...

SISTEM INFORMASI ABSENSI KARYAWAN PADA PT HARJA

by user

on
Category: Documents
11

views

Report

Comments

Transcript

SISTEM INFORMASI ABSENSI KARYAWAN PADA PT HARJA
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 7, No. 2, Desember 2013, 96-105
ISSN 2442-4943
SISTEM INFORMASI ABSENSI KARYAWAN
PADA PT HARJA GUNATAMA LESTARI BANDUNG
Rinawati1), Pitri Candrawati2)
STMIK Mardira Indonesia, Bandung1
Email: [email protected]
Abstract
Technology Development from year to year is fast becoming an increasing serious
challenge to user of the technology it self and encourages every sector, both formal and
informal organinations or other agencies in order to supporting work activities so as to
produce the information fast, precise, accurate. PT Harja Gunatama Lestari as a trading
company that its main activity is buying and selling of course need good management in
managing its employees which will have a positive impact for the development of the
company itself, then the required information efficiently in maintaining its existence and
know by the public.One of the company’s efforts to support this is to use a good computer
system. To get a good system then conducted a study of existing system. The next stage is
to conduct analysis to indentify weakness and deficiencies of the system, then tried to
design a system that is a Flow Map, Data flow Diagram, Data dictionary,
informatianprocessing and final phase of implementation that converts design into
programing language.
Keywords: system; information; attendance
Abstrak
Perkembangan Teknologi Informasi dari tahun ketahun yang semakin cepat menjadi
tantangan berat bagi pengguna teknologi informasi itu sendiri dan mendorong setiap
sektor organisasi baik formal maupun informal atau lembaga-lembaga lainnya untuk
dapat memanfaatkannya sebagai penunjang kegiatan kerja sehingga dapat menghasilkan
informasi yang cepat, tepat dan akurat. PT Harja Gunatama Lestari Bandung sebagai
perusahaan dagang yang aktivitas utamanya adalah pembelian dan penjualan yang tentu
saja membutuhkan manajamen yang baik dalam mengelola karyawannya yang nantinya
akan berdampak positif bagi perkembangan perusahaan itu sendiri, Maka dibutuhkan
informasi yang efisien dalam mempertahankan keberadaannya agar tetap eksis dan
dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu upaya perusahaan untuk mendukung hal itu
adalah dengan pemakaian sistem komputer yang baik. Untuk mandapat sistem yang baik
maka dilakukan penelitian terhadap sistem yang sudah ada. Tahap berikutnya adalah
melakukan analisis untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan sistem tersebut,
Kemudian dilakukan perancangan sistem yaitu Flow Map, Data Flow Diagram, Data
Dictionary, keterangan proses dan tahap terakhir yaitu implementasi yang mengubah
perancangan kedalam tahap bahasa pemograman.
Kata kunci: sistem; informasi; absensi
96
Rinawati, Sistem Informasi Absensi Karyawan
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan teknologi
khususnya teknologi informasi yang
begitu pesat, maka dunia usahapun
dituntun
untuk
bersaing
secara
kompetitif, agar kebutuhan managemen
dapat bekerja secara efektif dan efisien.
Di sinilah informasi memegang peranan
penting, karena informasi dibutuhkan
oleh semua pihak, baik individu maupun
organisasi, atau perusahaan. Setiap
Informasi yang didapat berguna untuk
mengambil pengambilan keputusan
yang tepat.
Peranan komputer di era globalisasi
sekarang ini sangat penting dalam
pengolahan informasi di perusahaan
karena
dengan
menggunakan
pengolahan informasi yang berbasis
komputer akan mampu menghasilkan
suatu informasi yang tepat, akurat dan
bermanfaat bagi organisasi maupun
perusahaan. Informasi yang dihasilkan
akan sangat bermanfaat sebagai
pendukung
bagi
perkembangan
perusahaan tersebut.
