...

kemas ulang informasi untuk pemenuhan kebutuhan - PDII

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

kemas ulang informasi untuk pemenuhan kebutuhan - PDII
KEMAS ULANG INFORMASI UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN
INFORMASI USAHA KECIL MENENGAH:
TINJAUAN ANALISIS DI PDII-LIPI
Tupan1)* dan Wahid Nashihuddin2)
1)
1)
Pustakawan Madya PDII-LIPI
Pustakawan Pertama PDII-LIPI
*Korespondensi: [email protected]
ABSTRACT
This purposed of study to determine: 1) the types of information packaging products; 2) the process of information
repackaging; and 3) the complied effort to the user information needs of smart scale enterprises (UKM) through
PDII-LIPI information packs. Data of this study is a descriptive. Data collected by a discussion with the users or
subscribers of information repackaging products of PDII-LIPI. The collected data are then be identified, analyzed,
and interpreted the results and discussion chapter. The results of this study are known: 1) the types of information
repackaging products of PDII-LIPI, namely: paket informasi teknologi, informasi kilat, pohon industri, panduan
usaha, tinjauan literatur, fokus informasi indonesia, dan film animasi; 2) the process of making the package of
information repackaging PDII-LIPI, namely the determination of topics, literature searching, analysis of the literature,
making the design/template, duplication of information packing, and report generation; and 3) the efforts of institutions to complied the information needs of UKM through the product of information repackaging, namely: promotion, identification of needs, choosing the sources of information, product offerings, product evaluation utilization,
and create innovative policies. In principle that the packaging of the information provided and created by PDII-LIPI
had oriented by information needs of users, in particular to meet the UKM information needs.
ABSTRAK
Kajian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) jenis-jenis produk kemasan informasi; 2) proses kemas ulang informasi;
dan 3) upaya pemenuhan kebutuhan informasi usaha kecil menengah (UKM) melalui kemasan informasi PDII-LIPI.
Data kajian ini bersifat deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara diskusi dengan pengguna atau pemesan produk
kemas ulang informasi PDII-LIPI. Data yang terkumpul kemudian diidentifikasi, dianalisis, dan diinterpretasikan ke
dalam hasil dan pembahasan kajian. Hasil kajian ini adalah diketahuinya: 1) jenis-jenis produk hasil kemas ulang
informasi PDII-LIPI, yaitu: paket informasi teknologi, informasi kilat, pohon industri, panduan usaha, tinjauan literatur,
fokus informasi indonesia, dan film animasi; 2) proses pembuatan paket kemas ulang informasi PDII-LIPI, yaitu
penetapan topik, penelusuran literatur, analisis literatur, menyusun desain/template, penggandaan paket informasi,
dan pembuatan laporan; serta 3) upaya lembaga untuk memenuhi kebutuhan informasi UKM melalui produk kemas
ulang informasi, yaitu: promosi, identifikasi kebutuhan, memilih sumber-sumber informasi, penawaran produk, evaluasi
pemanfaatan produk, dan membuat kebijakan inovatif. Pada prinsipnya, kemasan informasi yang disediakan dan
dibuat oleh PDII-LIPI berorientasi pada kebutuhan pengguna, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan informasi
UKM.
Keywords: Information repackaging; Information retrieval; User needed; Smart scale enterprises; PDII-LIPI
1. PENDAHULUAN
Pada era globalisasi ini, tuntutan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat semakin
meningkat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, sosial, hukum, maupun politik. Tuntutan
tersebut juga terjadi pada lembaga perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (dokinfo), yaitu adanya
peningkatan permintaan informasi pengguna dalam bentuk kemasan informasi/pengetahuan. Iwhiwhu
(2008:1) mengatakan bahwa kegiatan kemasan informasi dan kemas ulang informasi menjadi tantangan
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
109
bagi perpustakaan. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi kekuatan atau pendorong bagi
perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kontemporer. Melalui informasi,
perpustakaan dituntut untuk melayani orang sebanyak mungkin, melakukan penyebaran informasi,
melestarikan budaya, dan memberikan kontribusi untuk kehidupan intelektual dan sosial.
Kegiatan pengemasan informasi dimulai dari menganalisis informasi yang terkonsolidasi dalam
bentuk yang lebih cocok dan mudah dimengerti oleh pengguna. Alasan mendasar pustakawan melakukan
pekerjaan kemas ulang informasi adalah menyesuaikan informasi yang tersedia dengan kebutuhan
pemustaka. Informasi tersedia di perpustakaan dalam berbagai format dan subjek, demikian pula
informasi yang dapat diakses pustakawan di luar tempat kerja mereka. Kegiatan kemas ulang informasi
mencakup pula pekerjaan penerjemahan dan penyuntingan. Komponen-komponen penting lainnya
termasuk analisis, sintesis, penyuntingan, penerjemahan, dan transmisi format media dan simbol
(Widyawan, 2012).
Informasi akan berguna bagi seseorang apabila memberi nilai pengetahuan baru bagi pemakainya.
Dengan banyaknya informasi yang muncul di dunia ilmu, pengetahuan, dan teknologi semakin sulit
orang untuk memperoleh informasi yang tepat baginya bahkan yang dapat langsung dimanfaatkan.
Dengan demikian, hal yang dibutuhkan dari suatu informasi adalah penyajian informasi menjadi suatu
produk kemasan yang bermanfaat dan tepat bagi pemakai. Untuk itu, menjadi tantangan bagi petugas
informasi apalagi seorang pustakawan untuk menyediakannya.
Kegiatan kemas ulang informasi di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (selanjutnya disebut PDII-LIPI) merupakan jasa kesiagaan informasi yang
responsif terhadap kebutuhan informasi pengguna. Pelaksanaan kegiatan kemasan informasi di PDIILIPI berdasarkan Surat keputusan Kepala LIPI No.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, dilakukan oleh
SubBidang Jasa Kemasan Informasi (Koordinasi di bawah Bidang Informasi), dengan tugas melakukan
urusan pelayanan, pengemasan informasi ilmiah, menyiapkan rencana penerbitan dalam bentuk cetak
maupun digital, serta melakukan pengembangan dan pengelolaan.
