa sekolah menengah pertama di Kecamatan Banjar, untuk
2
praktikum Fisika masih dilakukan secara konvensional berdasarkan petunjuk praktikum yang
sudah disiapkan. Saat pembelajaran teori guru selalu mengarahkan siswa untuk kreatif dan
memanfaatkan lingkungan sekitar atau kehidupan sehari-hari untuk belajar memahami
konsep yang diajarkan terutama materi yangg memerlukan media untuk dipraktekkan. Tetapi
saat pembelajaran praktikum siswa hanya melakukan praktikum sesuai peralatan yang
tersedia dengan petunjuk praktikum yang sudah disiapkan. Sehingga dengan sistem tersebut
belum tercapainya proses pembelajaran sesuai dengan harapan kekinian yaitu Contextual
Teaching Learning (CTL). Menyikapi fenomena tersebut dan analisis situasi di lapangan
maka dicetuskan suatu ide sebagai sumbangan pemikiran dalam proses pembelajaran
praktikum Fisika yaitu praktikum dengan model PDL yaitu Personal Desk Lab dimana suatu
proses pembelajaran praktikum dimana siswa berupaya memanfaatkan benda atau bahan
yang ada disekitarnya untuk dijadikan bahan atau alat praktikum yang sesuai dengan pokok
bahasan yang dibahas saat pembelajaran berlangsung. Siswa berinteraksi dengan siswa lain
dalam suatu kelompok kemudian guru membantu atau mengarahkan sehingga instrumen yang
dirancang sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan. Pengambilan lokasi
pengabdian di Kecamatan Banjar hanya sebagai sampel dari sebagian besar sekolah yang
tersebar di Kabupaten Buleleng, dan sudah diadakan pengamatan langsung ke lokasi.
Diharapkan hasil pengabdian ini akan berimbas ke sekolah-sekolah lain yang tersebar di
Kabupaten Buleleng. Berikut sebaran jumlah sekolah secara statistik di Kabupaten Buleleng.
TABEL 1. DATA STATISTIK JUMLAH SEKOLAH DI KABUPATEN BULELENG
NO
KECAMATAN
JUMLAH SEKOLAH
SD
SMP
SMA
1
TEJAKULA
48
7
4
2
KUBUTAMBAHAN
46
9
2
3
SAWAN
48
9
3
4
BULELENG
91
19
21
5
SUKASADA
62
9
5
6
BANJAR
60
8
2
7
SERIRIT
54
10
5
8
BUSUNGBIU
46
8
2
9
GEROKGAK
56
11
7
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Buleleng Tahun 2012
3
b. Identifikasi dan Perumusan Masalah
b.1. Rumusan Masalah Program
Berdasarkan analisis potensi dan kondisi empiris diatas, maka permasalahan yang
menjadi perhatian khusus adalah: “ Bagaimana solusi untuk menjadikan proses pembelajaran
praktikum lebih efisien dan efektif dan sejauhmana efektifitas sistem PDL (Personal Desk
Lab) diterapkan dalam praktikum Fisika ”
b.2. Ruang Lingkup Program
Dari paparan analisis situasi dan perumusan masalah diatas, maka program
pengabdian ini difokuskan pada upaya peningkatan keterampilan Guru dalam merancang
instrumen praktikum Fisika dengan sistem PDL (Personal Desk Lab) melalui sosialisasi
program dan pelatihan.
c. Tujuan Kegiatan
Sebagai tujuan utama dari pengabdian ini adalah:
1. Memberikan sosialisasi dan pelatihan terhadap guru Fisika SMP di Kecamatan Banjar
sebagai solusi alternatif terhadap proses pembelajaran praktikum sehingga menjadi
lebih efektif dan efisien.