Sehingga perusahaan akan mampu
menghadapi persaingan dalam dunia
bisnis. Perekonomian di Indonesia
sekarang ini semakin berkembang
sehingga
mendorong
munculnya
berbagai bentuk usaha baik swasta
maupun nasional. Salah satu bentuk
usaha yang sedang popular saat ini
adalah bentuk usaha di bidang retail. PT
Harja Gunatama Lestari adalah salah
satu perusahaan di bidang retail,
khususnya yang berada di daerah
Bandung. Dengan adanya persaingan
antar perusahaan-perusahaan sejenis
yang semakin marak, maka PT Harja
Gunatama Lestari menyadari bahwa
untuk mencapai tujuannya dibutuhkan
manajemen yang baik. Pengolahan
manajemen akan berjalan dengan baik
jika didukung oleh perangkat komputer
yang canggih dalam menghasilkan
informasi serta didukung pula oleh
sumber daya manusia yang berpotensi.
97
Dapat kita amati bahwa di dunia kerja
sekarang ini atau di dunia usaha sangat
dibutuhkan suatu mekanisme yang bisa
meningkatkan kinerja yang efektif dan
efisien, maksudnya adalah suatu kinerja
ynag tepat waktu dan tepat guna
(menghemat waktu, tenaga) untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Untuk itulah harus diadakannya
mekanisme yang terkomputerisasi di
suatu
perusahaan
atau
intansi
pemerintahan. Salah satunya adalah
masalah pencatatan keluar masuk kerja
karyawan yang disebut dengan absensi,
dengan demikian diharapkan dapat lebih
menghemat waktu dan memperlancar
kinerja karyawan atau pegawai. Selain
itu juga diharapkan semua pekerja dapat
dikerjakan dengan cepat, tepat dan
aman.
Sesuai dengan perkembangan zaman
yang semakin pesat, PT Harja Gunatama
Lestari menuntut adanya peningkatan
dalam dispilin kerja. Salah satu
permasalahan yang harus ditangani
adalah masalah absensi. Mengingat
pentingnya masalah ini maka diperlukan
komputerisasi dalam pengolahan data
absensi karena untuk mempermudah
kerja bagian personalia. Informasi dari
komputerisasi
absensi
ini
dapat
digunakan dengan mudah oleh semua
pihak-pihak yang membutuhkan, selain
itu
juga
meningkatkan
bidang
keadministrasian
yang
menunjang
kelancaran proses kerja di suatu
perusahaan, keberhasilan dalam proses
kerja tidak luput dari sistem kerja yang
dipakai oleh suatu perusahaan. Dengan
demikian suatu perusahaan diharuskan
menggunakan sistem informasi absensi
yang baik. Dengan adanya sistem
informasi diharapkan dapat memberikan
informasi bagi pengambilan keputusan
dan
atau
untuk
mengendalikan
perusahaan.
Suatu alur kerja sistem absensi manual
yang sudah ada dengan menggunakan
kartu amano memang sudah cukup baik
untuk memiliki data absen, tetapi masih
98
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 7, No. 2, Desember 2013, 96-105
kurang efektif dan efisien, Maka dalam
kajian laporan Kerja Praktek ini ingin
memberikan solusi dengan merancang
dan mengaplikasikan sistem informasi
absensi karyawan PT Harja Gunatama
Lestari yang berbasis komputer hanya
dengan memasukan no. induk karyawan,
maka data yang akan didapat akan lebih
banyak dan detail, selain itu juga
pencarian data akan menjadi mudah.
Aplikasi absensi ini dapat memberikan
solusi optimal lebih cepat dan ketepatan
pengolahan data, serta mengurangi
tingkat kesalahan pada waktu proses
pengabsenan berlangsung.
