...

Efisiensi energi dalam indus- tri makanan dan minuman

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Efisiensi energi dalam indus- tri makanan dan minuman
Apr
e-news
| 16
Newsletter pelanggan
ABB di Indonesia
Isi
Wakil Presiden Swiss kunjungi ABB
4
Doris Leuthard, Wakil President Swiss dan
rombongan berkunjung ke pabrik MCB
ABB di Cibitung unutk membahas berbagai proyek energi terbarukan di Indonesia.
ABB mining and energy executive
business forum
Efisiensi energi dalam industri makanan dan minuman
Dalam industri makanan dan minuman,
efisiensi adalah kata kunci yang memiliki
arti sangat penting – baik dalam setiap
proses maupun sumber daya yang terkait.
Mereka dituntut menjadi lebih produktif dengan penggunaan energi yang lebih efisien.
Industri makanan dan minuman saat ini
berada di bawah tekanan besar – mulai
dari tingkat pengecer dan jaringan distribusi
dengan kekuatan penetapan harga yang
luar biasa, hingga tingkat konsumen yang
berharap proses produksi berkelanjutan.
Mulai dari produsen raksasa hingga usaha
rumah tangga, semakin banyak industri
makanan dan minuman yang menghitung
biaya penggunaan energi dalam ongkos
usaha mereka dan hal ini menjadi kunci
dalam kelangsungan usaha mereka. Walaupun efisiensi energi tidak selalu menjadi
biaya terbesar, melalui beberapa upaya,
energi dapat dikendalikan dalam setiap
industri yang mengedepankan penghe-
7
Tim eksekutif ABB akan berbagi informasi penting terkait strategi perusahaan
dan pentingnya Indonesia bagi ABB di
2016 dan tahun-tahun mendatang.
matan biaya.
Ada begitu banyak peluang untuk meningkatkan efisiensi energi dalam beberapa
proses dan aktivitas memasok makanan
dan minuman ke pasar. Peluang ini dapat
dilihat dari konversi bahan baku untuk
kemasan akhir/pembotolan dan palletizing.
Selain menghemat energi dan air, ada
banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan
untuk mendukung prioritas produksi seperti produktivitas, kualitas dan keamanan
pangan, yang sekaligus dapat mengurangi
limbah.
ABB menggabungkan 130 tahun keahlian
di bidang energi dengan portofolio produk,
perangkat lunak (software) dan servis untuk
membantu pelaku industri makanan dan
minuman memantau dan mencatat penggunaan energi, mengurangi penggunaan dan
kerugian energi, dan mengelola peralatan
dan proses dengan lebih efektif.
Gaya kepemimpinan bukan
karena gender 8
Wawanacara Country HR Manager ABB di
Indonesia, Meike Hanny dengan majalah
Listrik Indonesia. Meike menyampaikan
persepektifnya tentang kepemimpinan dan
gender.
E -N EWS2
E- NEWS3
Ahlinya fleksibilitas
kebutuhan.
Industri makanan dan minuman berubah
dengan cepat. Untuk ini, kami di ABB
bekerjasama dengan mitra bisnis kami
dalam menawarkan keahlian dan solusi di
bidang robotik untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis.
ABB ingin mengurangi persepsi bahwa
robot adalah bagian khusus peralatan
produksi yang membutuhkan begitu banyak pelatihan dan usaha untuk mengintegrasikan. Pada kenyataannya, robot
ABB adalah sumber dari fleksibilitas dan
harus dilihat sebagai bagian yang standar
untuk operasi-operasi kompetitif.
Jika usaha Anda bergerak di industri
makanan dan minuman, Anda pasti mengetahui bahwa industri ini mengalami
perubahan yang cukup signifikan belakangan ini atau bahkan Anda sendiri
mungkin mengalaminya secara langsung.
Dalam industri ini, proses produksi yang
panjang dan terbatasnya jenis kemasan
merupakan hal yang biasa, namun saat ini
pelaku industri lebih tertarik pada kemasan sesuai dengan tuntutan pasar, proses produksi yang lebih singkat, kemasan
yang lebih bervariasi serta kemungkinan
untuk membuat kemasan satuan.
Selain itu, jeda waktu pembuatan lini
produksi baru dan dimulainya proses
produksi semakin sempit, sedangkan ragam kemasan produk menjadi lebih rumit
dengan pilihan ukuran yang beragam untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Di seluruh dunia semakin banyak orang
yang mengkonsumsi makanan dalam kemasan dan membeli barang-barang seiring peningkatan standar hidup dan pertumbuhan jumlah penduduk. Perubahan
gaya hidup juga terkait erat dengan peningkatan ini sehingga orang beralih pada
makanan dalam kemasan dan mengurangi kegiatan memasak. Pelanggan juga
lebih sadar akan kesehatan dan menuntut
produk yang lebih segar, yang menuntut
waktu pengiriman lebih pendek.
Di saat yang sama, persaingan antar merek makanan dan minuman, juga antara
distributor dan pengecer semakin meningkat, dan kemasan produk yang menariklah yang biasanya memikat perhatian
pelanggan. Keamanan dan kebersihan
makanan juga mendapatkan perhatian
yang besar, sedemikian besarnya hingga
pelanggan ingin produk yang diproses tidak tersentuh oleh tangan manusia.
Semua faktor diatas membuat pelaku
industri semakin bekerja keras dalam
2
What’s Up Down Under 1| 14
drastis mempersingkat waktu antara
produksi dan pengiriman ke pengecer,
Sistem robot yang fleksibel dapat sehingga kesegaran produk dapat tetap
membantu.terjaga.