2. Meyakinkan bahwa dengan sistem PDL (Personal Desk Lab) pembelajaran praktikum
untuk Fisika menjadi lebih efektif.
d. Manfaat Penelitian
Kegiatan pengabdian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Praktisi Pendidikan (Guru dan Dosen serta Laboran)
Memiliki keterampilan khusus dalam pengembangan model pembelajaran khususnya
yang melibatkan proses praktikum, sehinga menjadi lebih efektif dan efisien.
2. Siswa/Mahasiswa
Pembelajaran dengan sistem PDL (Personal Desk Lab) akan dapat merangsang
siswa/mahasiswa untuk lebih kreatif dan mampu mengeksplor dirinya dengan
skill/ketrampilan yang dimiliki khususnya dalam merancang kit praktikum khususnya
dalam pembelajaran praktikum Fisika.
4
3. Lembaga (Perguruan Tinggi/Sekolah Menengah)
Memberikan inspirasi positif dalam pengembangan proses pembelajaran khususnya
pembelajaran praktikum Fisika yangmana bisa dikembangkan untuk mata pelajaran
yang lain.
5
BAB II
METODE PELAKSANAAN
Program Pengabdian ini merupakan program strategis dalam rangka peningkatan
kualitas pendidikan secara umum. UNDIKSHA sebagai lembaga pendidikan pencetak tenaga
pendidik berupaya menjalin kerjasama yang mutualis dan demokratis dalam rangka
menciptakan iklim akademik yang mutualis. Salah satu program sebagai langkah strategis
dalam rangka mengaplikasikan dharma ketiga dari tri dharma perguruan tinggi yaitu dengan
melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan dalam bidang
pendidikan. Program ini dirancang dengan memperhatikan nuansa kebersamaan yang sinergis
antara praktisi pendidikan di UNDIKSHA dengan kalangan birokrasi administrasi dinas
pendidikan Kabupaten Buleleng dan stakeholders sekolah. Program pengabdian ini
dilaksanakan dibagi menjadi dua tahap yaitu sosialisasi dan pelatihan serta evaluasi, yang
secara terinci dipaparkan pada jadwal pelaksanaan program.
a. Kerangka Pemecahan Masalah
Berikut disajikan bagan kerangka pemecahan masalah berdasarkan rasional analisis
situasi dan tujuan yang ingin dicapai dalm pelaksanaan program pengabdian ini.
Analisis Situasi
Kondisi Riil
Proses Belajar Mengajar
Tujuan Pendidikan
Nasional
Sarana
Kurikulum
SDM
Kualitas Proses
dan
Hasil
Alternatif Solusi
Stakeholders
Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah
6
Dari bagan tersebut diatas dapat dijelaskan kerangka pemecahan masalah dalam
program pengabdian ini adalah: beranjak dari analisis situasi riil yang terjadi di lapangan
bahwa secara umum guru-guru dalam proses pembelajaran utamanya pembelajaran yang
melibatkan praktikum cenderung masih tradisional. Kurikulum yang sudah dipaparkan
berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang dicanangkan hanya sebatas sebagai wacana
dalam pencapaian kualitas proses dan hasil belajar yang optimal. Namun kenyataannya
proses belajar mengajar yang terjadi belum menyentuh ke pembelajaran inovatif yang
berbasiskan CTL (Contextual Teaching Learning). Walaupun sarana yang ada sudah mulai
memadai namun diperlukan biaya yang cukup tinggi untuk pemenuhannya. Diperlukan
sumber daya manusia yang cerdas dan stakeholder sekolah yang peduli terhadap
perkembangan proses pembelajaran yang terjadi. Sehingga sangat diperlukan adanya solusi
alternatif sebagai solusi cerdas yang bisa mengakomodir semua kepentingan tersebut. Salah
satu solusi alternatif sebagai solusi pemecahan masalah yang dianggap urgen dewasa ini
adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan dengan mengadopsi sistem pembelajaran
di luar negeri khususnya Jepang yaitu dengan sistem PDL pada mata pelajaran praktikum
Fisika. Secara umum program ini senantiasa selalu memperhatikan visi dan misi pendidikan
nasional yang bermuara pada kurikulum yang diberlakukan dengan tujuan peningkatan
kualitas proses dan hasil pendidikan di Indonesia. Sehingga alternatif pemecahan masalah ini
dianggap sebagai salah satu solusi cerdas dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.
