...

VIS Live, intranasal influenza vaccine

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

VIS Live, intranasal influenza vaccine
INFLUENZA
VAKSINASI
YANG HIDUP DAN DIMASUKKAN
KE DALAM HIDUNG
YANG PERLU ANDA KETAHUI
2010-2011
Pernyataan Informasi Mengenai Vaksin tersedia dalam bahasa Spanyol dan banyak bahasa lainnya. Lihat www.immunize.org/vis
Hojas de Informacián Sobre Vacunas están disponibles en Español y en muchos otros idiomas. Visite www.immunize.org/vis
1
Mengapa Perlu Divaksinasi?
Influenza (“flu”) adalah penyakit menular.
Penyebabnya adalah virus influenza, yang bisa tersebar melalui
batuk, bersin, atau ingus.
Siapapun bisa menderita influenza, tapi tingkat infeksi paling sering
dialami anak-anak. Bagi kebanyakan orang, gejalanya hanya
berlangsung selama beberapa hari. Antara lain adalah:
• demam • sakit tenggorokan • kedinginan
• letih
• batuk
• pusing
• sakit pada otot
Penyakit lain juga bisa memiliki gejala yang sama dan sering salah
dikira influenza.
Bayi, manula, wanita hamil, dan mereka yang menderita penyakit
tertentu – misalnya penyakit jantung, ginjal atau paru-paru atau
sistem kekebalan tubuh yang lemah – bisa menderita sakit yang jauh
lebih parah. Flu bisa menyebabkan demam tinggi dan radang paruparu, dan menyebabkan penyakit yang sudah ada menjadi lebih
parah. Flu bisa menyebabkan diare dan kejang pada anak-anak.
Setiap tahun, ribuan orang meninggal akibat influenza musiman dan
jauh lebih banyak yang harus dirawat di rumah sakit.
Dengan divaksinasi, Anda bisa melindungi diri dari influenza dan
mungkin juga mencegah penyebarannya kepada orang lain.
2
Vaksin influenza yang dilemahkan
dan hidup – LAIV (semprotan hidung)
Ada dua jenis vaksin influenza:
1. Vaksin yang dinonaktifkan (dimatikan), atau “suntikan
flu” Diberikan melalui injeksi ke dalam otot.
2. Vaksin influenza yang hidup atau dilemahkan disemprotkan
ke dalam hidung. Vaksin ini diuraikan dalam Pernyataan
Informasi Mengenai Vaksin secara terpisah.
Vaksin influenza yang dinonaktifkan dalam “dosis tinggi” tersedia
bagi usia 65 tahun ke atas. Mintalah informasi lebih lanjut pada
dokter Anda.
Virus influenza selalu berubah-ubah, jadi sebaiknya melakukan
vaksinasi setiap tahun. Setiap tahun para ilmuwan berusaha
memadankan virus dalam vaksin dengan virus yang kemungkinan
besar menyebabkan flu tahun itu.
3
Yang boleh mendapat LAIV
LAIV boleh diberikan pada orang yang sehat dari usia 2 sampai 49
tahun, tidak sedang hamil dan tidak menderita penyakit tertentu (lihat
#4 di bawah).
Mereka yang mendapat vaksin influenza (wabah) H1N1 2009
atau menderita wabah flu pada tahun 2009 sebaiknya juga
mendapat vaksin influenza musiman 2010-2011.
4
Sebagian orang tidak boleh mendapat LAIV
Sebaiknya LAIV tidak diberikan pada semua orang. Golongan orang
berikut ini sebaliknya mendapat vaksin yang dinonaktifkan (vaksin flu):
• Orang dewasa usia 50 tahun ke atas atau anak-anak usia 6-23
bulan. (Anak-anak di bawah usia 6 bulan tidak boleh diberi
vaksin influenza manapun).
• Anak-anak di bawah usia 5 tahun yang menderita asma atau minimal
satu kejadian nafas berbunyi dalam waktu satu tahun terakhir.
• Wanita hamil.
