...

Ketika Semuanya Baik

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Ketika Semuanya Baik
Ketika Semuanya Baik-baik Saja
Ditulis oleh Krismariana
Jumat, 24 April 2009 15:40
Tahu enggak? Sewaktu aku mau menulis ini, aku enggak tahu mau menulis apa. Bingung.
Sepertinya tidak ada sesuatu yang istimewa yang bisa kutuangkan dalam bentuk tulisan.
Semuanya baik-baik saja. Lancar-lancar saja. Jadi kalau ada yang bertanya padaku,
"Bagaimana kabarmu?" Pasti aku akan menjawab, "Baik." Titik. Semua berjalan dengan lancar
dan baik.
"Baik" adalah jawaban standar. Artinya, ya itu tadi, enggak ada yang istimewa. Enggak ada
sesuatu yang mengguncang, yang membuat deg-degan, yang yah ... pokoknya enggak ada
sesuatu yang aneh atau sangat berbeda. Everything is ok! Saking bingungnya, aku sampai jalan-jalan ke meja pojok kanan depan, "singgasana" dua
orang cowok di ruanganku. Aku pun usil, bertanya ini itu, alias hal-hal yang enggak mutu, hihihi.
"Udah ada bahan buat besok belum?" tanyaku pada sang penjaga gawang glorianet. "Belum. Mau nulis nggak buat besok?" Dia balik bertanya.
"Nah itu dia. Aku bingung mau nulis apa nih," keluhku sambil menepuk-nepukkan tusuk
rambutku ke setter yang duduk di sebelahnya. Aku jadi makin kelihatan kalau lagi bingung dan
enggak tahu harus berbuat apa. (Dan setter itu spontan menoleh lalu pura-pura mau membalas
memukulku, hehehe.) Eh, tunggu ... semuanya memang biasa-biasa saja. Tapi apakah sesuatu yang biasa itu
tidak istimewa sih? Istimewa? Istimewa bagaimana?
Yah, akhirnya aku merasa hari ini istimewa. Soalnya, hari ini aku masih bisa ke kantor dan
bertemu teman-temanku yang baik dan mereka mewarnai hari-hariku. Trus, aku masih bisa
melanjutkan editanku tanpa kesulitan yang berarti. Aku tadi juga sempat makan siang bareng
Lena, Emma, dan Susan sambil bercanda haha-hihi. Memang sih, semua itu tampaknya biasa-biasa saja. Tapi andai saja aku tadi pagi terserang
sakit perut yang hebat dan harus tidur di rumah, aku tentu tidak bisa merasakan keceriaan
seperti saat ini. Sampai detik ini aku masih diberi kesehatan untuk beraktivitas. Aku masih bisa
menggunakan mataku dengan baik. Aku juga masih bisa berjalan tanpa merasakan sakit pada
kakiku. Aku masih dapat menggunakan tanganku untuk menulis. Aku masih bisa membaca
e-mail yang panjang dari seorang teman. Aku masih bisa tertawa terbahak-bahak ketika
temanku melucu. Dan sebagainya ... dan sebagainya.
Pada intinya, aku bersyukur bahwa hari ini "baik-baik saja". Karena dalam situasi yang
baik-baik saja itulah aku dapat beraktivitas dan ... syukur-syukur aktivitasku, keberadaanku,
kehadiranku, pekerjaanku ... dapat menjadi berkat bagi orang lain. Semoga.
-Januari 2005-
1/1
Fly UP