...

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN TIPE
KEPEMILIKAN PERUSAHAAN TERHADAP LUAS VOLUNTARY DISCLOSURE
LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN
Ardi Murdoko Sudarmadji1
Lana Sularto2
1
Taman Manggis Indah F No. 1 Depok, email : [email protected]
2
Perum.Bojong Depok Baru II DN-12, Sukahati, Cibinong,
email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas dan tipe
kepemilikan perusahaan berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure laporan tahunan. Jumlah
sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari 8 perusahaan yang bergerak dalam
manufaktur. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan
program SPSS. Pengujian data yang digunakan untuk regresi linear berganda yaitu uji asumsi klasik.
Hasil penelitian ini didapt bahwa variabel ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas dan tipe kepemilikan
perusahaan tidak berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure laporan tahunan.
Kata Kunci : Voluntary Disclosure, Pengungkapan Sukarela, Laporan Tahunan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pasar modal merupakan salah satu dari beberapa sarana yang ada untuk mendapatkan
modal bagi perusahaan di dalam kegiatan
usahanya. Salah satu syarat bagi perusahaan
tersebut untuk mendapatkan modal tersebut,
perusahaan tersebut harus sudah go public.
Selain itu, pasar modal juga merupakan wahana
berinvestasi bagi para pemilik modal maupun
masyarakat luas. Menurut PSAK, investasi
adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan
untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of
wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti
bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk
apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain
bagi per-usahaan yang berinvestasi seperti
manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan. Investasi dalam artian luas terdiri dari
dua bagian utama yaitu investasi dalam bentuk
aktiva riil dan aktiva keuangan atau surat
berharga (marketable securities). Pihak yang
membeli aktiva baik berupa ak-tiva riil maupun
aktiva keuangan dinamakan investor. Pembelian
langsung aktiva keuangan atau surat berharga
suatu perusahaan di pasar modal dapat berupa
surat berharga berpendapatan tetap dan surat
berharga yang berupa saham biasa dan saham
preferen.
Investor atau calon investor yang ingin
menanamkan dananya di dalam surat berharga
perlu melakukan analisis surat berharga dan
kondisi yang berkaitan dengan pihak yang
menerbitkan surat berharga tersebut. Tujuan dari
analisis ini untuk menen-tukan prospek dari surat
berharga tersebut dan untuk menentukan tingkat
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas ….,
Sudarmadji
risiko yang akan dihadapi oleh investor maupun
calon investor. Untuk mendapatkan analisis dan
keputusan yang tepat maka informasi yang
relevan dan terpercaya harus tersedia di pa-sar
modal untuk dapat diakses oleh investor maupun
calon investor.
Perusahaan di Indonesia yang melaku-kan
penawaran kepada publik atau go public wajib
menyampaikan laporan perusahaanya kepada
Bapepam. Laporan tersebut dapat berupa
laporan keuangan saja maupun laporan tahunan.
Laporan keuangan tediri dari neraca, laporan rugi
laba, laporan arus kas, laporan perubahan
ekuitas dan catatan atas laporan keuangan yang
merupakan bagian integral laporan keuangan.
Menurut
PSAK,
manajemen
perusahaan
memikul tanggung jawab utama dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
perusahaan. Sedangkan laporan tahunan,
laporan yang diterbitkan sekali setahun, berisi
data keuangan (laporan keuangan) dan informasi
non-keuangan. Selain itu laporan tahunan merupakan media bagi manajemen perusahaan
untuk memberikan informasi kepada pihak luar.
Informasi dalam laporan tahunan terdiri dari
informasi yang bersifat wajib (mandateory) dan
bersifat sukarela (voluntary). Pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap laporan tahunan
perusahaan adalah investor dan calon investor,
kreditor dan calon kreditor, analis sekuritas,
pemerintah, serikat kerja, pe-masok, pelanggan
dan masyarakat.
