...

hubungan motivasi dan suasana belajar di kelas

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

hubungan motivasi dan suasana belajar di kelas
HUBUNGAN MOTIVASI DAN SUASANA BELAJAR DI KELAS DENGAN
HASIL BELAJAR MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN KLINIK
PADA MAHASISWA DIV BIDAN PENDIDIK SEMESTER VIII
DI STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2014
NASKAH PUBLIKASI
Diajukan Guna Melengkapi Sebagai Syarat Mencapai Gelar Sarjana Sains
Terapan pada Program Studi Kebidanan di Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta
Disusunoleh:
Sabrina ulinnuha
NIM : 201310104196
PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
2014
HUBUNGAN MOTIVASI DAN SUASANA BELAJAR DI KELAS DENGAN
HASIL BELAJAR MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN KLINIK
PADA MAHASISWA DIV BIDAN PENDIDIK SEMESTER VIII
DI STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 20141
Sabrina Ulinnuha2 , Yekti Satriyandari3
INTISARI
Tujuan Untuk mengetahui hubungan motivasi dan suasana belajar di kelas
dengan hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik pada mahasiswa
DIV bidan pendidik semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014
Desain penelitian yang digunakan survey analitik dengan pendekatan
waktu cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional
random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data
menggunakan analisis korelasi Spearman Rank
Hasil Uji Spearman Rank didapatkan motivasi, suasana dengan hasil
belajar nilai signifikansi nya sebesar 0,010 dan 0,021 lebih kecil dari 0,05, Nilai
masing-masing korelasi sebesar 0,419 dan 0,379
Kata Kunci : Motivasi, Suasana Belajar, Hasil Belajar
Kepustakaan : 1 ayat Al-Qur’an, 20 buku, 4 jurnal
Jumlah halaman: xiv, 84 halaman, 8 tabel, 2 bagan, 11 lampiran
1
Judul skripsi
Mahasiswi Prodi DIV Bidan Pendidik STIKES’ Aisyiyah Yogyakarta
³ Dosen STIKES ‘ Aisyiyah Yogyakarta
2
PENDAHULUAN
Masalah pendidikan menjadi masalah yang belum bisa teratasi sampai
saat ini di negara Indonesia, kurangnya sosialisasi pendidikan juga menjadi
penyebab bahwa kebanyakan warga Indonesia kurang memahami pentingnya
pendidikan. Ditunjukkan pada hasil penelitian menurut Education For All
Global Monitoring Report 2012 yang dikeluarkan oleh UNESCO setiap
tahunnya, pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 untuk pendidikan
di seluruh dunia dari 120 negara, dan data Education Development Index
(EDI) Indonesia, pada 2011 Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 127
negara (dwik, 2013). Sementara itu The United Nations Development
Programme ( UNDP ) tahun 2011 juga telah melaporkan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM ) atau Human Development Index (HDI)
Indonesia mengalami penurunan dari peringkat 108 pada 2010 menjadi
peringkat 124 pada tahun 2012 dari 180 negara. Dan pada 14 Maret 2013
dilaporkan naik tiga peringkat menjadi urutan ke-121 dari 185 negara (Qory,
2013).
Menurut Hidayat (2009) keberhasilan hasil belajar seorang pelajar tidak
terlepas dari faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri,
menurut Clark dalam Sudjana (2001) mengungkapkan bahwa hasil belajar
siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30%
dipengaruhi oleh lingkungan, sedangkan menurut Sardiman (2007) kehadiran
faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting.
Faktor – faktor psikologis senantiasa memberikan landasan dan kemudahan
dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal.
Menurut Sardiman (2011), belajar sangat memerlukan motivasi,
motivation is an essential condition of learning. Hasil belajar akan menjadi
optimal, kalau ada motivasi. Semakin tepat motivasi belajar yang diberikan,
akan semakin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa
menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.
