...

Kemungkinan Penggunaan Urea Bertanda N-15 Bagi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kemungkinan Penggunaan Urea Bertanda N-15 Bagi
Aplikasi /sotopdan Radiasi,/996
KEMUNGKINAN PENGGUNAAN UREA BERTANDA 15NBAGI PENENTUAN EFISIENSI PUPUK N PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Luqman
Emingpraja*,
MoM. Siabaan*,
Zo Poeloengan*,
daD Elsje L. Sisworo**
.Pusat PenelitianKelapa sawit
..Pusat Aplikasi lsotop daD Radiasi, BAT AN
ABSTRAK
KEMUNGKINAN PENGGUNAAN UREA BERTANDA IsN BAGI PENENTUAN EFISIENSI PUPUK-N
PADA KELAPA SAWff. Telah dilaksanakan percobaandi Kebun PercobaanAek Pancur, PusatPenelitian Kelapa Sawit.
Medan, SumateraUtara, menggunakanureabertandaI'N. Percobaanini bertujuan untuk menentukanefisiensi pupuk-N pada
tanaman kelapa sawit. Urea bertanda I'N sebanyakSOdaD100 g per pohon diaplikasilcanpadadelapan pohon kelapa sawit
berumur6 tahun yang dipilih mempunyai tampilan vegetativeyang seragam.Oua pohon digunakan sebagaitanamanstandar
dan CRampohon diberi 1000g pupuk urea (urea bertanda.'N + ureabiasa). Pupuk urea diberilcansecaradisebar daft ditugal.
Contoh dauB diambil tiga tali, yaitu 1/2 bulan (CDI), I bulan (CO2) daft 2 bulan (CD3) setelahaplikasi pupuk urea. Hasil
yang diperoleh dari ketiga pengambilan contoh dauB menunjuk.kanbahwa Ida perbedaanpersentaseN-total (%N-to) daUB
daD lidi, bait pads bagian pangkal (P), tengah (T), maupun ujung (U) daUB.Nilai %N-to dauBberkisar 2,233-3,028% dan
nilai -/aN-tolidi berkisar0,749-1,293%. Walaupun demikian, pads ketiga pengambilancontoh dauB nilai %N-to yang tinggi
daft konsisten ditemukan pada bagian tengah daft ujung dauB daD lidi. Nilai %N-to yang konsisten dan tinggi dari ketiga
pengambilan contoh dauB ditemukan pads Bomar dauB ke-9 daft 17. Aplikasi pupuk urea secararugal, terutama pada pcngamatandaUBke-9 daD 17. menghasilkan nilai N-total dauByang lebih tinggi dibanding cara tabur. Nilai %N-to pads CO2
umumnya lebih rendah dari nilai %N-to CDI dan CD3. Semua hal ini harus dipertimbangkan untuk menentulcanwaktu
pengambilandan Bomar pelepah dauB, serta bagian dauB yang terbaik untuk dianalisis. Data mengenai I'N menunjukkan
bahwa pedaCO2 baru 17 contoh dauByang mempunyainilai persentasekelimpahan I'N (% ke-I'N) yang lebih tinggi dari %
ke-"N alami (0,3360/_).Sedangkanpada CD3, contoh dauB dengan nilai % ke-I'N lebih besar d8li % ke-"N alami sudah
bertambah menjadi 37 contoh dauB. Hal ini menjadi dasar bahwa urea bertanda I'N dapat digunakan untuk menentukan
efisiensi pupuk N pads tanaman kelapa sawit.
ABSTRACT
POSSIBILITY OF THE USE 'sN LABELLED UREA TO DETERMINE THE EFFICIENCY OF N-FERTILIZER IN PALM OIL. An experimenthas beenconductedat the experimentalstationAek Pancur,Indonesian Oil Palm
ResearchInstitute, Medan, North Sumatra.using labelled I'N urea to determinethe N-fertilizer efficit:ncy in oil palm. To eight
six year oil plant treeswhich are chosento be uniform in their vegetativeperformances,labelled I'N ureaapplied at the rate of
SOg and 100 g urea per tree. Two trees were usedas standards,and the rest six trees were additional applied with unlabelled
urea to the ammount of 1000 g urea per use. The urea fertilizer was applied broadcasted(S) and JJ6Rded(Tu) in five holes
around the treesstem's. Resultsabtained from three times of leaf sampling at 2 weeks(CD1), I mol1th(CD2) and 2 months
(CD3) after N treatment showed that the total-N percentage(%N-to) of tho lcavesand the leaf ribs of each part of the main
lcavesare di~ces
betweenthorn. In the leavesthe %N-to rangedfrom 2.333-3.028% and in the I.:a{ ribs the valuesranged
from 0.749-1.923%. In spite of this apparendy the highest %N-to for tho lcaves and loaf ribs are found in the end of the
lcavesand loaf ribs. Tho consistentand high value of %N-to is found in leaf number9 and 17. The IiJtaI-N banded method of
urea application, especially in leaf number 9 and 17 are higher than broadcastmethod. Also it was found that the %N-to of
lcavesand leaf ribs from CD2 were lower than CDI and CD3. All these data haveto be taken into Cllnsiderationto determine
the time of leaf sampling and sequenceof the leaves,and which part of the leavesand leaf ribs k, use, to obtain the most
optimal leaves value for N analysis. At CO2 only 17 leaf samples showedI'N abundancepercentage(%I'N-ab) which were
higher than the natural abundancepercentageagewhich is 0.366%. But at CD3 showing %"N-ab value higher than 0.366%
increasedup to 37 leaf samples.This higher %1'N-abcould be usedto determinethe efficiency ofN fertilizer in the oil palm.
