...

PT BNI Securities Kantor Pusat/ Head Office Sudirman Plaza

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PT BNI Securities Kantor Pusat/ Head Office Sudirman Plaza
PT BNI Securities
Kantor Pusat/ Head Office
Sudirman Plaza Indofood Tower Lantai 16
Jl. Jend. Sudirman Kavling 76-78, Jakarta 12910, Indonesia
Tel. +62 21 2554 3946 (Hunting), Fax. +62 21 5793 5831
www.bnisecurities.co.id
Prakata
Preface
Sebagai sebuah negara yang tengah tumbuh dengan kondisi perekonomian
yang meningkat perlahan tapi pasti, Indonesia menyediakan ruang yang luas
untuk pertumbuhan bisnis keuangan. Berbagai perusahaan yang menawarkan
solusi finansial bermunculan, turut menyemarakkan dan membangun
perekonomian masyarakat melalui industri ini.
PT BNI Securities adalah salah satu perusahaan penyedia solusi finansial
yang telah berkiprah selama 17 tahun di negeri ini, dan telah pula memiliki
tempat khusus di hati masyarakat. Kami telah bergandeng tangan dengan
sejumlah nasabah individu dan institusi baik di dalam dan di luar negeri; dan
kerjasama tersebut merupakan sinergi saling menguatkan.
Seperti yang kami sampaikan pada LaporanTahunan ini, pada tahun 2012, kami
telah membuat sejumlah pencapaian dan peningkatan, yang semuanya kami
tujukan untuk berkembang dan bertumbuh. Kami akan terus berkarya dengan
berfokus pada pengembangan dan berkomitmen kepada pertumbuhan agar
bisa lebih erat bergandeng tangan dengan para nasabah kami.
Being an emerging country with an economic condition that improves slowly
but surely, Indonesia offers ample room for financing business growth. New
companies serving in financial solutions are introduced, taking part in building
the country’s economy benefitting from the promising future of the industry.
PT BNI Securities is one of the country’s financial solution providers which has
been in operation for 17 years with a good an unshakable reputation. We have
been building fruitful with individual and institutional clients both nationally
and globally; a collaboration which has truly and naturally constituted a
synergy that strengthens one another.
As what we are presenting in this Annual Report, during the year of 2012, we
managed to reach some achievement and improvement that has led us to a
state of steady growth and development. We will keep making meaningful
advancement by focusing on development and commitment to growth so
that we can build an even tighter collaboration with our esteemed clients.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
1
Daftar Isi
Table of Contents
1
2
3
4
5
6
7
9
11
11
24
29
32
38
39
40
41
44
45
50
51
2 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Prakata
Preface
Daftar Isi
Table of Content
Cerita Sampul
Cover Story
Sekilas tentang BNI Securities
PT BNI Securities at Glance
Visi dan Misi
Vision and Mission
Penghargaan
Awards
Ihktisar Keuangan
Financial Highlights
Esmart
Esmart
Profil Perusahaan
Company Profile
Laporan Dewan Komisaris
Board of Commissioners’ Report
Profil Dewan Komisaris
Board of Commissioners’ Profile
Laporan Direktur Utama
Board of Director's Report
Profil Dewan Direksi dan Penasehat
Profile of Director's and Advisor
Informasi Perusahaan
Corporate Information
Komposisi Pemegang Saham
Shareholders Composition
Struktur Organisasi
Structure of Organization
Diskusi dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Jejak Langkah
Milestones
Tatakelola Perusahaan
Corporate Governance
Laporan Pertanggungjawaban
Report of Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Statement
BNI SECURITIES
Cerita Sampul
Cover Story
Fokus Pada Pengembangan,
Komitmen Pada Pertumbuhan
Focus On Development,
Commitment To Growth
Dalam usianya yang ke-17 tahun,
PT BNI Securities (Perseroan) telah
menjalin hubungan yang produktif
dengan para pemangku kepentingan :
nasabah, pemegang saham, karyawan,
mitra usaha dan masyarakat pada
umumnya. Berkiprah dalam gejolak
dan pasang surut perekonomian
dunia dan nasional, Perseroan tak
pernah berhenti bekerja secara
maksimal untuk menjadi perusahaan
yang berorientasi pada masa depan.
Kinerja positif yang selama ini sudah
dijalani oleh Perseroan akan terus
dipertahankan
dengan
dibarengi
strategi untuk memperkuat pondasi
bisnis di masa datang. Pasar modal
semakin kompetitif dan Perseroan
akan
lebih
fokus
lagi
dalam
mempercepat langkah untuk mengejar
para kompetitor.
Benefitting from its 17 years of
experience, PT BNI Securities (Limited)
has recorded a story of productive
relations with its stakeholders : clients,
shareholders, employees, business
partners and the community. Partaking
in both the national and global
economy, the Company has never ever
failed to perform in a maximum way to
become a company with an established
future orientation. The Company’s
positive business performance will be
sustainably maintained by cultivating
its strategies to strengthen its future
business foundation. The capital
market is now growing competitive
and therefore the Company will focus
more on seeking swifter pace to catch
up with its competitors.
Pendekatan
visualisasi
dengan
illustrasi kerjasama (team work)
yang solid dan saling menyangga
yang dibangun di atas fondasi yang
kokoh melambangkan kesiapan dan
kemampuan memikul beban dan
meraih esok dalam perkembangan
yang kompetitif. Rumus piramida
mencerminkan ketahanan terhadap
badai perubahan dan menyiratkan
pembaharuan tiada henti.
Visualization
approach
with
an
illustration of solid and close-knit
teamwork constructed on a sturdy
foundation represents a power,
readiness and capability of surviving
the future’s growth competitive
atmosphere. The pyramid formula
depicts resistance towards wave
of changes and implies endless
innovation.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
3
Sekilas BNI Securities
BNI Securities at Glance
PT BNI Securities didirikan pada tanggal 12 April 1995 sebagai anak perusahaan dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero), Tbk. Pada awal pendirian, 99,85% saham PT BNI Securities dimiliki
oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., dan sisanya sebesar 0,15% oleh Koperasi
Karyawan. PT BNI Securities bergerak di bidang pasar modal yang meliputi perdagangan saham,
perdagangan surat utang, investment banking dan assets management.
PT BNI Securities was established on April 12, 1995 as a subsidiary of PT Bank Negara Indonesia
(Persero), Tbk. During its early operation, 99.85% of PT BNI Securities shares was owned by PT
Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., while the remaining 0.15% by the Employee Cooperative.
PT BNI Securities operates in capital market business focusing on securities trading, debt capital
market, investment banking and assets management.
Sejalan dengan perkembangan dan peraturan pasar
modal, pada pertengahan tahun 2011, PT BNI Securities
melakukan proses pemecahan kegiatan usaha bidang
asset management dengan membentuk anak perusahaan
berbadan hukum, yakni PT BNI Asset Management. Pada
tahun yang sama, struktur kepemilikan PT BNI Securities
diperkuat dengan menggandeng investor strategis, yakni
SBI Securities Co. Ltd, Jepang untuk turut memiliki
saham Perseroan dan dengan demikian, komposisi
kepemilikan saham BNI Securities adalah 75% oleh PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan 25% dimiliki
oleh SBI Securities Co. Ltd.
In response to the capital market updated regulations, in
mid 2011, PT BNI Securities undertook spin-off its asset
management division and established a corporate body
called PT BNI Asset Management. In the same year, PT
BNI Securities ownership structure was strengthened
by collaborating with a strategic investor, namely SBI
Securities Co. Ltd, Japan and therefore, PT BNI Securities
share composition now reads as 75% by PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk., and 25% by SBI Securities Co.
Ltd.
Layanan PT BNI Securities meliputi jasa-jasa keuangan
yang mencakup equity brokerage, debt capital markets,
investment banking dan assets management. Bidang
asset management, seperti yang telah disebutkan di atas,
dikelola oleh PT BNI Asset Management, yang merupakan
anak perusahaan PT BNI Securities. Secara keseluruhan,
saat ini PT BNI Securities mengelola beberapa reksadana
berbasis efek saham, efek pendapatan tetap dan efek
campuran (konvensional dan syariah).
PT BNI Securities services range from equity brokerage,
debt capital markets, investment banking dan assets
management. The asset management service, as
mentioned earlier, is under the management of PT BNI
Asset Management, a subsidiary of PT BNI Securities.
In whole, PT BNI Securities currently manages some
securities-based mutual funds, fixed income securities
mutual funds and combined securities mutual funds
(conventional and sharia).
PT BNI Securities bertekad untuk terus menghadirkan
layanan terbaik melalui peningkatan nilai tambah nasabah
dengan cara mengembangkan sistem online trading yang
disebut ‘Esmart’. Sistem ini terus disempurnakan agar
senantiasa bisa memuaskan nasabah dalam hal transaksi
secara online. Di samping itu, dalam menjalankan
prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance) dan
untuk menaati peraturan pasar modal Indonesia, PT BNI
Securities telah melakukan pemisahan dana nasabah
(fund separation) yang mewajibkan seluruh nasabah
untuk memiliki rekening dana investor atas nama
nasabah tersebut. Ini ditujukan untuk memastikan agar
dana nasabah terjaga secara aman dan memberikan
kemudahan agar nasabah bisa memantau saldo yang
dimiliki kapan saja.
PT BNI Securities is committed to sustainable delivery
of excellent services by means of improvement of
clients’ added value by developing an online trading
system called ‘Esmart’. The system has been continually
upgraded as to allow the Company to provide premium
service to its customers in terms of online transaction.
In addition to that, while practicing the principles of
GCG (Good Corporate Governance) and in compliance
to Indonesia’s stock market regulatios, PT BNI Securities
has applied fund separation which requires each of the
customers to have an investor fund account. This is to
ensure that the customers’ fund is securily protected and
to enable the customers to get convenient access to their
balance anytime they wish to.
4 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Visi dan Misi
Vision and Mission
VISI
VISI
Menjadi acuan bagi perusahaan sekuritas ASEAN pada
tahun 2016
To become a benchmark of ASEAN securities companies
in 2016
MISI
MISI
Menyediakan rangkaian solusi finansial secara lengkap
untuk menjaga dan meningkatkan nilai lebih nasabah
secara bijak, inovatif dan responsif.
To provide a full range financial solutions which preserve
and grow the customers’ added value in a prudent,
innovative and responsive manner.
Layanan PT BNI Securities disajikan oleh para
profesional yang kompeten, terpercaya, dan senantiasa
mengutamakan kepentingan nasabah.
PT BNI Securities services are managed and delivered by
competent and trusted professionals who place the best
interests of our customers.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
5
Penghargaan
Awards
2001
2004
Penghargaan
dari Majalah
Investor sebagai
Perusahaan
Sekuritas
Terbaik
Tahun 2001
berdasarkan
Hasil Peringkat
Penilaian
Independen.
The Best
Securities
Company
Award, 2001
based on
Independent
Rating
Verfication,
from Investor
Magazine.
Penghargaan
dari Jakarta
Stock Exchange
sebagai
Perusahaan
Terbaik III
dalam bidang
Best Marketing
Network.
Award from the
Jakarta Stock
Exchange as
the Third Best
Company in
Best Marketing
Network Award
from the Jakarta
Stock Exchange.
Penghargaan dari Majalah
Investor sebagai Penerbit
Obligasi Terbaik 2008 Kategori
Obligasi Keuangan Aset di
Bawah Rp 1 triliun.
2008
2003
Award from Association of Indonesian Pension
Fund (ADPI) as Trusted Partner 2003 for category
of Mutual Fund Management.
2005
6 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Penghargaan
IMAC Award
2005 sebagai
Perusahaan
Sekuritas Terbaik
IMAC Award 2005 as the Best Securities Company
2012
The Best Bonds Issuer 2008 Award for the
Category of Financial Bond with Asset under Rp 1
trillion, from Investor Magazine.
2011
Penghargaan dari
Asosiasi Dana
Pensiun Indonesia
(ADPI) sebagai Mitra
Terpercaya Tahun
2003 untuk kategori
Pengelola Dana Reksa.
Penghargaan
Khusus
Anggota Bursa
berdasarkan
Jaringan
Pemasaran
dalam Capital
Market Award
2012 yang
diselenggarakan
oleh BapepamLK,BEI, KSEI dan
KPEI.
Stock Exchange
Members’
Special Award
based on
Marketing
Network in
Capital Market
Award 2012
organized by
Bapepam-LK,
BEI, KSEI dan
KPEI.
Penghargaan dari Majalah Marketers dan
MarkPlus Insight dalam Indonesia Brand
Champion Awards 2011 untuk tiga kategori yaitu :
Award from Marketers dan MarkPlus Insight
Magazine in Indonesia Brand Champion Awards
2011 for the following three catagories :
a. Broker dengan Brand Terpopuler (Total Nilai
Perdagangan untuk Q1- 2010 < Rp 10 triliun)
a. Most Popular Brokerage House (Total
Trading value for Q1- 2010 < Rp 10 trillion)
b. Broker dengan Brand Paling
Direkomendasikan (Total Nilai Perdagangan
untuk Q1-2010 < Rp 10 triliun)
b. Most Recommended Brokerage House
(Total Trading value for Q1-2010 < Rp 10
trillion)
c. Broker dengan Brand Pilihan Nasabah
(Total Nilai Perdagangan untuk Q1 2010
< Rp 10 triliun)
c. Customers’ Choice Brokerage House (Total
Trading value for Q1 2010 < Rp 10 trillion)
Penghargaan dari PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia sebagai Perusahaan Efek Terbaik
dalam Kompetisi Sosialisasi Kartu AKses.
Award from PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia as the Best Securities Company in
Competition of AKses Card Socialization.
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
LABA/RUGI
2012
Pendapatan Usaha
121,622
Beban Usaha
2010
2009
92,971
142,086
150,136
25,378
Operating Revenues
102,743
127,053
116,500
140,063
97,239
Operating Expense
Laba (Rugi) Usaha
18,880
(34,082)
25,585
10,073
(71,861)
Operating Profit (Loss)
Laba (Rugi)
Sebelum Pajak
17,278
(59,753)
20,366
(16,190)
(97,720)
Profit (Loss) before Tax
6,993
(83,226)
19,865
923
(75,191)
NET PROFIT (LOSS)
Jumlah Aset
478,382
1,158,775
1,184,978
985,442
783,275
Total Assets
Jumlah Kewajiban
164,469
851,854
908,357
728,080
526,836
Total Liabilities
Jumlah Ekuitas
313,914
306,920
276,621
257,439
256,439
Total Equity
LABA (RUGI) BERSIH
2011
2008
RASIO-RASIO
Laba (Rugi) Sebelum
Pajak/Pendapatan
LABA/RUGI
RATIOS
14.21%
64.27%
14.33%
-10.78%
-385.05%
Profit (Loss) before
Tax/Revenue
Laba (Rugi) Bersih/
Pendapatan
5.75%
-89.52%
13.98%
0.61%
-296.28%
Net Profit (Loss)/
Revenues
Laba (Rugi) Bersih/Aset
(ROA)
1.46%
-7.18%
1.68%
0.09%
-9.60%
Profit (Loss)/Asset
(ROA)
Laba (rugi) Bersih/
Ekuitas (ROE)
2.23%
-27.12%
7.1%
0.36%
-29.32%
Profit (Loss)/
Equity (ROE)
52.5
(583)
199
9
(752)
Profit (Loss) per
Share (Rp)
161,188
127,413
110,905
73,482
32,465
Adjusted Net Working
Capital
Laba (Rugi) Bersih per
Saham (Rp)
MKBD (Modal Kerja
Bersih Disesuaikan)
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
7
Pendapatan Usaha
Operating Revenues
150,136
dalam miliar Rupiah/
in billion Rupiah
142,086
121,314
92,971
25,378
2008
Laba (Rugi) Usaha
Gain(Loss) From Operations
dalam miliar Rupiah/
in billion Rupiah
2009
2010
2011
2012
Jumlah Aset
Total Assets
dalam miliar Rupiah/
in billion Rupiah
1,184,978
17,598
10,073
2008
2009
1,173,943
985,442
2010
2011
2012
783,275
497,199
-34,082
-71,861
2008
Laba (Rugi) Bersih
Net Income (Loss)
dalam miliar Rupiah/
in billion Rupiah
2009
Jumlah Ekuitas
Total Equity
19,865
8,887
923
2008
2009
2010
2011
-75,191
-83,226
8 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
2010
256,439
257,439
2008
2009
2011
2012
dalam miliar Rupiah/
in billion Rupiah
322,088
330,965
2011
2012
276,621
2012
2010
Esmart merupakan solusi inovatif yang dipersembahkan
PT BNI Securities bagi para nasabah. Esmart adalah
perangkat lunak yang dirancang khusus untuk
memfasilitasi nasabah dalam menjalankan perdagangan
di Bursa Efek Indonesia di manapun nasabah berada
dengan bantuan perangkat computer, iPad atau
smartphone. Melalui fasilitas online ini, pelanggan
mendapatkan kemudahan, kenyamanan dan keamanan
transaksi saham seperti menempatkan pembelian (order),
atau mengubah atau menarik (withdraw) ekuitas secara
langsung selama sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia
secara seketika (real-time) yang menjamin nasabah
untuk memanfaatkan momen terbaik dalam berinvestasi.
Esmart is an innovative solution presented by PT BNI
Securities to its customers. It is software uniquely
designed to facilitate customers’ trading activities with
the Indonesian Stock Exchange that users can access
wherever they are on computers, iPad or smartphones.
Using this online facility, the customers can engage in
easy, convenient and secure transactions such as placing
orders, altering or drawing equities in a realtime during
the Indonesian Stock Exchange trading hours allowing
the customers to benefit from the best moment for
investment.
Pengembangan Esmart terus dilakukan melalui
penyempurnaan aplikasi dari segi kecepatan proses dan
tampilan agar aplikasi ini semakin mudah digunakan.
Pada akhir 2012, telah diluncurkan Esmart versi 3,
yang merupakan penyempurnaan dari versi Esmart
sebelumnya. Esmart versi 3 ini mampu dijalankan
pada semua platform (multi platform) seperti windows,
mac, linux, ios, blackberry, android maupun melalui
website www.esmartbnis.com tanpa instalasi. Semua itu
ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan
kepada nasabah dalam bertransaksi saham.
Esmart has been continuously advanced by upgrading
the application in terms of process speed and display for
more convenient use. At the end of 2012, Esmart version
3 was launched, which is an upgraded previous Esmart
applicable to all available platforms (multi platform) such
as Windows, Mac, Linux, Ios, Blackberry, Android and
website www.esmartbnis.com without installation. All is
aimed at providing customers’ transaction convenience
and security.
Jumlah pengguna Esmart online trading sampai dengan
akhir tahun 2012 menjadi 12.409 yang mencerminkan
tingginya pertumbuhan pengguna sistem online trading
PT BNI Securities.
Total users of Esmart online trading up to end of 2012 is
12,409 which suggests the significantly high growth of
PT BNI Securities online trading system.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
9
Fitur Baru/ New Features
Market Info
• Regular or Sharia Mode
• Historical Data
• Order Book Detail
• Indices Performace
• Target Price from Various Brokerages
• Global Futures
• Order Tracking
• Heat Map and Technical Chart
• Bonds Data
• Forum and Chat
Trading
• Sharia Transaction
• Customer Info
• Bonds Transaction
• Order Queuing
• Historical Stock Transaction
• Order Booking
• Cash Movement
• Smart Trade
• IPO List and IPO Booking List
10 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Profil Perusahan
Company Profile
Perseroan didukung oleh sejumlah unit bisnis dan unit penunjang yang terbagi
ke dalam divisi-divisi sebagai berikut :
UNIT BISNIS EQUITY BROKERAGE
Sebagai perantara dan pedagang efek, Perseroan terus berupaya meningkatkan
pemberdayaan pemodal ritel dan kelembagaan (institusi) dari dalam dan luar
negeri di pasar modal Indonesia.
The Company enjoys full backup of its business units and supporting units which
are divided into the following divisions :
EQUITY BROKERAGE UNIT BUSINESS
As an equity broker, the Company seeks to empower its domestic and overseas
retail and institutional investors in Indonesia’s capital market.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
11
Salah satu visi Perseroan adalah menjadi
perusahaan dengan layanan investasi ritel lokal
terbesar di Indonesia pada tahun 2011. Visi ini
telah tercapai seperti tercermin dari 73 cabang
dan galeri investasi yang dimiliki Perseroan di
kota-kota besar di Indonesia berkat keinginan
kuat Perseroan untuk selalu menjadi yang
terdepan kota-kota besar di Indonesia. Visi ini
akan terus disempurnakan dengan rencana
pembukaan cabang dan galeri investasi di
daerah-daerah potensial lain di Indonesia.
Saat ini, Unit Bisnis Equity Brokerage dijalankan
oleh 2 (dua) divisi berikut ini :
12 BNI SECURITIES
One of the Company’s visions is to become a
company with the largest retail investment
service in Indonesia in 2011. The vision has
been reached as can be seen in the fact that
the Company currently has 73 branches and
investment galleries in some big cities in
Indonesia which well depicts the Company’s
strong intention to become the forefront in
Indonesia’s major cities. The vision will be
sustainably maintained by planning more
openings of branches and investment galleries
in other potential cities in Indonesia.
Currently the Equity Brokerage Business Unit
is managed by these two following divisions :
DIVISI EQUITY –Institusi
Divisi ini menjalankan kegiatan sebagai
perantara dan pedagang efek yang berfokus
pada nasabah institusi di dalam maupun di luar
negeri. Aturan-aturan yang berlaku dijalankan
dengan baik sesuai dengan komitmen
Perseroan untuk menjalankan fungsinya
sebagai perantara efek yang dipercaya oleh
nasabah institusi.
EQUITY DIVISION–Institution
This division operates as an equity broker
focusing on both domestic and overseas
institution customers. The division complies
with the prevailing regulations in line with the
Company’s commitment to running its function
as a prudent and trusted broker.
DIVISI CHANNEL DEVELOPMENT
Visi Perseroan untuk menjadi perusahaan
dengan layanan investasi ritel terbesar di
Indonesia diwujudkan melalui divisi ini. Divisi
ini berfokus pada nasabah ritel dan institusi
yang tersebar di daerah-daerah di Indonesia.
Untuk membangun basis pemodal ritel, divisi
ini—antara lain—aktif menggelar sosialisasi
dan edukasi nasabah untuk membekali
nasabah dengan pengetahuan dan kemampuan
berinvestasi dengan baik.
CHANNEL DEVELOPMENT DIVISION
The Company’s vision to become a company
with the biggest retail investment service in
Indonesia is carried out through this division.
The division focuses on retail and institution
customers scattered in Indonesia’s major cities.
To build a sturdy basis of retail investors, this
division—among others—actively organize
customers’ socialization and education as to
provide the customers with proper investment
knowledge and capability.
Divisi ini juga berfokus pada pengelolaan
dan pengembangan galeri-galeri investasi di
seluruh Indonesia yang merupakan upaya
Perseroan untuk memberikan layanan ugggul
kepada nasabah dan mitra bisnis di seluruh
wilayah Indonesia.
This division also focuses on management
and development of investment galleries
throughout Indonesia which is a part of the
Company’s effort of delivery of excellent
service to its customers and business partners
in Indonesia.
UNIT BISNIS DEBT CAPITAL MARKET
Unit bisnis Debt Capital Market menfokuskan
kegiatannya pada pengelolaan perdagangan
surat utang, untuk kepentingan nasabah
(brokerage). Usaha ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi signifikan terhadap
kinerja Perseoran secara keseluruhan.
DEBT CAPITAL MARKET BUSINESS UNIT
Debt Capital Market Unit Business focuses its
operation in management of debentures in the
customers’ interest (brokerage). The business
is expected to significantly contribute to the
Company’s overall performance.
Unit Bisnis Capital Market memiliki jangkauan
layanan yang sangat luas dan beragam, di
antaranya perdagangan obligasi pemerintah
dan korporasi pada pasar perdana dan
sekunder, Promissory Notes (PN), Medium
Terms Notes (MTN), dan produk-produk
perbankan seperti Negotiable Certificate of
Deposit (NCD), dan Floating Rate Notes (FRN).
Kegairahan aktivitas pasar keuangan dan pasar
modal secara global membuka peluang untuk
menggarap dan melakukan penetrasi pasar
nasabah institusi asing.
Debt Capital Market Unit business is equipped
with extensive and varied services ranging
from trading of government’s and corporate
bonds in primary and secondary markets, ,
Promissory Notes (PN), Medium Terms Notes
(MTN), and other banking products such as
Negotiable Certificate of Deposit (NCD), and
Floating Rate Notes (FRN). The given robust
financial and capital market is now widely
open for penetration into global institutional
customers’ market.
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
UNIT BISNIS INVESTMENT BANKING
Unit Bisnis Investment Banking yang diwakili
oleh Divisi Investment Banking menyediakan
layanan emisi penjaminan kepada para
calon emiten dan membantu persiapan dan
penyelenggaraan Penawaran Umum Perdana
Saham, serta penerbitan obligasi dan efek
utang lainnya. Divisi ini juga bertindak sebagai
sentra penyedia jasa penasehat keuangan
(financial advisory), private placement, merger
dan akuisisi. Sepanjang tahun 2012, Perseroan
telah aktif berpartisipasi sebagai penjamin
emisi saham dan obligasi, serta beragam
kegiatan advisory lainnya.
INVESTMENT BANKING UNIT BUSINESS
The Investment Banking Unit Business which
is represented by the Investment Banking
Division which provides underwriting services
to protential underwriter and assits in the
preparation and organization of Inititial Public
Offering of Bonds, rights issue, other financial
advisory services, private placement, merger,
and acquisition. In 2012, the Company actively
participated in stocks and bonds underwriting
along with other advisory proceedings.
UNIT PENUNJANG
SUPPORTING UNITS
DIVISI
KEUANGAN,
AKUNTANSI
DAN
TREASURY
Divisi ini merupakan unit penting dalam
Perseroan yang bertugas menjalankan 3 (tiga)
fungsi utama sebagai berikut :
1.Akuntansi
• Memastikan sistem pembukuan berjalan
sesuai dengan ketentuan dan prinsip
akuntansi yang berlaku (PSAK).
FINANCE, ACCOUNTING AND TREASURY
DIVISION
This Division is an important unit of the
Company which runs three major functions,
namely :
1. Accounting
• Ensuring that the accounting system
runs in accordance with the applicable
accounting principles and requirements
(PSAK).
• Ensuring that all transactions are
properly accounted.
• Menjaga agar seluruh transaksi telah
dibukukan secara benar.
• Bertanggungjawab
atas
sistem
akuntansi dengan pelaporan yang telah
memenuhi standar sesuai ketentuan
instansi terkait (BEI dan BAPEPAM-LK).
• Memastikan bahwa laporan kepada
pihak terkait telah dibuat dengan benar
dan disampaikan tepat waktu.
• Holding responsible for accounting and
reporting system according to standards
of
related
institutions
(Indonesia
Stock Exchange and BAPEPAM-LK/
Supervisory Board for Capital Market
And Financial Institution).
• Ensuring that the report to the related
parties is properly presented and timely
delivered.
2.Keuangan
• Mensupervisi agar setiap pembayaran
telah dilakukan sesuai konteks
2. Finance
• Supervising as to make sure that
payments are made to context
• Memantau ketersediaan dana untuk
kelancaran operasional perusahaan.
• Monitoring stock of fund for smoother
operation.
3.Perpajakan
• Memastikan agar kewajiban perpajakan
telah terpenuhi sesuai peraturan dan
undang-undang
perpajakan
yang
berlaku.
3. Taxation
• Ensuring that tax obligation is
satisfactory fulfilled in accordance to the
aplicable taxation acts and regulations.
• Membuat laporan pajak secara benar,
akuntable dan menyampaikannya ke
Kantor Pelayanan Pajak secara tepat
waktu.
• Preparation of proper and accountable
tax reporting and submission of such
report to tax service office in a timely
manner.
DIVISI TEKNOLOGI INFORMASI (TI)
Divisi
TI
bertugas
mengembangkan
sistem informasi dan teknologi secara
berkesinambungan
untuk
mendukung
pencapaian visi-misi Perseroan. Inovasi strategi
difokuskan pada pemanfaatan teknologi untuk
mendukung kemudahan transaksi nasabah dan
memberikan nilai tambah berupa kenyamanan
berinvestasi dan bertransaksi. Dengan sistem
INFORMATION TECHNOLOGY (IT) DIVISION
The IT Division is in charge of Company’s
sustainable information system and technology
development in support to the Company’s
vision-mission achievement. Innovation of
strategy is aimed at adoption of technology
to ensure customers’ transaction convenience
and delivery of customers’ added value
upon transaction. Benefitting from the online
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
13
14 BNI SECURITIES
online dan mobile trading, nasabah bisa secara
leluasa melakukan transaksi di manapun
mereka berada tanpa harus kehilangan
momentum.
system and mobile trading, customers can
conveniently make transaction wherever they
are without losing the valuable momentum.
Selain untuk kemudahan dan kenyamanan,
sistem yang dikembangkan juga memberikan
perhatian penuh pada penerapan manajemen
risiko dan pengelolaan operasional secara
efisien melalui integrasi sistem front office dan
back office.
Apart from its convenience and amenity,
the system also allows full attention to
implementation of risk management and
efficient operation by means of its front office
and back office integration.
Berkat kehandalan infrastruktur teknologi
informasi ini, Perseoran memiliki daya saing
lebih besar sebagai salah satu perusahaan
efek dengan jaringan terbesar melalui kantor
cabang/galeri investasi yang tersebar di
berbagai kota di Indonesia.
Owing to the information technology
infrastructure reliability, the Company has
developed higher level of competitiveness
as one of bonds companies with the largest
networks with branches and investment
galleries all over Indonesia.
Divisi ini juga secara terus menerus melakukan
penyempurnaan layanan melalui teknologi
yang telah ada maupun dengan inovasi
produk dan layanan berbasiskan teknologi
baru. Dengan demikian, Divisi TI berperan
sebagai salah satu motor penggerak menuju
tercapainya visi Perseoran untuk menjadi
penyedia layanan ritel terbesar di Indonesia.
The Division has also undertaken necessary
updates in terms of service delivery, either
by beneffitting its existing technology or by
innovating products and services based on new
technology. This way, the IT Division takes the
role as one of driving motor as to help to reach
the Company’s vision to become the biggest
retail service provider in Indonesia.
DIVISI KOMUNIKASI PERUSAHAAN
Divisi Komunikasi Perusahaan bertanggung
jawab untuk memantau dan melaporkan
perkembangan
pasar
modal
sekaligus
memberikan informasi yang relevan kepada
Direksi sesuai dengan ketentuan hukum
pasar modal dan prosedur pelaksanaannya
di Indonesia. Divisi ini juga bertindak sebagai
penghubung antara Perseroan dengan pihak
BAPEPAM-LK (saat ini bernama Otoritas Jasa
Keuangan-OJK), Bursa Efek Indonesia, KSEI,
KPEI, analis serta antara Perseoran dengan
masyarakat umum, baik pemegang obligasi,
nasabah, maupun pihak terkait lainnya.
CORPORATE COMMUNICATION DIVISION
The Corporate Communication Division is
responsible for monitoring and reporting on the
capital market updates and delivery of relevant
information to the Directors as dictated by the
country’s capital market laws and regulations.
This Division also serves as liaison body
between the Company and BAPEPAM-LK
(currently Otoritas Jasa Keuangan-OJK, the
Finance Service Authority), Indonesia Stock
Exchange, KSEI, KPEI, analysts and between
the Company and the community, bonds
holders, customers and other related parties.
Bagian Legal yang berada di bawah
Divisi Komunikasi Perusahaan bertugas
mengkonfirmasikan hubungan kerja dan bisnis
antara Perseoran dengan para mitra dalam
batas hukum yang berlaku dan sejauh mungkin
memenuhi kepentingan pihak-pihak terkait.
Dalam usaha menjalankan fungsi ini, Bagian
Legal berkolaborasi dengan konsultan hukum
eksternal serta sejumlah perusahaan institusi
hukum lainnya.
The Legal Section operating under the Corporate
Communication Division is accountable for
confirming business relations between the
Company and business partners under the
scheme of applicable laws to cater to the needs
of the involved parties. In running this function,
the Legal Section works in collaboration with
external law firms and other legal institutions.
BAGIAN CUSTOMER SERVICE
Bagian Customer Service bertugas sebagai
frontliner Perseroan dalam hubungan dengan
nasabah. Tugas pokok Bagian Customer
Service adalah memberikan respons atas
pertanyaan nasabah atau calon nasabah, dan
mengirimkan data yang diperlukan nasabah.
Bagian Customer Service merupakan jembatan
penghubung dengan nasabah yang dibekali
ketrampilan komunikasi dan penguasaan
informasi terkait untuk memuaskan kebutuhan
komunikasi dengan nasabah.
CUSTOMER SERVICE DEPARTMENT
The Customer Service Department serves
as the Company’s frontliner which directly
deals with the customers. This Department
responds to the customers’ or potential
customers’ inquiries and delivers related data
and information required by the customers.
The Customer Service Department is a liaison
body which bridges the Company and the
customers and therefore is armed with high
communication skill and product knowledge
as
to
deliver
satisfactory
customers’
communication service.
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
BAGIAN SUMBERDAYA MANUSIA
Sumberdaya manusia adalah aset paling
strategis bagi Perseroan yang merupakan kunci
penting dalam peningkatan kinerja Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk terus menerus
melakukan pembinaan dan pengembangan
tahunan bidang soft-competency dan hardcompetency untuk mencetak sumberdaya
manusia yang berkualitas, kompeten dan
profesional. Nilai-nilai budaya Perseroan
turut mendukung terbentuknya sumber daya
manusia yang kompeten, berdaya saing
tinggi, semangat kerjasama satu sama lain
untuk menciptakan sistem kerja yang efektif
dan efisien. Perseroan juga secara serius
memperhatikan metode penempatan karyawan
agar tepat guna dan tepat posisi. Budaya kerja
dan budaya perusahaan terus menjadi prioritas
induksi pada Perseroan. Berbagai program
pendidikan, kursus, dan lokakarya telah pula
diselenggarakan melalui lembaga pendidikan
lokal dan luar negeri.
HUMAN RESOURCES DEPARTMENT
Human Resources Department constitutes the
most strategic asset to the Company and the key
to the Company’s performance improvement.
The Company is committed to consistently
undertaking annual human resources training
and upgrading on soft-competency and hardcompetency to equip the Company with quality,
competent and professional human resources.
The Company’s given corporate culture also
caters to the establishment of competent,
highly competitive human resources with
the spirit of teamwork to reach an effective
and efficient work system. The Company also
pays serious attention to its employees with
in terms of job placement for effective and
efficient job assignment. The Company’s work
and corporate culture has been a priority within
the scheme of the Company’s induction. A wide
range of education, courses, workshops have
been provided through some domestic and
overseas education institutions.
Dalam hal sistem remunerasi, Perseroan
memperhatikan
kesejahteraan
karyawan
untuk menjaga keseimbangan motivasi
dan produktivitas kerja. Perhatian kepada
kesejahteraan karyawan diwujudkan secara
nyata di antaranya melalui pemberian fasilitas
seperti Tunjangan Hari Raya, Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Jamsostek), upah
di atas
upah minimum regional, beragam program
intensif dan jaminan kesehatan dalam bentuk
penggantian biaya pengobatan serta perawatan
rumah sakit hingga batas tertentu.
Untuk
meningkatkan
kemampuan
dan
ketrampilan karyawan, Perseroan secara
konsisten telah menyelenggarakan sejumlah
program pendidikan dan pelatihan, di
antaranya :
In terms of remuneration system, special
attention has been given to the employees’
welfare as to make sure that the latter’s work
motivation and productivity remains balanced.
Attention to the employees’ welfare has been
made available with supply of facilities such as
Festive Day Allowance, Social Security Scheme,
a wage scheme higher than the minimum
regional wage rate, intensive programs and
other medical allowances in the form of
reimbursement of medical expenses and
hospitalization up to a certain agreed amount.
To improve the employee’s skill and
competence, the Company consistently
organizes education and training programs—
among others—as follows:
a. Training Internal
Training internal diberikan dalam bentuk
induksi yang diterapkan sejak penerimaan
dan masa orientasi bagi pegawai baru
hingga pelatihan tindak lanjut bagi para
senior. Personil yang baru bergabung akan
memperoleh program pengantar seperti
pengenalan dasar pasar modal, produkproduk Perseroan, prosedur operasional
dan kebijakan/peraturan kepegawaian.
a. Internal Trainings
Internal Trainings are available in the
form of induction and orientation for new
recruits up to advanced trainings for senior
employees. Newly recruited personnel
will receive introductory training program
such as introduction to capital market,
Company’s products knowledge, operation
procedure and employment policies and
regulations.
Pengembangan
berkelanjutan
untuk
karyawan
tetap
ditujukan
untuk
meningkatkan profesionalisme, keahlian,
motivasi individu dan tim demi perbaikan
kinerja.
Sumberdaya
manusia
yang
kompeten
dan
bersemangat
tinggi
merupakan kunci sukses perusahaan.
Advanced
trainings
for
permanent
employees are aimed at improving
employees’ professionalism, competence,
both individual and team motivations for
better work performance. Competent and
highly-spirited human resource is the key to
the Company’s success.
b. Training Eksternal
Perseroan memberikan kesempatan bagi
para pegawainya untuk mengikuti pelatihan,
kursus dan seminar yang diadakan oleh
pihak eksternal
b. External Trainings
The Company gives the employees ample
opportunity to attend trainings, courses and
seminars made available by any external
parties.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
15
16 BNI SECURITIES
BAGIAN GENERAL SERVICES
Bagian
General
Services
adalah
unit
pendukung
yang
bertugas
memastikan
agar Perseroan dapat beroperasi dengan
sempurna. Bagian ini menjalankan kegiatan
pelayanan kantor, penyediaan fasilitas dan
layanan administrasi perkantoran, pengurusan
perijinan, mengawasi pelaksanaan operasional
kebersihan dan keamanan kantor serta
mengontrol ketersediaan stationary. Selain
itu, bagian ini juga bertugas mengorganisir
pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan
yang berlaku untuk mendukung kelancaran
operasional Perseroan.
GENERAL SERVICES DEPARTMENT
General Services Department is a supporting
unit accountable for ensuring the Company’s
smooth operation. This Department is in
charge of management of office operation,
procurement of office administration service
and facilities, permit proceedings, supervision
of office cleanness and security operation
and control of stationary supplies. In addition
to that, this Section is also accountable for
organization of procurement of goods and
services in support to the Company’s operation.
BAGIAN RISET
Bagian ini bertugas memberikan dukungan
kepada divisi lain serta kepada para investor
dalam bentuk penyampaian laporan analisis
ekonomi, analisis fundamental, dan analisis
teknikal, baik untuk ekuitas maupun instrumen
pendapatan tetap beserta turunannya. Laporan
tersebut dipublikasikan secara rutin dan
berkala.
RESEARCH DEPARTMENT
This Department serves to support other
divisions and investors for delivery of reports
on economic analysis, fundamental analysis,
and technical analysis either in equity and
instruments of fixed income along with
their derivatives. Such reports are published
regularly.
Informasi
mengenai
prediksi
kondisi
perekonomian, kondisi fundamental pasar
maupun emiten, serta hasil penelitian
mengenai pergerakan instrumen keuangan
melalui metode teknis merupakan informasi
yang sangat berharga bagi para investor dalam
proses pengambilan keputusan investasi di
pasar modal.
Information on economic condition prediction,
market or underwriting fundamental condition,
and result of research on financial instrument
based on technical method has been invaluable
information that investors may benefit for stock
market investment decision making process.
BAGIAN CUSTODIAN
Bagian Custodian berperan dalam proses
penyelesaian transaksi jual beli efek antara
nasabah dengan Divisi Brokerage yang
dilakukan di pasar regular, pasar tunai maupun
pasar negosiasi yang mencakup penyelesaian
efek dan dana.
CUSTODIAN DEPARTMENT
The Custodian Department is responsible
for settlement of securities and fund trading
transaction between the customers and the
Brokerage Division undertaken in the regular,
spot and negotiation markets.
Dengan memanfaatkan aplikasi perangkat
lunak C-Best Settlement, Bagian Custodian
dapat melakukan seluruh proses transaksi
mulai dari konfirmasi transaksi sampai
penyelesaian dengan lebih cepat, akurat dan
dapat diandalkan. Di samping itu, kehandalan
fitur AKses (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dan
pemisahan dana nasabah (fund separation)
memberikan jaminan keamanan lebih tinggi
bagi nasabah yang melakukan penyimpanan
efek yang secara umum memberikan rasa
nyaman dan aman dalam bertransaksi dan
berinvestasi di PT BNI Securities.
Benefitting from application of C-Best
Settlement software, the Custodian Department
has been able to manage all transaction
process ranging from transation confirmation
to settlement in a swifter, more accurate and
more reliable way. In addition to that, reliability
of AKses (Acuan Kepemilikan Sekuritas =
Securities Ownership Reference) along with the
fund separation scheme, has ensured higher
customers’ guarantee of security. This, in
general, provides PT BNI Securities’ customers
with high level of transaction and investment
convenience.
DIVISI INTERNAL AUDIT
Divisi Internal Audit memegang peran krusial
untuk memastikan bahwa aktivitas kerja tiap
unit telah berjalan sesuai dengan kebijakan,
sistem, dan prosedur yang berlaku. Divisi ini
juga memantau kesesuaian aktivitas Perseroan
dengan peraturan dan garis besar operasi yang
ditentukan oleh BAPEPAM-LK dan Bursa Efek
Indonesia.
INTERNAL AUDIT DIVISION
The Internal Audit Division takes a crucial role
in ensuring that each unit’s working activities
have been conducted in accordance to the
prevailing policy, system and procedure. This
Division also makes sure that the Company’s
activities comply with operational regulations
and guidelines dictated by BAPEPAM-LK and
Indonesian Stock Exchange.
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Divisi ini bertugas :
• Memantau pola transaksi harian nasabah
melalui sistem kontrol otomatis yang
dituangkan dalam Laporan Aktivitas
Nasabah dan Jejak Rekam.
The Division is responsible for:
• Monitoring customers’ daily transaction
patterns by means of an atomatic control
system to be included in the Report of
Customers’ Activities and Track Records.
• Melakukan pemeriksaan harian dan bulanan
atas kegiatan wakil perantara perdagangan
efek, termasuk : perijinan, pemantauan
batas perdagangan (kecukupan dana
nasabah), kesalahan transaksi, pemesanan
via floor, dan perubahan pemesanan untuk
semua transaksi pemesanan di pusat
maupun di cabang.
• Memantau aktivitas operasional secara
harian, berkala maupun perkasus sesuai
prosedur Perseroan, termasuk pemberian
rekomendasi
audit,
pelaporan
dan
tindak lanjut rekomendasi audit, dan
memastikan bahwa aktivitas audit berjalan
sesuai rencana dan prosedur audit, serta
mengarahkan dan memonitor penyusunan
laporan audit untuk diserahkan kepada
direksi.
• Memeriksa akurasi serta validitas akun
perusahaan yang tercatat dalam sistem. Hal
ini penting agar laporan keuangan tersusun
sesuai dengan standar akuntansi dan norma
umum.
• Conducting daily and monthly check
on activities of the security brokerage
representatives’ activities, including permit
issuance, monitoring of trading restriction
(customers’ fund adequacy), floor order and
alteration of subscription for all transactions
made both in headoffices or branches.
• Monitoring of daily, regular and case
per case operations as required by the
Company, including delivery of audit
recommendation, audit’s report follow-up
of audit recommendation; ensuring that
audit activities are conducted as planned
and in accordance to audit procedure; and
directing and monitoring of audit reporting
for submission to the Directors.
• Menjalankan audit berkala yang mencakup
setiap unit dalam organisasi.
• Checking accuracy and validity of the
Company’s accounts recorded with the
system. This is crucial as to make sure that
financial reports have been presented in
accordance with the applicable accounting
stardard and norms.
• Conducting regular audits within all the
organization’s units.
• Menindaklanjuti hasil dari lembaga audit
eksternal, BAPEPAM-LK, BEI, BNI dan lainlain.
• Conducting follow-up to of the result
external audits, BAPEPAM-LK, BEI, BNI and
others.
BAGIAN RISK MANAGEMENT
Perseroan membentuk Komite Manajemen
Risiko yang dibantu oleh Bagian Manajemen
Risiko. Komite ini bertugas menentukan
kebijakan dasar manajemen risiko, baik risiko
pasar, risiko kredit, maupun risiko operasional.
Kebijakan ini juga mencakup ketentuan
toleransi risiko (risiko yang dapat diterima),
alokasi toleransi risiko bagi masing-masing
unit bisnis, batas transaksi dan fasilitas untuk
nasabah, batasan eksposur terhadap suratsurat berharga, batasan counterpart transaksi,
kebijakan cut-loss, dan profit-taking, serta
beragam kebijakan manajemen risiko lain yang
dibutuhkan oleh unit bisnis.
RISK MANAGEMENT DEPARTMENT
The Company established the Risk Management
Committee whose work is assisted by the Risk
Management Department. This Committee
is in charge of determining the basic policy
for risk management which includes market
risks, credit risks and operational risks. The
policy also deals with risk tolerance threshold
(acceptable risks), allocation of risk tolerance
for each business unit, customers’ transaction
and facility restrictions, deeds’ exposure
restriction, transaction counterpart restriction,
cut-loss policy, profit taking and other risk
management required by each business unit.
Pelaksanaan kebijakan manajemen risiko
tersebut dipantau oleh Divisi Internal Audit
dan Bagian Compliance. Hasilnya kemudian
dilaporkan kepada Direktur dan Komite
Manajemen Risiko. Perseroan juga melaporkan
profil risikonya kepada pemegang saham setiap
triwulan. Dengan demikian, para pemegang
saham bisa secara langsung memantau tingkat
risiko Perseroan secara keseluruhan.
Implementation of risk management policy is
monitored by the Internal Audit Division and
Compliance result which is directly reported
to the Director and the Risk Management
Committee. The Company also delivers
quarterly reports on risk profile to the
shareholders allowing the shareholders to
directly monitor the Company’s overall risk
profile.
BAGIAN COMPLIANCE
Perseroan menyadari perlunya ketegasan
pemantauan
untuk
memastikan
bahwa
seluruh peraturan perusahaan yang tertuang
dalam
Prosedur
Operasional
Standar
COMPLIANCE DEPARTMENT
The Company finds it necessary to undertake
tight monitoring to make sure that all of the
Company’s regulations as specified in the
Standard Operation Procedure (SOP) have
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
17
18 BNI SECURITIES
(SOP) telah dijalankan dengan baik, dan
perlunya sistematika untuk meminimalisir
penyimpangan (ketidaktaatan) di setiap
unit kerja. Fungsi ini dijalankan oleh Bagian
Compliance yang sebelumnya bernama Bagian
Quality Assurance.
been satisfactorily met, and to minimize
any possible incompliance in each business
unit. This function is run by the Compliance
Department which is previously called Quality
Assurance Department.
Bagian ini bertugas menyusun dan memantau
pelaksanaan SOP dan kebijakan perusahaan
di setiap unit kerja dan memastikan bahwa
kualitas aktivitas operasional telah berjalan
sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang
berlaku.
This Department is accountable for making and
monitoring the implementation of SOP and
other Company’s regulations in each business
unit and ensuring that the operational activity
quality has met the prevailing policy and
procedure.
Selain itu, bagian ini juga bertanggungjawab
menjalankan ketentuan prinsip “Know Your
Customer” yang bertugas menelaah data
dan transaksi nasabah yang tidak wajar dan/
atau mencurigakan dan menyusun Laporan
Transaksi Mencurigakan untuk disampaikan
kepada Pusat Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK), sesuai dengan peraturan dan
ketentuan yang berlaku.
In addition to that, this Department is in charge
of implementation of “Know Your Customer”
principle by analyzing customers’ doubted/
suspicious data or transactions, and preparation
of Report of Suspicious Transactions to be
submitted to the Centre for Finance Transaction
Analysis, in compliance with the applicable
regulations.
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Anak Perusahan
BNI Asset Management
Subsidiary
BNI Asset Management
PT BNI Asset Management (BNI AM) merupakan
anak perusahaan Perseoran dengan kepemilikan
saham sebesar 99,90%. BNI AM bertanggungjawab
atas pengelolaan dana pihak ketiga terutama
dalam bentuk reksa dana, baik reksa dana berbasis
efek saham, efek pendapatan tetap, maupun efek
campuran (konvensional dan syariah). Strategi
pemasaran reksa dana dilakukan dengan cara
menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga
keuangan, perbankan serta non-perbankan.
PT BNI Asset Management (BNI AM) is the
Company’s subsidiary with ownership of 99.90%.
BNI AM is responsible of management of third
party fund especially in terms of mutual funds
in the form of equity mutual funds, fixed income
fund, and combined equity (conventional dan
sharia). Strategy for marketing of mutual funds
is undertaken by building cooperation with some
financial institutions, banking institutions and
non-banking institutions.
BNI AM terus mengembangkan produk-produk
menarik serta mengoptimalkan peran discretionary
funds, yang merupakan bentuk manajemen dana
yang berlandaskan pada kontrak antara BNI AM
sebagai manajer investasi dengan investor dalam
jangka waktu tertentu.
BNI AM continues to create attractive products
and optimize its role in discretionary funds, which
is a scheme for management of funding based on
a contract between BNI AM as investor manager
with the investors for a certain period of time.
Dengan dukungan perkembangan teknologi
yang berkesinambungan, seperti fitur Laporan
Unit Registri, Dokumen Manajemen Portofolio,
serta Laporan Keuangan yang berkualitas, kinerja
BNI AM di bidang pengelolaan reksa dana terus
membaik.
Under the full support of sustainable technology,
namely features of Registry Unit Report, Portfolio
Management Document and quality Financial
Reports, BNI AM has been able to satisfactorily its
mutual fund management performance.
Sampai dengan 31 Desember 2012, BNI AM
memiliki 40 jenis produk reksadana dengan total
dana kelolaan (AUM) sebesar Rp 6,4 triliun atau
meningkat sebesar 34% dibandingkan dengan
total dana kelolaan pada akhir 2011.
Up to 31 December 2012, BNI AM offers 40
types of mutual funds with a total asset under
management (AUM) of Rp 6.4 trilion, an increase
of 34% compared to that of end of 2011.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
19
Puji syukur
kami sampaikan kepada
Tuhan Yang Maha Esa
yang telah menaburkan
berkah dan rahmat sehingga
PT BNI Securities tetap tegak
berdiri dan mencatat
pencapaian-pencapaian
penting.
Let us extend our
gratitude to
God the Almighty for
His rich blessings to
PT BNI Securities,
allowing the Company to
stand still with remarkable
achievement.
Hindarmojo Hinuri Kartoatmodjo
Presiden Komisaris President Commissioner
20 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Laporan Dewan Komisaris
Board of Commissioners' Report
Assalamualaikum wr. wb.
May Peace Be Upon You
Pengawasan Dewan Komisaris selama tahun 2012
dilaksanakan sesuai dengan tugas, wewenang dan
tanggungjawab Dewan Komisaris sebagaimana
diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan
yang dilakukan oleh Dewan Komisaris antara lain
dimaksudkan untuk memastikan kesesuaian dan
konsistensi pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan
dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
yang telah ditetapkan Pemegang Sahamm untuk
menjamin implementasi prinsip-prinsip good
corporate governance dan manajemen risiko pada
seluruh unit organisasi dan operasional Perseroan
agar Perseroan bisa menghadirkan layanan prima.
Di samping itu, pengawasan dimaksudkan pula
untuk mengetahui secara berkala pencapaian kinerja
selama tahun 2012 dan memastikan bahwa sistem
pengendalian intern yang ada dapat mendukung
pencapaian kinerja tersebut.
The Board of Commissioners’ supervising duty
during 2012 was undertaken in due accordance to
its authority and responsibility as stipulated in both
the Company’s Statutes and the prevailing laws. The
supervision, among others, was intended to assure
the Company’s business operation conformity and
consistency to its Work Plan and Annual Budget
designated by the shareholders, and to assure
implementation of good corporate governance and
risk management in all of the Company’s operational
and organizational units in support to the Company’s
capability of excellent service delivery. In addition to
that, the supervision was also conducted to regularly
obtain clear picture of the Company’s performance
progress throughout the year and to make sure that
the existing internal control system has adequately
supported such performance.
Mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh Dewan
Komisaris antara lain ditempuh melalui pembahasan
kinerja dan permasalahan secara berkala dengan
Direksi dan/atau pejabat Perseroan. Pengawasan
pada prinsipnya dilakukan oleh Dewan Komisaris,
didukung oleh Komite yang dibentuk oleh Dewan
Komisaris, yakni Komite Audit, Komite Manajemen
Risiko, dan Komite Remunerasi & Nominasi.
The Board of Commissioners’ supervision mechanism
was represented in regular sessions of discussions
on the Company’s performance with the Directors
and Management. The supervision was principally
undertaken by the Board of Commissioner with the
assistance of Committees appointed by the Board of
Commissioners, namely the Audit Committee, the
Risk Management Committee and the Remuneration
& Nomination Committee.
Pada tahun 2012, PT BNI Securities membukukan laba
bersih sebesar Rp 6,99 miliar, meningkat dari rugi