Sampai saat ini, PDII-LIPI telah merasakan adanya peningkatan permintaan atau pemesanan
informasi dari berbagai kalangan pengguna, seperti akademisi, badan usaha kecil menengah (UKM),
dan masyarakat. Bagi PDII-LIPI, meningkatnya permintaan informasi dari masyarakat akan
memberikan dampak positif dalam rangka diseminasi kemasan informasi secara merata ke masyarakat.
Manfaat positif tersebut telah dirasakan oleh badan usaha UKM yang telah menggunakan produk
kemas ulang informasi, yaitu adanya pengembangan ide dalam berusaha dan lebih produktif dalam
pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Pemesanan informasi oleh UKM terhadap
hasil kemas ulang informasi PDII-LIPI dilakukan atas dasar perlunya mendapatkan informasi terseleksi
yang cepat, tepat, mudah, dan praktis. Bagi UKM, informasi hasil kemas ulang ini dapat menghemat
ekonomi bagi UKM dan memberikan manfaat besar dalam menganalisis usahanya berdasarkan literatur
yang dibutuhkan. Adapun tujuan dilakukan kemas ulang informasi, yaitu:
a) menyajikan informasi dalam bentuk kemasan yang lebih menarik dan dapat diterima pemakai
secara langsung dan mudah dimengerti isinya oleh pemustaka, khususnya UKM;
b) menyediakan informasi dengan cara meringkas dan mensintesis data atau penelitian yang sesuai
dengan kebutuhan UKM;
c) menyediakan sarana dan panduannya untuk menyusun kemasan informasi;
d) mengumpulkan informasi mutakhir dari berbagai sumber baik dalam maupun luar negeri;
e) me-review atau meninjau berbagai literatur dan dokumen yang telah dikumpulkan.
110
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
Untuk memenuhi kebutuhan informasi UKM, PDII-LIPI telah menyediakan berbagai paket
hasil kemas ulang informasi, berupa Paket Informasi Teknologi, Informasi Kilat/Info Baru, Pohon
Industri, Panduan Usaha, Tinjauan Literatur, Fokus Informasi Indonesia, dan film animasi.
Berdasarkan uraian di atas, tulisan ini menganalisis kegiatan kemas ulang informasi di PDIILIPI dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi UKM. Untuk menjawab hal tersebut, fokus tulisan
ini menganalis tiga hal, yaitu: 1) jenis-jenis produk kemasan informasi PDII; 2) proses kemas ulang
informasi di PDII; dan 3) upaya pemenuhan kebutuhan informasi UKM melalui kemasan informasi
PDII. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis produk kemasan informasi, proses kemas
ulang informasi, dan upaya PDII dalam memenuhi kebutuhan informasi UKM melalui kemasan
informasi.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kemas Ulang Informasi
Sebelum mendefinisikan kemas ulang informasi (information repackaging), perlu diketahui
definisi dari informasi (information) dan kemas ulang (repackaging). Reitz (2014) mendefinisikan
informasi (information) sebagai suatu data yang disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami,
dalam hal ini terkait dengan konteks penggunaannya. Dalam arti yang lebih dinamis, informasi
merupakan pesan yang disampaikan dengan menggunakan media komunikasi atau ekspresi, apakah
pesan yang diterima itu sudah informatif atau tidak, hal tersebut bergantung pada persepsi penerima.
Sementara itu, kemas ulang (repackaging) adalah penerbitan kembali sebuah buku yang diterbitkan
sebelumnya dalam format yang berbeda untuk meningkatkan daya tarik bagi pembaca. Chisita
(2011:9) mengatakan bahwa istilah kemas ulang informasi diawali dari pernyataan Saracevic dan
Woods (1981) dan Bunch (1984) yang digunakan untuk menggambarkan sebuah layanan informasi
hasil pemilihan bahan informasi yang tepat, diolah ulang dalam bentuk kemasan informasi, dan
disediakan berdasarkan kebutuhan pengguna. Kemas ulang informasi dapat dilakukan pada berbagai
jenis, seperti popular theatre, drama, story telling, dan the use of songs. Kegiatan kemas
ulang informasi diawali melalui studi-studi pada konten informasi ilmiah teknis dan informasi yang
berkembang di masyarakat.
Kemas ulang informasi menurut Dongardive (2013:204) adalah proses untuk menyeleksi,
menganalisis, dan mengkosolidasikan informasi dalam bentuk yang lebih tepat sehingga dapat
digunakan oleh pengguna perpustakaan. Kemas ulang informasi dapat dibuat dalam bentuk digital
atau di media elektronik, seperti CD dan DVD. Fatmawati (2009:29) mengatakan bahwa proses
kemas ulang informasi mencakup kegiatan sebelum proses (reprocessing) dan pada saat
pengemasan (packaging). Kegiatan tersebut mencakup penataan ulang yang dimulai dari
menyeleksi berbagai informasi dari sumber yang berbeda, mendata informasi yang relevan,
menganalisis, mensintesis, dan menyajikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Sturges dan Chimsen (1996) dalam Iwhiwhu (2008:2) menyebutkan ada tiga persyaratan untuk
melakukan kemas ulang informasi, yaitu: 1) bahan-bahan harus terkumpul dan terorganisir secara
efisien; 2) lembaga memiliki petugas yang memiliki kapasitas untuk menganalisis konten informasi
dan membuat paket informasi baru; 3) produk baru harus disebarluaskan secara bebas.
Agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang, Yoganingrum (2014) mengatakan
bahwa kemasan informasi ilmiah harus mempertimbangkan karakteristik pengguna, yaitu: 1)
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
111
kebutuhan pengguna (terkait dengan isi, kemasan, dan saluran komunikasi); 2) status pengguna
(merujuk pada wilayah, profesi, materi pelajaran, usia, tingkat pendidikan, jumlah penghasilan); 3)
perilaku pengguna (umumnya terkait dengan status pengguna).