Para produsen peralatan menyadari keuntungan bisnis yang bisa mereka dapatkan Sistem robot mampu menjawab kekhadengan menerapkan solusi operasional watiran akan keamanan produk dari
yang cerdas di industri makanan dan resiko pencemaran serta penelusuran
minuman – solusi yang unggul dan ber- proses produksi dapat dilakukan berkat
otomatisasi sistem dan minimnya proses
beda dari yang lain
dengan sentuhan tangan manusia terhaDengan mengganti mesin konvensional dap produk.
dengan robot industri, permasalahan
yang kerap kali muncul akibat modernisa- Menjawab tantangan
si industri makanan dan minuman dapat Saat ini, beberapa industri makanan dan
diatasi. Robot dengan enam sumbu me- minuman masih menggunakan teknologi
nyediakan fleksibilitas yang sesuai bagi lama dan beranggapan bahwa mempelingkungan produksi yang sangat dina- kerjakan robot adalah sesuatu menakutmis, tanpa mengurangi kecepatan dan kan. Namun, dalam industri ini, produsen
dan pelanggan harus memilki alat yang
keakuratan peralatan konvensional.
memungkinkan mereka menggabungOtomatisasi robot membuat pekerjaan kan dan memelihara sistem robot jika
menjadi lebih mudah seperti mengubah ingin bersaing. Meningkatkan kemudadesain kemasan dan konfigurasi se- han penggunaan dan pengembangan
suai tuntutan pasar, serta mengubah lini fungsi standar merupakan hal yang saproduksi dengan cepat untuk mengganti ngat penting untuk industri ini.
produk yang kurang popular dan memperkenalkan yang baru. Bahkan, saat ini Di ABB, kami menjawab tantangan ini
beberapa prosesor hanya memiliki 20-40 dengan berbagai produk, termasuk peramenit atau kontrak yang sangat singkat latan simulasi dan program berbasis PC,
untuk menghasilkan produk tertentu. Se- seperti Pickmaster 3, Picking PowerPac
buah kesalahan persepsi yang kerap ter- dan Palletizing PowerPac, serta solusi
jadi adalah robot hanya cocok digunakan standar seperti solusi Integrated Vision,
pada proses panjang untuk pembuatan solusi untuk proses kemasan RacerPack
produk yang sama, namun nyatanya ro- dan paket plug-and-play yang lain. Kami
bot biasanya memiliki pergantian tercepat juga meningkatkan fleksibilitas robot
setelah diprogram dan dapat beradaptasi kami dengan IRB 360 FlexPickers, kedengan cepat terhadap perubahan pro- lompok robot untuk palletizing dan robot
ses produksi. Robot juga dapat secara 6-sumbu untuk memenuhi hampir setiap
memenuhi tuntutan pelanggan.
Seiring waktu, robot telah membuktikan
dirinya sebagai bagian penting dalam
menciptakan solusi yang fleksibel, lincah
dan cepat yang diperlukan saat ini oleh
operasional industri makanan dan minuman agar tetap kompetitif. Sistem robot
modern dari ABB dan mitra-mitranya
dapat menangani kecepatan dan situasi
yang tidak dapat diatasi oleh manusia,
serta menangani hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil untuk dikerjakan
secara otomatisasi. Robot tidak memerlukan tempat besar dan bisa menggantikan peralatan konvensional yang biasanya membutuhkan area luas.
Singkatnya, robot industri sekarang
dapat menangani hampir semua tugas
yang dibutuhkan oleh industri makanan
dan minuman, tetapi membutuhkan tim
ahli untuk membantu kesuksesan operasi Anda. Dukungan ABB selalu tersedia
bagi Anda, kapan saja, dimana saja – untuk segala jenis proyek.
Obama dan Merkel terkesan oleh terobosan
baru tekonologi digital ABB di Hanover Fair
Dalam kunjungannya ke Hanover Fair,
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Barack Obama menyaksikan
terobosan baru ABB berupa smart-sensor. Kedua pemimpin tersebut menyimak penjelasan bagaimana smart-sensor
ABB dapat meningkatkan produktivitas
ratusan juta motor listrik, dan untuk pertama kalinya, terhubung dengan layanan
berbasis cloud.
Di stand ABB, Merkel dan Obama menyimak bagaimana smart-sensor dapat
diterapkan untuk sebagian besar motor
tegangan rendah, baik baru atau sudah
digunakan, untuk meningkatkan efisiensi,
mengurangi downtime dan menghemat
biaya. Solusi digital ini untuk pertama kalinya memungkinkan motor LV terintegrasi
ke dalam Internet of Things, Services and
People.
Didampingi CEO ABB Ulrich Spiesshofer,
Greg Scheu, Presiden ABB untuk Wilayah
Amerika dan Hans-Georg Krabbe, Country Managing Director ABB di Jerman,
kedua pemimpin juga menyaksikan robot
Yumi yang menunjukkan betapa mudahnya melekatkan smart-sensor di motor LV.
Melalui koneksi nirkabel ke internet, data
kinerja motor ditampilkan di layar besar,
dan menunjukkan bagaimana kerusakan
tak terduga dapat dihindari dan konsumsi
energi berkurang.
Solar Impulse lanjutkan misi keliling dunia
Seusai liburan musim dingin di Hawaii,
misi keliling dunia Solar Impulse dimulai
kembali, yang bertujuan menjadikannya
pesawat pertama yang mengelilingi dunia tanpa bahan bakar fosil setetespun.
ABB menyediakan dukungan teknis melalui aliansi antara inovasi dan teknologi
dengan proyek perintis. Bersama-sama,
ABB dan Solar Impulse menyuarakan
pesan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu merusak lingkungan.
Amerika Serikat hingga ke titik lepas landas awal di Abu Dhabi.