Sebagai dasar pengambilan keputusan
investor, kreditor dan pengguna informasi
lainnya, maka informasi yang disajikan harus
dapat dipahami, dipercaya, relevan dan transparan. Hal tersebut disebabkan kegiatan investasi merupakan suatu kegiatan yang
A53
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
mengandung risiko dan ketidakpastian. Karena
resiko yang melekat ini, maka informasi yang
disajikan oleh perusahaan diharapkan dapat
mengurangi tingkat resiko dan ketidakpastian
yang dihadapi oleh investor. Agar informasi yang
ada
dapat
dipahami
maka
diperlukan
pengungkapan (disclosure) yang memadai.
Disclosure yang luas memang dibutuhkan oleh
para peng-guna informasi khususnya investor
dan kreditor, namun tidak bisa semua informasi
yang dimiliki perusahaan diungkapkan dengan
detail dan transparan.
Penulis tertarik dengan topik voluntary
disclosure, yaitu berapa banyak informasi yang
diungkapkan suatu perusahaan melebihi yang
diwajibkan oleh Bapepam. Disclosure merupakan
suatu cara untuk mewujudkan transparansi
dalam bidang bisnis, selain itu disclosure atas
laporan
keuangan
tahunan
juga
dapat
meningkatkan
kepercayaan
investor
dan
pengguna laporan lainnya. Disclosure laporan
keuangan tahunan dapat dipengaruhi oleh
ukuran
perusahaan,
tingkat
profitabilitas,
leverage, tipe kepemilikan perusahaan, struktur
modal dan banyak hal lainnya. Penulis ingin
meneliti
apakah
ukuran
perusahaan,
profitabilitas, leverage, dan tipe kepemilikan
perusahaan mempengaruhi perusahaan dalam
pengungkapan la-poran keuangan tahunan.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh ukuran
perusahaan, profitabilitas, leverage, dan tipe
kepemilikan perusahaan terhadap luas voluntary
disclosure laporan keuangan tahunan.
TINJAUAN PUSTAKA
Ukuran Perusahaan
Besar (ukuran) perusahaan dapat dinyatakan
dalam total aktiva, penjualan dan kapitalisasi
pasar. Semakin besar total aktiva, penjualan dan
kapitalisasi pasar maka semakin besar pula
ukuran perusahaan itu. Ketiga variabel ini
digunakan
untuk
menen-tukan
ukuran
perusahaan karena dapat mewakili seberapa
besar perusahaan tersebut. Semakin besar
aktiva maka semakin banyak modal yang
ditanam, semakin banyak penjualan maka
semakin banyak perputaran uang dan semakin
besar kapitalisasi pasar maka semakin besar
pula ia dikenal dalam masyarakat. Dari ketiga
variabel ini,nilai aktiva relatif lebih stabil
dibandingkan dengan nilai market capitalized dan
penjualan dalam mengukur ukuran perusahan.
A54
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
Profitabilitas
Profitabilitas merupakan suatu indikator
kinerja yang dilakukan manajemen dalam
mengelola
kekayaan
perusahaan
yang
ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan. Secara
garis besar, laba yang dihasilkan perusahaan
berasal dari penjualan dan investasi yang
dilakukan oleh perusahaan.
Leverage
Leverage merupakan pengukur besarnya aktiva yang dibiayai dengan hutang.
Hutang yang digunakan untuk membiayai aktiva
berasal dari kreditor, bukan dari pemegang
saham ataupun investor.
Tipe Kepemilikan Perusahaan
Tipe kepemilikan perusahaan adalah
perbandingan jumlah antara pemegang saham
publik dengan yang dimiliki oleh perusahaan.
Dalam mendapatkan modal, salah satu cara
yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan
menjual sahamnya. Semakin banyak saham
dijual maka semakin banyak pula saham beredar
di masyarakat.
Voluntary Disclosure
Pengungkapan secara sederhana dapat
diartikan
sebagai
pengeluaran
informasi.
