...

this PDF file

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

this PDF file
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
GAGASAN TEORI PERKEMBANGAN WILAYAH
BERBASIS TRANSFORMASI SOSIAL
WEISHAGUNA
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota – UNISBA
Jalan Tamansari No.1 Bandung
ABSTRAK
Kelemahan mendasar dari teori-teori perkembangan wilayah yang ada
sekarang adalah banyak menyandarkan pada asumsí dan indikator-indikator
pertumbuhan yang besifat linier misalkan pertumbuhan jumlah penduduk,
kepadatan dan laju pertumbuhan ekonomi. Kenyataannya paradigma
pertumbuhan linier ini sudah sangat tidak mampu merespon perkembangan
kondisi yang ada. Terlebih lagi kondisi masyarakat Indonesia yang mengalami
mutasi luar biasa secara terbuka dinamis dan beragam. Oleh karena itu, satu
bagian terpenting yang terabaikan dalam teori-teori tersebut adalah proses
transformasi sosial sebagai faktor yang paling signifikan dalam menentukan
perkembangan wilayah.
Perenungan kembali siklus air sebagai ayat-ayat Allah, perlahan menuntun
pada sebuah kerangka kajian analogis ilmiah. Ada indikasi bahwa karakteristik
air dalam wujud padat (Es), cair (Air) dan gas (uap air), memiliki kesamaan sifat
dengan tingkat perkembangan wilayah yaitu wilayah terbelakang, berkembang
dan maju. Dengan menggunakan metode sintaktikal meliputi variabel-variabel
subtantif perkembangan wilayah dan variabel-variabel teori termodinamika,
maka beberapa konsep hipotetik dapat ditemukan sebagai kerangka dasar dalam
membangun teori baru tentang perkembangan wilayah berbasis proses
transformasi sosial.
Kata Kunci : Siklus, Air, Transformasi, Sosial, Wilayah.
sepanjang siklusnya di alam. 70 %
1. Pendahuluan
Fakta empiris menyatakan bahwa
air membentuk 70-90 % dari berat setiap
makhluk
hidup
dan
menjadi
zat
terpenting proses metabolisme (Masaru
Emoto, 2006 : 17, M. Al Khatib, 1988 :
126). Air merupakan zat yang mengalami
perubahan wujud secara menakjubkan
68
permukaan
bumi
ditutupi
oleh
keberadaan air (George Lenz, 2006), zat
terpenting dalam berbagai religi (Paula
Abrams,
2007)
dan
menjadi
isu
perubahan global (Peter Gleik,1998).
Dekat dan berulangnya fenomena alam
ini, mengisyaratkan bahwa siklus air
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
mengandung
petunjuk
sangat
setingkat siklus air meliputi air hujan,
penting untuk kehidupan manusia. Al
mata air, air permukaan dan air tanah.
Qur`an juga banyak mengambail tema
Q.S Yunus ayat 24 telah memberikan
siklus
perumpaman.
inspirasi mendalam tentang pentingnya
Setidaknya ada 25 ayat Al Qur`an yang
membaca siklus air sebagai miniatur atau
dengan
prototipe kehidupan di dunia.
air
yang
sebagai
metode
diidentifikasikan
Holly
Qur`an
mengandung
kata
Terjemahannya :
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti (siklus) air
(hujan) yang kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan air itu tanamtanaman di bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.
Hingga apabila bumi itu telah mencapai puncak (perkembangannya), dan berhias
(kemegahan), dan penduduk-penduduknya mengira bahwa mereka pasti dapat
menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau
siang, lalu Kami jadikan (bumi itu) laksana tanaman-tanaman yang sudah di sabit,
seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tandatanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.” (Q.S Yunus, 10 :24)
Perenungan kembali Q.S Yunus
proses
transformasi
sosial.
Hal
ini
ayat 24 tersebut di atas, perlahan
didasari oleh adanya indikasi bahwa
menuntun
benih-benih
karakteristik air dalam wujud padat (Es),
fenomena
cair (Air) dan gas (uap air), memiliki
penelitian
tumbuhnya
ilmiah.
