...

Dimanakah ini semua dimulai?

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Dimanakah ini semua dimulai?
UPDATE
www.voiceinthecity.org
US
EDISI KHUS
O U T R E A C H
P
P A P U A
endeta yang lanjut usia itu memegang
sertifikat dengan tetesan air mata haru
membasahi matanya. Selama bertahun-tahun, dia tinggal diantara para
kanibal di pedalaman Papua Barat -juga
dikenal sebagai Irian Jaya Barat, untuk
mengajarkan Firman Tuhan kepada
mereka, sebisa mungkin. Kemudian,
dia mendengar tentang ”Love Papua
Training Centre”. Dia datang kesana,
dengan sebuah kepercayaan bahwa
dia akan mendapatkan pelajaran. Apa
yang ia percayai itu benar! Saya menyederhanakan khotbah saya, sebaik yang
saya bisa. Saya juga membantunya untuk menemukan ayat-ayat firman Tuhan. Dia tidak terlalu lancar membaca
ataupun menulis. Namun ia menelan
setiap firman Tuhan dari pengajaranpengajaran yang diberikan oleh saya
dan para pengajar lainnya. Kemudian,
tibalah hari terakhir pelatihan. Dia menerima sertifikat, karena telah hadir
dan menyelesaikan pelatihan pada
minggu tersebut. Sukacita terpancar
dari seluruh raut wajahnya. Sertifikat
itu mungkin adalah yang pertama yang
pernah ia terima seumur hidupnya!
2 0 1 4
W I T H
V O I C E
I N
T H E
C I T Y
Cerita ini mungkin adalah kisah dari
begitu banyak hamba Tuhan, pemimpin, dan pendoa syafaat yang telah
mengikuti pelatihan di ”Love Papua
Training Centre” di Manokwari, Papua, Indonesia, sejak dibukanya tempat
itu pada tanggal 22 Maret 2014.
Dimanakah ini
semua dimulai?
Saya mengamati pantulan cahaya
matahari di atas air, ketika berdiri di
balkon ruangan saya di Jayapura, Papua, Indonesia. Cahaya-cahaya itu nampak seperti lampu natal. Awalnya, saya
hanya berdiri mengaguminya, ketika
tiba-tiba cahaya-cahaya itu membentuk peta Papua dan berubah menjadi
sebuah sungai yang mengalir ke Indonesia dan ke bangsa-bangsa. Barulah
saya menyadari bahwa Tuhan sedang
memberikan sebuah penglihatan
dan memberitahukan rencana-Nya
untuk Papua. Sebuah semangat dan
kasih yang begitu dalam memenuhi
hati saya. Saya memahami bahwa hal
ini adalah bagian dari rencana Tuhan
bagi orang-orang yang ditolak oleh
bangsanya sendiri, disalah-artikan
oleh banyak orang, dan dilupakan
oleh dunia. Papua juga dikenal sebagai Irian Jaya.
Papua Barat – ”Pintu Gerbang Timur”
P
apua adalah bagian timur terjauh dari
wilayah Indonesia. Banyak nubuatan
yang beredar beberapa tahun belakangan bahwa Tuhan akan membuka
”Pintu Gerbang Timur” dan bahwa
berkat yang luar biasa akan mengalir
dari sana ke bangsa-bangsa. Orangorang pada umumnya percaya bahwa
itu adalah Papua, namun hanya sedikit
saja yang benar-benar melakukan
sesuatu. Namun demikian, pemimpin
dari gerakan doa di Indonesia, Dr.
Daniel H. Pandji, terus-menerus memberikan semangat kepada saya untuk
mewujudkan visi yang telah Tuhan letakkan di dalam roh saya. Kami bertindak atas dasar visi tersebut dengan
mengadakan KKR penjangkauan di
kota-kota utama, 3 sekolah doa, yang
melatih 7000 orang dari seluruh Papua
di dalam doa dan doa syafaat. Kami
melakukan misi ke daerah pedalaman,
ke tempat-tempat paling terpencil di
Papua, dan memulai sebuah klinik
kesehatan keliling untuk menolong
mereka secara praktis. Segera menjadi jelas bagi saya, bahwa upaya-upaya
tersebut tidak akan mengubah Papua.
Orang-orang memerlukan pelatihan
dan kami membutuhkan sebuah pusat pelatihan untuk memperlengkapi
mereka! Tetapi, dimana kami harus
mendirikannya? Karena yang seperti
ini akan menjadi Training Centre yang
pertama di dalam sejarah bangsa ini.
158 tahun yang lalu, dua orang berkebangsaan Jerman mendarat di Manok-
Yayasan Karya Ujung Bumi QQ Voice in the City
•
wari, Papua. Mereka disambut oleh
kepala-kepala suku yang memusuhi
mereka. Mereka bertahan dan menjadi saluran yang membawa Injil Yesus
Kristus ke sebuah tanah yang terhilang
dan terlupakan. Sekarang, lebih dari
satu setengah abad kemudian, Papua
dipandang sebagai daerah ”Kristen”,
tetapi hanya merupakan sebutan saja.
Saat ini, orang-orang dari kepercayaan
lain telah membanjiri tanah tersebut,
sampai kepada sebuah titik dimana
begitu banyak kota-kota, dimana
dari separuh populasinya merupakan
pemeluk kepercayaan lain. Ingatlah
juga bahwa Papua merupakan bagian
dari Indonesia, yang tentu saja adalah
negara Muslim terbesar di dunia.