sebesar Rp 83,23 miliar pada tahun 2011. Pendapatan
utama di tahun 2012 berasal dari aktivitas brokerage
sejumlah Rp 53,0 miliar, yang membentuk 43,6%
dari total pendapatan operasional, investment
management fee sebesar Rp 21,95 miliar (atau 18,05%
dari total pendapatan operasional) serta keuntungan
dari perdagangan surat berharga sebesar Rp 26,85
miliar (20,07%). Total aset tercatat sebesar Rp 478,38
miliar pada akhir tahun 2012.
In 2012, PT BNI Securities booked a net profit of
Rp 6.99 billion, an increase from a loss of Rp 83.23
billion in 2011. The Company’s 2012 major income
was derived from brokerage activities of Rp 53.0
billion which formed 43.6% of the total operational
income, investment management fee of Rp 21.95
billion (or 18.05% of total operational income), and
a gain from trading of securities amounting to Rp
26,85 billion (20,07%). Total assets were recorded at
Rp 478.38 billion at end of 2012.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
21
Hingga akhir tahun 2012, jumlah nasabah aktif adalah
13.684 nasabah dari total 20.378 nasabah. PT BNI
Securites memiliki 73 cabang di seluruh Indonesia. Pada
bulan Juli 2012, PT BNI Securities meluncurkan Esmart
Syariah, transaksi ekuitas berbasis syariah melalui
sistem online. Hal ini dimungkinkan setelah perusahaan
menerima sertifikat syariah dari Dewan Nasional Syariah.
Sertifikasi dari DSN merupakan jaminan bahwa transaksi
saham online yang dilakukan melalui Esmart Syariah
yang dimiliki oleh PT BNI Securities, telah sesuai prinsipprinsip syariah. Esmart Syariah merupakan aplikasi
online trading yang dirancang untuk memudahkan para
investor untuk berinvestasi pada saham-saham yang
masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Indeks yang
digunakan adalah ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)
yang menggunakan perhitungan angka indeks untuk
konstituen saham-saham yang masuk dalam Daftar Efek
Syariah (DES).
Up to the end of 2012 the Company recorded number
of active customers was 13,684 of its total of 20,378
customers. PT BNI Securities has 73 branches all over
Indonesia. In July 2012, PT BNI Securities launched
Esmart Sharia, an online sharia-based equity transaction
facility. This was made available following reception of
sharia certificate from the National Sharia Board. Such
certificate constitutes a guarantee that online securities
transactions completed with the Company’s Sharia
Esmart facility complies with the sharia’s principles.
Sharia Esmart is an online trading facility designed to
conveniently enable the investors to engage in investment
on securities included in the Sharia Securities List. Index
applicable to the system is ISSI (Indonesa Sharia Stocks
Index) comprising of index rates for constituents of
Sharia Securities List.
PT BNI Securites merupakan perusahaan sekuritas
BUMN pertama yang memiliki layanan transaksi ekuitas
berbasis syariah. Untuk mengoptimalkan Esmart
Syariah, PT BNI Securities membentuk sinergi dengan
BNI Syariah melalui penandatanganan Memorandum of
Understanding, di mana BNI Syariah akan menjadi agen
pembayaran untuk transaksi ekuitas berbasis syariah
yang dilakukan melalui PT BNI Securities. Selain itu,
sinergi juga hadir dalam bentuk promosi dan pemasaran
bersama. Pada bulan Desember 2012, sistem Esmart
v.3 diperkenalkan sebagai komitmen PT BNI Securities
untuk memperbaiki kualitas layanan kepada nasabah.
Esmart V.3 memiliki kualitas lebih baik dan kecepatan
proses yang lebih tinggi dibandingkan dengan versi
sebelumnya.
PT BNI Securities is the first State-Owned Enterprise’s
securities company offering sharia-based equity
transaction service. To optimize the Sharia Esmart, PT
BNI Securities has formed a synergy with BNI Syariah by
signing a Memorandum of Understanding in which BNI
Syariah will be a settlement agent to the sharia-based
equity transaction made through PT BNI Securities. Apart
from that, synergy has also been established in the form
of joint promotion and marketing. In December 2012,
Esmart V.3 was introduced which is a PT BNI Securities’
improved customer service. Esmart V.3 is equipped
with better quality and faster process compared to the
previous version.
Sejumlah program kerja strategis PT BNI Securities untuk
tahun 2013 telah ditetapkan, antara lain :
PT BNI Securities’ strategic work programs for 2013 have
been determined, among others, as follows :
●
Untuk equity brokerage, BNI Securities berencana
merevitalisasi
seluruh
cabangnya
dengan
meningkatkan nilai transaksinya melalui distribusi
informasi pasar secara regular via media sosial,
meluncurkan produk baru, meningkatkan Esmart V.3,
mengembangkan bisnis baru untuk Online Trading,
menerapkan skema komisi yang menarik untuk
seluruh sales, memisahkan fungsi marketing dan sales
untuk meningkatkan nilai transaksi harian dan jumlah
nasabah, meningkatkan fee based dan pendapatan
bunga melalui fasilitas baru, dan kerjasama dengan
institusi syariah.
● For equity brokerage, PT BNI Securities plans to
revitalize all of its branches, improve its transaction
value by means of regular market information
distribution though the social media, launch new
products, advance its Esmart V.3, develop new
businesses for Online Trading, implement attractive
commission scheme on sales, separate the marketing
and sales force to improve daily transaction and
number of customers, improve fee-base and interest
gain through some new facilities and work in
collaboration with sharia institutions.
●Untuk Debt Capital Market Brokerage, PT BNI
Securities berencana meluncurkan produk baru
seperti online retail bond trading dan meningkatkan
jumlah nasabah institusi serta fokus ke dana pensiun.
● For Debt Capital Market Brokerage, PT BNI Securities
plans to launch new products such as online retail
bond trading and improve the number of institutional
customers and focus on pension fund management.
22 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
● Untuk investment banking, PT BNI Securities berfokus
pada bisnis advisory dan pengembangan bisnis
underwriting melalui sinergi dengan BNI.
● For investment banking, PT BNI Securities focuses
on advisory service business and development of
underwriting business through a synergy with BNI.
● Untuk Bisnis Online Trading, PT BNI Securities
berencana mengembangkan layanan web dan call
center.
● For Online Trading, PT BNI Securities plans to develop
its web and call center service.
Komitmen Perseroan untuk terus meningkatkan
kemampuan sistem online trading merupakan bagian
dari strategi manajemen untuk meningkatkan kualitas
layanannya kepada para nasabah. Agar bisa lebih
menjangkau pasar-pasar potensial, hingga akhir tahun
2012, PT BNI Securities mengoperasikan 73 kantor
cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
The Company’s commitment to improvement of its online
system delivery has been its Management’s strategy for
elevating its service quality to the customers. To be able
to reach its potential markets, up to the end of 2012, PT
BNI Securities operated 73 branch offices scattered in
some big cities in Indonesia.
Dewan Komisaris berkomitmen untuk terus mendukung
upaya jajaran Direksi dan manajemen untuk mencapai
sasaran-sasaran yang ditelah ditetapkan dalam RKAT
Perseroan. Kami akan senantiasa mengawasi jalannya
Perseroan untuk memastikan terlaksananya Tata Kelola
yang baik, sehingga Perseroan menjadi perusahaan
sekuritas yang terpercaya, terutama dalam perlindungan
terhadap kepentingan Investor.
The Board of Commissioners is committed to sustainably
supporting the Directors and Management for completion
of the Company’s targets. We will take a good effort of
supervising the Company’s operation as to make sure that
the Good Corporate Governance is properly implemented
to enable the Company to become a trusted securities
Company, especially in term of investor protection.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih atas
dukungan para stakeholders dan para investor atas
kepercayaannya kepada PT BNI Securities. Kiranya hasil
kerja saat ini menjadi pemicu untuk pencapaian yang
lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Finally, we would like to thank all the stakeholders and
investors for their trust to PT BNI Securities. May the
given excellent performance be a trigger to the making
of better future achievement.
Wassalamualaikum wr. wb.
Peace Be Upon You.
Hindarmojo Hinuri Kartoatmodjo
Presiden Komisaris I President Commissioner
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
23
Profil Dewan Komisaris
Board of Commissioner's Profile
24 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Hindarmojo Hinuri Kartoatmodjo
Presiden Komisaris President Commissioner
Hindarmojo, lahir di Yogyakarta tahun 1953,
dan meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan
Manajemen Universitas Indonesia pada tahun
1984.
Sebelum ditunjuk sebagai Presiden Komisaris
Perseroan, beliau pernah menjabat sebagai
Presiden Direktur Perseroan untuk periode
2006-2008.
Sepanjang
karirnya,
beliau
telah banyak memberikan kontribusi bagi
pengembangan pasar modal Indonesia,
di antaranya dengan mengemban jabatan
sebagai Direktur Utama Bursa Efek Surabaya
pada tahun 2002-2005 dan tahun 1999-2002.
Hindarmojo, born in Yogyakarta in 1953,
earned his Bachelor in Economics, majoring in
Management, in University of Indonesia, 1984.
Prior to his appointment as the Company’s
President Director, he was the Company’s
President Director for the period of 2006-2008.
In his career he has been actively contributing
in Indonesian stock market, among others by
taking the position of President Director of
Surabaya Stock Exchange for the periods of
2002-2005 and 1999-2002.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
25
Finaldi Sjamsul K.Haznam
Komisaris Independen Independent Commissioner
Profesional kelahiran Jakarta, pada tahun 1955
ini, meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan
Ekonomi Perusahaan dari Universitas Trisakti,
Jakarta pada tahun 1982.
Sebelum
menjabat
sebagai
Komisaris
Independen,
beliau
bertugas
sebagai
Komisaris Perseroan untuk periode 2006-2010.
Beliau juga pernah menjabat sebagai Senior
Advisor pada PT Cakrawala Millenium Utama
pada tahun 2001-2004 dan sebagai Financial
Advisor pada PT Catur Khita Persada dari
tahun 2005 hingga saat ini.
Born in Jakarta in 1955, this professional
earned his Bachelor in Economics, majoring
in Corporate Economics from University of
Trisakti, Jakarta, in 1982.
Prior to his assignment as Independent
Commissioner to the Company, he was
Commissioner for the period of 2006-2010.
He was also Senior Advisor for PT Cakrawala
Millenium Utama for the period of 20012004 and Financial Advisor at PT Catur Khita
Persada from 2005 up to the recent time.
26 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Sutirta Budiman, CFA
Komisaris Commissioner
Sutirta Budiman, lahir di Jakarta pada tahun
1958, dan meraih gelar Bachelor of Science
di bidang Electrical Engineering dari Imperial
College of Science, Technology, and Medicine,
University of London, Inggris, pada tahun
1981.
Sebelumnya,
beliau
menjabat
sebagai
Komisaris Independen Perseroan sejak
tahun 2008-2010 dan menjabat sebagai
Pemimpin Sektor Risiko Bisnis (Chief of
Business Risk Officers) di BNI sejak 2010
sampai dengan sekarang. Beliau juga pernah
menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko
PT Antam, Tbk. (2004-2008), Presiden Direktur
PT Asiana Multikreasi Tbk. (1997-1998), Direktur
Keuangan PT Aneka Kimia Raya Tbk. (19931997), Direktur Risk Management PT Bank
Sampoerna Internasional (1989-1992), serta
Vice President/Senior Risk Manager Citibank
N.A. (1982-1989).
Sutirta Budiman, born in Jakarta in 1958,
obtained his Bachelor of Science in Electrical
Engineering in College of Science, Technology,
and Medicine, University of London, England
in 1981.
Prior to his current position, he was the
Company’s Independent Commissioner for
the period 2008-2010 and Chief of Business
Risk Officers in BNI since 2010 up to the
present time. He was once a Member or
Risk Management Committee, PT Antam,
Tbk. (2004-2008), President Director of
PT Asiana Multikreasi Tbk. (1997-1998), Director
of Finance PT Aneka Kimia Raya Tbk. (19931997), Director of Risk Management PT Bank
Sampoerna Internasional (1989-1992), and
Vice President/Senior Risk Manager Citibank
N.A. (1982-1989).
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
27
Kami mengucapkan
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas terbitnya Laporan Tahunan 2012
PT BNI Securities. Laporan tahunan
ini akan memaparkan dinamika
kinerja Perseroan di tahun 2012.
We should thank God the
Almighty for successful
publication of this PT BNI
Securities Annual Report 2012,
a report that will elaborate the
Company’s 2012 performance
dynamics.
Jimmy Nyo
Presiden Direktur
President Director
28 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Laporan Direktur Utama
Board of Director's Report
Secara umum, dapat kami sampaikan bahwa telah terjadi peningkatan
kinerja pada tahun 2012, yang dipicu oleh peningkatan pendapatan dan
keberhasilan Perseroan dalam menekan pengeluaran.
Secara rinci, ringkasan kinerja Perseroan pada tahun 2012 dapat kami
sampaikan sebagai berikut :
From general point of view, we can say that we recorded some
performance improvement during 2012 which was mainly triggered by the
hike in revenue and the Company’s success in keeping the expense low.
Summary of the Company’s 2012 performance in detail is as follows :
Pendapatan
Perseroan
tahun
2012
mengalami kenaikan sebesar 30,8% dari
Rp 92,971 miliar di tahun 2011 menjadi Rp
121,622 miliar di tahun 2012. Sementara
itu, pendapatan jasa Perseroan dari komisi
perantara pedagang efek menurun sebesar
13,4% menjadi Rp 53,018 miliar dibanding
tahun sebelumnya sebesarRp 61,213
miliar. Pendapatan fasilitas transaksi
menurun sebesar 40,3% dari Rp 22,916
miliar di tahun 2011 menjadi Rp 13,675
miliar di tahun 2012. Jasa manajemen
investasi meningkat 41,3% dari Rp 15,529
miliar di tahun 2011 menjadi Rp 21,950
miliar di tahun 2012. Pendapatan dari
jasa penasehat keuangan pada tahun
2012 adalah Rp 3,195 miliar, mengalami
peningkatan sebesar 191,3% dari Rp 1.097
miliar pada tahun 2011.
The Company’s income of 2012 enjoyed an
increase by 30.8% from Rp 92.971 billiion
in 2011 to 121.622 in 2012. Income from
brokerage commission decreased by
13.4% to Rp 53.018 billion compared to
that of the previous year of 61.213 billion.
Income from transaction facilities went
down by 40.3% from Rp 22.916 billion in
2011 to Rp 13.675 billion in 2012. Investment
management fees rose by 41.3% from Rp
15.529 billion in 2011 to Rp 21.950 billion in
2012. Income from financial advisory fees
in 2012 was Rp 3.195 billion, an increase of
191.3% from Rp 1.097 billion in 2011.
Kebijakan strategis Perseroan berfokus
pada upaya peningkatan layanan kepada
investor dan pengembangan produk.
Berbagai inovasi di semua sistem terus
ditingkatkan untuk memudahkan para
investor dalam melakukan transaksi
melalui PT BNI Securities. Salah satu
produk yang tengah gencar dikembangkan
adalah Esmart. Produk yang pertama
kali diluncurkan pada tahun 2008 ini
terus dikembangkan untuk memberikan
fasilitas dan layanan yang lebih baik dan
lebih mudah bagi nasabah kami dalam
bertransaksi. Sampai akhir tahun 2012
terjadi peningkatan jumlah nasabah online
trading menjadi 12.409 nasabah. Total nilai
transaksi Perseroan di tahun 2012 sebesar
Rp 35,3 triliun. Pada akhir tahun 2012,
The Company’s strategic policy focuses
on improvement of investor services and
product development. All of its system has
been upgraded as to provide the investors
with
improved
convenience
while
transacting through PT BNI Securities.
One of its products being prominently
developed is Esmart. The product that
was initially launched in 2008 has been
continuously developed to assure better
and easier services to the transacting
customers. Up to end of 2012, total number
of online trading customers inclined to
12,409. The Company’s transaction total
value in 2012 was Rp 35.3 trillion. In end
of 2012, Esmart Version 3 was launched,
which is an updated version of the
existing previous one. Esmart Version 3 is
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
29
telah diluncurkan Esmart versi 3, yang merupakan
versi terlengkap dari Esmart yang telah ada
sebelumnya. Esmart versi 3 ini, bisa digunakan
di berbagai platform, yakni Windows, Mac, Linux,
Solaris ataupun smartphone seperti iPhone, iPad,
Blackberry dan Android. Esmart Versi 3 juga dapat
diakses melalui website tanpa harus install aplikasi
terlebih dahulu.
applicable to various platforms, namely Windows,
Mac, Linux, Solaris or smartphones such as
iPhone, iPad, Blackberry dan Android. Esmart
Version 3 can be conveniently accessed through
the website without any installation of application.
Website Perseroan yang baru juga merupakan
komitmen Perseroan untuk meningkatkan layanan
kepada nasabah. Informasi yang disajikan meliputi
berita terkini tentang Perseroan berikut produkproduknya, berita pasar terkini, rekomendasi
saham, dan informasi lainnya yang bermanfaat
bagi nasabah.
The Company’s new website has come as the
Company’s committment to improvement of our
customer service. Website information includes the
Company’s updated news along with its products,
current market news, stock recommendation, and
other useful information for the customers.
Pembukaan sejumlah cabang dan galeri investasi
di berbagai wilayah Indonesia terus dilakukan
oleh Perseroan sepanjang tahun 2012 dan saat ini
jumlah jaringan distribusi Perseroan di seluruh
Indonesia telah mencapai 73 cabang dan galeri
investasi. Penambahan jaringan pemasaran diiringi
dengan layanan online trading berkesinambungan
untuk memudahkan investor atau nasabah BNI
Securities bertransaksi di berbagai wilayah tanah
air.
Opening of some branches and investment
galleries in some potential cities in Indonesia was
undertaken in 2012, totaling to current number of
73 branches and investment galleries. Improved
marketing networking is also accompanied by
our sustainably updated online trading service
which allows the investors all over Indonesia to
engange in transaction with PT BNI Securities in a
convenient way.
Kami juga terus melakukan upaya-upaya sosialisasi
dan edukasi baik untuk nasabah yang sudah aktif
bertransaksi di pasar modal, maupun masyarakat
umum, antara lain dengan ikut berpartisipasi
dalam acara Sosialisasi Pasar Modal dan Capital
Market Expo di daerah-daerah potensial yang
dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia serta melalui
pengadaan pelatihan bagi nasabah kami yang
meliputi pelatihan technical analysis, fundamental
analysis, dan portfolio management.
We also have undertaken socialization and
education programs for both our active customers
and the public, among others, by participating
in sessions of Capital Market Socialization and
Capital Market Expo organized by The Indonesian
Stock Exchange in some potential cities in
Indonesia and by giving customer trainings which
cover issues on technical analysis, fundamental
analysis, and portfolio management.
Sebagai perseroan yang terus berkembang, kami
selalu siap untuk menjawab tantangan masa depan.
Kemantapan kesiapan dari sisi sistem teknologi
dan sumberdaya manusia serta penyempurnaan
standar prosedur operasi menjadi pemicu bagi
kami untuk terus berinovasi di berbagai bidang,
menjaga profesionalisme, serta meningkatkan
pelayanan untuk menjadi perusahaan terpercaya
dalam industri ini.
As a company which keeps developing, we
have been always prepared to respond to any
future challenge. Our detailed preparedness
in technology system and human resources
along with improvement of standard operation
procedure has been a trigger for innovation in all
possible measurements while maintaining our
professionalism and improving services to be a
trusted company in the industry.
Reputasi positif PT BNI Securities pada tahun
2012 juga ditandai dengan Penghargaan Khusus
Anggota Bursa Berdasarkan Jaringan Pemasaran
dalam Capital Market Award 2012 yang diadakan
oleh Bapepam-LK, BEI, KSEI dan KPEI dan
peluncuran Esmart versi 3.
PT BNI Securities’s 2012 positive reputation is
also marked by reception of special award of Stock
Exchange Members Based on Marketing Network
in the occasion of Capital Market Award 2012
jointly organized by Bapepam-LK, BEI, KSEI dan
KPEI, during launching of Esmart Version 3.
30 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Pencapaian pada tahun 2012 ini kami sikapi
dengan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dengan kuasa-Nya, kami masih mampu meraih
berbagai pencapaian dan penghargaan sepanjang
tahun ini. Kami atas nama Direksi mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para
pemegang saham, stakeholder, para investor baik
institusi maupun individu yang mempercayakan
pengelolaan dana dan investasinya kepada kami.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
Dewan Komisaris yang senantiasa memberikan
arahan agar kami terus tumbuh lebih baik untuk
memenangkan persaingan dan tantangan global.
Ke depan, Perseroan akan terus berupaya
untuk meningkatkan transaksi guna mencapai
pertumbuhan positif dengan target transaksi
rata-rata per hari sebesar Rp 180 miliar yang
diikuti dengan pengembangan online trading dan
implementasi call center. Dengan bergairahnya
transaksi di Bursa Efek Indonesia pada kuartal
ketiga tahun 2012 yang terus berlanjut pada awal
tahun 2013 ini, kami optimis dapat mencapai
target-target yang sudah kami canangkan.
We respond to our 2012 achievement by extending
our gratitude to God the Almighty. It is under
His blessings that we were able to reach such
achievement during the year of 2012. On behalf
of Board of Directors, we would like thank our
shareholders, stakeholders, individual and
institutional investors who have placed their trust
on us. We also would like to thank the Board of
Commissioners for their continuous guidance
that made it possible for us to win the given
competition and global challenges.
In the future, the Company will continuously
work harder to improve business transactions
in order to reach positive growth with a daily
transaction target of Rp 180 million, along with
our development of online trading and call center
implementation. Benefitting from the flourish
transaction in the Indonesia Stock Exchange
during the third quarter of 2012 which continued
to the beginning of 2013, we are sure we can reach
our designated targets.
Direksi mengucapkan terima kasih kepada
Dewan Komisaris atas arahannya, kepada
seluruh karyawan atas kerja keras, semangat,
dan dedikasinya untuk memberikan yang terbaik
kepada Perseroan dan kepada seluruh pemangku
kepentingan atas kepercayaan dan dukungannya.
The Directors also thank the Board of
Commissioners for their directions; all employees
for their hard work, spirit and delivery of genuine
dedication to the Company; and all stakeholders
for their full trust and support.
Semoga pencapaian tahun 2012 dan visi untuk
menjadi acuan perusahaan sekuritas di ASEAN
pada tahun 2016, akan terus memperkokoh
pondasi usaha untuk menjawab tantangan masa
depan!
It is our wish that our 2012 achievement and
the vision to become the benchmark of ASEAN
securities companies in 2016 will surely strengthen
our business foundation to better respond to the
future challenges.
Jimmy Nyo
Presiden Direktur I President Director
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
31
Profil Dewan Direksi dan Penasehat
Profile of Director's and Advisor
32 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Jimmy Nyo
Presiden Direktur President Director
Praktisi senior bidang pasar modal ini lahir di
Medan pada tahun 1967. Meraih gelar Master of
Science di bidang Financial Management dari
American University, Hawaii, Amerika Serikat,
pada tahun 2000, dan Sarjana Informatika dari
STMK Bina Nusantara, Jakarta pada tahun
1991.
Beliau telah menjabat sebagai Presiden
Direktur sejak tahun 2010. Sebelumnya beliau
menjabat sebagai Direktur Perseroan untuk
periode 2006-2010,
Komisaris Bursa Efek
Surabaya untuk periode 2001-2007, Chief
Operating Officer PT DBS Vickers Indonesia
pada tahun 2005-2006, dan Direktur PT
Sarijaya Permana Securities pada tahun 19972004.
This senior practitioner in capital market was
born in Medan in 1967. He obtained his Master
of Science in Financial Management from
American University, Hawaii, United States of
America in 2000, and a Bachelor in Informatics
of STMK Bina Nusantara, Jakarta, 1991.
He has been the Company’s President Director
since 2010. Previously he was the Company’s
Director for the period of 2006-2010,
Commissioner of Surabaya Stock Exchange
for the period of 2001-2007, Chief Operating
Officer PT DBS Vickers Indonesia for the period
of 2005-2006, and Director of PT Sarijaya
Permana Securities from 1997 to 2004.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
33
Aswardian
Direktur Director
Lahir di Medan pada tahun 1954, meraih gelar
Master of Business Administration dari Saint
Louis University, Amerika Serikat pada tahun
1995 dan gelar Sarjana Ekonomi di Universitas
Jayabaya pada tahun 1979. Mulai menjabat
sebagai Direktur BNI Securities pada tahun
2010 dan sebelumnya menjabat sebagai Staf
Ahli Direksi sejak Oktober 2009.
Pernah menjabat sebagai Executive Advisor di
PT Peni Jaya Haribaja pada tahun 2008-2009.
Bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. pada tahun 1980 dan menduduki
beberapa posisi antara lain sebagai Presiden
Direktur PT BNI Nomura Jafco Ventura I di
tahun 1997-1998, sebagai Anggota Komisaris
PT BNI Faysal Financial tahun 1997-1998
dan sebagai pimpinan cabang PT Bank BNI
dari tahun 1998-2007 di Pekalongan, Solo,
Makassar, Semarang, dan Jakarta.
Born in Medan in 1954, obtained his Master
of Business Administration from Saint Louis
University, United States of America in 1995
and Bachelor in Economics from Universiy
of Jayabaya in 1979. He started holding his
position as Director of PT BNI Securities in
2010 and previously he was the Company’s
Directors Expert Staffer from 2009 and
Executive Advisor at PT Peni Jaya Haribaja for
the period of 2008-2009.
He joined PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk. in 1980 and held some position, among
others, President Director of PT BNI Nomura
Jafco Ventura I from 1997 to 1998, member of
Commissioner of PT BNI Faysal Financial from
1997 to 1998 and Branch Manager of PT Bank
BNI’s Pekalongan, Solo, Makassar, Semarang,
and Jakarta branches from 1998 to 2007.
34 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Moh. Rubani
Direktur Director
Lahir di Pekanbaru pada tahun 1966, meraih
gelar Magister Management dari Universitas
Indonesia pada tahun 2000 dan Sarjana
Akuntansi Universitas Riau pada tahun 1992.
Beliau menjabat sebagai Direktur BNI
Securities sejak tahun 2011. Sebelumnya
menjabat sebagai pemimpin Divisi Keuangan
dan Akuntansi di PT BNI Securities pada
tahun 2008-2011. Beliau berkarir di PT Bank
Negara Indonesia (Tbk) sebagai pemimpin
kelompok Rekonsiliasi Keuangan (2005-2008),
pengelolaan testing akuntansi Divisi TI (20042005), project team Divisi Perencanaan (20032004), pemimpin bidang operasional cabang
Purworejo (2002-2003) serta pengelola sistem
akuntansi Divisi Pengendalian Keuangan
(1998-2002).
Born in Pekanbaru in 1966, earned his Magister
Management from University of Indonesia in
2000 and Bachelor of Accounting of University
of Riau in 1992. He has been Director of PT BNI
Securities since 2011.
Previously he was Head of BNI Securities’
Finance and Accounting Division from 20082011. He worked at PT Bank Negara Indonesia
(Tbk) as Team Leader of Finance Reconciliation
(2005-2008), management of accounting
testing of IT Division (2004-2005), project
team of Planning Division (2003-2004), chief
of operation of Purworejo Branch (2002-2003)
and chief of accounting system of Finance
Control Division (1998-2002).
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
35
Kenichiro Matsuhisa
Direktur Director
Kenichiro Matsuhisa lahir di Hokkaido,
Jepang tanggal 23 Maret 1971. Memperoleh
gelar Bachelor of Arts in Literature dari Keio
University pada tahun 1993, dan kemudian
mendapatkan gelar Doktor Ilmu Hukum dari
University of the Ryukyus pada tahun 2007.
Mulai bekerja pada SBI Holdings Inc. Tokyo
Jepang pada tahun 2008 dengan posisi
sebagai Deputy General Manager Overseas
Division, dan sebelumnya pernah bekerja
sebagai Senior Manager Sojitz Corporation,
Seattle Office di Seattle, Amerika Serikat mulai
tahun 1993 – 2003. Kenichiro menjadi Direktur
PT BNI Securities sejak tanggal 18 April 2012.
Kenichiro Matsuhisa was born in Hokkaido,
Japan on March 23, 1971. He earned his
Bachelor of Arts in Literature from Keio
University in 1993, and Doctor of Laws from
University of the Ryukyus in 2007.
He started working in SBI Holdings Inc. Tokyo,
Japan, in 2008 as Deputy General Manager
Overseas Division, and was previously Senior
Manager of Sojitz Corporation, Seattle Office
in Seattle, United States of America from 1993
to 2003. Kenichiro joined PT BNI Securities in
April 18, 2012.
36 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Paul Lim
Penasihat Advisor
Paul Lim ditunjuk sebagai Penasihat Direksi
Perseroan, di antaranya untuk merumuskan
kebijakan bisnis.
Beliau adalah seorang profesional mumpuni
dengan pengalaman 24 tahun di bidang
perbankan dan kemampuan memimpin
berbagai posisi strategis di berbagai
perusahaan finansial terkemuka seperti
Morgan Stanley Asia, Deutsche Bank, Salomon
Smith Barney, Schroder International Mechan
Bankers Limited, dan Bankers Trust Indonesia.
Beliau memiliki sertifikasi Chartered Financial
Analyst (CFA), beliau juga menyandang
lisensi sebagai Perwakilan Penjamin Emisi
dan pemegang lisensi Perwakilan Investasi
yang terdaftar di BAPEPAM-LK. Gelar pasca
sarjana dalam bidang bisnis dan gelar sarjana
dalam ilmu komputer diperoleh di Universitas
Wisconsin, Madison, Amerika Serikat.
Paul Lim was appointed as Counsellor to the
Company’s Directors, among others, to help
formulate the Company’s business policy.
He is a capable professional with 24-year
experience in banking and extensive leadership
skill from his involvement in strategic positions
in prominent financial institutions such as
Morgan Stanley Asia, Deutsche Bank, Salomon
Smith Barney, Schroder International Mechan
Bankers Limited, and Bankers Trust Indonesia.
He holds a certificate of Chartered Financial
Analyst (CFA), a certfied Underwriter and a
licensed Investment Representative registered
at BAPEPAM-LK. He earned his masters in
business and bachelor of computer science
from University of Wisconsin, Madison, United
States of America.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
37
Informasi Perusahaan
Corporate Information
38 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
DEWAN KOMISARIS/ BOARD OF COMMISSIONERS
Presidend Komisaris/ President Commissioners
Komisaris Independen/ Independent Commissioner
Komisaris/ Commissioner
Hindarmojo Hinuri Kartoatmodjo
Finaldi Sjamsul K. Haznam
Sutirta Budiman
DIREKSI/ DIRECTORS
Presiden Direktur/ President Director
Direktur/ Director
Direktur/ Director
Direktur/ Director
Penasihat/ Advisor
Jimmy Nyo
Aswardin
Moh. Rubani
Kenichiro Matsuhisa
Paul Lim
Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
Selly Adriatika
Komite Audit/ Audit Commitee
Finaldi Sjamsul K. Haznam
(Commitee Chairman)
Bambang Karuliawasto
(Commitee Member)
Rusmin
(Commitee Member)
Tanggal Didirikan/ Date of Establishment
12 April 1995
Akuntan Publik/ Public Accountant
Tanudiredja, Wibisana & Rekan (PwC)
Kantor Pusat
Head Office
Sudirman Plaza Indofood Tower 16th floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78
Jakarta 12910, Indonesia
Tel. 62-21 2554-3946
Fax. 62-21 5793-5831
Website : www.bnisecurities.co.id
Email : [email protected]
Komposisi
Pemegang Saham
BNI SECURITIES
Shareholders Composition
BNI ( 75% )
SBI Securities ( 25% )
BNI ASSET MANAGEMENT
PT BNI Securities ( 99,90% )
The Employee Cooperative of
PT BNI Securities ( 0,10% )
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
39
General
Services
DIRECTOR
Research
Investment
Banking
Corporate
Planning
Human
Capital
Corporate
Communication
Customer
Servivce
Equities
Marketing
Film Manager
Debt. Capital
Market
Risk
Managemenet
Information
Technology
PRESIDENT DIRECTOR
Internal
Audit
Compliance
Corp. Comm.
& Legal
ORGANIZATION STRUCTURE
DIRECTOR
Online Trading
Project
Syariah
Channel
Distribution
DIREKTUR
STRUCTURE ORGANISASI
Finance
Accounting
Custodian
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
40 BNI SECURITIES
Diskusi dan Analisis Manajemen
Management Analysis and Discussion
PENDAPATAN USAHA
Secara garis besar terjadi peningkatan pendapatan
Perseroan tahun 2012 sebesar 30,8% dari Rp 92,971
miliar di tahun 2011 menjadi Rp 121,622 miliar di tahun
2012. Sementara itu, pendapatan jasa Perseroan dari
komisi perantara perdagang efek menurun sebesar 13,4%
menjadi Rp 53,018 miliar dibanding tahun sebelumnya
sebesarRp 61,213 miliar. Pendapatan fasilitas transaksi
menurun sebesar 40,3% dari Rp 22,916 miliar di tahun 2011
menjadi Rp 13,675 miliar di tahun 2012. Jasa manajemen
investasi meningkat 41,3% dari Rp 15,529 miliar di tahun
2011 menjadi Rp 21,950 miliar di tahun 2012. Pendapatan
dari jasa penasehat keuangan pada tahun 2012 adalah Rp
3,195 miliar, mengalami peningkatan sebesar 191,3% dari
Rp 1,097 miliar pada tahun 2011.
OPERATING INCOME
Generally speaking, the Company’s income enjoyed an
increase of 30.8% from Rp 92.971 billion in 2011 to Rp
121.622 billion in 2012. The Company’s income from
brokerage commission declined by 13.4% to Rp 53.018
billion compared to that of the previous year which was
Rp 61.213 billion. Income from transaction facilities fee
went down by 40.3% from Rp 22.916 billion in 2011
to Rp 13.675 billion in 2012. Income from investment
management service rose by 41.3% from the original Rp
15.529 billion in 2011 to Rp 21.950 billion in 2012 while the
income from finance advisory fee of 2012 was Rp 3.195
billion, an increase of 191.3% from Rp 1.097 billion in 2011.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
41
BEBAN USAHA
Beban usaha tercatat menurun sebesar 19,1% dari Rp
127,053 miliar pada tahun 2011 menjadi Rp 102,743 milliar
pada tahun 2012. Penurunan beban usaha ini terutama
disebabkan adanya penurunan beban gaji dan tunjangan
karyawan sebesar 21,1%.
OPERATING EXPENSES
Operating expense declined by 19.1% from Rp 127.053
billion in 2011 to Rp 102.743 billion in 2012. The decrease
is attributed to the decline in employees’ salary and
allowance of 21.1%.
LABA BERSIH
Pada 31 Desember 2012 Perseroan berhasil mencatatkan
laba tahun berjalan sebesar Rp 6,993 miliar setelah
pada tahun sebelumnya membukukan hasil negatif.
Pencapaian hasil positif pada tahun 2012 ini tidak
terlepas dari adanya peningkatan pendapatan usaha dan
keberhasilan Perseroan untuk menekan pengeluaran
di samping karena berkurangnya beban bunga setelah
pelunasan obligasi Perseroan pada April 2012.
NET PROFIT
On December 31, 2012 the Company booked a current
year net profit of Rp 6.993 billion, a big leap of the
previous year which booked negative yield. This year
positive income of is attributed to the increase in
operating income and the Company’s success in keeping
its expense low in addition to reduction in interest liability
following the settlement of the Company’s Bonds in April
2012.
POSISI KEUANGAN
TOTAL ASET
Total Aset pada akhir tahun 2012 adalah sebesar Rp
478,382 miliar, menurun sebesar 58,7% dari Rp 1.158,775
miliar pada tahun 2011 yang disebabkan oleh penurunan
kas dan setara kas, piutang pada lembaga kliring dan
penjaminan serta penurunan portofolio efek.
FINANCIAL POSITION
TOTAL ASET
Total Assets as of end of 2012 was Rp 478,382 billion,
a decrease 58.7% from Rp 1,158.775 billion in 2011,
attributed to decrease in cash and cash equivalent,
receivables to clearing and underwriting institutions and
decrease in stock portfolio.
TOTAL KEWAJIBAN
Total kewajiban yang dicatat pada tahun 2012 adalah
Rp 164,469 milliar, menurun sebesar 80,7% dari Rp
851,854 miliar pada tahun 2011. Penurunan ini terutama
disebabkan telah dilunasinya seluruh obligasi yang
diterbitkan Perseroan yang jatuh tempo pada Mei 2012.
TOTAL LIABILITIES
Total liabilities recorded at end of 2012 was Rp 164.469
billion, a decrease of 80.7% from Rp 851.854 billion in
2011. The decrease was mainly due to the full settlement
of the Company’s bonds maturing in April 2012.
EKUITAS
Total Ekuitas di akhir tahun 2012 tercatat Rp 313, 914
miliar, meningkat sebesar 2,3 % dari Rp 306,920 miliar
pada penghujung tahun 2011. Perubahan jumlah ekuitas
berasal dari saldo laba.
EQUITY
Total Equity as end of 2012 was recorded at Rp 313.914
billion, a hike of 2.3 % from Rp 306.920 billion at end
of 2011. Change in total equity was effected by the profit
balance.
TRANSAKSI EFEK
Aktivitas transaksi perdagangan saham selama tahun
2012 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya, dari Rp 39,834 triliun menjadi Rp
35,334 triliun yang berasal dari transaksi online sebesar
Rp 11,291 triliun dan transaksi regular sebesar Rp 24,043
triliun.
TRANSACTION OF SECURITIES
Stock trading transaction of 2012 slightly decreased from
that in the previous of Rp 39.834 trillion to Rp 35.334
trillion, amount which originated from online trading of
Rp 11.291 trillion and regular transaction of Rp 24.043
trillion.
FASILITAS TRANSAKSI MARGIN
Pendapatan yang diperoleh dari nasabah yang melakukan
transaksi jual beli saham menggunakan fasilitas transaksi
mengalami penurunan dari Rp 22,916 miliar pada tahun
2011 menjadi Rp 13,675 miliar pada tahun 2012, atau
menurun sebesar 40,3%. Dalam penggunaan fasilitas
transaksi margin, Perseroan memiliki kebijakan yang
wajib dikuti oleh nasabah. Hal ini merupakan salah
satu penerapan prinsip-prinsip kehatian-hatian yang
dijalankan oleh Perseroan.
MARGIN TRANSACTION FACILITY
Income from customers undertaking stock trading under
transaction facility declined from Rp 22.916 billion in 2011
to Rp 13.675 billion in 2012, which is a decrease of 40.3%.
In running its margin transaction facility, the Company
applies policies to be complied with by the customers.
This is one of the Company’s implementation of prudent
principles.
INVESTMENT BANKING
Pada tahun 2012, pendapatan Perseroan untuk sektor jasa
penjamin emisi mengalami penurunan yang signifikan
dari Rp 3,899 miliar pada tahun 2011 menjadi Rp 30,553
juta pada tahun 2012. Penurunan ini disebabkan oleh
sedikitnya emisi yang diikuti oleh Perseroan dan belum
INVESTMENT BANKING
In 2012, the Company’s income in underwriting sector
significantly declined from Rp 3.899 billion in 2011 to
Rp 30.553 million in 2012. The decline was attributed to
Company’s low involvement in underwriting and low
performance in stocks and bonds underwriting projects.
42 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
berjalannya proyek emisi saham atau obligasi yang
ditangani oleh Perseroan. Meskipun demikian, jasa
penasehat keuangan mengalami peningkatan sebesar
191,3% dari sebelumnya pada tahun 2011 sebesar Rp
1,096 miliar menjadi sebesar Rp 3,195 miliar pada tahun
2012.
Nevertheless, the Company’s financial advisory service
income enjoyed a hike of 191.3% from Rp 1.096 billion in
2011 to Rp 3.195 billion in 2012.
ASSET MANAGEMENT
Perseroan berhasil memperoleh kepercayaan dari
para investor, hal ini dapat terlihat dari total kelolaan
pada akhir tahun 2012 sebesar sekitar Rp 6,4 triliun.
Sampai dengan akhir tahun 2012, pendapatan atas jasa
manajemen investasi mengalami peningkatan 41,3% dari
Rp 15,529 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 21,950 miliar
di tahun 2012.
ASSET MANAGEMENT
The Company managed to get potential customers’ trust
as can be seen in its asset under management of Rp 6.4
trillion at end of 2102. Up to the end of 2012, income on
investment management service hiked by 41.3% from Rp
15.529 billion in 2011 to Rp 21.950 billion in 2012.
PROSPEK USAHA
Meskipun masih berada dalam bayang-bayang
kondisi ekonomi global yang masih belum menentu,
pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergairah dan
memberikan rasa percaya diri yang kuat bagi Perseroan
untuk mengambil peluang dalam mengembangkan
usahanya dan untuk terus berupaya memperkuat
pondasi bisnis agar ketahanan usaha Perseroan tetap
terus terjaga. Pembukaan cabang dan galeri investasi
baru di beberapa daerah di Indonesia, pembentukan
divisi khusus yang menangani online trading, diyakini
akan mampu memberikan kenyamanan dan kepuasan
nasabah dalam bertransaksi melalui BNI Securities.
BUSINESS PROSPECT
Despite the uncertain global economic condition,
Indonesia economic condition starts to flourish allowing
the Company to get more confidence to grab the growth
opportunity and strenghthen its business foundation
sustainability. Opening of new branches and investment
galleries in some cities in Indonesia, and establishment of
special division dealing with online trading are benefitted
to provide the customers with convenient services while
transacting with PT BNI Securities.
Perseroan yakin tahun-tahun ke depan menjadi
tantangan dan juga peluang untuk terus berkembang dan
pada akhirnya akan menjadikan Perseroan sebagai acuan
perusahaan sekuritas di ASEAN.
The Company is sure that there will be more challenging
opportunies in the forthcoming years which allows the
Company to grow and lead the way to being a benchmark
securities company in ASEAN.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
43
Jejak Langkah
Milestones
Perseroan melakukan pelunasan seluruhnya atas Obligasi BNI
Securities dengan Bunga Tetap Tahun 2007 yang jatuh tempo
pada Mei 2012.
The Company fully settled its BNI Securities Bonds with the
2007 fixed interest rate, maturing in May 2012.
Penghargaan Khusus Anggota Bursa berdasarkan Jaringan
Pemasaran dalam Capital Market Award 2012 yang
diselenggarakan oleh Bapepam-LK, BEI, KSEI dan KPEI.
Special Award of Stock Exchange Members based on Marketing
Network in Capital Market Award 2012 organized by BapepamLK, BEI, KSEI dan KPEI.
Peluncuran Esmart Syariah, transaksi saham berbasis syariah.
Launching of Esmart Sharia, a Sharia-based stock transaction
Peluncuran BNI Securities Online Trading Esmart versi 3
(ketiga) multi platform.
Launching of BNI Securities Online Trading Multiplatform
Esmart Version 3.
PT BNI Securities telah memisahkan fungsi Divisi Aset
Manajemen menjadi anak perusahaan, berbentuk badan
hukum yaitu PT BNI Asset Management.
PT BNI Securities separated its Asset Management Division
function into a subsidiary, namely PT BNI Asset Management.
SBI Securities Co. Ltd., Japan menjadi Investor Strategis
dengan melakukan penyertaan saham di PT BNI Securities
sebesar 25%.
SBI Securities Co. Ltd., Japan became a strategic investor
to the Company with 25% placement of equity at PT BNI
Securities
2010
Peluncuran BNI Securities Online Trading Esmart versi 2
(kedua).
Launching of BNI Securities Online Trading Esmart Version 2.
2009
Peluncuran BNI Securities Online Trading Esmart.
Launching of BNI Securities Online Trading Esmart.
-
-
Award as the Best Bonds Issuer from Investor Magazine.
-
-
Penghargaan sebagai Perusahaan Penerbit Obligasi
Terbaik dari Majalah Investor.
Peluncuran Perdana Online Trading Esmart BNI Securities.
Pembukaan Cabang Aceh.
-
-
Initial Launching of BNI Securities Online Trading Esmart.
Opening of Aceh Branch.
2007
-
-
-
Pembukaan Cabang Puri Indah dan Semarang.
Peresmian Kantor Pusat Baru.
Penerbitan Obligasi Pertama.
-
-
-
Opening of Puri Indah and Semarang Branches ,
Official Opening of new Headoffices ,
Initial Bonds Issuance,
2006
Peluncuran Reksadana Berbunga Tiga, Dana Flexible Dua,
Dana Lancar Dua, dan Solusi Dana Terproteksi.
Launching of Mutual Fund Interest Bearing 3, Flexible Fund 2,
Dana Lancar 2, and Protected Fund Solution.
2005
Penghargaan Indonesia’s Most Admired Companies kategori
Sekuritas dari Business Week & Frontier.
Award as Indonesia’s Most Admired Company for the category
of Securities from Business Week & Frontier,
2004
Peluncuran Reksadana BNI Dana Syariah dan BNI Danaplus
Syariah.
Launching of BNI Syariah Mutual Fund and BNI Danaplus
Sharia,
2001
Penghargaan Perusahaan Sekuritas Terbaik dari Majalah
Investor.
Award as the Best Securities Company from Investor
Magazine,
1997
Pembukaan Cabang Medan, Bandung, Surakarta, Yogyakarta,
Surabaya dan Denpasar.
Opening of Medan, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya
and Denpasar branches.
1996
Peluncuran Reksadana Berkembang dan Dana Berbunga.
Launching of Reksadana Berkembang dan Dana Berbunga,
2012
2011
2008
44 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Perseroan berkomitmen untuk
menganut prinsip kehati-hatian
dalam menjalankan tatakelola
perusahaan dengan terus
mengupayakan profesionalisme
tinggi dalam setiap pertimbangan
bisnis. Untuk menjalankan tatakelola
perusahaan yang baik, Perseroan
melaksanakan kegiatan Perseroan
berdasarkan 5 (lima) prinsip utama
tatakelola perusahaan yang baik,
yaitu keterbukaan, akuntabilitas,
tanggungjawab, independensi dan
kewajaran. Prinsip tersebut telah
tertanam dalam nilai-nilai budaya
masing-masing unit bisnis yang
merupakan komitmen dan dedikasi
kami kepada pemegang saham dan
pemangku kepentingan untuk masa
depan yang lebih baik.
The Company is committed to
adoption of prudent principles
within its corporate governance
by continually attempting high
professionalism in terms of business
consideration. To implement good
corporate governance, the Company
runs its business activities under
5 (five) major principles of good
corporate governance, namely
transparency, accountability,
responsibility, independency and
fairness. The principles have been
implanted within each of the business
units’ corporate values to represent
commitment and dedication to
shareholders and stakeholders for
better future.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
45
TINJAUAN UMUM
Tatakelola perusahaan yang baik merupakan suatu
bentuk akuntabilitas, tanggungjawab dan kewajiban
atas mandat khususnya dalam penerapan pedoman dan
mekanisme untuk memastikan terpenuhinya kepentingan
para pemegang saham. Selain itu, tata kelola perusahaan
yang baik juga ditunjukkan untuk mengoptimalkan hasil
ekonomi dan kinerja Perseoran yang berfokus pada
upaya-upaya peningkatan kesejahteraan para pemegang
saham.
GENERAL REVIEW
Good Corporate Governance is a form of accountability,
responsibility and obligation on mandate especially in
term of observation of of guidance and mechanism to
satisfy the shareholders’ requirements. In addition to that,
good corporate governance is intended to optimize the
Company’s economic yield and performance with focus
on attempts of improving the shareholders’ welfare.
Segenap jajaran Dewan Komisaris, Direksi, tim
manajemen dan karyawan berkomitmen untuk mematuhi
dan menjalankan segala aturan, norma, serta ketentuan
yang berlaku. Selama lebih dari satu dekade, Perseroan
layak menjadi panutan karena reputasinya sebagai
perusaahaan sekuritas yang menjalankan prinsip-prinsip
tatakelola perusahaan yang baik secara konsisten dan
persisten.
The Board of Commissioners, Directors, management
team and employees are committed to complying to all
the prevailing rules, norms and requirements. For more
than one decade, the Company has been benchmark
for its reputation as a securities company who has
been consistently and persistently implementing good
corporate governance.
KETERBUKAAN INFORMASI
Perseroan memberikan informasi secara konsisten dan
transparan kepada para pemegang saham, karyawan dan
masyarakat melalui berbagai macam sarana informasi,
yakni :
- Laporan keuangan tengah tahun dan tahunan yang
dipublikasikan melalui surat kabar harian nasional.
- Laporan tahunan yang mencakup laporan manajemen
dan laporan keuangan yang telah diaudit;
- Situs Perseroan yaitu www.bnisecurities.co.id yang
memuat informasi lengkap atas kondisi finansial dan
operasional terkini perusahaan, serta online trading
Esmart
- Siaran Pers yang diterbitkan dalam tiap acara atau
kegiatan korporasi
- Media komunikasi internet
INFORMATION DISCLOSURE
The Company consistently and transparently disclose
the following information to its shareholders, employees
and community through various information media :
PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM
PEMEGANG SAHAM TAHUNAN (RUPS)
Perseroan menyelenggarakan RUPS Tahunan
tanggal 23 Mei 2012
GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
This year’s General Meeting of Shareholders was held
on May 23, 2012
pada
- Semester annual report, published in national
newspapers.
- Annual report which details management report and
audited financial report.
-Company’s website, namely www.bnisecurities.
co.id which provides complete information on the
the Company’s current financial and operatonal
conditions, and the Esmart online trading.
- Press release during each corporate event or activity.
- The internet communication media
ORGAN PERUSAHAAN
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertanggungjawab untuk melakukan
supervisi dan memberikan saran kepada Direksi
menyangkut masalah-masalah yang berkaitan dengan
kebijakan Perseroan maupun pelaksanaan pengelolaa
Perseroan pada umumnya.
CORPORATE ORGANS
Board of Commissionners
The Board of Commissioners is responsible for
supervising and delivery of advice to the Directors on
issues related to the Company’s policies and management
in general.
Direksi
Direksi
bertanggungjawab
atas
arah
strategis
dan keseluruhan manajemen dalam organisasi
sehari-hari. Pada setiap RUPS Tahunan, Direksi
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan
memaparkan pencapaian target-target perusahaan
kepada pemegang saham. Perseroan memiliki sistem
pertangungjawaban yang dirancang sedemikian rupa
sehinga Direksi memiliki independensi yang terjaga
dalam mengelola perusahaan, dan pada saat yang sama,
menjamin berlangsungnya organisasi dengan baik
secara etika maupun teknis.
Board of Directors
The Board of Directors is accountable for the Company’s
strategic directions and day-to-day operational
management. During each annual General Meeting of
Shareholders, the Board of Directors reports its work
accountability and exposes Company’s achieved targets
to the shareholders. The Company applies a system
which is designed to allow the Directors to practice its
independence in terms of corporate management and
on the same time ensure smooth organization of the
Company in both ethical and technical framework.
46 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
KOMITE AUDIT
Komite Audit mengemban tugas untuk membantu
Dewan
Komisaris
dalam
melaksanakan
fungsi
pengawasan. Komite Audit memiliki kewenangan audit
secara independen, dan terdiri dari para personil ahli dan
berpengalaman di bidang audit dan finansial. Komite
Audit ditunjuk oleh dan bertanggungjawab langsung
kepada Dewan Komisaris. Komite ini terdiri dari 3 (tiga)
fungsionaris dengan susunan sebagai berikut :
AUDIT COMMITTEE
The Audit Committee serves to assist the Board of
Commissioners in terms of supervising function. The
Audit Committee, comprising of experienced and
competent professionals in auditing and finance, is
authorized to conduct independent audits. The Audit
Committee is appointed and directly responsible to the
Board of Commissioners. The Committee consists of 3
(three) functionaries in the following composition :
Ketua
Anggota
Anggota
Chairman
Member
Member
: Finaldi Sjamsul K. Haznam
: Bambang Karuliawasto
: Rusmin
: Finaldi Sjamsul K. Haznam
: Bambang Karuliawasto
: Rusmin
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan saat ini dijabat oleh ibu Selly
Adriatika. Sesuai dengan peraturan BAPEPAM-LK,
lingkup Sekretaris Perusahaan juga mencakup penerbitan
dokumen statutory (di antaranya adalah Notulen Rapat
Komisaris dan Direksi dan daftar Pemegang Saham). Selain
itu, Sekretaris Perusahaan juga menjamin transparansi
informasi dan mengumumkan segala informasi material
kepada pemegang saham dan bertanggungjawab atas
publikasi resmi secara berkala mengenai kebijakan dan
perkembangan terbaru Perseroan.
CORPORATE SECRETARY
The current Corporate Secretary is Selly Adriatika.
According to BAPEPAM-LK requirements, the Coprorate
Secretary scope of work includes publication of statutory
documents (among others are Commissioners’ and
Directors’ Meeting Minutes, and List of Shareholders). In
addition to that, the Corporate Secretary is responsible
for information transparency and dissemination of all
material information to the shareholders, and regular
official publication on the Company’s updated policies
and progress.
KINERJA KOMISARIS, DIREKSI
dan KOMITE-KOMITE
Perseroan mengadakan rapat mingguan, yang dipimpin
oleh Direksi, untuk memantau kinerja para divisi. Masingmasing divisi memberikan laporan kinerja mingguan
yang digunakan sebagai feedback untuk perbaikan
Perseroan.
COMMISSIONERS, DIRECTORS
AND COMMITTEES’ PERFORMANCE
The Company holds a weekly meeting, chaired by the
Directors, to monitor the divisions’ work performance.
Each division presents their weekly performance report
to be used as feedback for the Company’s performance
improvement.
Perseroan juga mengadakan rapat bulanan untuk Dewan
Komisaris dan Direksi dengan agenda pembahasan
kinerja perusahaan.
The Company also holds monthly reports attended by
both the Board of Commissioners and Drectors to discuss
the Company’s performance.
RAPAT KOMITE AUDIT
Komite Audit menyelenggarakan rapat yang dihadiri oleh
Manajemen Perusahaan dan Auditor Independen dengan
topik pembahasan :
AUDIT COMMITTEE’S MEETINGS
The Audit Committee holds meetings attended by the
Company’s Management and Independent Auditor to
discuss the following topics :
1.Menelaah informasi keuangan yang disampaikan
oleh PT BNI Securities bersama akuntan publik dan
jajaran manajemen. Pokok pembahasan disesuaikan
dengan ketentuan Standard Audit Seksi 380 (PSA no
48) mengenai komunikasi dengan Komite Audit. Pada
tahun ini Komite Audit menyatakan Perseroan telah
menyajikan laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
1.Analysis of financial information submitted by
PT BNI Securities, the public accountant and the