Apakah
siklus air juga memberikan petunjuk
kesamaan
pengembangan ilmu keplanologian ?
perkembangan wilayah yaitu wilayah
Pertanyaan dasar ini terus mengkristal
terbelakang, berkembang dan maju.
sehingga mendorong terciptanya dugaan
awal
bahwa
sepanjang
sifat
dengan
tingkat
Tulisan ini merupakan kajian awal
perjalanan
yang mencoba memaparkan lebih lanjut
siklusnya, air memberi suri tauladan
hipotesis tersebut di atas. Melengkapi
tentang per-kembangan wilayah berbasis
kerangka
Jurnal PWK Unisba
epistemologi,
kajian
ini
69
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
memfokuskan
sintaktikal
diri
yaitu
pada
teknik
metode
upaya eksplorasi gagasan-gagasan baru
eksplorasi
yang nantinya dapat digunakan dalam
gagasan dengan cara membandingkan
membangun
variabel
wilayah.
substantif
dengan
variabel
teori
perkembangan
Setidaknya,
tulisan
ini
sintaktikal. Berbagai fakta dan teori
merupakan
dibahas dalam ramuan yang masih
kewilayahan berdasarkan adopsi teori-
sederhana. Meskipun demikian, tekanan
teori fisika dan kimia yang sudah mapan.
pengayaan
konsep
terpenting dari kajian ini lebih pada
ZONA KEBENARAN ABSOLUT
Q.S Yunus ayat 24.
ZONA KEBENARAN RELATIF
o
o
o
o
Fenomena
Air sebagai unsur terpenting
makhluk hidup.
Air sebagai unsur terpenting
komposisi bumi.
Air sebagai unsur terpenting
religi.
Air sebagi isu utama perubahan
global .
Interpretasi Terjemahan
Q.S Yunus ayat 24 :
Siklus air sebagai prototipe
pola kehidupan di dunia.
Apakah siklus air
juga
memberikan petunjuk pengembangan
ilmu keplanologian ?
Metode
Sintaktikal
Analisis
Perbandingan Variabel Subtantif
(fakta dan teori pengembangan wilayah)
dengan Variabel sintaktikal
(fakta dan teori termodinamika air)
Umpan balik
Hipotesis awal
Siklus air sebagai petunjuk ilmu transformasi ruang :
Karakteristik air dalam berbagai wujud memiliki kesamaan
dengan pola perkembangan wilayah.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Konsep dasar hipotetik :
Gagasan pengembangan teori perkembangan wilayah
berbasis transformasi sosial.
Gb.1 Kerangka pemikiran
70
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
2
bervariasi
Pembahasan
secara
harian
maupun
musiman sesuai dengan jenis tumbuhan,
2.1 Siklus Air : Petunjuk Pola
keadan tanah dan tingkat pertumbuhan
Transformasi Sosial
tumbuhan tersebut.
Air merupakan zat yang mengalami
perubahan wujud (transformasi) secara
menakjubkan sepanjang siklusnya di
alam. Fenomena siklus air dimulai dari
proses
yaitu
evaporation-transpiration
proses penguapan atau transformasi
molekul
air
di
permukaan
menjadi
molekul uap air di atmosfir. Penguapan
air ini berlangsung melalui dua kejadian
Gb.2 Siklus air di alam : petunjuk
pentingnya transformasi.
Sumber : Sri Harto, 1985 : 18
yang berkelanjutan, yaitu :
•
Interface
yaitu
evaporation
Pembentukan awan terjadi melalui
tranformasi dari air menjadi uap di
permukaan, yang tergantung dari
besarnya tenaga yang tersimpan
vapor
yaitu
transfer
pemindahan (removal) lapisan udara
yang kenyang uap air dari interface,
kalau dikehendaki proses penguapan
akan
berjalan
dipengaruhi
oleh
terus.
Transfer
kecepatan
ini
angin,
stabilitas, topografi dan iklim lokal di
sekitarnya. Penguapan dari muka air
bebas
dipengaruhi
juga
oleh
kelembaban, tekanan udara, kedalaman
air dan kualitas air.
Transpirasi yaitu proses fisiologis
alamiah, dimana air yang diisap oleh
akar,diteruskan lewat tubuh tanaman,
diuapkan kembali melalui sel-sel stomata
tumbuhan. Penguapan air dari proses
transpirasi berkaitan dengan pertumbuhan tanaman, maka nilainya juga akan
Jurnal PWK Unisba
kondisi tertentu juga terjadi kondensasi
atau
(stored energy).
Vertical
proses pengembunan uap air. Pada
penyublinan
yaitu
proses
transformasi molekul uap air menjadi
molekul es atau salju. Akibat berbagai
faktor klimatologis seperti temperatur,
tekanan udara, kelembaban nisbi dan
sebab
lainnya,
maka
terjadi
pembentukan awan yang memungkinkan
terjadinya hujan.