PENDABULUAN
Secaraumum tanaman kelapa sawit yang tidak
diplpuk hanyamampumenghasilkan3,0-3,5 ton ekivalen
minyak sawit mentah(MSM) per ha, sementarabila dilakukan pemupukan mampu mencapai 5,2-5,8 ton
ekivalen MSM per ha (1). Hal ini menunjukkan bahwa
perananpupukakansangatberarti dalamusahapencapaian
produksiyang tinggi.
Di sisi lain, pemupukan merupakan komponen
yang terbesar dalam biaya produksi kelapa sawit dengan
kontribusi sebesar 15-:-20% dari total biaya produksi atau
40-60% dari total biaya pemeliharaan tanaman (2). Beban usaha perkebunan akan semakin berat dengan adanya
kebijakan pemerintah untuk menekan atau mengurangi
besamya subsidi pupuk yang direncanakan dihapus pada
akhir Pelita V.
Kd>erhasilan suatu usaha perkebunan kelapa sawit
tidak terlepas dari faktor efisiensi. Peningkatan efisiensi
Apllkosl lsotop don Radlasl. /996
dapat didekati denganusaha menekanbiaya per satuan
QY!P;Y!
serendahmuogkin, tanpa mengurangi basil daD
motuyangdicapai. Salah satu alternatiftindakan efisiensi
yang dapat dilakukan adalah meningkatkanefisiensi pemupukan.Upayayang dapatditempuh untuk meningkatkan etisiensipemupukanpada tanamanadalah melalui "3
tepat", yaitutepatjenis, tepatwaktu,dan tepattara aplikasi
PUpuk.
Hingga saat ini efisiensi pemupukan, terutama
pemupukan urea masih belum diketahui dengan pasti, sehingga memerlukan metode ana1isisyang inkonvensional,
yaitu dengan metode isotop.
Untuk pupuk-N, efisiensi ini menjadi sangat penting karena pupuk-N mudah hilang, disebabkan pelindiban, aIiran perrnukaan. dan penguapan (3). Selanjutnya.
WOODHEAD (4) mengemukakan bahwa tanarnan pangan
di Asia hanya dapat menggunakan SOO/o
dari pupuk-N yang
diaplikasikan. bill efektivitasnya dapat dinaikkan menjadi 7~%, maka dana yang dapat dihemat mencapai sekitar
satu milyar USS. Selain itu. juga sekaligus dapat mengurangi pencemaran air. tanah, daD udara.
Makalah ini melaparkan percobaan pendahuluan
yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan urea
bertanda .'N dengan ekses atom 10% dalam jumlah sedikit (SO dan 100 g urea/pabon) pada tanaman kelapa sawit
masih dapat memperlihatkan persentase kelimpahan "N
daD persentase ekses atom t'N pada daun kelapa sawit.
Kedua nilai ini merupakan nilai dasar bagi penentuan
efisiensi penggunaan pupuk N pada percobaan selanjutnya.
BAHAN DAN METODE
Percobaanini merupakanpercobaanpendahuluan dalam penggunaan.'N padatanamankelapasawityang
dilaksanakan di Kebun PercobaanAek Pancur Medan.
SumateraUtara, rnilik PusatPenelitianKelapa SawitMedan. Percobaanini dilakukan pada 8 pabon kelapasawit
jenis OP tahun tanam 1990 (umur 5 tahun) yang dipilih
secaraseragamdan terletak saling berdekatandalam satu
blok. Kedelapanpabon ini berdiameterrata-rata40 cm.
jumlah daun 56 pelepah.dan tinggi sekitar 3 m. Setiap
pabon mendapatsatuperlakuanpemupukan.