management. Discussions refer to Section 380 of
Standard Auditing (PSA no 48), on communication
with the Audit Committee. The Audit Committee
declared that this year the Company has presented its
financial report in a proper manner as required by the
accounting principles applicable in Indonesia.
2. Menelaah proposal audit eksternal (Kantor Akuntan
Publik) yang ditunjuk, antara lain mengenai anggaran
biaya audit, perencanaan audit serta susunan tim
audit.
2. Analysis of the appointed external audit’s proposal
(Public Acccountant Office), among others, on the
audit budget, audit planning and composition of the
audit’s team.
3.Menilai independensi, objektivitas dan kecukupan
pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana dan Rekan.
3.Assessment on independence, objectivity and
adequacy of audit conducted byTanudiredja, Wibisana
and Associates’ Public Accountant Office.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
47
4. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan fungsi bagian
internal audit berdasarkan laporan hasil audit yang
telah dilakukan. Selain itu juga meningkatkan kinerja
bagian Audit di masa datang.
4. Evaluation on effectiveness of internal audit function
based on the result of the respective audit, and on
performance of future audit’s function.
RISIKO-RISIKO USAHA
Setiap usaha dalam industri manapun akan terpapar
pada risiko-risiko usaha. Perseroan, tidak terkecuali, juga
dihadapkan pada berbagai risiko yang dipengaruhi oleh
berbagai faktor internal maupun eksternal.
BUSINESS RISKS
Any business in any industry is exposed to business
risks. The Company is inevitably exposed to a variety of
risks affected by either internal or external factors.
Dalam menjalankan aktivitasnya, Perseroan secara
konsisten berpedoman pada peraturan yang berlaku,
baik yang dikeluarkan langsung oleh BAPEPAM-LK,
sebagai badan pemerintah yang ditunjuk untuk mengatur
dan melakukan pengawasan atas kegiatan pasar modal,
maupun oleh ketentuan-ketentuan perundangan yang
berlaku berdasarkan Undang-undang Pasar Modal No
8 tahun 1995. Perseroan juga terikat dengan ketentuan
lain yang mengatur perusahaan efek, termasuk yang
dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjamin
Efek Indonesia (KPEI), serta Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI). Jika terjadi kegagalan atau kelalaian
dalam memenuhi ketentuan pasar modal yang berlaku
di Indonesia, Perseroan bisa mendapatkan sanksi
penghentian sementara atau pencabutan salah satu izin
usaha Perseroan.
While running its activities, the Company consistently
refers to the prevailing regulations imposed by both
BAPEPAM-LK, the government body authorized to
conduct supervision on the capital market activities, and
the prevailing regulations as dicated by the Stock Market
Act no 8 year of 1995. The Company also complies with
other related requirements effected by the Indonesian
Stock Exchange, , (KPEI), and Indonesian Securities
Central Custodian-- Kustodian Sentral Efek Indonesia
(KSEI). The Company may be exposed to temporary
discontinuity or revocation of its business permit in the
even of breach or violations of any prevailing regulations.
Berikut ini adalah risiko-risiko usaha yang mempengaruhi
kinerja Perseroan :
The followings are risks that may affect the Company’s
performance :
a. Risiko Perdagangan Efek
Usaha di bidang perdagangan efek bersifat fluktuatif.
Fluktuasi pendapatan Perseoran dipengaruhi secara
langsing oleh keadaan pasar modal, nilai tukar
Rupiah, tingkat suku bunga umum, situasi politik
serta volume perdagangan. Apabila perseroan tidak
mampu mengantisipasi kondisi tersebut, maka
pendapatan usaha bisa terpengaruh.
a. Securities Trading Risk
Securities trading business is fluctuating in nature.
Company’s income fluctuation directly depends on
the given capital market condition, rupiah rate of
exchange, interest rate, political situation and trade
volume. Those are likely to bring impacts to the
Company’s income if the latter fails to take proper
anticipation.
b. Risiko Penjaminan Efek
Salah satu kegiatan usaha Perseoran adalah menjamin
emisi efek. Bilamana efek yang dijamin tidak dapat
terjual habis, maka Perseroan diwajibkan untuk
membeli efek yang tidak terjual tersebut. Ini berarti
sebagian dana Perseroan menjadi terikat sehingga
berpotensi mengganggu likuiditas. Lebih jauh, jika
harga efek mengalami penurunan, Perseroan akan
mengalami penurunan pendapatan atau bahkan
kerugian usaha.
b. Securities Guarantee Risk
Securities underwriting is one of the Company’s
business activities. In the event that the underwritten
securities are not sold out, then the Company is
obliged to buy all the remaining securities. This means
that part of the Company’s funding capacity will be
tied which potentially affect its liquidity. Moreover, in
the even of lowered value of securities, the Company
is exposed to low gain and even loss.
c. Risiko Penyelesaian Transaksi Efek
Dalam proses penyelesaian transaksi, Perseroan bisa
mengalami kendala yang disebabkan oleh kesalahan
manusia dan kesalahan sistem; di antaranya
ketidaksiapan
nasabah
dalam
menyelesaikan
transaksi, efek yang belum siap kirim, atau kesalahan
sistem informasi, dan sebagainya. Kondisi ini
menghambat kecepatan transaksi dan berpotensi
mempengaruhi kas Perseroan. Di samping itu,
Perseroan juga bisa dikenakan denda dan/atau
penghentian perdagangan oleh Bursa.
c. Securities Transaction Settlement Risk
While processing transaction settlement, the
Company may encounter triggered by either human
or system errors; such as the customers’ unavailabity
of transaction settlement, delayed delivery of
securities, information system erros, and so on. These
conditions will slow down transactions and tend to
affect the Company’s cash. In addition to that, the
Company may be exposed to fine imposition and/or
termination of trading by the capital market authority.
48 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
d. Risiko Transaksi Margin
Pembiayaan transaksi margin berpotensi memberikan
risiko fatal jika terjadi pelanggaran atas pembatasan
dalam transaksi. Kelalaian menjalankan prosedur
yang telah ditetapkan bisa menurunkan kinerja
maupun kredibilitas Perseroan, baik secara finansial
maupun secara psikologis.
d. Margin Transaction Risk
Funding for margin transaction can be potentially
fatal in the event of breach of transactions restriction.
Failure to comply with the prevailing procedure
may decline both the Company’s performance and
credibility, both in financial and psychological terms.
e. Risiko Terhadap Pelayanan Nasabah.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa
perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek,
penasehat keuangan, serta jasa riset, Perseroan harus
memberikan pelayanan prima pada nasabahnya.
Bilamana Perseroan gagal memberikan pelayanan
terbaik, Perseroan akan kegagala pelayanan tersebut
berimplikasi negatif terhadap kinerja Perseroan.
e. Customers Service Risk
Being a company operating in brokerage, securities
underwriting, finance advisory, and research services,
the Company is naturally required to deliver excellent
service to its customers. Failure to give the best
service to customer will lead to negative implication
to the Company’s performance.
f. Risiko Kompetisi
Sejumlah perusahaan kompetitor memperebutkan
pangsa pasar yang sama. Hal ini berpotensi
menurunan tingkat pendapatan perusahaan jika
Perseroan tidak berhasil menciptakan keunggulan
kompetitif.
f. Competition Risk
A big number of competitors are running for the
same market share. This will potentially decline
the Company’s income if the Company fails to offer
competitive excellence.
g. Risiko Tingkat Suku Bunga
Pendapatan bunga atas transaksi margin sangat
dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang berlaku.
Pada perdagangan margin, kenaikan tingkat suku
bunga dapat menurunkan kemampuan nasabah
dalam memenuhi kewajibannya, sehingga Perseroan
harus menanggung kerugian. Kenaikan suku bunga
juga berpotensi mendorong nasabah untuk mencari
instrumen investasi lain yang pada gilirannya akan
menurunkan nilai transaksi perdagangan efek
perusahaan.
g. Interest Rate Risk
Interest gain on margin transactions are highly
influenced by the prevailing rate of interest. Within
the margin trading, interest rate hike may scale down
the customers’ availability in meeting their obligation
which leads to potential loss to the Company. Interest
rate hike potentially forces the customers to turn
to other investment instruments, which in turn will
decrease the Company’s securities trading transaction
value.
h. Risiko Kepatuhan
Jika terjadi kelalaian atau keterlambatan atau tidak
terpenuhinya kepatuhan terhadap peraturan yang
telah ditetapkan oleh BAPEPAM-LK, serta peraturan
Bursa Efek Indonesia, Perseroan dapat dikenakan
sanksi denda hingga pembekuan izin usaha yang
berujung pada dibatasinya atau dihentikannya
kegiatan usaha Perseroan.
h. Compliance Risk
In the event of failure or delay to comply with
regulations provided by BAPEPAM-LK, and the
Indonesia Stock Exchange, the Company may be
exposed to imposition of fine and business permit
revocation which results in restriction or termination
of the Company’s operation permit.
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
49
Laporan Pertanggungjawaban
Report of Responsibility
Kebenaran Isi Laporan Tahunan 2012 beserta Laporan Keuangan dan informasi lain yang terkait, merupakan tanggung
jawab penuh Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tanda tangan masing-masing dibawah ini:
The accuracy of the Annual Report 2012 along with its Financial Report and other relevant information is a full
responsibility of the Board of Commissioners and Board of Directors whose respective signatures are below:
DEWAN KOMISARIS :
Hindarmojo Hinuri Kartoatmodjo
Presiden Komisaris President Commissioners
Finaldi Sjamsul K. Haznam
Komisaris Independen Independent Commissioner
Sutirta Budiman
Komisaris Commissioner
DIREKSI :
Jimmy Nyo
Presiden Direktur President Director
Aswardin
Direktur Director
50 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
Moh. Rubani
Direktur Director
Kenichiro Matsuhisa
Direktur Director
LAPORAN
KEUANGAN
FINANCIAL STATEMENT
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2012 dan 2011/
31 DECEMBER 2012 AND 2011
BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
51
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
52 BNI SECURITIES
Laporan Tahunan • Annual Report 2012
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI
KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/
December 2012
31 Desember/
*)
December 2011
1 Januari/
January 2011/
31 Desember/
December 2010
ASET
Kas dan setara kas
Piutang pada lembaga kliring
dan penjaminan
Piutang nasabah,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai
sebesar Rp1.025.731 pada
tahun 2012 (31 Desember 2011:
Rp35.727.205 dan
1 Januari 2011: Rp29,196,154)
Piutang marjin
Portofolio efek,
setelah ditambah keuntungan
yang belum direalisasi sebesar
Rp3.181.768 pada tahun 2012
(31 Desember 2011:
Rp(34.291.983) dan
1 Januari 2011: Rp18.932.910)
ASSETS
5,34
149,458,870
521,010,335
433,232,914
Cash and cash equivalents
9
15,156,530
147,348,385
193,309,612
Receivable from clearing
and guarantee institution
Receivables from customers,
net of allowance for impairment
losses of Rp1,025,731 in 2012
(31 December 2011:
Rp35,727,205 and
162,264,513 1 January 2011: Rp29,196,154)
7,34
169,048,574
154,524,514
8
26,752,122
59,497,185
6,34
Piutang karyawan,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
nihil pada tahun 2012 , 2011
dan 1 Januari 2011
44,973,590
200,302,187
1,777,082
1,769,355
92,559,165
Margin receivables
211,348,839
Marketable securities,
including unrealized gain
of Rp3,181,768 in 2012
(31 December 2011:
Rp(34,291,983) and
1 January 2011:Rp18,932,910)
Employees receivables,
net of allowance for impairment
losses of nil in 2012, 2011
1,845,611
and 1 January 2011
Tagihan lebih bayar pajak penghasilan
31a
40,455
-
376,874
Claims for income tax refund
Penyertaan saham
10
648,000
648,000
648,000
Investments in shares of stock
Aset tetap,
setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp40.324.444 pada tahun
2012 (31 Desember 2011:
Rp32.280.211 dan
1 Januari 2011: Rp28.917.939)
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai
sebesar nihil pada
tahun 2012 (31 Desember 2011:
Rp23.407.174 dan
1 Januari 2011: nihil)
JUMLAH ASET
11
45,802,521
40,663,667
Fixed assets,
net of accumulated depreciation
of Rp40,324,444 in 2012
(31 December 2011
Rp32,280,211 and
38,133,966 1 January 2011: Rp28,917,939)
4,31d
13,284,071
21,901,262
45,240,062
12
11,440,400
11,110,076
478,382,215
1,158,774,966
*)Disajikan kembali (lihat Catatan 4)
Deferred tax assets
Other assets,
net of allowance for impairment
losses of nil in 2012
(31 December 2011:
Rp23,407,174 and
6,018,262
1 January 2011: nil)
1,184,977,818
TOTAL ASSETS
Restated (refer to Note 4 (*
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 1/1 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI
KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/
December 2012
31 Desember/
*)
December 2011
1 Januari/
January 2011/
31 Desember/
December 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
Utang pada lembaga kliring
dan penjaminan
Utang nasabah
LIABILITIES
13
22,166,589
124,455,025
152,297,442
Payable to clearing and
guarantee institution
14,34
111,520,068
378,279,566
372,682,909
Payable to customers
Utang marjin
15
-
9,614,909
33,258,211
Margin payables
Utang pajak
31b
3,901,127
2,352,126
2,183,169
Taxes payable
Pinjaman bank
16
387,563
20,608,414
25,000,000
Bank loans
Biaya masih harus dibayar
17
5,949,363
10,549,545
8,225,776
Accrued expenses
Obligasi yang diterbitkan
18
-
279,622,178
293,594,304
Bonds issued
Utang sewa pembiayaan
19
1,879,589
1,320,645
19,920
Finance lease payables
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
32
16,450,158
23,068,875
19,254,478
Provision for employee
service entitlements
2,214,157
1,983,185
1,840,880
Other liabilities
164,468,614
851,854,468
908,357,089
TOTAL LIABILITIES
Liabilitas lain-lain
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
EQUITY
Modal saham
Modal dasar – 200.000.000 saham
Dengan nilai nominal Rp1.000
per saham;
Ditempatkan dan disetor penuh
- 133.133.333 saham pada 2012
(31 Desember 2011: 133.133.333
Saham dan 1 Januari 2011:
100.000.000 saham)
20a
133,133,333
133,133,333
Tambahan modal disetor
20b
80,352,896
80,352,896
Capital stock
Authorized - 200,000,000 shares
with par value Rp1,000
per share;
Issued and fully paid
133,133,333 shares in 2012 (31 December 2011:
133,133,333 shares and
1 January 2011: 100,000,000
100,000,000
shares)
-
Saldo laba:
- Sudah ditentukan penggunaannya
Additional paid-in capital
Retained earnings:
21
- Belum ditentukan penggunaannya
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
15,000,000
15,000,000
10,000,000
Appropriated -
85,383,063
78,393,344
166,620,729
Unappropriated -
313,869,292
306,879,573
276,620,729
Total equity attributable to
equity holders
of the parent entity
44,309
40,925
-
Non-controlling interest
JUMLAH EKUITAS
313,913,601
306,920,498
276,620,729
TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS
478,382,215
1,158,774,966
1,184,977,818
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Kepentingan non-pengendali
33
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 4)
Restated (refer to Note 4) (*
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 1/2 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
PENDAPATAN USAHA
Komisi perantara pedagang
efek
Keuntungan (kerugian) dari
perdagangan efek
Jasa manajemen investasi
Jasa penasehat keuangan
Pendapatan fasilitas transaksi
Pendapatan bunga dan
dividen
Jasa penjaminan emisi dan
penjualan efek
2011*)
2012
OPERATING REVENUES
22
53,017,754
61,213,686
25
23
27
26,847,210
21,950,175
3,195,280
13,675,113
(16,233,091)
15,529,366
1,096,907
22,916,214
24
2,906,153
4,549,440
Interest income and dividends
26
30,553
3,898,928
Underwriting and selling fees
121,622,238
92,971,450
TOTAL OPERATING REVENUES
28
29
59,830,544
37,979,840
19,635,981
3,581,109
75,783,283
41,586,526
20,699,301
5,860,403
OPERATING EXPENSES
Employee salaries and allowances
General and administrative
Commissions
Advertising and promotions
30
(18,284,852)
(16,876,123)
102,742,622
127,053,390
JUMLAH PENDAPATAN USAHA
BEBAN USAHA
Gaji dan tunjangan karyawan
Umum dan administrasi
Komisi
Iklan dan promosi
Pembalikan penyisihan
kerugian penurunan nilai
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
JUMLAH BEBAN USAHA
Brokerage commissions
Gain/(loss) on trading of
marketable securities
Investment management fees
Financial advisory fees
Income from transaction facilities
Reversal of impairment losses
TOTAL OPERATING EXPENSES
LABA/(RUGI) USAHA
18,879,616
(34,081,940) INCOME/(LOSS) FROM OPERATIONS
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN
Beban bunga
Keuntungan penjualan aset tetap
Beban dan denda pajak
(1,129,580)
2,121
(971,464)
(27,360,151)
994,184
(589,188)
11
Rugi selisih kurs - bersih
Lain-lain - bersih
78,053
419,816
(35,811)
1,320,307
OTHER INCOME/(EXPENSES)
Interest expenses
Gain on sale of fixed assets
Tax expenses and penalties
Loss on foreign
exchange - net
Others - net
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH
(1,601,054)
(25,670,659)
OTHER EXPENSES - NET
LABA/(RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
17,278,562
(59,752,599)
INCOME/(LOSS) BEFORE
TAX EXPENSE
(1,668,268)
(8,617,191)
(135,061)
(23,338,800)
INCOME TAX EXPENSE
Current
Deferred
(10,285,459)
(23,473,861)
Income tax expense - net
6,993,103
(83,226,460)
INCOME/(LOSS) FOR THE YEAR
BEBAN PAJAK
Kini
Tangguhan
Beban pajak penghasilan - bersih
LABA/(RUGI) TAHUN BERJALAN
31c
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN
JUMLAH LABA/(RUGI)
KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
-
6,993,103
-
(83,226,460)
*) Disajikan kembali (refer to Note 4)
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME/(LOSS)
FOR THE YEAR
Restated (refer to Note 4)(*
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 2/1 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN LABA RUGI
KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
2011*)
JUMLAH LABA/(RUGI) TAHUN
BERJALAN TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
6,989,719
3,384
(83,227,385)
925
TOTAL INCOME/(LOSS)
FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
Equity holders of the parent entity
Non-controlling interest
JUMLAH
6,993,103
(83,226,460)
TOTAL
JUMLAH LABA/(RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
6,989,719
3,384
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME/(LOSS) FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
(83,227,385) Equity holders of the parent entity
925
Non-controlling interest
JUMLAH
6,993,103
(83,226,460)
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 4)
TOTAL
Restated (refer to Note 4) (*
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 2/2 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
Saldo 31 Desember 2010
Rugi tahun berjalan
Pendapatan dari Entitas Anak
yang dapat diatribusikan
untuk kepentingan non
pengendali
Setoran modal baru
Modal Saham
Ditempatkan
dan Disetor
Penuh/
Issued and
Fully Paid
Capital Stock
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
Saldo laba/Retained earnings*)
Tambahan
Modal Disetor/
Additional
Paid-in Capital
Total Ekuitas
Pemilik Entitas
Induk/Total Equity
Owners of Parent
Sudah ditentukan
penggunaannya/
Appropriated
Belum ditentukan
penggunaannya/
Unappropriated
166,620,729
276,620,729
-
276,620,729
(83,227,385)
(83,227,385)
-
(83,227,385)
100,000,000
-
10,000,000
-
-
-
Kepentingan
Nonpengendali/Non
controlling interest
Total Ekuitas/
Total Equity
Balance as of 31 December 2010
Income for the year
-
-
-
-
-
925
925
Income from
Subsidiary attributable to noncontrolling interest
33,133,333
80,352,896
-
-
113,486,229
-
113,486,229
New paid up capital
-
-
-
Provision for general reserve
Pembentukan cadangan umum
21
-
-
5,000,000
Pembentukan Entitas Anak
33
-
-
-
-
-
40,000
40,000
Establishment of Subsidiary
133,133,333
80,352,896
15,000,000
78,393,344
306,879,573
40,925
306,920,498
Balance as of 31 December 2011
Laba tahun berjalan
-
-
-
6,989,719
6,989,719
-
6,989,719
Income for the year
Pendapatan dari Entitas Anak
yang dapat diatribusikan
untuk kepentingan non
pengendali
-
-
-
-
-
3,384
3,384
Income from
Subsidiary attributable to noncontrolling interest
133,133,333
80,352,896
15,000,000
85,383,063
313,869,292
44,309
313,913,601
Balance as of 31 December 2012
Saldo 31 Desember 2011
Saldo 31 Desember 2012
(5,000,000)
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 4)
Restated (refer to Note 4)(*
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of
these consolidated financial statements.
Lampiran – 3 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan komisi perantara
pedagang efek
Penerimaan dari nasabah - bersih
Penerimaan dari nasabah marjin
Jasa manajemen investasi,
penasehat keuangan, penjamin
emisi dan penjualan efek
Penerimaan dari lembaga kliring
dan penjaminan
Penerimaan atas efek diperdagangkan
Penerimaan bunga dan dividen
dari efek diperdagangkan
Penerimaan lainnya
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran bunga
(Pembelian) penjualan
portofolio efek
Pembayaran kepada pihak ketiga
Pembayaran komisi agen
(Pembayaran pajak penghasilan)/
penerimaan dari lebih bayar
pajak penghasilan - bersih
Kas neto (digunakan untuk)/
diperoleh dari aktivitas pendanaan
2011
22
53,017,754
(251,458,444)
36,805,266
61,213,686
25,057,062
21,105,708
23,26
21,448,301
20,525,201
29,903,419
(10,626,541)
18,118,811
15,630,051
2,906,153
1,389,172
(67,372,406)
(21,467,934)
4,549,440
22,272,952
(63,168,481)
(46,778,091)
192,802,349
(42,234,285)
(17,921,769)
(42,178,242)
(39,580,262)
(20,699,301)
(543,556)
(65,299)
(Payments of income tax)/receipts of
income tax refund - net
(73,352,521)
(23,996,765)
Net cash (used in)/provided by
operating activities
24
15,061,437
(1,151,405)
11
11
Kas bersih diperoleh dari/
(digunakan untuk) aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Setoran modal baru
(Pembayaran) penerimaan
pinjaman bank - neto
(Pembayaran) penerimaan
dari penjualan obligasi dalam
perbendaharaan - neto
2012
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Brokerage commissions
received
Receipts from customers - net
Receipts from margin customers
Investment management, financial
advisory, underwriting and
selling fees
Receipts from clearing and
guarantee institution
Receipts from trading securities
Interests and dividends received
from trading securities
Other receipts
Payments to employees
Interest payments
(Purchase) sale of
marketable securities
Payments to third parties
Payments to commissions agents
Kas bersih (digunakan untuk)/
diperoleh dari aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan bunga dan dividen
Penempatan Jaminan
Hasil penjualan
aset tetap
Perolehan aset tetap
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
24,857,391
-
7,642
(11,895,767)
1,492,345
(8,404,799)
2,021,907
17,944,937
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Interests and dividends received
Additional securities deposits
Proceeds from sale of
fixed assets
Acquisition of fixed assets
Net cash provided by/
(used in) investing activities
16
(20,220,851)
(4,391,586)
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
New paid up capital
(Payments of) proceeds from
bank loans - net
18
(280,000,000)
(15,229,583)
(Payment) proceeds from sale
of treasury bonds - net
(300,220,851)
93,865,060
Net cash (used in)/provided
by financing activities
20a
-
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
113,486,229
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 4/1 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
Pengaruh perubahan kurs
mata uang asing pada
kas dan setara kas
2011
-
(PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
(371,551,465)
(35,811)
Net effect of changes
in exchange rates on
cash and cash equivalents
NET (DECREASE)/INCREASE IN
87,777,421 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
5
521,010,335
433,232,914
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
5
149,458,870
521,010,335
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
75,060,381
74,398,489
390,476,335
130,534,000
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CONSIST OF:
Cash and banks
Time deposits
149,458,870
521,010,335
TOTAL CASH AND
CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
TERDIRI DARI:
Kas dan bank
Deposito berjangka
TOTAL KAS DAN SETARA KAS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
Lampiran – 4/2 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM
a.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
1.
Pendirian dan informasi umum
GENERAL
a.
Establishment and general information
PT BNI Securities (“Perusahaan”) didirikan
berdasarkan akta notaris No. 22 tanggal
12 April 1995 dari Koesbiono Sarmanhadi,
S.H. di Jakarta. Akta tersebut kemudian
diubah dengan akta No. 39 dari notaris yang
sama tanggal 3 Mei 1995. Akta perubahan dan
pendiriannya
disahkan
oleh
Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam surat
keputusan
No.
C2-6278.HT.01.01.Th.95
tanggal 19 Mei 1995, serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 55,
Tambahan No. 5804 tanggal 11 Juli 1995.
PT BNI Securities (the “Company”) was
established by virtue of notarial deed No. 22
dated April 12, 1995 of Koesbiono
Sarmanhadi, S.H. in Jakarta. The deed was
amended by notarial deed No. 39 dated
May 3, 1995 of the same notary. The deeds of
establishment and amendment thereon were
approved by the Minister of Justice of the
Republic of Indonesia in his decision letter
No. C2-6278.HT.01.01.Th.95 dated May 19,
1995, and was published in the State Gazette
of the Republic of Indonesia No. 55
Supplement No. 5804 dated July 11, 1995.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 55 dari Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
tanggal 18 April 2012 sehubungan dengan
Pemberitahuan Perubahan Susunan Pengurus
Perusahaan. Perubahan terakhir tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam suratnya No. AHU-AH.01.10-15030
tanggal 27 April 2012.
The Company’s Articles of Association was
amended several times, most recently by
notarial deed No. 55 dated April 18, 2012 of
Fathiah Helmi, S.H related to the Company’s
Management
Composition
Change
Announcement. This latest amendment was
approved by the Minister of Laws and Human
Rights of the Republic of Indonesia in its letter
No. AHU.AH.01.10-15030 dated April 27,
2012.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perusahaan meliputi perdagangan efek,
termasuk di dalamnya bertindak sebagai
perantara pedagang efek dan penjamin emisi
efek dan kegiatan lain yang berhubungan
dengan
kegiatan
tersebut
dengan
memperhatikan peraturan Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(BAPEPAM-LK) dan peraturan perundanganundangan lain yang berlaku.
According to article 3 of the Company’s
Articles of Association, the scope of
Company’s activities comprises of securities
trading, including securities brokerage and
underwriting and other related activities
allowed by the Capital Market and Financial
Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK)
and other regulations.
Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai
perantara pedagang efek, penjamin emisi
saham dan manajer investasi dari Ketua
BAPEPAM-LK masing-masing melalui surat
keputusan No. KEP-19/PM/1995, No. KEP020/PM/1995 tanggal 8 Agustus 1995 dan
No. KEP-07/PM-MI/1995 tanggal 23 Oktober
1995, dan dialihkan kepada PT BNI Asset
Management berdasarkan surat keputusan
No. Kep-480/BL/2009 tanggal 31 Desember
2009.
The Company obtained its licenses for
securities
brokerage,
underwriting
and
investment management from the Chairman of
BAPEPAM-LK in his
Decision Letter
No. KEP-19/PM/1995, No. KEP-020/PM/1995
dated August 8, 1995 and No. KEP-07/PMMI/1995 dated October 23, 1995, respectively,
and was transferred to PT BNI Asset
Management
through
decree
No. Kep-480/BL/2009 dated 31 December
2009.
Lampiran – 5/1 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
a.
b.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
1.
Pendirian dan informasi umum (lanjutan)
GENERAL (continued)
a.
Establishment
(continued)
and
general
information
Dalam rangka penerapan fungsi independensi
manajer investasi berdasarkan Peraturan
Bapepam-LK No. V.D.11 yang merupakan
lampiran dalam surat keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-480/BL/2009 tanggal
31 Desember 2009 tentang Pedoman
Pelaksanaan Fungsi-fungsi Manajer Investasi,
Perusahaan telah selesai melaksanakan
proses pemisahan/pemekaran usaha (spin-off)
dari operasi bisnis divisi manajer investasi
dengan membentuk sebuah perusahaan baru
bernama PT BNI Asset Management. Proses
pendiriannya telah disetujui dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa BNIS
tanggal 1 Maret 2011.
In order to implement the independence
function of the investment manager in
accordance with Bapepam-LK regulation
No. V.D.11 as attached in the decree of the
Chairman
of
Bapepam-LK
No. Kep-480/BL/2009 dated 31 December
2009 about The Guidelines for Investment
Manager’s Functions, the Company completed
the process of spin-off from the business of the
investment manager by establishing a new
company named PT BNI Asset Management.
The establishment was approved during the
BNI Securities Shareholders’ Extraordinary
General Meeting dated March 1, 2011.
Perusahaan memiliki 99,90% dari jumlah
saham PT BNI Asset Management yang
didirikan tanggal 28 Maret 2011 dan bergerak di
bidang manajemen dan penasehat investasi.
The Company owns 99.90% of the total
share capital of PT BNI Asset Management
which was established on March 28, 2011 and
engaged in investment management and
advisory activities.
Manajemen dan organisasi
b.
Akta yang berhubungan dengan pengesahan
susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
adalah:
Akta notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 55,
tanggal 18 April 2012 yang telah diterima
dan dinyatakan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam suratnya No. AHU-AH.01.10-15030
tanggal 27 April 2012;
-
-
-
Akta notaris Dina Chozie, S.H., No. 2,
tanggal 10 Februari 2012 yang telah
diterima dan dinyatakan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam suratnya No. AHUAH.01.10-06402 tanggal 23 Februari
2012;
Akta notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 2,
tanggal 4 November 2010 yang telah
diterima dan dinyatakan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam suratnya No. AHUAH.01.10-29160 tanggal 15 November
2010;
Akta notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 7
tanggal 6 September 2010 yang telah
diterima dan dinyatakan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam suratnya No.AHUAH.01.10-24016 tanggal 23 September
2010;
Executive board and organization
The notarial deeds related to the legalization of
the Company’s Commissioners and Directors
structure are:
Notarial deed of Fathiah Helmi, S.H., No.
55 dated April 18, 2012 which was
received and acknowledged by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its letter No.
AHU-AH.01.10-15030 dated April 27,
2012;
Notarial deed of Dina Chozie, S.H., No. 2
dated February 10, 2012 which was
received and acknowledged by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its letter No.
AHU-AH.01.10-06402 dated February 23,
2012;
Notarial deed of Fathiah Helmi, S.H., No.
2 dated November 4, 2010 which was
received and acknowledged by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its letter No.
AHU-AH.01.10-29160 dated November
15, 2010;
Notarial
deed
of
Fathiah
Helmi, S.H., No. 7 dated September 6,
2010
which
was
received
and
acknowledged by the Minister of Laws and
Human Rights of the Republic of
Indonesia in its letter No. AHU-AH.01.1024016 dated September 23, 2010;
Lampiran – 5/2 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
a.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
1.
Manajemen dan organisasi (lanjutan)
GENERAL (continued)
b.
Executive board and organization
(continued)
-
Akta notaris Sri Hastuti, S.H., No. 6
tanggal 19 Juli 2010 yang telah diterima
dan dinyatakan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-AH.01.10-18926 tanggal 26 Juli
2010 dan surat Keputusan BAPEPAMLK No. S/1916/BL/2008 tanggal 19 Maret
2009; dan
-
-
Akta notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 47
tanggal 30 April 2009 yang telah diterima
dan dinyatakan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-AH.01.10-06489 tanggal 22 Mei
2009 dan surat Keputusan BAPEPAM-LK
No. S/1916/BL/2008 tanggal 19 Maret
2009.
-
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan
pada
tanggal-tanggal
31
Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2012/
31 December 2012
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Hindarmojo Hinuri
Finaldi Sjamsul
K. Haznam
Sutirta Budiman
31 Desember 2012/
31 December 2012
Direksi
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
31 Desember 2012/
31 December 2012
Komite Audit
Ketua
Anggota
Anggota
The composition of Board of Commissioners
and Directors of the Company as of 31
December 2012 and 2011 are as follows:
31 Desember 2011/
31 December 2011
Hindarmojo Hinuri
Dwijanti Tjahjaningsih
Finaldi Sjamsul
K. Haznam
Sutirta Budiman
Finaldi Sjamsul K. Haznam
Bambang Karuliawasto
Rusmin
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Commissioner
Commissioner
31 Desember 2011/
31 December 2011
Jimmy Nyo
Aswardin
Moh. Rubani
Kenichiro Matsuhisa
Susunan
Komite
Audit
pada
tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 yang dibentuk
berdasarkan
surat
keputusan
Dewan
Komisaris
No. Kep/01/DK/2012
tanggal
8 Februari 2012 sebagai berikut:
Notarial deed of Sri Hastuti, S.H., No. 6
dated July 19, 2010 which was received
and acknowledged by the Minister of Laws
and Human Rights of the Republic of
Indonesia in its letter No. AHU-AH.01.1018926 dated July 26, 2010 and a decision
letter
from
BAPEPAM-LK
No.
S/1916/BL/2008 dated March 19, 2009;
and
Notarial deed of Fathiah Helmi, S.H. No.
47 dated April 30, 2009 which was
received and acknowledged by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its letter No.
AHU-AH01.10-06489 dated May 22, 2009
and a decision letter from BAPEPAM-LK
No. S/1916/BL/2008 dated March 19,
2009.
Jimmy Nyo
Aswardin
Moh. Rubani
-
Directors
President Director
Director
Director
Director
The Audit Committee as of 31 December 2012
and 2011 was formed based on the Board of
Commissioners’ letter No. Kep/01/DK/2012
dated February 8, 2012 as follows:
31 Desember 2011/
31 December 2011
Sutirta Budiman
Bambang Karuliawasto
Untung Dwiyono
Lampiran – 5/3 - Schedule
Board of Directors
Chairman
Member
Member
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
a.
1.
Manajemen dan organisasi (lanjutan)
GENERAL (continued)
b.
Executive
(continued)
board
and
organization
Perusahaan berdomisili di Sudirman Plaza
Indofood Tower, lantai 16, Jl. Jenderal
Sudirman Kav. 76-78, Jakarta 12910,
Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2012,
Perusahaan memiliki 73 outlet cabang yang
tersebar di beberapa kota di Indonesia (2011:
65 outlet cabang). Perusahaan memiliki
karyawan tetap sebanyak 313 dan 283 orang
masing-masing
pada
tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 (tidak diaudit).
The Company is domiciled at Sudirman Plaza
th
Indofood Tower, 16
floor, Jl. Jenderal
Sudirman Kav. 76-78, Jakarta 12910,
Indonesia. As of 31 December 2012, the
Company has 73 outlets located in various
cities in Indonesia (2011: 65 outlets). The
Company has 313 and 283 permanent
employees as of 31 December 2012 and 2011,
respectively (unaudited).
Gaji dan kompensasi yang dibayarkan kepada
Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing
sebesar Rp8.524.579 dan Rp9.481.837 serta
seluruhnya
merupakan
imbalan
jangka
pendek.
The aggregate short term salaries and other
compensation benefits of the Board of
Directors and Board of Commissioners of the
Company for the years ended 31 December
2012 and 2011 amounted to Rp8,524,579 and
Rp9,481,837, respectively, and all were short
term benefits.
Perusahaan
mempunyai
kepemilikan
langsung pada Entitas Anak berikut:
The Company has direct ownership in the
following Subsidiary:
Perusahaan/
Company
PT BNI Asset Management
c.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
Domisili/
Domicile
Jakarta
Tahun pendirian/
Year of
Kegiatan usaha/
incorporation Nature of business
2011
Entitas anak
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Manajer investasi/
Investment manager
c.
99.90%
Total aset/
Total assets
2012
2011
51,490,471
46,092,738
Subsidiary
PT BNI Asset Management (“BNI Asset
Management”) merupakan hasil pemekaran
usaha (spin-off) Divisi Manajemen Investasi
(“MI BNIS”) dari PT BNI Securities (BNIS).
Proses pendiriannya telah disetujui dalam
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
BNIS tanggal 1 Maret 2011. Pemekaran
usaha tersebut dilakukan dengan mengacu
kepada Peraturan Bapepam dan LK
No. V.D.11 sebagai lampiran dalam surat
keputusan
Ketua
Bapepam-LK
No. Kep-480/BL/2009 tentang Pedoman
Pelaksanaan
Fungsi-Fungsi
Manajer
Investasi.
PT BNI Asset Management (“BNI Asset
Management”) was created from the spin-off of
the Investment Management Division (“MI
BNIS”) of PT BNI Securities (BNIS). The spinoff was approved during the BNIS
Shareholders’ Extraordinary General Meeting
dated March 1, 2011. The spin-off was
conducted in accordance with Bapepam and
LK Regulation No. V.D.11 as attached in the
decree of the Chairman of Bapepam and LK
No. Kep-480/BL/2009 about The Guidelines for
Investment Manager’s Functions.
PT BNI Asset Management memiliki
21 karyawan tetap pada tanggal 31 Desember
2011 (tidak diaudit).
PT
BNI
Asset
Management
has
21 permanent employees as of 31 December
2011 (unaudited).
Lampiran – 5/4 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
d.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
1.
Penawaran umum obligasi
GENERAL (continued)
d.
The Company undertook a public offering of
BNI Securities Bond I year 2007 which was
issued on May 10, 2007, with a nominal value
of Rp300,000,000. The bond term is 5 years
and will be due on May 10, 2012. Interest is
paid quarterly with fixed interest rate of 12%.
The bond was offered at its nominal value, and
was declared effective by BAPEPAM-LK on
April 27, 2007, and registered at the
Indonesian Stock Exchange on May 11, 2007.
This bond was fully paid in the year 2012 (see
Notes 18).
Perusahaan telah melakukan penawaran
umum Obligasi I BNI Securities tahun 2007
yang diterbitkan pada tanggal 10 Mei 2007,
dengan nilai nominal sebesar Rp300.000.000.
Jangka waktu obligasi selama 5 tahun dan
akan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2012.
Pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan
sekali dengan tingkat suku bunga tetap
sebesar 12%. Obligasi ditawarkan sebesar
nilai nominal, dinyatakan efektif oleh
BAPEPAM-LK pada tanggal 27 April 2007, dan
dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
11 Mei 2007. Obligasi ini telah dilunasi
seluruhnya pada tahun 2012 (lihat Catatan
18).
e.
Penyelesaian laporan keuangan
e.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Completion of the financial statements
The accompanying financial statements were
completed and authorized for issue by the
Company’s Directors on March 28, 2013.
Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi
Perusahaan pada tanggal 28 Maret 2013.
2.
Public offering of bonds
2.
SUMMARY
POLICIES
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan
dalam
penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak
(“Grup”) adalah sebagai berikut:
The principal accounting policies applied in the
preparation of the consolidated financial statements
of the Company and Subsidiary (“Group”) are as
follows:
a.
keuangan
a. Basis of preparation of the consolidated
financial statements
Laporan keuangan konsolidasian untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 disusun sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”)
di Indonesia.
The consolidated financial statements for the
years ended 31 December 2012 and 2011
were prepared in conformity with Indonesian
Financial Accounting Standards.
Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan konsep akrual kecuali untuk
laporan arus kas, dan menggunakan konsep
biaya perolehan (historical cost), kecuali
seperti yang disebutkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian yang
relevan.
The consolidated financial statements have
been prepared on the accrual basis except for
the consolidated statements of cash flows, and
using the historical cost concept of accounting,
except as disclosed in the relevant notes to the
consolidated financial statements.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan
infomasi penerimaan dan pengeluaran kas
dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan
dengan menggunakan metode langsung.
The consolidated statements of cash flows
present information on receipts and payment of
cash and cash equivalent classified into
operating, investing and financing activities
using the direct method.
Dasar penyusunan
konsolidasian
laporan
Lampiran – 5/5 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
a.
b.
Dasar penyusunan laporan
konsolidasian (lanjutan)
keuangan
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
a.
ACCOUNTING
Basis of preparation of the consolidated
financial statements (continued)
Pada laporan arus kas, kas dan setara kas
terdiri dari saldo kas dan bank, dan deposito
berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang, serta deposito on call,
setelah dikurangin cerukan.
In the statement of cash flows, cash and cash
equivalent include cash on hand and in banks,
time deposit with maturities of three months or
less and deposit on call, net off bank overdraft.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian
ini adalah mata uang Rupiah.
The reporting currency used in
consolidated
financial
statements
Indonesian Rupiah.
Seluruh angka dalam laporan keuangan
konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara
khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan
dalam ribuan Rupiah yang terdekat.
All figures in the consolidated financial
statements are rounded to and stated in
thousands of Rupiah unless otherwise stated.
Prinsip-prinsip konsolidasian
b.
the
is
Principles of consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan PT BNI
Asset Management, yang dimiliki 99,90% oleh
Perusahaan. Pengendalian atas suatu Entitas
Anak dianggap ada apabila Perusahaan
menguasai Iebih dari 50% (lima puluh persen)
hak suara di Entitas Anak, atau Perusahaan
dapat menentukan kebijakan keuangan dan
operasi dari Entitas Anak atau mempunyai
kemampuan untuk memberhentikan atau
menunjuk mayoritas anggota direksi Entitas
Anak.
The consolidated financial statements include
the accounts of the Company and PT BNI
Asset Management, a 99.90% owned
subsidiary. Control is presumed to exist where
more than 50% (fifty percent) of the
Subsidiary’s voting power is controlled by the
Company, or the Company is able to govern
the financial and operating policies of the
Subsidiary, or control the removal or
appointment of the majority of the Subsidiary’s
board of directors.
Dalam hal pengendalian terhadap Entitas
Anak dimulai atau diakhiri dalam suatu tahun
berjalan, maka hasil usaha Entitas Anak yang
diperhitungkan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian hanya sebatas hasil pada saat
pengendalian tersebut mulai diperoleh atau
hingga saat pengendalian itu berakhir.
Where Subsidiary either began or ceased to
be controlled during the year, the results of
operations of those Subsidiaries are included
in the consolidated financial statements only
from the date that the control has commenced
or up to the date that the control has ceased.
Seluruh
saldo
dan
transaksi
antar
Perusahaan dan Entitas Anak yang signifikan
dieliminasi untuk mencerminkan posisi
keuangan dan hasil usaha konsolidasian
Perusahaan dan Entitas Anak sebagai satu
kesatuan usaha.
All significant balances and transactions
between the Company and Subsidiary are
eliminated to reflect the consolidated financial
position and results of operations of the
Company and its Subsidiary as a single entity.
Lampiran – 5/6 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b.
c.
Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Laporan keuangan konsolidasian disusun
dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk peristiwa dan transaksi
sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila
laporan keuangan Entitas Anak menggunakan
kebijakan akuntansi yang berbeda dari
kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasian, maka
dilakukan penyesuaian yang diperlukan
terhadap laporan keuangan Entitas Anak
tersebut.
The consolidated financial statements are
prepared using uniform accounting policies for
transactions
and
events
in
similar
circumstances. If the Subsidiary’s financial
statements use accounting policies different
from those adopted in the consolidated
financial statements, appropriate adjustments
are made to the Subsidiary’s financial
statements.
Kepentingan nonpengendali disajikan di
ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan dinyatakan sebesar
proporsi pemegang saham nonpengendali
atas laba tahun berjalan dan ekuitas Entitas
Anak tersebut sesuai dengan persentase
kepemilikan pemegang saham nonpengendali
pada Entitas Anak tersebut.
The non-controlling interest is presented in the
equity of the consolidated statements of
financial position and represents the noncontrolling stockholders’ proportionate share in
the income for the year and equity of the
Subsidiary based on the percentage of
ownership of the non-controlling stockholders
in the Subsidiary.
Perubahan kebijakan akuntansi
c.
Changes in accounting policies
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan
Indonesia
(“DSAK-IAI”)
telah
melakukan perubahan pada Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
efektif pada tanggal 1 Januari 2012 sebagai
berikut:
Financial Accounting Standard Board of
Indonesian Institute of Accounting (“DSAKIAI”) has issued revision of the following
Statements of Financial Accounting and
Interpretation of Statements of Financial
Accounting Standard which effective as at 1
January 2012:
-
PSAK 10 (Revisi 2010) – Pengaruh
Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing,
PSAK 13 (Revisi 2011) – Properti
Investasi,
PSAK 16 (Revisi 2011) – Aset Tetap,
PSAK 18 (Revisi 2010) – Akuntansi dan
Pelaporan Program Manfaat Purnakarya,
-
-
PSAK 24 (Revisi 2010) – Imbalan Kerja,
-
-
PSAK 26 (Revisi 2011) – Biaya Pinjaman,
-
-
PSAK 28 (Revisi 2012) – Akuntansi untuk
Asuransi Kerugian,
PSAK 30 (Revisi 2011) – Sewa,
PSAK 33 (Revisi 2011) – Aktivitas
Pengupasan
Lapisan
Tanah
dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup pada
Pertambangan Umum,
PSAK 34 (Revisi 2010) – Kontrak
Konstruksi,
PSAK 36 (Revisi 2012) – Akuntansi untuk
Asuransi Jiwa,
-
-
-
-
-
-
-
Lampiran – 5/7 - Schedule
SFAS 10 (Revised 2010) – The Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates,
SFAS 13 (Revised 2011) – Investment
Property,
SFAS 16 (Revised 2011) – Fixed Assets,
SFAS 18 (Revised 2010) – Accounting
and Reporting by Retirement Benefit
Plans,
SFAS 24 (Revised 2010) – Employee
Benefits,
SFAS 26 (Revised 2011) – Borrowing
Costs,
SFAS 28 (Revised 2012) – Accounting for
Loss Insurance,
SFAS 30 (Revised 2011) – Leases,
SFAS 33 (Revised 2011) – Stripping
Activities and Environmental Management
in General Mining,
SFAS 34 (Revised 2010) – Construction
Contracts,
SFAS 36 (Revised 2012) – Accounting for
Life Insurance
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
PSAK 45 (Revisi 2011) – Pelaporan
Keuangan Entitas Nirlaba,
PSAK 46 (Revisi 2010) – Pajak
Penghasilan,
PSAK 50 (Revisi 2010) – Instrumen
Keuangan: Penyajian,
PSAK 53 (Revisi 2010) – Pembayaran
Berbasis Saham,
PSAK 55 (Revisi 2011) – Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.
ACCOUNTING
Changes in accounting policies (continued)
-
SFAS 45 (Revised 2011) – Financial
Reporting for Non-Profit Organisations,
SFAS 46 (Revised 2010) – Income Taxes,
SFAS 50 (Revised 2010) – Financial
Instrument: Presentation,
SFAS 53 (Revised 2010) – Share-Based
Payment,
SFAS 55 (Revised 2011) – Financial
Instrument:
Recognition
and
Measurement,
SFAS 56 (Revised 2011) – Earnings Per
Share,
SFAS 60 – Financial Instruments:
Disclosures,
SFAS 61 – Accounting for Government
Grants and Disclosure of Government
Assistance,
SFAS 62 – Insurance Contracts
SFAS 63 – Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies,
SFAS 64 – Exploration and Evaluation of
Mineral Resources,
PSAK 56 (Revisi 2011) – Laba Per
Saham,
PSAK 60 – Instrumen Keuangan:
Pengungkapan,
PSAK 61 – Akuntansi Hibah Pemerintah
dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah,
-
PSAK 62 – Kontrak Asuransi
PSAK 63 – Pelaporan Keuangan dalam
Ekonomi Hiperinflasi,
PSAK 64 – Aktivitas Eksplorasi dan
Evaluasi pada Pertambangan Sumber
Daya Mineral,
ISAK 13 – Lindung Nilai Investasi Neto
dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri,
ISAK 15 – PSAK 24 – Batasan Aset
Imbalan Pasti, Persyaratan Minimum dan
Interaksinya,
ISAK 16 – Perjanjian Konsesi Jasa,
-
ISAK 18 – Bantuan Pemerintah – Tidak
Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas
Operasi,
ISAK 19 – Aplikasi Pendekatan Penyajian
Kembali pada PSAK 63: Pelaporan
Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi,
-
-
ISFAS 19 – Applying the Restatement
Approach under SFAS 63: Financial
Reporting in Hyperinflationary Economies,
ISAK 20 – Pajak Penghasilan –
Perubahan Dalam Status Pajak Entitas
atau Para Pemegang Saham,
ISAK 22 – Perjanjian Konsensi Jasa:
Pengungkapan,
ISAK 23 – Sewa Operasi-Insentif,
-
ISAK 24 – Evaluasi Substansi Beberapa
Transaksi yang Melibatkan suatu Bentuk
Legal Sewa,
ISAK 25 – Hak Atas Tanah,
ISAK 26 – Penilaian Ulang Derivatif
Melekat.
-
ISFAS 20 – Income Taxes – Changes in
the Tax Status of an Entity or its
Shareholders,
ISFAS 22 – Service Concession
Arrangement: Disclosure,
ISFAS 23 – Operating Leases Incentives,
ISFAS 24 – Evaluating the Substance of
Transaction Involving the Legal Form of a
Lease,
ISFAS 25 – Land Use Rights,
ISFAS 26 – Reassessment of Embedded
Derivatives.
-
-
-
-
-
-
Lampiran – 5/8 - Schedule
ISFAS 13 – Hedge of Net Investment in a
Foreign Operation,
ISFAS 15 – SFAS 24 – The Limit on a
Defined Benefit Asset, Minimum Funding
Requirements and their Interaction,
ISFAS 16 – Services Concession
Arrangements,
ISFAS 18 – Government Assistance – No
Specific Relation to Operating Activities,
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.
ACCOUNTING
Changes in accounting policies (continued)
Berikut adalah perubahan standar akuntansi di
atas yang relevan dan mempunyai dampak
signifikan
terhadap
laporan
keuangan
konsolidasian yang berlaku sejak tanggal 1
Januari 2012:
The followings are changes in the above
accounting standards which are relevant and
have significant impact to the consolidated
financial statements effective on 1 January
2012:
PSAK
60:
Pengungkapan
SFAS
60:
Disclosures
Instrumen
Keuangan:
Financial
Instruments:
PSAK 60 mensyaratkan pengungkapan yang
lebih ekstensif atas risiko keuangan apabila
dibandingkan dengan PSAK 50 (Revisi 2010),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian
dan
Pengungkapan”.
Pengungkapan
tersebut
antara lain:
SFAS 60 requires more extensive disclosure
of the Company’s financial risk management
compared to SFAS 50 (Revised 2010),
“Financial Instruments: Presentation and
Disclosures”. The requirements consist of the
following:
a.
Instrumen keuangan yang signifikan atas
posisi
keuangan
dan
performa
Perusahaan. Pengungkapan ini sejalan
dengan PSAK 50 (Revisi 2010).
a.
b.
Informasi kualitatif dan kuantitatif atas
eksposur risiko yang timbul dari instrumen
keuangan,
termasuk
pengungkapan
minimum atas risiko kredit, risiko likuiditas
dan risiko pasar. Pengungkapan kualitatif
menjelaskan
tujuan
manajemen,
kebijakan dan proses untuk mengelola
risiko tersebut. Pengungkapan kuantitatif
menjelaskan informasi tentang batas risiko
yang dihadapi Perusahaan, berdasarkan
informasi yang disiapkan secara internal
kepada personel manajemen kunci.
b. Qualitative and quantitative information
about exposure to risks arising from
financial instruments, including specified
minimum disclosures about credit risk,
liquidity risk and market risk. The
qualitative
disclosures
describe
management’s objectives, policies and
processes for managing those risks. The
quantitative
disclosures
provide
information about the extent to which the
Company is exposed to risk, based on
information provided internally to the
Company’s key management personnel.
PSAK 60 berlaku secara prospektif sejak
tanggal 1 Januari 2012. Grup telah
menyertakan
pengungkapan
yang
dipersyaratkan PSAK 60 untuk laporan
keuangan konsolidasian pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012.
SFAS 60 is applied prospectively since 1
January 2012. The Group has included
disclosures required by SFAS 60 in its
consolidated financial statements as at and for
the year ended 31 December 2012.
Pada tanggal 19 Oktober 2012, DSAK-IAI
mengeluarkan penyesuaian atas PSAK 60 di
atas yang akan efektif pada tanggal 1 Januari
2013. Penerapan dini atas penyesuaian
tersebut diperkenankan. Penyesuaian tersebut
terutama terkait dengan pengungkapan atas
aset keuangan, termasuk pencabutan atas
ketentuan penyajian untuk:
On 19 October 2012, DSAK-IAI issued
improvements to the above SFAS 60 which will
be effective 1 January 2013. Early adoption of
the
improvements
is
permitted.
The
improvements mainly relate to the disclosure of
financial assets; including the removal of the
requirement to disclose:
Lampiran – 5/9 - Schedule
The significance of financial instruments
for the Company’s financial position and
performance.
These
disclosures
incorporate many of the requirements
previously in SFAS 50 (Revised 2010).
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
PSAK
60:
Instrumen
Pengungkapan (lanjutan)