Selanjutnya setelah melalui proses
hujan, air mengalami berberapa peritiwa
penting yaitu aliran permukaan (surface
run off), tertahan oleh tanaman dan
bangunan
(Interception),
genangan
sementara (surface detention), cadangan
air tanah (soil moisture), penyerapan ke
dalam tanah (Infiltration), aliran bawah
tanah (Interflow) dan penyerapan lebih
lanjut
menjadi
air
tanah
dalam
(percolation).
71
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
Sepanjang
siklusnya,
air
Proses
transformasi
mengalami proses trasformasi luar biasa
melibatkan
melibatkan reaksi kimia dan hukum-
fisika
hukum
kompleks
bekerjanya teori-teori secara lengkap,
meliputi faktor perubahan naik turunnya
siklus air sangat layak menjadi variabel
temperatur,
sintaktikal untuk diperbandingkan dengan
fisika
yang
begitu
tekanan,
perpindahan,
volume,
pembersihan
persenyawaan,
pelibatan
unsur
reaksi
yang
kimia,
yang
begitu
diri,
variabel
substantif
lain,
perkembangan
luar
mekanisme
biasa
aspek
dan
sosiologi,
wilayah
bahkan
pelepasan energi, pembentukan energi
perkembangan diri manusia. Analisis
dan sebagainya. Siklus kompleks ini
sintaktikal antara teori termodinamika
merupakan
fluida
suatu
suri
tauladan
dengan
subtantif
wilayah
teori
perjuangan luar biasa dalam kehidupan.
perkembangan
Proses mencair, menguap, menyublim,
sosiologi memberikan suatu pemahaman
mengembun, kondensasi dan membeku
penting
merupakan suatu bentuk transformasi
transformasi berikut.
tentang
berbasis
gagasan
pola
lengkap.
Zat Cair
Gb.3 Siklus air sebagai proses
transformasi lengkap.
Sumber : Marthen Kanginan, 1996 : 149
Gb. 4 Konsep pertumbuhan,
perkembangan wilayah
dan transformasi sosial.
Sumber : hasil analisis, 2007.
Tabel 1
Analisis Variabel Subtantif dan Sintaktikal
Kesamaan Karakteristik Perkembangan Wilayah dan Wujud Air
VARIABEL – VARIABEL
No.
1.
WILAYAH
Wilayah
Terbelakang
SUNSTANTIF
INDIKATOR
Ikatan sosial
Hubungan
sosial
72
SINTAKTIKAL
KARAKTERITIK
Terformat/
terikat sangat
kuat norma,
cara pandang
dsb.
Hubungan sosial
sangat dekat
SIKLUS
AIR
Air
dalam
wujud
padat
(ES)
INDIKATOR
KARAKTERITIK
Ikatan kimia
Struktur kristal Es
membentuk ikatan
kimia yang sangat
kuat.
Jarak antar
molekul
Jarak molekul sangat
rapat akibat struktur
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
VARIABEL – VARIABEL
No.
WILAYAH
SUNSTANTIF
INDIKATOR
Mobilitas /
gerak sosial
Kemampuan
pertumbuhan
Adaptasi
lingkungan
Kemampuan
Transformasi
2.
Wilayah
Berkembang
Ikatan sosial
Hubungan
sosial
Mobilitas /
gerak sosial
Kemampuan
pertumbuhan
Adaptasi
lingkungan
Kemampuan
Transformasi
3.
Wilayah
Maju
Jurnal PWK Unisba
Ikatan sosial
SINTAKTIKAL
KARAKTERITIK
SIKLUS
AIR
karena
terbentuk dalam
satu komunitas.
Sangat kaku /
Ditentukan
norma.
Sangat lambat
Sangat
dipengaruhi
norma.
Orientasi hal-hal
bersifat fisik /
konkret.
Membutuhkan
energi untuk
mengubah cara
pandang,
melepaskan diri
dari
keterformatan
ikatan-ikatan
sosial yang
kaku.
Sudah mulai
fleksibel tidak
terlalu terformat/
terikat kuat
norma, cara
pandang dsb.
Hubungan sosial
dalam bentuk
kelompokkelompok /
instutusional.
Terbuka dan
luas.
KARAKTERITIK
kristal yang masif.
Gerak
molekul
Kalor jenis
Wujud zat
Air
dalam
wujud
Cair
(Air)
Lebih sudah
lebih cepat.