Pengungkapan dapat berkaitan dengan laporan
keuangan utama (contohnya metode akuntansi
yang diterapkan dalam laporan keuangan) dan
tidak berkaitan dengan laporan keuangan
(contohnya analisis mana-jemen dan ramalan
atas operasi perusahaan di tahun mendatang).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pengungkapan yaitu : (1) untuk siapa informasi
didisclose ?, (2) apa tujuan informasi tersebut ?,
(3) berapa banyak informasi yang harus
didisclose ? (Hendriksen, 2001). Berapa banyak
informasi yang harus didisclose tidak hanya
tergantung pada keahlian pembaca, namun juga
tergantung pada standar yang dianggap cukup.
Tiga konsep disclosure yang umumnya
dikemukakan yaitu adequate, fair, full disclosure
(Hendriksen, 2001).
Adequate disclosure mengandung arti
disclosure yang minimal harus ada sehingga
laporan tidak menyesatkan. Fair disclosure
menyatakan tujuan-tujuan etis untuk memberikan perlakuan yang sama bagi semua
pembaca potensial. Full dislcosure berarti
penyajian semua informasi yang relevan. Bagi
beberapa orang, full disclosure berarti penyajian
informasi secara melimpah, sehingga disclosure
menjadi tidak tepat. Informasi yang terlalu
melimpah akan menyembunyikan informasi yang
Pengaruh Ukuran Pengaruh, Profitabilitas……
Sudarmadji
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
penting dan membuat laporan keuangan sulit
diinte-pretasikan. Namun demikian, disclosure
yang tepat atas informasi yang penting bagi
investor dan pemakai laporan lainnya harus
disajikan dengan adequate, fair, full. Tidak ada
perbedaan riil di antara ketiga konsep tersebut
bila mereka digunakan dalam konteks yang
tepat.
TINJAUAN PUSTAKA
Pasar modal adalah pelengkap di sektor
keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu
bank dan lembaga pembiayaan (Marzuki Usman,
1989). Pasar modal menjembatani hubungan di
antara pemilik modal (investor) dan pihak yang
membutuhkan
dana.
Sebelum
investor
berinvestasi
di
pasar
modal,
investor
memerlukan informasi yang dapat dipercaya
agar keputusan yang dibuatnya benar dan dapat
mengurangi risiko yang dihadapi. Informasi
tersebut harus disediakan oleh perusahaan di
pasar modal agar para investor memperoleh
infor-masi
secara
merata.
Keterbukaan
perusaha-an terhadap laporan keuangan juga
akan meningkatkan kepercayaan investor dan
juga akan meminimalkan ketidakpastian yang
dihadapi oleh investor. Laporan keuangan
tahunan merupakan media bagi manajemen
perusahaan untuk memberikan informasi bagi
pihak-pihak
yang
berkepen-tingan
dan
merupakan sarana pertanggung-jawaban kepada
publik atas sumber daya yang dikelolanya.
Informasi yang diungkapkan dalam
laporan tahunan dapat berupa informasi
akuntansi yaitu informasi yang berkaitan dengan
laporan keuangan dan informasi non-akuntansi
yaitu informasi yang tidak berkaitan dengan
laporan keuangan. Publikasi terhadap informasi
akuntansi memungkinkan pasar modal berfungsi
teratur sebagai lembaga yang menyediakan
dana bagi perusahaan. Laporan tahunan
hendaknya memuat informasi yang relevan dan
meng-ungkapkan informasi yang dianggap
penting untuk diketahui oleh pengguna laporan
baik puhak dalam maupun pihak luar. Semua
investor memerlukan informasi untuk mengevaluasi risiko relatif setiap perusahaan sehingga
dapat melakukan diversifikasi portofolio dan
kombinasi investasi dengan preferensi risiko
yang diinginkan. Jika suatu perusahaan ingin
sahamnya dibeli oleh investor maka perusahaan
harus
melakukan
pengungkapan
laporan
keuangan secara terbuka dan transparan.
Informasi merupakan kunci sukses
berinvestasi di pasar modal (Robert Ang, 1997).
Tujuan utama suatu laporan tahunan adalah
memberikan
informasi
bagi
pem-buatan
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas ….,
Sudarmadji
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
keputusan baik pihak internal mau-pun eksternal.