Berdasarkan pada kondisi perusahaan
dapat
dikethaui
bahwa
proses
pengabsensian yang telah ada di PT
Harja Gunatama Lestari dapat dikatakan
masih kurang efisien dan efektif karena
semua masih dilakukan secara manual
mulai dari pendataan dan penghitungan
jam hadir, jam keluar, lama waktu kerja,
sampai dengan keterangan tidak masuk
kerja, masih sulitnya bagian Adm.
personalia mengetahui data karyawan
mana yang melakukan absen dan tidak
absen pada hari tertentu, masih
kurangnya jaminan akan tempat
penyimpanan data absensi dengan aman
dari berbagai macam gangguan, seperti
data itu hilang ataupun mungkin rusak
karena rayap (karena data telah lama
tersimpan dalam lemari penyimapanan
berkas) robek, kehujanan dan kebakaran,
perusahaan mengalami kesulitan dalam
mengolah data informasi absensi
sehingga
mengakibatkan
semakin
banyaknya arsip dan menyulitkan ketika
pihak manajemen personalia perusahaan
bermaksud
untuk
merekap
dan
melakukan pendataan ulang data dan
daftar hadir karyawan yang telah
berlangsung, dan keterlambatan dalam
penerimaan data absensi mengakibatkan
terjadi keterlambatan pula dalam
pengolahan data dan berakibat informasi
yang dibutuhkan akan diterima dengan
lambat.
Dengan demikian perlu adanya sistem
Informasi absensi yang terkomputerisasi
untuk mempermudah dalam pendataan
karyawan yang hadir dan yang tidak
hadir,
menyimpan
data
absensi
karyawan lebih aman, mengetahui
proses pengolahan data dan penyajian
laporan absensi serta informasi yang
sering terlambat sukar saat dibutuhkan.
Hal
tersebut
dapat
membantu
perusahaan untuk mengubah sistem
absensi yang berjalan secara manual
menjadi suatu sistem absensi yang
terkomputerisasi, membantu perusahaan
dalam meningkatkan kinerja kerja dan
etos kerja serta kedidiplinan kerja
kepada para karyawannya, membantu
pendataan dan daftar hadir karyawan
perusahaan
dan
mempermudah
memberikan suatu report secara berkala
tentang data dan daftar kehadiran
karyawan guna meningkatkan sistem
yang sudah ada secara optimal.
KAJIAN TEORI
Sistem Informasi
Sistem dapat diartikan sebagai sutu
susunan yang teratur dari kegiatankegiatan yang saling bergantung pada
prosedur-prosedur
yang
saling
berhubungan, yang melaksanakan dan
mempermudah kegiatan-kegiatan utama
organisasi. Dalam hal ini ada beberapa
pengertian sistem yang telah ditentukan
oleh beberapa penulis diantaranya
adalah; “Suatu sistem adalah yang
berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk
melakukan
kegiatan
atau
menyelenggarakan
suatu
sasaran
tertentu. Sedangkan suatu sistem yang
menekankan
pada
elemen
atau
komponen dijelaskan bahwa; sistem dari
elemen-elemen yang saling beinteraksi
untuk mencapai tujuan tertentu”.
(Jogianto,1995;39).
Menurut Mulyadi dalam Sistem
Akuntansi Yang menyebutkan bahwa :
“Sistem adalah sekelompok unsur yang
erat berhubungan satu sama lainnya,
yang berfungsi bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu”.(2001:2)
Rinawati, Sistem Informasi Absensi Karyawan
Komponen sistem informasi menurut
Jogiyanto (2001:12,13) terdiri dari
Komponen yang disebut dengan blok
bangunan building (Building Block),
Komponen tersebut yaitu;
1. Blok Masukan (input Block)
Data yang dimasukan ke dalam
sistem informasi beserta metode dan
media yang digunakan untuk
menangkap dan memasukan data
tersebut ke dalam sistem.
2. Blok Model (Model Block)
Block ini terdiri dari kombinasi
prosedur,
logika
dan
model
matematik yang akan memanipulasi
data input dan data yang tersimpan
di basis dengan cara yang sudah
tertentu
untuk
menghasilakan
keluaran yang diinginkan.