Mengalami fase
ketidakteraturan
pasca
transformasi.
Sudah mulai
fleksibel meliputi
penguasaan
ruang fisik dan
non fisik.
Membutuhkan
energi untuk
membangun
paradigma baru
yang lebih
mandiri.
Ikatan-ikatan
sosial yang
dibentuk oleh
kemandirian/
kesadaran
individu.
INDIKATOR
Perubahan
wujud
Memerlukan energi 80
k Kal untuk merombak
struktur kristal Es,
formasi jarak antar
molekul, gerak molekul
dan kalor jenis.
Ikatan kimia
Adanya kimia kovalen
dan hidrogen. Ikatan
dalam bentuk struktur
kristal sudah tidak ada.
Jarak antar
molekul
Jarak molekul rapat
dalam cluster-cluster
molekul air.
Gerak
molekul
Suadh lebih bebas
berberak mengikuti
bentuk ruang.
Sedang, 1,5 K Kal
setiap kenaikan 1
derajat celcius).
Mengalami peritiwa
anomali air
(ketidakteraturan).
Wujud cair dapat
beradatasi dengan
ruang (mengikuti
bentuk ruang).
Kalor jenis
Wujud zat
Perubahan
wujud
Air
dalam
wujud
gas
(Uap
air)
Sangat Kaku
Ditentukan struktur
kristal
Sangat kecil
(0,5 K Kal setiap
kenaikan 1 derajat
celcius).
Ditentukan struktur
kristal dan wujudnya
yang masif.
Ikatan kimia
Memerlukan energi
540 k Kal untuk
merombak ikatanikatan kovalen dan
hidrogen, formasi jarak
antar molekul, gerak
molekul dan kalor
jenis.
Ikatan kimia gas jauh
lebih stabil akibat
konfigurasi baru
molekul H2 (gas
hidrogen) dan O2 (gas
oksigen).
73
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
VARIABEL – VARIABEL
No.
WILAYAH
SUNSTANTIF
INDIKATOR
Hubungan
sosial
Mobilitas /
gerak sosial
Kemampuan
pertumbuhan
Adaptasi
lingkungan
Kemampuan
Transformasi
SINTAKTIKAL
KARAKTERITIK
SIKLUS
AIR
Ditentukan oleh
kualitas individu.
Hubungan sosial
lebih bersifat
kesadaran
individual.
Sangat cepat,
terbuka dan
luas.
Sangat tinggi.
Sangat reaktif
terhadap
perubahan
suhu, volume,
tekanan dan
gabungan.
INDIKATOR
KARAKTERITIK
Jarak antar
molekul
Jarak molekul sangat
renggang dalam
cluster-cluster baru
molekul uap air .
Sangat cepat, terbuka
dan luas.
Gerak
molekul
Kalor jenis
Dapat
menguasai
ruang apapun
secara lebih
leluasa.
Membutuhkan
energi untuk
membangun
paradigma baru
yang lebih
mandiri.
Wujud zat
Perubahan
wujud
Tinggi , 1K Kal setiap
kenaikan 1 derajat
celcius).
Mengalami proses
isotermik (suhu),
isokhorik (volume),
isobarik (tekanan) dan
adiabatik (gabungan).
Wujud cair dapat
beradatasi dengan
ruang yang lebih luas.
(mengikuti bentuk
ruang bebas).
Memerlukan energi
540 k Kal untuk
merombak/membentuk
ikatan-ikatan kovalen
dan hidrogen, formasi
jarak antar molekul,
gerak molekul dan
kalor jenis.
Sumber : Hasil analisis, 2007.
A. Fase Wujud Padat (Es) : Prototipe
rapat, gerak molekulnya cenderung statis
(sulit bergerak), dan terikat secara kuat
Wilayah Terbelakang
oleh
Semua unsur di alam memerlukan
suatu bentuk persenyawan dengan unsur
lain
sebagai
menstabilkan
kebutuhan
dirinya
yaitu
alamiah
memiliki
ikatan-ikatan
kimia
membentuk
struktur kristal es yang masif (kaku).
Kekakuan ini mengakibatkan kalor jenis
es jauh lebih rendah dibandingkan air
(H2O cair).
konfigurasi atom sebagaimana gas mulia
dengan 2 (dua) elektron dan kaidah oktet
dikulit terluarnya). Persenyawan unsur ini
memerlukan ikatan-ikatan kimia.