2.2 Urgensi Kemas Ulang Informasi
Kemas ulang informasi berperan penting dalam peningkatan mutu layanan informasi
perpustakaan atau lembaga dokinfo. Hal tersebut dapat dilihat dari fungsi, tujuan, dan manfaat
kemas ulang informasi pada lembaga tersebut. Dongardive (2013:205) menjelaskan fungsi kemas
ulang informasi sebagai: 1) alat untuk menyimpan informasi; 2) penyortir sistematis dan selektif
informasi yang berguna; 3) sarana untuk lebih transmisi informasi yang luas dan pengiriman; 4)
alat terjemahan; 5) peluang untuk menyimpan hasil penelitian secara praktis; 6) sarana transfer
promosi hasil publikasi yang relevan. Sementara itu, Fatmawati (2009:30) mengatakan fungsi
kegiatan kemas ulang informasi, yaitu: a) memudahkan pengguna dalam memilih informasi; b)
menghemat waktu, tenaga, dan biaya; c) sarana penyebaran efektif dan efisien; d) alat penerjemah
terhadap suatu hal dengan cepat; e) mempercepat proses aplikasi hasil penelitian; serta f)
menyediakan informasi secara cepat dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Adapun tujuannya
untuk: 1) memudahkan memperoleh informasi; 2) mempercepat penelusuran dan penemuan kembali
informasi; 3) mengevaluasi dan memberikan penafsiran seberapa jauh tingkat pemanfaatannya;
4) memberikan kepuasan kepada pengguna; 5) menghemat ruang dan rak penyimpanan koleksi
tercetak; 6) memudahkan penelusuran informasi; 7) mudah dibawa, ditransfer, dan di-sharing
dalam jejaring perpustakaan lain dan transfer pengetahuan/pengalaman antar-pustakawan.
Lebih lanjut, Surachman (2009) mengatakan bahwa pengemasan informasi memberikan
manfaat dan nilai ekonomi bagi badan usaha penyedia informasi dan perpustakaan, seperti: 1)
perpustakaan mampu menyediakan kemasan-kemasan informasi yang siap pakai yang dapat dijual
kepada masyarakat/pengguna dengan segmentasi yang telah ditentukan; 2) perpustakaan dapat
menekan biaya (cost) bagi perawatan dan pengelolaan informasi serta mengoptimalkan
pemanfaatan informasi yang sesuai kebutuhan pengguna; 3) memudahkan pengguna dalam
mendapatkan kemasan informasi yang siap pakai, cepat, tepat, hemat waktu, dan hemat biaya; 4)
memberikan peluang komoditas dan peningkatan pendapatan ekonomi bagi perpustakaan karena
pengemasan ulang informasi berpotensi sebagai bidang usaha informasi di perpustakaan yang
akan mampu menghasilkan pemasukan.
2.3 Produk Kemas Ulang Informasi
Tassel and Lisa (2010:224-225), menjelaskan bahwa konten informasi, seperti lagu, skenario,
buku, video, kertas putih, merupakan material awal yang perlu dikemas ulang agar menarik. Konten
informasi tersebut perlu dikemas lebih kreatif agar menjadi suatu produk informasi yang berfungsi
sebagai properti. Jika produk kreatif tersebut akan dikomersialkan, produk tersebut dikemas ulang
yang lebih menarik. Kemasan (packaging) merupakan langkah pertama dalam pemasaran (marketing) yang disesuaikan dengan segmentasi pasar atau kebutuhan pelanggan sehingga
memberikan keuntungan secara ekonomi. Produk konten informasi dapat diminati oleh setiap
jenis segmentasi pasar (preferred genre), sebagaimana dijelaskan pada Tabel 1.
112
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
Tabel 1. Daftar Segmentasi Media yang Disukai
(Preferred Genre by Media Segmen, Tassel and Lisa, 2010:225)
Hal yang perlu diperhatikan ketika selesai memproduksi kemasan informasi, yaitu
menambahkan biaya marginal (marginal cost) untuk penyediaan dan pengiriman konten kepada
pelanggan, baik berupa paket maupun per-satuan kemasan informasi, yang mencakup biaya: a)
pembuatan produk secara layak; b) diseminasi produk yang lebih luas ke pengguna; c) tingkatan
harga; dan d) penawaran harga diskon.
Terkait dengan konten produk hasil kemas ulang informasi di perpustakaan atau pusat-pusat
informasi, Dongardive (2013: 205-208) menjelaskan ada beberapa jenis produk hasil kemas ulang
informasi, yaitu:
1) Current Awareness Services (CAS). CAS adalah sistem layanan yang menjamin bahwa
semua informasi terkini tersedia bagi pengguna pada waktu yang tepat dan nyaman digunakan.
Tahapan membuat kemasan CAS, yaitu: a) me-review, mencatat, dan memindai (scan)
dokumen yang diminta/dipesan pengguna; b) memilih informasi dan merekam dokumen yang
sering digunakan oleh pengguna; c) mengirim pemberitahuan kepada pengguna tentang item
atau informasi yang menarik bagi mereka. Kemasan informasi ini dapat berupa info kilat,
yaitu informasi terbaru atau mutakhir dari berbagai informasi yang diseleksi berdasarkan
kebutuhan pengguna. Pembuatan info kilat dapat dimulai dari menyediakan informasi dari
terbitan atau publikasi terbaru dalam accession list, daftar bibliografi tentang subjek tertentu
secara regular, dan daftar indeks jurnal terbaru.
2) Selective Dissemination of Information (SDI). SDI atau diseminasi informasi terseleksi
merupakan kemas ulang informasi yang disediakan berdasarkan isu atau topik tertentu
berdasarkan kebutuhan pengguna. Tujuan SDI ini untuk menarik perhatian pengguna dengan
berbagai literatur terkini yang relevan dengan praktik profesi mereka. Wujud kemasan SDI
berupa paket Kesiagaan Informasi. Paket kemasan SDI merupakan hasil modifikasi dari
Info Kilat, yakni dengan cara menyediakan informasi terbaru dari berbagai sumber yang
dilengkapi dengan anotasi/ abstrak dalam satu topik literatur.
3) Analisis dan Konsolidasi Informasi. Jenis kemasan informasi berupa konten informasi dan
pengetahuan baru yang cukup detail dan teliti untuk mengkaji topik tertentu. Bentuk kemasan
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
113
informasi ini berupa tinjauan literatur (literatur review), studi kasus (case studies), dan state
of the art papers. Tinjauan literatur merupakan satu set kemasan informasi yang berisi
informasi kritis dari pengetahuan terbaru. Kemasan tinjauan literatur berfungsi sebagai literatur
sekunder karena tidak memberikan informasi secara lengkap tentang topik yang ditinjau
sehingga pembaca harus merujuk pada sumber informasi primer jika ingin melihat dokumen
full text-nya. Studi Kasus merupakan kemasan informasi berisi analisis suatu kasus atau
situasi tertentu yang digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan dalam situasi yang
sama. State of the art papers merupakan suatu tinjauan dari suatu topik dengan pengamatan
khusus terhadap perkembangan atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Adapun
tujuan dari kemasan-kemasan informasi tersebut untuk membantu pengguna jasa perpustakaan
yang tidak memiliki waktu untuk mengikuti perkembangan informasi iptek terbaru sehingga
perlu disediakan subjek-subjek informasi tertentu (interest subject) bagi mereka.