• Sudah lama menderita penyakit berikut ini:
- jantung
- ginjal atau liver
- paru-paru
- gangguan metabolisme, misalnya diabetes
- asma
- anemia, dan gangguan darah lainnya
• Penderita gangguan tertentu pada otot atau syaraf (misalnya
penyakit kejang atau lumpuh otak/cerebral palsy) yang bisa
menyebabkan gangguan pernafasan atau kesulitan menelan.
• Semua orang yang menderita kelemahan pada sistem kekebalan
tubuh.
• Semua orang yang memiliki kontak langsung dengan orang yang
sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah sehingga perlu dirawat dalam
lingkungan terlindung (misalnya unit transplantasi sumsum tulang).
Memiliki kontak langsung dengan orang lain yang mengalami
kelemahan pada sistem kekebalan tubuh (misalnya penderita HIV)
boleh mendapat LAIV. Praktisi kesehatan di bagian perawatan
intensif bayi atau klinik onkologi boleh mendapatkan LAIV.
• Anak-anak atau orang dewasa yang sudah lama mendapat
pengobatan aspirin.
Beritahu dokter Anda jika Anda mengalami alergi yang parah
(membahayakan nyawa). Reaksi alergi terhadap vaksin influenza jarang
terjadi.
- Virus vaksin influenza tumbuh dalam telur. Mereka yang
menderita alergi yang parah terhadap telur tidak boleh
mendapatkan vaksin influenza.
Vaksin tahun 2010-2011 memberikan perlindungan terhadap
influenza (wabah) A/H1N1 dan dua virus influenza lainnya - yakni
influenza A/H3N2 dan influenza B. Vaksin ini tidak akan mencegah
penyakit yang disebabkan oleh virus-virus lain.
- Reaksi alergi yang parah terhadap komponen vaksin manapun
Perlu waktu 2 minggu sebelum perlindungan ini berkembang setelah
mendapat suntikan. Perlindungannya bertahan selama satu tahun.
- Jika Anda sampai mengalami reaksi yang parah setelah
LAIV tidak mengandung thimerosal atau bahan pengawet lainnya.
juga merupakan alasan untuk tidak mendapatkan vaksin ini.
mendapatkan satu dosis vaksin influenza, beritahu dokter Anda.
Influenza(8/10)
LAIV- VIS
FLU LAIV 10-1 - Language: INDONESIAN - Translated from English by: DT Interpreting
1 of -2 Indonesian (8/10/10)
Beritahu dokter Anda jika Anda pernah menderita Guillain-Barré
Syndrome (GBS/ kelumpuhan yang parah). Dokter Anda akan
membantu memutuskan apakah sebaiknya Anda mendapatkan vaksin
ini.
Beritahu dokter jika Anda mendapat vaksinasi lain apapun dalam
waktu 4 minggu terakhir.
Bagi yang sedang menderita gangguan cukup serius pada hidung, seperti
hidung yang sangat tersumbat, sebaiknya mendapat suntikan flu.
Orang-orang yang sedang menderita sakit ringan atau parah sebaiknya
menunggu sampai sembuh sebelum mendapat vaksin influenza. Jika
Anda sedang sakit, bicaralah dengan dokter Anda mengenai perlu
tidaknya membuat jadwal ulang untuk mendapat vaksinasi ini.
Penderita penyakit ringan biasanya bisa mendapatkan vaksin ini.
5
Kapan sebaiknya mendapat vaksin
influenza?
Mendapatkan vaksin ini sesegera mungkin setelah tersedia akan
memberikan perlindungan bila musim flu menyerang lebih awal.
Anda bisa mendapatkan vakini ini selama penyakit ini melanda
masyarakat di sekitar Anda.
Influenza bisa menyerang kapan saja, namun paling sering
terjadi mulai bulan November sampai Mei. Dalam beberapa
musim terakhir, sebagian besar infeksi terjadi pada bulan
Januari-Februari. Mendapatkan vaksinasi di bulan Desember,
atau bahkan setelahnya, akan tetap bermanfaat di sepanjang
sebagian besar tahun yang ada.
