...

panduan pemilih cerdas

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

panduan pemilih cerdas
PANDUAN
PEMILIH CERDAS
PEMUDA, SUARAKAN SUARAMU!
AYO MEMILIH DI PEMILU 2014
UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK
PANDUAN
PEMILIH CERDAS
PEMUDA, SUARAKAN SUARAMU!
AYO MEMILIH DI PEMILU 2014
UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK
PANDUAN PEMILIH CERDAS
Pemuda, Suarakan Suaramu!
Ayo Memilih di Pemilu 2014
untuk Indonesia Lebih Baik
ILUSTRATROR
Suhe
PENULIS
Hasyim Asyari
LAYOUT
www.jabrik.com
CETAKAN I, FEBRUARI 2014
DITERBITKAN OLEH:
Yayasan Perludem
Jl. Tebet Timur IVA No. 1
Tebet, Jakarta Selatan
T: 021-8300004 F: 021-83795697
[email protected], [email protected]
www.perludem.or.id
“Beri aku 10 pemuda
niscaya akan kuguncangkan dunia.”
—Sukarno
iii
DAFTAR ISI
Pengantar..............................................................................................1
1 Mengapa Pemilu itu Penting
1.1 Mengapa Pemilu itu Penting?........................................................3
1.2 Mengapa kita harus ikut berpartipasi dalam pemilu? ....................5
2 Gambaran Singkat Pemilu di Indonesia
2.1 Gambaran Singkat Pemilu di Indonesia..........................................7
2.2 Tiga Jenis Pemilu di Indonesia........................................................8
2.3 Penyelenggara Pemilu 2014..........................................................9
3 Apa dan Bagaimana Pemilu 2014?
3.1 Pemilih Pemula dan Syarat Jadi Pemilih....................................... 11
3.2 Hari Pemungutan Suara.............................................................. 12
3.3 Siapa yang Akan Dipilih?............................................................ 14
3.4 Tata Cara Pencoblosan Calon Anggota DPR, DPD, DPRD
provinsi, dan DPRD kabupaten/kota ........................................... 15
3.5 Cara Mengkonversi Suara Menjadi Kursi..................................... 17
3.6 Memilih Calon Anggota DPD...................................................... 18
3.7 Bagaimanakah Cara Mencoblos dan Memilih Anggota DPD?..... 20
3.8 Mekanisme Pemilihan di Bilik Suara:........................................... 21
4 Ayo Awasi Pemilu 2014
4.1 Mengapa Pemilu Harus Diawasi?................................................ 23
4.2 Mengawasi Masa Kampanye...................................................... 23
4.3 Mengawasi di TPS...................................................................... 25
5 Ayo Jadi Pemilih Cerdas!
5.1 Tipe-tipe pemilih......................................................................... 27
5.2 Tips Menjadi Pemilih Cerdas....................................................... 29
v
PENGANTAR
GENERASI muda adalah agen perubahan (agent of
change) yang akan menjadi penentu masa depan bangsa
Indonesia. Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, bahkan
pernah berkata “Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan
kuguncangkan dunia”.
Tidak kurang dari 15% pemilih pada Pemilu 2014 adalah
pemilih pemula. Selain itu data Daftar Penduduk Potensial
Pemilih Pemilu (DP4) menunjukkan perkiraan jumlah
pemilih pemula berjumlah sekitar 50 jutaan. Data BPS
menyebutkan, ±15% Pemilih Pemilu 2014 adalah Pemilih
Pemula. Berdasarkan DP4, Pemilih usia 10-20 tahun
mencapai 46 juta, dan Pemilih usia 20-30 tahun mencapai
14 juta. Maka perkiraan jumlah Pemilih Pemula adalah 50
jutaan. Artinya, sekitar 250 kursi Anggota DPR (asumsi 1
kursi adalah 250 Ribu suara). Menurut Central for Election
and Political Party (CEPP) FISIP UI, angka tersebut lebih
dari dua kali lipat dari pada jumlah suara yang diperoleh
Partai Demokrat yang memperoleh suara sebesar 21 jutaan
Tahun 2009.1
Sedangkan berdasarkan data dari (Transparency
International Indonesia) TII, pemilih usia 17 - 20 tahun
mencapai ±14 juta orang (setara dengan 90 kursi di DPR RI),
1 Perludem, Kerangka Acuan - Jelang Pemilu 2014: Pendidikan Politik Untuk Pemilih
Pemula Di Sumatera Utara, 2013, hal. 1, pgf. 1.