(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.
Keuangan:

Nilai wajar atas agunan yang
digunakan sebagai jaminan; dan
Nilai tercatat atas aset keuangan yang
belum jatuh tempo dan tidak
mengalami penurunan nilai yang telah
dinegosiasi ulang.
Aset dan liabilitas keuangan
(i)
Changes in accounting policies (continued)
SFAS
60:
Financial
Disclosures (continued)

d.
Fair value of collateral held as
security;and
Carrying value amount of financial
asset that are neither past due nor
impaired whose terms have been
renegotiated.
Financial asset and liabilities
(i)
Klasifikasi
Instruments:
The Group has decided to early adopt the
improvements made to SFAS 60 above
starting 1 January 2012.
Grup telah memutuskan untuk melakukan
penerapan dini atas penyesuaian PSAK 60
tersebut sejak 1 Januari 2012.
d.
ACCOUNTING
Grup
mengklasifikasikan
aset
keuangannya
berdasarkan
kategori
sebagai berikut pada saat pengakuan
awal:
 Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, yang
memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu
aset keuangan yang ditetapkan
demikian pada saat pengakuan awal
dan
aset
keuangan
yang
diklasifikasikan dalam kelompok yang
diperdagangkan;
 Pinjaman yang diberikan dan piutang;
 Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;

Investasi tersedia untuk dijual.
Classification
The Group classifies its financial assets in
the following categories at initial
recognition:

Financial assets at fair value through
profit or loss, which have 2 (two) subclassifications, i.e. financial assets
designated as such upon initial
recognition and financial assets as
held for trading;



Loans and receivables;
Held-to-maturity investments;
Available-for-sale investments.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke
dalam kategori sebagai berikut pada saat
pengakuan awal:
Financial liabilities are classified into the
following categories at initial recognition:


Fair value through profit or loss, which
has 2 (two) sub-classifications, i.e.
financial liabilities designated as such
upon initial recognition and those
classified as held for trading;

Other financial liabilities.

Diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, yang memiliki 2
(dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas
keuangan yang ditetapkan demikian
pada saat pengakuan awal dan
liabilitas
keuangan
yang
telah
diklasifikasikan
dalam
kelompok
diperdagangkan;
Liabilitas keuangan lain.
Lampiran – 5/10 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
Financial asset and liabilities (continued)
(i)
Klasifikasi (lanjutan)
ACCOUNTING
Classification (continued)
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Financial assets and liabilities at fair value
through profit or loss
Kelompok aset dan liabilitas diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi
adalah aset dan liabilitas keuangan
dimiliki untuk diperdagangkan yang
diperoleh atau dimiliki Grup terutama
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat, atau dimiliki sebagai
bagian dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama untuk
memperoleh laba jangka pendek atau
position taking.
The sub-classification of financial assets
and liabilities at fair value through profit or
loss consists of financial assets or
liabilities held for trading which the Group
acquires or incurs principally for the
purpose of selling or repurchasing in the
near term, or holds as part of a portfolio
that is managed together for short-term
profit or position taking.
Aset dan liabilitas dalam kelompok ini
dicatat pada nilai wajar dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian dengan
keuntungan atau kerugian diakui pada
laporan laba rugi
Assets and liabilities classified under this
category are carried at fair value in the
consolidated statements of financial
position, with any gain or losses being
recognized in the profit or loss.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Loans and receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang
adalah aset keuangan non-derivatif
dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi
di pasar aktif, kecuali:
 yang dimaksudkan oleh Grup untuk
dijual segera dalam waktu dekat, yang
diklasifikasikan
dalam
kelompok
diperdagangkan, serta yang pada
saat pengakuan awal ditetapkan
diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi;
 yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan dalam kelompok investasi
tersedia untuk dijual; atau
 dalam hal Grup mungkin tidak akan
memperoleh kembali investasi awal
secara substansial kecuali yang
disebabkan oleh penurunan kualitas
pinjaman yang diberikan dan piutang,
yang akan diklasifikasikan ke dalam
investasi yang tersedia untuk dijual.
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market, other than:
Lampiran – 5/11 - Schedule

those that the Group intends to sell
immediately or in the short term,
which are classified as held for
trading, and those that the Group
upon initial recognition designates as
at fair value through profit or loss;

those that the Group upon initial
recognition designates as availablefor-sale investments; or
those for which the Group may not
recover substantially all of its initial
investment, other than because of
loans and receivables deterioration,
which shall be classified as availablefor-sale investments.

PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
Financial asset and liabilities (continued)
(i)
Klasifikasi (lanjutan)
ACCOUNTING
Classification (continued)
Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo
Held-to-maturity financial assets
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo terdiri
dari aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan jatuh temponya telah ditetapkan
dimana Grup mempunyai intensi positif
dan kemampuan untuk memiliki aset
keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
Investasi yang dimiliki untuk periode yang
tidak dapat ditentukan tidak dikategorikan
dalam klasifikasi ini.
Held-to-maturity investments consist of
quoted non-derivative financial assets with
fixed or determinable payments and fixed
maturity that the Group has the positive
intention and ability to hold to maturity.
Investments intended to be held for an
undetermined period are not included in
this classification.
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Available-for-sale financial assets
Kategori tersedia untuk dijual terdiri dari
aset
keuangan
non-derivatif
yang
ditentukan sebagai tersedia untuk dijual
atau tidak diklasifikasikan sebagai salah
satu dari kategori aset keuangan lain.
The available-for-sale category consists of
non-derivative financial assets that are
designated as available-for-sale or are not
classified in one of the other categories of
financial assets.
Setelah pengukuran awal, investasi
tersedia untuk dijual diukur menggunakan
nilai wajar dengan keuntungan atau
kerugian
diakui
pada
laba
rugi
komprehensif yang (merupakan bagian
dari ekuitas) sampai dengan investasi
dihentikan pengakuannya atau sampai
investasi
dinyatakan
mengalami
penurunan nilai dimana akumulasi laba
atau rugi sebelumnya dilaporkan dalam
ekuitas dilaporkan dalam laporan laba
rugi.
After initial recognition, available-for-sale
investments are measured at fair value
with gains or losses being recognized in
other comprehensive income (as part of
equity)
until
the
investment
is
derecognized or until the investment is
determined to be impaired at which time
the cumulative gain or loss previously
reported in equity is included in the profit
or loss.
Hasil bunga efektif dan hasil dari nilai
tukar dinyatakan kembali untuk investasi
tersedia dijual dan dilaporkan pada
laporan laba rugi.
The effective yield and results of foreign
exchange
translation
of
monetary
available-for-sale
investments
are
reported in the profit or loss.
Liabilitas keuangan lain
Other financial liabilities
Liabilitas keuangan lainnya merupakan
liabilitas keuangan yang tidak dimiliki
untuk dijual atau ditentukan sebagai nilai
wajar melalui laporan laba rugi saat
pengakuan liabilitas.
Other financial liabilities pertain to
financial liabilities that are not held for
trading nor designated as at fair value
through profit or loss upon the inception of
the liability.
Lampiran – 5/12 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Classification
liabilities
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen ke
dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan
sifat dari informasi dan mempertimbangkan
karakteristik dari instrumen keuangan tersebut.
Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut:
The Company classifies the financial
instruments into classes that reflects the
nature of information and take into account the
characteristic of those financial instruments.
The classification can be seen in the table
below:
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK 55 (Revisi 2011)/
Category as defined by SFAS 55 (Revised
2011)
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
komprehensif/Financial assets
at fair value through profit or
loss
of
financial
Golongan
(ditentukan oleh Perusahaan)/
Class
(as determined by the
Company)
Aset keuangan dalam kelompok
diperdagangkan/Financial
assets held for trading
assets
and
Subgolongan/
Subclasses
Portofolio
efek/Marketable
securities
Kas dan setara kas/Cash and cash equivalent
Piutang nasabah/Receivables from customers
Aset
keuangan/
Financial
assets
Piutang pada lembaga kliring dan penjaminan/Receivables
from clearing house and guarantee institution
Piutang marjin/Margin receivables
Pinjaman yang diberikan dan
piutang/Loans and receivables
Piutang karyawan/Employee receivables
Aset lain-lain/Other assets
Aset keuangan yang tersedia
untuk dijual/Available-for-sale
financial assets
Uang
jaminan/Security
deposits
Piutang lain-lain –
neto/Other
receivables - net
Penyertaan saham/Investments in shares of stock
Utang kepada lembaga kliring dan penjaminan/Payables
to clearing house and guarantee institution
Utang nasabah/Payable to customers
Liabilitas
keuangan/
Financial
liabilities
Liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan
diamortisasi/Financial liabilities
at amortised cost
Liabilitas lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar
/Other liabilities and accrued expenses
Obligasi yang diterbitkan/Bonds issued
Utang margin/Margin payables
Pinjaman bank/Bank loans
Utang sewa pembiayaan/Finance lease payables
Lampiran – 5/13 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
Saling hapus instrumen keuangan
Offsetting financial instrument
(ii) Pengakuan awal
(ii) Initial recognition
a.
Pembelian atau penjualan aset
keuangan
yang
memerlukan
penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan
dan kebiasaan yang berlaku di pasar
(pembelian secara reguler) diakui
pada tanggal perdagangan, seperti
tanggal Grup berkomitmen untuk
membeli atau menjual aset.
a.
Purchase or sale of financial assets
that requires delivery of assets within
a time frame established by
regulation or convention in the market
(regular purchases) are recognized
on the trade date, i.e., the date that
the Group commits to purchase or
sell the assets.
b.
Aset
keuangan
dan
liabilitas
keuangan pada awalnya diukur pada
nilai wajarnya. Dalam hal aset
keuangan atau liabilitas keuangan
tidak diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, nilai wajar tersebut
ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan
secara
langsung.
Pengukuran aset keuangan dan
liabilitas
keuangan
setelah
pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
b.
Financial assets and liabilities are
initially recognized at fair value. For
those financial assets or liabilities not
measured at fair value through profit
or loss, the fair value is added with
directly attributable transaction costs.
The subsequent measurement of
financial
assets
and
liabilities
depends on their classification.
Grup, pada pengakuan awal dapat
menetapkan aset keuangan tertentu
sebagai nilai wajar melalui laporan laba
rugi (opsi nilai wajar). Selanjutnya,
penetapan ini tidak dapat diubah. Opsi
nilai wajar dapat digunakan hanya bila
memenuhi ketetapan sebagai berikut:
The Group, upon initial recognition, may
designate certain financial assets, as at
fair value through profit or loss (fair value
option). Subsequently, this designation
cannot be changed. The fair value option
is only applied when the following
conditions are met:

penetapan sebagai opsi nilai wajar
mengurangi
atau
mengeliminasi
ketidak-konsistenan pengukuran dan
pengakuan (accounting mismatch)
yang dapat timbul, atau

the application of the fair value option
reduces or eliminates an accounting
mismatch that would otherwise arise,
or

aset keuangan merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan
yang dikelola dan dilaporkan kepada
manajemen kunci berdasarkan nilai
wajar.

the financial assets are part of a
portfolio of financial instruments which
are managed and reported to key
management on a fair value basis.

aset keuangan dan liabilitas keuangan
terdiri dari kontrak utama dan derivatif
melekat yang harus dipisahkan.