Pupuk bertanda yang digunakan adalah urea
bertanda "N denganeksesatom (e.a) 10% denganperlakuan pemupukansebagaiberikut:
PI
P2
so
so
so
n
m
P3
IV
V
VI
P4
PS
P6
SO
100
vn
P7
vm
P8
100
100
100
0
discbar
0
ditugal
discbar
950
950
0
0
ditugal
discbar
900
ditugal
discbar
900
ditugal
*) Disebar sekeliling pohon pada jarak 1,20 m dari batang pohon, ditugal pada 5 lubang sekeliling pohon.
Setiap pohon per tahun yang diperlakukan sudah mendapatkan 1,5 kg RP. 2 kg MOP dan 1 kg Kjeserit sebagai pupuk
dasar.
PI daD P2 adalah pohon standar bagi P3 daD P4,
sedangkan P5 daD P6 adalah pohon standar bagi P7 dan
PS. Dengan adanya pohon standar, rnaka rnetooeyang dikemukakan ZAPATA (5) dapat digunakan untuk penentuan
efisiensi pupuk N urea yang diaplikasikan.
Perlakuan pupuk diberikan pada tanggal 10 Juli
1995, sedangkan pengambilan contoh daun daD lidi dilakukan 1/2 bulan (CDl), 1 bulan (CD2) daD 2 bulan (CD3)
setelah aplikasi pupuk.
Pada setiap pohon diambil pelepah daun ke-l, 9,
17. 25. daD 33 sebagaicontoh. Setiap pelepah daun contoh dari setiap pabon dibagi menjadi tiga bagian, yaitu
bagian pangkal (pa), tengah (T) daD ujung (U) pelepah
daUB. Dari setiap bagian pelepah daun tersebut diambil 20
helai daun yang kemudian sebelum dikeringkan dipisahkan terlebih dahulu antara daun daDlidinya. Dengan deroikian dari 8 pohon contoh pada setiap periode pengambiIan contoh diperoleh 8 x 5 x 3 = 120 contoh helai daun
daD 120 contoh lidi. Setiap contoh daun daD lidi tersebut
dinalisis untuk menentukan persentase N-total (%N-to),
persentase kelimpahan 15N (ke-15N)daD persentaseekses
atom (% e.a.).
Analisis %N-to mengggunakan metode Kbjeldahl
daD penentuan %ke-15Nmenggunakan Spektrometer Eroisi Jasco ripe N-151.
Seluruh data dibahas secara tabulasi.
BASIL DAN PEMBABASAN
PersentaseN-total. Pada Tabel I terlihat bahwa
nilai %N-to daununtuk kedelapanpabonkelapasawityang
menerimapupuk urea secarasebarmaupunrugal berkisar
antara2,232sampaidengan3,028%,sedangkannilai %Nto lidi berkisarantara 0,727 sampaidengan1,293%.Bila
dilihat dari rerata (Ro) nilai %N-to dari PI sampai P8
untuk CD I, CO2, dan CD3, diperoleh gambaranbahwa
mula-mulaterjadipenurunanRo %N-to dari COI ke CO2,
kemudian terjadi kenaikanRo %N-to dari CO2 ke CO3.
Keadaanini jelas terlihatpadanilai Ro %N-to bagiandaun
Fa, T dan U. Dari pola ini diperoleh suatugambaranbahwa pada CD I ditem\lkan banyak N di daun, sedangkan
pada CO2 nilainya menurun, kemudian meningkat lagi
padaCD3. Kondisi ini perlu dipertimbangkandalam menentukanwaktu pengambilancontohdaun.Pola ini untuk
contoh lidi tidak kelihatandenganjelas.
Selanjutnya,diketahuijuga bahwanilai Ro %Nto daundaDlidi konsistendan tinggi ditemukanpadabagian tengahdan ujung pelepahdaun, baik pada CD I, CO2,
maupunCD3. Dengandemikian, bagiantengah maupun
ujung pelepahdaun ini dapatdigunakan untuk menetapkan efisiensiN. Demikian halnya dalam penentuan%Nto fiksasi pabonlegum, IEAE (6),juga menganjurkanbahwa untuk mendeteksikeberadaan15N,cukup digunakan
Apllkasllsotop
beberapahelai daun. Atas dasarini, maka metodeini da.
patditerapkanpadapengambilancontohdaunkelapasawit.
PadaTabel2 dapatdikemukakanbahwanilai %N.
to yang paling tinggi dan stabil pada CD 1, CD2, dan CDJ
baik secarasebarmaupuntugal ditemukanpada daunke.