Kemudian, Tuhan berbicara: ”Dari
Manokwari, sekali lagi ’Firman dan
Api’ akan mengalir ke tanah ini..” Kami
tidak tahu bagaimana hal itu akan
terjadi. Tuhan lalu berbicara kepada
saya sekali lagi: ”Bangunlah sebuah
Centre untuk melatih orang-orang...”
Hari ini, kita telah mendirikan ’Love
Papua Training Centre’ yang berpusat
di Manokwari.
Bank Mandiri Cabang Manokwari
•
No. Rek. 160 000 054 9572
Tujuan
V
isi: Memberi dampak kepada Papua,
Indonesia dengan cara melatih para
pendeta dan pemimpin, baik pria
maupun wanita, supaya mereka memiliki pengenalan akan Tuhan yang lebih
dalam, belajar dimensi baru dalam penyembahan, doa, dan pengajaran Firman Tuhan, serta memperlengkapi
mereka untuk menjadi lebih efektif
secara rohani maupun praktikal.
Misi: Melatih dan memberikan inspirasi melalui pelatihan intensif, untuk
mentransformasi gereja dan komunitas mereka dengan Injil Yesus Kris-
www.voiceinthecity.org
tus; mengambil tanggung jawab atas
Amanat Agung Yesus Kristus, dengan
kerinduan yang kuat terhadap mereka
yang terluka dan terhilang.
Sasaran: Membangun menara doa
dan gerakan doa yang efektif di setiap
desa dan kota di seluruh Papua, untuk
memberkati setiap suku, kaum dan bahasa di Papua, Indonesia, dan bangsabangsa, melalui doa syafaat dan alat
praktis lainnya yang tersedia.
Kelompok yang berbeda-beda datang
ke pusat pelatihan setiap minggunya.
Pada pukul 5 setiap paginya, puji-pujian dari para peserta dan tim pelayanan
memenuhi udara, menandakan dimulainya hari di pusat pelatihan. Mulai
pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore setiap
harinya, sesi pelatihan yang beragam
dilakukan oleh pembicara-pembicara
yang berbeda, untuk memberikan
pelatihan rohani dan praktis bagi para
peserta. Hari tersebut kemudian ditutup dengan sebuah pertemuan doa
malam, yang juga dihadiri oleh banyak
anggota Tubuh Kristus di dalam kotan
Manokwari. Minggu pelatihan akan
ditutup dengan Kebaktian Penyerahan Sertifikat Khusus dan Perjamuan
Kudus, juga disertai dengan waktu doa
khusus untuk mengutus para peserta
ke dalam perjalanan mereka.
www.lovepapua.org
Istri-istri pendeta dari pedalaman
Acara penyerahan sertifikat
Orang-orang modern dan suku-suku
pedalaman mengikuti Perjamuan Kudus
bersama-sama
Love Papua - Suzette Hattingh Ministries
Penjangkauan
Hampir setiap hari Sabtu, para
peserta bersama tim pelayanan
akan pergi untuk melakukan penjangkauan. Hal ini adalah untuk
memberikan kesempatan bagi
para peserta dalam menerapkan
apa yang telah mereka pelajari di
masa pelatihan. Kegiatan ini terbukti sangat berhasil dan menarik
bagi semua peserta.
Beberapa dari orang-orang ini telah merintis menara doa mereka
sendiri. Seorang pria dari suku Arfak, yang datang ke Training Centre kami, merasa sangat dibangkitkan. Dia kembali ke sukunya untuk
merintis gerakan doa. Satu pria ini
saja telah merintis 13
menara doa yang aktif,
dimana ratusan orang
berdoa bersama-sama
bagi desa, kota, komunitas, dan bangsa
mereka, setiap hari
Sabtu jam 4.30 pagi.
Sampai saat ini, ada 22
menara-menara doa
yang telah didirikan
di seluruh Papua, dan
beberapa diantaranya
terletak di daerah yang paling
terpencil. Tentu saja, kami
bekerja sama secara erat dengan semua denominasi dan
jaringan doa lainnya yang ada
di Papua.
Menara doa
yang dipimpin
oleh seorang
mantan dukun!
P
ada salah satu kegiatan penjangkauan, seorang dukun yang paling
ditakuti di sebuah area, akhirnya
memberikan hidupnya bagi Yesus!
Diapun telah mengikuti pelatihan
kami dan mendirikan 2 menara doa
di wilayahnya. Orang ini bukan hanya
memimpin menara doa, namun juga
berhasil membawa teman-temannya
dahulu, yaitu para pencuri dan pembunuh. Sekarang, mereka juga telah
mengenal Yesus Kristus, dan memenuhi udara dengan pujian mereka setiap
hari Sabtu pukul 4.30 pagi.
Persembahan kasih mereka
kepada Tuhan
”Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan
orang-orang yang berhikmat, dan
apa yang lemah bagi dunia, dipilih
Allah untuk memalukan apa yang
kuat, dan apa yang tidak terpandang
dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti,
dipilih Allah untuk meniadakan apa
yang berarti” (1 Korintus 1:27-28)
Suzette Hattingh
Founder and Evangelist
Caption text to follow here
Caption text to follow here
Fly UP