the financial assets and liabilities
consist of a host contract and an
embedded derivative that must be
bifurcated.
Lampiran – 5/14 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
(iii) Subsequent measurement
Aset keuangan dalam kelompok tersedia
untuk dijual dan aset keuangan dan
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi diukur
pada nilai wajarnya.
Available-for-sale financial assets and
financial assets and liabilities held at fair
value through profit or loss are
subsequently measured at fair value.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
serta investasi dimiliki hingga jatuh tempo
dan liabilitas keuangan lainnya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Loans and receivables and held-tomaturity investments and other financial
liabilities are measured at amortized cost
using the effective interest method.
Setelah pengukuran awal, investasi
tersedia untuk dijual diukur menggunakan
nilai wajar dengan laba atau rugi yang
diakui sebagai bagian dari ekuitas sampai
dengan
investasi
dihentikan
pengakuannya atau sampai investasi
dinyatakan mengalami penurunan nilai
dimana akumulasi laba atau rugi
sebelumnya dilaporkan dalam ekuitas
diakui sebagai laba rugi. Hasil efektif dan
(bila dapat diaplikasikan) hasil dari nilai
tukar dinyatakan kembali untuk investasi
tersedia dijual dan diakui sebagai laba
rugi.
After initial recognition, available-for-sale
investments are measured at fair value
with gains or losses being recognized as
part of equity until the investment is
derecognized or until the investment is
determined to be impaired at which time
the cumulative gain or loss previously
reported in equity is recognized as profit
or loss. The effective yield and (where
applicable) results of foreign exchange
restatement
for
available-for-sale
investments are recognized as profit or
loss.
(iv)
(iv) Penghentian pengakuan
a.
Aset
keuangan
pengakuannya jika:
dihentikan
Derecognition
a.
Financial assets are derecognized
when:
-
Hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan
tersebut berakhir; atau
-
the contractual rights to receive
cash flows from the financial
assets have expired; or
-
Grup telah mentransfer haknya
untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset tersebut atau
menanggung liabilitas untuk
membayarkan arus kas yang
diterima tersebut secara penuh
tanpa penundaan berarti kepada
pihak
ketiga
di
bawah
kesepakatan pelepasan dan
antara
(a)
Grup
telah
mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas
aset, atau (b) Grup tidak
mentransfer
maupun
tidak
memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas
aset, tetapi telah mentransfer
kendali atas aset.
-
The Group has transferred its
rights to receive cash flows from
the asset or has assumed an
obligation to pay the received
cash flow in full without material
delay to a third party under a
‘pass-through’ arrangement; and
either (a) the Group has
transferred substantially all the
risks and rewards of the asset, or
(b) the Group has neither
transferred
nor
retained
substantially all the risks and
rewards of the asset, but has
transferred control of the asset.
Lampiran – 5/15 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(iv) Penghentian pengakuan (lanjutan)
a.
b.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
(iv)
Derecognition (continued)
a.
Aset
keuangan
dihentikan
pengakuannya jika: (lanjutan)
Financial assets are derecognized
when: (continued)
Ketika Grup telah mentransfer hak
untuk menerima arus kas dari aset
atau telah memasuki pass-through
arrangement dan tidak mentransfer
serta tidak mempertahankan secara
substansial seluruh risiko dan
manfaat atas aset atau tidak
mentransfer kendali atas aset, asset
diakui sebesar keterlibatan Grup yang
berkelanjutan atas aset tersebut.
When the Group has transferred its
rights to receive cash flows from an
asset or has entered into a passthrough arrangement and has neither
transferred nor retained substantially
all the risks and rewards of the asset
nor transferred control of the asset,
the asset is recognized to the extent
of the Group’s continuing involvement
in the asset.
Liabilitas
keuangan
dihentikan
pengakuannya jika liabilitas yang
ditetapkan dalam kontrak dilepaskan
atau dibatalkan atau kadaluarsa.
b. Financial liabilities are derecognized
when the obligation under the liability
is discharged, cancelled or has
expired.
Jika suatu liabilitas keuangan yang
ada digantikan dengan yang lain oleh
pemberi pinjaman yang sama pada
keadaan yang secara substansial
berbeda, atau berdasarkan suatu
liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka
pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian
pengakuan
liabilitas
awal
dan
pengakuan
liabilitas
baru,
dan
perbedaan nilai tercatat masingmasing diakui sebagai laba rugi.
Where an existing financial liability is
replaced by another from the same
lender on substantially different
terms, or the terms of an existing
liability are substantially modified,
such an exchange or modification is
treated as derecognition of the original
liability and the recognition of a new
liability, and the difference in the
respective carrying amounts
is
recognized as profit or loss.
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
(v) Income and expense recognition
a.
Pendapatan dan beban bunga atas
aset tersedia untuk dijual serta aset
keuangan dan liabilitas keuangan
yang dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi, diakui sebagai
laba rugi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif.
a.
Interest income and expense on
available-for-sale assets and financial
assets and liabilities measured at
amortized cost, are recognized as
profit or loss using the effective
interest method.
b.
Keuntungan dan kerugian yang timbul
dari perubahan nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan
yang diklasifikasikan sebagai diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi diakui pada laporan laba rugi.
b.
Gains and losses arising from
changes in the fair value of the
financial
assets
and
liabilities
classified as at fair value through
profit or loss are included in the profit
or loss.
Lampiran – 5/16 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(v) Pengakuan
(lanjutan)
pendapatan
dan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
beban
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
(v) Income
and
(continued)
expense
recognition
Keuntungan dan kerugian yang timbul
dari perubahan nilai wajar atas aset
keuangan yang diklasifikasikan dalam
kelompok tersedia untuk dijual diakui
secara langsung dalam ekuitas, kecuali
keuntungan
atau
kerugian
akibat
perubahan nilai tukar sampai aset
keuangan
tersebut
dihentikan
pengakuannya atau adanya penurunan
nilai.
Gains and losses arising from changes in
the fair value of available-for-sale financial
assets other than foreign exchange gains
or losses are recognized directly in equity,
until the financial asset is derecognized or
impaired.
Pada saat aset keuangan dihentikan
pengakuannya atau dilakukan penurunan
nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakui dalam ekuitas
harus diakui sebagai laba rugi.
When a financial asset is derecognized or
impaired, the cumulative gains or losses
previously recognized in equity is
recognized as profit or loss.
(vi) Reclassification of financial assets
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
Grup
tidak
diperkenankan
untuk
mereklasifikasi instrumen keuangan dari
atau ke kategori instrumen keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi selama instrumen
keuangan
tersebut
dimiliki
atau
diterbitkan.
The Group is not allowed to reclassify any
financial instrument out of or into the fair
value through profit or loss category while
it is held or issued.
Grup tidak boleh mengklasifikasikan aset
keuangan sebagai investasi dimiliki
hingga jatuh tempo, jika dalam tahun
berjalan atau dalam kurun waktu 2 (dua)
tahun sebelumnya, telah menjual atau
mereklasifikasi investasi dimiliki hingga
jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari
jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh
tempo (lebih dari jumlah yang tidak
signifikan dibandingkan dengan jumlah
nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo),
kecuali penjualan atau reklasifikasi
tersebut dimana:
The Group cannot classify any financial
assets as held-to-maturity investments, if
the entity has, during the current financial
year or during the 2 (two) preceding
financial years, sold or reclassified a
significant amount of held-to-maturity
investments before maturity (more than an
insignificant amount in relation to the total
amount of held-to-maturity investments)
other than sales or reclassifications that:
a.
a.
dilakukan ketika aset keuangan
sudah mendekati jatuh tempo atau
tanggal pembelian kembali di mana
perubahan suku bunga tidak akan
berpengaruh
secara
signifikan
terhadap nilai wajar aset keuangan
tersebut;
Lampiran – 5/17 - Schedule
are so close to maturity or the
financial asset’s repurchase date that
changes in the market rate of interest
would not have a significant effect on
the financial asset’s fair value;
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(vi) Reklasifikasi aset keuangan (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial asset and liabilities (continued)
(vi) Reclassification
(continued)
of
financial
assets
b.
terjadi
setelah
Grup
telah
memperoleh
secara
substansial
seluruh jumlah pokok aset keuangan
tersebut sesuai jadwal pembayaran
atau
Grup
telah
memperoleh
pelunasan dipercepat; atau
b.
occur after the Group has collected
substantially all of the original
principal of the financial assets
through scheduled payments or
prepayments; or
c.
terkait dengan kejadian tertentu yang
berada di luar kendali Grup, tidak
berulang, dan tidak dapat diantisipasi
secara wajar oleh Grup.
c.
are attributable to an isolated event
that is beyond the Group’s control, is
non-recurring and could not have
been reasonably anticipated by the
Group.
Reclassifications of financial assets from
held-to-maturity classification to availablefor-sale category are recorded at fair
value. Unrealized gains or losses are
recorded in the equity section until the
financial assets are derecognized, at
which time the accumulative gain or loss
previously recognised in the equity shall
be recognized as current year’s profit or
loss.
Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok
dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok
tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai
wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi tetap dilaporkan dalam
komponen ekuitas sampai aset keuangan
tersebut dihentikan pengakuannya, dan
pada saat itu keuntungan/kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
ekuitas harus diakui sebagai laba/rugi
tahun berjalan.
(vii) Offsetting
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan
dilakukan saling hapus dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika Grup
memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut dan adanya
maksud untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan
liabilitasnya
secara
simultan.
Financial assets and liabilities are offset
and the net amount is presented in the
consolidated statements of financial
position when, and only when, the Group
has a legal right to offset the amounts and
intends either to settle on a net basis or to
realize the assets and settle the liabilities
simultaneously.
Pendapatan dan beban disajikan dalam
jumlah neto hanya jika diperkenankan
oleh standar akuntansi.
Income and expenses are presented on a
net basis only when permitted by the
accounting standards.
Lampiran – 5/18 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial assets and liabilities (continued)
(viii) Amortized cost measurement
(viii) Pengukuran biaya diamortisasi
The amortized cost of a financial asset or
liability is the amount at which the
financial asset or liability is measured at
initial
recognition,
minus
principal
repayments, plus or minus the cumulative
amortization using the effective interest
method of any difference between the
initial amount recognized and the maturity
amount, minus any reduction for
impairment.
Biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan adalah
jumlah aset keuangan atau liabilitas
keuangan yang diukur pada saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran
pokok, ditambah atau dikurangi amortisasi
kumulatif menggunakan metode suku
bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai pengakuan awal dan nilai
jatuh temponya, dan dikurangi penurunan
nilai.
(ix) Fair value measurement
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset
dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas
dapat diselesaikan, diantara para pihak
yang memahami dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi yang wajar pada
tanggal pengukuran. Nilai pasar dapat
diperoleh dari IDMA (Interdealer Market
Association) atau harga yang diberikan
oleh broker (quoted price) dari Bloomberg
atau Reuters pada tanggal pengukuran.
Fair value is the amount for which an
asset can be exchanged, or a liability
settled, between knowledgeable, willing
parties in an arm’s length transaction on
the measurement date. The fair value can
be obtained from IDMA’s (Interdealer
Market Association) quoted market prices
or broker’s quoted price from Bloomberg
or Reuters on the measurement date.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar
dari
suatu
instrumen
dengan
menggunakan harga kuotasi di pasar aktif
untuk instrumen terkait. Suatu pasar
dianggap
aktif
bila
harga
yang
dikuotasikan tersedia sewaktu-waktu dari
bursa, pedagang efek (dealer), perantara
efek (broker), kelompok industri, badan
pengawas (pricing service or regulatory
agency), dan merupakan transaksi pasar
aktual dan teratur terjadi yang dilakukan
secara wajar.
When available, the Group measures the
fair value of an instrument using quoted
prices in an active market for that
instrument. A market is regarded as active
if quoted prices are readily and regularly
available from an exchange, dealer,
broker, industry group, pricing service or
regulatory agency and those prices
represent actual and regularly occurring
market transactions on an arm’s length
basis.
Jika pasar untuk instrumen keuangan
tidak aktif, Grup menetapkan nilai wajar
dengan menggunakan rata-rata quotation
dari minimal 2 market maker atau broker.
Disamping itu, Grup dapat menggunakan
metode analisa arus kas yang didiskonto
dan model penerapan harga opsi yaitu
Grup harus menentukan terlebih dahulu
tingkat diskonto yang akan digunakan
secara prudent berdasarkan observasi
terhadap
instrumen-instrumen
yang
tersedia di pasar yang dapat digunakan
sebagai benchmark, misalnya SBI,
obligasi rekap pemerintah, serta surat
utang negara lainnya.
If the market for a financial instrument is
not active, the Group establishes fair
value using average quotation minimum
from 2 market makers or brokers. In
addition, the Group can use discounted
cash flows analysis method and option
price model that the Group should
determine first which discount rate should
be used prudently based on observation
of instruments available in the market that
can be used as a benchmark, such as
Certificates
of
Bank
Indonesia,
government bonds and other government
bonds.
Lampiran – 5/19 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(ix) Pengukuran nilai wajar (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial assets and liabilities (continued)
(ix) Fair value measurement (continued)
Untuk instrumen keuangan yang tidak
mempunyai harga pasar, estimasi atas
nilai wajar portofolio efek ditetapkan
dengan mengacu pada nilai wajar
instrumen lain yang substansinya sama
atau dihitung berdasarkan arus kas yang
diharapkan terhadap aset neto efek-efek
tersebut.
For financial instruments with no quoted
market price, a reasonable estimate of the
fair value is determined by reference to
the fair value of another instrument which
substantially has the same characteristics
or calculated based on the expected cash
flows of the underlying net asset base of
the marketable securities.
Hasil dari suatu teknik penilaian
merupakan sebuah estimasi atau
perkiraan dari suatu nilai yang tidak dapat
ditentukan dengan pasti, dan teknik
penilaian yang digunakan mungkin tidak
dapat menggambarkan seluruh faktor
yang relevan atas posisi yang dimiliki
Grup. Dengan demikian, penilaian
disesuaikan dengan faktor tambahan
seperti model risiko model, risiko likuiditas
dan
risiko
kredit
counterparty.
Berdasarkan kebijakan teknik penilaian
nilai
wajar,
pengendalian
dan
prosedur yang diterapkan, manajemen
berkeyakinan bahwa penyesuaian atas
penilaian tersebut di atas diperlukan dan
dianggap tepat untuk menyajikan secara
wajar nilai dari instrumen keuangan yang
diukur berdasarkan nilai wajar dalam
laporan posisi keuangan. Data harga dan
parameter yang digunakan di dalam
prosedur pengukuran pada umumnya
telah di-review dan disesuaikan jika
diperlukan,
khususnya
untuk
perkembangan atas pasar terkini.
The output of a valuation technique is an
estimate or approximation of a value that
cannot be determined with certainty, and
the valuation technique employed may not
fully reflect all factors relevant to the
positions that the Group holds. Valuations
are therefore adjusted, with additional
factors such as model risks, liquidity risk
and counterparty credit risk. Based on the
established fair value valuation technique
policy, related controls and procedures
applied, management believes that these
valuation adjustments are necessary and
considered appropriate to fairly state the
values of financial instruments measured
at fair value in the statement of financial
position. Price data and parameters used
in
the
measurement
procedures
applied are generally reviewed and
adjusted, if necessary, particularly in
view of the current market developments.
Pada saat nilai wajar dari unlisted equity
instrumen tidak dapat ditentukan dengan
handal, instrumen tersebut dinilai sebesar
biaya
perolehan
dikurangi
dengan
penurunan nilai.
In cases when the fair value of unlisted
equity instruments can not be determined
reliably, the instruments are carried at
cost less impairment value.
Lampiran – 5/20 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(ix) Pengukuran nilai wajar (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial assets and liabilities (continued)
(ix) Fair value measurement (continued)
Aset keuangan dan aset yang dimiliki atau
liabilitas yang akan diterbitkan diukur
dengan menggunakan harga penawaran;
liabilitas keuangan dan aset yang dimilki
atau liabilitas yang akan diterbitkan diukur
menggunakan harga permintaan. Jika
Grup memiliki posisi aset dan liabilitas
konsolidasian dimana risiko pasarnya
saling hapus, maka Grup dapat
menggunakan nilai tengah dari pasar
sebagai dasar untuk menentukan nilai
wajar posisi risiko yang saling hapus
tersebut dan menerapkan penyesuaian
tersebut terhadap harga penawaran atau
harga permintaan terhadap posisi terbuka
atau neto (net open position), mana yang
lebih sesuai.
Financial assets and held or liabilities to
be issued are measured at bid price;
financial liabilities held or liabilities to be
acquired are measured at ask price.
Where the Group has consolidated assets
and liabilities positions with off-setting
market risk, middle market prices can be
used to measure the off-setting risk
positions and bid or ask price adjustment is
applied to the net open positions as
appropriate.
(x) Cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan
(x) Allowance for impairment losses of financial
asset
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup
mengevaluasi apakah terdapat bukti
objektif bahwa aset keuangan yang tidak
dicatat pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi telah mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan mengalami penurunan
nilai jika bukti objektif menunjukkan bahwa
peristiwa yang merugikan telah terjadi
setelah pengakuan awal aset keuangan,
dan peristiwa tersebut berdampak pada
arus kas masa datang atas aset keuangan
yang dapat diestimasi secara handal.
At end of reporting period, the Group
assesses whether there is objective
evidence that financial assets not carried at
fair value through profit or loss are
impaired. Financial assets are impaired
when there is objective evidence that a loss
event has occurred after the initial
recognition of the asset, and that the loss
event has an impact on the future cash
flows on the asset and can be estimated
reliably.
Grup pertama kali menentukan apakah
terdapat bukti obyektif penurunan nilai
secara individual atas aset keuangan
yang signifikan secara individual atau
kolektif untuk aset keuangan yang tidak
signifikan secara individual. Jika Grup
menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual,
terlepas aset keuangan tersebut signifikan
atau tidak, maka Grup memasukkan aset
tersebut ke dalam kelompok aset
keuangan yang memiliki karakteristik
risiko pinjaman dan piutang yang serupa
dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset keuangan
yang penurunan nilainya dilakukan secara
individual, dan untuk itu kerugian
penurunan nilai telah diakui atau tetap
diakui, tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.
The Group first assesses whether objective
evidence of impairment exists individually
for financial assets that are individually
significant, and individually or collectively
for financial assets that are not individually
significant. If the Group determines that no
objective evidence of impairment exists for
an individually assessed financial asset,
whether significant or not, it includes the
asset in a Group of financial assets with
similar credit risk characteristics and
collectively assesses them for impairment.
Financial assets that are individually
assessed for impairment and for which an
impairment loss is or continues to be
recognized are not included in a collective
assessment of impairment.
Lampiran – 5/21 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial assets and liabilities (continued)
(x) Cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan (lanjutan)
(x) Allowance for impairment losses of financial
asset (continued)
Jumlah kerugian penurunan nilai diukur
berdasarkan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang
didiskontokan menggunakan tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Nilai tercatat aset tersebut
dikurangi melalui akun cadangan kerugian
penurunan nilai dan beban kerugian diakui
pada laporan laba rugi. Jika pinjaman
yang diberikan atau aset keuangan dimiliki
hingga jatuh tempo memiliki suku bunga
variabel, maka tingkat diskonto yang
digunakan
untuk
mengukur
setiap
kerugian penurunan nilai adalah suku
bunga efektif yang berlaku yang
ditetapkan dalam kontrak.
Impairment losses on financial assets
carried at amortized cost are measured as
the difference between the carrying amount
of the financial assets and present value of
estimated future cash flows discounted at
the financial assets original effective
interest rate. Losses are recognized in the
profit or loss and reflected in an allowance
for impairment losses account against
financial assets carried at amortized cost. If
a loan or held-to-maturity securities have a
variable interest rate, the discount rate for
measuring any impairment loss is the
current effective interest rate determined
under the contract.
Perhitungan nilai kini dari estimasi arus
kas masa datang atas aset keuangan
dengan agunan mencerminkan arus kas
yang
dapat
dihasilkan
dari
pengambilalihan agunan dikurangi biayabiaya untuk memperoleh dan menjual
agunan, terlepas apakah pengambilalihan
tersebut berpeluang terjadi atau tidak.
The calculation of the present value of the
estimated future cash flows of a
collateralized financial asset reflects the
cash flows that may result from foreclosure
less costs for obtaining and selling the
collateral, whether foreclosure is probable
or not.
Pendapatan bunga atas aset keuangan
yang mengalami penurunan nilai tetap
diakui atas dasar suku bunga yang
digunakan untuk mendiskonto arus kas
masa datang dalam pengukuran kerugian
penurunan nilai. Ketika peristiwa yang
terjadi
setelah
penurunan
nilai
menyebabkan jumlah kerugian penurunan
nilai berkurang, kerugian penurunan nilai
yang sebelumnya diakui harus dipulihkan
dan pemulihan tersebut diakui pada
laporan laba.
Interest income on the impaired financial
assets continues to be recognized using
the rate of interest used to discount the
future cash flows for the purpose of
measuring the impairment loss. When a
subsequent event causes the amount of
impairment
loss
to
decrease,
the
impairment loss previously recognized is
reversed through the profit or loss.
Untuk investasi instrumen ekuitas yang
diklasifikasikan dalam kelompok tersedia
untuk dijual, penurunan yang signifikan
atau penurunan jangka panjang atas nilai
wajar investasi dalam instrumen ekuitas di
bawah biaya perolehannya merupakan
bukti obyektif terjadinya penurunan nilai
dan menyebabkan pengakuan kerugian
penurunan nilai.
In the case of equity instruments classified
as available-for-sale, a significant or
prolonged decline in the fair value of the
security below its cost is an objective
evidence of impairment resulting in the
recognition of an impairment loss.
Lampiran – 5/22 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.
ACCOUNTING
Financial assets and liabilities (continued)
(x) Cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan (lanjutan)
(x) Allowance for impairment losses of financial
asset (continued)
Kerugian penurunan nilai yang diakui di
laporan laba rugi atas investasi instrumen
ekuitas dalam kelompok tersedia untuk
dijual tidak boleh dipulihkan melalui
pembalikan
atas
penurunan
nilai
sebelumnya pada laporan laba rugi tahun
berjalan.
Impairment losses recognized in the profit
or loss on available-for-sale equity
instruments should not be recovered
through a reversal of a previously
recognized impairment loss in the current
year profit or loss.
Kerugian penurunan nilai atas portofolio
efek yang tersedia untuk dijual diakui
dengan mengeluarkan kerugian kumulatif
yang telah diakui secara langsung dalam
ekuitas ke dalam laporan laba rugi.
Jumlah
kerugian
kumulatif
yang
dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada
laporan laba rugi merupakan selisih
antara biaya perolehan, setelah dikurangi
dengan nilai pelunasan pokok dan
amortisasi, dengan nilai wajar kini,
dikurangi kerugian penurunan nilai aset
keuangan yang sebelumnya telah diakui
pada laporan laba rugi. Perubahan
penyisihan kerugian penurunan nilai yang
dapat di atribusikan pada nilai waktu (time
value) tercermin sebagai komponen
pendapatan bunga.
Impairment losses on available-for-sale
marketable securities are recognized by
transferring the cumulative loss that has
been recognized directly in equity to the
profit or loss. The cumulative loss that has
been removed from equity and recognized
in the profit or loss is the difference
between the acquisition cost, net of any
principal repayment and amortization, and
the current fair value, less any impairment
loss previously recognized in the profit or
loss. The changes in impairment losses
that can be attributable to time value is
recognized as interest income component.
Jika pada periode berikutnya, nilai
portofolio efek yang diklasifikasikan dalam
kelompok tersedia untuk dijual yang
mengalami penurunan nilai meningkat dan
peningkatan tersebut dapat secara
obyektif dihubungkan dengan peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan kerugian
penurunan nilai pada laporan laba rugi,
maka kerugian penurunan nilai tersebut
harus dipulihkan dan pemulihan tersebut
diakui pada laporan laba rugi.
If in a subsequent period, the fair value of
debt instrument classified as available-forsale securities increases and the increase
can be objectively related to an event
occurring after the impairment loss was
recognized in the profit or loss, the
impairment loss is reversed, with the
amount of reversal recognized in the profit
or loss.
Lampiran – 5/23 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e.
Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing
e.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan
2011, kurs Dolar Amerika Serikat terhadap
Rupiah adalah sebagai berikut (dalam Rupiah
penuh):
As of 31 December 2012 and 2011, the US
Dollars exchange rates used for translation
are as follows (full amounts in Indonesian
Rupiah):
2011
9,670
Kas dan setara kas
9,068
f.
Portofolio efek
United States Dollar 1 (USD)
Cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash on
hand, cash in banks and short-term deposits
with maturities of three months or less and are
not pledged or restricted.
Kas dan setara kas terdiri dari kas kecil, kas di
bank dan deposito berjangka pendek yang
penempatannya kurang dari tiga bulan dan
tidak
dijaminkan
serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
h.
Transactions and balances denominated in
foreign currencies
The Group maintains its accounting records in
Indonesian Rupiah. Transactions during the
year involving foreign currencies are recorded
at the rates of exchange prevailing at the time
the transactions were made. At end of
reporting period, all foreign currency monetary
assets and liabilities denominated in foreign
currencies are translated into Indonesian
Rupiah using the middle exchange rates
quoted by Bank Indonesia on those dates. The
resulting net foreign exchange gains or losses
are recognized in the current year’s profit or
loss.
1 Dolar Amerika Serikat (ASD)
g.
ACCOUNTING
Grup
menyelenggarakan
pembukuannya
dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi
selama tahun berjalan dalam mata uang asing
dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat
terjadinya transaksi. Pada akhir periode
pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing dijabarkan ke dalam mata
uang Rupiah dengan menggunakan kurs
tengah Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian
kurs yang timbul, diakui sebagai laba rugi
tahun berjalan.
2012
f.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
g.
Marketable securities
Portofolio efek yang dimiliki terdiri dari saham,
obligasi dan unit penyertaan reksadana.
Marketable securities consist of shares of
stocks, bonds and mutual fund units.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi
atas asset dan liabilitas keuangan.
Refer to Notes 2c for the accounting policies of
financial assets and liabilities.
Transaksi portfolio efek
h.
Securities transaction
Transaksi pembelian dan penjualan efek baik
untuk nasabah maupun untuk kepentingan
sendiri diakui dalam laporan keuangan Grup
pada saat timbulnya perikatan atas transaksi
efek.
Purchases and sales of securities both for
customers (securities brokerage transactions)
and the Group’s portofolio are recognized in
the Group’s financial statements when the
transactions are made.
Pembelian portofolio efek untuk nasabah
pemilik rekening dicatat sebagai piutang
nasabah dan utang pada lembaga kliring dan
penjaminan (LKP), sedangkan penjualan
portofolio efek dicatat sebagai utang nasabah
dan piutang pada LKP.
Purchases of securities for the interest of
customers are recorded as receivables from
customers and payable to the clearing and
guarantee institution (LKP), while sales of such
securities are recorded as payable to
customers and receivables from LKP.
Lampiran – 5/24 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h.
i.
Transaksi portfolio efek (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
h.
ACCOUNTING
Securities transaction (continued)
Penerimaan dana dari nasabah pemilik
rekening dalam rangka pembelian portofolio
efek, pembayaran dan penerimaan atas
transaksi pembelian dan penjualan untuk
nasabah dicatat sebagai bagian dari rekening
nasabah. Saldo lebih rekening nasabah
disajikan sebagai liabilitas sedangkan saldo
kurang rekening nasabah disajikan sebagai
aset.
Funds received from customers in connection
with securities purchased for their account,
and payments and receipts related to
purchases and sales of securities on behalf of
the customers are recorded as part of
customers’ accounts. Payable balances of
customers’ accounts are presented in the
balance sheet as liabilities, while receivable
balances are presented as assets.
Pada tanggal transaksi, pembelian portofolio
efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat
sebagai gagal terima dan disajikan di laporan
posisi keuangan konsolidasian sebagai
liabilitas. Transaksi penjualan portofolio efek
yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai
gagal serah dan disajikan di laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai aset.
On settlement date, failure in the settlement of
securities purchased is recorded as “failure to
receive account” and presented in the
consolidated statements of financial position
as a liability, while failure in settlement of
securities sold is recorded as “failure to deliver
account” and presented in the consolidated
statements of financial position as an asset.
Penerimaan uang dari nasabah untuk
pemesanan portofolio efek dalam rangka
penjaminan emisi portofolio efek diakui dan
disajikan tersendiri sebagai aset dan liabilitas.
Funds received from customers for securities
subscription in relation to underwriting are
recognized and separately presented as
assets and liabilities.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi
atas aset dan liabilitas keuangan.
Refer to Notes 2c for the accounting policies of
financial assets and liabilities.
Penyertaan saham
i.
Investments in shares of stock
Penyertaan saham merupakan penanaman
dana dalam bentuk saham pada PT KSEI, PT
Bursa Efek Indonesia dan PT Pemeringkat
Efek Indonesia.
Equity investments represent investments in
the form of shares of stock in PT KSEI, PT
Bursa Efek Indonesia and PT Pemeringkat
Efek Indonesia.
Investasi dengan persentase kepemilikan
dibawah 20% dan tidak memiliki pengaruh
yang signifikan dicatat dengan metode biaya
dikurangi
dengan
cadangan
kerugian
penurunan nilai.
Investments with an ownership interest below
20% and has no significant influence are
carried at cost reduced by an allowance for
impairment losses.
Penyertaan saham dengan metode biaya
terdiri dari efek ekuitas tanpa harga kuotasi
yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
handal, diklasifikasikan sebagai investasi
tersedia untuk dijual dan diukur dengan
menggunakan biaya perolehan dikurangi
dengan penurunan nilai.
Equity investments at cost method consist of
unquoted equity shares whose fair value can
not be reliably measured, that are classified as
available-for-sale investments and are carried
at cost less impairment.
Lampiran – 5/25 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j.
2.
Aset tetap
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.
ACCOUNTING
Fixed assets
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan
setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
rugi penurunan nilai (jika ada). Biaya
perolehan termasuk biaya penggantian bagian
aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya,
pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan,
biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai
suatu penggantian jika memenuhi kriteria
pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan
perbaikan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui sebagai laba rugi pada saat
terjadinya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai
residu, umur manfaat dan metode penyusutan
ditelaah kembali dan jika sesuai dengan
keadaaan, disesuaikan secara prospektif.
Fixed assets are stated at cost less
accumulated depreciation and impairment loss
(if any). Cost includes the replacement cost of
a part of the fixed assets when the expenditure
meets the criteria for recognition. When a
significant inspection of the asset is performed,
the cost of inspection is capitalized as part of
the replacement cost of the asset’s carrying
amount, if the criterias for recognition are met.
All maintenance and repair costs which do not
fulfill the capitalization criteria, are recognized
as profit or loss upon occurrence. At each
financial year end, the assets’ residual values,
useful lives and methods of depreciation are
reviewed, and adjusted prospectively as
appropriate.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus, berdasarkan estimasi
masa manfaat ekonomis untuk semua aset
tetap (kecuali tanah) sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straightline method over the expected useful lives of
all the fixed assets (except land) as follows:
Estimasi masa
manfaat /Estimated
useful lives
(Tahun/Years)
Gedung
Kendaraan
Peralatan kantor
Komputer
20
5
3-5
3
Building
Vehicles
Office equipment
Computers
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan
akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut
selesai
dikerjakan
dan
siap
digunakan.
Assets under construction are measured at
cost. The accumulated costs of construction of
fixed assets are reclassified to the fixed asset
account when the construction or installation is
completed.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan
dari
penggunaan
atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan
dan jumlah tercatat dari aset) diakui sebagai
laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
An item of fixed assets is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits
are expected from its use or disposal. Any gain
or loss arising from derecognition of the asset
(calculated as the difference between the net
disposal proceeds and the carrying amount of
the asset) is recognized as profit or loss in the
year the asset is derecognized.
Lampiran – 5/26 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j.
Aset tetap (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.
l.
Dana nasabah/rekening nasabah
Fixed assets (continued)
The carrying amounts of fixed assets are
reviewed as of each end of reporting period
date to assess whether they are recorded in
excess of their recoverable amounts and,
when carrying value exceeds the estimated
recoverable amount, assets are written down
to their recoverable amounts.
Nilai tercatat aset tetap dikaji ulang setiap
akhir periode pelaporan untuk menilai apakah
aset tetap tersebut nilai tercatatnya lebih tinggi
dari jumlah yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount) dari aset tetap tersebut.
Jika nilai tercatat aset melebihi taksiran jumlah
yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap
tersebut, nilai tercatat aset tetap harus
diturunkan menjadi nilai yang dapat diperoleh
kembali dari aset tetap tersebut.
k.
ACCOUNTING
k.
Customers' deposit/customer account
Dana nasabah merupakan dana yang
disimpan pada Perusahaan sebagai jaminan
atas transaksi perdagangan efek.
Customers’
deposit
represents
funds
deposited with the Company as collateral
against securities transactions.
Sejak 1 Februari 2012, sesuai dengan
Bapepam-LK (sekarang OJK) aturan dana
nasabah harus dicatat di dalam rekening
nasabah. Rekening nasabah adalah rekening
yang dimiliki oleh nasabah perusahaan efek
dalam kaitannya dengan transaksi jual beli
efek oleh nasabah. Rekening nasabah tidak
memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan
oleh Perusahaan, sehingga tidak dapat dicatat
dalam laporan posisi keuangan Perusahaan,
namun dicatat secara off-balance-sheet pada
Buku Pembantu Dana dan Buku Pembantu
Efek.
Since 1 February 2012, pursuant to
Bapepam-LK (now OJK) rules customers’
funds are to be recorded in the respective
customers’ own bank accounts (customer
account). Customer account is account
owned by the Company’s customers in
connection with buy and sell securities
transactions by them. Customer account
does not meet the criteria of the assets
recognition by the Company, therefore
Customer Account is not recorded in the
Company’s statements of financial position,
but instead it is recorded as off-balance-sheet
in Fund Ledger and Securities Ledger.
Sebelum
1
Februari
2012,
nasabah
menempatkan dana di Perusahaan untuk
transaksi jual dan beli sekuritas. Transaksi
tersebut dicatat di buku perusahaan sebagai
dana nasabah.
Prior to 1 February 2012, customers placed
funds with the Company for buy and sell
securities transactions. These were recorded
in the books of the Company as Customer’s
Deposits.
Pinjaman Bank
l.
Pinjaman Bank merupakan dana yang diterima
dari bank dengan kewajiban pembayaran
kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian.
Bank loans
Bank loans are funds received from banks,
with payment obligation based on the
agreement.
Lampiran – 5/27 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l.
Pinjaman Bank (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.
ACCOUNTING
Bank loans (continued)
Pinjaman Bank diakui sebesar nilai wajar pada
awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif. Biaya perolehan
diamortisasi
dihitung
dengan
memperhitungkan adanya diskonto atau premi
terkait dengan pengakuan awal pinjaman bank
dan biaya transaksi yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif.
Bank loans are initially recognized at fair value
and subsequently measured at amortized cost
using the effective interest method. Amortized
cost is calculated by taking into account any
discount or premium related to the initial
recognition of bank loans and transaction
costs that are an integral part of the effective
interest rate.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi
atas aset dan liabilitas keuangan.
Refer to Notes 2c for the accounting policies of
financial assets and liabilities.
m. Obligasi yang diterbitkan
n.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
m. Bonds issued
Obligasi yang diterbitkan dicatat sebesar nilai
nominal dikurangi saldo diskonto yang belum
diamortisasi.
Biaya-biaya
yang
terjadi
sehubungan dengan penerbitan obligasi
dicatat sebagai pengurang hasil emisi dan
diamortisasi selama jangka waktu obligasi
dengan menggunakan suku bunga efektif.
Bonds issued are presented at nominal value
net of unamortized discount. Costs incurred
related to the bond issuance are presented as
deduction from the proceeds of bonds issued
and amortized using the effective interest rate.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi
atas aset dan liabilitas keuangan.
Refer to Notes 2c for the accounting policies of
financial assets and liabilities.
Sewa pembiayaan
n.
Grup mengakui aset dan liabilitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian pada
awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset
sewaan atau sebesar nilai kini dari
pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih
rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa
dipisahkan antara bagian yang merupakan
beban keuangan dan bagian yang merupakan
pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan
dialokasikan pada setiap periode selama masa
sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku
bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada
periode terjadinya. Beban keuangan dicatat
dalam laporan laba rugi. Aset sewaan
(disajikan sebagai bagian “Aset tetap”)
disusutkan selama jangka waktu yang lebih
pendek antara umur manfaat aset sewaan
atau periode masa sewa, jika tidak ada
kepastian yang memadai bahwa Grup akan
mendapatkan hak kepemilikan pada akhir
masa sewa.
Financial leases
The Group shall recognize assets and
liabilities in its consolidated statements of
financial position at amounts equal to the fair
value of the leased property or, if lower, the
present value of the minimum lease payments,
each determined at the inception of the lease.
Minimum lease payments shall be apportioned
between the finance charges and the reduction
of the outstanding lease liability. The finance
charges shall be allocated to each period
during the lease term so as to produce a
constant periodic rate of interest on the
remaining balance of the lease liability.
Contingent rents shall be charged as
expenses in the periods in which they are
incurred. Finance charges are reflected in the
profit or loss. Capitalized leased assets
(presented under “Fixed assets”) are
depreciated over the shorter of the estimated
useful life of the assets or the lease term, if
there is no reasonable certainty that the Group
will obtain ownership by the end of the lease
term.
Lampiran – 5/28 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
o.
Pengakuan pendapatan dan beban
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
ACCOUNTING
Revenue and expense recognition
Pendapatan
Revenue
Pendapatan
komisi
sebagai
perantara
pedagang portofolio efek diakui pada saat
transaksi terjadi. Pendapatan dividen dari
portofolio efek saham diakui pada saat emiten
mengumumkan pembayaran dividen.
Brokerage commission income related to
intermediaries for securities trading are
recognized on the date of transactions.
Dividend income from shares is recognized
upon declaration by the issuers of the equity
securities.
Pendapatan dari jasa manajemen investasi
dan jasa penasehat keuangan diakui pada
saat jasa diberikan sesuai dengan ketentuan
dalam kontrak.
Fees from investment management and
financial advisory services are recognized
when the services are rendered based on the
terms of the contracts.
Pendapatan bunga dari penempatan deposito
berjangka, investasi kontrak pengelolaan dana
dan lainnya, dan piutang marjin diakui ketika
diperoleh berdasarkan basis akrual.
Interest income from time deposit, investment
management contract and others, and margin
receivables are recognized when earned on an
accrual basis.
Keuntungan (kerugian) dari perdagangan
portofolio efek meliputi keuntungan (kerugian)
yang timbul dari penjualan portofolio efek dan
keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar
portofolio efek.
Gains (losses) on trading of marketable
securities consist of gains (losses) on
securities sold and unrealized gains (losses)
from increases (decreases) in the fair value of
marketable securities.
Jasa penjaminan emisi portofolio efek diakui
pada saat aktivitas penjaminan emisi secara
substansi telah selesai dan jumlah pendapatan
telah dapat ditentukan.
Underwriting fees are recognized when
underwriting
activities
are
substantially
completed and the amount of income has
been determined.
Beban
Expenses
Beban yang terjadi sehubungan dengan
perdagangan efek untuk nasabah reguler
maupun marjin, manajemen investasi dan
penasehat investasi dibebankan pada saat
terjadi.
Expenses relating to trading securities of both
regular and margin customers, investment
management and advisory services are
recognized when incurred.
Beban yang timbul sehubungan dengan
proses penjaminan emisi diakumulasikan dan
dibebankan pada saat pendapatan penjaminan
emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan
emisi tidak diselesaikan dan emisi portofolio
efek dibatalkan, maka beban penjaminan emisi
tersebut dibebankan langsung sebagai laba
rugi tahun berjalan.
Expenses incurred relating to underwriting
activities are accumulated and charged
against income when underwriting fees are
recognized. When the underwriting activities
are not completed and shares issuance is
cancelled, the underwriting expenses are
charged to the current year’s profit or loss.
Beban lainnya termasuk komisi pada agen
diakui atas dasar akrual.
Other expenses including commissions on
agents are recognized on an accrual basis.
Lampiran – 5/29 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p.
Perpajakan
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.
ACCOUNTING
Taxation
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak
tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba
rugi konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut
terkait dengan transaksi atau kejadian yang
langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini,
pajak tersebut masing-masing diakui dalam
pendapatan komprehensif lain atau ekuitas.
The tax expense comprises current and
deferred tax. Tax is recognised in the
consolidated statement of income, except to
the extent that it relates to items recognized
directly in equity. In this case, the tax is also
recognised in other comprehensive income or
directly in equity, respectively.
Manajemen Grup mengevaluasi secara
periodik implementasi terhadap peraturan
perpajakan yang berlaku terutama yang
memerlukan interpretasi lebih lanjut mengenai
pelaksanaannya termasuk juga evaluasi
terhadap surat ketetapan pajak yang diterima
dari kantor pajak. Lebih lanjut, manajemen
membentuk cadangan, jika dianggap perlu
berdasarkan jumlah yang diestimasikan akan
dibayarkan ke kantor pajak.
Group’s management periodically evaluates
the
implementation
of
prevailing
tax
regulations especially those that are subject to
further interpretation on its implementation,
including evaluation on tax assessment letters
received from tax authorities. Where
appropriate management establishes
provisions based on the amounts expected to
be paid to the tax authorities.
Grup menerapkan metode liabilitas laporan
posisi keuangan (balance sheet liability
method) untuk menentukan beban pajak
penghasilan. Menurut metode liabilitas laporan
posisi keuangan, aset dan utang pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer antara nilai aset dan liabilitas yang
tercatat di laporan posisi keuangan dengan
dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas
tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Metode ini juga mensyaratkan adanya
pengakuan manfaat pajak di masa datang
yang belum digunakan apabila besar
kemungkinan bahwa manfaat tersebut dapat
direalisasikan di masa yang akan datang.
The balance sheet liability method is applied to
determine income tax expense in Group.
Under the balance sheet liability method,
deferred tax assets and liabilities are
recognised for all temporary differences arising
between the tax base of assets and liabilities
and their carrying amount in the consolidated
statement of financial position at each
reporting date. This method also requires the
recognition of future tax benefits, to the extent
that realisation of such benefits is probable.
Pajak
tangguhan
dihitung
dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substansial diberlakukan pada periode
dimana aset tersebut direalisasi atau liabilitas
tersebut diselesaikan. Perubahan nilai tercatat
aset dan liabilitas pajak tangguhan yang
disebabkan oleh perubahan tarif pajak
dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke
ekuitas.
Currently enacted or substantially enacted tax
rates at the time deferred tax assets has been
realised or deferred tax liabilities has been
settled are used in the determination of
deferred income tax. The changes to the
carrying value of deferred tax assets and
liabilities due to the changes of tax rates are
charged in the current year, except for
transactions which previously have been
directly charged or credited to shareholders’
equity.
Lampiran – 5/30 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p.
q.
Perpajakan (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.
ACCOUNTING
Taxation (continued)
Koreksi atas liabilitas pajak diakui pada saat
surat ketetapan pajak diterima, atau apabila
diajukan keberatan dan/atau banding, maka
koreksi diakui pada saat keputusan atas
keberatan dan/atau banding tersebut diterima.
Manajemen
juga
dapat
membentuk
pencadangan terhadap liabilitas pajak dimasa
depan sebesar jumlah yang diestimasikan
akan dibayarkan ke kantor pajak jika
berdasarkan evaluasi pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian terdapat risiko
pajak yang probable. Asumsi dan estimasi
yang
digunakan
dalam
perhitungan
pembentukan cadangan tersebut memiliki
unsur ketidakpastian.
Corrections to taxation obligations are
recorded when an assessment is received or,
if appealed against, when the result of the
appeal is determined. Management provides
provision for future tax liability at the amount
that will be payable to the tax office on
probable tax exposure, based on assessment
as at the date of consolidated statement
offinancial
position.
Assumptions
and
estimation used in the provisioning calculation
may involve element of uncertainty.
Taksiran pajak penghasilan Grup dihitung
untuk masing-masing perusahaan sebagai
badan hukum terpisah. Aset pajak kini (current
tax assets) dan liabilitas pajak kini (current tax
liabilities) untuk badan hukum yang berbeda
tidak
disalinghapuskan
dalam
laporan
keuangan
konsolidasian.
Utang
pajak
penghasilan badan dan utang pajak lainnya
Grup disajikan sebagai “Utang pajak” di
laporan posisi keuangan konsolidasian. Aset
pajak tangguhan disajikan bersih setelah
dikurangi dengan liabilitas pajak tangguhan di
laporan posisi keuangan konsolidasian.
The estimated corporate income tax of Group
is calculated for each company as a separate
legal entity. Current tax assets and current tax
liabilities for different legal entities can not be
set-off in the consolidated financial statements.
Corporate tax payables and other tax payables
of Group are presented as “Taxes payable” in
the consolidated statement of financial
position. Deferred tax assets are presented net
of deferred tax liabilities in the consolidated
statements of financial position.
Penyisihan imbalan kerja karyawan
q.
Provision
for
entitlements
employee
service
Imbalan kerja jangka pendek
Short term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah,
iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek,
bonus dan imbalan non-moneter lainnya diakui
selama periode jasa diberikan. Imbalan kerja
jangka pendek diukur sebesar jumlah yang
tidak didiskontokan.
Short-term employee benefits such as wages,
social security contributions, short-term
compensated leaves, bonuses and other
nonmonetary benefits are recognized during
the period when services have been rendered.
Short-term employee benefits are measured
using undiscounted amounts.
Imbalan pasca-kerja
Post-employment benefits
Karena UU 13/2003 menentukan rumus
tertentu untuk menghitung jumlah minimal
imbalan pensiun, pada dasarnya, program
pensiun berdasarkan UU 13/2003 adalah
program imbalan pasti.
Since Law 13/2003 sets the formula for
determining the minimum amount of benefits,
substance pension plans under this Law
13/2003 represent defined benefit plans.
Program pensiun imbalan pasti adalah
program pensiun yang menentukan jumlah
imbalan pensiun yang akan diberikan,
biasanya berdasarkan pada satu faktor atau
lebih seperti usia, masa kerja dan kompensasi.
A defined benefit plan is a pension plan that
defines an amount of pension benefit to be
provided, usually as a function of one or more
factors such as age, years of service and
compensation.
Lampiran – 5/31 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
q.
Penyisihan
(lanjutan)
imbalan
kerja
karyawan
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.
ACCOUNTING
Provision
for
employee
entitlements (continued)
service
Imbalan pasca-kerja (lanjutan)
Post-employment benefits (continued)
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang
diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal
pelaporan dikurangi nilai wajar aset program,
serta disesuaikan dengan keuntungan atau
kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang
belum diakui. Nilai kini liabilitas imbalan pasti
dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen
menggunakan metode projected unit credit.
The liability recognised in the statement of
financial position in respect of defined benefit
pension plans is the present value of the
defined benefit obligation at the reporting date
less the fair value of plan assets, together with
adjustments for unrecognised actuarial gains
or losses and past service cost. The present
value of defined benefit obligation is calculated
annually by an independent actuary using the
projected unit credit method.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan
dengan mendiskontokan estimasi arus kas
keluar masa depan dengan menggunakan
tingkat bunga obligasi pemerintah dalam mata
uang yang sama dengan mata uang imbalan
yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo
yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh
tempo imbalan yang bersangkutan.
The present value of the defined benefit
obligation is determined by discounting the
estimated future cash outflows using interest
rates of government bonds that are
denominated in currency in which the benefits
will be paid, and that have terms to maturity
approximating the terms of the related pension
liability.
Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat
timbul dari penyesuaian yang dibuat
berdasarkan pengalaman, perubahan asumsiasumsi aktuarial dan perubahan pada program
pensiun.
Actuarial gains and losses may arise from
experience adjustments, changes in actuarial
assumptions and amendments to pension
plans.
Apabila jumlah keuntungan atau kerugian
aktuarial ini melebihi 10% dari imbalan pasti
atau 10% dari nilai wajar aset program, maka
kelebihannya dibebankan atau dikreditkan ke
laporan laba rugi selama ekspektasi sisa masa
kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan.
When the actuarial gains or losses exceed
10% of the defined benefit or 10% of the fair
value of the plan’s assets they are charged or
credited to the profit or loss over the expected
average remaining service lives of the related
employees.
Biaya jasa lalu diakui secara langsung di
laporan laba rugi, kecuali perubahan terhadap
program pensiun tersebut tergantung pada
karyawan yang tetap bekerja selama periode
waktu tertentu (periode vesting). Dalam hal ini,
biaya jasa lalu diamortisasi secara garis lurus
sepanjang periode vesting.
Past-service costs are recognised immediately
in profit or loss, unless the changes to the
pension plan are conditional on the employees
remaining in service for a specified period of
time (the vesting period). In this case, the
past-service costs are amortised on a straightline method over the vesting period.
Lampiran – 5/32 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
q.
r.
Penyisihan
(lanjutan)
imbalan
kerja
karyawan
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.
ACCOUNTING
Provision
for
employee
entitlements (continued)
service
Imbalan pasca-kerja lainnya
Other post-employment obligations
Perusahaan memberikan imbalan kerja lainnya
seperti cuti jangka panjang.
The Company provides other benefits such as
long service leave.
Perkiraan biaya imbalan ini dicadangkan
sepanjang masa kerja karyawan, dengan
menggunakan metodologi akuntansi yang
sama dengan metodologi yang digunakan
dalam perhitungan program pensiun imbalan
pasti, kecuali:
 Keuntungan
dan
kerugian
aktuarial
langsung diakui di laporan laba rugi dan
tidak ada koridor yang dipakai.
 Seluruh biaya jasa lalu langsung diakui di
laporan laba rugi.
The expected costs of these benefits are
accrued over the period of employment, using
an accounting methodology similar to that for
defined benefit pension plans, except for:
Liabilitas ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris
independen yang berkompeten.
These obligations are determined annually by
qualified independent actuaries.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi


r.
Actuarial gains/losses which are directly
recognised in profit or loss and no corridor
is used.
All past service costs are directly
recognised in profit or loss.
Transactions with related parties
Perusahaan mempunyai transaksi dengan
pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi
adalah sesuai dengan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No. 7 mengenai
“Pengungkapan
pihak-pihak
berelasi”.
Definisi pihak berelasi adalah sebagai
berikut:
The Company enters into transactions with
parties which are defined as related parties in
accordance with Statement of Financial
Accounting Standards No. 7 regarding
“Related party disclosures”. Related parties
are principally defined as:
(i)
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
(v)
(vi)
perusahaan di bawah pengendalian
Perusahaan;
perusahaan asosiasi;
investor yang memiliki hak suara, yang
memberikan investor tersebut suatu
pengaruh yang signifikan;
perusahaan di bawah pengendalian
investor yang dijelaskan dalam catatan
(iii) di atas;
karyawan
kunci
dan
anggota
keluarganya; dan
entitas yang dikendalikan, dikendalikan
bersama atau dipengaruhi secara
signifikan oleh Pemerintah yaitu Menteri
keuangan atau Pemerintah Daerah
yang merupakan pemegang saham dari
entitas.
entities under the control of the
Company;
(ii) associated companies;
(iii) investors with an interest in the voting
that gives them significant influence;
(iv) entities controlled by investors under (iii)
above;
(v) key management and their relatives;
and
(vi) entity that is controlled, jointly controlled
or
significantly
influenced
by
Government, which is defined as the
Minister of Finance or Provincial
Government who has share ownership
in the entity.
Lampiran – 5/33 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r.
Transaksi
(lanjutan)
dengan
pihak-pihak
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2.
berelasi
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
r.
ESTIMASI
SIGNIFIKAN
DAN
ASUMSI
AKUNTANSI
with
related
parties
All material transactions and balances with
the related parties are disclosed in the
relevant notes to consolidated financial
statements and the detail is presented in Note
34 to the consolidated financial statements.
Furthermore,
material
balances
and
transactions between the Company and
Subsidiary with the Government of the State
of Republic Indonesia (RI) and other entities
that are related with the Government of the
State of RI is disclosed also in Note 34.
Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian yang relevan dan rinciannya
telah disajikan dalam Catatan 34 atas laporan
keuangan konsolidasian. Selanjutnya, saldo
dan transaksi yang material antara
Perusahaan dan Entitas Anak dengan
Pemerintah Negara Republik Indonesia (RI)
dan entitas lain yang berelasi dengan
Pemerintah Negara RI, diungkapkan juga
pada Catatan 34.
3.
Transactions
(continued)
ACCOUNTING
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING ESTIMATE AND
ASSUMPTION
Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam
rangka penyusunan laporan keuangan dimana
dibutuhkan pertimbangan manajemen dalam
menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian
aset dan liabilitas.
Certain estimates and assumption are made in the
presentation of the financial statements. These
often require management judgement in
determining the appropriate methodology for
valuation of assets and liabilities.
Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang
berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas
atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua
estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK
adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar
yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan
dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan
pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain
termasuk harapan atas kejadian yang akan datang.
Management makes estimates and assumptions
that affect the reported amounts of assets and
liabilities within the next financial year. All
estimates and assumptions required in conformity
with SFAS are best estimates undertaken in
accordance with the applicable standard.
Estimates and judgements are evaluated on a
continuous basis, and are based on past
experience
and
other
factors,
including
expectations with regard to future events.
Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul
mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi
semula.
Although these estimates and assumption are
based on management’s best knowledge of
current events and activities, actual result may
differ from those estimates and assumption.
1. Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang
Grup dalam mengestimasi penyisihan kerugian
penurunan nilai piutang adalah dengan
mempertimbangkan apakah terdapat bukti
obyektif bahwa kerugian akibat penurunan nilai
telah terjadi, meliputi informasi mengenai
tingkat atau tren terjadinya tunggakan
(delinquencies) untuk aset keuangan serupa,
tren dan kondisi ekonomi nasional dan lokal,
dan nilai wajar jaminan.
1.
Allowance
for
receivables
impairment
losses
on
In estimating the allowance for impairment
losses on receivables, the Group considers
whether there is objective evidence for
impairment losses, including information
regarding level or trend of delinquencies for
similar financial assets, trend and national
economic conditions, and the fair value of
collaterals.
Lampiran – 5/34 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
ESTIMASI
DAN
ASUMSI
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING ESTIMATE AND
ASSUMPTION (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Estimations and Assumptions (continued)
1. Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang
(lanjutan)
1.
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka
panjang lainnya
Penentuan liabilitas Grup dan imbalan pasca
kerja serta imbalan jangka panjang lainnya,
tergantung pada pemilihan asumsi-asumsi
tertentu yang digunakan oleh aktuaria untuk
menghitung estimasi tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran
diri pegawai tahunan, tingkat kecacatan, umur
pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual
yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan
Grup langsung diakui sebagai laba atau rugi
pada saat terjadinya. Sementara Grup
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada
hasil aktual atau perubahan asumsi dapat
mempengaruhi liabilitas diestimasi atas
imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
losses
on
The Group reassesses the receivables on
each end of reporting period for any
impairment. Particularly, justification by
management is needed in estimating the
amount and timing of future cash flows when
assessing the impairment. In estimating the
cash flows, the Group makes assessment
regarding the financial situation of customers
and net realizable value of the collateral. Such
estimates are based on assumptions about a
number factors and actual results may differ,
resulting to future changes in the allowance.
Grup meninjau kembali piutang pada setiap
akhir periode pelaporan untuk menilai
penurunan nilai. Secara khusus, pertimbangan
oleh manajemen diperlukan dalam estimasi
jumlah dan waktu arus kas di masa mendatang
ketika menentukan penurunan nilai. Dalam
estimasi arus kas ini, Grup membuat
pertimbangan tentang situasi keuangan
nasabah dan nilai realisasi neto jaminan.
Estimasi-estimasi ini didasarkan pada asumsiasumsi tentang sejumlah faktor dan hasil
aktual mungkin berbeda, seperti yang
tercermin dalam
perubahan
penyisihan
kerugian penurunan nilai tersebut di masa
mendatang.
2.
Allowance
for
impairment
receivables (continued)
2.
Pension and other long term employee
benefits
The determination of the Group pension and
other long term employee benefits liabilities
depends on the assumptions used by the
actuary in calculating the estimation. Those
assumptions include discount rate, annual
salary growth rate, annual resignation rate,
level of disability, normal retirement age, and
mortality rate. Difference in the actual results
and assumptions of the Group is recognized in
the profit or loss at the time of occurrence.
While the Group believes that the assumptions
are fair and appropriate, the significant
difference between the actual results or,
change in assumption can effect the
estimation on the employee benefit liability
and net employee benefit expense.
3. Fair value of financial instruments
3. Nilai wajar instrumen keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan konsolidasian tidak tersedia di pasar
aktif, nilainya ditentukan dengan menggunakan
berbagai
teknik
penilaian
termasuk
penggunaan model matematika.
If the fair value of financial assets and financial
liabilities recorded in the consolidated
statements of financial position is not available
in an active market, such fair value is
detemined using various valuation techniques
including the use of mathematical models.
Lampiran – 5/35 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
ESTIMASI
DAN
ASUMSI
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
3.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
SIGNIFICANT ACCOUNTING ESTIMATE AND
ASSUMPTION (continued)
Estimations and Assumptions (continued)
3. Fair value of financial instruments (continued)
3. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan)
Masukan (input) untuk model ini berasal dari
data pasar yang bisa diamati sepanjang data
tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa
diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan
manajemen diperlukan untuk menentukan nilai
wajar. Pertimbangan manajemen tersebut
mencakup
pertimbangan
likuiditas
dan
masukan model seperti volatilitas untuk
transaksi derivatif yang berjangka waktu
panjang dan tingkat diskonto, tingkat
pelunasan dipercepat dan asumsi tingkat gagal
bayar.
4.
PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN
Inputs to these models are taken from the
observable market data, as long as the data is
available. When observable market data is not
available, it is deemed necessary for
management to determine the fair value.
Management’s considerations include liquidity
and model inputs such as volatility and
discount rate for long-term derivative
transactions, rate of early payment and default
rate assumptions.
4.
RESTATEMENT OF FINANCIAL STATEMENTS
Dari hasil penelaahan kembali terhadap asumsiasumsi yang telah digunakan dalam membukukan
aktiva pajak tangguhan Perusahaan, manajemen
berpendapat perlu adanya penyesuaian secara
retroaktif atas saldo aktiva pajak tangguhan untuk
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2011.
Following a comprehensive review of the
assumptions used to record the Company’s
deferred tax assets, the Company’s management
are of the opinion that a retroactive adjustment to
the deferred tax assets balance for the year ended
31 December 2011 is required.
Sehubungan dengan hal ini, laporan keuangan
pada tanggal 31 Desember 2011 telah disajikan
kembali.
Accordingly, the financial statements as at 31
December 2011 has been restated.
Dampak dari penyajian kembali laporan keuangan
adalah sebagai berikut
The effect of this restatement on the financial
statements are as follows:
31 Desember/December 2011 dan/and
untuk tahun yang berakhir/for the year ended
31 Desember/December 2011
Sebelum
Setelah
penyajian
penyajian
kembali/
Penyajian
kembali/
Before
kembali/
After
restatements
Restatements
restatements
Laporan posisi keuangan
Aset
Aktiva pajak tangguhan
Jumlah aset
Laporan laba rugi komprehensif
Beban pajak-tangguhan
Rugi tahun berjalan
37,068,871
1,173,942,575
( 8,171,191)
(68,058,851)
(15,167,609)
(15,167,609)
15,167,609
15,167,609
Lampiran – 5/36 - Schedule
21,901,262
1,158,774,966
(23,338,800)
(83,226,460)
Statement of financial position
Assets
Deferred tax assets
Total assets
Statement of comprehensive income
Income tax expense-deferred
Loss for the year
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS
5.
2012
Kas
Kas di bank
Rupiah
Pihak berelasi:
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank BRI Syariah
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
Pihak ketiga:
PT Bank Syariah Mega Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Standard Chartered
Bank Hana
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Jasa Jakarta
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi:
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri
Pihak ketiga:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Permata Tbk
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2011
122,070
117,176
9,397,191
5,372,197
29,922,019
1,367,532
106,444
-
321,184
56,034,664
1,489,177
-
706,765
14,875,832
89,841,341
50,504,789
2,369,773
1,505,397
1,489,533
839,996
200,584
182,588
155,121
91,204
61,828
20,464
6,583
5,716
946
95,372,641
11,776,628
120,155,912
15,214,179
5,054,143
10,709,930
13,347,833
21,195,548
2,912,576
-
57,434,522
295,739,390
72,310,354
385,580,731
2,586,390
29,538
2,746,943
1,484,738
2,615,928
4,231,681
12,029
-
456,236
90,511
12,029
546,747
2,627,957
4,778,428
Lampiran – 5/37 - Schedule
Cash on hand
Cash in banks
Rupiah
Related parties:
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank BRI Syariah
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
Third parties:
PT Bank Syariah Mega Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Standard Chartered
Bank Hana
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Jasa Jakarta
United States Dollar
Related parties:
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Third parties:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
5.
2012
Deposito berjangka kurang dari 3 bulan
Rupiah
Pihak berelasi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar
dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
Pihak ketiga:
PT Bank Panin Syariah
PT Bank Muamalat
PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
Dolar Amerika Serikat
Pihak ketiga:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank UOB Indonesia
2011
31,000,000
7,000,000
12,500,000
71,000,000
-
10,000,000
43,500,000
88,000,000
15,000,000
7,500,000
-
5,000,000
1,500,000
35,000,000
2,000,000
1,000,000
29,000,000
38,000,000
72,500,000
126,000,000
149,458,870
521,010,335
Total
0.00% - 8.00%
2.75% - 8.75%
Interest rates per annum on time deposits
Time deposits placed with a related party bank was
entered into with similar interest rates, terms and
conditions agreed by both parties (Note 34).
Penempatan pada bank yang berelasi dilakukan
dengan tingkat bunga, syarat dan kondisi yang
disepakati bersama oleh kedua belah pihak
(Catatan 34).
PORTOFOLIO EFEK
Akun ini merupakan portofolio
diperdagangkan terdiri atas:
Third parties:
PT Bank Panin Syariah
PT Bank Muamalat
PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
4,534,000
1,898,489
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun
Time deposits less than 3 months
Rupiah
Related parties:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar
dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
United States Dollar
Third parties:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank UOB Indonesia
Total
6.
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
6.
efek
MARKETABLE SECURITIES
untuk
Securities portfolio which are for trading purposes,
consist of the following:
2012
2011
Saham
Pihak berelasi (Catatan 34)
Pihak ketiga
-
75,442,615
3,626,477
Shares
Related parties (Note 34)
Third parties
Total saham
-
79,069,092
Total shares
Reksadana
Pihak berelasi (Catatan 34)
44,973,590
85,320,284
Mutual funds
Related parties (Note 34)
Obligasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Pihak ketiga
-
34,858,531
1,054,280
Bonds
Related parties (Note 34)
Third parties
Total obligasi
-
35,912,811
Total bonds
44,973,590
200,302,187
Total
Total
Lampiran – 5/38 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
PORTOFOLIO EFEK (lanjutan)
a.
6.
Saham
MARKETABLE SECURITIES (continued)
a.
2012
Lembar
Saham/
Number of
Shares
Pihak berelasi
PT Garuda Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk
PT Aneka Tambang
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Pihak ketiga
PT Kalbe Farma Tbk
PT Astra International Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Shares
2011
Lembar
Saham/
Number of
Shares
Total
-
-
149,163,000
111,872,250
-
-
1,710,000
2,619,720
-
-
750,000
250,000
1,260,000
1,712,500
-
-
250,000
1,700,000
-
-
50
189
-
-
150,413,050
119,164,659
-
-
500,000
5,000
483
1,712,500
361,500
333
-
-
2,215,483
2,074,333
-
-
152,628,533
121,238,992
Dikurangi: penurunan nilai
Pihak berelasi
Pihak ketiga
-
(41,102,324)
(1,067,576)
Total
b.
79,069,092
Reksadana
b.
2012
Pihak berelasi
BNI Dana Plus Syariah
BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah
BNIS Penyertaan Terbatas Optimum
BNIS Penyertaan Terbatas Garuda
BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi
BNIS Penyertaan Terbatas Global
BNIS Penyertaan Terbatas I
BNI Berbunga Tiga
BNIS Penyertaan Terbatas Victoria
BNI Reksa Dana Berkembang
BNI Dana Syariah
Total
Related parties
PT Garuda Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Third parties
PT Kalbe Farma Tbk
PT Astra International Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Less: decrease in value:
Related parties
Third parties
Total
Mutual funds
2011
9,440,000
6,250,000
5,560,000
5,333,680
5,200,000
5,051,265
4,956,877
-
15,391,660
5,000,000
5,608,000
5,333,680
5,437,360
5,051,266
12,892,619
12,407,705
5,020,000
3,403,347
2,661,172
Related parties
BNI Dana Plus Syariah
BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah
BNIS Penyertaan Terbatas Optimum
BNIS Penyertaan Terbatas Garuda
BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi
BNIS Penyertaan Terbatas Global
BNIS Penyertaan Terbatas I
BNI Berbunga Tiga
BNIS Penyertaan Terbatas Victoria
BNI Reksa Dana Berkembang
BNI Dana Syariah
Sub-total
Ditambah: keuntungan yang
belum direalisasi
41,791,822
78,206,809
Sub-total
3,181,768
7,113,475
Add: unrealized gain
Total
44,973,590
85,320,284
Total
Unit penyertaan reksadana, merupakan dana
yang ditempatkan oleh Grup dalam bentuk
Kontrak Investasi Kolektif dimana Grup
bertindak sebagai manajer investasi.
Participation in mutual fund units was placed
by the Group under a collective investment
contract where the Group acts as investment
manager.
Lampiran – 5/39 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
PORTOFOLIO EFEK (lanjutan)
c.
6.
Obligasi
MARKETABLE SECURITIES (continued)
c.
Bonds
2012
Peringkat/
Rating
Pihak berelasi (Catatan 34)
Obligasi Pemerintah:
FR 061
FR 058
2011
Nilai Nominal/
Nominal value
-
Peringkat/
Rating
-
Nilai Nominal/
Nominal value
-
Pihak ketiga
Obligasi korporasi:
PT Bank Sulut - Obligasi IV
Tahun 2010
7.
34,125,870
idA-
idA-
Ditambah: kenaikan nilai
Pihak berelasi
Pihak ketiga
PIUTANG NASABAH
22,950,870
11,175,000
Related parties (Note 34)
Government bonds:
FR 061
FR 058
1,022,500
-
35,148,370
-
732,661
31,780
-
35,912,811
7.
Third parties
Corporate bonds:
PT Bank Sulut - Obligasi IV
Tahun 2010
Add: increase in value
Related parties
Third parties
RECEIVABLES FROM CUSTOMERS
Akun ini merupakan saldo negatif dari dana
nasabah sehubungan dengan transaksi pembelian
efek yang dilakukan oleh nasabah.
This account represents the negative balances of
customers’ accounts in connection with buying
transactions perfomed by customers.
Rincian piutang nasabah berdasarkan
nasabah adalah sebagai berikut:
Details of receivables from customers based on
customer classification are as follows:
jenis
2012
2011
Pihak berelasi
PT Jasa Raharja (Persero)
BNIS Pernyataan Terbatas 1
PT Taspen QQ Asuransi
BNI Dana Plus Syariah
BNI Reksadana Berkembang
PT Jamsostek
PT Asabri
41,833,267
6,006,376
5,886,750
3,034,985
73,162
-
3,013,515
16,937,167
4,945,985
1,320,543
Related parties
PT Jasa Raharja (Persero)
BNIS Pernyataan Terbatas 1
PT Taspen QQ Asuransi
BNI Dana Plus Syariah
BNI Reksadana Berkembang
PT Jamsostek
PT Asabri
Sub-total
56,834,540
26,217,210
Sub-total
Pihak ketiga
Saldo kurang dari 5% dari total piutang
nasabah - pihak ketiga
Saldo lebih dari atau sama dengan 5%
dari total piutang nasabah - pihak
ketiga
Sub-total
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Total
88,203,765
110,659,790
25,036,000
53,374,719
Third parties
Balance less than 5% of receivables
from customers - third parties
Balance greater or equal to 5% of
receivables from customers - third
parties
113,239,765
164,034,509
Sub-total
170,074,305
190,251,719
(1,025,731)
169,048,574
(35,727,205)
154,524,514
Lampiran – 5/40 - Schedule
Less allowance for impairment losses
Total
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
PIUTANG NASABAH (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
7.
Perusahaan mengenakan bunga 18,00% - 36,00%
(2011: 36,00%) per tahun atas penggunaan dana
Perusahaan untuk transaksi reguler yang dilakukan
nasabah.
The Company charges interest at the rate of
18.00% - 36.00% (2011: 36.00%) per annum for
the Company’s funds used in regular transactions
done by its customers.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai:
The changes in allowance for impairment losses
are as follows:
Saldo awal
Pembentukan (pembalikan) penyisihan
tahun berjalan (Catatan 30)
Hapus buku
Saldo akhir
2012
2011
35,727,205
29,196,154
(18,284,852)
(16,416,622)
6,531,051
-
Beginning balance
Provision (reversal) of allowance
during the current year (Note 30)
Write-off
1,025,731
35,727,205
Ending balance
Management believes that the allowance for
impairment losses on the receivables from
customers is adequate.
Manajemen
berpendapat
bahwa
cadangan
kerugian penurunan nilai atas piutang nasabah
yang telah dibentuk adalah cukup.
8.
RECEIVABLES FROM CUSTOMERS (continued)
PIUTANG MARJIN
8.
Akun ini merupakan saldo piutang nasabah
sehubungan dengan transaksi marjin yang
dilakukan melalui Perusahaan.
Saldo masing-masing kurang dari 5%
dari total piutang marjin
Saldo masing-masing lebih dari atau sama
dengan 5% dari total piutang marjin
Total
MARGIN RECEIVABLES
This account represents customers’ receivables
accounts resulting from their margin transactions
with the Company.
2012
2011
17,667,054
48,954,169
9,085,068
10,543,016
Balance less than 5% of margin
receivables
Balance greater or equal to 5% of
margin receivables
26,752,122
59,497,185
Total
Jaminan piutang marjin pada umumnya adalah
berupa saham nasabah.
Margin receivable collaterals are generally in the
form of customers’ shares of stocks.
Perusahaan mengenakan bunga 13,00% - 18,00%
(2011: 17,00% - 20,0%) per tahun atas
penggunaan fasilitas ini dengan jangka waktu
fasilitas maksimal 90 hari.
The Company charges interest at the rate of
13.00% - 18.00% (2011: 17.00% - 20.00%) per
annum for this margin facility with a maximum term
of 90 days.
Manajemen berkeyakinan bahwa piutang marjin
dapat tertagih seluruhnya dan jaminan dari
nasabah adalah cukup untuk menutupi kerugian
yang mungkin timbul akibat penurunan nilai piutang
marjin tersebut.
Management believes that the margin receivables
are fully collectible and the collaterals from
customers are adequate to cover possible
impairment losses on uncollectible margin
receivables.
Lampiran – 5/41 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
PIUTANG PADA
PENJAMINAN
LEMBAGA
KLIRING
DAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
9.
RECEIVABLE
FROM
CLEARING
GUARANTEE INSTITUTION
AND
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring
Penjaminan Efek Indonesia akibat perhitungan
penyelesaian (settlement) transaksi jual-beli yang
dilakukan oleh Perusahaan. Saldo pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing
sebesar
Rp15.156.530
dan
Rp147.348.385.
This account represents the net receivable from
Indonesian Guarantee and Clearing Institution
resulting from the settlement of the Company’s sale
and purchase transactions. As of 31 December
2012 and 2011, this account amounted to
Rp15,156,530 and Rp147,348,385, respectively.
Piutang pada lembaga kliring dan penjaminan tidak
mengalami penurunan nilai pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011.
The receivable from clearing and guarantee
institution is not impaired as of 31 December 2012
and 2011.
10. PENYERTAAN SAHAM
10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
As of 31 December 2012 and 2011, this account
consists of the following:
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, akun
ini terdiri dari:
Jenis Usaha/
Type of
Busines
Tersedia untuk dijual
PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI)
PT Bursa Efek Indonesia
PT Pemeringkat Efek Indonesia
Persentase
Kepemilikan/
Percentage
of Ownership
2012
dan/and
2011
Kustodian/
Custodian
1.50%
450,000
Available for sale
PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI)
Pasar modal/
Capital Market
1.20%
195,000
PT Bursa Efek Indonesia
Pemeringkat
Efek/Rating
Securities
Company
0.5%
3,000
PT Pemeringkat Efek Indonesia
648,000
Total
Total
Penyertaan saham pada PT KSEI sebanyak 90
saham dengan nilai nominal Rp5.000 per saham,
sehingga nilai seluruhnya menjadi sebesar
Rp450.000.
Investment in PT KSEI, consists of 90 shares with
nominal value of Rp5,000 per share, therefore the
total amount is Rp450,000
Penyertaan saham pada PT Bursa Efek Indonesia
terdiri atas 1 saham kepemilikan pada
PT Bursa Efek Jakarta dengan nilai nominal
Rp60.000 per saham dan 1 saham kepemilikan
pada PT Bursa Efek Surabaya dengan nilai
nominal Rp135.000, sehingga nilai seluruhnya
menjadi Rp195.000.
Investment in PT Bursa Efek Indonesia, consists of
1 share in PT Bursa Efek Jakarta with nominal
value of Rp60,000 per share and 1 share in
PT Bursa Efek Surabaya with nominal value of
Rp135,000, therefore the total amount is
Rp195,000.
Penyertaan saham pada PT Pemeringkat Efek
Indonesia sebanyak 3 saham dengan nilai nominal
Rp1.000 per saham, sehingga nilai seluruhnya
sebesar Rp3.000.
Investment in PT Pemeringkat Efek Indonesia,
consists of 3 shares with nominal value of Rp1,000
per share, so that the total amount is Rp3,000.
Seluruh penyertaan saham tidak mengalami
penurunan nilai pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012 dan 2011.
All of the investments in shares of stock are not
impaired as of 31 December 2012 and 2011.
Lampiran – 5/42 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP
11. FIXED ASSETS
2012
Saldo awal/
Beginning
balance
Biaya perolehan
Gedung
Kendaraan
Peralatan kantor
Komputer
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Disposals
36,076,975
8,400,026
8,561,002
18,555,175
510,600
441,990
10,943,177
1,350,700
1,347,700
Total
72,943,878
13,243,467
Akumulasi penyusutan
Gedung
Kendaraan
Peralatan kantor
Komputer
7,943,121
5,036,048
6,608,806
12,692,236
1,803,849
1,033,994
1,084,048
3,838,751
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
-
335,624
Total
32,280,211
8,096,266
Nilai buku
40,663,667
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo akhir/
Ending
balance
-
36,076,975
8,910,626
8,977,742
29,463,222
Cost
Buildings
Vehicles
Office equipments
Computers
-
2,698,400
Asset under finance lease
Vehicles
(60,380)
-
86,126,965
Total
(19,729)
(32,304)
-
9,746,970
6,070,042
7,673,125
16,498,683
Accumulated depreciation
Buildings
Vehicles
Office equipments
Computers
-
335,624
Asset under finance lease
Vehicles
-
40,324,444
Total
45,802,521
Net Book Value
(25,250)
(35,130)
-
(52,033)
2011
Saldo awal/
Beginning
balance
Biaya perolehan
Gedung
Kendaraan
Peralatan kantor
Komputer
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Total
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Disposals
36,076,975
4,084,065
7,904,246
12,983,120
2,132,515
680,531
5,591,753
4,944,306
1,350,700
65,992,712
9,755,499
Akumulasi penyusutan
Gedung
Kendaraan
Peralatan kantor
Komputer
6,137,889
2,167,365
5,439,139
10,642,264
1,805,232
1,660,974
1,191,761
2,069,670
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
3,472,089
-
Total
27,858,746
6,727,637
Nilai buku
38,133,966
Beban penyusutan yang dibebankan ke operasi
sebesar Rp8.096.266 dan Rp6.727.637 masingmasing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Catatan 29).
Reklasifikasi/
Reclassification
(2,760,860)
(23,775)
(19,698)
-
4,944,306
-
36,076,975
8,400,026
8,561,002
18,555,175
Cost
Buildings
Vehicles
Office equipments
Computers
(4,944,306)
1,350,700
Asset under finance lease
Vehicles
(2,804,333)
(2,264,380)
(22,094)
(19,698)
-
Saldo akhir/
Ending
balance
-
3,472,089
(3,472,089)
(2,306,172)
-
72,943,878
Total
7,943,121
5,036,048
6,608,806
12,692,236
Accumulated depreciation
Buildings
Vehicles
Office equipments
Computers
-
Asset under finance lease
Vehicles
32,280,211
Total
40,663,667
Net Book Value
Depreciation charged to operations amounted to
Rp8,096,266 and Rp6,727,637 for the years ended
31 December 2012 and 2011, respectively (Note
29).
Lampiran – 5/43 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Penjualan aset tetap pada tahun 2012 dan 2011
adalah sebagai berikut:
2012
Harga perolehan
Akumulasi penyusutan
Sale of fixed assets in 2012 and 2011 is as follows:
2011
55,755
(50,234)
2,804,333
(2,306,172)
Cost
Accumulated depreciation
Nilai buku
Hasil penjualan
5,521
7,642
498,161
1,492,345
Net book value
Proceeds from sales
Laba penjualan aset tetap
2,121
994,184
Gain on sale of fixed assets
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan
2011, sebagian aset tetap telah diasuransikan
kepada PT Perusahaan Asuransi Tri Pakarta, pihak
berelasi, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan
risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan
masing-masing
sebesar
Rp18.178.824.
Manajemen
berpendapat
bahwa
nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan
kerugian
atas
aset
yang
dipertanggungkan.
As of 31 December 2012 and 2011, part of the
fixed assets are insured with PT Perusahaan
Asuransi Tri Pakarta, a related party, against fire,
robbery and other risks with total insured value of
Rp18,178,824. Management believes that the
insurance coverage is adequate to cover all
possible losses on insured assets.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada kejadian
atau perubahan kondisi yang dapat mengakibatkan
penurunan nilai terhadap aset tetap pada tanggaltanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
Management believes that there are no events or
changes in circumstances that would result in
impairment in value of the fixed assets as of 31
December 2012 and 2011.
12. ASET LAIN-LAIN - NETO
12. OTHER ASSETS - NET
2012
Beban ditangguhkan Disaster Recovery Plan
Pendapatan yang masih harus diterima
Uang jaminan
Renovasi dibayar dimuka
Program kepemilikan mobil
Sewa dibayar dimuka
Asuransi dibayar dimuka
Piutang lain-lain – neto (Catatan 30)
Lain-lain
Total
2011
3,145,834
2,388,324
2,233,424
1,633,249
1,003,151
886,382
134,714
15,322
2,568,079
2,346,340
1,082,019
2,080,445
1,034,444
1,069,492
210,062
332,659
386,536
Deferred charges Disaster Recovery Plan
Accrued revenues
Security deposits
Prepaid renovation
Car ownership program
Prepaid rent
Prepaid insurance
Other receivables – net (Note 30)
Others
11,440,400
11,110,076
Total
Renovasi dibayar di muka pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing
sebesar Rp1.633.249 dan Rp2.080.445 merupakan
biaya renovasi gedung setelah dikurangi akumulasi
amortisasi. Biaya renovasi tersebut diamortisasi
selama (5) lima tahun. Beban amortisasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing
sebesar Rp1.209.596 dan Rp692.268.
Prepaid renovation as of 31 December 2012 and
2011 amounting to Rp1,633,249 and Rp2,080,445,
respectively, represents renovation cost of
buildings net of accumulated amortization.
Renovation cost is amortized over 5 (five) years
and the amortization expense for the years ended
31 December 2012 and 2011 amounted to
Rp1,209,596 and Rp692,268, respectively.
Pendapatan yang masih harus diterima merupakan
pendapatan bunga atas investasi portofolio
obligasi, dividen atas portofolio saham dan jasa
pengelolaan reksadana yang belum ditagihkan.
Accrued revenues represent accrued interest on
bonds portfolio, dividends on share portfolio and
unbilled mutual fund investment management fees.
Lampiran – 5/44 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG PADA
PENJAMINAN
LEMBAGA
KLIRING
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
DAN
13. PAYABLE TO CLEARING AND GUARANTEE
INSTITUTION
Akun ini merupakan utang kepada PT Kliring
Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang timbul dari
transaksi beli efek di bursa yang penyelesaiannya
dilakukan oleh KPEI. Saldo utang kepada KPEI
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing
sebesar
Rp22.166.589
dan
Rp124.455.025.
This account represents payable to PT Kliring
Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) arising from
security purchase transactions on the stock
exchange which were settled by KPEI. Payable
balance to KPEI as of 31 December 2012 and
2011
amounted
to
Rp22.166.589
and
Rp124,455,025, respectively.
14. UTANG NASABAH
14. PAYABLE TO CUSTOMERS
This amount represents liabilities resulting from
securities trading as follows:
Akun ini merupakan utang kepada nasabah yang
timbul dari transaksi efek sebagai berikut:
2012
Pihak berelasi (Catatan 34)
Dana Pensiun BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jasa Raharja (Persero)
PT BNI Life Insurance
Pihak ketiga
Saldo lebih dari atau sama dengan 5%
dari total utang nasabah
Saldo kurang dari 5% dari total utang
nasabah
Total
2011
2,006,463
11,530,696
-
2,209,790
1,918
3,050,820
-
13,537,159
5,262,528
21,651,400
45,296,588
76,331,509
327,720,450
97,982,909
373,017,038
111,520,068
378,279,566
15. UTANG MARJIN
Related parties (Note 34)
Dana Pensiun BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jasa Raharja (Persero)
PT BNI Life Insurance
Third parties
Balance greater or equal to 5%
from payable to customers
Balance less than 5% from payable
to customers
Total
15. MARGIN PAYABLE
This account represents funds from third parties
resulting from margin trading transactions through
the Company.
Akun ini merupakan dana nasabah pihak ketiga
pada Perusahaan sehubungan dengan transaksi
marjin yang dilakukan oleh nasabah melalui
Perusahaan.
2012
2011
Saldo lebih dari atau sama dengan 5%
dari total utang marjin
Saldo kurang dari 5% dari total
utang marjin
-
4,602,288
-
5,012,621
Balance greater or equal 5%
of margin payables
Balance less than 5%
of margin payables
Total
-
9,614,909
Total
Lampiran – 5/45 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
16. PINJAMAN BANK
16. BANK LOANS
2012
Pihak berelasi
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
2011
Related parties
-
20,000,000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
-
20,000,000
Pihak ketiga
PT Bank OCBC NISP Tbk
387,563
608,414
Third party
PT Bank OCBC NISP Tbk
Total
387,563
20,608,414
Total
Pada tanggal 2 Desember 2011, Perusahaan
memperoleh fasilitas pinjaman berupa money
market
borrowing
sebesar Rp20.000.000 dari
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dengan
tingkat bunga 6,4% per tahun. Pinjaman ini jatuh
tempo pada tanggal 2 Januari 2012 dan dijamin
dengan
Surat
Sanggup
(Aksep/Promes)
No. TRS/SS/021/2011 tanggal 2 Desember 2011
yang diterbitkan oleh Perusahaan. Perusahaan
telah melunasi pinjaman ini pada saat jatuh tempo.
On December 2, 2011, the Company obtained
credit facility from PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk in the form of money market
borrowing amounting to Rp20,000,000 with an
annual interest rate of 6.4%. This loan is due
on January 2, 2012 and secured by Guarantee
Letter (Promissory Note) No. TRS/SS/021/2011
dated December 2, 2011 issued by the Company.
The Company has paid this loan at maturity.
Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank
OCBC NISP Tbk yang merupakan kredit
kepemilikan mobil yang harus diangsur setiap
bulan selama 3 tahun dengan bunga 4% per tahun
dan akan selesai pada 4 Juli 2014. Pinjaman ini
dijamin dengan akta jaminan fidusia dalam bentuk
kendaraan.
The Company obtained loan from PT Bank OCBC
NISP Tbk in the form of car ownership credit that
requires monthly installment in three years with
interest rate of 4% per annum and will mature on
July 4, 2014. The loan is secured by fiduciary
agreement of vehicle.
17. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
17. ACCRUED EXPENSES
2012
2011
Komisi sales
Konsultan
Bunga yang masih harus dibayar
Beban transaksi
Lain-lain
3,252,527
863,123
21,604
1,812,109
1,538,315
5,222,483
3,553,967
234,780
Sales commission
Consultant
Accrued interest payable
Accrued transaction costs
Others
Total
5,949,363
10,549,545
Total
Bunga yang masih harus dibayar termasuk akrual
bunga atas Obligasi I BNI Securities tahun 2007
dengan tingkat bunga tetap sebesar 12%.
Accrued interest payable represents accrued
interest on BNI Securities Bond I year 2007 at the
fixed rate of 12% per annum.
Komisi sales yang masih harus dibayar merupakan
cadangan komisi yang belum dibayar kepada para
salesperson.
Accrued sales commission includes commission to
salespersons not yet paid.
Beban transaksi yang masih harus dibayar terdiri
dari cadangan pembayaran tahunan tagihan
imbalan jasa wali amanat, biaya kustodi obligasi,
biaya
pemantauan
pemeringkatan
obligasi
sehubungan dengan Obligasi I BNI Securities
tahun 2007 dan bagi hasil keuntungan dengan
galeri investasi Perusahaan.
Accrued transaction costs includes annual
underwriting service fee, bond custody fee, bond
rating monitoring fee relating to BNI Securities
Bond I year 2007 and profit sharing with the
Company’s investment galleries.
Lampiran – 5/46 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
18. OBLIGASI YANG DITERBITKAN
18. BONDS ISSUED
Details of bonds issued are as follows:
Rincian obligasi yang diterbitkan adalah sebagai
berikut:
2012
2011
Nilai nominal
Dikurangi:
Obligasi dalam perbendaharaan
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi
-
300,000,000
-
(20,000,000)
-
(377,822)
Nilai tercatat
-
279,622,178
Par value
Less:
Treasury bonds
Unamortized issuance costs
Carrying amount
Pada tanggal 10 Mei 2007, Perusahaan
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi I BNI
Securities tahun 2007 dengan tingkat bunga tetap
12% per tahun dengan nilai nominal sebesar
Rp300.000.000 pada Bursa Efek Indonesia. Bunga
obligasi tersebut dibayarkan setiap triwulan mulai
tanggal 10 Agustus 2007. Obligasi tersebut
berjangka waktu 5 (lima) tahun dan telah jatuh
tempo pada tanggal 10 Mei 2012.
On May 10, 2007, the Company issued and listed
the BNI Securities Bond I year 2007 with fixed
interest rate of 12% per annum and a nominal
value of Rp300,000,000 on the Indonesia Stock
Exchange. Interest is paid quarterly starting on
August 10, 2007. The term of the BNI Securities
Bond I is 5 (five) years and mature on May 10,
2012.
Penerbitan Obligasi I BNI Securities tersebut telah
memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK
berdasarkan surat No. S-1965/BL/2007 tanggal
27 April 2007.
The issuance of BNI Securities Bond I is became
effective based on statement from BAPEPAM-LK
based on its letter No. S-1965/BL/2007 dated
April 27, 2007.
Perjanjian perwaliamanatan memuat beberapa
pembatasan
terhadap
Perusahaan
dan
memerlukan persetujuan tertulis dari wali amanat
sebelum melakukan hal-hal sebagai berikut:
The underwriting agreement contains several
restrictions on the Company and requires written
approval from the underwriter before performing
any of the following:

Melakukan penggabungan atau peleburan
atau pengambilalihan, kecuali yang dilakukan
dengan atau pada perusahaan yang bidang
usahanya sama dan tidak mempunyai dampak
negatif terhadap jalannya usaha Perusahaan
dan
tidak
mempengaruhi
kemampuan
Perusahaan dalam melakukan pembayaran
bunga obligasi dan/atau pelunasan pokok
obligasi.

Conducting merger or combination or
acquisition, except those executed with a
company with the same scope of business and
do not affect the Company’s operations and
ability to pay interest on bonds and settle its
principal.

Melakukan penerbitan obligasi baru atau
instrumen utang lain yang sejenis yang
memiliki
kedudukan
lebih
tinggi
dari
kedudukan utang yang timbul berdasarkan
obligasi, kecuali pinjaman bank.

Conducting issuance of new bonds or other
similar debt instruments which have higher
level than the existing bonds payable, except
bank loans.

Mengubah bidang usaha utama Perusahaan
kecuali dilakukan sebagai akibat dari
pemisahan usaha manajer investasi dari
kegiatan usaha Perusahaan.

Changing the Company’s main scope of
business except if executed as a result of spin
off of investment manager business from the
Company’s business activities.

Mengurangi modal ditempatkan dan modal
disetor Perusahaan.

Decreasing the Company’s authorized and
paid-up capital.
Lampiran – 5/47 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. OBLIGASI YANG DITERBITKAN (lanjutan)

Mendirikan anak perusahaan yang bidang
usahanya diluar kegiatan usaha Perusahaan.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
18. BONDS ISSUED (continued)