Suasana belajar didalam kelas juga memiliki peranan penting dalam
sistem pembelajaran di dalam kelas, apabila seorang guru tidak mampu
menguasai kelas dengan baik maka tidak akan tercipta suasana belajar yang
harmonis. Ketika kelas dikelola secara efektif, maka kelas berlangsung
dengan lancar dan siswa – siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Ketika kelas dikelola dengan buruk, kelas bisa menjadi tempat yang kacau –
balau. Manajemen kelas yang efektif memaksimalkan belajar anak - anak
(Santrock, 2009).
Realita lapangan menujukkan bahwa siswa di Indonesia tidak memiliki
kemauan belajar yang tinggi. Banyak siswa merasa malas didalam kelas,
tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru –
guru mereka. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi
yang kuat untuk belajar. Siswa masih menganggap kegiatan belajar tidak
menyenangkan dan memilih kegiatan lain diluar kontek belajar seperti, sms,
dan berbicara dengan teman disampingnya (Astuti, 2013).
Berdasarkan realita tersebut, pendidikan menjadi salah satu masalah di
Indonesia, kenyataannya indonesia masih memiliki kampus - kampus terbaik,
menurut Webometrics (2013) universitas terbaik di Indonesia berada dipulau
Jawa yaitu Jawa Barat, dan menurut Agung (2013) 5 perguruan tinggi
kesehatan terbaik di yogyakarta adalah UGM, UII, UMY, STIKES ‘Aisyiyah
dan Poltekkes yogyakarta.
STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta merupakan sebuah institusi kesehatan.
Salah satu program studi yang ada di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah
progaram studi kebidanan, Agar dapat mencapai tujuan menghasilkan tenaga
kesehatan yang profesional tidak hanya profesional pada bidangnya tetapi
tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah rasul. STIKES ‘Aisyiyah
Yogyakarta berusaha meningkatkan sistem pembelajaran yang ada dengan
memiliki dosen yang profesional dalam bidangnya.
Mata kuliah metodologi penelitian klinik merupakan salah satu mata
kuliah yang perlu dikuasai bidan agar bidan mampu melaksanakan tugasnya
dalam hal peneliti karena dalam mata kuliah tersebutlah akan diajarkan tata
cara dan aturan penelitian yang baik dan benar. Untuk mencapai hasil yang
maksimal dalam pembelajaran mata kuliah metodologi penelitian maka
diperlukan sistem pembelajaran yang berkualitas termasuk di dalamnya
bagaimana dosen mampu menguasai kelas dengan baik dan memotivasi
mahasiswa untuk meningkatkan belajarnya.
Menurut hasil pemantauan kelas E DIV bidan pendidik aanvullen
didapatkan bahwa motivasi belajar mahasiswa baik dikarenakan walaupun
mereka dalam keadaan yang lelah, mereka tetap mengikuti perkuliahan
sampai akhir dan hasil wawancara yang dilakukan pada beberapa mahasiswa
kelas E didapatkan bahwa mahasiswi merasa bosan pada mata kuliah
biostatistik, bukan hanya karena mata kuliah nya yang sulit, tapi juga dari
dosen nya sendiri yang kurang mampu menguasai kelas dan kurang mampu
meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar, dan beberapa mahasiswa
juga mengatakan mata kuliah metodologi penelitian merupakan mata kuliah
yang sulit sehingga mahasiswa menjadi kurang bersemangat dalam mengikuti
perkuliahan.
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan tanggal 14 Mei 2014
didapatkan hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian dari tahun 20112013 didapatkan bahwa tidak terdapat penurunan yang signifikan jumlah
mahasiswa yang remidi, tahun 2011 didapatkan jumlah mahasiswa yang
remidi adalah 51 orang (43,2%), tahun 2012 jumlah mahasiswa yang remidi
meningkat menjadi 76 orang (40,6%) dan tahun 2013 terjadi penurunan
menjadi 68 orang (26,9%), terjadi penurunan sekitar 13,7% dari tahun
sebelumnya, namun dari 68 orang yang remidi terdapat 36 orang mahasiswa
yang remidi di dalam satu kelas. (STIKES ’Aisyiyah Yogyakarta, 2014).