3. Blok Basis Data (Basis Data Block)
Basis data (database) merupakan
kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu sama lainnya
tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat
lunak untuk memanipulasinya. Basis
data diakses atau dimanipulasi
dengan menggunakan perangkat
lunak paket tersebut dengan DBMS
Pengembangan Sistem Informasi
Dalam buku Moekijat (1986:83),
Pengembangan
sistem
informasi
biasanya memerlukan jangka waktu
yang lebih lama dari pada dihubungkan
dengan pemecahan masalah pada
umumnya. Tetapi menurut sudut
pandang secara umum pengembangan
sistem
informasi
disebut
suatu
pemecahan terhadap suatu masalah.
Artinya
kebutuhan
untuk
dapat
mengetahui dengan lebih baik mengenai
gambaran
kegiatan-kegiatan
yang
dilaksanakan selama pengembangan
suatu sistem terdapat tiga (3) tahap :
1. Sistem Analis
2. Sistem Desain
3. Sistem Implementasi
Analisis Sistem
Analisis menurut Kamus InggrisIndonesia karangan E. Pino dan T.
Wittermans
berarti
(penguraian,
99
pengupasan,
analisa).
Setelah
penyelidikan awal masalah yang terjadi,
maka tahap selanjutnya adalah tahap
analisis sistem yang bertujuan untuk;
1. Mengerti sistem yang sedang
berjalan
2. Mengerti sistem yang digunakan
3. Mengembangkan
sistem
baru
dengan membuat rekomendasi ke
manajemen.
1. Hal-hal yang menjadi perhatian
dalam fase ini adalah;
1) Prosedur dan dokumen yang
digunakan
2) Orang yang bertanggung
jawab
pada
setiap
pengoprasiannya
3) Mengetahui
transaksitransaksi yang terjadi serta
proses lain
4) Informasi apa yang di buat
dan digunkan oleh sistem
5) Apa yang diinginkan User.
2. Dalam pendekatan pada tahap
Analisis Sistem terdiri dari 3
(tiga) fase;
1) Dapatkan fakta (menetapkan
kebutuhan)
2) Analisis Fakta
3) Buat
keputusan
untuk
sistem
baru
yang
dikembangkan
3. Karakteristik kebutuhan sistem;
1) Sistem informasi dapat
sangat besar, sehingga sukar
dapat didefinisikan karena
subyeknya berubah-ubah.
2) Selama fase analisis sistem,
ada arus interaksi yang baik
dengan End
User di
berbagai tingkatkan level
organisasi.
3) Harus dapat mengerti serta
dapat
mengintegrasikan
kebutuhan
sistem
dari
semua End User walaupun
berbeda tujuannya dan
tugasnya.
4. Tipe kebutuhan;
Kebutuhan sistem adalah aspek
penting dalam tahap analisis
sistem,
kebutuhan
sistem
didokumentasikan sebagai dasar
100
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 7, No. 2, Desember 2013, 96-105
pengembangan
sistem
dan
selanjutnya sebagai standar
pengembangan sistem :
1) Output,
laporan-laporan
dalam
mengembangkan
informasi
2) Input, masukan terhadap
sistem
3) Proses, proses-proses yang
diperlukan
4) Timings,
tingkat
produktifitas yang berelasi
dengan waktu
5) Control,
pengendalian
terhadap data-data input
(pertambahan,
perubahan
dll).
Metode Analisis Data
a. Bagan Alir (Flow Map)
Bagan alir adalah bagan yang
menunjukan alir di dalam program
atau prosedur sistem secara logika,
bagan alir digunakan sesbagai alat
Bantu komunikasi dan untuk
dokumentasi. Bagan alir meliputi:
1. Bagan alir dokumen atau
document flowchart merupakan
bagan alir yang menunjukan
arus dari laporan dan formulir
termasuk tembusannya.