b. Metode Pelaksanaan Kegiatan
Program pengabdian ini dirancang sebagai bentuk antisipasi dari berbagai
permasalahan di bidang pendidikan yang menyangkut keterampilan guru dalam inovasi dan
strategi pembelajaran serta kesiapannya dalam menghadapi perubahan kurikulum serta
perkembangan teknologi yang begitu pesat dalam rangka pencapaian mutu pendidikan
nasional. Dari rasional tersebut, program ini dilaksanakan dengan pelayanan yang benarbenar dapat dirasakan terhadap guru yang berimbas kepada siswa dan pihak sekolah, serta
diberi perhatian dan tanggungjawab yang tinggi.
Berikut disajikan bagan Metoda Pelaksanaan Program sosialisasi dan pelatihan PDL guru
Fisika di Kecamatan Banjar:
7
DIAGRAM ALIR METODE PELAKSANAAN PROGRAM
SOSIALISASI PROGRAM P2M
TEORI DAN DEMONSTRASI PDL
RANCANGAN PROGRAM
AKTUALISASI RANCANGAN
MONITORING & EVALUASI
Gambar 2. Diagram Alir Metode Pelaksanaan Program
Kegiatan pengabdian ini secara garis besar dibagi menjadi dua tahap yaitu:
Tahap pertama kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi tentang
program P2M yang akan dilaksanakan kemudian sosialisasi tentang PDL (Personal Desk
Lab).
Tahap kedua adalah pelatihan bagaimana merancang instrumen praktikum dengan model
PDL (Personal Desk Lab). Pada tahap ini dipersiapkan beberapa perangkat/instrument
praktikum untuk dijadikan sebagai referensi dalam perancangan instrument praktikum
dengan sistem PDL. Untuk tahap awal dibatasi pada alat/instrumen pokok bahasan Mekanika.
Selanjutnya untuk dikembangkan ke pokok bahasan yang lain seperti: Optik, Elektronika,
Geofisika, Kalor dan pokok bahasan lain yang relefan.
Setelah kegiatan pengabdian berlangsung kemudian diimplemantasikan ke dalam proses
belajar mengajar dan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Wawancara juga dilakukan kepada perwakilan guru disamping penyebaran angket untuk diisi
bagaimana kesan atau manfaat yang diperoleh melalui program pengabdian ini. Kemudian
pada tahap akhir saat implementasi program pada proses belajar mengajar (praktikum)
dilakukan observasi dan evaluasi untuk dianalisis sejauhmana efektivitas instrument yang
dihasilkan dengan sistem PDL dalam menunjang proses belajar mengajar Fisika.
8
c. Rancangan Evaluasi
Rancangan Evaluasi pada program pengabdian ini sebagai berikut:
1. Rancangan yang disusun guru dan aktualisasi rancangan dinilai untuk mengetahui
tingkat pemahaman dan kreatifitas inovatif guru dalam merancang instrumen
praktikum. Kriteria penilaiannya dapat ditentukan dengan format sebagai berikut:
0 – 50
: Kategori Kurang
Rancangan dan Aktualisasi program masih jauh dari sempurna
51 – 69
: Kategori Cukup
Rancangan dan aktualisasi program mendekati sempurna
70 – 85
: Kategori Baik
Rancangan dan aktualisasi program sempurna
86 – 100
: Kategori Sangat Baik
Rancangan dan aktualisasi program sangat sempurna
2. Wawancara dan angket kuisioner. Untuk mengetahui respon guru dalam mengikuti
pelatihan.