1
PANDUAN PEMILIH CERDAS
sedangkan pemilih Usia 20 - 30 tahun mencapai ±45,6 juta
jiwa. Total perkiraan = ±59,6 juta pemilih pemula (±30%
dari jumlah seluruh Pemilih). Menurut TII, pada Pemilu
2004 terdapat 50.054.460 juta Pemilih Pemula dari 147.219
juta jiwa pemilih (34% dari total Pemilih). Jumlah itu lebih
besar dari perolehan suara Golkar waktu itu: 24.461.104
(21,62 % dari suara sah). Sementara pada Pemilu 2009 lalu,
potensi suara pemilih pemula tetap signifikan.2
Tentunya angka statistik ini memperlihatkan betapa
krusial dan signifikan suara para pemilih muda pada Pemilu
2014 nanti untuk membangun Indonesia yang lebih baik
dari segala, sisi baik sosial, ekonomi, dan politik.
Bahkan dari sisi ekonomi, menurut laporan Penelitian
Mc. Kinsey Institute. Indonesia akan menjadi salah satu dari
7 negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia
pada tahun 2030, melewati Jerman dan Inggris, karena
populasi pemuda yang menjaga produktivitas ekonomi
Indonesia. Diperkirakan 70% dari populasi Indonesia
adalah umur produktif yang berkisar di antara 15-64 tahun
pada 18 tahun mendatang.3
Untuk itulah peran generasi muda dibutuhkan untuk
mengawal Pemilu 2014 sehingga konflik, diskriminasi, dan
kecurangan di dalam pemilu dapat ditekan dan pemilu
benar-benar dapat menghasilkan pemimpin Indonesia yang
lebih baik.
2 TII, TOR Workshop: MembangunInisiatifBersamaUntukPemilihPemula 2014, 2013,
hal. 2.
3 Perludem, Kerangka Acuan - Jelang Pemilu 2014: Pendidikan Politik Untuk Pemilih
Pemula Di Sumatera Utara, 2013, hal. 1, pgf. 1.
2
1
MENGAPA
PEMILU ITU PENTING?
1.1 MENGAPA PEMILU ITU PENTING
Pemilihan Umum (pemilu), merupakan satu momentum
yang kelak menentukan nasib Indonesia.
Apabila mekanisme pemilu tidak diikuti dengan tanggung
jawab, maka hasilnya diragukan akan menghasilkan
perubahan yang sesuai harapan. Berikut ini adalah alasan
mengapa Pemilu itu penting:
• Sarana untuk
langsung.
memilih
pemimpin
secara
Rekan Muda, pemilu adalah salah satu kesempatan
3
PANDUAN PEMILIH CERDAS
berharga kita untuk memilih pemimpin pemerintahan
seperti presiden, gubernur, bupati atau walikota
dan wakil-wakli rakyat yang duduk baik di tingkat
pusat ataupun daerah secara langsung. Manfaatkan
kesempatan berharga ini dengan memilih secara
bijaksana dan bertanggung jawab karena pilihanmu
menentukan masa depan.
• Mengetahui program calon pemimpin
Di saat pemilu inilah kita dapat mengetahui janji-jani
dan program para calon pemimpin dan juga dapat
mengetahui bagaimana sesungguhnya tingkat kedekatan
pemimpin dengan rakyat. Jangan sampai kita memilih
orang yang tidak kita ketahui dan hanya muncul pada
masa pemilu saja.
• Hasil Pemilu menentukan Masa Depan.
Pemilu menjadi harapan bagi kita semua rakyat
Indonesia untuk mendapatkan masa depan yang lebih
baik, makmur, dan sejahtara. Pemimpin yang kita pilih
danterpilih di dalampemilu (PresidendanAnggota DPR
RI, DPRD, DPD) akan menentukan kebijakan yang
berpengaruh langsung kepada kita dalam kehidupan
sehari-hari seperti kebijakan harga bahan pokok, listrik,
air, bahan bakar minyak, biaya pendidikan, hingga
masalah privasi dalam menggunakan internet, apa-apa
yang boleh dibaca dan ditonton, dan lain-lain.
Tentunya dalam menentukan kebijakan-kebijakan
tersebut para pejabat yang terpilihakan lebih mendengar
dan mempertimbangkan konstituen mereka yaitu
4
masyarakat yang memilih mereka atau setidaknya
berpartisipasi dalam pemilu di bandingkan mereka
yang memutuskan untuk tidak memilih dan tidak
berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Walaupun aspirasi para pemilih tidak serta merta akan
langsung didengarkan tetapi pilihan golput tidak akan
memberikan solusi dan justru dapat menjadi boomerang
bagi dirinya karena tidak memberikan kesempatan
penuh kepada dirinya untuk berhak berpartisipasi
penuh di dalam demokrasi. Oleh karena itu jangan salah
pilih, jangan sampai kita memilih calon yang korup
atau memiliki catatan buruk di masa lalu. Juga jangan
sampai tidak memilih. Ingat, lima menit dihabiskan di
bilik suara, menentukan nasib bangsamu lima tahun ke
depan.
