...

Bulog Sulit Serap 3,5 Juta Ton Beras

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Bulog Sulit Serap 3,5 Juta Ton Beras
Kemandirian Pangan
Bulog Sulit Serap 3,5 Juta Ton Beras
Contributed by ekonomi.inilah.com
INILAH.COM, Jakarta - Perum Bulog diprediksi sulit menyerap 3,5 juta ton beras dari petani. Masalah kualitas dan
harga di atas HPP jadi pemicunya. Belum lagi, soal Permentan yang sulit direalisasikan.Pengamat pertanian dari
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin mengatakan, secara historis, hambatan
Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap beras dari petani adalah faktor kualitas dan harga. Berkaca pada
pembelian padi 2010, harga di tingkat petani jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Menurutnya, selisihnya bisa mencapai Rp500 per kilogram padi. Bahkan, bisa lebih dari itu jika kualitas padinya sangat
baik. “Begitupun pada penyerapan padi dari petani di 2011 ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta,
Kamis (10/3).
Di sisi lain, jika ingin dibeli sesuai HPP pun, kualitas padi harus terpenuhi dengan kadar air di bawah 25%. “Jika
tidak tercapai, harganya rendah di bawah HPP. Karena itu, tengkulak jadi pembelinya, bukan Bulog,” imbuhnya.
Memang, lanjut Bustanul, ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), No 5 tahun 2011 yang memberikan
keleluasaan kepada Bulog jika kualitas padi tidak terpenuhi. Permentan itu berusaha menutup kesenjangan antara
harga di tingkat petani dengan HPP. “Persoalannya, pelaksanaan di lapangan masih sulit
diimplementasikan,” ucap Bustanul.
Karena itu, imbuh Bustanul, peraturan itu akan percuma jika di lapangan tidak bisa memenuhinya sehingga target harga
yang diinginkan Bulog tidak bisa dicapai. “Permentan itu menghadapi masalah administrasi. Sebab, Bulog bukan
bawahan Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Untuk itu, dia menyarankan, para kepala Bulog daerah, bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang-orang dinas
atau pemda yang memiliki kewenangan atas Permentan itu. “Ini tidak gampang dan itu yang harus dipecahkan.
Setelah rapi, baru bisa bicara target 3,5 juta ton,” tutur Bustanul.
Dia menegaskan, jika prosedur pembelian padi tidak jelas dan masih multitafsir, tidak akan menjamin harga di tingkat
petani. Target penyerapan oleh Bulog pun akan sulit tercapai.
Dari sisi budget pun, Bulog saat ini hanya mampu menyerap 7-8% dari total produksi beras nasional. Sedangkan target
3,5 juta ton beras, mencapai 10% dari total produksi. “Jika Permentan itu tidak cukup efektif diterapkan, sulit
bagi Bulog menyerap beras 3,5 juta ton,” ungkapnya.
Jika Bulog membeli beras di atas HPP, terancam dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu, Bulog
pun dalam dilema. Jika pemerintah ingin membantu petani yang kualitas padinya rendah akibat tingginya kadar air,
harus ada pihak yang menjemur dan dananya ditalangi pemerintah.
Sebab, rendahnya kualitas padi akibat curah hujan, akan menghambat Bulog mencapai target stok beras hingga 10%.
Selama ini, petani selalu jadi korban. Karena rendahnya kualitas padi, harganya pun hancur di tangan pengepul atau
pedagang. “Petani rugi dua kali,” tukasnya.
Tapi, Bustanul mendengar kabar, Bulog telah menyeleksi tengkulak-tengkulak yang akan mengisi gudang-gudang
Bulog. Diharapkan, prosesnya berjalan dengan benar. “Sebab Bulog hanya berurusan soal UPGB (Unit
Penggilingan Gabah dan Beras). Untuk kepentingan non-UPGB, Bulog bermitra dengan tengkulak,” paparnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, pihaknya baru menyerap 117 ribu ton beras
dari petani lokal sepanjang panen sampai Februari 2011 untuk daerah-daerah di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan
NTB. Padahal, Bulog telah melakukan kontrak pembelian beras sebanyak 145 ribu ton.
Di sisi lain, Bulog juga harus mencapai target pengadaan beras 2011 sebesar 3,5 juta ton dari stok saat ini 1,5 juta ton.
Menurut Sutarto, rendahnya penyerapan tersebut disebabkan panen yang belum merata terjadi di seluruh wilayah
Indonesia. Hal ini menyebabkan masih tingginya harga beras di tingkat petani yang melebihi HPP.
Untuk itu, Sutarto mengharapkan akan ada peningkatan dengan adanya panen-panen di beberapa daerah lain.
"Karena kita sekarang baru pertengahan bulan ini Lampung panen, Jawa Barat panen, mudah-mudahan daerah-daerah
itu pengadaan bisa ditingkatkan," paparnya.
Dengan penyerapan yang masih rendah tersebut, Sutarto tidak merasa khawatir. Pasalnya, cadangan Bulog saat ini
masih tersedia 1,5 juta ton. “Lalu, raskin pun telah kita salurkan Maret lebih dari 67% dari target. Kalau awal
Maret saya kira ini relatif cukup baik," tandasnya. Sebagai stabilisator dan penjaga stok pangan, Bulog minimal harus
memiliki persediaan 4,5 hingga 5 juta ton beras selama satu tahun. [mdr]
http://pangan.agroprima.com
Powered by Joomla!
Generated: 6 July, 2016, 00:39
Kemandirian Pangan
Sumber: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1310562/bulog-sulit-serap-35-juta-ton-beras
http://pangan.agroprima.com
Powered by Joomla!
Generated: 6 July, 2016, 00:39
Fly UP