Ikatan kimia menjadi salah satu
variabel
diskriminan,
penentu
karakteristik air (H2O) dalam wujud padat
(es), cair (air) dan gas (uap air). Dalam
wujud es, jarak antar molekul es sangat
74
Gb. 5 Struktur Kristal Es.
Sumber : John W. Hill, Dorothy M. Feigl,
and Stuart J. Baum 1993 : 4.
Masaru Emoto, : 2006 : 185
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
perombakan
dengan
inilah
yang
transformasi
dinamakan
es-air.
Dengan
indikasi kesamaan sifat-sifat utamanya,
fase ini dianalogikan sebagai peristiwa
transformasi wilayah terbelakang menjadi
wilayah berkembang.
Gb. 6 Perbedaan konfigurasi, jarak
dan gerak molekul air (H2O) dalam wujud
padat (es), cair (air) dan gas (uap air).
Sumber : Marthen Kanginan, 1996 : 150.
C. Fase Wujud Cair (Air) : Prototipe
Wilayah Berkembang
Karakteristik
H2O
dalam
Meskipun
wujud
tetap
memiki
rumus
padat (es) identik dengan karakteritik
kimia dan komposisi unsur yang sama
wilayah
yaitu
yaitu H2O dengan unsurnya berupa
mekanisme ikatan-ikatan sosial sangat
Hidrogen dan oksigen, karakteristik air
kuat, jarak antar individu sangat rapat,
sangat berbeda dengan karakteristik es.
gerak
dan
Ikatan-ikatan kristal yang membentuk
kemampuan untuk pertumbuhan relatif
struktur masif sudah tidak ada. Hilangnya
sangat rendah.
keterformatan tersebut menjadikan air
yang
terbelakang
sosial
sangat
kaku
sebagai fluida yang mudah bergerak dan
fleksibel terhadap keadaan lingkungan
B. Proses Mencair : Transformasi
sekitarnya. Energi pertumbuhannya pun
Muda
Untuk menaikan temperatur setiap
1 derajat celcius es misalkan dari -5
0
C
menjadi -40 C hanya dibutuhkan kalor
mengalami
0
Dibutuhkan
energi sebesar 1 Kkal untuk setiap
menaikan 1 derajat celcius air.
Anomali merupakan satu ciri khas
lebur sebesar 0,5 Kkal. Namun untuk
0
peningkatan.
mengubah wujud 0 C es menjadi 0 C
fase awal dari pemuaan air. Anomali
air tanpa adanya kenaikan temperatur,
diartikan
dibutuhkan 80 Kkal atau 160 kali lebih
penyimpangan
besar dari energi kenaikan 1 derajat
termodinamika. Setiap zat akan memuai
temperatur es. Besarnya kalor tersebut
atau
juga berkorelasi dengan lamanya waktu
dipanaskan, namun hal ini tidak berlaku
yang diperlukan untuk proses perubahan
0
pada air pada temperatur 0 – 4 C yang
wujud es menjadi air (mencair). Besarnya
baru saja mengalami proses pencairan
energi dan waktu ini digunakan untuk
dari Es. Oleh karena massa jenis air
memutuskan ikatan-ikatan kimia struktur
adalah massa per satuan volume maka
kristal
menjadi
pada temperatur 40C, air mengalami fase
Proses
volume terkecil dan massa jenis terbesar
struktur
es
untuk
baru
dirombak
berwujud
Jurnal PWK Unisba
air.
sebagai
bertambah
keanehan
akibat
teori
umum
volumenya
apabila
75
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
dalam siklusnya. Untuk lebih jelasnya
ikatan kovalen dan ikatan hidrogen.
lihat grafik volume dan massa jenis air
Ikatan kovalen adalah ikatan sesama
berikut.
atom
yang
memiliki
kecenderungan
menangkap elektron. Ikatan kovalen air
merupakan ikatan kovalen polar yang
sangat kuat. Ikatan hidrogen yaitu ikatan
antar molekul-molekul yang disebabkan
oleh gaya tarik menarik oleh atom yang
sangat elektronegatif (F, O dan N)
dengan atom hidrogen dalam molekul
lain. Dengan adanya ikatan kovalen dan
hidrogen ini, air memiliki titik lebur atau
didih relatif tinggi dan memerlukan energi
yang banyak untuk memutuskan ikatanikatan kimia tersebut.
Gb. 7 Anomali air : Grafik perubahan
volume dan massa jenis air.