1.2 MENGAPA KITA HARUS IKUT
BERPARTIPASI DALAM PEMILU?
Rekan Muda, hasil pemilu sangat berpengaruh terhadap
kehidupan individu di setiap Negara karena hampir segala
sesuatu yang terjadi di dalam masyarakat adalah dampak
dari proses pengambilan kebijakan (legislasi) yang dibuat
di dalam parlemen. Baik kita menyadarinya atau tidak hasil
pemilu akan sangat berpengaruh kepada kehidupan kita oleh
karena itu kita penting berpartisipasi dalam pemilu. Selain
untuk melaksanakan kedaulatan rakyat, serta menciptakan
pemerintahan yang demokratis, akuntabel, transparan,
berkualitas dan berintegitas juga untuk menciptakan
kehidupan yang lebih baik untuk kita semua.
5
2
GAMBARAN SINGKAT
PEMILU DI INDONESIA
2.1 GAMBARAN SINGKAT
PEMILU DI INDONESIA
Pemilu Indonesia mungkin adalah kegiatan kepemiluan
paling kompleks di dunia: 2.659 orang komisioner yang
baru dipilih di tingkat nasional dan daerah, 4 juta petugas
di 550.000 TPS, yang tersebar di berbagai penjuru sebuah
negara yang terdiri atas 17.000 pulau, 775 juta surat suara
dengan 2.450 desain yang berbeda, pemilihan 19.700
kandidat dalam satu Pemilu presiden dan 532 dewan
perwakilan di tingkat nasional dan daerah.4
4 http://www.rumahpemilu.org/read/4029/Gambaran-Singkat-Pemilihan-Umum-2014di-Indonesia
7
PANDUAN PEMILIH CERDAS
Pemilu Indonesia adalah pemilu-satu-hari ke-2 terbesar
di dunia (No. 2 setelah Amerika Serikat), dengan total
populasi Indonesia 237,56 juta jiwa (Sensus nasional April
2010). DPT Pemilu 2014, yang ditetapkan 4 November
2013, berisi 186,61 juta pemilih yang terdaftar.5
Data alternatif dari Transparansi Internasional
Indonesia (TII), total pemilih 186.612.255 orang, laki-laki
93.439.610 dan perempuan 93.172.645 orang. Dari total 33
provinsi, 497 kab/kota, 6.980 kecamatan, 81.034 desa dan
kelurahan, KPU menyiapkan 545.778 TPS. Jumlah pemilih
terbesar: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur, Sumatera Utara, dan Banten.6
2.2. TIGA JENIS PEMILU DI INDONESIA
Di Indonesia terdapat 3 jenis pemilu, yaitu:
1. Pemilu Kepada Daerah dan Wakil Kepala Daerah
(Pemilukada);
2. Pemilu Legislatif untuk memilih anggota Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota, dan DPD; dan
3. Pemilu Presiden untuk memilih Presiden dan Wakil
Presiden.
Pemilu Legislatif Indonesia mungkin adalah kegiatan
kepemiluan paling kompleks di dunia: empat juta petugas
5 http://www.rumahpemilu.org/read/4029/Gambaran-Singkat-Pemilihan-Umum-2014di-Indonesia
6 8
II, TOR Workshop: MembangunInisiatifBersamaUntukPemilihPemula 2014, 2013,
T
hal. 2.
di 550.000 TPS, yang tersebar di berbagai penjuru negara
yang terdiri atas 17.000 pulau, bertugas mengelola 775
juta surat suara dengan 2.450 desain yang berbeda untuk
memfasilitasi pemilihan 19.700 calon dalam satu pemilu
presiden dan 532 lembaga perwakilan di tingkat nasional
dan daerah.
Pascareformasitahun1998,Indonesiatelahmelaksanakan
pemilu legislatif sebanyak tiga kali – 1999, 2004, dan 2009.
Pelaksanaan pemilu legislatif mendatangdijadwalkan pada
hari Rabu, tanggal 9 April 2014.
Pemilu presiden dijadwalkan untuk dilaksanakan pada
bulan Juli 2014, dan, jika putaran kedua harus dilaksanakan,
akan diadakan pada bulan September 2014.
Pemilu presiden dan legislatif dilaksanakan tiap lima
tahun, namun pemilukada, dilaksanakan secara terputus
di berbagai bagian Indonesia setiap waktu. Di Indonesia,
akan selalu ada pemilukada yang berlangsung. Jika diratarata, maka setiap 3 atau 4 hari sekali, ada penyelenggaraan
pemilukada di Indonesia.
2.3 PENYELENGGARA PEMILU 2014
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
• KPU RI, 7 orang anggotanya
• KPU Provinsi penyelenggara pemilu di tingkat
provinsi, 5 orang anggotanya.
• KPU Kab/kota penyelenggara pemilu ditingkat
Kab/kota, 5 orang anggotanya.
• Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), penye­
9
PANDUAN PEMILIH CERDAS
lenggara di tingkat kecamatan disebut PPK, 5 orang
anggotanya.
• Panitia Pemungutan Suara (PPS), penyelenggara
di tingkat desa/kelurahan, 3 orang anggotanya.
• Panitia Pemilihan Luar Negeri, penyelenggara
pemilu di luar negeri disebut PPLN. Anggotanya
sebanya 7 orang.
• Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara
(KPPS), penyelenggara pemungutan suara di TPS,
dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan
Suara Luar Negeri (KPPSLN) untuk di luar
negeri. KPPS dan KPPSLN beranggotakan sebanyak
7 orang.
10
3
APA DAN BAGAIMANA
PEMILU 2014?
UNTUK Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD
Kab/Kota adalah sistem proporsional terbuka. Sedangkan
calon terpilih akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak.
Untuk pemilu anggota DPD adalah sistem distrik
berwakil banyak.
3.1 PEMILIH PEMULA DAN
SYARAT JADI PEMILIH
Siapakah pemilih pemula itu? Pemilih pemula adalah
mereka yang baru pertama kali akan menggunakan hak
pilih. Selain itu purnawirawan atau mereka yang sudah
11
PANDUAN PEMILIH CERDAS
tidak lagi bekerja sebagai anggota TNI atau Kepolisian
juga dikategorikan sebagai pemilih pemula. Setiap Warga
Negara Indonesia (WNI) yang pada hari pemungutan suara
telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih atau
sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih. WNI yang
memenuhi syarat didaftar satu kali oleh penyelenggara
pemilu dalam daftar Pemilih
3.2 HARI PEMUNGUTAN SUARA
Pemilu Legislatif mendatang untuk memilih wakil
rakyat di DPR, DPD, dan DPRD secara langsung akan
diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 9 April 2014.
Peserta Pemilu 2014
Ada 12 partai politik nasional peserta Pemilu 2014 yang
akan mengikuti pemilu anggota DPR, dan DPRD di seluruh
Indonesia, yaitu (berdasarkan nomor urut):
12
1.
Partai Nasdem
2. Partai Kebangkitan Bangsa
3. Partai Keadilan Sejahtera
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
5. Partai Golongan Karya
6. Partai Gerakan Indonesia Raya
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional
9. Partai Persatuan Pembangunan
10. Partai Hati Nurani Rakyat
14. Partai Bulan Bintang
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Partai Lokal di Aceh
Selain itu, juga terdapat 3 partai lokal di Aceh yang
akan ikut pemilu untuk memilih anggota DPRD Aceh
dan DPRD Kabupaten/Kota se-Aceh. Partai lokal di Aceh
meliputi(berdasarkan nomor urut):
11. Partai Damai Aceh
12. Partai Nasional Aceh
13. Partai Aceh
13
PANDUAN PEMILIH CERDAS
3.3 SIAPA YANG AKAN DIPILIH?
Anggota legislatif terdiri dari anggota DPR RI, DPD RI,
DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Jadi, dalam pemilu 2014 nanti, kita akan diberikan empat
surat suara yaitu:
a.Surat suara yang pertama adalah surat suara untuk
anggota DPR RI.
b.
Surat suara yang kedua adalah untuk memilih
anggota Dewan perwakilan daerah atau DPD.
c.Surat suara yang ketiga adalah untuk anggota DPRD
Provinsi.
d.
Surat suara yang keempat adalah untuk anggota
DPRD Kabupaten/Kota.
Khusus untuk pemilih di Provinsi DKI Jakarta hanya
akan mendapatkan 3 surat suara saja, sebab Provinsi DKI
Jakarta bersifat istimewa dan tidak mempunyai DPRD
Kabupaten/Kota.
14
3.4 TATA CARA PENCOBLOSAN CALON
ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI,
DAN DPRD KABUPATEN/KOTA
Dalam pemilu 2014, pemberian suara untuk Pemilu anggota
DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dilakukan dengan cara mencoblos satu kali pada nomor atau tanda
gambar partai politik dan/atau nama calon pada surat suara.
Nama-nama calon anggota legislatif akan ditulis disurat
suara (disusun dibawah gambar partai). Jadi, jangan terburu-buru, hafalkan dan lihat mana para caleg yang konsisten membawa aspirasi rakyat, terutama aspirasi kaum muda.
Sistem baru pada pemilu 2014 disebut sebagai Sistem Proporsional Daftar terbuka. Jadi kita akan menentukan siapasiapa yang akan duduk di kursi DPR Pusat, DPRD Provinsi,
dan DPRD Kabupaten/Kota.
15
PANDUAN PEMILIH CERDAS
Ingat, nama dan nomor partai dalam pemilu 2014 berbeda
dengan pemilu lalu.