4) Abstrak. Abstrak berupa kumpulan ringkasan informasi suatu publikasi, seperti jurnal,
presentasi konferensi, hasil penelitian, buku, atau dokumen paten. Abstrak tidak memberikan
interpretasi secara menyeluruh dari isi publikasi atau dokumen, tetapi hanya menginformasikan
tentang pengumpulan data, metode statistik, dan penyajian hasil kajian/penelitian dalam bentuk
tabel atau grafik sehingga dapat mudah dimengerti oleh pengguna.
5) Terjemahan dokumen. Kemasan informasi ini bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam
memahami isi informasi suatu terbitan atau publikasi sesuai dengan bahasa asli pembaca.
Pembuatan kemasan ini membutuhkan personel yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan
bahasa yang memadai, khususnya untuk men-translete bahasa asing ke bahasa lokal.
6) Direktori. Direktori merupakan kemasan informasi dalam bentuk buku referensi yang disusun
secara alfabetis. Direktori berupa kumpulan informasi tentang daftar kontak alamat orang,
institusi/organisasi, dan sebagainya, yang biasanya disusun secara sistematis atau alfabetis.
7) Newsletters. Newsletters merupakan bentuk kemasan informasi populer dari media yang
berguna untuk menyebarluaskan berita terkait dengan aktivitas, kegiatan, publikasi, riset,
komunitas, dan orang-orang populer.
2.4 Proses Kemas Ulang Informasi
Dongardive (2013:205) menjelaskan beberapa metode dalam pengemasanan ulang informasi
yang dirancang untuk memperoleh informasi spesifik dan sesuai target pengguna. Secara umum,
metode pembuatan kemasan informasi mencakup pengumpulan, pengolahan, dan penerapan
informasi, serta perancangan dan pengemasan ulang informasi yang disesuaikan permintaan
pengguna. Beberapa metode kemas ulang informasi dijelaskan sebagai berikut.
1) Persiapan informasi singkat (preparation of the first brief), yakni menyiapkan informasi
ringkas dari berbagai informasi terseleksi yang disiapkan oleh ahli informasi.
2) Analisis singkat (analysis of the brief), yakni menganalisis sumber-sumber referensi secara
singkat terhadap target pengguna, isi informasi, anggaran kemasan, serta siklus hidup dari
kemasan informasi. Produk hasil kemas ulang informasi harus memberikan deskripsi topik
informasi secara jelas agar dapat dikomunikasikan kepada pengguna.
3) Kriteria desain pembawa pesan (design criteria for the message carrier), yakni kemasan
informasi harus didesain semenarik mungkin agar diminati pembaca.
4) Pemilihan pembawa pesan (selection of the message carrier), yakni kemasan informasi
114
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
harus dirancang dalam berbagai bentuk (format) dan ukuran yang variatif.
5) Produksi pembawa pesan (production of the message carrier), yakni kemasan informasi
harus dirancang dengan baik sebelum diproduksi lebih banyak.
6) Perencanaan sistem umpan balik (feedback system planning), yakni perlu perencanaan
yang matang dalam menanggapi umpan balik atau penilaian dari pengguna terhadap
keberhasilan hasil kemas ulang informasi.
Terkait dengan proses kemas ulang informasi ini, Maryati dan Yoganingrum (2015) menjelaskan
perbandingan proses pengemasan informasi dari Bunch (1984) dengan Agada (1995), yang
ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Comparrison of Information Repackaging
(Bunch (1984) dan Agada (1995))
Berdasarkan hal tersebut, Maryati dan Yoganingrum (2015) menjelaskan proses kemas
ulang informasi sebagai berikut.
1) Menentukan konten: menganalisis kebutuhan pengguna, memperhatikan permintaan pengguna,
dan menentukan informasi yang tersedia.
2) Mengumpulkan bahan informasi: menelusur informasi dan bekerja sama dengan stakeholders.
3) Menganalisis konten: mengelompokkan informasi dan menyusun informasi.
4) Mengubah bentuk informasi: memilih jenis kemasan dan mengemas informasi.
5) Mengevaluasi efektivitas dari proses dan bentuk kemasan informasi.
3. METODE
Data kajian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan identifikasi setiap permintaan
kebutuhan informasi pengguna terkait permintaan hasil kemas ulang informasi PDII-LIPI. Terkait
dengan metode pembuatan kemasan informasi secara umum, ada beberapa tahapan, yaitu: pengumpulan
bahan, pengolahan, penerapan informasi, serta perancangan dan pengemasan ulang informasi
berdasarkan permintaan pengguna. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan diinterpretasikan ke
dalam hasil dan pembahasan kajian. Hasil dan pembahasan kajian menjadi dasar penyusunan kesimpulan.
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
115
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Produk Kemasan Informasi PDII
Ada beberapa jenis produk kemasan informasi yang disediakan oleh PDII, yaitu: Paket
Informasi Teknologi, Informasi Kilat, Pohon Industri, Panduan Usaha, Tinjauan Literatur, Fokus
Informasi Indonesia, dan film animasi.
a) Paket Informasi Teknologi merupakan kumpulan informasi ilmiah mengenai perkembangan
teknologi suatu bidang tertentu. Paket ini memuat informasi terseleksi mengenai ide-ide baru
untuk dikembangkan, yang bersumber dari buku, laporan penelitian, majalah, paten, hasil seminar, standar, dll. PDII telah berhasil memenuhi pesanan Paket Informasi Teknologi Indusri
(PITI) dari berbagai kalangan UKM dan peneliti sejak tahun 1987. Dengan memesan paket
ini, pengguna tidak perlu membuang waktu untuk menelusur dan menyeleksi informasi yang
dibutuhkan.