Sumber : Marthen Kanginan, 1996
: 153.
Susunan atom molekul air Bentuk tetrahedral
Karakteristik H2O dalam wujud cair
(air) identik dengan karakteritik wilayah
berkembang dimana ikatan-ikatan sosial
Gambar 8 Konfigurasi dan bentuk
tetrahedral molekul air.
Sumber : John W. Hill, Dorothy M. Feigl,
and Stuart J. Baum 1993.
sudah tidak terlalu mengikat, jarak antar
individu renggang, gerak sosial menjadi
lebih luas dan terbuka serta kemampuan
atau energi pertumbuhan menjadi lebih
besar.
Air (H2O) merupakan konfigurasi /
susunan molekul air yang terdiri dari 1
(satu) atom oksigen dan 2 atom hidrogen
berbentuk tetrahedral dengan ikatanikatan kimia tertentu. Ikatan-ikatan kimia
pembentuk air terdiri dari 2 jenis yaitu
76
Gambar 9 Ikatan Kovalen dan
Hidrogen molekul air serta energi ikatnya.
Sumber : Wm C Brown Publishers,
Dubuque Iowa, 1997 : 24.
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
Sebagaimana
terikat
oleh
sunantullah yang sama, konsep dasar
ikatan
kimia
yang
terjadi
atas sama dengan ikatan-ikatan sosial
kemasyarakatan. Ikatan sosial terjadi
kebutuhan
individu
dalam
alamiah
rangka
setiap
mencapai
kestabilan hidup dan penghidupannya.
Prinsip dasar dari ikatan kovalen dan
ikatan hidrogen molekul air ini, identik
dengan teori interaksi keruangan yang
dinyatakan oleh Edward D. Ullman dalam
Daldjoeni
(1992
:
189-199)
bahwa
komponen interaksi keruangan meliputi
(hubungan
complementary
saling
melengkapi), transferability (hubungan
suply dan demand) dan intervening
(terjalinnya
opportunity
keterhubungan
atau
peluang
minimalisasi
hambatan-hambatan distribusi). Ikatanikatan sosial ini pun dapat dikatakan
sebagai suatu bentuk energi proses
dalam
ruang
meliputi
proses
difusi,
kompetisi dan integrasi.
Complementary
Matang
pada
persenyawan unsur-unsur tersebut di
sebagai
D. Proses Menguap : Transformasi
Bila kenaikan temperatur ini terus
berlanjut, maka air akan mengalami
proses transformasi kedua yang disebut
dengan
menguap.
dibutuhkan
yaitu
Energi
yang
untuk
proses
penguapan
perubahan
wujud
air
0
temperatur 100
pada
C menjadi Uap air
dengan temperatur 1000 C sebesar 540
Kkal atau 540 kali lebih besar dari energi
kenaikan setiap 1 derajat air. Besarnya
energi dan waktu ini digunakan untuk
memutuskan kembali ikatan-ikatan kimia
air menjadi struktur baru yang lebih
mandiri yaitu uap air. Hal ini berarti
energi yang dibutuhkan untuk melakukan
perubahan
wujud
atau
energi
transformasi air –uap air jauh lebih besar
dibandingkan dengan energi transformasi
es-air dan energi pertumbuhan pada
setiap
tahap
perkembangan
wujud.
Dengan indikasi kesamaan sifat-sifat
utamanya, fase ini dianalogikan sebagai
peristiwa transformasi wilayah berkem-
Complementary
Intervening Opportunity
bang menjadi wilayah maju.
E. Fase Wujud Gas (Uap Air) :
Prototipe Wilayah Maju
+ - + ++ +
+ - + ++ +
Dalam wujud gas, uap air memiliki
karakteristik yang berbeda dengan air
(H2O cair) dan es (H2O padat). Jarak
antar molekul uap air sangat renggang
Tranferability
Tranferability
Gb. 10 Teori Dasar Interaksi Keruangan.
Sumber : diolah berdasarkan Daldjoeni
(1992 : 189-199)
Jurnal PWK Unisba
sehingga
menyebabkan
ikatan
kimia
antar molekul uap air sangat lemah dan
gerak
molekulnya
sangat
dinamis
77
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
(fleksibel).