2. Bagan alir sistem atau flowchart
merupakan
bagan
yang
menunjukkan arus pekerjaan
secara keseluruhan dari sistem,
bagan alir sistem menunjukkan
apa yang dikerjakan sistem.
3. Bagan
alir
sistematik
merupakan alir yang mirip
dengan bagan alir sistem yaitu
untuk menggambarkan prosedur
dalam sistem perbedaannya
bagan alir sistematik selain
menggunakan symbol bagan alir
juga menggunakan gambargambar computer juga gambargambar lain yang digunakn hal
ini
untuk
memudahkan
pengkomunikasian.
4. Bagan alir program merupakan
bagan alir yang menjelaskan
secara rinci langkah-langkah
proses program.
5. Bagan alir proses merupakan
bagan
alir
yang
banyak
digunakan di teknik industri
namun berguna bagi analisis
sistem untuk menggambarkan
proses dalam suatu prosedur
serta menggunakan dalam suatu
symbol tersendiri.
b. Diagram Data Alir (Data Flow
Diagram)
Data Flow diagram merupakan
refrentasi grafik dari sebuah sistem
yang menunjukkan proses dalam
suatu sistem dan aliran-aliran data
ke dalam dan keluar dari prosesnya.
c. Kamus Data (Data Dictionary)
Menurut semua aspek informasi
yang terkadang dari setiap simbol
dalam data flow diagram, kamus
data membuat data flow, data store,
external entity, proses dan data
lainnya.
Tahap Desain Sistem
Tahap desain sistem yaitu tahap
perancangan atau pengembangan sistem.
Agar sistem yang diusulkan sesuai
dengan kebutuhan user harus mengikuti
prosedur-prosedur yang terdiri dari;
1. Perancangan Database
Database merupakan kumpulan filefile yang saling berhubungan antara
satu file dengan file yang lain,
mempunyai elemen yang sama,
tetapi nilainya berbeda.
Peracangan database terdiri dari dua
teknik yaitu;
1. Teknik
Normalisasi,
yaitu
proses pengelompokan data
elemen menjadi table-tabel yang
menunjukkan
entity
dan
relasinya.
2. Teknik Entity Relationship,
yaitu merupakan relasi antara
dua file atau dengan table yang
dapat dikategorikan menjadi
tiga macan,
demikian pula
untuk membantu gambaran
relasi secara lengkap terdapat
juga tiga macam relasi dalam
lingkungan atribut dalam file.
Rinawati, Sistem Informasi Absensi Karyawan
2. Perancangan input, terdiri dari
dokumen
sumber,
dokumen
masukan dan layar.
Tujuan dari perancangan masukan
adalah pengembangan prosedur dan
spesifikasi
semua
aspek
dari
pengembalian data, data entry dan data
captur.
Adapun prosedur yang harus dilakukan
yaitu;
1. Merancang
Dokumen
sumber
disesuaikan dengan ukuran kertas
2. Merancang
Dokumen
masukan,berkenaan dengan kolom,
baris dan
3. Merancang layer, semua tampilan
harus diinteraktif yang diberikan
secara konsisten. Semua pesan dapat
memiliki panjang yang cukup untuk
dibaca. Pewarnaan efek lain dan
suara.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam
desain output yaitu;
1. Menentukan output dari sistem baru
2. Menentukan parameter dari output
101
Penggunaan metodologi yang tepat
dalam penelitian akan memberikan
gambaran yang jelas bagaimana suatu
masalah yang akan dibahas. Oleh karena
itu dalam pembahasan laporan Kerja
Praktek ini menggunakan metode Analys
Descriptif,
yaitu
dengan
cara
mengumpulkan
data,
menyusun,
mengklasifikasi, menganalisa serta
menginterprestasikan.