Setelah membuat kontribusi penting tahun lalu bagi misi Solar Impulse, sebelum lepas landas dan di beberapa tempat
pendaratan, ABB kembali menugaskan
insinyurnya untuk bekerja sama dengan
staf darat Solar Impulse sepanjang penerbangan yang akan melintasi benua
Solar Impulse tidak didesain untuk
mengangkut penumpang, namun untuk
menunjukkan bahwa sumber energi alternatif dan teknologi baru dapat menghasilkan energi berkesinambungan bagi
dunia,” ujar Solar Impulse co-founder dan
pilot, Bertrand Piccard. “Aliansi kami de-
ngan ABB adalah perpaduan yang
purna karena kami memiliki tujuan
sama, menyediakan energi yang
efisien dan melestarikan sumber
alam.”
semyang
lebih
daya
Informasi lebih lanjut tentang Solar Impulse dapat disimak di: www.abb.com/
betterworld
What’s Up Down Under 1|14
3
E -N EWS4
Wakil Presiden Swiss kunjungi ABB untuk diskusi proyek energi
terbarukan
E- NEWS5
ABB adakan forum pelanggan MicroScada
Pro Release Tour 2.0 untuk perkuat pemahaman pelanggan dalam otomatisasi
jaringan dan sistem kontrol
Berbagi keahlian
dengan para pelaku
industri semen
Indonesia
ABB di Indonesia mengadakan seminar
sehari yang meliputi enam presentasi
mengenai update terbaru di industri semen Indonesia dan juga perkembangan
terbaru mengenai kontrol proses, produk
dan jasa yang ditawarkan oleh ABB untuk
industri semen. Acara ini diadakan pada 4
Maret 2016 di Jakarta Peserta hadir dari
beragam perusahaan terkemuka di industri semen Indonesia. Selama seminar,
para peserta langsung berdiskusi dengan
tim ahli ABB khusus untuk industri semen, baik dari Indonesia maupun Swiss
Wakil Presiden Swiss mengunjungi
pabrik ABB di Cibitung, untuk membahas bagaimana ABB dapat mendukung
berbagai proyek energi terbarukan di
Indonesia. Topik utama diskusi meliputi
perkembangan beberapa proyek penting dan kerja sama dengan mitra lokal.
Kunjungan ke ABB ini adalah bagian
dari kunjungan resmi ke Presiden Indonesia Joko Widodo dan beberapa menteri. Pertemuan ini bertujuan membina
hubungan perdagangan antara Indonesia dan Swiss
Dalam kunjungan ke ABB, ABB memfasilitasi pertemuan dengan beberapa
pemangku kepentingan seperti PLN
dan perwakilan bisnis di Indonesia, yang
membahas proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia. Salah satu topik
penting yang dibahas adalah bagaimana
ABB dapat mendukung berbagai proyek
energi terbarukan di Indonesia dan juga
pembahasan seputar proyek-proyek
energi PLN, serta mempromosikan kemitraan yang lebih kuat dengan sektor
swasta di Indonesia. Salah satu teknologi
berbasis energi terbarukan adalah microgrids, yang dikerjakan ABB di berbagai daerah terpencil di dunia.
Pertemuan antara ABB dan mitra bisnisnya ini sejalan dengan rencana Indonesia
untuk membangun pembangkit tenaga
listrik yang menghasilkan tambahan listrik
4
What’s Up Down Under 1| 14
sebesar 35,000MW di 2019. Dalam program ini, PLN akan membangun 10,000
MW sedangkan sisanya 25,000MW akan
ditawarkan ke pihak swasta atau dikenal dengan Independent Power Producers (IPP). Program ini juga mendukung
pemerintah dalam meningkatkan target
penggunaan energi terbarukan sebesar
23% di 2025.
Pertemuan tersebut membahas berbagai
tantangan yang kerap ditemui di Indonesia dalam hal infrastruktur dan keahlian,
yang merupakan dua hal utama yang ditawarkan ABB dalam membantu pemerintah menyediakan listrik yang stabil dan
andal bagi masyarakat Indonesia. ABB
memiliki portofolio yang kuat dalam hal
produk dan sistem untuk integrasi energi
terbarukan, solusi distribusi dan otomatisasi untuk interkoneksi sumber energi
terbarukan berupa microgrid.
“Dengan pengalaman lebih dari 125 tahun
dalam teknologi ketenagalistrikan, ABB
telah membuktikan keunggulan yang luar
biasa dalam hal penyediaan akses listrik
yang aman, andal dan efisien, yang merupakan faktor penting dalam mengintegrasikan energi terbarukan. Kami berharap
dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam
penyediaan akses listrik yang ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia,” ujar
Richard Ledgard, Country Managing Director of ABB in Indonesia.
Wakil Presiden Swiss dan rombongan juga mengunjungi instalasi panel
surya ABB yang terletak di atap pabrik,
yang menuai pujian atas komitmen
ABB bagi penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Kunjungan dilanjutkan
ke area perakitan MCB disertai penjelasan mengenai pasar penjualan produk,
aplikasi dan prosedur keselamatan
yang ketat, yang mendapat perhatian
besar dari rombongan. Kunjungan
diakhiri di ruang demo yang menyajikan
solusi ABB untuk efisiensi bangunan
seperti sistem KNX.
ABB telah banyak berpartisipasi dalam
berbagai proyek energi terbarukan di
Indonesia. Di 2013, sistem penyimpanan energi ABB membantu masyarakat
di Pegunungan Bintang, Oksibil, Papua
untuk mendapatkan 24 jam akses listrik yang andal melalui tenaga surya.
Solusi ini membantu mengurangi biaya
efisiensi dan ketergantungan terhadap
genset berbahan bakar fosil. Di 2014,
ABB memasok EssPro Energy Storage
Power Conversion System (PCS) 240
kW untuk proyek percontohan di Pulau
Kei Besar, Maluku. Hal ini membantu
PLN menghemat biaya pengadaan listrik, serta mengurangi polusi udara dan
suara yang membawa manfaat finansial
dan lingkungan bagi masyarakat setempat.
ABB melalui unit bisnis Grid Automation,
mengadakan serangkaian forum bagi
pelanggan dan tim internal ABB, yang
menyajikan informasi terbaru mengenai
teknologi ABB termasuk proses servis
khususnya dalam bidang otomatisasi jaringan dan komunikasi.