b) Informasi Kilat/Info Baru merupakan informasi yang memuat daftar isi dari suatu majalah
ilmiah luar negeri yang terbaru berdasarkan permintaan pengguna/pelanggan. Pelanggan yang
ingin memperoleh informasi full text-nya dapat memesan dengan cara memilih dari daftar isi
majalah ilmiah yang dilanggan oleh PDII.
c) Pohon Industri merupakan kemasan informasi yang disusun berdasarkan fungsi dan manfaat
suatu komoditas yang bernilai ekonomis. Kemasan ini bertujuan memberikan gambaran jenisjenis produk yang dapat dibuat dari suatu komoditas informasi yang dibuat untuk merangsang
pengusaha melakukan dan mengembangkan diversifikasi produk yang bernilai ekonomi.
d) Panduan Teknis Usaha (Panduan Usaha) merupakan petunjuk praktis untuk mengembangkan
atau mendirikan suatu usaha dalam skala rumah tangga, industri kecil dan menengah. Melalui
informasi ini, diharapkan masyarakat dapat mencoba melakukannya sendiri. Informasi yang
tercantum di dalamnya, yaitu: bahan baku, peralatan, biaya, dan informasi lain yang terkait.
e) Tinjauan Literatur merupakan kemasan informasi berupa kumpulan referensi yang dikutip
dalam satu topik untuk informasi tertentu.
f) Fokus Informasi Indonesia merupakan kemasan informasi yang terdiri atas abstrak terbitan
jurnal/majalah ilmiah indonesia terbaru dalam bidang ilmu tertentu.
g) Film animasi merupakan kemasan informasi berupa multimedia (audio-visual) interaktif yang
berisi informasi kegiatan penelitian.
Tabel 2 menjelaskan beberapa contoh daftar judul paket kemasan informasi (hasil kemas
ulang) PDII dalam format cetak dan elektronik.
Tabel 2. Paket Kemasan Informasi PDII Format Cetak
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
116
Judul Kemasan
Analisis Informasi Paten Bidang Pangan UKM: Aneka Produk Pangan
Kemasan Informasi: Bahan Alami Sebagai Bioetanol
Kemasan Informasi: Kelapa Sawit Produk dan Manfaatnya
Kemasan Informasi: Produk Olahan dari Rumput Laut
Panduan Teknis Usaha: Arang Aktif
Panduan Teknis Usaha: Budidaya Murbei
Panduan Teknis Usaha: Genteng
Panduan Teknis Usaha: Gula Semut
Panduan Teknis Usaha: Jem Jambu Mete
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Panduan Teknis Usaha: Kecap Air Kelapa
Panduan Teknis Usaha: Keripik Bongol PIsang
Panduan Teknis Usaha: Manisan Jambu Mete
Panduan Teknis Usaha: Nata De Coco
Panduan Teknis Usaha: Pati Garut
Panduan Teknis Usaha: Pindang Bandeng Duri Lunak
Panduan Teknis Usaha: Pupuk Bokashi
Panduan Teknis Usaha: Sabun Krim Deterjen
Panduan Teknis Usaha: Santan Pasta (Krem)
Panduan Teknis Usaha: Sirih Instan
Panduan Teknis Usaha: Tepung Cacing
Panduan Teknis Usaha: Tepung Ikan
Panduan Teknis Usaha: Tepung Tapioka
Pohon Industri Hasil Samping Produk Sapi
Pohon Industri Ikan
Pohon Industri Jarak Pagar
Pohon Industri Kelapa
Pohon Industri Kemiri
Pohon Industri Lamun
Pohon Industri Nanas
Pohon Industri Pinang
Pohon Industri Rumput Laut
Pohon Industri Singkong
Pohon Industri Teknologi Nano
Tabel 3. Paket Kemasan Informasi PDII Format Elektronik (Tersimpan di CD)
No
Judul Kemasan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
CD ROM Katalog Perpustakaan PDII
CD ROM Multimedia Pohon Industri
CD ROM Multimedia Panduan Usaha
Fokus Informasi Indonesia
HIV/AIDS: Kumpulan Artikel JurnalAsing
Indonesiana: Kumpulan Artikel
Indonesiana: Kumpulan Tesis/Disertasi
Info Ristek
IPTEK Nano di Indonesia
Kasus Kepustakawanan Kita
Kebijakan Pangan & Kearifan Lokal
Kelapa Sawit: Produk & Manfaatnya
Paket Informasi Khusus: Manajemen Perubahan
Paket Informasi Khusus: Budaya Aceh
Paket Informasi Khusus: Desentralisasi Asimetris
Paket Informasi Khusus: HIV/AIDS
Paket Informasi Khusus: Konferensi Asia Afrika
Paket Informasi Panduan Usaha
Paket Informasi Teknologi Industri: Minyak Kelapa Sawit
Paket Informasi Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan DAS
Paket Informasi Teknologi Penghematan Energi
Paket Informasi Teknologi: Batu bara
Paket Informasi Teknologi: Buah Naga
Paket Informasi Teknologi: Energi Terbarukan
Paket Informasi Teknologi: Erupsi
Paket Informasi Teknologi: Geothermal
Paket Informasi Teknologi: Hotikultura
Paket Informasi Teknologi: Jamu
Paket Informasi Teknologi: Manggis
Paket Informasi Teknologi: Mesin Pertanian
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
117
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
Paket Informasi Teknologi: Mikroba pada Pengolahan Limbah
Paket Informasi Teknologi: Pendidikan Anak Tunanetra
Paket Informasi Teknologi: Pengawet Makanan Alami
Paket Informasi Teknologi: Perikanan
Paket Informasi Teknologi: Perubahan Iklim
Paket Informasi Teknologi: Peternakan
Paket Informasi Teknologi: Sagu
Paket Informasi Teknologi: Sirsak
Paket Informasi Teknologi: Stem Cell
Paket Informasi Teknologi: Tanaman Pangan
Paket Informasi Teknologi: Vitamin C
Paket Kemasan Informasi: Kekurangan Gizi Pada Anak
PaketInformasi Padi Toleran Terhadap Penyakit Bias
PITI: Fototerapi Untuk Kasus Bayi Kuning
PITI: Fuel Cells
PITI: Multilayer Printed Circuit Boards
PITI: Pemurnian Logam Silikon
PITI: Thermal Reduction Processes For Magnesium Production
Pohon Industri Pinang
Pohon Industri Singkong
TTG: CD ROM Ristek Seri Warintek
TTG: Ketahanan Pangan dan Kesehatan
TTG: Membangun UKM/IKM Daerah
TTG: Pengolahan Air dan Sanitasi
TTG: Pengolahan Sabut Kelapa
TTG: Pengolahan Pangan
TTG: TTG Ristek Seri Mencerdaskan Bangsa
Di bawah ini beberapa contoh tampilan paket kemasan informasi PDII dalam format cetak.
