...

Siaran Pers Tragedi Mesir

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Siaran Pers Tragedi Mesir
PRESS RELEASE
YAYASAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM INDONESIA
YAYASAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM INDONESIA
Indonesia Legal Aid Foundation
Jl. DIPONEGORO 74, JAKARTA 10320, TELP (021) 3929840 (Hunting), FAX (021) 31930140
Email: [email protected], Website: http://www.ylbhi.or.id
“Pelanggaran HAM terjadi di Mesir,
Seharusnya Indonesia bertindak”
Bentrokan antara Pasukan Militer Mesir dengan Massa Pendukung Presiden Terguling Muhammad Mursi
terjadi pada hari Rabu 14 Agustus 2013 yang dikenal dengan “Rabu Berdarah” sejauh ini telah memakan
korban tewas hingga 638 orang dan 3.717 orang luka-luka, telah membuka mata dunia termasuk Indonesia
bahwa Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia yang serius telah terjadi di Mesir. Kekerasan yang diawali
dengan aksi pembubaran paksa oleh militer Mesir dengan kendaraaan lapis baja dan bulldozer terhadap
perkemahan massa Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung presiden terguling Muhammad Mursi
di sekitar Masjid Rabaa Al Adawiya dan Lapangan Nahda.
Mesir dan Indonesia adalah kedua negara yang akrab secara historis, sebagaimana tercatat sejarah bahwa
Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Rakyat Mesir juga melakukan
lokade terhadap kapal-kapal Belanda yang berangkat ke Indonesia melewati Terusan Suez sekitar tahun
1947 sebagai protes atas aksi agresi militer Belanda terhadap Indonesia. Indonesia semasa pemerintahan
Presiden Soekarno pun memiliki kedekatan dengan Mesir, dan tentu tak kita lupa bahwa di Kairo, ibukota
Mesir terdapat Ahmed Soekarno Street di pusat kota Kairo yang merupakan bentuk penghormatan rakyat
Mesir terhadap Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Mengingat Indonesia telah mengalami hal serupa seperti Mesir pada tahun 1998-1999 saat jatuhnya Rezim
Orde Baru, dimana saat itu, aparat keamanan secara brutal menembaki demonstrasi mahasiswa dalam
Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II. Tidak dapat dipungkiri tragedi-tragedi tersebut menyimpan
luka dan trauma yang mendalam hingga saat ini.
Sebagai negara yang menganut Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Negara Penjunjung Hak Asasi
Manusia sebagaimana termuat di UUD 1945 dan didalam Pembukaan UUD 1945 bahwa Indonesia ikut
melaksanankan Ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social,
Indonesia hendaknya tidak tinggal diam melihat cara-cara brutal militer Mesir menangani demonstrasi
rakyat Mesir. Indonesia harus mengecam tindakan brutal yang dilakukan militer Mesir dan secara aktif
mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menyelidiki pelanggaran HAM serius di Mesir.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah dan
Militer Mesir adalah tindakan yang brutal dan merupakan pelanggaran yang serius terhadap Hak Asasi
Manusia.
Oleh karena hal tersebut diatas, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mendesak:
1. Agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia dan Marty
Natalegawa sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan mengecam
pemerintah Mesir atas kekerasan yang dilakukan Militer Mesir terhadap para Demonstran.
2. Pemerintah Republik Indonesia secara aktif mendorong Perserikatan Bangsa-bangsa untuk
menyelidiki pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Mesir.
3. Pemerintah Indonesia sebagai anggota Organisasi Kerjasama Islam untuk berperan aktif bersama
negara-negara anggota lainnya guna menyelesaikan konflik yang terjadi di Mesir.
Hormat Kami,
Jakarta, 17 Agustus 2013
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
Alvon Kurnia Palma, S.H.
Ketua Badan Pengurus
Fly UP