Forum pelanggan yang diberi tema “ABB
MicroScada Pro Release Tour 2.0”, fokus
pada penawaran smart-software MicroScada Pro sebagai bagian MicroSCADA Pro SYS600 yang menangani informasi tepat waktu dalam kapasitas besar
dari perangkat cerdas bagi otomatisasi
gardu induk, sistem manajemen distribusi, industri dan kereta api.
Acara ini fokus pada pasar Indonesia dan
dihadiri oleh lebih dari 50 peserta berbagai unit PLN, industri swasta dan EPCs.
Topik diskusi mencakup MicroScada,
DMS 600, and cyber security.
Acara berjalan interaktif dengan aktifnya
peserta dalam mengajukan pertanyaan
atas beberapa topik presentasi. Demo
teknologi MicroScada termasuk DMS
600 dan demo produk (Relay REL670,
RED670, REC650, RTU, dan Tropos)
juga menarik banyak perhatian peserta
saat rehat siang. Selain itu, topik gardu
induk digital (digital substation), future
smart nod dalam jaringan digital dan
terpusat juga menarik banyak perhatian
peserta dengan berbagi pertanyaan yang
diajukan.
Acara ditutup oleh Richard Ledgard,
Managing Director ABB di Indonesia
yang menegaskan komitmen ABB dalam
mendukung Indonesia mencapai target
menjadi negara industri di 2020 mendatang.
Sebagai pemimpin pasar di industri semen, ABB mengundang para insinyur dan
manajer dari industri terkait untuk berpartisipasi pada seminar ini, yang bertujuan
memperkaya pengetahuan dan keahlian
yang dapat bermanfaat bagi peserta.
ABB, yang diwakili oleh unit bisnis Process Industry, secara konstan memperbarui silabus presentasi sehingga relevan
dengan keadaan saat ini. Selain itu, dalam
seminar ini, tim ABB juga menyediakan
sesi pelatihan untuk produksi, perawatan,
kontrol proses dan kualitas. Tim ABB juga
ingin memastikan pabrik semen tersebut
harus ditangani oleh orang yang tepat
dan membekali peserta dengan update
teknologi terkini dan proyek – proyek terkait industri semen di Indonesia.
Salah satu peserta juga berkomentar,
“Seminar ini sangat penting bagi kami
sebagai insinyur dan manajer di pabrik
semen. Seminar ini membuka pintu baru
untuk teknologi, pengalaman, praktek
terbaik dan inovasi, yang mampu meningkatkan keahlian dan wawasan kami
sesuai dengan industri yang kami geluti”.
What’s Up Down Under 1|14
5
E -N EWS6
E- NEWS7
ABB dukung pertumbuhan bisnis data center di Indonesia
Menyongsong masa
depan digital
Sejalan dengan pesatnya perkembangan
industri data center di Indonesia, ABB
menghadirkan solusi data center yang
memastikan kegiatan operasional industri berjalan dengan aman, efisien, dan
dapat diandalkan
ABB di Indonesia kembali berpartisipasi
pada konferensi tahunan dan pameran
Data Center Dynamics (DCD) Converged
pada 7 April, 2016 di Ritz Carlton Mega
Kuningan, Jakarta. Hal ini merupakan
salah satu langkah strategis ABB untuk
menancapkan kaki di industri data centers Indonesia. Saat ini, industri teknologi
tanah air kian berkembang pesat, partisipasi ABB pada acara ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung
pertumbuhan industri data centers di Indonesia. Konferensi tahunan ini merupakan acara terkemuka yang dinanti-nanti
para profesional infrastruktur digital, tim
IT lokal dan global, serta komunitas data
centers.
Pesatnya kemajuan teknologi informasi
dan industri di Indonesia telah dirasakan
sejak tahun 2012. Rencana pemerintah
untuk merancang e-commerce roadmap
untuk alasan keamanan menyebabkan
kebutuhan akan data center di berbagai sektor industri terus meningkat. Hal
ini jelas menciptakan peluang baru bagi
penyedia teknologi data center di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya
pertumbuhan bisnis mulai dari sektor
swasta dan publik, bank dan perusahaan asuransi, hingga perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan internet,
seluruhnya memiliki infrastruktur dan informasi penting yang tersimpan di data
center. Seluruh kegiatan seperti mengumpulkan, menyimpan dan mengelola
data membutuhkan keandalan operasi
yang maksimal.
Data center diharapkan dapat beroperasi dengan baik jika sumber daya listrik dapat diandalkan, dilengkapi dengan
sistem pendinginan yang efisien, bebas
kebisingan, serta tanpa gangguan yang
signifikan. Hal tersebut wajib dipenuhi
oleh setiap penyedia teknologi yang
menyediakan data center bagi perusahaan yang mereka dukung. Untuk seluruh aplikasi tersebut, ABB merupakan
mitra yang dapat diandalkan dalam hal
penyediaan teknologi dan data center.
Sebagai perusahaan pemasok alat listrik
dan sistem untuk data center, ABB telah
lama menangani dan menyelesaikan segala permasalahan terkait dengan pasokan listrik yang kurang memadai selama
puluhan tahun di segala sektor industri.
Untuk membangun data center yang andal dan efisien, para penyedia teknologi
diharuskan untuk memenuhi tiga komponen utama: sistem informasi dan teknologi (IT), perlengkapan fasilitas dan sistem
perlistrikan. Kekuatan atau kecanggihan
sistem IT tidak akan berdampak banyak
apabila sistem perlistrikannya tidak me6
What’s Up Down Under 1| 14
madai. ABB Decathlon™, software pengaturan infrastruktur data center yang
dimiliki ABB, dapat membantu. ABB
Decathlon dapat memberikan visibilitas,
pengawasan dan kontrol terpusat untuk dapat mengatur operasi data center
secara menyeluruh. Dengan Decathlon,
data center dapat mengantarkan layanan lebih cepat, dengan cara yang paling
efisien dan dapat diandalkan.