3. Monitoring dan Evaluasi. Dilakukan saat implementasi program di kelas, saat
pembelajaran praktikum berlangsung.
9
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Program pengabdian ini secara menyeluruh dilaksanakan selama 8 bulan (April s/d
Nopember 2013) mulai dari tahap analisis situasi hingga pelaporan kegiatan P2M. Secara
rinci jadwal kegiatannya disajikan pada tabel berikut:
TABEL 2. JADWAL KEGIATAN P2M
No
1
Jenis Aktivitas Program
Identifikasi
dan
Analisis
Situasi
2
Alur Adiministrasi Birokrasi
3
Penyusunan
Bulan / Tahun 2013
April – Mei
Agst – Sept
Okt - Nop


Rancangan
Program
4
Juni – Juli
Persiapan dan Sosialisasi
Program P2M



5
Pelaksanaan Kegiatan
6
Monitoring dan Evaluasi

7
Penyusunan Laporan

Sasaran antara dalam kegiatan pengabdian ini adalah guru Fisika sekolah menengah
pertama di Kecamatan Banjar. Sasaran antara ini cukup produktif dalam upaya
pengembangan inovasi dan strategi pembelajaran khususnya pembelajaran praktikum Fisika
dan diharapkan berimbas terhadap pembelajaran lain yang relefan.
Pada saat pelaksanaan kegiatan, kegiatan pengabdian secara garis besar dibagi menjadi tiga
tahap yaitu: Tahap Sosialisasi, Tahap Pelatihan dan Tahap Implementasi serta Monitoring.
Secara lebih rinci dipaparkan sebagai berikut:
10
Tahap Pertama
Kegiatan sosialisasi tentang program P2M yang akan dilaksanakan kemudian sosialisasi
tentang PDL (Personal Desk Lab). Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 15 orang,
karena ada beberapa guru yang sedianya hadir namun berhalangan untuk hadir karena dalam
waktu yang bersamaan ada kegaiatan sosialisasi tentang Kurikulum 2013.
Tahap Kedua
Pelatihan merancang instrumen praktikum dengan model PDL(Personal Desk Lab).
Pada tahap ini dipersiapkan beberapa perangkat / instrument praktikum untuk dijadikan
sebagai referensi dalam perancangan instrument praktikum dengan system PDL. Untuk tahap
awal dibatasi pada alat/instrumen pokok bahasan Mekanika.
Peserta diberikan form isian untuk merancang secara teori tetang ide mereka terkait tema atau
topik pokok bahasan Fisika yang diajarkan. Rancangan ini dibahas untuk mengklarifikasi
rancangan yang dimaksud apakah nantinya bisa dirancang dalam bentuk alat sederhana yang
bahan dan alatnya ada disekitar kita dengan biaya yang relatif murah. Rancangan tersebut
nantinya diimplementasikan saat pembelajaran berlangsung.
Tahap Ketiga
Implementasi program pada proses belajar mengajar (praktikum). Dilakukan observasi dan
evaluasi untuk dianalisis sejauhmana efektivitas instrument yang dihasilkan dengan sistem
PDL dalam menunjang proses belajar mengajar Fisika.
Hasil instrumen yang dirancang Guru selanjutnya dievaluasi untuk dikatagorikan apakah
rancangan yang dibuat sesuai dengan konsep PDL atau belum.
Hasilnya, sesuai dengan kriteria penilaian yang dipaparkan pada bagian metode Rancangan
yang disusun guru dan aktualisasi rancangan dalam proses pembelajaran memiliki kategori
Baik (berada pada rentang nilai 70 – 85) dengan nilai rata-rata 83 artinya Rancangan dan
aktualisasi program sempurna. Diambil 5 rancangan untuk dijadikan sampel penilaian dalam
kegiatan pengabdian ini. Berikut disajikan Tabel Nilai Rancangan Alat Praktikum dan Kesan
dan Pesan dari Peserta P2M.