9 dan 17.
Pada daun ke-17 %N-to, perlakuan rugal pada
seluroh pengamatan mempunyainilai yang lebih tinggi
dibandingkanperlakuansebar.Hal ini didukung oleh data
pengamatanCD2 dan CD3 pads Tabell, yang memperlihatkanbahwaRo %N-to daun tara tugailebih tinggi nilainyadibandingcara sebar,sedangkandaunke-9 hanyapada
pengamatanCD2 nilai %N-to tugallebih besardari sebar.
Sedangkanpads nomor daunlainnya, yaitu daunke-I, 2S,
daD 33 umumnya nilai %N-to sebar lebih tinggi dari tugal. Padacontoh lidi, hampir pads seluruhnomor daun,
nilai %N-to perlakuantugallebih tinggi dari sebar.
Per.ent..e Kelimpaban IsN daft Persentase
Ekle. Atom IsN. Pads Tabel 3 dan 4 terlihat umumnya
bahwanilai Ro persentasekelimpahan I~N(%ke.I~N)antara perlakuansebardan rugal tidak jauh berbeda.Apabila dilihat dari Tabel 3, nilai Ro %ke-I~Nbelum ada yang
melebihi nilai %ke-I~Nalami, yaitu sebesar0,366%,walaupun apabila dilihat secara individu, perlakuan P2-Pa,
P7-PapadapengamatanCD2 dan PI-T, P3-T, P4.T. P2U, P6-Upads pengamatanCD3 sudahmencapainilai yang
melebihi%ke-I'N alami. Begitujuga halnyapads Tabel4,
umumnyanilai O/oke-I'Nmasih di bawab O/oke-I'Nalami,
kecuali P2-9, P7-9, PI-2S, daD P3-33 pada pengamatan
CD2 sertaPI-I, P2-1, P4-1, P8-l, P3-9, PS-9,P8-9, Pl.
17, P6.17, P7.17, P3-25,P6.2S,P8-25,P2-33. daDPS-33
pada pengamatanCD3.
Padapengamatan
CD2 berturut-turutdari PI sampai P8 ditemukan I, 2, 3, I, 3, 2, 2, 3 contoh daun(jum.
lab -17 contoh) dengan nilai %ke.I'N lebih besardari
0,366%, sedangkanpads pengamatanCD3 berturut-turut
dari PI sampaiP8 ditemukan 3, 5. 8, 4, 6, 4, I, 6 contoh
daun (jumlah -37 contoh) dengan nilai O/oke.I'Nlebih
besardari 0,366%. Reratanilai %ke.I'N daD persentase
eksesatom I'N (%e.a..I'N) dari contoh daunyang memitiki nilai O/oke.I'Ndi atas 0,366% tersebutdisajikan pada
Tabel5. Berdasarkandatapads Tabel 5 dapatdikemukakan babwapads pengamatanCD3 seluruhnilai Ro %ke"N dan %e.a..I'N lebih besardibandingpengamatan
CD2.
Nilai %e.a.-"N padapengamatanCD3 berkisarantara0,04
sampaidengan0,024%,sedangkaopads pengamatanCD3
nilai %e.a..I'N berkisar aotara 0,006 sampai dengan
0,019%.
Nilai %e.a.-'sNyang lebih kecil dari 1% ditemukin juga oleh THAM din KADMIN (7), yang menggunakan ISN-ureapada 3jenis kopi berumur6 tabun. Sedangkan%e.a.-'sN lebih besardari 1% ditemukan pada
JX)honlegumberumur7-12 bulan,dan akanmenjadilebih
kccil dari 1% pada pohon legum berumur 19-24 bulan
(8). ladi, jells kelihatan bahwa dengan semakin besar
JX)hon%e.a.-'~NakIn semakin kecil, akibat terjadi pengenceranI~Ndi dalamjaringan tanaman.
Padapercobaanini kelihatanbahwa 15Nsemakin
dapatterdeteksidenganbertambahnyawaktu pengamatan,
walaupundengandosis I~N-ureayang sangatkecil. Peng-
dan Radlasl, J 996
gunaanureabertandadalamjumlah yang kecil merupakan
dasarbagi penggunaanmetodetidak langsungbagi penentuan efisiensipemberianpupuk.
KESIMPULAN
Kesimpulanyang dapatdikemukakandari perrobaan pendahuluanpenggunaanI'N-urea pada tanaman
kelapa sawit adalah:
I. Terdapatperbedaanpersentasenilai N-total (% N-to)
antarabagiandaun dan lidi sertaantara urutan nomor
pelapahdauntanamankelapasawit. Nilai N-totalpada
pengamatancontoh daun ke-9 daD 17 lebih konsisten
daD lebih tinggi dibanding daunke-l, 25, daD33. Hal
ini dapat digunakandalam penentuanpersentasekelimpahan 15Nyang lebih baik.