Gambar 2. Paket Informasi Teknologi
Paket Informasi dibuat dengan tujuan memudahkan pemustaka dalam memanfaatkan
sumber informasi yang siap pakai
Gambar 3. Info Baru
Info Baru dibuat dengan tujuan membatu pemustaka yang ingin mengetahui tentang informasi
yang aktual (baru)
118
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
Gambar 4. Pohon Industri
Pohon industri dibuat dengan tujuan memberikan informasi tentan produk yang dihasilkan dari
suatu komoditas.
Gambar 5. Panduan Usaha
Panduan usaha dibuat dengan tujuan membantu usaha kecil dan menengah dalam
mengembangkan usahanya.
Gambar 6. Tinjauan Literatur
Tinjauan litartur dibuat dengan tujuan meninjau literatur yang sudah ada yang bekaitan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Gambar 7. Fokus Informasi
Fokus informasi dibuat dengan tujuan memantau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
119
Sementara itu, contoh tampilan paket kemasan informasi elektronik PDII sebagai berikut.
Gambar 8. Pohon Industri Elektronik
Pohon Industri elektronik dibuat untuk memudah pemustaka dalam mengetahui perkembangan
suatu produk dari suatu komoditas dalam bentuk elektronik
Terkait dengan penamaan paket-paket kemasan informasi PDII di atas, ada kemungkinan
berubah, berkurang, atau bertambah, tergantung pada perkembangan dan inovasi layanan pada
lembaga perpustakaan serta pusat-pusat dokumentasi dan informasi.
4.2 Proses Kemas Ulang Informasi di PDII
Agar tampilan, konten, dan susunan paket informasi yang dikemas hasilnya menarik dan
mudah dipahami oleh pengguna, lembaga telah menetapkan proses atau prosedur (secara umum)
pembuatan kemasan informasi, yaitu:
1) menetapkan topik, jenis kemasan, dan pelaksana kegiatan;
2) menelusur literatur sesuai dengan topik dan judul kemasan yang telah ditetapkan;
3) menganalisis literatur hasil penelusuran;
4) menyusun (setting) desain dan template kemasan informasi, baik versi cetak maupun
elektronik;
5) menggandakan paket kemasan sesuai kebutuhan;
6) membuat laporan.
Di bawah ini dijelaskan beberapa contoh proses atau prosedur pembuatan kemasan informasi
pohon industri, buku elektronik (e-book), dan multimedia (film animasi).
120
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
Tabel 4. Contoh Proses Pembuatan Kemasan Informasi PDII
No. Kemasan Informasi
1
Pohon Industri
2
Buku Elektronik (e-book)
3
Multimedia (Film Animasi)
Prosedur Pembuatan
1)
2)
Menetapkan topik dan pelaksana kegiatan.
Menelusur literatur sesuai dengan topik yang telah
ditetapkan.
3) Menganalisis literatur hasil penelusuran.
4) Membuat dan menyiapkan kata pengantar/redaksi.
5) Mendesain struktur/skema informasi pemanfaatan
komoditas.
6) Mencari dan menyusun gambar dan literatur yang
relevan dengan informasi komoditas.
7) Membuat kemasan (kemasan cetak dilakukan dengan
cara di-print, kemasan elektronik dilakukan dengan
cara: membuat link sekema format PDF; meng-copy file
ke CD/DVD; mendesain cover).
8) Menggandakan paket kemasan sesuai kebutuhan.
9) Membuat laporan.
1) Menetapkan topik dan pelaksana kegiatan.
2) Menelusur literatur sesuai dengan topik yang telah
ditetapkan.
3) Menganalisis literatur hasil penelusuran.
4) Memindai (scan) naskah (isi literatur yang terpilih).
5) Mengedit naskah hasil scan.
6) Memotong (croping) naskah sesuai ukuran yang
ditetapkan.
7) Menyimpan naskah hasil croping (dalam format .PDF,
.exe, dan link).
8) Mengalihmediakan file .PDF menjadi buku elektronik
(e-book).
9) Mengatur tampilan e-book sesuai kebutuhan .
10) Membuat laporan.
1) Menetapkan topik dan pelaksana kegiatan.
2) Menelusur literatur sesuai dengan topik yang telah
ditetapkan.
3) Memilih dan mengelompokkan dokumen/literatur.
4) Memilih dan menganalisis bahan literatur.
5) Menyusun script informasi kemasan.
6) Mendesain program dan melakukan alih media.
7) Menggandakan kemasan ke CD sesuai kebutuhan.
8) Membuat laporan.
Berdasarkan proses kemas ulang informasi di atas, dapat dijelaskan secara umum tentang
prosedur atau metode pembuatan kemas ulang informasi di PDII, yaitu:
1) pengumpulan bahan, mencakup penelusuran informasi ke berbagai sumber informasi (baik
tercetak maupun elektronik) yang berasal dari dalam ataupun luar negeri;
2) penyediaan dokumen lengkap (full text);
3) mendata dan menyeleksi dokumen yang relevan;
4) menganalisis informasi;
5) melakukan pemeriksaan dan evaluasi (editing) hasil analisis;
6) menyajikan informasi dalam bentuk produk kemasan dalam bentuk cetak dan CD interaktif.
Dalam proses pembuatan kemasan informasi, dibutuhkan beberapa kompetensi SDM pembuat
kemasan informasi yang memadai serta perangkat kerja komputer yang cukup canggih, baik hardware maupun software-nya. Kompetensi SDM yang bertugas untuk membuat kemasan informasi,
Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
121
yaitu: 1) memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan program komputer teks,
seperti Ms. Office, Adobe Acrobat Reader, dsb.; dan 2) memiliki pengetahuan dan ketrampilan
dalam mengoperasikan program komputer desain grafis dan animasi (audio-visual), seperti
Photoshop, Page Maker, Corel Draw, Front Page, Adobe Flash Player, Adobe Reader, Adobe
Acrobat, Flipping Book, dan program grafis lainnya. Selain itu, kreativitas dalam desain (layout)
kemasan dan inovasi ide/gagasan dari creator menjadi faktor keberhasilan dalam penciptaan
kemasan informasi di PDII.