16
3.5 CARA MENGKONVERSI SUARA
MENJADI KURSI
Suara yang kita berikan akan menjadi jumlah kursi yang
mengisi Parlemen nanti. Pembagian kursi diperoleh partai
lewat jumlah suarayang mencapai angka Bilangan Pembagi
Pemilih atau BPP. BPP di tiap-tiap daerah pemilihan untuk
DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota itu
berbeda-beda. Cara menghitungnya gampang: yaitu jumlah
suara yang sah disatukan untuk kemudian dibagi dengan
jumlah kursi.
Misalnya, jumlah suara sah hasil pemilu di daerah
pemilihan ada lima juta suara, dan kursinya ada 10. Maka
BPPnya 5 juta dibagi 10 = 500.000 suara. Jadi, satu kursi
nilainya sama dengan 500.000 suara. Itulah Bilangan
Pembagi Pemilih.
17
PANDUAN PEMILIH CERDAS
Oleh karena itu, kita harus manfaatkan hak suara kita
sebaik-bainya, kalau calon anggota legislatif yang kita pilih
kebetulan mendapat 500.000 suara, maka dia langsung jadi
anggota DPR atau DPRD, sekalipun oleh partai, namanya dipasang dinomor urut bagian bawah, seperti nomor 10 atau 12.
Bagaimana kalau jumlah suaranya kurang? Kalau jumlah
suaranya kurang dari 500.000, maka calon legislatif kita itu
harus menunggu dulu. Nanti bila ada sisa suara, baru dia
bisa mendapatkan jatah satu kursi.
3.6 MEMILIH CALON ANGGOTA DPD
Sekarang, kita akan membahas apa dan bagaimana
pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
Tapi sebelumnya, apa bedanya DPR dengan DPD?Anggota
DPR mewakili penduduk Indonesia. Tugasnya membuat
undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintah.
18
Dewan Perwakilan Daerah lahirpadatanggal 1 Oktober
2004. Merupakan lembaga tinggi Negara dalam system
ketatanegaraan Indonsia yang anggotanya merupakan
perwakilan dari setiap Provinsi yang dipilih melalui pemilihan
umum. Anggota DPDmewakili wilayah dipropinsinya
masing-masing. Mereka terlibat dalam penyusunan undangundang yang menyangkut nasib daerah. Jadi, anggota
DPD dari Provinsi Jawa Timur misalnya, berbeda dengan
anggota DPD dari Provinsi Lampung. Mereka mewakili
masyarakat dari Provinsinya masing-masing, walaupun
nantinya mereka sama-sama berkantor di Jakarta.Anggota
DPD jugadikenaldengansebutanUtusan Daerah
Anggota DPR maupun anggota DPD natinya sama-sama
menjadi anggota MPR. Bedanya, anggota DPR berjumlah
560 orang, sedangkaan anggota DPD paling banyak 132
orang. Tiap Provinsi akan mempunyai 4 anggota DPD.
Mereka dipilih berdasarkan suara terbanyak yang dipilih
diprovinsi masing-masing. Sistem pemilihan anggota DPD
ini disebut dengan sistem distrik berwakil banyak.
Setelah terpilih, tugas anggota DPD adalah mewakili
kepentingan Provinsinya masing-masing dan berwenang
membuat peraturan yang menyangkut pembangunan di
provinsinya dengan masa jabatan lima tahun. Ada tiga
fungsi pokok DPD yaitu:
1. Fungsi legislasi, DPD dapat mengajukan rancangan
undang-undang (RUU) kepada DPR.
2. Fungsi Pertimbangan, DPD dapat memberikan
pertimbangan kepada DPR
19
PANDUAN PEMILIH CERDAS
3. Fungsi Pengawasan, DPD dapat melakukan
pengawasan atas DPR sebagai bahan pertimbangan
untuk ditindaklanjuti. DPD juga menerima hasil
pemeriksaan keuangan Negara yang dilakukan BPK
Jadi mencoblos nama anggota DPD sama pentingnya
dengan mencoblos nama anggota DPR atau DPRD.
3.7 BAGAIMANAKAH CARA MENCOBLOS
DAN MEMILIH ANGGOTA DPD?
Caranya lebih mudah. Sebelum memasusuki TPS, kita
akan diberi empat surat suara, dan salah satunya adalah
surat suara untuk pemilihan anggota DPD. Di surat suara
untuk DPD akan tercantum nama dan foto calon anggota
DPD. Jumlah anggota DPD dalan surat suara itu juga bisa
mencapai puluhan.