Sistem Informasi absensi
Sistem informasi absensi adalah sebuah
sistem yang menyajikan beragam
informasi yang berkaitan dengan
absensi, misalnya: Absensi karyawan
per hari, absensi perdivisi.
Laporan merupakan sarana interaksi
yang penting antara suatu sistem
informasi dengan pemakai informasi
dari sistem tersebut. Sistem informasi
mengubah data menjadi informasi
pelaporan
(reporting)
merupakan
distribusi formal dari informasi ke
berbagai
pemakai
dalam
suatu
informasi.
Metode pengembangan sistem yang
akan dilakukan adalah menggunakan
Waterfall model dimana model waterfall
ini meliputi :
1. Analisis Sistem (System Analisys)
yaitu, proses pengumpulan data
untuk dianalisis lebih lanjut, dan
pengolahan data sehingga dapat
dilihat kendala dan kelemahan
sistem. Dalam tahap ini kegiatankegiatan yang dilakukan antara lain:
Analisis Aliran Data (Contex
Diagram, Data Flow Diagram, dan
Data Dictionary).
2. Desain Sistem (System Design)
yaitu: Perancangan sistem sistem
baru yang memenuhi kebutuhankebutuhan dalam pengembangan
sistem.
3. Pengkodean
(Coding)
Yaitu:
Pembangunan
Program
atau
pembuatan dalam memberi kode
pada kandidat kunci yang terdapat
pada database.
4. Pengetesan
(Testing)
yaitu:
pengetesan program, uji coba yang
bertujuan
mengungkap
dan
menghilangkan kesalahan-kesalahan
yang ada sehingga perangkat lunak
bekerja sesuai yang diharapkan.
METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Metode Penulisan dapat diartikan
sebagai cara mencapai suatu tujuan
sesuai dengan tujuannya, penelitian
merupakan
suatu
usaha
untuk
menemukan
dan
mengembangkan
terhadap kebenaran suatu peristiwa atau
suatu
pengetahuan
dengan
menggunakan metode ilmiah.
Analisis Sistem
Dalam analilis sistem ini diuraikan
mengenai tempat penelitian, struktur
organisasi, uraian tugas dan jabatan,
analisis sistem yang berjalan, event
entity table, flow map, analisis
dokumen, analisis fungsional, analisis
etentuan-ketentuan, evaluasi sistem yang
102
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 7, No. 2, Desember 2013, 96-105
berjalan, dan rekomendasi sistem yang
baru.
Analisis sistem berjalan merupakan
tahap menganalisis dokumen-dokumen
yang digunakan oleh perusahaan dalam
menjalankan sistem yang
sedang
dipakai. Analisis fungsional merupakan
tahap menganalisis fungsi-fungsi yang
ada di perusahaan, seperti fungsi
absensi,
fungsi
gudang,
fungsi
pimpinan, serta menganalisis apakah
fungsi tersebut bekerja sesuai dengan
fungsinya dan jabatannya.
Analisis ketentuan-ketentuan merupakan
analisis terhadap prosedur yang sedang
dipakai
oleh
perusahaan
untuk
menghasilkan
informasi
absensi.
Evaluasi
sistem
yang
berjalan
merupakan tahap mengevaluasi apakah
sistem
berjalan
masih
ada
kelemahannya, dan apabila masih ada
maka dalam kerja praktek ini, penulis
mencoba merekomendasi sitem yang
baru, diantaranya merekomendasi flow
map, data flow diagram, dan data
dictionary.
Perancangan
Sistem
Dan
Implementasi Sistem
Pembahasan mengenai perancangan
sistem
dimana
pengertian
dari
perancangan sistem itu sendiri adalah
tahap setelah analisis dari siklus
pengembangan
sistem
yang
mendefinisikan
kebutuhan-kebutuhan
fungsional
untuk
mempersiapkan
rancang bangun implementasi dan
penggambaran, perencanaan serta sketsa
suatu
sistem
dibentuk
dan
mengkkonfigurasikan dari komponenkomponen
perangkat
lunak
dan
perangkat keras dari suatu sistem.