4.3 Upaya Pemenuhan kebutuhan informasi UKM Melalui Kemasan Informasi
Pengguna yang dimaksud pada kajian ini adalah pemesan produk kemasan informasi PDII,
baik pemesan literatur ilmiah per-judul/topik maupun dalam bentuk paket informasi (hasil kemas
ulang) sesuai kebutuhan pengguna. Pengguna yang memesan literatur ilmiah per-judul/topik
umumnya menggunakan literatur untuk kepentingan pemenuhan referensi penulisan ilmiah atau
kegiatan penelitian, seperti penulisan artikel (jurnal/makalah), skripsi, tesis, atau disertasi. Pengguna
yang memesan literatur ilmiah ini sebagian besar dari kalangan mahasiswa, peneliti, pendidik (guru/
dosen), swasta, dan masyarakat umum. Literatur yang diberikan lembaga kepada pengguna berupa
literatur cetak dan/atau elektronik (format .PDF), baik ketika datang langsung di perpustakaan
maupun pemesanan via-online (e-mail) melalui layanan penelusuran informasi. Bagi pengguna
yang datang langsung ke Perpustakaan PDII, mereka dapat langsung menggandakan literatur/
koleksi sesuai kebutuhan, baik sebagian maupun keseluruhan (full text). Sementara itu, pengguna
yang memesan paket informasi sebagian besar dari kalangan akademisi (untuk bahan pembelajaran/
pendidikan), perpustakaan (untuk pengembangan koleksi dan kesiagaan informasi), badan penelitian
dan pengembangan/balitbang (untuk bahan pertimbangan judul/topik penelitian atau pembuatan
policy brief), dan industri yang bergerak dalam usaha kecil menengah (untuk analisis usaha dan
pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat). Pemesanan paket-paket informasi ini dapat disesuaikan
dengan permintaan/kebutuhan pengguna, baik kemasan format cetak (hard cover/soft cover)
maupun elektronik (.PDF, flipping book (e-book), animasi (teks-grafis), multimedia (teks-audio-visual)).
Apabila dilihat dari judul-judul paket kemasan informasi di atas (Tabel 1 dan Tabel 2), diketahui
bahwa kemasan informasi yang dibuat oleh PDII sebagian besar untuk bidang dan analisis usaha.
Hal tersebut terlihat dari topik kemasan yang terkait dengan pemberdayaan atau budi daya produk
tertentu untuk analisis dan pengembangan usaha di masyarakat. Oleh karena itu, kajian ini difokuskan
pada pemanfaatan kemasan informasi (hasil kemas ulang) untuk usaha kecil menengah.
Sutopo (2008:400-401) mengatakan bahwa usaha kecil menengah (UKM) merupakan sektor
usaha yang mempunyai peranan penting karena sebagian besar penduduk yang berpendidikan
rendah dan hidup dalam bagian kecil, baik sektor tradisional maupun modern. Namun, usaha
pengembangan UKM yang telah dilaksanakan belum memuaskan hasilnya karena kemajuan UKM
sangat kecil bila dibandingkan dengan kemajuan usaha besar. UKM memiliki karakteristik: 1)
struktur organisasi yang sangat sederhana; 2) tanpa staf yang berlebihan; 3) pembagian kerja
yang “kendur”; 4) memiliki hierarki manajerial yang pendek; 5) aktivitas sedikit yang normal dan
menggunakan proses perencanaan; 6) kurang membedakan aset pribadi dari aset perusahaan.
Terkait hal tersebut, kemasan informasi yang dibuat PDII untuk kepentingan UKM
mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan keterkinian isu atau topik yang sedang populer di
122
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
masyarakat. Materi bahan kemas ulang informasi bersumber dari data pemakaian literatur
perpustakaan (yang paling banyak diakses/dibaca), topik-topik berita atau seminar terkini (dalam
satu tahun), koleksi terbaru perpustakaan, atau permintaan informasi dari pengguna.
Adapun tujuan pembuatan kemasan informasi di PDII adalah menyediakan informasi sesuai
kebutuhan pengguna yang relevan, akurat, cepat, dan mudah. Tujuan tersebut menjadi dasar
pembuatan kemasan informasi bagi badan usaha atau lembaga yang menangani usaha kecil
menengah. Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan PDII untuk memenuhi kebutuhan informasi
UKM, adalah sebagai berikut.
1) Melakukan promosi produk kemas ulang informasi. Upaya ini dilakukan melalui pameran,
seminar, bimbingan pemakai, dan melalui website lembaga (http://www.pdii.lipi.go.id/read/
category/kemasan-informasi/publikasi2/).
2) Identifikasi kebutuhan informasi pengguna atau stakeholders. Upaya ini dilakukan melalui
masukan atau usulan permintaan topik informasi dari pengguna/stakeholders. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui atau memperoleh kebutuhan informasi pengguna secara jelas.
3) Memilih sumber-sumber informasi yang relevan. Upaya ini dilakukan dengan memilih sumbersumber informasi yang sesuai topik yang dibutuhkan pengguna, baik sumber informasi lokal maupun
internasional. Setelah itu, melakukan penelusuran informasi terkait topik yang dibutuhkan.
4) Memberikan penawaran produk kemas ulang informasi. Upaya ini dilakukan dalam bentuk
penawaran produk kemasan informasi, misalnya dalam bentuk cetak atau elektronik. Dalam
hal ini, lembaga menawarkan kerja sama kemitraan dengan UKM terkait, dalam hal pemenuhan
kebutuhan informasi mereka melalui kemas ulang informasi.
5) Melakukan evaluasi pemanfaatan kemas ulang informasi. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil kemas ulang informasi yang telah disebarluaskan
ke pengguna. Evaluasi ini mencakup pemanfaatan produk, kesesuaian topik kemasan, dan
nilai ekonomi bagi lembaga.
