...

Gambar-4.23 Rencana Dam Benel Gambar

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Gambar-4.23 Rencana Dam Benel Gambar
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
Gambar-4.23
Gambar-4.24
4.4
Rencana Dam Benel
Bagian Potongan Melintang (Cross Section)
Rencana Pengendalian Banjir
Tindakan-tindakan melawan pengendalian banjir yang tidak hanya mencakup tindakan
struktural tetapi juga tindakan-tindakan yang akan diterapkan atas dasar kebijakan tentang
“HIDUP HARMONIS DENGAN AIR”:
Rencana pengendalian banjir untuk Sungai Badung dalam rencana induk, diterapkan
peningkatan sungai, sedangkan rencana peningkatan sungi dn pembangunan daerah tertinggal
dengan pembatasan penggunaan tanah, salah satu tindakan non-struktural diterapkan terhadap
Sungai Melati. Kegiatan-kegiatan menahan banjir oleh organisasi satuan kerja SATGAS
harus diketahui sebagai banyak manfaatnya di Sungai Badung dan Sungai Mati.
4.4.1 Alternatif-Alternatif untuk Rencana Pengendalian Banjir
(1)
Kondisi Saat Ini dan Masalah-Masalah pada Kejadian Banjir
Ada 111 pencatatan dari peristiwa banjir yang ada di Propinsi Bali selama 23 tahun dimulai
sejak tahun 1982. Dari pencatatan tersebut, peristiwa-peristiwa banjir terkonsentrasi di Kota
Denpasar, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana and Kabupaten Karangasem. Lokasi
dari bencana-bencana tersebut diperlihatkan pada Gambar-4.25.
Final Report – Summary Report
(4-37)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
W ES T BA LI
N AT IO N AL P AR K
ブ
レレン県
Beleleng
バン
グリ県
Bangli
ジJembrana
ュンブラナ県
カ
ランアセム県
Karangasem
S.
ギ ャGianyar
ニャール県
タ
バナン県
Tabanan
バBadung
ドゥン県
Ja
ng
a
ク
ルンクン県
Kulungkung
氾濫地域
Flood Area
100ha 以 下
NUS A
LE MB O N G A N
Less than 100ha
NU S A
CE N IN G A N
100ha 以 上
More than 100ha
Gambar-4.25
デ
ンパサール市
Denpasar
Lokasi Banjir di Bali
(DENPASAR:JANUARY 25, 1996(SINGARAJA:
Gambar-4.26
ペ
ニダ島
Penida
JANUARY 29, 2002)
Wilayah Banjir di Denpasar dan Singaraja
Permasalahan-permasalahan saat ini tentang bencana banjir berdasarkan pengaturan dari
analisa banjir di masa lalu dirangkum sebagai berikut:
‹ Karena urbanisasi di wilayah perkotaan, volume aliran permukaan mengalami
peningkatan dalam tahun-tahun terakhir ini di Kota Denpasar dan di wilayah sekitarnya.
Meningkatnya volume aliran permukaan mengakibatkan bencana berulang-ulang di
Sungai Badung sekitaran Kota Denpasar dan Sungai Mati di Kabupaten Badung. Ada
banyak perumahan dan gedung-gedung berjajar begitu dekat di antara kedua tebing
sungai mengikuti wilayah perkotaan. Mempertimbangkan dengan seksama keadaan saat
ini, mustahil untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan pelebaran dan rencana perbaikan
tebing sungai dalam skala besar. Akan muncul permasalahan sulitnya pembebasan lahan
berkaitan dengan naiknya harga tanah.
‹ Banyak saluran air yang dirubah dari saluran irigasi untuk areal padi di masa lalu di Kota
Denpasar. Hampir dari semua saluran tersebut memperlihatkan kapasitas pengaliran yang
rendah untuk intensitas hujan yang besar.
‹ Terjadi bencana genangan yang diakibatkan kesalahan pengoperasian pintu bendung di
Kota Denpasar. Untuk pencegahan diperlukan pelatihan pengoperasian pintu bendung.