Dalam perancangan sistem ini di buat
mengenai perancangan database dengan
menggunakan
entity
relationship
diagram (ERD), struktur file database,
pengkodean HIPO, rancangan struktur
menu, rancangan input dan rancangan
output.
Tujuan dari perancangan sistem adalah
untuk memenuhi kebutuhan kepada
pemakai sistem dan untuk memberikan
gambaran yang jelas dari rancangan
yang ada secara lengkap.
Perancangan Database
(Entity
Relatinship Diagram)
Teknik Perancangan database ada dua
(2) macam yaitu teknik normalisasi dan
teknik entity relationship diagram
(ERD), yang digunakan dalam laporan
kerja praktek ini adalah ERD (Entity
Relationship Diagram).
Penelitian ini menggunakan teknik
Entity Relationship Diagram atau E-R .
Diagram E-R selalu dibuat secara
bertahap paling tidak ada dua kelompok
tahapan yang biasa ditempuh dalam
pembuatan diagram ER adalah;
1. Tahap pembuatan Diagram E-R
awal
2. Tahap Optimis Diagram E-R
Berhubungan dengan perancangan yang
dilakukan,maka
dalam
pembuatan
Diagram E-R akan dilakukan dengan
beberapa tahap atau langkah-langkah
pembuatan sebagai berikut :
1. Mengidentifikasikan
dan
menetapkan seluruh himpunan
antitas yang akan terlibat.Entitas
yang mempengaruhi sistem yaitu :
Karyawan, Absensi Adm.Personalia.
2. Menentukan atribut-atribut key dari
masing-masing
himpunan
entitas.Atribut key yang ada pada
entitas adalah:
a. Karyawa key-nya adalah NPK
b. Absensi key-nya adalah tanggal
c. Adm. Personalia key-nya adalah
NPK
3. Mengidentifikasikan
dan
menetapkan seluruh himpunan relasi
dimana himpunan entitas-entitas
yang ada beserta foreign key-nya,
dengan bantuan kamus data.
Implementasi Sistem
Setelah
dilakukan
dilakukan
perancangan
sistem
maka
akan
dilanjutkan dengan pengimplementasian
Rinawati, Sistem Informasi Absensi Karyawan
103
sistem. Tahap ini merupakan tahap
meletakkan sistem supaya sistem siap
untuk
dioperasikan.
Tahap
ini
merupakan kegiatan menulis kode
program
sesuai
dengan
bahasa
pemograman yang dipilih.
Kegiatan yang dapat dilakukan dalam
tahap implementasi ini adalah sebagai
berikut;
1. Pemilihan dan pelatihan personil
2. Pemilihan tempat dan instalasi
perangkat keras dan perangkat lunak
3. Pemograman
dan
Pengetesan
Program
4. Pengetesan Sistem
5. Konversi Sistem
6. Tindak lanjut implementasi sistem
Penerapan sistem
1. Pertama saat membuka file diminta
untuk memasukan kode password
yang sudah kita buat dan digunakan
saat proses instalsi, setelah selesai
membuka passaword lalu tekan
tombol OK.
Gambar 2 Aplikasi Absensi Karyawan
3. Pada menu file terdiri dari input data
karyawan, input jadwal karyawan.
Dan disini kita di suruh untuk
menampilkan semua file tersebut.
Pada transaksi input data karyawan
kita mengisikan data karyawan
berdasarkan kolom-kolom yang
sudah
tersedia
lalu
kita
mengesavenya.
Gambar 3 Form Input data karyawan
Gambar 1 Form Input Password
2. Selanjutnya akan muncul aplikasi
ABSENSI yang berisi terdiri dari
menu file, menu absensi, menu
laporan. Di sini kita tinggal memilih
tampilan apa yang diinginkan.