6) Membuat kebijakan pengelolaan kemasan informasi yang inovatif. Untuk mewujudkan upaya
ini diperlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan hingga seluruh sivitas pegawai/
karyawan PDII, baik dukungan berupa program kegiatan, moral, maupun finansial. Upaya
inovasi pembuatan kemasan informasi dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan
desain grafis dan multimedia bagi petugas kemasan informasi serta penguatan promosi dan
legalitas produk kemas ulang informasi lembaga.
Pada prinsipnya, kemasan informasi yang disediakan dan dibuat oleh lembaga dapat
bermanfaat, tepat guna, dan tepat sasaran bagi pengguna sehingga dapat meningkatkan produktivitas
dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sumber daya ekonomi, sosial, dan lainnya, berdasarkan
hasil analisis usaha dalam pemberdayaan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan inovatif.
5. KESIMPULAN
Kegiatan kemas ulang informasi merupakan salah satu upaya lembaga untuk meningkatkan kuantitas
dan kualitas layanan informasi PDII. Melalui kemas ulang informasi, lembaga dituntut untuk kreatif
dan inovatif dalam membuat dan menyediakan paket-paket kemasan informasi yang menarik dan
sesuai kebutuhan pengguna. Berbagai produk hasil kemas ulang informasi, seperti Paket Informasi
Teknologi, Informasi Kilat, Pohon Industri, Panduan Usaha, Tinjauan Literatur, Fokus Informasi IndoKemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi ... | Tupan dan Wahid Nashihuddin
123
nesia, dan film animasi, diharapkan dapat memenuhi permintaan informasi pengguna yang bersifat
kompleks. Melalui proses kemas ulang informasi yang sistematis, diharapkan setiap konten informasi
yang tercantum dalam setiap kemasan dapat ditelusur, dibaca, dan dipahami dengan mudah oleh
pengguna. Terkait dengan kebutuhan informasi UKM, paket-paket kemasan informasi yang disediakan
lembaga diharapkan dapat tepat guna dan tepat sasaran serta memiliki manfaat positif dalam
pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Selain itu, melalui penyediaan paket-paket kemasan
informasi bagi UKM ini, kerja sama antara PDII dengan pengguna/stakeholders dapat lebih intensif
dan meningkat.Untuk memenuhi kebutuhan informasi UKM, PDII dituntut untuk lebih kreatif dan
inovatif dalam menyediakan paket-paket kemasan informasi, baik dalam bentuk cetak maupun digital
(CD/DVD).
DAFTAR PUSTAKA
Agada, J. 2009. “Analysis of Information Repackaging (IR) Processes Using the Instructional System
Design (ISD) Model”. Journal Of Instructional Science And Technology, July.
Bunch, A. 1984. The Basics of Information Work. London: Bingley.
Chisita, Takaingenhamo. 2011. “Role of Libraries in Promoting the Dissemination and Documentation of
Indigenous Agricultural Information: Case Study of Zimbabwe”. Paper Of World Library And
Information Congress: 77th IFLA General Conference And Assembly. (http://
conference.ifla.org/past-wlic/2011/78-chisita-en.pdf, diakses 3 November 2015).
Dongardive, Prakash. 2013. “Information Repackaging in Library Services”. International Journal of
Science and Research (IJSR). Volume 2 Issue 11, November 2013 : 204-209.
Fatmawati, Endang. 2009. “Kemas Ulang Informasi: Suatu Tantangan Bagi Pustakawan”. Majalah
Media Pustakawan, Vol.16, No.1 dan 2 Agustus.
Iwhiwhu, Enemute Basil. 2008. “Information Repackaging and Library Services: A Challenge to Information Professionals in Nigeria”. Journal Of Library Philosophy And Practice, Paper 178. (http:/
/digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1181&context=libphilprac, diakses 3
November 2015).
Maryati, Ira dan Ambar Yoganingrum. 2015. “Information Packaging Process for Solving The Lack of
Information Literacy in Coastal and Small Island Areas in Indonesia”. Paper of The General
Conference Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL) XVI Bangkok – Thailand, 11
- 13 June.
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 1998/1999. Tepung Tapioka. Jakarta.
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 2001. Tinjauan Literatur Jamur: Kegunaan dan Khasiat.
Jakarta.
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 2005. Paket Informasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Jakarta.
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 2008. Fokus Informasi Budidaya Perairan Indonesia. Jakarta.
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 2009. Pohon Industri Pinang. Jakarta.
Reitz, Joan M. Repackaging. “Online Dictionary for Library and Information Science”. (http://Www.AbcClio.Com/ODLIS/Odlis_R.Aspx, diakses 3 November 2015).
Saracevic, T., and Woods, J. B. 1981. Consolidation of Information: A Handbook on Evaluation,
Restructuring, and Repackaging of Scientific and Technical Information. Paris: UNESCO.
Sturges, P., and Chimsen. G. 1996. “Information Repackaging in Malawi”. African Journal Of Library,
Archives, And Information Science. 6 (2): 85-93.
Surachman, Arif. 2009. “Pengemasan Informasi: Sebuah Usaha Mendekatkan Sumber Informasi pada
Pengguna Perpustakaan”. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. (http://pustaka.uns.ac.id/
?menu=news&option=detail&nid=47, diakses 3 November 2015).
Sutopo. 2008. “Profil UKM, Permasalahan dan Upaya-Upaya Mengatasinya”. Jurnal Gema, Th.XXI/
37/Maret.
Tassel, Joan Van and Lisa Poe-Howfield. 2010. “Packaging, Repackaging, and Marketing Content—
Chapter 9”. Published By Elsevier Inc. DOI: 10.1016/B978-0-240-81020-1.00009-9.
Widyawan, Rosa. 2012. “Kemas Ulang Informasi: Membuat Informasi Menjadi Lebih Seksi”. (https://
Rosawidyawan.Wordpress.Com/2012/03/17/Kemas-Ulang-Informasi-Membuat-InformasiMejadi-Lebih-Seksi/, diakses 3 November 2015).
Yoganingrum, Ambar. 2014. “Pengemasan Informasi”. Prosiding Lokakarya Nasional Jaringan
Perpustakaan, Literatur dan Informasi Kesehatan, 2-4 Oktober.
124
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 36 (2) Desember 2015
Fly UP