Selama beberapa tahun terakhir, ABB
telah terlibat dalam pembangunan data
center untuk sejumlah penyedia teknologi data center di Indonesia. Di tahun
2013, ABB bermitra dengan salah satu
perusahaan teknologi komunikasi dan
informasi bersifat end-to-end terkemuka
di Indonesia untuk memasok komponen
perlistrikan untuk data center mereka.
Dalam proyek ini, ABB menyediakan panel perlindungan untuk tegangan rendah,
tegangan sedang, dan trafo untuk melindungi perlistrikan dan untuk menyesuaikan tegangan yang dialirkan.
“Pertumbuhan dan potensi signifikan
dari industri data center di Indonesia
telah menarik perhatian penyedia data
center dan teknologi informasi baik dari
dalam maupun luar negeri. Sementara masih banyak masyarakat Indonesia yang mencari cara untuk mengatasi
tantangan yang ada dalam industri yang
sedang berkembang ini, ABB menyediakan solusi untuk dapat bermitra dengan
penyedia data center untuk kompetensi
lebih tinggi dengan biaya yang efisien,”
ujar Richard Ledgard, Country Managing
Director ABB di Indonesia.
Secara global, ABB telah memasang
data center dengan arus searah (DC)
paling kuat di dunia, tepatnya di fasilitas
Green Data center Zurich-West, Swiss.
Data center ini pun memperoleh penghargaan bergengsi Watt d’Or di Eropa.
ABB memenangkan penghargaan tersebut karena berhasil menghemat energi
dengan skala terbesar yang dicapai dengan penggunaan DC untuk pertama kalinya. Dalam proyek ini, ABB juga merancang dan memasang sistem penyaluran
daya listrik arus searah tercanggih yang
dibangun dalam data center state-ofthe-art terbaru. Teknologi arus searah ini
mengurangi kerugian konversi daya dan
dapat menghemat energi hingga 10-20
persen dibandingkan teknologi arus bolak-balik (AC) yang konvensional ketika
digunakan untuk penyaluran daya listrik
yang digunakan dalam data center.
“Data center telah dianggap sebagai sistem kompleks yang membutuhkan secara bersamaan keahlian mendalam dan
multifungsi. ABB adalah mitra yang tepat
bagi para pemasok data center untuk
meneruskan upayanya dalam memberikan dukungan terbaik bagi perusahaan
yang mereka dukung,” jelas Sutrisno
Sutedjo, Manager of Control Technologies ABB di Indonesia.
Pada tahun 2020, Internet of Things,
Smart Cities, Big Data dan Cloud diprediksi akan terus membutuhkan sistem
proses data yang cepat, zettabyte data
akan dihasilkan oleh lebih dari miliaran
perangkat yang terkoneksi. Jika kondisi
proses data tersebut diterapkan pada
saat ini akan mengkonsumsi seluruh
energi di dunia. Hal tersebut merupakan
sesuatu yang tidak mungkin, oleh karena
itu, kita harus terus berinovasi di setiap level data centers. Penerapan data
centers akan menjadi lebih sulit karena
harus menyatukan infrastruktur fisik dan
arsitektur logis dengan pendekatan menyeluruh untuk menciptakan ekosistem
data centers yang berkesinambungan.
Untuk memenuhi kebutuhan komunitas
data centers, para end users dan operator, acara ini bertujuan untuk mewadahi
kebutuhan perusahaan akan solusi data
center yang semakin rumit dan beragam.
“Pada DCD Converged 2016 kali ini,
ABB menyampaikan berbagai proyek
data centers di seluruh dunia. Peluang
di Indonesia sangat besar, oleh karena
itu, ABB akan terus mendukung pertumbuhan industri data centers dengan terus memberikan yang terbaik bagi rekan
bisnis ABB, termasuk solusi data centers
ABB, “ ujar Sutrisno Sutedjo, Manager
ABB dari unit bisnis Control Technology
ABB mining and energy executive business
forum 2016
ABB akan mengadakan acara „ABB
mining and energy executive business
forum“ di Bali. Acara ini juga sebagai
peresmian kantor baru ABB di Denpasar, Bali, yang merupakan salah satu
strategi penting dari ABB Enterprise
Software untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia dan beberapa negara
di Asia Tenggara.
Mengapa Anda perlu hadir?
Saat ini kita tengah mengalami kondisi pasar yang cukup menantang baik
bagi perusahaan besar ataupun kecil,
dan sangatlah penting bagi kita untuk
tetap menjalankan kegiatan operasional
dengan lebih efisien dan efektif - memadukan kemajuan jangka pendek dengan
kesuksesan bisnis jangka panjang dan
mengoptimalkan proses-proses yang
bersifat kritis sambil tetap berinovasi.
Tidak ada waktu yang lebih tepat selain
sekarang bagi ABB dan para pelanggannya untuk bekerja sama dan berbagi
informasi ke para mitra bisnis bagi kemajuan bersama.
Kamis, 26 Mei 2016
08:00 – 12:00 WITA
Executive business forum
Westin Resort Nusa Dua Bali, Kawasan
Pariwisata Nusa Dua, BTDC Lot N-3,
Bali, 80363
Kamis, 26 Mei 2016
12:00 – 20:00 WITA
Kami mengundang kehadiran Anda
untuk menjadi bagian dari acara ini.
Silakan konfirmasikan kehadiran Anda
melalui email ke [email protected]
com and [email protected] sebelum 6 Mei 2016.
Kami menanti kehadiran Anda di acara
eksklusif yang khusus kami adakan di
Indonesia.
Untuk itu, tim eksekutif ABB ingin berbagi informasi penting tentang strategi
perusahaan dan pentingnya Indonesia
bagi ABB di 2016 dan tahun-tahun selanjutnya.
