...

bung karno dan pancasila ibarat dua sisi mata uang

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

bung karno dan pancasila ibarat dua sisi mata uang
BUNG KARNO DAN PANCASILA
IBARAT DUA SISI MATA UANG
MINGGU, 29 MEI 2016 , 20:50:00 WIB
LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO
http://www.rmol.co/read/2016/05/29/248110/Bung-Karno-Dan-Pancasila-Ibarat-Dua-Sisi-Mata-Uang-
RMOL. Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’roef Cahyono
memastikan salah satu rangkaian acara memperingati
Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang kali ini dilaksanakan di
Kota Bandung diawali dengan agenda diskusi Bicara Buku
Bersama Wakil Rakyat.
Hal itu juga disampaikannya ketika bertemu dengan
jajaran Pemerintah Kota Bandung yang dipimpin Wali Kota
Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
NET
"Bicara Buku ini patut diselenggarakan karena mempunyai
banyak sisi kualitatif. Kegiatan ini dilaksanakan bukan
sekedar rutin dilaksanakan tetapi kegiatan yang
benar-benar berusaha berorientasi pada output," jelas
Ma’roef, Minggu (29/5).
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh
pada Rabu 1 Juni lusa besok merupakan tradisi yang sangat
bagus dan baik untuk diteruskan.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum Gerakan Ayo
Membaca Indonesia Afrizal Sinaro berpendapat
keterlibatan sekolah dan perguruan tinggi melalui bicara
buku di dalam memperingati Pidato Bung Karno 1 Juni
sebuah langkah yang baik, realistis dan patut diacungi jempol sehingga dirasa perlu
diteruskan sebagai tradisi.
"Membaca, Berdiskusi dan Menulis itu berkaitan. Ketika publik membaca, penulis menulis
dan bisa mendiskusikan bacaan yang dibacanya dengan para wakil rakyatnya, dengan
orang yang tepat, ini menunjukan kepedulian yang sangat dasar dari institusi strategis
seperti MPR/DPR terhadap kerja perguruan tinggi sehingga keduanya bisa saling
1
memacu kualitas yang akan menguntungkan bagi perkembangan bangsa dan negara ke
depan," bebernya.
Ada pun buku-buku yang dibahas pada hari Senin besok (30/5) terbuka untuk umum di
Gedung Merdeka, Bandung mempunyai relevansi dengan isi Pidato Bung Karno 1 Juni 1945
secara akademik, implementatif maupun filosofis. Diawali dengan bahasan tentang
Pancasila Kekuatan Pembebas dan dilanjutkan dengan bahasan bertema Memaknai dan
Memahami Pancasila.
Pancasila Kekuatan Pembebas merupakan hasil kajian dari Pusat Studi Kajian Pancasila
Universitas Katholik Parahyangan (Unpar). Empat staf pengajar Universitas Parahyangan
yang menjadi motor dari Pusat Studi Kajian Pancasila akan hadir sebagai pembahas dan
pembicara. Para pembahas dan pembicara akan berdiskusi panjang lebar dengan anggota
DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat.
Sylvester Kanisisus Laku selaku staff pengajar Unpar menjelaskan bahwa buku Pancasila
Kekuatan Pembebas terdiri atas 8 pokok bahasan.
"Bung Karno dan Pancasila ibarat dua sisi dari sekeping mata uang yang sama. Presiden RI
pertama itu merupakan penemu lima mutiara tersebut. Buku ini juga menyuguhkan
kerendahhatian Ir. Soekarno tatkala menerima gelar Doktor Honoris Causa di
Universitas Gadjah Mada (UGM)," ujarnya.
Pada sesi kedua akan dibahas Memahami dan Memaknai Pancasila bersama para staff
pengajar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Para pembicara dan pembahas
diantaranya adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial Prof. Dr. Karim Suryadi, seorang guru
besar di bidang komunikasi politik, yang dengan tegas mempunyai sikap bahwa mahasiswa
adalah konstituen terpenting. Juga ada Dr Elly Malihah, M.Si, wakil dekan dan staff
pengajar yang menulis beberapa buku diantaranya Pancasila untuk Perguruan Tinggi yang
diterbitkan kelompok Gramedia.
Dicky Munaf salah seorang penulis buku Memahami dan Memaknai Pancasila berpendapat
bahwa Pancasila merupakan pribadi bangsa yang seharusnya tecermin dalam mental dan
perilaku anak bangsa maupun para pemimpin dan negarawan Indonesia. Tetapi
pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
masih jauh dari harapan. Korupsi yang merajalela, meningkatnya kasus narkoba, dan
banyaknya tindakan asusila, merupakan bukti bahwa napas dan gerak manusia Indonesia
belum sejalan dengan norma fundamental bangsa yaitu Pancasila. [wah]
2
Fly UP