...

Perkembangan ukuran utama kapal pukat cincin di

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Perkembangan ukuran utama kapal pukat cincin di
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 1(4): 128-134, Desember 2013
ISSN 2337-4306
Perkembangan ukuran utama kapal pukat cincin di
Sulawesi Utara
The changing of principal dimensions of purse seiner in North Sulawesi
PATRICE N.I. KALANGI*
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115
ABSTRACT
Purse seine fisheries in North Sulawesi significantly contribute to the total fisheries production in the region. The
continuing increase of demand in fishery production arouses the purse seine entrepreneurs to increase their fishing
power indicated by the increasing size of their fishing boats. Analyses of the principal dimensions of purse seiners
have been done by many researchers, but the results tend to be quite diverse make it difficult to be used to represent
the real condition. This article analyses the relationship among principal dimensions of purse seiners reported over
more than a 20 years period by many researchers. The ratios of purse seiner principal dimensions in North Sulawesi
are L/B = 4,67, L/D = 12,98, and B/D = 2,82; and the length of purse seiner increases in average from around 15 m
in the beginning of the period to around 20 m at the end of the period.
Keywords: principal dimension, purse seiner, round scad, North Sulawesi
ABSTRAK
Perikanan pukat cincin di Sulawesi Utara memberikan kontribusi yang besar terhadap produksi perikanan daerah.
Permintaan yang terus meningkat mendorong pengusaha pukat cincin untuk terus meningkatkan kemampuan
tangkap mereka yang ditandai dengan peningkatan ukuran kapal penangkap. Analisis ukuran utama kapal pukat
cincin telah banyak dilakukan, tetapi cenderung memberikan hasil yang cukup berbeda sehingga sulit digunakan
untuk menggambarkan kondisi sebenarnya. Artikel ini menganalis hubungan antar ukuran utama kapal pukat cincin
yang dilaporkan sepanjang periode lebih dari 20 tahun oleh banyak peneliti. Rasio ukuran utama pukat cincin di
Sulawesi Utara adalah L/B = 4,67, L/D = 12,98, dan B/D = 2,82; dan ukuran panjang kapal meningkat secara ratarata dari sekitar 15 m di awal periode menjadi sekitar 20 m di akhir periode.
Kata-kata kunci: ukuran utama, kapal pukat cincin, malalugis, Sulawesi Utara
PENDAHULUAN
Di Sulawesi Utara, pukat cincin yang oleh masyarakat lokal disebut pajeko umumnya digunakan
untuk menangkapan ikan layang (Decapterus sp.).
Pada tahun 2013 produksi ikan layang di Sulawesi
Utara mencapai 93.362 ton yang berkontribusi
sebesar 36 % dari total produksi perikanan Sulawesi Utara (DKP Prov. Sulut, 2013).
Menurut Besweni, dkk. (2011), potensi perikanan pelagis kecil di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) sekitar Sulawesi Utara yakni WPP
715 dan 716 masing-masing sebesar 379.400 dan
230.900 ton per tahun. Potensi ini dimanfaat seca*
email: [email protected]
128
ra bersama dengan beberapa provinsi di WPP berkenaan, antara lain Gorontalo dan Maluku Utara.
Selain itu, WPP ini juga dimanfaatkan oleh
nelayan-nelayan asing baik secara legal maupun
secara ilegal (Dahuri, 2012). Khususnya ikan
layang, total produksi di kedua WPP ini pada
tahun 2010 sebesar 100 ton (Besweni et al., 2011)
Upaya penguasaan wilayah perairan oleh bangsa sendiri dan upaya pemenuhan permintaan pasar
akan ikan layang mendorong nelayan pukat cincin
untuk terus meningkatkan kemampuan tangkap.
Peningkatan kemampuan ini dilakukan antara lain
dengan menambah dan/atau memperbesar unit
penangkapan, khususnya kapal penangkap.
Fly UP