Establishing new subsidiary whose scope of
business is different from the Company’s
business activity.
Pada tahun 2012 dan 2011, Perusahaan telah
memenuhi seluruh pembatasan tersebut.
In 2012 and 2011, the Company has complied with
all the above covenants.
Obligasi I BNI Securities tidak dijamin dengan
suatu jaminan khusus, akan tetapi dijamin dengan
seluruh harta kekayaan Perusahaan, baik barang
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang
telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari
sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan
1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata
Indonesia. Hak Pemegang Obligasi adalah
paripassu tanpa hak preferen dengan hak-hak
kreditur perusahaan lain sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
BNI Securities Bond I is not secured by a specific
guarantee but is secured by the total assets of the
Company either moveable assets or not, either
existing or will exist in the future, in accordance
with Indonesia Civil Code Articles 1131 and 1132.
The right of bond holder is pari passu without
preferential right with the rights of other Company’s
creditors in accordance with existing laws and
regulations.
Setelah setahun sejak tanggal emisi obligasi,
Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali
obligasi yang belum jatuh tempo baik seluruhnya
atau sebagian. Perusahaan mempunyai hak untuk
melakukan pembelian kembali obligasinya sebagai
pelunasan atau sebagai obligasi yang dibeli untuk
disimpan dan dapat dijual kembali di kemudian
hari.
After a year from the date of bonds issuance, the
Company may buy back its outstanding bonds in
whole or in part. The Company has the right to buy
back its bonds through settlement or through
purchase for treasury bonds purposes and future
resale.
Dana
hasil
penawaran
umum
obligasi
dipergunakan seluruhnya oleh Perusahaan untuk
modal kerja, yaitu 67% untuk pemberian fasilitas
pembiayaan transaksi marjin dan 33% untuk
mendukung
aktivitas
transaksi
efek
oleh
Perusahaan.
The funds from bond public offering is fully utilized
by the Company for working capital i.e. 67% for
margin transaction financing and 33% for
supporting the Company’s securities transaction.
Berdasarkan laporan PT Pemeringkat Efek
Indonesia (PT Pefindo), peringkat obligasi
Perusahaan per 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing adalah idA- dan idBBB.
Based on the report of PT Pemeringkat Efek
Indonesia (PT Pefindo), the Company’s bond rating
as of 31 December 2012 and 2011 are idA- and
idBBB, respectively.
Biaya emisi obligasi ditentukan sebesar 1,636%
dari pokok Obligasi I BNI Securities sebesar
Rp300.000.000, yaitu sebesar Rp4.908.000 yang
meliputi biaya jasa penjamin emisi efek, biaya
profesi penunjang pasar modal dan biaya jasa
pendukung lembaga bursa. Biaya emisi obligasi
diamortisasi selama 5 tahun, dimana
beban
amortisasi atas biaya emisi obligasi untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar
Rp377.822 dan Rp1.008.420.
Bond issuance costs of Rp4,908,000 are 1.636% of
the principal of BNI Securities Bond I of
Rp300,000,000, which consists of underwriter fee,
professional supporting stock exchange fee and
institution supporting stock exchange fee. Bond
issuance costs are amortized over five years,
whereby amortization of bonds issuance costs for
the years ended 31 December 2012 and 2011
amounted to Rp377.822 and Rp1,008,420,
respectively.
Seluruh obligasi yang diterbitkan telah dilunasi
sepenuhnya oleh Perusahaan pada bulan Mei
2012.
All bonds issued had been fully paid by the
Company on May 2012.
Lampiran – 5/48 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG SEWA PEMBIAYAAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
19. FINANCE LEASE PAYABLES
2012
Pihak berelasi
PT BNI Multifinance
Pihak ketiga
PT Bank Jasa Jakarta
PT Dipo Star Finance
Total
2011
1,106,592
1,320,645
Related party
PT BNI Multifinance
470,360
302,637
-
Third party
PT Bank Jasa Jakarta
PT Dipo Star Finance
772,997
-
1,879,589
1,320,645
The amount of installment for finance lease
payables based on the remaining period until
maturity as of 31 December 2012 and 2011 is as
follows:
Jumlah angsuran utang sewa pembiayaan
berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh
tempo pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebagai berikut:
2012
Sampai dengan satu tahun
Di atas satu tahun
Total
Total
2011
959,281
920,308
390,814
929,831
Up to one year
Over one year
1,879,589
1,320,645
Total
Utang sewa pembiayaan dijamin dengan
kendaraan yang diperoleh dari fasilitas pembiayaan
tersebut.
These lease payables are collateralized by the
leased vehicles acquired through these lease
facilities.
Utang sewa pembiayaan dengan PT BNI
Multifinance, pihak berelasi, diangsur setiap bulan
selama tiga tahun dan akan selesai pada
November 2014 dengan dikenai tingkat suku bunga
sebesar 0% - 14,75% per tahun.
The lease payable to PT BNI Multifinance, a
related party, requires monthly installment in three
years and will be completed on November 24,
2011 with interest rate of 0% - 14.75% per annum.
20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR
20. CAPITAL STOCK AND ADDITIONAL PAID-IN
CAPITAL
a.
Modal saham
a.
Capital stock
The composition of stockholders of the
Company on 31 December 2012 and 2011 is
as follows:
Komposisi pemegang saham Perusahaan
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 adalah sebagai berikut:
2012 dan/and 2011
Total
saham/
Number of
shares
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
SBI Securities Co, Ltd,
Total
Persentase
pemilikan/
Percentage of
ownership
Total modal
ditempatkan dan
disetor penuh/
Total issued and
fully paid
capital
99,850,000
33,283,333
75%
_25%
99,850,000
33,283,333
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
SBI Securities Co, Ltd,
133,133,333
100%
133,133,333
Total
Lampiran – 5/49 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR (lanjutan)
a.
Modal saham (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
20. CAPITAL STOCK AND ADDITIONAL PAID-IN
CAPITAL (continued)
a.
SBI Securities Co. Ltd. (SBIS) was a new
stockholder in 2011 that made an equity
investment in July 2011. By purchasing
33,283,333 shares of stocks which consisted of
150,000 shares from the former shareholder,
Koperasi Karyawan PT BNI Securities, and
new additional 33,133,333 shares, SBIS
acquired 25% of ownership. The total fund
deposited by SBIS for the new issued shares of
stocks was Rp113,486,229 above the stock
nominal value amounted to Rp33,133,333. The
difference amounted to Rp80,352,896 was
recorded by the Company as additional paid-in
capital.
SBI Securities Co. Ltd. (SBIS) merupakan
pemegang saham baru di tahun 2011 yang
melakukan penanaman modal pada Juli 2011.
Dengan membeli 33.283.333 lembar saham
yang terdiri dari 150.000 lembar saham dari
pemegang saham sebelumnya, Koperasi
Karyawan PT BNI Securities, dan tambahan
33.133.333 lembar saham baru, SBIS
memperoleh porsi kepemilikan 25%. Total
dana yang disetor oleh SBIS atas saham baru
sebesar Rp113.486.229 di atas nilai nominal
saham sebesar Rp33.133.333. Selisih sebesar
Rp80.352.896 diakui Perusahaan sebagai
tambahan modal disetor.
b.
Tambahan modal disetor
Capital stock (continued)
b.
Perubahan tambahan modal disetor untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 sebagai akibat
dari penerbitan saham adalah sebagai berikut:
Additional paid-in capital
The movements in additional paid-in capital as
of 31 December 2012 and 2011 as a result of
shares issuance are as follows:
2012
2011
Saldo awal
Tambahan modal disetor
80,352,896
-
80.352,896
Beginning balance
Additional paid-in capital
Saldo akhir
80,352,896
80,352,896
Total
21. SALDO LABA YANG SUDAH DITENTUKAN
PENGGUNAANNYA
21. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS
Cadangan umum dan wajib pada awalnya dibentuk
dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat
(1) Undang-undang No. 1/1995 mengenai
Perseroan Terbatas (kemudian diganti dengan
Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40/2007),
yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk
membuat penyisishan cadangan umum dan wajib
sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah
modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka
waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut.
The general and legal reserves are originally
provided in accordance with Indonesian Limited
Liability Company Law No. 1/1995 article 61
paragraph (1) (later superseded by Limited Liability
Company Law No. 40/2007), which requires
Indonesian companies to set up a general and
legal reserve amounting to at least 20% of the
issued and paid-up capital share. This particular
law does not regulate the period of time in relation
to the provision of such reserves.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perusahaan tanggal 23 Juni 2005 yang diaktakan
dengan akta notaris No. 88 dari Notaris
Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., pemegang saham
telah menyetujui untuk menyisihkan 20,09% dari
laba neto Perusahaan tahun 2004 atau sebesar
Rp10.000.000 sebagai cadangan umum.
In the Annual Stockholders’ General Meeting held
on June 23, 2005 under the notarial deed No. 88 of
Notary Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the
shareholders agreed to allocate 20.09% of the
2004 net income or Rp10,000,000 to general
reserves.
Lampiran – 5/50 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO LABA YANG SUDAH DITENTUKAN
PENGGUNAANNYA (lanjutan)
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perusahaan tanggal 7 Juni 2011 yang diaktakan
dengan akta notaris No. 7 dari Notaris
Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., pemegang saham
telah menyetujui untuk menyisihkan 25,17% dari
laba neto Perusahaan tahun 2010 atau sebesar
Rp5.000.000 sebagai cadangan umum.
22. KOMISI PERANTARA PEDAGANG EFEK
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
21. APPROPRIATED
(continued)
RETAINED
EARNINGS
In the Annual Stockholders’ General Meeting held
on June 7, 2011 under the notarial deed No. 7 of
Notary Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the
shareholders agreed to allocate 25.17% of the
2010 net income or Rp5,000,000 to general
reserves.
22. BROKERAGE COMMISSIONS
Akun ini merupakan komisi yang diperoleh dari
aktivitas Perusahaan sebagai perantara efek
ekuitas dan obligasi.
23. JASA MANAJEMEN INVESTASI
This account represents commissions obtained by
the Company from equity and bonds brokerage
activities.
23. INVESTMENT MANAGEMENT FEES
Akun ini merupakan pendapatan yang diperoleh
dari pengelolaan reksadana sebesar 0,18% - 1,8%
per tahun dari nilai aset neto yang dihitung secara
harian. Reksadana yang dikelola oleh Grup adalah
antara lain BNIS Penyertaan Terbatas I, BNIS
Penyertaan Terbatas Victoria dan Dana Berbunga
Tiga.
24. PENDAPATAN BUNGA DAN DIVIDEN
This account represents income arising from the
management of mutual fund units of 0.18% - 1.8%
per annum of the net asset value that is calculated
on a daily basis. Mutual funds managed by the
Group are among others, BNIS Penyertaan
Terbatas I, BNIS Penyertaan Terbatas Victoria and
Dana Berbunga Tiga.
24. INTEREST INCOME AND DIVIDENDS
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
2012
2011
Bunga obligasi
Pendapatan dividen saham
2,793,560
112,593
4,288,709
260,731
Interest on bonds
Dividend income from shares
Total
2,906,153
4,549,440
Total
25. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) DARI
PERDAGANGAN EFEK
25. GAIN (LOSS) ON TRADING OF MARKETABLE
SECURITIES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
2012
Keuntungan terealisasi atas obligasi
Kenaikan nilai reksadana
(Kerugian) keuntungan terealisasi
terealisasi atas saham
Keuntungan (kerugian) yang belum
terealisasi atas saham
Keuntungan (kerugian) yang belum
terealisasi atas obligasi
Total
6,795,767
2,077,939
(23,431,955)
2011
15,273,678
9,994,586
Realized gain on bonds
Increase on value of mutual funds
288,604
Realized (loss) gain on shares
42,169,901
(40,457,901)
Unrealized gain (loss) on shares
(764,442)
(1,332,058)
Unrealized gain (loss) on bonds
26,847,210
(16,233,091)
Total
Lampiran – 5/51 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. JASA PENJAMINAN EMISI DAN PENJUALAN
EFEK
Jasa penjaminan emisi dan penjualan efek
merupakan imbalan jasa dari penjamin emisi dan
agen penjualan atas penawaran umum (saham dan
obligasi) serta penawaran umum terbatas dan hak
memesan efek terlebih dahulu.
27. PENDAPATAN FASILITAS TRANSAKSI
Underwriting and selling fees represent fees
obtained by the Company from underwriting
activities and the sale of securities (shares and
bonds) for public offering and rights issues.
This account consists of:
2012
Total
26. UNDERWRITING AND SELLING FEES
27. INCOME FROM TRANSACTION FACILITIES
Akun ini terdiri dari:
Pendapatan fasilitas marjin
Pendapatan denda tunggakan
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2011
6,926,842
6,748,271
11,687,029
11,229,185
Income from margin facilities
Overdue fees
13,675,113
22,916,214
Total
Pendapatan
denda
tunggakan
merupakan
pendapatan yang berasal dari nasabah yang
pembayarannya
tertunggak.
Perusahaan
mengenakan denda sebesar 36% per tahun dari
jumlah nominal transaksi masing-masing pada
tahun 2012 dan 2011.
Overdue fees represent income earned from
customers for late payments. The Company
charges fee at the rate of 36% per annum of the
transaction value in 2012 and 2011, respectively.
Pendapatan fasilitas marjin merupakan pendapatan
yang diperoleh dari nasabah yang melakukan
transaksi jual beli saham melalui bursa. Atas
transaksi
marjin,
Perusahaan
memberikan
tenggang waktu pelunasan sampai dengan 90 hari
dan mengenakan bunga sebesar 17% - 20% per
tahun.
Income from margin facilities represents income
earned from customers’ transactions through the
stock exchange. The Company provides customers
a maximum of 90 days to settle their obligation and
charges interest at the rate of 17% to 20% per
annum.
28. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN KARYAWAN
28. EMPLOYEE SALARIES AND ALLOWANCES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
2012
2011
Tunjangan
Gaji dan upah
Beban imbalan kerja karyawan
(Catatan 32)
Pendidikan dan pelatihan
34,339,063
32,245,960
32,846,342
32,349,375
Allowances
Salaries and wages
(7,267,091)
512,612
9,230,294
1,357,272
Employee service entitlements (Note 32)
Training and development
Total
59,830,544
75,783,283
Total
Lampiran – 5/52 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
28. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN KARYAWAN
(lanjutan)
28. EMPLOYEE SALARIES AND ALLOWANCES
(continued)
Jumlah gaji dan tunjangan, bonus/tantiem, imbalan
kerja jangka panjang Dewan Komisaris, Direksi
serta Komite Audit masing-masing untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
Total
gross
salaries
and
allowances,
bonus/tantiem, long-term employment benefits of
the Boards of Commissioners, Directors and Audit
Committee for the years ended 31 December 2012
and 2011, respectively, are as follows:
31 Desember/December 2012
(dalam ribuan Rupiah/in thousands of Rupiah)
Imbalan kerja
Gaji dan
Bonus/
jangka
tunjangan/
tantiem/Longpanjang/
Jumlah/
Salaries and
term
Employment
allowance
bonus/tantiem
benefits
Total
Personil manajemen kunci
8,524,579
-
-
8,524,579
Key management personnel
31 Desember/December 2011
(dalam ribuan Rupiah/in thousands of Rupiah)
Imbalan kerja
Gaji dan
Bonus/
jangka
tunjangan/
tantiem/Longpanjang/
Jumlah/
Salaries and
term
Employment
allowance
bonus/tantiem
benefits
Total
Personil manajemen kunci
9,481,837
-
Sesuai dengan kebijakan Perusahaan, selain gaji,
pegawai juga mendapatkan fasilitas dan tunjangan
berupa Tunjangan Hari Raya (THR), fasilitas
kesehatan, sumbangan kematian, tunjangan cuti,
fasilitas jabatan untuk jabatan tertentu, program
pensiun untuk pegawai tetap, insentif sesuai
dengan kinerja Perusahaan dan pegawai, dan
manfaat untuk pegawai yang berhenti bekerja
sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan
yang berlaku.
29. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Key management personnel
Under the Company’s policy, in addition to salaries,
employees are entitled to allowances and benefits,
such as yearly allowance (THR), medical
reimbursements,
death
allowance,
leave
allowance, functional allowance for certain levels,
pension plan for permanent employees, incentives
based on the Company and employees’
performance, and post-employment benefits in
accordance with prevailing Labor Law.
This account consists of:
2012
Total
9,481,837
29. GENERAL AND ADMINISTRATIVE
Akun ini terdiri dari:
Penyusutan (Catatan 11)
Komunikasi dan informasi
Transportasi
Sewa
Jasa profesional
Percetakan dan perlengkapan kantor
Perbaikan dan pemeliharaan
Amortisasi
Listrik dan air
Entertainment
Lain-lain
-
2011
8,096,266
6,783,626
3,835,192
3,654,594
2,911,103
2,891,663
2,345,542
1,587,418
1,438,254
1,256,374
3,179,808
6,727,637
8,193,032
4,139,127
2,915,985
4,134,548
3,343,635
2,698,313
1,820,142
1,342,959
1,301,422
4,969,726
Depreciation (Note 11)
Communication and information
Transportation
Rent
Professional fee
Printing and office supplies
Repairs and maintenance
Amortization
Electricity and water
Entertainment
Others
37,979,840
41,586,526
Total
Lampiran – 5/53 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENYISIHAN
(PEMBALIKAN
KERUGIAN PENURUNAN NILAI
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
PENYISIHAN)
30. PROVISION (REVERSAL) FOR IMPAIRMENT
LOSSES
Akun ini merupakan penyisihan (pembalikan
penyisihan) atas piutang nasabah dan aset lainlain.
This account represents provision (reversal) for
impairment losses on receivable from customers
and other assets.
2012
2011
Piutang nasabah (Catatan 7)
Aset lain-lain (Catatan 12)
(18,284,852)
-
6,531,051
(23,407,174)
Receivables from customers (Note 7)
Other assets (Note 12)
Total
(18,284,852)
(16,876,123)
Total
31. PERPAJAKAN
a.
31. TAXATION
Tagihan lebih bayar pajak penghasilan
a.
2012
Tagihan lebih bayar pajak
penghasilan
b.
c.
-
b
2012
Utang pajak lainnya:
Pasal 21
Pasal 23 dan 26
Pasal 4 (2)
Transaksi penjualan saham
Pajak pertambahan nilai
2011
40,455
Utang pajak
Utang pajak kini:
Pasal 25
Pajak Penghasilan Badan (Pasal 29)
Claims for income tax refund
Taxes payable
2011
5,814
1,188,660
1,194,474
69,762
69,762
862,534
23,686
72,780
1,474,613
273,040
467,949
178,570
84,430
1,388,873
162,542
2,706,653
2,282,364
3,901,127
2,352,126
Beban pajak
c.
2012
Claims for income tax refund
Current tax liabilities:
Article 25
Corporate Income Tax (Article 29)
Other tax liabilities:
Article 21
Article 23 and 26
Article 4(2)
Sale of share transactions
Value added tax
Tax expense
2011
Beban pajak kini:
Perusahaan
Entitas Anak
1,668,268
135,061
Current tax expense:
Company
Subsidiary
Total beban pajak kini
1,668,268
135,061
Total current tax expense
(Manfaat) beban pajak tangguhan:
Perusahaan
Entitas Anak
9,065,661
(448,470)
(23,661,656)
322,856
Deferred tax (benefit)/expense:
Company
Subsidiary
Total (manfaat)/beban
pajak tangguhan
8,617,191
23,338,800
Total deferred tax (benefit)/expense
Lampiran – 5/54 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31. TAXATION (continued)
Beban pajak (lanjutan)
c.
Tax expense (continued)
The tax on profit before tax differs from the
theoretical amount that would arise using the
weighted average tax rate applicable to profits
as follows:
Pajak atas laba sebelum pajak berbeda dari
nilai teoritis yang mungkin muncul apabila
menggunakan rata-rata tertimbang tarif pajak
terhadap laba dalam jumlah sebagai berikut:
Laba/(rugi) sebelum beban pajak
Perusahaan
Entitas anak
Pajak dihitung dengan tarif
pajak yang berlaku
Perusahaan
Entitas anak
Perbedaan temporer
Perbedaan permanen
Permanen
Pendapatan lain-lain
Entitas anak
2012
2011
12,675,070
4,603,491
(60,489,898)
737,298
Income/(loss) before tax expense
the Company
Subsidiary
3,168,768
1,668,268
(15,122,475)
135,061
Tax calculated at applicable
tax rates
the Company
Subsidiary
4,837,036
(14,987,414)
(6,505,425)
(3,113,433)
Temporary Differences
8,020,690
(10,320,402)
5,927,137
(2,723,448)
Permanent Differences
Permanent
Other income
(8,805,137)
90,256
(1,668,268)
(135,061)
(5,636,369)
(15,032,219)
The reconciliation between (loss) income
before income tax expense, as shown in the
consolidated statements of comprehensive
income and estimated taxable income for the
years ended 31 December 2012 and 2011, is
as follows:
Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum beban
pajak seperti yang disajikan dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian dan
taksiran penghasilan kena pajak pada tahun
yang
berakhir
pada
tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
(Rugi) laba sebelum beban pajak
konsolidasian
Rugi sebelum beban pajak
Entitas Anak
(Rugi) laba sebelum beban pajak
Perusahaan
Subsidiary
2012
2011
17,278,561
(59,752,600)
Consolidated (Loss) income before
tax expense
(737,298)
Subsidiary’s loss before tax expense
(60,489,898)
(Loss) income before tax expense of
the Company
(4,603,491)
12,675,070
Lampiran – 5/55 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31. TAXATION (continued)
Beban pajak (lanjutan)
c.
2012
Tax expense (continued)
2011
Perbedaan temporer:
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Pembalikan kerugian
penurunan nilai
Keuntungan penjualan aset tetap
Penyusutan aset tetap
Temporary differences:
Provision for employee service
entitlements
Reversal for impairment
losses
Gain on disposal fixed assets
Depreciation of fixed assets
(8,498,962)
4,378,869
(18,284,852)
762,114
(16,876,123)
(481,871)
525,394
(26,021,700)
(12,453,731)
5,810,015
1,567,841
911,773
792,924
1,870,144
85,376
955,399
1,051,071
100,876
9,683
18,060,202
9,148,311
2,299,398
1,858,820
882,483
875,080
628,186
573,828
150,803
113,260
12,176
6,012,576
32,082,758
23,708,546
1,233,522
(8,470,176)
(24,769,271)
(14,952,299)
26,227,677
(24,362,585)
(2,793,560)
(4,288,709)
(41,281,608)
(10,893,793)
(35,221,050)
(361,022)
Total fiscal adjustments
Taksiran rugi fiskal
Akumulasi rugi fiskal awal tahun
(22,545,479)
(160,775,405)
(60,128,876)
(100,646,529)
Estimated fiscal loss
Beginning fiscal loss carry-forward
Akumulasi rugi fiskal akhir tahun
(183,320,884)
(160,775,405)
Ending fiscal loss carry-forward
Perbedaan permanen:
Gaji dan tunjangan karyawan
Iklan dan promosi
Umum dan administrasi
Komunikasi dan informasi
Beban transaksi efek
Percetakan dan perlengkapan kantor
Beban dan denda pajak
Transportasi
Sewa
Perbaikan dan pemeliharaan
Beban lain-lain
Pendapatan lain-lain
Kenaikan nilai reksadana
Keuntungan dari perdagangan
efek - neto
Penghasilan bunga
Pendapatan bunga obligasi
dan dividen
Total koreksi fiskal
Permanent differences:
Employees’ salaries and allowances
Advertising and promotion
General and administration
Communication and information
Transaction costs
Printing and office supplies
Tax expenses and penalties
Transportation
Rent
Repairs and maintenance
Others
Other income
Increase on asset value of mutual fund
Gain on trading of marketable
securities - net
Interest income
Interest income on bonds
and dividends
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk
tahun yang berakhir 31 Desember 2012 di atas
adalah suatu perhitungan sementara yang
dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat
berubah
pada
waktu
Perusahaan
menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) pajaknya.
The above corporate income tax calculation for
the year ended 31 December 2012 was a
preliminary estimate made for accounting
purposes and is subject to revision when the
Company lodges its Annual Corporate Tax
Return.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2011, telah sesuai dengan SPT
tahunannya.
The corporate income tax calculation for the
year ended 31 December 2011 conforms with
the Company’s annual tax returns.
Lampiran – 5/56 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PERPAJAKAN (lanjutan)
d.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31. TAXATION (continued)
Aset pajak tangguhan
d.
Deferred tax assets
The deferred tax assets as of 31 December
2012 and 2011 represent the tax effects on the
following:
Aset pajak tangguhan pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 merupakan
pengaruh beda pajak dengan rincian sebagai
berikut:
31 Desember/December 2012
Dibebankan ke
laporan laba
rugi/
1 Januari/
Charged to
31 Desember/
January
profit or loss
December
Akumulasi rugi fiskal
Penyisihan bonus
8,432,881
-
Penyisihan imbalan kerja
5,496,758
Perbedaan penyusutan
aset tetap
Penyisihan kerugian
Penurunan nilai
537,815
116,250
8,432,881
116,250
(1,883,925)
3,612,833
140,466
678,281
7,433,808
(6,989,982)
443,826
21,901,262
(8,617,191)
13,284,071
Fiscal loss
accummulation
Provision for bonuses
Provision for
employee benefits
Difference in
depreciation of
fixed assets
Allowance for
impairment losses
31 Desember/December 2011
Dibebankan ke
laporan laba
rugi/
1 Januari/
Charged to
31 Desember/
January
profit or loss
December
Akumulasi rugi fiskal
Penyisihan imbalan kerja
Perbedaan penyusutan
aset tetap
Penyisihan piutang
ragu-ragu
25,161,633
(16,728,752)
8,432,881
4,063,620
1,433,138
5,496,758
2,863,977
(2,326,162)
537,815
13,150,832
(5,717,024)
7,433,808
45,240,062
(23,338,800)
21,901,262
Sejak tahun 2011, Perusahaan tidak mengakui
tambahan aset pajak tangguhan yang berasal
dari akumulasi rugi pajak.
Fiscal loss
accummulation
Provision for
employee benefits
Difference in
depreciation of
fixed assets
Allowance for
doubtful accounts
The Company has not recognised additional
deferred tax asset arising from accumulated
tax losses carried forward starting the year
2011.
Lampiran – 5/57 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PERPAJAKAN (lanjutan)
e.
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31. TAXATION (continued)
Administrasi
e. Administration
Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal
Pajak (”DJP”) dapat menetapkan atau
mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu
sepuluh tahun sejak saat terhutangnya pajak,
atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal.
Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap
tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya
menentukan bahwa DJP dapat menetapkan
atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam
batas waktu lima tahun sejak saat
terhutangnya pajak.
32. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
2012
Under the Taxation Laws of Indonesia, the
Company submits tax returns on the basis of
self assessment. The Director General of Tax
(“DGT”) may assess or amend taxes within ten
years of the time the tax becomes due, or until
the end of 2013, whichever is earlier. There are
new rules applicable to fiscal year 2008 and
subsequent years stipulating that the DGT may
assess or amend taxes within five years of the
time the tax becomes due.
32. PROVISIONS
FOR
ENTITLEMENTS
EMPLOYEE
SERVICE
2011
Imbalan kerja jangka pendek
1,998,825
1,081,845
Short-term employee benefits
Imbalan pascakerja
Imbalan jangka panjang lainnya
Entitas anak
9,585,956
2,548,428
2,316,949
10,968,413
8,091,800
2,926,817
Post employment benefits
Other long-term benefits
Subsidiaries
14,451,333
21,987,030
16,450,158
23,068,875
Liabilitas yang diakui pada laporan
posisi keuangan
Liability recognised in the statement
of financial position
Program pensiun iuran pasti
Defined contribution pension plan
Perusahaan memiliki Program Pensiun Iuran Pasti,
untuk karyawannya, dimana kontribusi iuran
seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan. Program
Pensiun Iuran Pasti dikelola oleh Dana Pensiun
Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
The Company has a defined contribution pension
plan for its employees, whereby the pension
contribution all contributed by the Company. The
defined contribution pension plan is managed by
Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Beban pensiun iuran pasti yang telah dibebankan
pada laporan laba rugi adalah sebesar
Rp4.490.402 dan 6.679.016 masing-masing untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011.
Defined contribution pension expense that was
charged to the profit or loss amounted to
Rp4,490,402 and 6,679,016 for the years ended 31
December 2012 and 2011, respectively.
Lampiran – 5/58 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
(lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
32. PROVISIONS
FOR
EMPLOYEE
ENTITLEMENTS (continued)
SERVICE
Program pensiun iuran pasti (lanjutan)
Defined contribution pension plan (continued)
a.
a.
Beban imbalan kerja
2012
Beban jasa kini
Beban bunga
Amortisasi keuntungan/(kerugian)
aktuarial yang belum diakui
Keuntungan/(kerugian) curtailment
Keuntungan/(kerugian) aktuarial
Biaya jasa masa lalu
Penghentian dan kelebihan
pembayaran
b.
1,349,877
1,025,980
223,705
(412,724)
-
Employee benefits expense
2011
3,914,413
1,897,946
2,953,365
(3,972,529)
Current service cost
Interest cost
Unrealised actuarial gain/(losses)
amortisation
Curtailment gain/(losses)
Actuarial gain/(losses)
Past service cost
Termination and excess
payment
1,119,696
1,109,781
3,306,534
5,902,976
Entitas anak
1,183,868
776,040
Subsidiaries
Beban imbalan bersih
4,490,402
6,679,016
Net benefit expense
Penyisihan imbalan
b.
2012
Nilai kini liabilitas
Keuntungan/(kerugian) aktuaria
yang belum diakui
Entitas anak
Liabilitas yang diakui pada
laporan posisi keuangan
14,893,956
4,258,198
(3,925,543)
9,585,956
10,968,413
1,956,334
1,670,159
Subsidiaries
11,542,290
12,638,572
Liability recognized in the
statement of financial position
2012
Entitas anak
Saldo akhir periode
2011
5,327,758
Rekonsiliasi perubahan selama periode
berjalan atas liabilitas neto yang diakui di
laporan posisi keuangan pada tanggal 31
Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
Saldo awal periode
Pembayaran manfaat
Beban neto yang diakui
dalam laporan laba rugi
Penambahan provisi
Pembalikan liabilitas imbalan kerja
Benefits provision
10,968,413
(15,432)
2,186,838
(3,553,863)
Present value of obligation
Unrecognised actuarial gain/(losses)
The reconciliation of movements during the
period in the net liability recognized in the
statement of financial position as of 31
December 2012 and 2011 are as follows:
2011
7,660,101
(2,594,666)
Balance at beginning of period
Benefit payment
Net expense recognized in
profit or loss
5,902,978
Additional provision
- Reversal of employee benefit liabilities
9,585,956
10,968,413
1,956,334
1,670,159
Subsidiaries
11,542,290
12,638,572
Balance at end of period
Lampiran – 5/59 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
(lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
32. PROVISIONS
FOR
EMPLOYEE
ENTITLEMENTS (continued)
SERVICE
Program pensiun iuran pasti (lanjutan)
Defined contribution pension plan (continued)
b.
b.
Penyisihan imbalan (lanjutan)
The amount for 2012 and 2011 experience
adjustments arising on the employee benefit
liabilities is as follows:
Jumlah penyesuaian pengalaman yang
muncul atas liabilitas imbalan kerja untuk
tahun 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
2012
Nilai kini liabilitas
Nilai wajar aset program
Benefits provision (continued)
2011
5,327,758
-
14,893,956
-
5,327,758
14,893,956
716,410
1,670,159
Subsidiaries
Surplus program
6,044,168
16,564,115
Surplus in the plan
Penyesuaian pengalaman pada
liabilitas program
5,498,122
(3,925,543)
Entitas anak
Present value of obligation
Fair value of plans assets
Experience adjustment on
plan liabilities
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Other long-term employee benefits
Liabilitas atas imbalan kerja jangka panjang lainnya
meliputi uang jasa, uang pisah dan pesangon
sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja
No. 13/2003 dan kompensasi lainnya.
The liability for other long-term employee benefits
consisted of service payments, severance and
termination benefits based on Labor Law
No. 13/2003 and other compensations.
Penilaian aktuarial atas imbalan kerja jangka
panjang lainnya pada tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dilakukan oleh
konsultan aktuaria terdaftar PT Eldridge Gunaprima
Solution (2011: PT Sentra Jasa Aktuaria (Biro
Pusat Aktuaria)) dengan menggunakan metode
“Projected Unit Credit” sebagaimana yang
tercantum dalam laporan pada tanggal 25 Maret
2013.
The actuarial valuation of other long-term
employee benefits for the years ended 31
December 2012 and 2011, was performed by
registered actuarial consulting firm,PT Eldridge
Gunaprima Solution (2011: PT Sentra Jasa
Aktuaria (Biro Pusat Aktuaria)), using the
“Projected Unit Credit” method as stated in its
reports dated March 25, 2013.
a.
a.
Beban imbalan kerja
2012
Beban jasa kini
Beban bunga
Keuntungan/(kerugian) aktuarial
Penghentian dan kelebihan
pembayaran
1,260,382
498,902
(5,373,403)
401,135
(3,212,984)
Entitas anak
Beban imbalan bersih
48,004
(3,164,980)
Employee benefits expense
2011
494,400
209,183
806,698
(1,109,781)
Current service cost
Interest cost
Actuarial gain/(losses)
Termination and excess
payment
400,500
577,643
Subsidiaries
978,143
Net benefit expense
Lampiran – 5/60 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
32. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
(lanjutan)
32. PROVISIONS
FOR
EMPLOYEE
ENTITLEMENTS (continued)
SERVICE
Imbalan kerja jangka panjang lainnya (lanjutan)
Other long-term employee benefits (continued)
b.
b.
Penyisihan imbalan
2012
Nilai kini liabilitas
Keuntungan/(kerugian) aktuaria
yang belum diakui
Entitas anak
Liabilitas yang diakui pada
laporan posisi keuangan
2011
2,548,428
8,091,800
Present value of obligation
-
-
Unrecognised actuarial gain/(losses)
2,548,428
8,091,800
360,615
1,256,658
Subsidiaries
2,909,043
9,348,458
Liability recognized in the
statement of financial position
The reconciliation of movements during the
period in the net liability recognized in the
statement of financial position as of 31
December 2012 and 2011 are as follows:
Rekonsiliasi perubahan selama periode
berjalan atas liabilitas neto yang diakui di
laporan posisi keuangan pada tanggal 31
Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
2012
Saldo awal periode
Pembayaran manfaat
Beban neto yang diakui
dalam laporan laba rugi
Penambahan provisi
Pembalikan liabilitas imbalan kerja
Entitas anak
Saldo akhir periode
2011
8,091,800
(1,929,253)
(3,614,119)
-
Surplus program
Penyesuaian pengalaman pada
liabilitas program
Balance at beginning of period
Benefit payment
Net expense recognized in
profit or loss
400,500
Additional provision
- Reversal of employee benefit liabilities
8,091,800
360,615
1,256,658
Subsidiaries
2,909,043
9,348,458
Balance at end of period
The amount for 2012 and 2011 experience
adjustments arising on the employee benefit
liabilities is as follows:
2012
Entitas anak
8,594,377
(903,077)
2,548,428
Jumlah penyesuaian pengalaman yang
muncul atas liabilitas imbalan kerja untuk
tahun 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
Nilai kini liabilitas
Nilai wajar aset program
Benefits provision
2011
2,548,428
-
8,091,800
-
2,548,428
8,091,800
360,615
1,256,658
Subsidiaries
2,909,043
9,348,458
Surplus in the plan
-
-
Experience adjustment on
plan liabilities
Lampiran – 5/61 - Schedule
Present value of obligation
Fair value of plans assets
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
32. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
(lanjutan)
Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan
kewajiban imbalan pascakerja pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagal
berikut:
Metode penilaian beban
Kenaikan gaji per tahun
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kematian
Tingkat cacat
32. PROVISIONS
FOR
EMPLOYEE
ENTITLEMENTS (continued)
The principal assumptions used in determining the
post-employment benefits obligation as at 31
December 2012 and 2011 are as follows:
2012
2011
Projected Unit Credit
6%
6.25%
Tabel Mortalitas Indonesia
(TMI III 2011)/ Mortality
Table of Indonesia (TMI III
2011)
10% dari tingkat kematian/
10% of mortality rate
Projected Unit Credit
6%
6.25%
Tabel Mortalitas
Indonesia (TMI III 2011)/
Mortality Table of Indonesia
(TMI III 2011)
10% dari tingkat kematian/ 10%
of mortality rate
33. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
SERVICE
Valuation cost method
Salary increases per annum
Discount rate per annum
Mortality rate
Disability rate
33. NON-CONTROLLING INTEREST
Mutasi kepentingan nonpengendali atas aset neto
Entitas Anak adalah sebagai berikut:
2012
The movements in non-controlling interest on the
net assets of Subsidiary are as follows:
2011
Saldo awal
Pembentukan Entitas Anak
Bagian kepentingan nonpengendali
atas laba Entitas Anak
40,925
3,384
925
Beginning balance
Establishment of Subsidiary
Income of Subsidiary attributable
to non-controlling interest
Saldo akhir tahun
44,309
40,925
Balance at end of year
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI
40,000
34. TRANSACTIONS
AND
RELATED PARTIES
BALANCES
WITH
Dalam kegiatan normal usaha, Perusahaan
melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi
berdasarkan ketentuan dan kondisi yang disepakati
bersama oleh kedua belah pihak.
In the normal course of business, the Company
has transactions with related parties based on
terms and conditions agreed by both parties.
Saldo dan transaksi dengan pihak-pihak yang
berelasi adalah sebagai berikut:
The amounts and transactions with related parties
are as follows:
Pihak berelasi/Related parties
Sifat dari hubungan/Nature of relationship
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Entitas induk dan entitas induk terakhir/
Parent and ultimate parent entity
Kas dan setara kas, portofolio efek dan
utang nasabah/Cash and cash equivalents,
marketable securities and payable to
customers
Pemerintah Republik Indonesia/
Government of the Republic of
Indonesia
Pemegang saham akhir melalui Kementerian
Keuangan Republik Indonesia/Ultimate
shareholder through the Ministry of
Finance of the Republic of Indonesia
Portofolio efek dan pendapatan bunga dan
dividen/Marketable securities and interest
income and dividens
PT Bank BRI Syariah
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Kas dan setara kas dan pendapatan bunga/Cash
and cash equivalents and interest income
PT Bank Bukopin Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Kas dan setara kas/Cash and cash equivalents
Lampiran – 5/62 - Schedule
Sifat dari transaksi/Nature of transactions
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
34. TRANSACTIONS
AND
BALANCES
RELATED PARTIES (continued)
WITH
Pihak berelasi/Related parties
Sifat dari hubungan/Nature of relationship
Sifat dari transaksi/Nature of transactions
PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Kas dan setara kas, portofolio efek, pinjaman
bank dan beban bunga/Cash and cash
equivalents, marketable securities, bank
loans and interest expense
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Kas dan setara kas, portofolio efek dan pinjaman
bank/Cash and cash equivalents, marketable
securities and bank loans
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Portofolio efek, (kerugian) keuntungan dari
perdagangan efek dan jasa penjaminan emisi
dan penjualan efek/Marketable securities,
(loss) gain on trading marketable securities
and underwriting and selling fees
Portofolio efek/Marketable securities
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
PT Timah (Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Portofolio efek/Marketable securities
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Portofolio efek/Marketable securities
PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Portofolio efek/Marketable securities
PT Indosat Tbk
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Portofolio efek/Marketable securities
PT Taspen QQ Asuransi
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Piutang nasabah dan komisi perantara
pedagang efek/Receivables from customers
and brokerage commissions
PT Jamsostek
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Piutang nasabah dan komisi perantara
pedagang efek/Receivables from customers
and brokerage commissions
PT Asabri
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Piutang nasabah/Receivables from customers
PT Jasa Raharja
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Piutang nasabah dan komisi perantara
pedagang efek/Receivables from customers
and brokerage commissions
Dana Pensiun BNI
Pengendalian melalui Pemerintah
Republik Indonesia (RI)/
Controlling through the Government
of the Republic of Indonesia
Piutang nasabah dan utang nasabah/
receivables from customers and payable
to customers
PT BNI Life Insurance
Pengendalian melalui Entitas Induk/
Controlling through the Parent Entity
Utang nasabah/payable to customers
Lampiran – 5/63 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
34. TRANSACTIONS
AND
BALANCES
RELATED PARTIES (continued)
WITH
Pihak berelasi/Related parties
Sifat dari hubungan/Nature of relationship
Sifat dari transaksi/Nature of transactions
PT BNI Multifinance
Pengendalian melalui Entitas Induk/
Controlling through the Parent Entity
Utang sewa pembiayaan/finance lease payables
PT Perusahaan Asuransi Tri
Pakarta
Pengendalian melalui Dana Pensiun BNI/
Controlling through Dana Pensiun BNI
Penyedia jasa asuransi/Insurance service
provider
Berbagai reksadana/
Various mutual funds
Pengendalian melalui Perusahaan dan
Entitas Anak/Control through
the Company and Subsidiary
Portofolio efek, jasa manajemen investasi dan
(kerugian) keuntungan dari perdagangan efek/
marketable securities, investment
management fees and (loss) gain on trading
marketable securities
The summary of significant balances with related
parties as of 31 December 2012 and 2011 are as
follows:
Ringkasan saldo yang signifikan dengan
pihak-pihak berelasi per 31 Desember 2012 dan
2011 adalah sebagai berikut:
2012
2011
Kas dan setara kas (Catatan 5):
Kas di bank
Rupiah
PT Bank BRI Syariah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Deposito berjangka kurang dari 3 bulan
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
Jumlah
Persentase terhadap jumlah aset
Cash and cash equivalents (Note 5):
-
56,034,664
9,397,191
5,372,197
106,444
29,922,019
1,489,177
1,367,532
321,184
-
706,765
14,875,832
89,841,341
2,586,390
29,538
2,746,943
1,484,738
2,615,928
4,231,681
Cash in banks
Rupiah
PT Bank BRI Syariah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
United States Dollar
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Time deposits less than 3 months
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Tengah
31,000,000
7,000,000
12,500,000
71,000,000
-
10,000,000
43,500,000
88,000,000
60,991,760
182,073,022
Total
12.75%
15.71%
Percentage of total assets
Lampiran – 5/64 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
34. TRANSACTIONS
AND
BALANCES
RELATED PARTIES (continued)
2012
2011
Portofolio efek (Catatan 6):
Saham
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar
dan Banten Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Dikurangi: penurunan nilai
Reksadana
BNI Dana Plus Syariah
BNIS Penyertaan Terbatas I
BNI Berbunga Tiga
BNIS Penyertaan Terbatas Optimum
BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi
BNIS Penyertaan Terbatas Garuda
BNIS Penyertaan Terbatas Global
BNIS Penyertaan Terbatas Victoria
BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah
BNI Reksa Dana Berkembang
BNI Dana Syariah
Ditambah: kenaikan nilai
Obligasi
Obligasi Pemerintah:
FR 061
FR 058
Ditambah: kenaikan nilai
Jumlah
Persentase terhadap jumlah aset
WITH
Marketable securities (Note 6):
-
111,872,250
-
2,619,720
1,712,500
1,700,000
1,260,000
189
-
119,164,659
(41,102,324)
-
78,062,335
9,440,000
4,956,877
5,560,000
5,200,000
5,333,680
5,051,265
6,250,000
-
15,391,660
12,892,619
12,407,705
5,608,000
5,437,360
5,333,680
5,051,266
5,020,000
5,000,000
3,403,347
2,661,172
41,791,822
3,181,768
78,206,809
7,113,475
44,973,590
85,320,284
Shares
PT Garuda Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar
dan Banten Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Aneka Tambang Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Less: decrease in value
Mutual Funds
BNI Dana Plus Syariah
BNIS Penyertaan Terbatas I
BNI Berbunga Tiga
BNIS Penyertaan Terbatas Optimum
BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi
BNIS Penyertaan Terbatas Garuda
BNIS Penyertaan Terbatas Global
BNIS Penyertaan Terbatas Victoria
BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah
BNI Reksa Dana Berkembang
BNI Dana Syariah
Add: increase in value
Bonds
Government bonds:
FR 061
FR 058
-
22,950,870
11,175,000
-
34,125,870
732,661
-
34,858,531
44,973,590
198,241,150
Total
9.40%
17.11%
Percentage of total assets
Piutang nasabah (Catatan 7):
Add: increase in value
Receivables from customers (Note 7):
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jamsostek
PT Asabri
PT Jasa Raharja (Persero)
BNI Dana Plus Syariah
BNI Reksa Dana Berkembang
BNIS Pernyataan Terbatas I
5,886,750
41,833,267
3,034,985
73,162
6,006,376
16,937,167
4,945,985
1,320,543
3,013,515
-
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jamsostek
PT Asabri
PT Jasa Raharja (Persero)
BNI Dana Plus Syariah
BNI Reksa Dana Berkembang
BNIS Pernyataan Terbatas I
Jumlah
56,834,540
26,217,210
Total
11.88%
2.26%
Percentage of total assets
Persentase terhadap jumlah aset
Lampiran – 5/65 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
34. TRANSACTIONS
AND
BALANCES
RELATED PARTIES (continued)
2012
WITH
2011
Utang nasabah (Catatan 14):
Payable to customers (Note 14):
Dana Pensiun BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jasa Raharja (Persero)
2,006,463
11,530,696
2,209,790
1,918
3,050,820
Dana Pensiun BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jasa Raharja (Persero)
Jumlah
13,537,159
5,262,528
Total
8.23%
0.62%
Percentage of total liabilities
Persentase terhadap jumlah liabilitas
Pinjaman bank (Catatan 16):
Bank loans (Note 16):
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
20,000,000
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jumlah
-
20,000,000
Total
0.00%
2.35%
Percentage of total liabilities
Persentase terhadap jumlah liabilitas
Utang sewa pembiayaan (Catatan 19):
PT BNI Multifinance
Persentase terhadap jumlah liabilitas
Finance lease payables (Note 19):
1,106,592
1,320,645
PT BNI Multifinance
0.67%
0.16%
Percentage of total liabilities
Komisi perantara pedagang
efek (Catatan 22):
Brokerage commissions (Note 22):
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jamsostek
PT Jasa Raharja
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
2,622,465
3,090,422
3,644,144
-
3,500,816
3,013,946
2,439,365
758,018
Jumlah
9,357,031
9,712,145
Persentase terhadap
pendapatan usaha
7.69%
10.45%
Jasa manajemen investasi (Catatan 23):
Berbagai reksa dana
Persentase terhadap
pendapatan usaha
Persentase terhadap
pendapatan usaha
Percentage of
total operating revenues
Investment management fees (Note 23):
21,950,175
18.05%
15,529,366
16.70%
Pendapatan bunga dan dividen
(Catatan 24):
Bunga obligasi
Pemerintah Republik Indonesia
PT Taspen QQ Asuransi
PT Jamsostek
PT Jasa Raharja
Others (under Rp1,000,000)
Various mutual funds
Percentage of
total operating revenues
Interest income and dividends (Note 24):
1,351,876
1.11%
1,079,685
1.16%
Lampiran – 5/66 - Schedule
Interest on bonds
Government of the Republic of Indonesia
Percentage of
total operating revenues
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
34. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
34. TRANSACTIONS
AND
BALANCES
RELATED PARTIES (continued)
2012
2011
(Kerugian) keuntungan dari
perdagangan efek (Catatan 25):
Kerugian yang belum terealisasi
atas saham
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
Kenaikan nilai reksa dana
Berbagai reksa dana
Jumlah
Persentase terhadap
pendapatan usaha
(Loss) gain on trading of marketable
securities (Note 25):
Unrealized loss on shares
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Others (under Rp1,000,000)
21,499,162
-
(41,019,825)
(82,499)
21,499,162
(41,102,324)
2,077,939
9,994,586
23,577,101
(31,107,738)
Total
33.46%
Percentage of
total operating revenues
19.39%
Jasa penjaminan emisi dan
penjualan efek (Catatan 26):
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
WITH
Increase on value of mutual funds
Various mutual funds
Underwriting and selling fees (Note 26):
-
1,918,691
Jasa penasehat keuangan:
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Financial advisory fees:
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
-
569,907
Others (under Rp1,000,000)
Jumlah
-
2,488,598
Total
0.00%
2.68%
Percentage of
total operating revenues
Persentase terhadap
pendapatan usaha
Pendapatan bunga:
Pendapatan bunga - deposito
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
Pendapatan bunga - giro
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank BRI Syariah
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
Total
Persentase terhadap
pendapatan usaha
Interest income:
11,021
-
Interest income - time deposit
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
185,967
Others (under Rp1,000,000)
11,021
185,967
5,948,790
-
Interest income - current account
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
1,730,480
PT Bank BRI Syariah
904,943
Others (under Rp1,000,000)
5,948,790
2,635,423
5,959,811
2,821,390
Total
4.90%
3.03%
Percentage of
total operating revenues
Beban bunga:
Interest expense:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT BNI Multifinance
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Lain-lain (di bawah Rp1.000.000)
1,288,243
28,368
-
2,267,535
1,413,674
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT BNI Multifinance
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Others (under Rp1,000,000)
Total
1,316,611
3,681,209
Total
82.23%
14.34%
Percentage of
other expenses
Persentase terhadap
beban lain-lain
Lampiran – 5/67 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. PENGELOLAAN PERMODALAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
35. CAPITAL MANAGEMENT
Sasaran utama atas pengelolaan permodalan yang
dilakukan oleh Perusahaan adalah untuk
melindungi
kemampuan
entitas
dalam
mempertahankan kelangsungan usaha dan untuk
memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
The primary objective of the Company’s capital
management is to protect the entity’s ability in
maintaining business continuity and to maximize
shareholder value.
Perusahaan mengelola struktur modal dan
melakukan penyelesaian atas struktur tersebut
tergantung
kondisi
ekonomi.
Untuk
mempertahankan atau menyesuaikan struktur
modal tersebut, Perusahaan dapat menyesuaikan
jumlah pembayaran dividen kepada pemegang
saham, mengembalikan modal kepada pemegang
saham atau mengeluarkan saham baru.
The Company manages its capital structure and
makes adjustments to it in light of changes in
economic conditions. To maintain or adjust the
capital structure, the Company may adjust the
dividend payment to shareholders, return capital to
shareholders or issue new shares.
Tidak terdapat perubahan atas tujuan, kebijakan
atau proses dalam mengelola permodalan selama
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011.
No changes were made in the objectives, policies
or processes for managing capital during the years
ended 31 December 2012 and 2011.
Pada tahun 2010, keputusan No. KEP 20/PM/2003
tanggal 8 Mei 2003 diperbaharui dengan keputusan
No. KEP-550/BL/2010 tanggal 28 Desember 2010.
Berdasarkan keputusan tersebut, perusahaan efek
yang menjalankan kegiatan sebagai penjamin
emisi efek dan perantara pedagang efek yang
mengadministrasikan rekening efek nasabah,
wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar
Rp25.000.000 atau 6,25% dari jumlah liabilitas
tanpa utang sub ordinasi dan utang dalam rangka
penawaran umum/penawaran terbatas ditambah
ranking liabilities, mana yang lebih tinggi.
Keputusan ini harus diterapkan oleh Perusahaan
paling lambat tanggal 31 Januari 2012. Pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember
2011, MKBD Perusahaan diatas saldo minimum
yang ditetapkan dalam peraturan ini.
In 2010, the decree No. KEP-20/PM/2003 dated
May 8, 2003 has been amended by the decree
No. KEP-550/BL/2010 dated December 28, 2010.
Under this decree, securities companies with
activities as underwriter and securities broker that
maintain administration of customers’ accounts,
should maintain MKBD equal to or above the
minimum balance of Rp25,000,000 or 6.25% of
total liabilities excluding subordinated debts and
debts related to public offering/limited offering,
plus ranking liabilities, whichever is higher. This
decree should be implemented by the Company
at not later than January 31, 2012. As of 31
December 2012 and 31 December 2011, the
Company’s MKBD is above the minimum balance
required by this regulation.
Pada tahun 2012 dan 2011, saldo harian rata-rata
MKBD masing-masing sebesar Rp149.105.171 dan
Rp112.725.792 (tidak diaudit).
In 2012 and 2011, the average daily balance of
NAWC amounted to Rp149,105,171 and
Rp112,725,792, respectively (unaudited).
36. ASET MONETER
36. MONETARY ASSETS
Grup memiliki aset dalam mata uang asing sebagai
berikut:
The Group has assets in foreign currency as
follows:
2012
2011
Kas dan setara kas
Portofolio efek
USD 468,092.55
-
USD 1,026,955.02
USD 549,527.17
Cash and cash equivalents
Marketable securities
Total
USD 468,092.55
USD 1,576,482.19
Total
4,526,455
14,295,540
Equivalent in Rupiah
Ekuivalen dalam Rupiah
Grup tidak memiliki liabilitas dalam mata uang
asing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
The Group has no liabilities in foreign currency as
of 31 December 2012 and 2011.
Lampiran – 5/68 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. PERJANJIAN KERJASAMA
YANG SIGNIFIKAN
DAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
KONTRAK
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND CONTRACTS
Perjanjian kerja sama dengan PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Agreement with PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama
dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(pemegang saham mayoritas) tanggal 14
November 1996 tentang pemberian jasa pelayanan
kepada investor efek di pasar modal dan
pengadaan outlet di kantor-kantor cabang PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk. Perjanjian
tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan,
yang terakhir berdasarkan addendum No. BNIS/
PK/3/0059/2009 tanggal 26 Oktober 2009 yang
memperpanjang masa kerjasama sampai dengan
tanggal 5 September 2012. Beberapa isi perjanjian
tersebut adalah sebagai berikut:
On November 14, 1996, the Company entered into
an agreement with PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (the majority shareholder) in
providing services to securities investors through
establishment of outlets in PT Bank BNI branches.
The agreement was amended several times, the
latest amendment was made under agreement No.
BNIS/ PK/3/0059/2009 dated October 26, 2009
which extended the agreement until September 5,
2012. Some of the contents of the agreement
are as follows:
a.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(PT BNI) wajib menyediakan tempat, sarana,
dan prasarana untuk outlet di kantor cabang
PT BNI.
a.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(PT BNI) is obliged to provide space and
equipment for the outlets at PT BNI branches.
b.
PT BNI Securities (Perusahaan) memberikan
imbal jasa kepada PT BNI melalui kantor
cabang di tempat outlet berada yang besarnya
sebagai berikut:
b.
PT BNI Securities (the Company) shall pay a
fee to PT BNI, through the PT BNI branch
offices where the outlets are located, which is
determined as follows:

Untuk transaksi efek di pasar perdana,
besarnya imbal jasa adalah sebesar
selling fee yang diterima oleh Perusahaan
dari penjamin emisi efek dikurangi dengan
biaya-biaya
operasional
outlet
Perusahaan selama masa penawaran
perdana.