Rekan Muda tidak usah bingung. Sebab tugas kita hanyalah mencoblos salah satu nama yang sudah ada fotonya. Ingat, cukup pilih satu namanya saja. Didalam surat
suara itu tidak ada gambar partai, karena anggota DPD tidak mewakili partai, tetapi mewakili masyarakat di provinsi
masing-masing. Yang akan menjadi anggota DPD nantinya
adalah empat nama yang mendapat suara paling banyak.
Lagi-lagi, selalu Ingat pencoblosan untuk memilih calon
anggota legislatif akan dilakukan secara serentak diseluruh
Indonesia pada hari Rabu, tanggal 9 April 2014.
Menurut undang-undang, hari itu di tetapkan sebagai
hari libur nasional. Rekan Muda akan libur dan bisa gunakan
hak suaranya tanpa hambatan.
20
3.8 MEKANISME PEMILIHAN
DI BILIK SUARA:7
7 Toolkit Pemilu oleh AyoVote.
21
4
AYO AWASI PEMILU 2014
4.1 MENGAPA PEMILU HARUS DIAWASI?
Agar tidak terjadi kecurangan yang akan merugikan
suara yang sudah kita berikan. Ini tanggungjawab kita
semua. Usia muda bukanlah halangan untuk tidak ikut
mengawasi jalannya pemilu, karena pengawasan ini akan
menjamin pemilu benar-benar berjalan jujur dan adil.
4.2 MENGAWASI MASA KAMPANYE
Tahapan lain menuju pemilu adalah kampanye. Pada
saat kampanye akan terjadi pengumpulan massa dalam
23
PANDUAN PEMILIH CERDAS
jumlah yang sangat besar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kita sangat berharap kali ini akan lebih tertib tanpa adanya
keributan ataupun kecurangan, karena ada aturan mainnya.
Aturan main dalam kampanye itu antara lain:
1. Dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, atau
golongan.
2. Dilarang menghasut atau mengadu domba antar
kelompok masyarakat.
3. Dilarang mengganggu keterban umum.
4. Dilarang mengancam atau menganjurkan tindak
kekerasan kepada pihak lain.
Dan yang paling penting, dilarang menggunakan fasilitas
pemerintah, tempat ibadah atau tempat pendidikan. Tempat
pendidikan yang akan digunakan untuk kampanye, misalnya
kampus, harus mendapat izin dan tidak mengganggu
jalannya proses belajar mengajar ditempat tersebut.
Dalam berkampanye juga dilarang melibatkan
pejabat-pejabat Pemerintah atau menggunakan fasilitas
Negara. Gubernur, Bupqti, Walikota, Camat (pegawai negeri
sipil/PNS) hingga kepala desa dilaarang ikut mendukung
atau mema berikan fasilitas kepda salah satu partai politik
atau pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tertentu.
Pelanggaran ketentuan kampanye bisa kita catat.
Kita dapat menulis surat pembaca ke surat kabar, dengan
menyebutkan nama, waktu dan tempat kejadiannya. Bisa
juga kita sebarluaskan informasi pelanggaran-pelanggaran
yang telah kita catat itu melalui radio atau televisi yang
membuka saluran khusus untuk acara pemilu, baik melalui
24
sms, kartu pos, surat-menyurat, maupun melalui telephone
secara langsung.
Selain itu, yang sangat penting adalah kita bisa langsung
melaporkannya ke pengawas pemilu, atau Panwaslu di
tempat kita berada. Ada pula sebuah aplikasi memantau
pemilu yang bernama Mata Massa, kita bisa unduh
aplikasinya dan mengunggah foto-foto jika kita menemukan
pelanggaran. Laporan juga bisa dari sms, android, ios,
dll.Informasi lebih lengkap dapat kita temui di www.
matamassa.org
4.3 MENGAWASI DI TPS
Selain mengawasi masa kampanye, kita juga harus
terlibat aktif mengawasi jalannya pemungutan suara di
TPS-TPS yang dekat dengan tempat tinggal kita. Setelah
pemungutan suara dilaksanakanyaitu pada hari Rabu,
tanggal 9 April 2014, di TPS akan langsung dilakukan
penghitungan suara.
25
PANDUAN PEMILIH CERDAS
26
5
AYO JADI PEMILIH
CERDAS!
5.1 TIPE-TIPE PEMILIH
Setidaknya, pemilih bisa dikelompokkan dalam empat
tipelogi (Firmanzah, 2008:113).
1. Tipe Pemilih Rasional. Pemilih jenis ini tidak
terlalu mementingkan atau berorientasi pada masalah
kedekatan ideologi, tetapi sangat mementingkan
kemampuan seorang kontestan. Jika seorang
kontestan punya visi-misi dan program kerja yang
bagus dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
27
PANDUAN PEMILIH CERDAS
maka pemilih jenis ini akan menaruh dukungannya
pada kontestan tersebut. Pemilih jenis ini juga akan
melihat track record tiap-tiap kontestan sebelum
mereka menentukan pilihannya. Kontestan dengan
track record terbaik lah yang akan dipilih.