Menurut pemerintah dalam UU no 19 tahun 2005 tentang standar
pendidikan nasional Pasal 19 ayat (1) menyatakan Proses pembelajaran pada
satuan
pendidikan
diselenggarakan
secara
interaktif,
inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik (Presidenri, 2013). Kebijakan penentuan metode
pembelajaran yang ada di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta maupun perguruan
tinggi lain tergantung pada dosen yang akan mengajar dari setiap materi.
Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa DIV
bidan pendidik semester VIII di STIKES ‘Aisyiyah mata kuliah metodelogi
penelitian klinik didapatkan bahwa hasil belajar mahasiswa masih banyak
yang kurang memuaskan, banyak mahasiswa yang mengikuti remidial, kelas
C terdapat 9 mahasiswa (3,5%) yang remidial, kelas D 20 mahasiswa (7,9%),
kelas E 36 mahasiswa (14,4%) dan kelas F 3 mahasiswa (1,1%) dan
berdasarkan wawancara yang dilakukan pada beberapa mahasiswa yang
remidi di kelas E didapatkan bahwa mahasiswa merasa mata kuliah
metodologi penelitian adalah mata kuliah yang sulit, mahasiswa belum terlalu
memahami mata kuliah tersebut, dan ada beberapa mahasiswa yang merasa
bahwa soal - soal ujian nya sulit.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk
hubungan motivasi dan suasana belajar di kelas dengan hasil belajar mata
kuliah metodologi penelitian klinik pada mahasiswa DIV bidan pendidik
semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode survey analitik yaitu penelitian
yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel
(Sugiyono, 2006). Pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional
yaitu pengumpalan data sekaligus pada suatu saat (point time approach).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIV bidan
pendidik semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014 yang telah
menempuh mata kuliah metodologi penelitian klinik berjumlah 149 orang.
Sampel dalam penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa DIV bidan
pendidik Semester VIII di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014, yaitu
25% dari 149 populasi adalah sekitar 37 mahasiswa.
Pada penelitian ini pengukuran motivasi dan suasana belajar di kelas
dengan hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik pada
mahasiswa DIV bidan pendidik semester VIII di STIKES ‘Aisyiyah
Yogyakarta Tahun 2014 menggunakan alat kuisioner tertutup dan
menggunakan nilai akhir dari mata kuliah tersebut
Analisis bivariat ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara
variabel bebas (motivasi dan suasana belajar) dengan variabel terikat (hasil
belajar metodologi penelitian klinik), menggunakan uji Spearman rank (rho)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi dan
Suasana Belajar di Kelas dengan Hasil Belajar Mata Kuliah Metodologi
Penelitian Klinik pada Mahasiswi DIV Bidan Pendidik Semester VIII STIKES
‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014.
1. Karakteristik Responden
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi D IV Bidan Pendidik
semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014. Jumlah sampel yang
memenuhi kriteria ada sebanyak 37 anak. Karakteristik responden dalam
penelitian ini meliputi pekerjaan, Usia, dan status seperti tampak pada tabel 4.
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden
Karakteristik Responden
frekuensi
Persentase (%)
Pekerjaan
Bekerja
7
18,9
Tidak Bekerja
30
81,1
Usia
20-30 tahun
34
91,9
> 30 tahun
3
8,1
Status Pernikahan
Sudah Menikah
8
21,6
Belum Menikah
29
78,4
Tabel di atas menunjukkan karakteristik mahasiswi yang menjadi sampel
dalam penelitian ini. Hasil di atas menunjukkan bahwa ada sebanyak 7 orang
(18,9%) yang sudah bekerja dan sisanya 30 responden (81,1%) tidak bekerja.
Dilihat dari segi usia ada sebanyak 34 responden (91,9) yang berusia 20-30
tahun dan ada 3 responden (8,1) yang berusia diatas 30 tahun. Sedangkan
berdasarkan status pernikahannya ada 8 responden (21,6%) yang sudah
menikah dan sebanyak 29 orang (78,4%) belum menikah.