Grand opening software center
PT ABB Sakti Industri
Alamanda Bali Office 3rd Floor
Jl. Bypass Ngurah Rai,No 67 Banjar
Kerthajasa Kedonganan, Kuta Badung,
Bali 80361
What’s Up Down Under 1|14
7
E -N EWS
8
Gaya kepemimpinan bukan karena gender
80%:20%. Kedepannya memang harapannya adalah menyeimbangkan komposisi tersebut. Hanya saja lagi-lagi keterbatasan SDM dari universitas masih terlihat.
pa program perekrutan baik bagi tenaga
kerja profesional yang memilki pengalaman maupun juga bagi adik-adik yang
baru lulus, seperti program GEP, Graduate Engineering Program. Mereka ditempatkan secara rotasi di beberapa unit bisnis ABB dan juga di kantor ABB di negara
lain yang ditunjuk. Dengan begini, mereka
mendapatkan pengalaman dan exposure
bekerja dengan berbagai latar belakang
budaya dan orang-orangnya,” ujarnya.
Dunia HRD menempanya hingga menjadi
salah satu srikandi kelistrikan Indonesia.
Menurutnya, masih banyak hal yang bisa
dilakukan oleh perempuan Indonesia
dalam menjawab peluang di sektor industri kelistrikan. Bagaimana Meike menyikapi hal ini?
Sedari awal memilih bidang Human Resources Development (HRD), Meike
Hanny Setia memang yakin bidang inilah
yang menjadi garis kesuksesan karirnya,
ditambah dukungan keluarga juga cukup
kuat. Meike telah berkecimpung di bidang
ini selama tujuh belas tahun dan saat ini
memegang jabatan sebagai country HR
manager PT ABB Sakti Industri.
PT ABB Sakti Industri merupakan bagian ABB Group, perusahaan di bidang
ketenagalistrikan dan otomatisasi, yang
berperan dalam membantu utiliti, industri, transportasi dan infrastruktur dalam
meningkatkan kinerja dan pada saat yang
sama mengurangi dampak terhadap lingkungan. ABB Group beroperasi di sekitar
100 negara dan di Indonesia mulai beroperasi sejak 1980an.
Meike bergabung ke ABB sekitar dua tahun yang lalu. “Saya masuk ke ABB karena industri kelistrikan di Indonesia sangat
menarik dan menyimpan potensi yang
besar terlebih dengan masih banyaknya
daerah yang belum tersambung listrik.
Perusahaan ketenagalistrikan seperti
ABB tentunya akan dapat berpartisipasi
membantu pemerintah dalam melistriki
Indonesia,” ujarnya ketika ditemui Listrik
8
What’s Up Down Under 1| 14
Indonesia di kantornya belum lama ini.
Menurutnya salah satu tantangan terbesar di kelistrikan adalah jumlah tenaga
kerja yang spesifik di sektor tersebut.
“Ada riset dari asosiasi engineer yang
menyebutkan bahwa ternyata Indonesia masih kekurangan engineer elektrik.
Kebutuhan industri akan engineer masih
jauh lebih besar dibandingkan jumlah lulusan sarjana elektro,” tambahnya.
Menurutnya, hal ini sangat disayangkan,
terutama ketika Indonesia punya kesempatan besar mengembangkan sektor
kelistrikan harus terhambat dengan terbatasnya sumber daya manusia (SDM).
Sebagai bagian dari perusahaan global,
ABB di Indonesia memiliki panduan dan
strategi pengembangan sumber daya
manusia yang diatur secara terpusat, namun tetap dengan mematuhi peraturan
pemerintah Indonesia.
“Misalnya dalam hal sertifikasi kompetensi yang wajib dimiliki karyawan, baik
secara lokal maupun standar ABB, kami
akan selalu penuhi. Secara lokal, kami
akan terus berusaha memperkuat sumber daya manusia, baik dari segi kemampuan teknis dan manajerial,” ujarnya.
Adanya proyek 35,000 mW yang digagas
pemerintah tentunya membuka peluang
bisnis bagi ABB, khususnya kesempatan
berkarir bagi tenaga kerja Indonesia.
“Di ABB, kami mengembangkan bebera-
E- NEWS
Tidak gender
Alumnus Psikologi Universitas Indonesia (UI) dan S2 Manajemen PPM Business School ini tidak sepakat jika kepemimpinan seseorang ditentukan oleh
gendernya. Menurutnya, memang banyak anggapan laki-laki lebih tegas atau
perempuan jauh lebih teliti.
“Saya tidak sepakat kepemimpinan berdasarkan gender. Gaya kepemimpinan
lebih ditentukan oleh karakter setiap individu, budaya organisasi dan kerja sama
tim itu sendiri,” tambah ibu tiga anak ini.
Meike juga menekankan salah satu faktor
yang paling berpengaruh terhadap gaya
kepemimpinan perempuan adalah budaya masyarakat.
“Tuntutan sosial terhadap perempuan di
Indonesia lebih tinggi daripada terhadap
pria. Perempuan dituntut tetap bertanggung jawab mengurus keluarga disamping perannya sebagai seorang profesional, juga di komunitas sosial. Disini
pentingnya kita sebagai perempuan memainkan peran kita untuk menjaga agar
tetap seimbang,” tambahnya.
Dari pengalamannya bekerja di berbagai
industri, ia juga melihat saat ini peluang
perempuan berkarir, khususnya di engineering lebih terbuka. Banyak perusahaan, salah satunya ABB, yang tidak lagi
mempermasalahkan gender. “Contohnya
ketika kami memasang iklan lowongan
pekerjaan, kami tidak lagi mensyaratkan
harus pria atau wanita. Keduanya memiliki peluang yang sama. Kompetensilah
yang akan menentukan keberhasilan,”
tegasnya. Di ABB sendiri, komposisi
pelamar laki-laki dan perempuan saat ini
9
Perluasan pabrik ABB mengikutsertakan
dunia pendidikan
“Bagi sebagian lingkungan kerja, perbedaan gender kerap menjadi tantangan
bagi karyawan perempuan, namun saya
percaya begitu orang melihat kapabilitas kita, penilaian obyektif orang akan
muncul dengan sendirinya, menepiskan
perbedaan gender,” tambahnya. Meike
sendiri, walaupun belum pernah mengalami diskriminasi gender di tempat kerja,
terus berusaha membuktikan kapabilitasnya sebagai seorang profesional.