2. Aplikasi pupuk secararugal, terutamapada pengarnatan daun ke-17, menghasilkannilai N-total daun yang
lebih tinggi dibanding tara tabur.
3. Waktu pengambilancontoh daun mulai I bulan hingga lebih dari 2 bulan setelah aplikasi pupuk dapat
mendeteksipersentasekelimpahan I'N dan persentase
eksesatom 15N.
4. Penggunaan
ureabertandadalamjumlah sedikit(50 dan
100g urea/pabon)denganeksesatom 10%pada tanamankelapa sawit umur 5 tahun sudahdapatdideteksi
pada daun mulai pada pengamatandaun 1 bulan setelah aplikasi pupuk. Hal ini merupakandasar bagi
penggunaanmetode tidak langsung bagi penentuan
efisiensipemberianpupuk.
DAFTARPUSTAKA
I. VaN UEXKULL, H.R., and FAIRHURST, T.H., The
oil palm. Fertilizing for high yield and quality, IPI
Bulletin 11 (1991) 46.
2. SUWANDI, A., PANJAITAN, dan LUBIS, A.U.,
"Manl\iemenpemupukankelapa sawit Indonesia",
SeminarHimapi, Medan (1987).
3. SISWORO,W.H., Pemupukannitrogendalambudidaya
di persawahanpasangsumt. Fak. Pasta Sarjana,
IPB, Bogor (1993).
4. WOODHEAD,T., Improvementof efficiencyand enviromental impactof nitrogen fertilizers in iirigated
n.cecrQPpingin In~onesia,¥8iaysia, and Philippines (FAO N-Efficlency Project), (1995),Unpublished.
5. ZAPATA, F.. Isotopetechniquein ~il fertility and plant
nutrition studies.IABA. Vienna (1990)61.
6. lAEA, Instructionfor samplingto detennine 1$N in legumes tree, IAEA, Vienna (1995).
7. THAM, K.C., and ~ADMIN, B., Useof double isotope
(32Pand 15N technique in studies of fertilizer use
efficiency in coffeetree (1995) 121.
8. KADIR, W.R., Nitrogen budgetin an Acacia mangium
WiUd. plantationin peninsularMalaysia,Thesisfor
the degreeof Ph.D, Universiteit Gent, (1995) 130.
Ap/ikasi I sotopdon Radiasi,J996-
Tabell. PersentaseN-TotaJcontohdaun kelapa sawit
Daun
-
Perlakuan
Pa
u
T
%
Contoh I
PI
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
Ro
(CDI)
(8)
(To)
(8)
(To)
(8)
(To)
(8)
(To)
(8)
(To)
Contoh2 (CD2)
PI
(8)
P2
(Tu)
P3
(8)
P4
(Tu)
P5
(8)
P6
(Tu)
P7
(8)
P8
(Tu)
Ro
(8)
(Tu)
Contoh3 (CD3)
PI
(8)
P2
(Tu)
P3
(8)
P4
(Tu)
P5
(8)
P6
(Tu)
P7
(8)
P8
(ru)
Ro
(8)
(Tu)
2.510
2,349
2,734
2,617
2,415
2,715
2,673
2,553
2,493
2,232
2,708
2,766
2,447
2,666
2,782
2,385
2,583 2,608
2,559 2,512
2,601
2,320
2,659
2,705
2,699
2,740
2,878
2,576
2,709
2,585
0,749
0,727
0,990
1,191
0,900
1,134
1,025
1,146
0,916
1,050
2,487
2,234
2,741
2,808
2,469
2,596
2,675
2,568
2,593
2,552
2,512
2,355
2,788
2.852
2.588
2,754
2.544
2.604
2.608
2.641
2,459
2.322
2.644
2.752
2.443
2.669
2,600
2.563
2.536
2,576
0,824 1,018
0,914 0,824
1,058 1,182
1,048 1,016
0.841 0,834
1,046 0,911
1,055 0.881
0.914 1,019
0,945 0,979
0,981 0,943
2,715
2,420
2,895
2,755
2,720
2,775 2,598
2,762 2,830
2,616 2,684
2,682 2,790
2,657 2,614
2,850
2,617
2,891
2,982
2,800
2,972
3,028
2,816
2,892
2,847
2.755
2.507
2,376
2,403
2,596
2,271
2,657
2,580
2,516
2,408
2,536
2,701
2,483
2,634
2,755
2,631
Ro
0.905
0,973
0,838
0,812
1,008
1,134
1,295
1,133
1,095
1,090