4. Pada absensi karyawan
Pilih menu jadwal karyawan maka
akan tampil, tampilan seperti
dibawah ini, maka tinggal mengisi
kolom-kolom yang ada lalu
mengesavenya.
104
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 7, No. 2, Desember 2013, 96-105
7. Pilih menu laporan lalu pilih laporan
absensi karyawan, kemudian klik
kolom apa yang dibutuhkan
kemudian maka akan muncul
tampilan laporan absensi seperti
dibawah ini, tinggal mengisi kolomkolom yang tersedia berdasarkan
NPK,
hari,
bulan,
jabatan,
departemen.
Gambar 4 Form input Jadwal Karyawan
5. Pilih menu absensi dan kemudian
klik shift apa yang dipilih lalu isikan
no NPK karyawan, maka akan
muncul tampilan seperti dibawah
ini.
Gambar 7 Form Input Laporan Absensi
8. Pada menu Laporan merupakan
output laporan daftar barang yang
dibuat setiap akhir bulanan Seperti
contoh dibawah ini.
Gambar 5 Form Input Absensi
Karyawan
6. Pilih menu laporan lalu klik data
karyawan kemudian klik laporan
apa yang diinginkan ada laporan
berdasarkan keseluruhan karyawan,
npk, jabatan, dan departemen. Maka
akan muncul tampilan seperti
berikut.
Gambar 8 Form Laporan Data
Karyawan
9. Pada menu Laporan merupakan
output laporan daftar barang yang
dibuat setiap akhir bulan Seperti
contoh dibawah ini.
Gambar 6 Form Input Laporan
Karyawan
Rinawati, Sistem Informasi Absensi Karyawan
Gambar 9 Form Laporan Data
Karyawan
KESIMPULAN
Sesuai dengan penelitian yang telah
dilakukan terhadap sistem absensi
karyawan yang berjalan dan identifikasi
masalah yang dikemukan sebelumnya
maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Proses pengabsenan karyawan di PT
Harja Gunatama Lestari yang telah
berjalan sampai saat ini masih
kurang efektif dan efisien karena
masih menggunakan cara manual,
sehingga masih banyak sekali
kendala-kendala yang dihadapi
REFERENSI
Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi.
Jogyakarta ; Salemba Empat
Jogianto,
HM.
(1999).
Ilmu
Pengetahuan Sosial Ekonomi 3. PT.
Bumi Aksara, Jogjakarta.
Marbun, Ettodina. (2010) Sistem
Informasi Pembelian Barang Jadi
Abdul
Kadir.
(2001).
Dasar
Pemograman Delfi 5.0 ; Andi
Yogyakarta
Haris Supriansyah. (2009). Buku pintar
Software Program Komputer : Oase
Media
105
dalam sistem pengabsensian yang
tentu saja dapat menghambat dalam
proses pengolahan dan penyajian
laporan sistem informasi absensi itu
sendiri.
2. Dalam
kajian
penelitian
ini
diusulkan tentang sistem informasi
absensi yang berbasis komputer
yang dapat memberikan solusi
optimal lebih cepat dan ketepatan
dalam
pengolahan data absensi
karyawan (kehadiran karyawan,
sakit, alpa, cuti), serta mengurangi
tingkat kesalahan pada waktu proses
pengabsensian.
Adapun saran yang dapat diberikan
sehubungan dengan penelitian yang
telah dilakukan. Diharapkan dengan
sistem yang dibangun ini sistem
informasi absensi akan lebih efisien, dan
cepat sehingga akan berdampak baik
bagi managemen PT Harja Gunatama
Lestari.
Disadari
bahwa
dalam
penelitian ini masih banyak kekurangan
sehingga masih memerlukan saran-saran
dan kritik dari pihak lain. Penulis masih
mengharapkan saran atau kritik yang
bersifat membangun untuk perbaikan di
masa mendatang.
Fly UP