...

Kebijakan Konservasi Hutan APP Kebijakan ini berlaku dimulai dari

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kebijakan Konservasi Hutan APP Kebijakan ini berlaku dimulai dari
Kebijakan Konservasi Hutan APP
Kebijakan ini berlaku dimulai dari tanggal 1 Februari 2013, dan akan diberlakukan kepada:
1.
APP dan seluruh pemasok kayunya di Indonesia
2.
Seluruh serat kayu yang berasal dari Indonesia dan dipergunakan oleh pabrik APP di
Indonesia dan China.
3.
Ekspansi di masa depan
Hutan dengan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS):
Kebijakan Komitmen 1: APP dan seluruh pemasoknya hanya akan mengembangkan area yang bukan
merupakan lahan hutan, sesuai dengan hasil identifikasi dalam penilaian HCV dan HCS secara
independen:
• Sejak 1 Februari 2013, seluruh pembukaan hutan alam telah dihentikan sementara hingga
selesainya penilaian HCV dan HCS. Tidak ada lagi pembukaan lahan yang teridentifikasi
sebagai hutan.
• APP telah melakukan penilaian awal terhadap keseluruhan rantai pasokannya. APP telah
memprioritaskan penilaian HCV dan HCS di daerah-daerah konsesi yang hingga sekarang
masih memasok kayu alam. Area dengan HCV dan HCS akan dilindungi.
• Penilaian HCS telah dimulai dengan mengidentifikasi area dan kualitas dari tutupan hutan.
Analisa satelit, didukung dengan pekerjaan di lapangan, akan mengidentifikasi area yang
akan dilindungi dan juga area dengan stok karbon rendah yang dapat dikembangkan menjadi
hutan tanaman industri.
• Penilaian HCS akan membedakan hutan alam dari daerah terdegradasi, yaitu daerah yang
hanya memiliki pohon kecil, semak belukar dan rerumputan. Pendekatan ini akan
mengkategorikan vegetasi ke dalam enam kelas (stratifikasi) melalui kombinasi analisa
gambar satelit dan petak di lapangan. Di Indonesia, keenam kelas ini dikenal sebagai : Hutan
Kerapatan Tinggi (HK3), Hutan Kerapatan Rendah (HK2), Hutan Kerapatan Sangat Rendah
(HK1), Belukar Tua (BT), Belukar Muda (BM) dan Lahan Terbuka (LT). Ambang batas APP
untuk HCS akan didefinisikan, menyusul analisa lapangan, di dalam kategori Belukar Tua
(BT).
• Kayu alam (MTH) yang saat ini telah berada di dalam rantai pasokan APP dan dipotong
sebelum 1 Februari 2013, contohnya kayu di dalam tumpukan kayu pabrik, akan tetap
dipakai oleh pabrik dalam proses produksi. Kayu-kayu yang berasal dari daerah yang bukan
hutan, seperti daerah belukar, juga akan digunakan oleh pabrik pulp.
• APP akan mengakhiri perjanjian pembelian maupun perjanjian lainnya dengan pemasok
yang tidak memenuhi komitmen APP.
• Komitmen APP ini akan dipantau oleh The Forest Trust. APP menyambut pengamat pihak
ketiga yang independen untuk melakukan verifikasi implementasi komitmen tersebut.
Komitmen Manajemen Gambut:
Kebijakan Komitmen 2: APP akan mendukung strategi dan target Pemerintah Indonesia untuk
pengembangan rendah emisi dan penurunan gas rumah kaca. Hal ini akan dicapai dengan cara:
• Memastikan bahwa hutan lahan gambut dilindungi sebagai bagian dari komitmennya untuk
melindungi hutan dengan nilai konservasi tinggi dan hutan dengan stok karbon tinggi.
• Melakukan praktek manajemen terbaik untuk mengurangi dan menghindari emisi gas rumah
kaca dalam lanskap lahan gambut. Sebagai bagian dalam usaha mencapai hal ini, tidak akan
ada aktivitas pembangunan kanal atau infrastruktur di area konsesi lahan gambut tidak
berhutan yang belum dikembangkan, hingga proses penilaian HCV, termasuk masukan dari
ahli lahan gambut, telah selesai dilakukan.
Keterlibatan sosial dan masyarakat
Kebijakan Komitmen 3: Untuk menghindari maupun menyelesaikan konflik sosial di keseluruhan
rantai pasokannya, APP akan secara aktif meminta dan mengikut sertakan saran dan masukan dari
berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat sipil, untuk menerapkan prinsip-prinsip
berikut :
• Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dari masyarakat asli dan komunitas lokal
• Penanganan keluhan yang bertanggung jawab
• Pemecahan konflik yang bertanggung jawab
• Dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan
internasional
• Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
• Penghormatan terhadap hak asasi manusia
• Mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya
• Kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang
relevan
Dimana ada pengajuan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang baru, APP akan menghormati hak-hak
masyarakat adat dan komunitas lokal, termasuk juga pengakuan terhadap hak atas tanah adat. APP
telah berkomitmen terhadap penilaian HCVF yang independen sebagai bagian dari komitmen ini dan
dengan konsultasi dengan para pemangku kepentingan, akan mengembangkan langkah-langkah
lanjutan untuk menerapkan FPIC.
APP akan berkonsultasi dengan LSM dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa
protokol dan prosedur FPIC dan resolusi konflik yang dimilikinya telah sesuai dengan praktik terbaik
internasional.
Pemasok kayu lainnya
Kebijakan Komitmen 4: Sumber serat kayu APP datang dari seluruh penjuru dunia dan saat ini APP
sedang mengembangkan prosedur untuk memastikan bahwa pasokan ini mendukung prinsip
manajemen hutan yang bertanggung jawab.
Jika Anda memerlukan informasi tambahan atau klarifikasi, silahkan hubungi kami di
[email protected] atau kunjungi situs kami di www.asiapulppaper.com.
Asia Pulp & Paper (APP) adalah nama dagang untuk sekelompok perusahaan manufaktur pulp dan
kertas di Indonesia dan Cina. APP adalah salah satu produsen pulp dan kertas yang terintegrasi
secara vertikal yang terbesar di dunia.
APP
Dibuat: Jakarta, February 2013
Fly UP