Di masa depan seiring dengan besarnya
potensi kelistrikan di Indonesia, Meike
berharap sumber daya manusia di Indonesia juga akan terus meningkat baik dari
segi kualitas dan kuantitas.
“Sangat sayang kalau para ahli harus didatangkan dari luar negeri, padahal ini
satu kesempatan untuk orang Indonesia
mendapat pengalaman dan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya lagi. Ia juga
menyayangkan jika generasi sekarang
menghindari jurusan kelistrikan, apalagi
ilmu ini peluangnya besar baik bagi lakilaki maupun perempuan,” tambahnya.
Bagi karyawan perempuan, Meike berpesan untuk terus mengasah kompetensi
mereka sehingga dapat berkarir mencapai posisi yang lebih tinggi dan menjadi
pengambil keputusan di sektor industri
kelistrikan.
Lebih dari 80 mahasiswa dari Fakultas
Teknik Elektro Universitas Katholik Atmajaya (UNIKA Atmajaya), Jakarta mengunjungi pabrik produk tegangan menengah
ABB di Tangerang pada 1 April 2016.
Kunjungan ini mencakup sesi diskusi dan
kunjungan pabrik.
Dirinya sendiri mengaku mendapat dukungan yang optimal dari keluarga. “Bagi
saya meniti karir itu menyenangkan, namun penting juga untuk menyeimbangkan karir dan keluarga. Tiap keluarga
pasti punya challenge sendiri-sendiri, kita
yang harus pintar dalam mengatur kompromi dan skala prioritas,” ujarnya. Meike
juga mengakui bahwa produktivitas erat
kaitannya dengan keluarga.
Sesi diskusi dibuka ABB dengan perkenalan perusahaan dan operasi bisnis
ABB, baik secara global dan di Indonesia.
ABB juga menjelaskan berbagai kesempatan bagi para lulusan perguruan tinggi,
yang menawarkan gabungan antara kecerdasan dan integritas dengan semangat dan penempatan secara global.
Para mahasiswa secara aktif mengajukan
pertanyaan dan berbagi komentar sehingga membuat acara berjalan interaktif.
“Sebisa mungkin saya membagi waktu
secara adil. Apa yang jadi pekerjaan kantor, saya kerjakan di kantor, demikian juga
bila di rumah, saya fokus pada keluarga,
walaupun saya tetap menjagai handphone tetap aktif. Saya harus punya quality time yang bagus juga untuk keluarga,”
tutupnya.
Sesi di siang hari adalah yang paling banyak dinanti, yaitu kunjungan ke pabrik.
Namun, sebelum masuk ke pabrik dan
menyaksikan proses produksi, para mahasiswa dibekali dengan berbagai informasi teknis terkait siklus proses produksi.
Mereka juga dibekali dengan informasi
keselamatan (safety) yang harus dipahami
dan ditaati ketika berada di pabrik. Kunjungan ke pabrik meliputi area perakitan
dan pengetesan, termasuk area staging.
Dalam kesempatan ini, para mahasiswa
terlihat sangat tertarik dengan proses
produksi yang mereka pelajari, termasuk
berbagai aplikasi, informasi pasar produk
dan prosedur keselamatan yang ketat
yang diterapkan ABB.
“ABB ingin berkontribusi tidak hanya
dalam bidang ketenagalistrikan dan otomatisasi, namun juga pada peningkatan
dunia pendidikan. Menerima kunjungan
mahasiswa dan menyediakan program
magang adalah beberapa kesempatan
yang ABB tawarkan dalam rangka pengembangan pendidikan di Indonesia,
sambil terus menjalin hubungan dengan
ber-bagai universitas dan terlibat di berbagai kegiatan pendidikan lainnya,” ujar
Frisna Priscilla, Marketing Communications Lead of Power Grids and Electrification Products Medium Voltage business
in Indonesia.
What’s Up Down Under 1|14
9
E -N EWS10
E- NEWS11
Hemat pada setiap aliran rantai energi
Alamat baru kantor
ABB di Makassar
Energi efisiensi merupakan cara tercepat,
paling mendukung, dan termurah untuk
mengurangi emisi. Variasi energi efisiensi
di seluruh dunia memberikan gambaran
akan apa yang dapat diperoleh dengan
teknologi masa kini. ABB, sebagai perusahaan terkemuka di bidang kelistrikan
dan otomatisasi dapat membantu penghematan energi di setiap rantai aliran
energi, dari proses penciptaan energi,
pembentukan energi, sampai pengunaan
pada tahap akhir. Untuk mengelaborasi
lebih lanjut mengenai hal ini, ABB mengadakan Customer Day, berjudul “ABB
Energy Efficiency Seminar 2016”.
Mulai 1 April 2016, kantor perwakilan
ABB di Makassar telah pindah ke lokasi
baru, mulai 1 April 2016:
Acara ini diadakan di Jakarta, 2 Maret
2016 dan sebagai bagian dari komitmen
dan dukungan ABB kepada rekan bisnis dengan mengadakan seminar yang
fokus pada beberapa fokus industri,
seperti kelistrikan, makanan dan minuman (F&B), minyak dan gas, serta semen
dan tambang. Acara ini menghadirkan
solusi teknologi dan efisiensi energy terbaru yang ditawarkan ABB untuk industri
tersebut.