Dengan
sifatnya
yang
Forumasi ini dapat diturunkan dari salah
dinamis, uap air menjadi lebih reaktif
satu hukum termodinamika yaitu azas
terhadap proses-proses kimia secara
black sebagai berikut :
lebih kompleks meliputi pengaruh suhu
(isotermik), volume (isokhrik), tekanan
Q = m.c. Δt
(isobarik) dan proses adiabatik. Energi
atau kalor jenisnya pun menjadi jauh
Q = Indeks energi perubahan sosial dalam
rangka perkembangan wilayah.
lebih besar.
Ada
indikasi
kesamaan
karak-
M = Massa atau bobot total potensi per-
teristik air dalam wujud tertentu dengan
tumbuhan sosial dapat menggunakan
karakteristik
indikator-indikator BPS : laju pertum-
perkembangan
wilayah.
buhan, IPM, jumlah fasilitas dsb.
Dengan indikator-indikator yang sama
maka karakteristik uap air dapat diduga
C
= Koefisien pertumbuhan dan transfor-
dengan benar memiliki kesamaan sifat
masi
dengan wilayah maju dimana ikatan-
pekembang-an
ikatan sosial menjadi sangat renggang
mengadopsi
atau sudah tertanam dalam kesadaran
masing-masing
individu,
tertanamnya
kemandirian, gerak sosial sangat luas
dan
terbuka
serta
energi
pertumbuhannya sangat tinggi. Berikut
adalah
indikasi-indikasi
karakteritik
air
dan
persamaan
perkembangan
pada
wilayah.
dari
jenis
Misalkan
besaran
termodinamika :
C Wilayah terbelakang = 0,5
C transformasi Wilayah terbelakang - berkembang = 80
C Wilayah berkembang = 1
C transformasi Wilayah berkembang - maju = 540
C Wilayah maju = 1
Δt = Level atau tingkatan perkembangan
wilayah.
wilayah.
2.2
tergantung
Formulasi Indeks Perkembangan
Wilayah
Jika tercapai validasi korelasi
antara variabel subtantif dan sintaktikal
diatas maka dengan sendirinya hukum
termodinamika,
mekanika
reaksi
dapat
kimia
disesuaikan
besaran
fluida
dan
diadopsi
dan
koefisiennya
dengan penelitian empirik. Salah satu
formulasi
terpenting
dalam
proses
adalah
Indeks
transformasi
sosial
kemampuan
perkembangan
78
Gb. 11 Perbandingan Energi Pertumbuhan
dan Transformasi Sosial.
Sumber : hasil analisis, 2007.
Wilayah.
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
Selama ini para perencana wilayah
oleh Badan Pusat Statistik. Bersama
dan kota selalu mendefinisikan tekanan
formulasi ini
sosial
alternatif
sebagai
tingkat
kepadatan
perencana lebih memiliki
dalam
upaya
mengurangi
penduduk tanpa memperhatikan aspek
tekanan sosial :
laju pertumbuhan. Implikasi penting dari
a. Meminimalisasi massa atau jumlah
cara pandang ini telah menyudutkan para
perencana
hanya
berkutat
pemikiran
bagaimana
kepadatan
wilayah
pada
beban sosial.
b. Meminimalisasi
memecahkan
dengan
dimensi
waktu yang statis. Dengan mempelajari
percepatan
pertumbuhan masalah.
c.
Memperluas ruang gerak sosial.
rumus mekanika teknik secara seksama,
maka seharusnya tekanan berbading
3. Kesimpulan dan Rekomendasi
lurus dengan gaya yang menekan atau
Hasil
analisis
dengan
metode
berbanding lurus dengan massa dan
analisis sintaktikal menyimpulkan bahwa
percepatan serta berbanding terbalik
dapat
dengan luas penampang. Oleh karena
kesamaan ciri atau sifat pekembangan
itu, formulasi Indeks tekanan sosial
wilayah
perlu direvisi dengan rumusan sebagai
dalam siklus air. Dugaan kesamaan
berikut :
tersebut divalidasi oleh korelasi ciri atau
sifat
P= F/A
atau
P = ( m.a ) / A
diduga
dengan
dengan
benar
proses
variabel-variabel
transformasi
subtantif
= Indeks Tekanan Sosial.
F
= Jumlah gaya yang menekan.
gungan, tingkat pengang-guran, tingkat
Ratio),
pendidikan
tingkat
(Enrollment
pendapatan,
tingkat
mobilitas, laju pertumbuhan, orientasi
dan
a = Percepatan pertumbuhan masing-masing
variable beban sosial.
adaptasi
lingkungan
serta
kemampuan transformasi diduga dengan
benar memiliki ciri atau sifat yang hampir
sama
kriminalitas dsb.