Distribusi Frekuensi variabel penelitian
Kategori
Jumlah
Persentase (%)
Motivasi Belajar
16
43,2
Tinggi
1
21
56,8
Sedang
2
Suasana Belajar
3
8,1
Mendukung
1
30
81,1
Cukup Mendukung
2
4
10,8
Kurang Mendukung
3
Hasil Belajar
4
10,8
Sangat Baik
1
16
43,2
Baik
2
16
43,2
Cukup
3
1
2,7
Kurang
4
37
100,0
Jumlah
Sumber: Data primer 2014
Berdasarkan gambar di atas menunjukkan bahwa mayoritas
responden memiliki motivasi belajar termasuk dalam kategori sedang
sebanyak 21 orang (56,8%), dan paling sedikit responden yang memiliki
persepsi dalam kategori tinggi sebanyak 16 orang (43,2%). Dengan
No
demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar mahasiswi mayoritas
dalam kategori sedang.
mayoritas mahasiswi memberikan respon terhadap suasana belajar
termasuk dalam kategori cukup mendukung yaitu sebanyak 30 orang
(81,1%), kategori kurang mendukung sebanyak 4 orang (10,8%), sedangkan
paling sedikit suasana belajar termasuk dalam kategori mendukung
sebanyak 3 orang (8,1%). Hasil di atas juga menunjukkan bahwa mayoritas
hasil belajar mahasiswi termasuk dalam kategori baik dan cukup yaitu
masing-masing sebanyak 16 orang (43,2%), kategori sangat baik sebanyak 4
orang (10,8%), sedangkan kategori kurang hanya 1 orang (2,7%).
Analisis Bivariat
Analisis bivariat ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara
variabel bebas (motivasi dan suasana belajar) dengan variabel terikat (hasil
belajar metodologi penelitian klinik), menggunakan uji Spearman rank
(rho). Hasil analisis data menggunakan uji Spearman Rank disajikan pada
tabel berikut ini:
Tabel 8 Hasil Uji Korelasi Spearman Rank
Variabel Dependen : Hasil Belajar
Variabel Independen
Motivasi belajar
Suasana belajar
Sumber: Data primer 2014
Correlation Coefficient
p Sig.
Keterangan
0,419
0,010
Signifikan
0,379
0,021
Signifikan
Berdasarkan tabel.7 menunjukkan dari hasil analisis uji Spearmanrank antara variabel bebas (motivasi dan suasana belajar) dengan variabel
terikat (hasil belajar metodologi penelitian klinik. Nilai signifikan motivasi
belajar (p value) sebesar 0,010, hal ini menunjukkan ada hubungan antara
motivasi belajar dengan hasil belajar karena p value < α (0,010<0,05). Nilai
korelasi spearman rank menunjukkan angka sebesar 0,419 dengan tingkat
korelasi sedang dan memiliki arah positif, hal ini berarti bahwa semakin
tinggi motivasi belajar maka semakin baik hasil belajar.
Hasil kedua menunjukkan adanya hubungan suasana belajar dengan
hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik. Hal ini dibuktikan
dengan nilai signifikansi sebesar 0,021 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai
korelasi sebesar 0,379 dengan tingkat keeratan yang termasuk kategori
rendah. Nilai korelasi menunjukkan arah positif yang bermakna semakin
nyaman suasana belajar, maka semakin baik hasil belajar mahasiswi.
PEMBAHASAN
1. Gambaran Motivasi belajar
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden
memiliki motivasi belajar termasuk dalam kategori sedang sebanyak 21
orang (56,8%) dan sisanya 16 orang (43,2%) termasuk kategori tinggi.
Motivasi yang baik diharapkan mampu membawa mahasiswa untuk
mencapai hasil yang maksimal. Menurut Slameto (2010) menyatakan bahwa
motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan,
intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia.