11
Tabel 3. Nilai Rancangan Alat Praktikum dengan Sistem PDL serta Pesan dan Kesan
No
1
Topik
Getaran
Nilai
82
Pesan dan Kesan
Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam
membantu merancang media/alat dalam
pembelajaran materi Fisika. Kegiatan ini
sebaiknya dilaksanakan secara
berkelanjutan
2
Tekanan Hidrostatis
83
Program ini sangat bagus untuk
mengimbaskan pembelajaran yang inovatif
ke guru-guru sehingga kami mendapat
pengetahuan baru. Mohon diteruskan.
3
Gerak Lurus
82
Bagus untuk pembelajaran IPA yang
kontekstual yaitu pemahaman konsep
dengan alat yang ada di alam.
4
Hukum Pascal
85
Dengan PDL System
pembelajaran/praktikum fisika menjadi
lebih menyenangkan dan konsep yang
disampaikan mudah dipahami.
5
Tumbukan
84
Model PDL sangat perlu untuk diterapkan
dan dikembangkan
Kategori ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kreatifitas inovatif guru
dalam merancang instrumen praktikum. Dari rancangan yang sudah diimplementasikan
nampaknya rancangan yang disusun guru masih terbatas pada tema yang diberikan saat
sosialisasi belum adanya pengembangan rancangan ke tema yang lain. Hal ini sangatlah perlu
medapat perhatian yang sekaligus sebagai motivasi inspirasi untuk para guru dan juga siswa
sehingga terbuka wawasan dan pikiran mereka untuk merancang alat praktikum dengan
sistem PDL ini dengan tema atau topik pokok bahasan yang lainnya.
Tahap Keempat (Terkakhir)
Dilakukan wawancara kepada perwakilan guru disamping penyebaran angket untuk diisi
bagaimana kesan atau manfaat yang diperoleh melalui program pengabdian ini. Secara umum
dari hasil wawancara terhadap guru peserta pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan
12
sejenis seperti ini dalam hal pengimbasan program pendidikan (sosialiasasi model, media
instrumen pembelajaran dan sebagainya) ataupun sosialisasi terkait program pendidikan
memang sangatlah diperlukan dalam rangka membuka wawasan berpikir guru dalam praktek
di lapanagan utamanya dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Guru menjadi lebih
bersemangat dan percaya diri dalam melaksanakan tugasnya karena kaya akan informasi dan
wawasan yang tentunya akan sangat berefek positif terhadap kemajuan siswa dalam
memahami konsep dan juga situasi proses belajar mengajar yang berada dalam kategori
nuansa yang
kondusif. Sehingga harapan besar dari peserta pengabdian ini, untuk
menjadikan program pengabdian seperti ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan.
13
BAB IV
PENUTUP
a. Simpulan
Adapun simpulan yang dapat diuraikan pada laporan ini antara lain:
1. Program P2M dengan judul “Sosialisasi dan Pelatihan Perancangan Alat Praktikum
Fisika dengan PDL System Guru-Guru Fisika SMP Kecamatan Banjar” dapat
terlaksana dengan baik.
2. PDL (Personal Desk Lab) merupakan serangkaian alat elektronik yang digunakan
untuk menyederhanakan metode praktikum dengan menggunakan peralatan yang lebih
kecil dan murah dari biasanya. Program P2M dengan sistem PDL ini terbukti efektif
diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa menjadi lebih mudah dalam
memahami konsep yang dipelajari.
b. Saran
1. Diharapkan, dengan adanya system PDL guru bisa lebih inovatif dalam mengkemas
rancangan pembelajarannya, begitu juga siswa menjadi lebih berminat untuk
menggeluti dunia Fisika.