A
substantif
meliputi ikatan sosial, hubungan sosial,
m = Massa beban sosial ; beban tangpenyerapan
dan
sintaktikalnya.
Variabel-variabel
P
ada
dengan
variabel
sintaktikalnya
yaitu ikatan kimia, jarak antar molekul,
gerak molekul, kalor jenis, wujud zat, dan
= Luas Wilayah.
kalor perubahan wujud zat. Jika tercapai
validasi korelasi antara variabel subtantif
Bersama
formulasi
baru
ini,
pemikiran tentang tekanan sosial menjadi
lebih
terbuka
dan
menyentuh
inti
permasalahan meliputi variabel-variabel
empris yang telah banyak dikemukakan
Jurnal PWK Unisba
dan sintaktikal diatas, maka dengan
sendirinya
hukum
termodinamika,
mekanika fluida dan reaksi kimia dapat
diadopsi
dan
disesuaikan
besaran
koefisiennya dengan penelitian empirik.
79
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
Salah satu formulasi terpenting dalam
3. Daldjoeni,
N
Geografi
Baru,
proses transformasi sosial adalah Indeks
Organisasi Keruangan dalam Teori
kemampuan perkembangan Wilayah dan
dan Praktek, Bandung : Alumni, 1992
indeks
dugaan
tekanan
sosial.
adanya
Berdasarkan
sunatullah
tersebut
diatas maka dapat disimpulkan bahwa
siklus
air
mengandung
pengembangan
terutama
ilmu
gagasan
terkembangan
petunjuk
keplanologian
baru
wilayah
berbasis
ed:
A.
Truman
Schwartz et al, Chemistry in Context,
A project of the American Chemical
Society,
Wm
C
Brown
Publishers,1997.
5. Friedmann and Alonso, Regional
Development
Sebagai sebuah studi awal, tulisan ini
sangat sederhana dan banyak memiliki
terutama
Iowa
tentang
tranformasi sosial.
kelemahan
4. Dubuque
proses
analisis
And
Massachusetts
Planning,
Institute
of
Technology Cambrige, 1964.
6. Gleik, Peter, The World's Water: The
perbandingan antara aspek subtantif dan
Biennial
sintaktikal belum melibatkan pergulatan
Resources. Washington D : Island
fakta-fakta dan teori-teori yang lebih
Press. C, 1998.
mutahir.
Kupasan
sintesis
terhadap
Report
on
Freshwater
7. Hamid, Safri, Azas-Azas Sosiologi :
gagasan perkembangan wilayah masih
Suatu
sangat terbatas pada aspek global.
Sistematis,
Meskipun demikian, ide dasar tulisan ini
Hukum Universitas Islasm Bandung,
mencakup orisinalitas dan terobosan
1995.
besar bagi ilmu keplanologian. Gagasan
besar ini perlu ditindak lanjuti dengan
serangkai penelitian ilmiah lanjutan yang
lebih representatif.
Bahasan
Teoritis
Bandung
:
dan
Fakultas
8. Harto, Sri, Sumber Daya Air, Modul
Perkulahan
Sumber
Daya
Air,
Bandung : Universitas Unjani, 1985.
9. Hill,John W, Dorothy M. Feigl, and
Stuart J. Baum, Chemistry and Life,
4. Daftar Pustaka
4th Edition, New York : Macmillan
1. Al Khatib,Muhammad,
Sain dan
Islam : Kemu`jizatan Dunia, Bandung
: PT. Al Ma`arif, 1988.
2. Emoto, Masaru, Azam translator, The
True Fower of Watter : Hikmah air
dalam Olahan Jiwa, Bandung : MQ
Publising, 2006.
80
Publishing Company, 1993.
10. Kanginan,
Marthen,
Fisika
SMU
Kelas 1 Caturwulan 3, Jakarta : PT.
Erlangga, 1996
11. Lawang, Robert MZ, Sistem Sosial
Indonesia, Jakarta : Karunika
Universitas Terbuka,1985.
Jurnal PWK Unisba
Gagasan Teori Perkembangan Wilayah
Berbasis Transformasi Sosial
12. Lenz, George, The physics of water
on earth, WWW. Yahoo.Com, 2006,
Paula, Abrams, Water in Religion
s, WWW. Yahoo.Com,2007.
Jurnal PWK Unisba
81
Fly UP