Orang dewasa dan anak-anak berusia lebih besar membutuhkan
satu dosis vaksin influenza setiap tahun. Tetapi anak-anak di
bawah usia 9 tahun membutuhkan dua dosis agar terlindungi.
Tanyakan pada dokter Anda.
Vaksin influenza bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain.
6
Resiko LAIV
Seperti layaknya obat manapun, vaksinasi dapat mengakibatkan
berbagai masalah serius, misalnya reaksi alergi yang parah. Resiko
vaksinasi dalam menyebabkan keadaan berbahaya yang serius atau
kematian adalah sangat kecil.
Virus vaksin influenza hidup sangat jarang menular. Misalnya
sampai terjadi, tidak cenderung menyebabkan penyakit.
LAIV terbuat dari virus yang dilemahkan dan tidak menyebabkan
influenza. Vaksin ini bisa menyebabkan gejala ringan pada orang
yang mendapatkannya (lihat di bawah ini).
Masalah Ringan:
Dilaporkan bahwa sebagian anak dan remaja usia 2-17 tahun pernah
mengalami:
• pilek, hidung tersumbat atau batuk • demam
• Pusing atau nyeri otot
• Nafas berbunyi
• Sakit perut atau kadang muntah atau diare
Dilaporkan bahwa orang dewasa usia 18-49 tahun pernah
mengalami:
• pilek, hidung tersumbat
• sakit tenggorokan
• batuk, kedinginan, letih/lemah
• pusing
Masalah yang Parah:
• Reaksi alergi yang membahayakan nyawa akibat vaksin adalah
jarang terjadi. Jika sampai terjadi, biasanya dalam waktu
beberapa menit sampai beberapa jam setelah mendapat
vaksinasi.
•
Jika reaksi yang yang terjadi timbul akibat produk apapun,
reaksi tersebut tidak bisa diidentifikasi sampai ribuan atau
jutaan orang telah menggunakannya. Jutaan dosis LAIV telah
didistribusikan sejak ada izin, dan vaksin ini tidak dikaitkan
dengan masalah serius apapun.
Keamanan vaksin selalu dipantau. Untuk informasi lebih lanjut,
kunjungi:
www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccine_Monitoring/Index.html
dan
www.cdc.gov/vaccinesafety/Activities/Activities_Index.html
7
Bagaimana jika terjadi reaksi yang
parah?
Apa yang harus saya amati?
Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi atau
perubahan perilaku. Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat
berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives
(penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah,
detak jantung meningkat atau pening.
Apa yang harus saya lakukan?
• Hubungi dokter atau langsung antarkan orang tersebut ke
dokter.
• Ceritakan kejadiannya pada dokter, termasuk tanggal dan
jamnya, dan kapan vaksinasi tersebut diberikan.
• Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut dengan
mengisi formulir Vaccine Adverse Event Reporting System
(VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini melalui situs
web VAERS di www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1800-822-7967.
VAERS tidak memberikan saran medis.
8
Program Kompensasi Nasional
untuk Cedera Akibat Vaksinasi
National Vaccine Injury Compensation Program (VICP)
diciptakan pada tahun 1986.
Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda
dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-3382382 atau mengunjungi situs web
www.hrsa.gov/vaccinecompensation.
9
Bagaimana saya bisa mengetahui
lebih jauh?
• Bertanyalah pada dokter Anda. Mereka dapat memberikan sisipan
paket vaksinasi atau menyarankan sumber informasi lain pada Anda.
• Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.
• Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC):
- Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO)
- Kunjungi situs web CDC di www.cdc.gov/flu
DEPART MENT OF HEALT H AND HUMAN SERVICES
Centers for Disease Control and Prevention
Pernyataan Informasi Vaksinasi (Interim)
Vaksinasi Influenza yang Hidup dan Dimasukkan ke Dalam Hidung (10-8-2010)
42 U.S.C. §300aa-26
FLU LAIV 10-1 - Language: INDONESIAN - Translated from English by: DT Interpreting (8/10) - 2 of 2
Translated from English by DT Interpreting
Influenza LAIV VIS - Indonesian (8/10/10)
Fly UP