...

Sutta Pansu: Debu (Pansu Suttas: Dust) Sutta Nipata

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Sutta Pansu: Debu (Pansu Suttas: Dust) Sutta Nipata
1
Sutta Pansu: Debu
(Pansu Suttas: Dust)
Sutta Nipata 56.102-113
Kemudian Bhagavan mengambil sedikit debu dengan ujung jarinya, berkata kepada para
bhikkhu, “Para bhikkhu, bagaimanakah pendapat kalian? Manakah yang lebih banyak: sedikit
debu yang saya ambil dengan ujung jari saya atau debu yang ada di bumi ini?”
“Debu yang ada di bumi adalah jauh lebih banyak, Bhagavan. Sedikit debu yang Bhagavan ambil
dengan ujung jari hampir tidak ada apa-apanya. Bahkan tidak masuk hitungan. Tak dapat
dibandingkan. Sedikit debu yang Bhagavan ambil dengan ujung jari, bahkan bukan sepersekian
bagian dibandingkan dengan debu yang ada bumi ini.
“Sama halnya, para bhikkhu, hanya sedikit manusia yang setelah meninggal, terlahir kembali
sebagai manusia. Manusia yang setelah meninggal, terlahir di alam neraka adalah jauh lebih
banyak.
“Oleh karena itu, tugas kalian adalah mengontemplasikan, ‘Ini dukkha … Ini sumber dukkha …
Ini berhentinya dukkha.’ Tugas kalian adalah mengontemplasikan, ‘Ini jalan untuk mengakhiri
dukkha.’”
Kemudian Bhagavan mengambil sedikit debu dengan ujung jarinya, berkata kepada para
bhikkhu, “Para bhikkhu, bagaimanakah pendapat kalian? Manakah yang lebih banyak: sedikit
debu yang saya ambil dengan ujung jari saya atau debu yang ada di bumi ini?”
“Debu yang ada di bumi adalah jauh lebih banyak, Bhagavan. Sedikit debu yang Bhagavan ambil
dengan ujung jari hampir tidak ada apa-apanya. Bahkan tidak masuk hitungan. Tak dapat
dibandingkan. Sedikit debu yang Bhagavan ambil dengan ujung jari, bahkan bukan sepersekian
bagian dibandingkan dengan debu yang ada di bumi ini.
“Sama halnya, para bhikkhu, hanya sedikit manusia yang setelah meninggal, terlahir kembali
sebagai manusia. Manusia yang setelah meninggal terlahir di alam hewan … di alam preta
adalah jauh lebih banyak.
2
... “Demikian halnya, para bhikkhu, hanya sedikit manusia yang setelah meninggal, terlahir
kembali sebagai dewa. Manusia yang setelah meninggal, terlahir di alam neraka … alam hewan
… alam preta adalah jauh lebih banyak.
... “Demikian juga, para bhikkhu, hanya sedikit dewa yang setelah meninggal, terlahir kembali
sebagai dewa. Dewa yang setelah meninggal, terlahir di alam neraka … alam hewan … alam
preta adalah jauh lebih banyak.
... “Begitu pula, para bhikkhu, hanya sedikit dewa yang setelah meninggal, terlahir kembali
sebagai manusia. Dewa yang setelah meninggal, terlahir di alam neraka … alam hewan … alam
preta adalah jauh lebih banyak.
“Oleh karena itu, tugas kalian adalah mengontemplasikan, ‘Ini dukkha … Ini sumber dukkha …
Ini berhentinya dukkha.’ Tugas kalian adalah mengontemplasikan, ‘Ini jalan untuk mengakhiri
dukkha.’”
“Pansu Suttas: Dust" (SN 56.102-113), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 10
December 2011, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn56/sn56.102-113.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim penerjemah Potowa Center. Maret 2012.
Fly UP