PT ABB Sakti Industri
8th Floor, Menara Bosowa
Jl. Jend. Sudirman No.5
Makassar 901115
Phone: +62 411 368 1183 / 368 1100
Telefax: +62 411 368 1176
Pada seminar kali ini, ABB juga menampilkan berbagai produk dan sistem,
di mana para peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan diskusi langsung dengan tim ahli ABB. Produk yang
ditampilkan adalah ACS580, ACS880,
dan ACH550 (HVAC) dari Drives, IRB 120
dari Robotics, Nema Baldor dari Motors
and Generators, dan string inverter dari
Power Conversion. Pada kesempatan
kali ini, tim Control Technology turut bergabung pada acara ini dan mengundang
para rekan bisnis untuk mempelajari lebih
lanjut produk mereka, Freelance dan system 800xA.
Pada sesi kedua, seluruh peserta yang
hadir terbagi ke dalam empat sesi seminar sesuai dengan minat mereka pada
industri tertentu. Banyak peserta yang
menghadiri sesi seminar untuk topik F&B
dan diikuti oleh topik kelistrikan, semen
dan tambang, serta yang terakhir adalah
minyak & gas. Sesi seminar tersebut
bertujuan untuk mewadahi topik spesifik
berdasarkan sektor industri yang diminati
peserta sehingga diskusi menjadi lebih
fokus dan terarah. Para peserta menunjukkan antusiasmenya selama seminar
dan minat mereka pada produk-produk
yang ditampilkan oleh ABB.
Dalam acara ini juga, ABB meluncurkan
produk aksesoris kabel mulai dari 6 kV
10
What’s Up Down Under 1| 14
to 420 kV. Sesuai persyaratan, kabel aksesoris 20 kV ABB telah lulus local type
test dan mendapatkan sertifikasi dari PLN
LMK.
Lebih dari 70 pelanggan dari utiliti, industri, EPC dan produsen kabel hadir dalam
peluncuran portofolio kabel aksesoris
tegangan menengah (6 kV – 24 kV) dan
tegangan tinggi (36 kV, 70 kV, 150 kV,
245 kV, 420 kV) sekaligus menyaksikan
beberapa demo produk.
Dengan lokasi yang lebih strategis, kita
berharap perpindahan kantor ini dapat
memberikan pelayanan yang lebih baik
bagi pelanggan, sekaligus menyediakan
tempat kerja yang lebih nyaman bagi karyawan.
Anda memiliki pertanyaan tentang ABB
tapi tidak tahu kepada siapa harus bertanya?
Jam kerja:
Senin - Jumat
Jam 07:00 sampai 16:00 WIB
Mulai 1 Januari 2016, ABB di Indonesia
memiliki saluran telepon dan email yang
akan menangani permintaan informasi
dari pelanggan dalam Bahasa Inggris
dan Bahasa Indonesia. Saluran telepon
ini terbuka bagi pelanggan, mitra bisnis
maupun rekan-rekan internal ABB.
Anda juga dapat menelepon setelah jam
kerja, selama akhir pekan termasuk hari
libur nasional.
Telp : +62 21 2559 5599
Email :[email protected]
Ketika Anda menghubungi nomor tersebut atau mengirimkan permintaan informasi, petugas layanan pelanggan kita
akan segera meneruskannya ke unit
bisnis atau karyawan yang terkait.
ABB Review 1|2016 - Inovasi
Berbagai inovasi ABB di 2016
Cable Accessories Day 2016
Distribusi listrik ke seluruh jaringan
ABB mengadakan seminar sehari bagi
pelanggan pada 24 Februari 2016 di
Jakarta, yang membahas berbagai portofolio ABB khususnya siklus proses servis dan inovasi terbaru untuk produk aksesoris kabel, dan juga bertukar informasi
seputar potensi bisnis. Acara ini disajikan
dalam bentuk interaktif antara pembicara
dan peserta.
Bagaimana kami dapat membantu Anda?
Seminar sehari ini juga menyajikan tinjauan menyeluruh dan informasi pernyaratan
teknis untuk cable joint, terminasi dan
aksesoris kabel tegangan menengah,
termasuk parameter penting terkait penyegelan air, tekanan elektrik, efek korona, arus rambat, insulation interface,
penyusutan kembali, pembengkokan, radiasi UV, dampak mekanik, earth connection dan koneksi konduktor, dll. Diskusi
juga mencakup aplikasi untuk terminasi
plug untuk GIS, trafo, standar yang berlaku, persyaratan pelatihan dan sertifikasi
untuk instalasi maupun pengujian.
Selama lebih dari satu abad, dengan
bangga ABB telah mengeluarkan jurnal
teknis yang menyoroti inovasi dan kemajuan teknologi di ABB.
Unduh format pdf
Format elektronik ABB Review dapat diunduh di tautan berikut:
www.abb.com/abbreview
Saat ini, jurnal tersebut diterbitkan setiap
kuartal dan edisi cetaknya tersebar sebanyak 60,000 eksemplar, disamping
meningkatnya minat baca melalui format
elektronik dan tablet. Jurnal ini tersedia
dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman
dan Spanyol.
ABB Review di ujung jari Anda
Anda dapat mengunduh aplikasi ABB Review untuk menyimak berbagai gambar
dan video
Selain menampilkan berbagai macam
topik disamping topik utama di ABB
Review, kami juga menerbitkan laporan khusus yang membahas topik yang
terkait bisnis dan industri. Berbagai solusi ABB untuk energi dan otomatisasi
dapat disimak di ABB Review.
Edisi cetak
Jika Anda ingin mendapatkan edisi cetak,
silakan email informasi nama perusahaan
dan alamat pengiriman, melalui email ke
[email protected]
e-News April|16 - Customer newsletter of ABB in Indonesia - Published by PT ABB Sakti Industri - www.abbindonesia.co.id
Tel: +62 21 2551 5555 - Email: [email protected] - Any use of text or photos requires the written consent from the publisher
What’s Up Down Under 1|14
11
Fly UP