1,059
1,043
%
2.535
2.300
2.700
2,696
2,520
2,707
2,778
2,505
2,633
2,552
2,378
u
Ro
0,860
0,737
0,917
1,018
1,841
0,973
1,000
0,987
1,155
0,929
1,117
1,193
1,144
1,293
1,260
1.138
1,107
1,149
1,106
0,925
1,162
0,983
0,888
1,134
1,222
1,053
1,043
1,081
1,095
0,909
1,083
1,101
1,068
1,005
1,008
0,997
1,116
0,%7
2.807
2.831
2.717
2.782
2.873
1,116
1,051
1,255
0,996
1,039
1,020
0,982
1,022
2.705
0,884
2.788
2.706
1,046
1,074
1,000
1,006
1,092
0,918
0,967
0,909
0,860
0,954
0,975
Keterangan: PI s.d. P8 = Pohonke I s.d. ke-8
Pa = pangkai daun,
T = tengahdaun,
U = ujung daun
S = pupuk disebardi sekeliling pohon
Tu = pupuk ditugal di 5 lubang di sekeliling pohon
CDI, CO2 dan CD3 = pengambilancontoh daunke 1 2dan3
Aplikasi IsotopdonRadiasi. 1996
Tabel 2. PersentaseN- Total contob daun kelapa sawit
Perlakuan
9
17
25
33
9
%
17
2S
.
33
%
Contoh I (CDl)
PI
(8)
P2
(Tu)
P3
P4
P5
P6
P7
P8
Ro
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
2,697
2,454
2,676
2,734
2,589
2,892
2,790
2,771
2,688
2,713
2,569
2,175
2,621
2,539
2,427
2,546
2,761
7,660
2.595
3,730
2,403
2,059
2,397
2,639
2,135
2,629
2,565
2,434
2,375
2,440
0,807
0,763
0,914
1,211
1,001
0,971
0,862
0,824
0,896
0,942
0,801
0,896
0,974
1,027
1,038
1,238
1,066
1,241
0,970
1,101
Confab2 (CD2)
PI
(S)
2,604 3,065
P2 (Tu)
2,463 2,763
P3 (S)
2,770 3,091
P4 (Tu)
2,458 3,079
P5 (S)
2,251 2,724
P6 (Tu)
2,258 3,042
P7
(S)
2,816
2,3992,288
P8 (Tu)
2,915
Ro (S)
2,506 2,924
2,367 2,950
(Tu)
2,852
2,648
2,649
3,002
2,478
2,808
2,822
2,711
2,700
2,792
2,776
2,461
2,807
2,829
2,495
2,696
2,488
2,489
2,642
2,619
2,481
2,200
2,715
2,784
2,267
2,511
2,469
2,411
2,483
2,477
0,944
0.940
0.941
0,937
0,747
0.898
0.789
0.809
0.855
0.896
0,921 1,082 0,790
0,969 1,026 0,876
1,276 1,034 0,912
1.101 1,213 1,058 1,136
0,960 0,982 0,913 0,946
1,018 0,956 1,155 0,973
1,074 1,003 1,194 0,968
1,025 0,053 1,204 0,961
1,021 1,046 1,056 0,904
1,060 0,7981,1110,987
Contoh 3 (CD3)
PI
(S)
2,604
P2 (Tu)
2,463
P3 (S)
2,770
P4 (TU)
2,458
P5 (8)
2,645
P6 (Tu)
2,791
P7 (8)
2,549
P8 (Tu)
2,495
Ro (8)
2,642
2,552
(Tu)
2,852
2,648
2,649
2,002
2,763
3,045
3,014
2,881
2,820
2,894
2,776
2,461
2,807
2,829
2,754
2,607
2,933
2,722
2,818
2,655
2,481
2,200
2,715
2,784
2,467
2,287
2,602
2,443
2,566
2,429
0,944
0,940
0,941
0,937
0,871
0,898
0,652
0,754
0,852
0,882
1,100
1,097
0,948
1,101
1,074
1,210
0,962
0,980
1,021
1,097
2,228
2,344
2,736
2,612
2,683
2,462
2,779
2,298
2,607
2,429
2,776
2,471
3,068
2,958
2,779
3,005
2,993
2,361
2,904
2,699
3,065
2,763
3,091
3,079
2,956
3,178
3,269
2,987
3,095
3,002
0,847
0,939
1,176
1.071
0,964
1,107
1,148
0.914
1,034
1,008
1,005
0,788
0,876
0,955
0,851
1,171
1,171
1,317
0,976
1,058
0,805
0,677
1,099
1,407
0,954
1,181
1,727
1,165
1,146
1,108
1,100
1,097
0,948
0,921
0,969
1,276
1,213
1,082 0,790
1,026 0,876
1,034 0,912
1,058 1,136
0,799 0,951. 0,851
1,021 0,989 0,718
1,070 0,896 0,799
0,988 0,746 0,832
1,017 0,991 0,838
1,048 0,955 0,891
.
