...

Reseptor rasa bagi asam-asam amino telah diidentifikasi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Reseptor rasa bagi asam-asam amino telah diidentifikasi
Reseptor rasa bagi asam-asam amino telah diidentifikasi
New York, 26 Feb (Reuters Health) – Para ilmuwan telah mengidentifikasi reseptor yang kita gunakan
untuk merasakan asam-asam amino, unsur pembangun protein-protein. Reseptor ini tampaknya
melibatkan umami, rasa gurih dari daging dan makanan lain yang sulit digambarkan yang kaya akan
asam-asam amino yang disebut glutamat.
Karena asam-asam amino merupakan bahan gizi yang sangat diperlukan, masuk akal bahwa manusia
berevolusi untuk mendapatkan asam amino lezat, menurut salah satu dari para penulis utama penelitian
ini.
Kata umami pasti kurang dikenal daripada nama-nama rasa lainnya – manis, asin, asam dan pahit – tapi
rasa itu sendiri ada di mana-mana. Glutamat terdapat berlimpah dalam daging dan makanan yang kaya
protein seperti keju dan susu. Asam-asam aminonya juga menambah rasa khas dari makanan-makanan
lain, seperti tomat dan asparagus.
Dan mungkin glutamat yang paling terkenal dari semuanya adalah peningkat rasa monosodium glutamat,
atau MSG.
Selama bertahun-tahun, Dr. Charles S. Zuker dari Howard Hughes Medical Institute dan Universitas
California-San Diego di La Jolla, dan Dr. Nicholas J.P. Ryba dari National Institute of Dental and
Craniofacial Research di Bethesda, Maryland telah mencoba mengidentifikasi reseptor-reseptor dalam selsel yang memungkinkan orang untuk merasakan berbagai rasa yang berbeda.
Dalam suatu wawancara dengan Reuters Health, Zuker menyamakan reseptor-reseptor ini dengan
gembok yang hanya bisa dibuka dengan kunci tertentu, dalam hal ini, suatu rasa. Tim Zuker dan Ryba
sebelumnya mengidentifikasi reseptor untuk rasa manis dan pahit.
Kini para peneliti melaporkan bahwa suatu reseptor yang disebut T1R1+3 merupakan gembok yang telah
dibuka oleh rasa asam amino. Penemuan ini diterbitkan dalam edisi online terdahulu dari Nature jurnal.
Ada "logika yang indah" terhadap kenyataan bahwa manusia mempunyai reseptor bagi asam-asam amino,
menurut Zuker. "Kita punya suatu reseptor rasa bagi bahan gizi yang diperlukan," katanya.
Zuker mencatat bahwa para ilmuwan telah mengidentifikasi calon yang diperkirakan sebagai reseptor
untuk rasa asin dan asam, tapi rasa itu belum ditest.
Rasa enak dari asam-asam amino bisa menawarkan suatu imbalan untuk memakannya, ilmuwan dari
California ini menjelaskan. Sebagai kontras, rasa pahit tampaknya berevolusi sebagai mekanisme untuk
memperingatkan terhadap bahan makanan beracun, katanya.
Namun demikian, para peneliti menunjukkan bahwa reseptor T1R1+3 memberi reaksi terhadap sebagian
besar, tapi tidak semua, asam amino. Hanya sejumlah kecil asam amino mempunyai rasa umami bagi
manusia. Sebenarnya, beberapa asam amino memberi rasa pahit.
Reseptor rasa tampaknya tidak sama pada semua orang. Para peneliti mendapatkan bahwa perbedaan
genetik dalam sub-unit reseptor asam amino dapat mempengaruhi rasa. Perbedaan-perbedaan seperti ini
dapat membantu menerangkan adanya variasi individual dalam rasa, begitulah perkiraan penelitian.
Reseptor-reseptor rasa juga berbeda antara manusia dan mamalia lainnya, tambah Zuker. Tikus,
misalnya, tidak dapat merasakan aspartame dan beberapa pemanis. “Penelitiannya sekarang
menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan dalam pilihan rasa antara tikus dan manusia disebabkan oleh
perbedaan urutan reseptor antara kedua spesies ini,” katanya.
Para peneliti kini mempelajari apakah memberi reseptor rasa manusia pada tikus memungkinkan tikus
untuk merasakan aspartame.
SUMBER: Nature 2002;10.1038/nature726
Hak Cipta © 2002 Reuters Limited. Hak cipta dilindungi undang-undang. Penerbitan kembali atau
redistribusi isi Reuters, termasuk memberi kerangka atau dengan cara serupa, dinyatakan terlarang tanpa
ijin tertulis sebelumnya dari Reuters. Reuters tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau penundaan
dalam isinya, atau untuk tindakan-tindakan yang diambil yang diakibatkan sesudahnya. Reuters dan logo
sphere Reuters terdaftar sebagai merek dagang perusahaan-perusahaan Reuters Group di seluruh dunia.
Fly UP