‹ Proyek perbaikan sungai menyebabkan genangan akibat banjir pada tahun 1998 pada saat
proyek sedang berlangsung adalah Sungai Sowan dan anak sungainya dekat Negara di
Final Report – Summary Report
(4-38)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
Kabupaten Jembrana. Di wilayah Singaraja, diperlukan tindakan penanggulangan
pengaliran untuk wilayah yang lebih rendah di Sungai Buleleng dan penggalian dasar
sungai seperti halnya pembuatan tanggul di Sungai Banyumala.
(Daerah hulu dari Jalan Hasanudin, Daerah hilir dari Jembatan Misol)
Gambar-4.27 Sungai Badung di Denpasar
(Bendung Umadui untuk Irigasi, Sungai Mati dekat Wilayah Kuta)
Gambar-4.28 Sungai Mati di Kabupaten Badung
(Daerah Hulu dari Jalan Erlanga: Sungai
(Negara:Mulut Sungai dari Sungai Sowan)
Buleleng di Singaraja)
Gambar-4.29 Kondisi Sungai di Wilayah Singaraja dan Negara
(2)
Kebijakan Dasar untuk Rencana Pengendalian Banjir
Kebijakan-kebijakan dasar untuk rencana pengendalian banjir akan dirangkum seperti yang
ditunjukkan di bawah ini:
Final Report – Summary Report
(4-39)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
<Kebijakan Dasar>
Untuk mencapai tujuan di atas, tindakan pencegahan fisik dan non fisik di bawah ini akan
diaplikasikan pada dasar kebijakan dari “HIDUP HARMONIS DENGAN AIR”:
‹Tindakan Fisik: Tindakan Langsung Pada Jalur Sungai
9 Perbaikan jalur sungai dengan tanggul, penguatan dinding sungai, penggalian
dasar sungai dan konsolidasi, dsb.
9 Pengaturan debit banjir puncak dengan reservoar, terminal penampung air
sementara saluran pengalih, dsb..
‹Tindakan Non-Fisik: Tindakan Tidak Langsung Pada Jalur Sungai
9 Peramalan banjir dan sistem evakuasi
9 Meminimalkan peningkatan debit dengan pengembangan perkotaan berdasarkan
“Zero Delta Q Policy”.
9 Untuk meningkatkan (atau memelihara) fungsi pengendalian banjir dari konservasi
pada wilayah sungai melalui konservasi hutan dan/atau penghutanan kembali serta
konservasi lahan seperti lahan persawahan.
Suatu sistem lengkap pengendalian banjir digambarkan dalam Tabel-4.23
Tabel-4.23 Sistem dari Pengendali Banjir Menyeluruh
Penggolongan
1.Peningkatan Sungai.
NonFisik
Muatan Tindakan balasan
1.1 Peningkaatan Sungai (Tanggul, Revetment, Pengerukan)
1.2 Pembangunan areal perlambatan, Pembagian aliran sungai dst
2.1Area Penehan
2.1.1 Peraturan pemanfaatan lahan
2.1.2 Kendali tumbuh-tumbuhan& konservasi tumbuhan hijau
○
○
2.1.3 Kolam penangkapan
2.1.4 Hujan Air Storage(Off-Sit, di tempat)
2.Tindakan balasan
untuk Area
Catchments
2.2Area Pelambat
2.3 Area
rendah
3.Kerusakan Peringanan
Tanah
2.1.5 Perembesan di dataran rendah
2.2.1 Pembatasan penggunaan daratan
○
2.2.2 Daratkan pembatasan perbankan
2.2.3 Tani peningkatan lingkungan
2.3.1 Sisi mendaratkan sistem pengeringan
2.3.2 Menyimpan Kolam
○
○
○
2.3.3 Fasilitas pencegahan banjir
3.1 sistem pengungsian dan peringatan
○
3.2 Sistem penanggulangan banjir
3.3 Peta Resikomap(Banjir, Sedimen)
○
○
3.4 Kawasan pengelolaan sungai
3.5 Hubungan masyarakat, Kesadaran
3.6 Asuransi Banjir
○
○
○
<Wilayah-Wilayah Sasaran>
Wilayah sasaran untuk dilindungi dari banjir harus meliputi seluruh Propinsi Bali,
berdasarkan “Peta Banjir Bali” seperti yang ditunjukkan pada Tabel-4.24. dalam Master
Plan, bagaimanapun, prioritas dikenakan pada wilayah-wilayah perkotaan seperti Denpasar
dan wilayah Kuta, Singaraja dan Negara.