2. Pemerhati dan praktisi pendidikan hendaknya dengan komitmen yang tinggi dalam
mensukseskan pendidikan untuk senantiasa menyebarluaskan model PDL ini sehingga
benar-benar dapat merasakan kebermanfaataannya dalam menunjang proses belajar
mengajar pada khususnya dan sistem pendidikan dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa pada umumnya.
3. LPM melalui DIPA UNDIKSHA hendaknya selalu menjembatani program sejenis
untuk terus dapat dilaksanakan dan dikembangkan dengan anggaran yang lebih
memadai sehingga mampu menambah khasanah pengabdian sebagai salah satu dari Tri
Dharma Perguruan Tinggi.
14
DAFTAR PUSTAKA
Afdhee. 2006. Strategi Belajar. Artikel. Tersedia pada http://www.google.com/strategi.
Diakses pada tanggal 11 Maret 2008.
Artawan, Putu. 2007. Efektivitas Program Macromedia Flash Dalam Peningkatan Kualitas
Proses Dan Hasil Belajar Mata Kuliah Fisika Matematika I. Penelitian DIPA.
Undiksha
Colin Rose and Nicholl, Malcolm J. (1997). Accelerated Learning for the 21 st Century.
The Six Step Plan to Unlock Your MASTER-Mind. New York: A Dell Papaerback.
Dahar, Ratna Willis. 1998. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Depdikbud, Ditjen Dikti, Proyek
Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dikti Depdikbud.
Gibbons, Michael. (1999). Elementary Education Relevance in the 21 st Century. Paris:
UNISCO and World Bank.
International Studies. (1999). The Japanese Education System: A Case Study Summary and
Analysis. January 1999. Japan: Japanes teachers Associates
Internet, May 21, 2008: Pembelajaran Guru.mht.com.
Johnson, David W. and Frank P. Johnson. 1991. Joining Tegether: Groups Theory and
Groups Skills. 4 th. ed. Englewood Clift, NY: Prentice hall.
Lasmawan, Wayan. (2001). Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Terpencil pada
Sektor Pendidikan Melalui Pendekatan Sosial Konteks. Program Sibermas Dirjen
Dikti. Jakarta: Dirjen Pendidika Tinggi.
Marshall, S.P. & Dee D. (2000). New Learning Models. Seatle-USA: Prentice Hall.
Nia.
2007. Media Belajar. Artikel. Pendidikan Network. Tersedia
http://www.google.com/kinikubisa. Diakses pada tanggal 11 Maret 2008.
pada
Suharta, I Gusti Putu. 2006. Jenis-Jenis Model Pembelajaran Disajikan dalam penataran
Dosen Muda Pola 90 Jam. IKIP Negeri Singaraja.
Suryadi, Ace dan H.A.R. Tilaar. (1993). Analisis Kebijakan Pendidikan: Suatu Pengantar.
Bandung: PT. Rosmpakarya.
Wikipedia. (2010), The free encyclopedia WIFI (AM). IEEE 802.11.
Winataputra. U.S;Rosita,T---. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Proyek PGSM.
15
LAMPIRAN
a. Absensi Peserta Kegiatan
16
b. Foto-Foto Kegiatan
Foto Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan
Perancangan Alat Praktikum Fisika Dengan PDL System di SMP N 1 Banjar
17
c. Peta Lokasi
PETA LOKASI KEGAIATAN P2M
S
UNDIKSHA
LOKASI P2M
U
Kec. Banjar
SINGARAJA
+ 18Km
Lokasi P2M secara geografis terletak tidak jauh dari jantung kota Singaraja dimana
UNDIKSHA sebagai lembaga mitra berada, kurang lebih 18 Km ke arah barat dari Kota
Singaraja. Lokasi yang begitu potensial sebagai tempat pelaksanaan P2M dengan posisi yang
strategis dan sebaran sekolah yang heterogen. Letaknya begitu strategis dalam pengembangan
pendidikan dengan arus transportasi yang lancar dan sumber daya manusia yang potensial.
18
d. Lampiran Pendukung
19
Fly UP