...

Kadar Debu Semen Di Bagian Gudang PT.Hasjrat Abadi Kota Go

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kadar Debu Semen Di Bagian Gudang PT.Hasjrat Abadi Kota Go
ABSTRAK
Faisal Sahabuddin. NIM: 811409118. Dengan skripsi berjudul “Kadar
Debu Semen Di Bagian Gudang PT.Hasjrat Abadi Kota Gorontalo”. Jurusan
Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan
Universitas Negeri Gorontalo.
Salah satu dampak negatif dari industri semen adalah pencemaran udara
oleh debu. Debu yang dihasilkan oleh kegiatan industri semen terdiri dari debu
yang dihasilkan pada waktu pengadaan dan debu selama pengangkutan bahan
baku ke pabrik dan bahan jadi ke luar gudang, termasuk pengantongannya. Bahan
pencemar tersebut dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan manusia.
Penelitian ini bertujuan mengukur kadar debu semen dan untuk
mengetahui perbandingan dimana 2 titik yang di tentukan dalam pengukuran yaitu
di dalam maupun di luar gudang semen.
Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2013. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara dengan responden, dan pengukuran kadar debu
menggunakan EPAM 5000 dengan hasil dalam satuan mg/Nm³ dikonversi dalam
satuan µg/Nm³ dilakukan pengukuran selama 1 jam, serta pengukuran suhu,
kelembaban, kecepatan angin menggunakan Termohidro. Analisis data dilakukan
dengan metode gravimetrik yang di tangani langsung tim analisis BTKLPPM
Manado.
Hasil penelitian ini menunjukkan kadar debu semen di bagian dalam
gudang dengan suhu 34,4˚c, kelembaban 62,5 %, kecepatan angin 0,1 m/s,dan
kadar debu semen yang di peroleh 763 µg/Nm³. Sedangkan hasil kadar debu
semen di bagian luar gudang semen dimana suhu 33,0 ˚c, kelembaban 57,7% dan
kadar debu semen yang di peroleh 471 µg/Nm³.Telah diketahui di dalam maupun
di luar gudang semen PT.Hasjrat Abadi dimana di dalam gudang lebih tinggi
kadar debu yang di hasilkan yakni 763 µg/Nm³ dibandingkan luar gudang kadar
debu yang dihasilkan 471 µg/Nm³, namun dinyatakan di dalam maupun di luar
gudang semen kadar debu yang di hasilkan telah melebihi baku mutu atau nilai
ambang batas yakni 230 µg/Nm³ sesuai PP. NO.41 TAHUN 1999.
Oleh karena itu diperlukan pengawasan penggunaan APD secara ketat dan
di harapkan untuk pihak instansi yang terkait memberikan program pengendalian
debu. serta dalam gudang di adakan ventilasi atau dengan mesin utuk penerapan
pengendalian debu seperti teknik basa.
Kata kunci: kadar debu
ii
ABSTRACT
Faisal Sahabuddin. Student’s ID: 811409118. Cement’s Dust Intensity
at the Storehouse of PT. Hasjrat Abadi Kota Gorontalo. Department of Public
Health, Faculty of Sports and Health Sciences, State University of Gorontalo.
One of negative impacts of cement industry is can causes the air
contamination. The dust of cement industry consists of cement’s dust that caused
by the supplying process and also when the process of transport the cement to the
factory and to the outside of the storehouse. The substance of the cement’s dust
can influence the environment and human life.
This research aimed to measure cement’s dust intensity and to identify the
comparison between indoor and outdoor cement’s dust intensity.
The research was held in April 2013. The data were collected by
interviewing the research correspondents and measuring cement’s dust intensity
using EPAM 5000. The result was using mg/Nm³ value which were converted
into µg/Nm³ in one-hour-measurement involved temperature measurement,
humidity measurement, and wind-speed by using Termohidro. The data analysis
applied gravimetric method which was directly controlled by Manado BTKLPPM
analysis team.
The research findings showed that the cement’s dust intensity inside the
storehouse at 34.4˚C temperature, 62.5% of humadity, 0.1 m/s of wind-speed
produced 763 µg/Nm³ of the cement’s dust intensity. Meanwhile, the
measurement at the outside of the storehouse with 33.0˚C of the temperature and
57.7% of humidity produced 471 µg/Nm³ of cement’s dust intensity. It was
identified that the cement’s dust intensity inside the storehouse at PT.Hasjrat
Abadi was higher that intensity outside of the storehouse. Unfortunately, both
result overreached the maximum limit of the quality standard that was 230
µg/Nm³ based on PP.NO.41 TAHUN 1999.
Therefore, the control of the use of APD is needed and it is expected that
the stake-holder the dust-control program. Besides, it is suggested to provide
ventilation inside of the storehouse and to apply the basic-technique on machine
application.
Keyword: Dust Intensity
iii
Fly UP