‹
Singaraja (Sungai Beleleng, Sungai Banyumala di Buleleng)
‹
Kota Denpasar (Sungai Badung, Sungai Mati)
‹
Negara (Sungai Sowan, Sungai Bilikpoh di Jembrana)
Final Report – Summary Report
(4-40)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
Tabel-4.24
Zona
Masalah-Masalah dan Persoalan-Persoalan Sungai di Bali
Kabupaten/Kota
Nama Sungai
Tindakan
pencegahan
Masalah/Persoalan
Karobelahan, Daya, Nusu, Sakta,
Batuniti, Kates, Kerkuk, Janga,
Buhu, Unda (Telagawaja,Yeh Sah,
Langon, Barak), Jinah, Lombang
1. Curah hujan tahunan:
1. Check dam,
2,200 - 3,000 mm
2. Kantong pasir,
2. Dipengaruhi oleh erosi
3. Groundsill,
East Bali
material dari Gn. Agung
4. Revetment,
3. Erosi relatif aktif di hulu,
5. Normalisasi,
GIANYAR
Melangit, Sungasang, Pakerisan,
dan menyebabkan
6. Tanggul
BANGLI
Petanu, Oos, Buhu
sedimentasi di hilir.
BULELENG
Canging, Banyumala, Buleleng
1. Curah hujan tahunan:
1. Revetment,
2,000 - 2,800 mm
BADUNG
2. Normalisasi,
Badung, Mati, Teba
Central
2. ”Daerah sempit”
DENPASAR
3. Tanggul
Bali
3. Sedimentasi
4. Konservasi
4. Beberapa sungai
TABANAN
Yeh Ho, Balian, Bakung
wilayah hulu
dipengaruhi oleh pasang.
Banyupoh, Grokgak, Tinga-Tinga,
1. Curah hujan tahunan:
BULELENG
Sumaga, Gemgem, Saba, Medaum
1,400 - 2,200 mm
1. Revetment,
2. Erosi relatif aktif di hulu,
West
2. Normalisasi,
dan menyebabkan
Sumbul, Bilukpoh, Sowan (Sungai
Bali
3. Tanggul
sedimentasi and sungai
JEMBRANA
Jogading, Sungai Pergung, Sungai
4. Sudetan
berkelok-kelok di hilir.
daya Timur)
3. Beberapa sungai
dipengaruhi oleh pasang.
Sumber: Pekerjaan Pembuatan Peta Banjir di Propinsi Bali, Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Bali, 1996
KARANGASEM
KLUNGKUNG
<Skala Disain>
Untuk proyek-proyek baru, direkomendasikan periode-ulang banjir rencana minimum lebih
10 dari tahun pada tahap awal dan lebih dari 25 tahun pada tahap akhir.
<Alternatif-Alternatif Rencana Pengendalian Banjir>
Alternatif-alternatif untuk rencana pengendalian banjir untuk tiap wilayah sasaran dirangkum
pada Tabel-4.25.