For securities transaction on initial public
offerings, the amount of fees is selling
fees received by the Company from
underwriter deducted by operational cost
of the Company’s outlets during the initial
public offering period.

Untuk transaksi efek di pasar sekunder
imbal jasa ditentukan sebagai berikut:

For securities transaction in secondary
markets, the fees is determined as
follows:
a.
Besarnya imbal jasa ditentukan
sebesar
fee
yang
diperoleh
Perusahaan (brokerage fee) dibagi
dua
setelah
dikurangi
biaya
operasional outlet.
a.
Fee is determined by the amount the
Company received divided by two
after deducting the operational
expenses in the outlets.
b.
Perusahaan wajib menyampaikan
rincian perhitungan imbal jasa per
periode secara tertulis kepada
PT BNI.
b.
The Company has the obligation to
submit a written report on the
calculation details of fees per period
to PT BNI.
c.
PT BNI akan menerima bagian dari
fee/keuntungan
tersebut
paling
lambat pada minggu ke 4 bulan
Februari tahun berikutnya.
c.
PT BNI will receive its portion of the
fee/profit at the latest by the fourth
week of February of the following
year.
Lampiran – 5/69 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
Perusahaan telah mendokumentasikan dan
membakukan tujuan dan kebijakan manajemen
risiko keuangannya. Tujuan dan kebijakan yang
ditetapkan merupakan strategi bisnis secara
menyeluruh dan filosofi manajemen risiko.
Keseluruhan
strategi
manajemen
risiko
Perusahaan
ditujukan
untuk
meminimalkan
pengaruh ketidakpastian yang dihadapi dalam
pasar terhadap posisi dan kinerja keuangan
Perusahaan. Direksi menentukan kebijakan tertulis
manajemen risiko keuangan secara keseluruhan
melalui masukan laporan komite-komite risiko yang
dibentuk dalam divisi-divisi terkait.
The Company documented and formalized its
financial risk management objectives and policies.
These objectives and policies set out the
Company’s overall business strategies and risk
management philosophy. The Company’s overall
risk management strategy seeks to minimize
adverse effects from the unpredictability of
financial markets on the Company’s financial
position and performance. The Board of Directors
determines written policies for overall financial risk
management with inputs from each risk
committees in the related divisions.
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan
adalah risiko harga pasar, risiko suku bunga, risiko
kredit, risiko harga saham, dan risiko likuiditas.
Direksi menelaah kebijakan untuk mengelola
masing-masing risiko berikut ini:
The main risks arising from the Company’s financial
instruments are market price risk, interest rate risk,
credit risk, equity price risk, and liquidity risk. The
Board of Directors reviews the policies for
managing each of these risks:
Risiko harga pasar
Market price risk
Eksposur Perusahaan terhadap risiko harga pasar
terutama muncul dari perubahan harga pasar dari
investasi atau melalui kesalahan perdagangan dan
kesalahan lainnya. Dalam transaksi perdagangan
di bursa, Perusahaan bertindak sebagai prinsipal
dan kemudian menovasi kontrak tersebut ke
nasabah.
Kegagalan
nasabah
menerima
perdagangan akan menyebabkan Perusahaan
terkena risiko harga pasar.
The Company’s exposure to market price risk
primarily arises from the movements of market
prices of investments or through trade mismatches
and other errors. In exchange traded transactions,
the Company executes the trade as principal and
then novates the contract to its client. A failure by
the client to accept the trade would result in the
exposure of the Company to market price risk.
Perusahaan juga menghadapi risiko harga pasar
terkait investasi tersedia untuk dijual. Untuk
mengelola risiko harga yang timbul dari investasi
ini, Perusahaan mendiversifikasi portofolionya.
Diversifikasi portofolio dilakukan berdasarkan
batasan yang ditentukan manajemen.
The Company is also exposed to market price risk
with respect to its available-for-sale. To manage its
price risk arising from these investments, the
Company diversifies its portfolio. Diversification of
the portfolio is done in accordance with the limits
set by the management.
Risiko suku bunga
Interest rate risk
Risiko suku bunga arus kas adalah risiko arus kas
di masa datang atas instrumen keuangan akan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai
wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi
karena perubahan suku bunga pasar. Perusahaan
dihadapkan pada berbagai risiko terkait dengan
fluktuasi suku bunga pasar.
Cash flow interest rate risk is the risk that the
future cash flows of a financial instrument will
fluctuate because of the changes in market interest
rates. Fair value interest rate risk is the risk that the
fair value of a financial instrument will fluctuate due
to changes in market interest rates. The Company
is exposed to various risks associated with
fluctuations in market interest rates.
Aset dan liabilitas keuangan yang berpotensi
terpengaruh risiko suku bunga terutama terdiri dari
kas dan setara kas, portofolio efek, piutang
nasabah, piutang marjin, piutang karyawan,
pinjaman bank, obligasi yang diterbitkan dan utang
sewa
pembiayaan.
Perusahaan
memonitor
perubahan suku bunga pasar untuk memastikan
suku bunga Perusahaan sesuai dengan pasar.
Perusahaan belum melakukan lindung nilai yang
efektif untuk pinjaman yang suku bunganya
mengambang.
The financial assets and liabilities that potentially
subject the Company to interest rate risk consist
mainly of cash and cash equivalents, marketable
securities, receivables from customers, margin
receivables, employees receivables, bank loans,
bonds issued, and finance lease payable. Changes
in market interest rates are closely monitored to
ensure that the Company’s interest rates are in line
with the market. The Company has not yet entered
into effective hedges for borrowings with variable
interest rates.
Lampiran – 5/70 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko suku bunga (lanjutan)
Interest rate risk (continued)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur
instrumen keuangan Perusahaan terhadap risiko
tingkat suku bunga yang dikategorikan menurut
mana yang terlebih dahulu antara tanggal repricing
atau tanggal jatuh tempo:
The following table summarises the Company’s
financial instrument exposure to interest rate risks
which categorised by the earlier of contractual
repricing or maturity dates:
31 Desember/December 2012
(dalam ribuan Rupiah/in thousands of Rupiah)
Tidak
Kurang dari 1
dikenakan
bulan/
bunga/
Bunga tetap/
Jumlah/
Less than 1
No interest
Fixed rate
month
rate charges
Total
Aset
Kas dan setara kas
Piutang nasabah
Piutang margin
Piutang pada lembaga
Kliring dan penjaminan
Piutang karyawan
Portofolio efek
Aset lain-lain
Liabilitas
Utang pada lembaga
kliring dan penjaminan
Utang nasabah
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Utang lain-lain
32,781,074
26,752,122
149,458,870
-
136,267,500
-
149,458,870
169,048,574
26,752,122
1,777,082
-
-
15,156,530
44,973,590
4,621,748
15,156,530
1,777,082
44,973,590
4,621,748
61,310,278
149,458,870
201,019,368
411,788,516
387,563
1,879,589
-
-
22,166,589
111,520,068
2,214,157
22,166,589
111,520,068
387,563
1,879,589
2,214,157
2,267,152
-
135,900,814
138,167,966
Assets
Cash and cash equivalents
Receivables from customers
Margin receivables
Receivable to clearing
and guarantee institution
Employee receivables
Marketable securities
Other assets
Liabilities
Payable to clearing and
guarantee institution
Accounts payable
Bank loan
Finance lease payable
Other liabilities
31 Desember/December 2011
(dalam ribuan Rupiah/in thousands of Rupiah)
Tidak
Kurang dari 1
dikenakan
bulan/
bunga/
Bunga tetap/
Jumlah/
Less than 1
No interest
Fixed rate
month
rate charges
Total
Aset
Kas dan setara kas
Piutang nasabah
Piutang margin
Piutang pada lembaga
Kliring dan penjaminan
Piutang karyawan
Portofolio efek
Aset lain-lain
Liabilitas
Utang pada lembaga
kliring dan penjaminan
Utang nasabah
Utang margin
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Obligasi yang diterbitkan
Utang lain-lain
55,961,000
59,497,185
521,010,335
-
98,563,514
-
521,010,335
154,524,514
59,497,185
1,769,355
-
-
147,348,385
200,302,187
3,761,018
147,348,385
1,769,355
200,302,187
3,761,018
117,227,540
521,010,335
449,975,104
1,088,212,979
20,608,414
1,320,645
279,622,178
-
-
124,455,025
378,279,566
9,614,909
1,983,185
124,455,025
378,279,566
9,614,909
20,608,414
1,320,645
279,622,178
1,983,185
301,551,237
-
514,332,685
815,838,922
Lampiran – 5/71 - Schedule
Assets
Cash and cash equivalents
Receivables from customers
Margin receivable
Receivable to clearing
and guarantee institution
Employee receivable
Marketable securities
Other assets
Liabilities
Payable to clearing and
guarantee institution
Accounts payable
Margin payable
Bank loan
Finance lease payable
Bonds issued
Other liabilities
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko suku bunga (lanjutan)
Interest rate risk (continued)
Berikut merupakan kisaran tingkat suku bunga
kontraktual per tahun dari aset dan liabilitas
keuangan Grup yang signifikan pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011:
Below summarise the range of contractual interest
rate per annum for the Group’s significant financial
assets and liabilities as of 31 December 2012 and
2011.
2012
Dollar
Amerika Serikat/
United States
Dollar
%
Rupiah
%
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Portofolio efek
Piutang nasabah
Piutang marjin
Piutang karyawan
Liabilitas keuangan
Pinjaman bank
Obligasi yang diterbitkan
Utang sewa pembiayaan
2011
Dollar
Amerika Serikat/
United States
Dollar
%
Rupiah
%
0.00 - 8.00
18.00 - 36.00
13.00 - 18.00
14.00
0.00 – 2.00
-
2.00 - 8.75
7.00 - 12.00
36.00
17.00 - 20.00
10.47 - 19.11
2.75
-
Financial assets
Cash and cash equivalents
Marketable securities
Receivable from customers
Margin receivables
Employees receivables
4.00
0.00 - 14.75
-
5.50 - 6.40
12.00
14.75
-
Financial liabilities
Bank loans
Bonds issued
Finance lease payables
Sensitivitas terhadap laba/rugi bersih
Sensitivity to net income/loss
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas
terhadap laba rugi bersih Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2012 atas perubahan tingkat suku
bunga:
The table below shows the sensitivity of the
Company’s net income (loss) to movement in
interest rates as at 31 December 2012:
31 Desember/December 2012
Peningkatan/
Penurunan/
Increased by
Decreased by
500bps
500bps
Pengaruh terhadap laba (rugi) bersih
62,275
(62,275)
Impact to net income (loss)
Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa tingkat
suku bunga bergerak pada jumlah yang sama,
sehingga tidak mencerminkan pengaruh potensial
laba atas perubahan beberapa tingkat suku bunga
sementara yang lainnya tidak berubah. Proyeksi
juga mengasumsikan bahwa seluruh variabel
lainnya adalah konstan dan berdasarkan tanggal
pelaporan yang konstan serta seluruh posisi hingga
jatuh tempo.
The projection assumes that interest rates of all
maturities move by the same amount and,
therefore, do not reflect the potential impact on
profit of some rates changing while others remain
unchanged. The projections also assume that all
other variables are held constant and are based on
a constant reporting date position and that all
positions run to maturity.
Risiko kredit
Credit risk
Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari
counterparty atas kewajiban kontraktual yang
mengakibatkan
kerugian
keuangan
kepada
Perusahaan. Perusahaan tidak memiliki risiko
konsentrasi kredit yang signifikan.
Credit risk arises from the risk that counterparty will
default on its contractual obligations resulting in
financial loss to the Company. The Company has
no significant concentration of credit risk.
Lampiran – 5/72 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
Eksposur risiko kredit Perusahaan berkaitan
dengan kegiatan broker saham terasosiasi pada
posisi kontraktual nasabah yang muncul pada saat
perdagangan. Dengan demikian, Perusahaan
memerlukan jaminan untuk mengurangi risiko
tersebut. Jenis instrumen diterima Perusahaan atas
jaminan tersebut dapat berupa kas dan efek yang
tercatat di bursa. Perusahaan mempunyai
eksposur terhadap seorang pelanggan yang
memiliki piutang yang telah jatuh tempo dan
Perusahaan telah menurunkan nilainya ke estimasi
jumlah terpulihkan. Atas piutang tersebut,
Perusahaan telah menerima jaminan yang
memadai.
The Company’s exposure to credit risk relating to
its stock broking activities is associated with its
clients’ contractual positions that arise on trading.
As such, the Company requires its stock broking
clients to post collaterals to mitigate such risks. The
types of acceptable instruments that the Company
may accept from clients are cash and listed
securities. The Company has exposure to a
customer with receivables which are past due and
impaired such receivable to its estimated
recoverable amount. On such receivables, the
Company has received the appropriate collateral.
Tabel berikut menggambarkan eksposur kredit
terhadap aset pada laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012 dan 2011:
The following table shows the credit exposures
relating to the assets on the consolidated
statements of financial position as of 31 December
2012 and 2011:
Keterangan
2012
2011
Description
Piutang nasabah
Portofolio efek
Piutang marjin
Piutang pada lembaga kliring
dan penjaminan
Piutang karyawan
Aset lain-lain *
169,048,574
44,973,590
26,752,122
154,524,514
200,302,187
59,497,185
15,156,530
1,777,082
4,621,748
147,348,385
1,769,355
3,761,018
Receivables from customers
Marketable securities
Margin receivables
Receivable from clearing
and guarantee institution
Employees receivables
Other assets *
Neto
262,329,646
567,202,644
Net
*
Aset keuangan dalam “Aset lain-lain” terdiri dari dana
jaminan, pendapatan yang masih harus diterima, dan
piutang lain-lain.
*
As at 31 December 2012, credit risk exposure
relating to financial assets are divided as follows:
Pada tanggal 31 Desember 2012, eksposur risiko
kredit atas aset keuangan terbagi atas:
Belum jatuh
tempo atau
tidak
mengalami
penurunan
nilai/Neither
past due nor
impaired
Piutang nasabah
Portofolio efek
Piutang marjin
Piutang pada lembaga
Kliring dan penjaminan
Piutang karyawan
Aset lain-lain
Financial assets under “Other assets” consist of security
deposits, accrued revenues, and other receivables.
31 Desember/December 2012
Telah jatuh
tempo tetapi
tidak
mengalami
penurunan
Mengalami
nilai/
penurunan
nilai/
Past due but
not impaired
Impaired
Jumlah/
Total
143,267,500
44,973,590
26,752,122
25,781,074
-
-
169,048,574
44,973,590
26,752,122
15,156,530
1,777,082
4,621,748
-
-
15,156,530
1,777,082
4,621,748
236,548,572
25,781,074
-
262,329,646
Lampiran – 5/73 - Schedule
Receivables from customers
Marketable securities
Margin receivables
Receivable from clearing
and guarantee institution
Employees receivables
Other assets
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
MANAJEMEN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
Piutang usaha terdiri dari piutang Lembaga Kliring
dan Penjaminan, Nasabah, Perusahaan Efek lain
yang
merupakan
piutang
atas
transaksi
perdagangan efek.
Accounts receivables consist of receivables from
clearing and guarantee institution, Customers,
other securities companies which arise from
securities trading.
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan dan
Perusahaan Efek lain diselesaikan pada hari ketiga
setelah hari transaksi.
Accounts receivable from Clearing & guarantee
and Other securities are settled within 3 days after
the transaction date.
Piutang nasabah terdiri dari transaksi normal dan
marjin. Pada transaksi nasabah margin terdapat
agunan berupa kas dan saham.
Accounts receivables from customer consist of
normal
and
margin
transactions.
Margin
transactions is secured with collateral of cash and
shares.
Piutang nasabah dalam kategori telah jatuh tempo
tetapi tidak mengalami penurunan nilai sejumlah
Rp25.781.074 telah diselesaikan seluruhnya pada
maksimal 6 hari setelah tanggal transaksi.
Receivables from customers in category past due
but not impaired amounting to Rp25,781,074 have
all been settled maximum on the 6th days after the
transaction date.
Risiko harga saham
Equity price risks
Efek
Perusahaan
dalam
bentuk
saham
terpengaruh oleh risiko harga pasar yang timbul
dari ketidakpastian nilai investasi surat berharga
dimasa yang akan datang. Risiko harga saham
melekat pada posisi yang diambil oleh Perusahaan
dan juga pada kecukupan jaminan terhadap
piutang kepada nasabah. Perusahaan mengelola
risiko harga saham melalui diversifikasi dan
penetapan limit atas instrumen saham secara
individual dan keseluruhan serta disiplin dalam
pengelolaan kecukupan jaminan dalam bentuk
saham untuk piutang kepada nasabah.
The Company’s equity securities are susceptible to
market price risk arising from uncertainties about
future values of the investment securities. Equity
price risk is embedded to the position taken by the
Company and the adequacy of collateral of the
customers’ receivables. The Company manages
the equity price risk through diversification and
placing limits on individual and total equity
instruments, and the discipline in the managing of
collateral adequacy in the form of shares for
receivables provided to the customers.
Risiko likuiditas
Liquidity risk
Manajemen telah membentuk kerangka kerja
manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan
dana jangka pendek, menengah dan jangka
panjang dan persyaratan manajemen likuiditas.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan
mempertahankan cadangan yang memadai,
fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman, dengan
terus memantau rencana dan realisasi arus kas
dengan cara pencocokkan profil jatuh tempo aset
keuangan dan liabilitas keuangan.
The management has established an appropriate
liquidity risk management framework for the
management of the Company’s short, medium and
long-term funding and liquidity management
requirements. The Company manages liquidity risk
by maintaining adequate reserves, banking
facilities and reserve borrowing facilities, by
continuously monitoring forecast and actual cash
flows, and by matching the maturity profiles of
financial assets and liabilities.
Lampiran – 5/74 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan)
Liquidity risk (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual dari liabilitas keuangan berdasarkan
pada arus kas yang tidak didiskontokan:
The table below shows the remaining contractual
maturities
of
financial
liabilitiesbased
on
undiscounted cash flows:
2012
Kurang dari satu
bulan/Less
than one
month
1-6
bulan/
months
6 - 12
bulan/
months
Tidak
mempunyai
kontrak jatuh
tempo/no
contractual
maturity
Lebih dari
1 tahun/
over than
1 year
Jumlah/
total
Liabilitas keuangan
Utang pada lembaga
kliring dan penjaminan
Utang nasabah
Pinjaman bank
Utang sewa pembiayaan
22,166,589
111,520,068
40,811
78,932
97,964
402,289
121,912
478,060
148,479
920,308
-
22,166,589
111,520,068
409,166
1,879,589
Financial liabilities
Payable to clearing and
guarantee institution
Payable to customers
Bank loans
Finance lease payables
Total liabilitas
keuangan
133,806,400
500,253
599,972
1,068,787
-
135,975,412
Total financial liabilities
Risiko Nilai Tukar
Foreign Exchange Risk
Perusahaan memiliki kas dan setara kas dalam
Dolar Amerika Serikat. Perusahaan telah membuat
analisa senstivitas atas risiko nilai tukar dengan
tingkat sensitivitas sebesar 500 bps atau 5%. Atas
analisa tersebut dampak yang dihasilkan tidak
material.
The Company has cash and cash equivalent
balance in United States Dollar. The Company has
made sensitivity analysis for foreign exchange risk
with sensitivity rate amounting 500 bps or 5%. For
the analysis, the impact resulted is not material.
39. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
39. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran
nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat di
laporan posisi keuangan konsolidasian pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011:
The table below presented carrying amounts and
estimated fair value of the financial instruments that
are presented in the consolidated statements of
financial position as of 31 December 2012 and
2011:
2012
Nilai tercatat/
Carrying value
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Portofolio efek
Piutang nasabah
Piutang marjin
Piutang pada lembaga
kliring dan penjaminan
Piutang karyawan
Penyertaan saham
Aset lain-lain *
2011
Nilai wajar/
Fair value
Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
149,458,870
44,973,590
169,048,574
26,752,122
149,458,870
44,973,590
169,048,574
26,752,122
521,010,335
200,302,187
154,524,514
59,497,185
521,010,335
200,302,187
154,524,514
59,497,185
15,156,530
1,777,082
648,000
4,621,748
15,156,531
2,208,645
648,000
4,621,748
147,348,385
1,769,355
648,000
3,761,018
147,348,385
3,225,663
648,000
3,761,018
412,436,516
412,868,080
1,088,860,979
1,090,317,287
Lampiran – 5/75 - Schedule
Financial assets
Cash and cash equivalents
Marketable securities
Receivables from customers
Margin receivables
Receivable from clearing
and guarantee institution
Employee receivables
Investments in shares of stock
Other assets *
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. NILAI
WAJAR
(lanjutan)
INSTRUMEN
KEUANGAN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
39. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS
(continued)
2012
Nilai tercatat/
Carrying value
Liabilitas keuangan
Utang pada lembaga
kliring dan penjaminan
Utang nasabah
Utang marjin
Pinjaman bank
Biaya masih harus dibayar **
Obligasi yang diterbitkan
Utang sewa pembiayaan
2011
Nilai wajar/
Fair value
Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
22,166,589
111,520,068
387,563
21,604
1,879,589
22,166,589
111,520,068
387,563
21,604
1,879,589
124,455,025
378,279,566
9,614,909
20,608,414
5,222,483
279,622,178
1,320,645
124,455,025
378,279,566
9,614,909
20,608,414
5,222,483
279,622,178
1,320,645
135,975,413
135,975,413
819,123,220
819,123,220
Financial liabilities
Payable to clearing and
guarantee institution
Payable to customers
Margin payables
Bank loans
Accrued expenses **
Bonds issued
Finance lease payables
*
Aset keuangan dalam “Aset lain-lain” terdiri dari dana
jaminan, pendapatan yang masih harus diterima, dan
piutang lain-lain.
*
Financial assets under “Other assets” consist of security
deposits, accrued revenues, and other receivables.
**
Liabilitas keuangan dalam “Biaya masih harus dibayar”
terdiri dari bunga masih harus dibayar.
**
Financial liabilities under “Accrued expenses” consist of
accrued interest payable.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah
tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang
lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragrafparagraf berikut.
Financial instruments presented in the consolidated
statements of financial position are carried at fair
value, otherwise, they are presented at carrying
amounts as either these are reasonable
approximation of fair values or their fair values
cannot be reliably measured. Further explanations
are provided in the following paragraphs.
(i)
(i)
Kas dan setara kas, portofolio efek, piutang
nasabah, piutang marjin, piutang pada
lembaga kliring dan penjaminan, penyertaan
saham dan aset lain-lain (uang jaminan,
pendapatan yang masih harus diterima dan
piutang lain-lain)
Cash and cash equivalents, marketable
securities, receivables from customers, margin
receivables, receivable from clearing and
guarantee institution, investments in shares of
stock and other assets (security deposits,
accrued revenues and other receivables)
Nilai tercatat dari kas dan setara kas, piutang
nasabah, piutang marjin, piutang pada
lembaga kliring dan penjaminan, penyertaan
saham dan aset lain-lain adalah perkiraan
yang layak atas nilai wajar.
The carrying amount of cash and cash
equivalents, receivables from customers,
margin receivables, receivable from clearing
and guarantee institution, investments in
shares of stock as well as other assets is a
reasonable approximation of its fair value.
Estimasi nilai wajar terhadap portofolio efek
ditetapkan berdasarkan harga kuotasi di pasar
aktif.
The estimated fair value of marketable
securities is based on prices quoted in an
active market.
(ii) Utang pada lembaga kliring dan penjaminan,
utang nasabah, utang marjin, biaya masih
harus dibayar dan utang sewa pembiayaan
(ii) Payable to clearing and guarantee institution,
payable to customers, margin payables,
accrued expenses and financial lease
payables
Estimasi nilai wajar utang pada lembaga kliring
dan penjaminan, utang nasabah, utang marjin
dan biaya masih harus dibayar adalah sebesar
jumlah yang harus dibayarkan sewaktu-waktu.
Nilai tercatatnya mendekati sebesar nilai
wajarnya.
The estimated fair values of payable to
clearing and guarantee institution, payable to
customers, margin payables and accrued
expenses, is the amount repayable on
demand. Its carrying value approximates its
fair value.
Lampiran – 5/76 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. NILAI
WAJAR
(lanjutan)
INSTRUMEN
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
KEUANGAN
39. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS
(continued)
(ii) Utang pada lembaga kliring dan penjaminan,
utang nasabah, utang marjin, biaya masih
harus dibayar dan utang sewa pembiayaan
(lanjutan)
(ii) Payable to clearing and guarantee institution,
payable to customers, margin payables,
accrued expenses and financial lease
payables (continued)
Estimasi nilai wajar terhadap utang sewa
pembiayaan ditetapkan berdasarkan diskonto
arus kas dengan menggunakan suku bunga
instrumen dengan sisa jatuh tempo yang
serupa.
The estimated fair value of finance lease
payables is based on discounted cash flows
using interest rates for instruments with similar
remaining maturity.
(iii) Pinjaman bank, obligasi yang diterbitkan dan
piutang karyawan
(iii) Bank loans, bonds issued and employee
receivables
Nilai wajar agregat berdasarkan model
diskonto arus kas menggunakan kurva yield
terkini yang tepat untuk sisa periode jatuh
temponya.
The aggregate fair values are based on
discounted cash flow model using current yield
curve appropriate for the remaining term to
maturity.
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar menggunakan hirarki nilai wajar
sebagai berikut:
Financial assets and liabilities measured at fair
value use the following fair value hierarchy of:
a. Tingkat 1
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam
pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik;
a. Level 1
Quoted prices (unadjusted) in active
markets for identical assets or liabilities;
b. Tingkat 2
Input selain harga kuotasian yang termasuk
dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung (misalnya harga) maupun tidak
langsung (misalnya derivasi harga); dan
b. Level 2
Inputs other than quoted prices included
within Level 1 that are observable for the
assets or liabilities, either directly (that is,
as prices) or indirectly (that is, derived from
prices); and
c. Tingkat 3
Input untuk aset atau liabilitas yang bukan
berdasarkan data pasar yang dapat
diobservasi (input yang tidak dapat
diobservasi).
c. Level 3
Inputs for the assets or liabilities that are
not based on observable market data
(unobservable inputs).
31 Desember/December 2012
Nilai tercatat/
Carrying
value
Tingkat 1/
Level 1
Tingkat 2/
Level 2
Tingkat 3/
Level 3
Nilai wajar/
Fair value
Surat berharga
44,973,590
-
44,973,590
-
44,973,590
Marketable securiities
Jumlah
44,973,590
-
44,973,590
-
44,973,590
Total
Lampiran – 5/77 - Schedule
PT BNI SECURITIES
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
40. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
40. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan keuangan pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31
Desember 2010 serta untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2011 telah direklasifikasi agar sesuai
dengan penyajian laporan keuangan pada tanggal
dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012.
Certain accounts in the financial statements as at
31 December 2011 and 1 January 2011/31
December 2010 and for the year ended 31
December 2011 have been reclassified to conform
with the presentation of the financial statements as
at 31 December 2012.
Rincian reklasifikasi akun-akun tersebut adalah
sebagai berikut:
The details of the accounts reclassification are as
follows:
31 Desember/December 2011
Sebelum
Setelah
reklasifikasi
reklasifikasi
/Before
Reklasifikasi/
/After
reclassifications
Reclassifications
reclassifications
Laporan posisi keuangan
Biaya yang masih harus dibayar
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
11,631,390
(1,081,845)
21,987,030
1,081,845
Statement of financial position
Accrued expenses
Provision for employee
23,068,875
service entitlements
10,549,545
1 Januari/January 2011/
31 Desember/December 2010
Sebelum
reklasifikasi
/Before
reclassifications
Laporan posisi keuangan
Biaya yang masih harus dibayar
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
Reklasifikasi/
Reclassifications
Setelah
reklasifikasi
/After
reclassifications
11,225,776
(3,000,000)
8,225,776
16,254,478
3,000,000
19,254,478
Statement of financial
position
Accrued expenses
Provision for employee
service entitlements
41. PROSPECTIVE ACCOUNTING
PRONOUNCEMENT
41. STANDAR AKUNTANSI BARU
Pada tahun 2012, Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI)
telah menetapkan PSAK 38 Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali yang akan berlaku efektif
untuk laporan keuangan yang dimulai pada tanggal
tanggal 1 Januari 2013. Pada saat ini, tidak
terdapat dampak atas penerapan PSAK tersebut
kepada Perusahaan.
In 2012, the Financial Accounting Standard Board
(DSAK-IAI) has issued PSAK 38 Business
Combination of Entities Under Common Control
which will be effective for financial statements
beginning 1 January 2013. At this stage, there is no
impact of this SFAS implementation to the
Company.
Penyesuaian atas PSAK 60 telah diadopsi awal
oleh Perusahaan untuk laporan keuangan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 (Catatan
2b).
The amendment of SFAS 60 has been early
adopted by the Company for the financial
statements ended 31 December 2012 (Note 2b).
DSAK-IAI juga telah melakukan pencabutan
terhadap PSAK 51: Akuntansi Kuasi Reorganisasi
yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013.
DSAK-IAI has also revoked the accounting
standard of SFAS 51 Quasy Reorganisation, which
was effective as at 1 January 2013.
Lampiran – 5/78 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
Informasi berikut pada Lampiran 6/1 sampai
dengan 6/8 adalah informasi keuangan tambahan
PT BNI Securities, Entitas Induk saja yang
menyajikan penyertaan pada Entitas Anak dengan
metode harga perolehan sesuai dengan PSAK 4
(Revisi 2009) yang berlaku efektif sejak 1 Januari
2011. Sebelumnya penyertaan pada Entitas Anak
disajikan dengan metode ekuitas.
The following supplementary financial information
of PT BNI Securities, Parent Entity only, on
Schedule 6/1 to 6/8 present the Parent Entity’s
investment in Subsidiary using the cost method
according to SFAS 4 (Revised 2009) effective
starting on 1 January 2011. Investment in
Subsidiary was previously presented using the
equity method.
Oleh karena perbedaan antara laporan keuangan
Entitas
Induk
dengan
laporan
keuangan
konsolidasian tidak material, maka catatan atas
laporan keuangan Entitas Induk saja tidak disajikan
dalam informasi keuangan tambahan ini.
On the basis that the differences between the
Parent Entity and consolidated financial statements
are not material, notes to the financial statements
for the Parent Entity only have not been included in
this supplementary financial information.
Lampiran – 6/1 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/
December 2012
1 Januari/
January 2011/
31 Desember/
December 2010
31 Desember/
December 2011
ASET
Kas dan setara kas
Piutang pada lembaga kliring
dan penjaminan
Piutang nasabah,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai
sebesar Rp1.025.731pada
tahun 2012 (31 Desember 2011:
Rp35.727.205 dan
1 Januari 2011: Rp29.196.154)
Piutang marjin
Portofolio efek,
setelah ditambah keuntungan
yang belum direalisasi sebesar
Rp3.647.356 pada tahun 2012
(31 Desember 2011:
Rp(34.291.983) dan
1 Januari 2011: Rp18.932.910)
Piutang karyawan,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
nihil pada tahun 2012, 2011
dan 1 Januari 2011
Tagihan lebih bayar pajak penghasilan
Penyertaan saham
ASSETS
144,896,546
519,089,725
433,233,914
Cash and cash equivalents
15,156,530
147,348,385
193,309,612
Receivable from clearing
and guarantee institution
168,886,360
154,357,403
162,264,513
Receivables from customers,
net of allowance for impairment
losses of Rp1,025,731 in 2012
(31 December 2011:
Rp35,727,205 and
1 January 2011: Rp29,196,154)
26,752,122
59,497,185
92,559,165
Margin receivables
211,348,839
Marketable securities,
including unrealized gain
of Rp3,647,356 in 2012
(31 December 2011:
Rp(34,291,983) and
1 January 2011:Rp18,932,910)
5,936,617
163,892,832
1,211,746
1,325,881
1,845,611
Employees receivables,
net of allowance for impairment
losses of nil in 2012, 2011
and 1 January 2011
-
-
375,874
Claims for income tax refund
40,608,000
40,608,000
648,000
Investments in shares of stock
Aset tetap,
setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp40.324.444 pada tahun
2012 (31 Desember 2011:
Rp32,280,211 dan
1 Januari 2011: Rp28,917,939)
42,351,673
38,027,704
38,133,966
Fixed assets,
net of accumulated depreciation
of Rp40,324,444 in 2012
(31 December 2011
Rp32,280,211 and
1 January 2011: Rp28,917,939)
Aset pajak tangguhan
12,512,744
21,578,405
45,240,062
Deferred tax assets
Aset lain-lain,
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai
sebesar nihil pada
tahun 2012 (31 Desember 2011:
Rp23,407,174 dan
1 Januari 2011: nihil)
JUMLAH ASET
8,539,406
8,489,842
6,018,262
Other assets,
net of allowance for impairment
losses of nil in 2012
(31 December 2011:
Rp23,407,174 and
1 January 2011: nil)
466,851,744
1,154,215,362
1,184,977,818
TOTAL ASSETS
Lampiran – 6/2 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/
December 2012
1 Januari/
January 2011/
31 Desember/
December 2010
31 Desember/
December 2011
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
Utang pada lembaga kliring
dan penjaminan
LIABILITIES
22,166,589
124,455,025
152,297,442
Payable to clearing and
guarantee institution
111,520,068
378,279,566
372,682,909
Payable to customers
-
9,614,909
33,258,211
Margin payables
2,163,617
2,054,143
2,183,169
Taxes payable
387,563
20,608,414
25,000,000
Bank loans
5,151,087
10,306,533
8,225,776
Accrued expenses
Obligasi yang diterbitkan
-
279,622,178
293,594,304
Bonds issued
Utang sewa pembiayaan
175,439
-
19,920
Finance lease payables
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
13,513,409
20,176,838
19,254,478
Provision for employee
service entitlements
2,209,157
3,142,351
1,840,880
Other liabilities
157,286,929
848,259,957
908,357,089
TOTAL LIABILITIES
Utang nasabah
Utang marjin
Utang pajak
Pinjaman bank
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 200,000,000 saham
Dengan nilai nominal Rp1.000
per saham;
Ditempatkan dan disetor penuh
- 133.133.333 saham pada 2012
(31 Desember 2011: 133.133.333
Saham dan 1 Januari 2011:
100.000.000 saham)
Tambahan modal disetor
EQUITY
133,133,333
133,133,333
100,000,000
Capital stock
Authorized - 200,000,000 shares
with par value Rp1,000
per share;
Issued and fully paid
133,133,333 shares in 2012 (31 December 2011:
133,133,333 shares and
1 January 2011: 100,000,000
shares)
80,352,896
80,352,896
-
Additional paid-in capital
Saldo laba:
Retained earnings:
- Sudah ditentukan penggunaannya
15,000,000
15,000,000
10,000,000
Appropriated -
- Belum ditentukan penggunaannya
81,078,586
77,469,176
166,620,729
Unappropriated -
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
309,564,815
305,955,405
276,620,729
Total equity attributable to
equity holders
of the parent entity
-
-
-
Non-controlling interest
JUMLAH EKUITAS
309,564,815
305,955,405
276,620,729
TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS
466,851,744
1,154,215,362
1,184,977,818
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Kepentingan non - pengendali
Lampiran – 6/3 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
2011
PENDAPATAN USAHA
Komisi perantara pedagang
efek
(Kerugian) keuntungan dari
perdagangan efek
Jasa manajemen investasi
Jasa penasehat keuangan
Pendapatan fasilitas transaksi
Pendapatan bunga dan
dividen
Jasa penjaminan emisi dan
penjualan efek
53,017,754
61,213,686
23,535,749
76,015
3,195,280
13,675,113
(17,757,501)
9,893,970
1,096,907
22,916,214
2,906,153
4,549,440
Interest income and dividends
30,553
3,898,928
Underwriting and selling fees
JUMLAH PENDAPATAN USAHA
96,436,617
85,811,644
TOTAL OPERATING REVENUES
48,396,387
31,029,666
17,980,449
2,995,615
72,037,200
39,121,504
20,699,301
5,642,361
OPERATING EXPENSES
Employee salaries and allowances
General and administrative
Commissions
Advertising and promotions
(18,284,852)
(16,876,123)
JUMLAH BEBAN USAHA
82,117,265
120,624,243
LABA/(RUGI) USAHA
14,319,352
(34,812,599)
BEBAN USAHA
Gaji dan tunjangan karyawan
Umum dan administrasi
Komisi
Iklan dan promosi
Pembalikan penyisihan
kerugian penurunan nilai
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN
Beban bunga
Keuntungan penjualan aset tetap
Beban dan denda pajak
OPERATING REVENUES
Brokerage commissions
(Loss) gain on trading of
marketable securities
Investment management fees
Financial advisory fees
Income from transaction facilities
Reversal of impairment losses
TOTAL OPERATING EXPENSES
INCOME/(LOSS) FROM OPERATIONS
(995,783)
2,121
(955,399)
(27,347,247)
994,184
(573,828)
(1,837)
306,617
(35,811)
1,285,404
OTHER INCOME/(EXPENSES)
Interest expenses
Gain on sale of fixed assets
Tax expenses and penalties
Loss on foreign
exchange - net
Others - net
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH
(1,644,281)
(25,677,298)
OTHER EXPENSES - NET
(RUGI) LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
12,675,071
(60,489,897)
(LOSS) INCOME BEFORE
TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK
Kini
Tangguhan
(9,065,661)
701,434
(24,363,090)
INCOME TAX EXPENSE
Current
Deferred
Beban pajak penghasilan - bersih
(9,065,661)
(23,661,656)
Income tax expense - net
3,609,410
(84,151,553)
INCOME/(LOSS) FOR THE YEAR
Rugi selisih kurs - bersih
Lain-lain - bersih
LABA/(RUGI) TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN
TOTAL LABA/(RUGI)
KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
-
3,609,410
-
(84,151,553)
Lampiran – 6/4 - Schedule
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME/(LOSS)
FOR THE YEAR
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
2011
TOTAL LABA/(RUGI) TAHUN
BERJALAN TAHUN BERJALAN
3,609,410
(84,151,553)
TOTAL INCOME/(LOSS)
FOR THE YEAR
TOTAL LABA/(RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
3,609,410
(84,151,553)
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME/(LOSS) FOR THE YEAR
Lampiran – 6/5 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
Modal Saham
Ditempatkan
dan Disetor
Penuh/
Issued and
Fully Paid
Capital Stock
Saldo 31 Desember 2010
Saldo laba/Retained earnings
Tambahan
Modal Disetor/
Additional
Paid-in Capital
100,000,000
Sudah ditentukan
penggunaannya/
Appropriated
Belum ditentukan
penggunaannya/
Unappropriated
-
10,000,000
166,620,729
Rugi tahun berjalan
-
-
-
Setoran modal baru
33,133,333
80,352,896
-
Pembentukan cadangan umum
-
-
5,000,000
Pembentukan Entitas Anak
-
-
-
133,133,333
80,352,896
-
133,133,333
Saldo 31 Desember 2011
Laba tahun berjalan
Saldo 31 Desember 2012
Total Ekuitas
Pemilik Entitas
Induk/Total Equity
Owners of Parent
(84,151,553)
276,620,729
Total Ekuitas/
Total Equity
276,620,729
Balance as of 31 December 2010
(84,151,553)
(84,151,553)
Income for the year
113,486,229
113,486,229
New paid up capital
-
-
Provision for general reserve
-
-
-
Establishment of Subsidiary
15,000,000
77,469,176
305,955,405
305,955,405
Balance as of 31 December 2011
-
-
3,609,410
3,609,410
3,609,410
Income for the year
80,352,896
15,000,000
81,078,586
309,564,815
309,564,815
Balance as of 31 December 2012
(5,000,000)
Lampiran – 6/6 - Schedule
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan komisi perantara
pedagang efek
Penerimaan dari nasabah - neto
Penerimaan dari nasabah marjin
Jasa manajemen investasi,
penasehat keuangan, penjamin
emisi dan penjualan efek
Penerimaan dari lembaga kliring
dan penjaminan
Penerimaan atas efek diperdagangkan
Penerimaan bunga dan dividen
dari efek diperdagangkan
Penerimaan lainnya
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran bunga
(Pembelian) penjualan
portofolio efek
Pembayaran kepada pihak ketiga
Pembayaran komisi agen
Kas neto diperoleh dari (digunakan
untuk) aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan bunga dan dividen
Penempatan jaminan
Hasil penjualan
aset tetap
Perolehan aset tetap
Penyertaan saham
Kas neto diperoleh dari
aktivitas investasi
53,017,754
(251,458,445)
36,805,267
112,263
2011
61,213,686
16,980,392
32,334,893
21,105,757
29,903,419
(12,711,222)
18,118,810
101,378,640
2,906,153
905,362
(57,668,059)
(21,491,896)
4,549,440
(1,359,050)
(58,966,251)
(51,787,467)
194,203,186
(34,927,128)
(16,266,237)
(71,680,133)
(39,556,383)
(21,026,885)
(77,047,404)
11,305,449
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Brokerage commissions
received
Receipts from customers - net
Receipts from margin customers
Investment management, financial
advisory, underwriting and
selling fees
Receipts from clearing and
guarantee institution
Receipts from trading securities
Interests and dividends received
from trading securities
Other receipts
Payments to employees
Interest payments
(Purchase) sale of
marketable securities
Payments to third parties
Payments to commissions agents
Net cash provided by (used in)
operating activities
15,038,082
(1,079,775)
24,653,326
132,688
7,642
(11,268,694)
-
2,868,351
(8,265,520)
(39,960,000)
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Interests and dividends received
Additional securities deposits
Proceeds from sale of
fixed assets
Acquisition of fixed assets
Share investment
(20,571,155)
Net cash provided by
investing activities
2,697,255
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Setoran modal baru
(Pembayaran) penerimaan
pinjaman bank - neto
(Pembelian kembali) penerimaan
dari penjualan obligasi dalam
perbendaharaan - neto
(20,220,851)
(4,391,586)
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
New paid up capital
(Payments of) proceeds from
bank loans - net
(280,000,000)
(13,972,126)
(Repurchase) proceeds from sale
of treasury bonds - net
Kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan
(300,220,851)
95,122,517
113,486,229
Lampiran – 6/7 - Schedule
Net cash provided by
financing activities
PT BNI SECURITIES
ENTITAS INDUK/PARENT ENTITY
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2012
KENAIKAN NETO
KAS DAN SETARA KAS
2011
(374,193,179)
85,856,811
NET INCREASE IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
519,089,725
433,232,914
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
144,896,546
519,089,725
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
73,896,546
71,000,000
389,555,725
129,534,000
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CONSIST OF:
Cash and banks
Time deposits
144,896,546
519,089,725
TOTAL CASH AND
CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
TERDIRI DARI:
Kas dan bank
Deposito berjangka
TOTAL KAS DAN SETARA KAS
Lampiran – 6/8 - Schedule
Fly UP