...

Ajang Pertemuan Industri Kreatif Dimulai Didominasi Industri Kertas

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Ajang Pertemuan Industri Kreatif Dimulai Didominasi Industri Kertas
Ajang Pertemuan Industri Kreatif Dimulai
Didominasi Industri Kertas dan Daur Ulang
Jumat, 23 Mei 2014
Ajang pertemuan industri kreatif dimulai. Pameran Produksi Indonesia (PPI) itu
merupakan sarana menampilkan produk-produk kreatif karya anak bangsa yang unik dan
memiliki keunggulan desain dan teknologi. Adapun syarat produk yang ditampilkan adalah
hasil produksi dalam negeri, menggunakan bahan baku dalam negeri, memiliki keunggulan
desain dan teknologi, memiliki potensi atau telah diekspor.
Di antara peserta PPI, dua mitra binaan Asia Pulp Paper ikut ambil bagian. Pertama adalah
Kelompok Pengrajin Tunas Harapan, kelompok yang diketuai oleh Muhammad Nur.
Kelompok yang berlokasi di Tualang, Siak Riau ini adalah binaan PT Indah Kiat Pulp &
Paper Tbk-Perawang Mills. Muhammad Nur dan ibu-ibu anggota Pengrajin Tunas Harapan
mengolah sampah tali plastik menjadi produk kerajinan seperti keranjang, tudung saji,
tikar, keranjang kain, tempat buah, dan juga pot.
Produk kerajinan itu banyak diminati. Terbukti banyak pedagang yang bersedia menjadi
distributor. Permintaan datang dari sekitar provinsi Riau, antara lain Siak, Bengkalis, Pulau
Rupat, dan Dumai. Order juga datang dari Sumatera Barat, antara lain dari Maninjau dan
Payakumbuh. Setiap bulan lebih dari 500 keranjang habis terjual. Berkat kegiatan ini,
kehidupan sebagian warga Tualang cukup terbantu.
Sementara itu Mitra Kreasi yang merupakan binaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk-Serang
Mills menampilkan produk-produk cindera mata yang diolah dari kertas-kertas tak
terpakai. IKPP Serang yang berada di bawah naungan APP itu menghasilkan beraneka
produk kertas industri berkualitas tinggi seperti kardus dan boks, dengan bahan baku
kertas bekas.
Tidak semua produksi kertas daur ulang (recycled paper) itu sempurna, sebagian ada yang
tidak memenuhi standar kualitas hingga harus dibuang. Di sini tercetus ide untuk
mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai salah satu
bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kami memang berkomitmen untuk memberikan manfaat atas kehadiran kami di tengah
masyarakat. Untuk itulah kami melakukan pembinaan agar kemudian masyarakat mampu
membantu dirinya sendiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” jelas Direktur
Corporate Affairs and Communication APP Suhendra Wiriadinata di Jakarta, Kamis (22/5).
APP (Asia Pulp & Paper) merupakan payung dari perusahaan-perusahaan pulp dan kertas
di Indonesia seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT
Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT Ekamas
Fortuna, PT The Univenus dan PT Purinusa Eka Persada. Kantor utama APP berlokasi di
Indonesia dan produk-produknya telah dipasarkan ke lebih dari 120 negara. Sebagian
besar fasilitas produksi APP mendapatkan sertifikasi Lacak Balak dari LEI dan PEFC.
Hingga saat ini, lanjut Suhendra, seluruh pabrik APP telah mendapatkan SVLK. SVLK adalah
Sistem Verifikasi Legalitas Kayu yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Sistem SVLK
menciptakan proses lacak balak ketat yang dirancang untuk memastikan bahwa pabrik
hanya menerima dan memproses kayu dari sumber-sumber yang legal dan bahwa semua
produk kayu yang diekspor dari negara ini dapat dilacak sampai ke titik asalnya yang dapat
diverifikasi.
APP mendukung beberapa insiatif konservasi utama, termasuk Reservasi Biosfer seluas
178.000 hektar di Giam Siak Kecil – Bukit Batu dan area seluas 106.000 hektar untuk
Konservasi Harimau Senepis. Kedua area ini berada di provinsi Riau, Sumatera. Inisiatif
APP lainnya di bidang suaka margasatwa mencakup dukungan terhadap Program
Orangutan Kutai di Kalimantan dan konservasi Badak Jawa (Javan Rhino) di Taman
Nasional Ujung Kulon. (vit)
Sumber: http://www.indopos.co.id/2014/05/didominasi-industri-kertas-dan-daur-ulang.html
Fly UP