Tabel-4.25
Wilayah
Kota
Denpasar,
Kabupaten
Badung
Alternatif-Alternatif untuk Rencana Pengendalian Banjir untuk Tiap
Wilayah Sasaran
Sungai
Badung
Mati
Wilayah
Singaraja
Buleleng
Banyumala
Wilayah
Negara
Sowan(Kaliakah,
Jogading,
Aya
Timur,etc)
Karakteristik Sungai dan
Penggunaan Lahan
Urbanisasi sedang berlangsung,
Wilayah padat,
Sungai mengalir di bawah permukaan
elevasi tanah
Tidak ada perbaikan dari Bendung
Ulun Tanjung sampai Bendung
Umadui (Lahan padi kecuali wilayah
dekat Kuta)
Areal muka tanah yang rendah di hilir,
Wilayah padat, Revetmen retak
Tidak ada perbaikan di daerah hilir
Perbaikan Sungai berlangsung setelah
banjir 1998
Alternatif yang Diadopsi
Alternatif
Lain
Penggalian dasar sungai
berkaitan dengan sulitnya
pelebaran sungai
Pengalihan ke
sungai yang
bersebelahan
Perbaikan sungai dan kolam
olakan (Pengamanan atau
pemakaian olakan alami)
Pengaliahan
ke
laut, 2 lokasi
kolam olakan
Penggalian dasar sungai,
Perbaikan dinding sungai
Pembuatan tanggul, dinding
sungai
Normalisasi dinding sungai ,
Groundsill, et
Kelanjutan
dari
perbaikan sungai
4.4.2 Rencana Pengendalian Banjir Sungai Badung dan Sungai Mati
Garis besar dari rencana pengendalian banjir untuk Sungai Badung and Sungai Mati
diperlihatkan pada Tabel-4.26.
Dengan mempertimbangkan kondisi dari wilayah sungai seperti pemanfaatan lahan, sistem
pengendalian banjir yang diterapkan adalah pelebaran area aliran dengan penggalian dasar
sungai untuk Sungai Badung, dan kombinasi pelebaran area aliran dengan penggalian dasar
sungai dan penampungan air sementara untuk Sungai Mati.
Final Report – Summary Report
(4-41)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
Table-4.26 Rencana Pengendalian Banjir Sungai Badung dan Sungai Mati
Sungai
Skala Disain
Sistem Pemrosesan
Banjir
Isi
Pekerjaan-pekerjaan
utama
Subyek-subyek
untuk diatasi
Sungai Badung
25 years
Penggalian Dasar Sungai
‹
Pelebaran area aliran antara bendung
Buagan dan JL.Gajahmada dengan
menghilangkan bendung Buagan untuk
memperbaiki kemampuan aliran.
‹ Saluran irigasi dihubungkan dengan
Sungai Tebe.
【Penggalian Dasar Sungai】
【Penghilangan Bendung Yang Ada】
【Perbaikan Lingkungan】
‹ Konsensus dengan para petani
‹ Pembuangan hasil galian
Sungai Mati
25 years
Penggalian Dasar Sungai
& Pemeliharaan Penampung Air Sementara
‹ Pelebaran area aliran antara JL. Gunung
Soputan dan JL. Bypass untuk memperbaiki
kemampuan aliran.
‹ Pengaturan
pemakaian
lahan
dari
penampungan air sementara untuk menjaga
fungsinya (luas15 ha)
【Penggalian Dasar Sungai】
【Penghilangan Bendung Yang Ada】
【Perbaikan Lingkungan】
‹ Pembebasan lahan/kompensasi
‹ Penggunaan lahan/rencana tata ruang
R iv erbed E xcav ation
B ad u n g R iv er
P reserv ation of
a
M ati R iver
retard ing
R iv erbed E xcav ation
Gambar-4.30 Rencana Pengendalian Banjir Sungai Badung dan Sungai Mati
Final Report – Summary Report
(4-42)
The Comprehensive Study on Water Resources Development and Management in Bali Province
B144
River bed excavation
h=1.5m
V=70,000m3
Gambar-4.31 Rencana Pengendalian Banjir Sungai Badung
(Penggalian Dasar Sungai)
Final Report – Summary Report
(4-43)
Fly UP