2. Tipe Pemilih Kritis. Pemilih jenis ini akan melihat
program kerja yang ditawarkan seorang kontestan,
lalu melihat ideologi yang dianut oleh kontestan itu
sendiri. Jadi aspek ideologi juga menjadi penilaian
penting, di samping penilaian atas policy-problem
solving yang ditawarkan.
3. Tipe Pemilih Tradisonal. Pemilih jenis ini juga
sangat mementingkan ideologi, seperti tipe pemilih
kritis. Hanya saja, pemilih jenis ini sangat tidak
terlalu mementingkan program kerja atau solusi
yang ditawarkan kontestan. Dalam menentukan
pilihannya, pemilih jenis ini biasanya akan menilai
dan melihat ketokohan seseorang. Misalnya mereka
akan menentukan pilihannya pada kontestan dengan
latar belakang tertentu.
4. Tipe Pemilih skeptis. Pemilih jenis ini bisa
dikatakan bukan tipologi pemilih yang cerdas.
pemilih jenis ini juga tidak menjadikan visi-misi
atau program kerja sebagai sesuatu yang harus
dipakai sebagai alat ukur untuk menilai seorang
kontestan sebelum menentukan pilihannya. Dalam
menentukan pilihannya, pemilih skeptis biasanya
menggunakan metode acak atau random. Jadi sangat
tidak objektif dan sama sekali tidak cerdas.
28
Dari beberapa tipologi pemilih tersebut, yang
mencerminkan pemilih yang cerdas adalah pemilih yang
rasional dan kritis. Sementara pemilih tradisional dan
skeptis tergolong kepada pemilih yang tidak cerdas.
5.2 TIPS MENJADI PEMILIH CERDAS
Rekan Muda, ada beberapa cara untuk dapat memilih
dengan baik dan bijaksana. Berikut adalah beberapa tips
untuk bisa menjadi pemilih yang cerdas:
29
PANDUAN PEMILIH CERDAS
1. Pastikan kamu terdaftar sebagai pemilih.
Sikap proaktif dibutuhkan sebagai bentuk partisipasi
dalam pemilu, untuk memastikan bahwa kamu dapat
memilih di Pemilu 2014 nanti pastikan bahwa namamu ada
di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014.
Kamu bisa pergi ke kelurahan untuk melihat apakah
namamu ada di DPT. Atau bisa melihat ke website KPU di
http://data.kpu.go.id/dpt.php. Pilih Provinsi, Kabupaten,
Kecamatan, dan Kelurahan tempat kamu tinggal.
Jika namamu tidak ada atau tercatat dua kali, segera
melapor ke panitia pemungutan suara setempat, yang
biasanya berada di kelurahan/desa di wilayah tempat
tinggalmu. Kamu juga bisa mengecek undangan yang
diterima dari panitia setempat, jika tidak terdaftar
kamu dapat memperbaikinya hingga H-7 sebelum hari
pemungutan suara.
2. Kenali Calonmu.
Sebelum memilih pastikan kamu tahu rekam jejak dari
calon yang kamu pilih agar tidak menyesal di kemudian
hari. Banyak cara untuk mengetahuinya, kamu bisa
memanfaatkan informasi dari media seperti TV, radio,
Koran, Internet atau kamu bisa cek profildan CV para calon
anggota legislatif melalui website kpu di alamat http://dct.
kpu.go.id/ atau bisa juga ke website lain yang memberikan
informasi tentang kandidat seperti www.jariungu.com.
Kamu juga dapat mempelajari calonmu dari social media
seperti twitter, Facebook, Instagram, dll
30
Ingat! menentukan pilihan dan calon tanpa informasi
riwayat hidup dan partai calon tersebut adalah tindakan
yang beresiko, karena bisa jadi calon yang kita pilih justru
tidak sesuai harapan atau lebih parah bisa menyalahgunakan
kepercayaan dan khianat terhadap rakyat
3. Ketahui Program, Visi, dan Misi dari Calon
dan Partai Politik.
Sebelum menentukan pilihan di dalam pemilu jangan
lupa mengenal dan mengetahui riwayat hidup calon dan
partai politiknya.
Riwayat hidup calon dapat berhubungan dengan
latar belakang pendidikan, pekerjaan, aktivitas dalam
masyarakat, apakah pernah terjerat tindak kriminal atau
pidana, tindakan pelanggaran HAM, dll.
Sedangkan riwayat partai dapat berhubungan dengan
sejarah pendirian partai, siapa saja pengurusnya, rekam
jejak di pemilu dan pemerintahan sebelumnya apabila
bukan partai baru.
Dengan mencermati hal tersebut kita dapat mengetahui
apakah program yang ditawarkan realistis untuk dilakukan?