Hasil penelitian tentang kuesioner tentang motivasi didapatkan
bahwa masih terdapat beberapa kuesioner yang hasilnya tidak sesuai dengan
yang diharapkan, seperti pernyataan anfavorabel kuesioner no 14 yaitu
“menurut saya dosen tidak perlu memberikan tugas karena akan membuat
repot” yang respondennya mendapat skor 2 (41%), itu artinya bahwa
mayoritas responden setuju terhadap pernyataan tersebut, begitu pula
dengan beberapa soal anfavorabel lainnya yang jawabannya tidak sesuai
dengan yang diharapkan seperti pernyataan no 12 “saat dosen memberikan
materi yang sulit saya akan merasa bosan”, no 19 “saya akan merasa jenuh
apabila belajar terus menerus”, dan no 20 “saya akan merasa bosan apabila
materi yang diajarkan terlalu sulit mayoritas responden mendapat skor 2
(46%), (59%) dan (47%), dimana mayoritas responden menyetujui
pernyataan tersebut, yang seharusnya mayoritas responden tidak menyutujui
pernyataan tersebut. Dan pernyataan favorabel no 10 “saya akan merasa
senang saat dosen memberikan tugas dimana mayoritas responden
mendapatkan skor 2 (46%) yang seharusnya responden setuju terhadap
pernyataan tersebut
Untuk hasil penelitian lainnya tentang kuesioner motivasi didapatkan
bahwa terdapat juga kuesioner yang hasilnya sesuai dengan yang diharapkan
salah satunya adalah pernyataan no 3 “saya akan semangat kuliah saat
perkuliahan tiba, no 17 “saya belajar tanpa disuruh”, no 23 “saya akan
memeriksa kembali tugas yang saya kerjakan dan no 26 “saya akan
mengerjakan tugas langsung setelah pulang dari kuliah, dimana untuk
semua pernyataan tersebut mayoritas responden memiliki skor 3 (68%),
(65%), (73%) dan (51%), itu artinya bahwa mayoritas responden setuju
terhadap pernyataan tersebut.
Dalam hal ini motivasi belajar mahasiswa DIV Bidan Pendidik
semester VIII sangat mempengaruhi semangat belajar nya dalam mata
kuliah yang ditekuni selama menempuh perkuliahan termasuk adalah mata
kuliah Metodologi Penelitian klinik yang menurut kebanyakan orang
merupakan mata kuliah yang sulit. Dengan ada nya motivasi belajar yang
baik maka akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi sehingga akan
semakin besar kesuksesan belajar mata kuliah metodologi penelitian
(Winkel, 2007).
2. Gambaran Suasana belajar
Variabel yang kedua yaitu suasana belajar, berdasarkan hasil analisis
deskriptif diketahui bahwa mayoritas suasana belajar yang termasuk dalam
kategori cukup mendukung sebanyak 30 orang (81,1%). Suasana yang
diciptakan oleh seorang guru pada saat mengajar akan memberi pengaruh
kepada anak didik dalam menerima materi yang akan diberikan, apabila
seorang guru mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung, maka
akan memotivasi mahasiswi tersebut dengan sendirinya untuk giat
mengikuti pelajaran saat itu, dan juga akan membantu mahasiswi untuk
lebih aktif di dalam kelas.