Keterangan : PI sid P8 = Pohon ke 1 s.d. ke-8
1,9, 17,25 dan 33 = pelep\h daun ke-I, 9, 17,25, dan 33
S = pupuk disebar di sekeliling pohon
Tu = pupuk ditugal di 5 lubang di sekeliling pohon
CD I, CD2 daft CD3 = pengambilan contoh daun daun ke-I, 2 daft 3
Aplikali [IOtOPdan Radiali. 1996
Tabel 3. Persentasekelimpahan-15N
daunkelapa sawit
CD2
CD3
Perlakuan
Pa
T
U
Ro
Pa
T
%
PI
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
Ro
(8)
(fu)
(8)
(fu)
(8)
0,357
0,325
0,3 1591510,363
0,3
0,351
0,3 160
0,357
0,3 160
0,349
(fu)
0,3169 0,351
(8)
0,3152 0,351
(fu)
(8)(fu) 0,3 158161 0,357
0,3
0,344
0,3 143179
0,3
0,348
0,323
0,346
0,352
0,324
0,349
0,345
0,357
0,341
0,345
U
Ro
%
0,349
0,342
0,356
0,351
0,347
0,353
0,355
0,353
0,352
0,350
0,352
0,358
0,363
0,362
0,361
0,359
0,357
0,348
0,358
0,357
0,371 0,340 0,354
0,340 0,367 0,355
0,369 0,650 0,461
0,366 0,357 0,362
0,364 0,357 0,361
0,364 0,369 0,364
0,351 0,341 0,350
0,364 0,353 0,355
0,364 0,422 0,381
0,359 0,362 0,359
Keterangan: Pi s.d. P8 = Pobonke-i s.d. ke-8
Pa = pangkaidaun, T = tengahdauD,U = ujung daun
S = pupukdisebardi sekeliling pabon
Tu = pupukditugal di 5 lubangdi sekeliling pabon
CD2 dan CD3 = pengambilancontoh daunke-2 dan 3
Tabel 4. Persentasekelimpahan-,sNcontoh daunkelapa sawit
CD3
CO2
Perlakuan
9
%
PI
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
Ro
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
(8)
(Tu)
0,354
0,361
0,353
0,308
0,390
0,357
0,345
0,353
0,361
0,345
0,343
0,364
0,351
0,358
0,327
0,360
0,344
0,370
0,352
0,343
0,355
0,346
0,361
0,358
0,346
0,356
0,363
0,352
0,344
0,355
%
0,399
0,339
0,352
0,352
0,351
0,345
0,350
0,343
0,363
0,345
0,333
0,317
0,370
0,369
0,355
0,350
0,359
0,372
0,357
0,360
0,375
0,347
0,354
0,349
0,358
0,373
0,354
0,346
0,369
0,357
0,367
0,362
0,365
0,345
0,347
0,362 0,372
0,358 0,366
0,372 0,311
0,361
0,360
0,361
0,348
0,343
0,351
0,373
0,357
0,366
0,355
0,317
0,374
0,365
0,362
0,366
0,327
0,371
0,355
0,355
Keterangan: PI s.d. P8 = Pobonke-1 s.d. ke-8
1,9, 17,25 dan 33 = pelepahdaunke-l, 9, 17,25, dan 33
S = pupuk disebardi sekeliling pabon
Tu = pupuk ditugal di 5 lubangdi sekeliling pabon
CD2 daDCD3 = pengambilancontob daunke-2 daD3
0,344
0,374
0,361
0,361
0,377
0,354
0,352
0,358
0,359
0,362
Aplikasi lsotop danRadiasi. 1996
Tabel 5. Persentase kelimpahan-lsN dan persentase ekses atom
ISN daun kelapa sawit
CD2
Perlakuan
,
"
,
%Ke-"N
CD3
o/eC.a.15N
%Ke-15N
%c.a.15N
-
%
0,008
0,024
0,008
0,017
0,021
0,016
0,018
0,004
0,381
0,381
0,377
0,377
0,382
0,385
0,372
0,377
0,015
0,015
0,013
0.013
0,016
0,019
0,006
0,012
Keterangan : PI s.d. P8 = Pohon ke-1 s.d. ke-8
S = pupuk disebar di sekeliling pohon
Tu = pupuk ditugal di 5 lubang di sekeliling pohon
CD2 daD CD3 = pengambilan contoh daun
ke-2 daD3
A.