Apakah mewakili aspirasi rakyat? Sehingga ita dapat lebih
kritis dan yakin pada calon pilihan kita.
4. Diskusikan dengan Berbagai Unsur
Masyarakat.
Setelah kita memiliki informasi yang cukup mengenai
visi, misi dan program partai politik serta memperoleh data
31
PANDUAN PEMILIH CERDAS
mengenai riwayat hidup calon, kita bisa mengenal lebih
dalam dengan mendiskusikan informasi dan data tersebut
dengan berbagai unsur yang ada di masyarakat sehingga
data dan informasi itu dapat diperkaya dan menjadi dasar
yang kuat bagi kita dalam menentukan pilihan.
Jangan lupa, dalam menentukan kita harus rasional
apakah calon tersebut benar-benar memiliki program yang
sesuai dengan kebutuhan kita dan apakah calon tersebut
merupakan sosok yang betul-betul dapat dipercaya dalam
menjalankan program tersebut.
5. Pastikan Suaramu Diberikan Secara“Sah”
Rekan Muda, ingat selalu bahwa:
•
Suara untuk Pemilu anggota DPR, DPRD provinsi,
dan DPRD kabupaten/kota dinyatakan sah apabila:
a. surat suara ditandatangani oleh ketua KPPS; dan
b. tanda coblos pada nomor atau tanda gambar
partai politik dan/atau nama calon anggota DPR,
DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota
berada pada kolom yang disediakan; atau
c. tanda coblos pada tanda gambar partai politik
berada pada kolom yang disediakan.
•
Suara untuk Pemilu anggota DPD dinyatakan sah
apabila:
a. surat suara ditandatangani oleh ketua KPPS; dan
b. tanda coblos terdapat pada 1 (satu) calon
perseorangan.
32
Draft Peraturan KPU tentang Pemungutan
Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara:
dan
a. surat suara ditandatangani oleh Ketua KPPS;
b. pemberian suara dalam bentuk tanda coblos;
c. menggunakan alat bantu coblos;
d. pemberian suara pada Surat Suara Pemilu Anggota
DPR/DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota
dilakukan dengan cara:
1. mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut,
tanda gambar, dan nama partai politik; atau
2. mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut
calon dan nama calon; atau
3. mencoblos pada kolom sebagaimana dimaksud
pada angka 1, dan angka 2, pada partai yang
sama.
e. pemberian suara pada Surat Suara Pemilu Anggota
DPD dilakukan dengan cara:
1. mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut
calon; atau
2. mencoblos pada kolom yang berisi foto calon;
atau
3. mencoblos pada kolom yang berisi nama calon;
atau
4. mencoblos pada kolom sebagaimana dimaksud
pada angka 1, angka 2, dan angka 3 pada calon
yang sama; atau
5. mencoblos pada kolom sebagaimana dimaksud
33
PANDUAN PEMILIH CERDAS
pada angka 1 dan angka 2 pada calon yang sama;
atau
6. mencoblos pada kolom sebagaimana dimaksud
pada angka 1 dan angka 3 pada calon yang sama;
atau
7. mencoblos pada kolom sebagaimana dimaksud
pada angka 2 dan angka 3 pada calon yang sama.
Karenanya pastikan betul bahwa kamu sudah berikan
suaramu dengan cara yang benar, agar suaramu bisa
dihitung. Karena suaramu berharga untuk tentukan masa
depan bangsa!
34
PANDUAN PEMILIH CERDAS
PANDUAN
PEMILIH CERDAS
PEMUDA, SUARAKAN SUARAMU!
AYO MEMILIH DI PEMILU 2014
UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK
Tidak kurang dari 15% pemilih pada Pemilu 2014 adalah
pemilih pemula. Selain itu data Daftar Penduduk
Potensial Pemilih Pemilu (DP4) menunjukkan
perkiraan jumlah pemilih pemula berjumlah sekitar
50 jutaan. Data BPS menyebutkan, ±15% Pemilih
Pemilu 2014 adalah Pemilih Pemula. Berdasarkan
DP4, Pemilih usia 10-20 tahun mencapai 46 juta, dan
Pemilih usia 20-30 tahun mencapai 14 juta. Maka
perkiraan jumlah Pemilih Pemula adalah 50 jutaan.
Artinya, sekitar 250 kursi Anggota DPR (asumsi 1 kursi
adalah 250 Ribu suara). Angka tersebut lebih dari dua
kali lipat dari pada jumlah suara yang diperoleh Partai
Demokrat pada 2009.
Untuk itulah peran generasi muda dibutuhkan untuk
mengawal Pemilu 2014 sehingga konflik, diskriminasi,
dan kecurangan di dalam pemilu dapat ditekan dan
pemilu benar-benar dapat menghasilkan pemimpin
Indonesia yang lebih baik.
36
Fly UP