Hasil penelitian tentang kuesioner tentang suasana belajar dikelas
didapatkan bahwa masih terdapat beberapa kuesioner yang hasilnya tidak
sesuai dengan yang diharapkan, seperti pernyataan anfavorabel kuesioner no
32 yaitu “saat sedang sakit saya tidak akan berkonsentrasi belajar dikelas”
yang respondennya mendapat skor 2 (57%), itu artinya bahwa mayoritas
responden setuju terhadap pernyataan tersebut, begitu pula dengan
beberapa soal anfavorabel lainnya yang jawabannya tidak sesuai dengan
yang diharapkan seperti pernyataan no 34 “saat sedang merasa mengantuk
saya akan merasa malas mengikuti perkuliahan”, no 40 “saya sering tidak
berkonsentrasi apabila suasana dikelas panas”, dan no 50 “menurut saya
cara penyampaian dosen mata kuliah metodologi penelitian klinik kurang
menarik” mayoritas responden mendapat skor 2 (70%), (46%) dan (51%),
dimana mayoritas responden menyetujui pernyataan tersebut, yang
seharusnya mayoritas responden tidak menyutujui pernyataan tersebut. Dan
pernyataan favorabel no 45 “isi pembelajaran metodologi penelitian klinik
sesuai dengan minat saya” dimana mayoritas responden mendapatkan skor 2
(49%) yang seharusnya responden setuju terhadap pernyataan tersebut
Untuk hasil penelitian lainnya tentang kuesioner motivasi didapatkan
bahwa terdapat juga kuesioner yang hasilnya sesuai dengan yang diharapkan
salah satunya adalah pernyataan no 41 “walaupun dosen mata kuliah
metodologi penelitian klinik membosankan saya akan tetap bersemangat
mengikuti perkuliahan”, no 55 “menurut saya mahasiswa akan lebih aktif
bila diajak berdiskusi no 49 “saya suka belajar didalam ruangan yang
bersih” dan no 52 “dosen menggunakan media yang baik dan lengkap
sehingga mahasiswa dapat menerima pelajaran dengan baik, dimana untuk
semua pernyataan tersebut mayoritas responden memiliki skor 3 (65%),
(65%), (54%) dan (68%), itu artinya bahwa mayoritas responden setuju
terhadap pernyataan tersebut.
Dalam hal ini suasana belajar mahasiswa DIV bidan pendidik mata
kuliah metodologi penelitian klinik adalah cukup mendukung, suasana
belajar di kelas merupakan faktor yang dapat menciptakan hasil belajar yang
baik oleh mahasiswa nya, apabila suasana belajar di kelas metodologi
penelitian klinik tidak mendukung, maka tidak akan tercipta keaktifan
dalam proses belajar mengajar, dimana suasana belajar di dalam kelas
memiliki peranan penting dalam sistem pembelajaran dikelas
3.
Gambaran Hasil belajar
Variabel selanjutnya yaitu hasil belajar, berdasarkan hasil analisis
deskriptif diketahui bahwa mayoritas hasil belajar mahasiswi mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswi yang termasuk dalam kategori baik
dan cukup dengan masing-masing sebanyak 16 orang (43,2%). Hasil
belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Menurut
Sudjana (2009) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah
perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih
luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Clark dalam Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2001) mengungkapkan
bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan
siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Sedangkan menurut
Sardiman (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor
intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa.
Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa, selain faktor kemampuan,
ada juga faktor lain yaitu motivasi, minat, perhatian, sikap, kebiasaan
belajar, ketekunan, kondisi sosial ekonomi, kondisi fisik dan psikis.
Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang
cukup penting. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan
landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara
optimal.
Mata kuliah metodologi penelitian klinik merupakan salah satu mata
kuliah yang perlu dikuasai bidan agar bidan mampu melaksanakan
tugasnya dalam hal peneliti karena dalam mata kuliah tersebutlah akan
diajarkan tata cara dan aturan penelitian yang baik dan benar. Untuk
mencapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran mata kuliah
metodologi penelitian maka diperlukan sistem pembelajaran yang
berkualitas termasuk di dalamnya bagaimana dosen mampu menguasai
kelas dengan baik dan memotivasi mahasiswi untuk meningkatkan
belajarnya.
Hasil belajar merupakan segala sesuatu yang menjadi milik siswa
sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukannya, atau merupakan
sebagai perubahan tingkah laku siswa secara nyata, setelah dilakukan proses
belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pengajaran (Hamalik, 2007).
Dalam hal ini hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik
pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik mendapatkan penilaian yaitu baik dan
cukup dengan jumlah yang sama, itu artinya bahwa kemampuan mahasiswa
DIV bidan pendidik adalah baik, namun kategori cukup pada mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswa harus melakukan proses perbaikan
agar mendapatkan nilai dengan kategori baik, karena masih banyaknya
mahasiswa yang mengalami program perbaikan karenanya pentingnya untuk
mengetahui hal – hal yang mempengaruhi hasil belajar metodologi
penelitian klinik.
4. Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan pendidik semester
VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014
Hasil analisis dapat membuktikan secara empirik dengan uji
Spearman Rank diketahui bahwa ada hubungan motivasi belajar dengan
hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan
pendidik semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014, hal ini
dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 lebih kecil dari 0,05
(sig<0,05).
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang
mendorongnya. Dalam hal ini motivasi sebagai dasar penggeraknya yang
mendorong seseorang untuk belajar. Dan motivasi merupakan potensi
psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali minat seseorang untuk
belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu
tertentu. Ketiadaan motivasi terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal
penyebab kenapa anak didik tidak ada keinginan untuk mencatat apa – apa
yang telah disampaikan oleh guru.
Nilai koefisien korelasi pada penelitian ini sebesar 0,419 yang
menunjukkan tingkat keeratan motivasi belajar termasuk kategori sedang.
Hal ini karena motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
keberhasilan mahasiswa dalam mencapai prestasi belajar yang optimal.
Motivasi selalu selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta
kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Apabila dalam
belajar, siswa mempunyai motivasi yang tinggi dan kuat, hal ini akan
memperbesar usaha dan kegiatannya mencapai prestasi yang tinggi. Namun
motivasi bukan menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar,
masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar, seperti
faktor – faktor yang menjadi variabel pengganggu dalam penelitian ini dan
tidak dapat dikendalikan seperti kecerdasan dan emosi, dimana faktor
tersebut dapat menjadi faktor yang dapat sangat mempengaruhi dari hasil
belajar. Sesuai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,419 yang
menunjukkan tingkat keeratan motivasi belajar termasuk kategori sedang.
5. Hubungan suasana belajar dengan hasil belajar mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan pendidik semester
VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014.
Hasil analisis dapat membuktikan secara empirik dengan uji
Spearman Rank diketahui bahwa ada hubungan suasana belajar dengan hasil
belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan
pendidik semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014, hal ini
dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,021 lebih kecil dari 0,05
(sig<0,05).
Dalam hal ini bahwa suasana belajar dikelas pada kuliah metodologi
penelitian klinik memiliki peranan yang penting dalam terciptanya hasil
belajar yang baik dalam mata kuliah tersebut, suasana belajar di kelas tidak
hanya dinilai dari kondisi lingkungan belajar mengajar tapi dari metode
pembelajaran yang digunakan oleh dosen selama proses belajar mengajar.
Lingkungan kelas yang kondusif dan metode pengajaran yang baik akan
menumbuhkan semangat belajar mahasiswa dalam proses belajar mengajar,
dengan adanya semangat maka niat untuk belajar yang rajin pun akan
tercipta dengan begitu sesulit apapun mata kuliah metodologi penelitian
klinik asalkan ada kemauan yang kuat dan juga dibantu dengan proses
pembelajaran yang baik maka kesulitan itu akan menjadi mudah dan teratasi
dengan baik.
Hasil Korelasi dalam penelitian ini sebesar 0,379 menunjukkan
tingkat keeratan yang termasuk kategori rendah. Kondisi atau suasana
belajar menentukan hasil belajar, namun kenyatannya bahwa suasana belajar
mahasiswa saat mata kuliah metodologi penelitian klinik bukan menjadi
faktor utama rendahnya hasil belajar metodologi penelitian klinik.
Rendahnya hasil belajar dapat dipengaruhi oleh – faktor lain yang
pengaruhnya terhadap hasil belajar lebih besar. Seperti faktor – faktor yang
menjadi variabel pengganggu dalam penelitian ini dan tidak dapat
dikendalikan oleh peneiti, seperti kercerdasan, emosi Oleh karena itu tingkat
hubungan antara suasana belajar dan hasil belajar termasuk kategori rendah.