Aplikasi Isotopdan Radiasi.1996
DISKUSI
SOERANTO
Anda rnempunyai 8 perlakuan, tetapi tidak dijela..kan berapa ulangillJ untuk masing-masing perlakuan tersebut. Anda telah menjelaskan perbedaan-perbedaan perlakuan antara metode pemberian pupuk (tugal dan tabur),
tetapi bagaimana dengan respons ke-8 perlakuan tersebut,
perlakuan mana yang terbaik?
LUQMAN ERNINGPRAJA
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh
mana penggunaan pupuk ureaberlabel15Nyang~
dapat dideteksi pada daun kelapa sawit, mengingat harga
pupuk urea beriabel15N cukup mahal, maka dalam penelitian ini lebih mempriotaskan tingkat keterdeteksian 15N
pada daun kelapa sawit. Respons ke-8 perlakuan kurang
jelas, Damun pada pengamatan selama 2 bulan setelah pemupukan, perlakuan 3 (P3) memperlihatkan basil yang
lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
2. Kelebihan cara tugallebih efektif sedangkancara sebar biaya lebih murah. Kekurangan cara rugal, biaya
lebih mahalsedangancara sebarpupuk mudah tercuci
dan menguap.
NAZIR ABDULLAH
1. BagaimanasarnRlingdaun pada waktu 1 dan 2 bulan
setelah pemberian 15N,Apakah sampel diambil daTi
pelepahyang sarnaataudari pelepahyang lain?
2. Pada sampeldaun yang mana diperoleh % exess 15N
yang tertinggi?
LUQMAN ERNINGPRAJA
1. Contoh daun pacta CD 1 daD CD2 diambil dari pelepah
yang berlainan, namun dengan nomor daun yang sarna.
2. Perlakuan P 2 (50 g urea 15N/pohon)secara togal.
NASROH
E. SUWADn
Padapenelitian ini dijumpai kadar N-to sekitar
2-3%, sedangkanpada penelitian di PAIR karni hanya
menjumapai sekitar 0,2-0,6% kadar N (pada seTal
tandansawit). Apakahdalam hat ini ada perbedaankadar
N antara bagian-bagian tanaman (antara daun, buah,
tandan kelapasawit, dan lain-lain).
LUQMAN ERNINGPRAJA
Ada perbedaan nilai N-to pacta daun, buah dan
lidi. Bahkan dalarn daun yang berbeda umur daunnya pacta
pohon yang sarna, diperoleh nilai N-to yang berbeda.
SHOLEH A VIVI
Apakah selarnaini cara tugal yang diterapkan?Melihat basil cara tugal lebih banyakyang terdeteksi
Apakah ada kerugian/kelebihancara tugal dibanding
dengan cara tabur?
I. Padametodepenelitian,pupuk N diberikan padajarak
1,5 m daTipabon.Apakahsebelurnnyasudahadapenelitian yang menunjukkanbahwapemberianpadajarak
tersebutpaling efisiendiserap?Dapatkahteknik nuklir
dipakai untuk penelitian semacamini?
2. Hasil menunjukanbahwa pemberiancara rugal menghasilkan serapanN lebih baik daripada cara tabur
Bagaimana penjelasannya?Karena, mestinya tabur
memberikankemungkinansarnpainyapupuk N lebih
cepatpadaperakaranaktif, karenarugal menyebabkan
pupuk terkonsentrasipada titik-titik tertentusaja?
,UQMAN ERNINGPRAJA
I. Tingkatserapanpupukyang optimumdicapaipadazona
perakaran1,5-2 m dari batangpohon.
2. Cara tugailebih banyak terdeteksiyang diduga akibat
kedalamanaplikasi yang lebih baik/sesuaidibanding
cara sebaryang hanyaberadadi permukaan.
HARY ANTO
LUQMAN ERNINGPRAJA
Untuk skalaperkebunan(komersial)dengancaratabur.
Cara rugal lebih banyak terdeteksiyang diduga akibat
kedalamanaplikasi yang lebih sesuaidibanding cara
sebaryang hanya di permukaantanah.
Dalam abstrak mohon dicatat, untuk kelimpahan
15Nalami adalah 0,366% bukan 0,336%.
LUQMAN ERNINGPRAJA
Terima kasih atassarannya.
Ke Daftar Isi
Fly UP