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan pada bab
sebelumnya penelitian yang berjudul “hubungan motivasi dan suasana belajar
di kelas dengan hasil belajar mata kuliah metodologi penelitian klinik pada
mahasiswa DIV bidan pendidik semester VIII STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
tahun 2014” dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Mayoritas motivasi belajar termasuk dalam kategori sedang sebanyak 21
orang (43,2%) dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar mahasiswa
termasuk dalam kategori sedang.
2. Mayoritas suasana belajar termasuk dalam kategori cukup mendukung
sebanyak 30 orang (81,1%), sehingga dapat disimpulkan mayoritas
suasana belajar dalam kategori cukup.
3. Mayoritas hasil belajar mahasiswi termasuk dalam kategori baik dan
cukup yaitu masing-masing sebanyak 16 orang (43,2%), sehingga dapat
disimpulkan mayoritas hasil belajar dalam kategori baik dan cukup
4. Ada hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan pendidik semester VIII
STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014, hal ini dibuktikan dengan nilai
signifikansi sebesar 0,010 lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05). Nilai korelasi
sebesar 0,419 yang menunjukkan tingkat keeratan dengan kategori sedang.
5. Ada hubungan suasana belajar dengan hasil belajar mata kuliah
metodologi penelitian klinik mahasiswi DIV bidan pendidik semester VIII
STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2014, hal ini dibuktikan dengan nilai
signifikansi sebesar 0,021 lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05). Koefisien
korelasi sebesar 0,379 dengan tingkat keeratan yang termasuk kategori
rendah.
B. Saran
Berdasarkan dari kesimpulan penelitian diatas, maka dapat diberikan
saran bagi berbagai pihak yang terkait dengan penelitian sebagai berikut :
1. Bagi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
Adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi
para pendidik dalam memberikan sistem pembelajaran di dalam kelas
sehingga dapat menguasai kelas dengan baik dan bahan evaluasi bagi para
pendidik tentang sistem pengajaran dosen di dalam kelas agar mampu
meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar dan tercipta suasana
belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa dan dosen.
2. Bagi dosen STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
Hasil penelitian ini disarankan pihak dosen agar mampu menciptakan
metode-metode yang lebih bervariatif dalam proses pembelajaran agar
mahasiswi lebih termotivasi untuk belajar.
3. Bagi mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
Hasil penelitian ini sebagai bahan untuk melakukan perbaikan untuk
diri sendiri/diri mahasiswa tersebut serta meningkatkan semangat belajar
dan meningkatkan motivasi dalam diri
4. Bagi Perpustakaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
Hasil penelitian ini menjadi bahan masukan bagi perpustakaan untuk
menambah buku bacaan yang bermanfaat untuk para pembaca dan yang
menarik untuk dibaca bagi para pembaca.
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya sebaiknya agar lebih memperketat pengawasan
pada saat proses pengambilan data atau dengan adanya dampingan yang
maksimal pada pada saat mengisi kuesioner, sehingga dapat diperoleh
keakuratan data sebagai bahan penelitian. Menambah faktor lain yang ada
hubungannya dengan hasil belajar seperti gender, keluarga, pengetahuan,
status sosial ekonomi, etnik, dan teman sebaya.
DAFTAR PUSTAKA
, Undang-undang No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan. Tersedia dalam : http://presidenri.go.id, diakses 12 februari
2014
Admin. 2013. 10 Universitas Terbaik di Indonesia. Tersedia dalam:
http://www.tahupedia.com, diakses 4 Februari 2014
Dwikk. 2013. Berita Pendidikan. Tersedia dalam http://www.unitomo.ac.id,
diakses 9 april 2014
Hamalik. 2007. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara: Bnadung
Santrock, JW. 2009. Psikologi Pendidikan. Salemba Humanika: Jakarta
Sardiman, AM. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers:
Jakarta
Slameto. 2010. Belajar dan faktor – faktor yang Mempengaruhinya. Ed Rev
Cetakan ke V. Rineka Cipta: Jakarta
Sudjana. 2005. Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algensindo:
Bandung
. 2013. Nilai Akhir Metodologi Penelitian Klinik tahun 2011-2013.
Yogyakarta
Fly UP