Disclosure dalam laporan keuangan merupakan
suatu informasi yang penting bagi investor.
Dengan adanya informasi atas perusahaan dari
laporan keuangan, maka investor dapat
menganalisa tingkat resiko dan kepastian untuk
berinvestasi di perusahaan tersebut. Disclosure
dalam laporan tahunan dapat dipengaruhi oleh
karakteristik perusahaan. Karakteristik tersebut
antara lain dapat berupa struktur permodalan,
pemilik saham, profitabilitas, ukuran perusahaan,
dan sebagainya.
Struktur
permodalan
perusahaan
biasanya terdiri dari modal internal dan eksternal.
Modal yang diperoleh dari pihak eksternal berupa
pinjaman dari kreditor. Penggunaan pinjaman
tersebut
tentunya
menuntut
adanya
pertanggungjawaban perusahaan baik dalam
pemakaian maupun pengembalian pinjaman.
Pihak kreditor akan selalu memantau dan
memerlukan informasi mengenai keadaan
finansial debitor untuk meyakinkan bahwa debitor
akan dapat memenuhi kewajibannya pada saat
jatuh tempo. Seiring dengan tuntutan kreditor
akan informasi tersebut, maka perusahaan
dengan rasio hutang (leverage) yang tinggi akan
melakukan disclosure yang lebih luas (Naim dan
Rakhman, 2000; Gunawan, 2001).
Perusahaan yang menghasilkan laba
(profitable) juga akan melakukan disclosure yang
lebih luas. Hal tersebut disebabkan manajemen
perusahaan
ingin
meyakinkan
bahwa
perusahaan dalam posisi persaingan yang kuat
dan memperlihatkan bahwa kinerja perusahaan
juga bagus. Selain dari pihak manajemen,
perusahaan juga ingin agar investor dan kreditor
yakin bahwa perusahaan berada dalam posisi
persaingan yang kuat dan operasi perusahaan
berjalan efisien
Perusahaan besar yang mempunyai
sumber daya yang besar pula akan melakukan
pengungkapan lebih luas dan mampu membiayai
penyediaan informasi untuk keperluan internal.
Informasi tersebut sekaligus menjadi bahan
untuk keperluan pengungkapan informasi kepada
pihak eksternal seperti investor dan kreditor,
sehingga tidak memerlukan tambahan biaya
yang besar untuk melakukan pengungkapan
yang lebih luas. Dengan demikian per-usahaan
besar mempunyai biaya produksi informasi yang
lebih rendah daripada peru-sahaan kecil. Besar
(ukuran) perusahaan dapat dinyatakan dalam
total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasar.
Perusahaan yang memiliki banyak
pemegang saham juga mempengaruhi disclosure
laporan keuangan. Hal yang mendasari adalah
perusahaan dengan jumlah pemegang saham
yang besar akan menjadi sorotan publik, akan
A55
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
mendapatkan tekanan dari pemegang saham
dan analis dan untuk meminimalkan tekanan dari
pembuat
peraturan
(pemerintah)
maka
perusahaan akan melakukan disclosure yang
lebih baik. Selain itu, sebagai pihak yang tidak
mengikuti aktivitas perusahaan sehari-hari,
pemilik
(pemegang
saham)
memerlukan
disclosure informasi yang lebih luas. Di lain
pihak, ada dorongan bagi manajemen untuk
selektif
dalam
melakukan
pengungkapan
informasi karena pengungkapan informasi
mengandung biaya.
Perusahaan akan selalu mempertimbangkan biaya dan manfaat yang diperolehnya
dengan melakukan disclosure informasi terutama
voluntary disclosure. Menurut Suripto (1998),
biaya
pengungkapan
yang
harus
dipertimbangkan adalah biaya pengungkapan
langsung dan tidak langsung adalah sebagai
berikut ini.
1. Biaya langsung meliputi biaya
pengumpulan data, biaya pemrosesan informasi, biaya pengauditan, dan biaya penyebaran
informasi.
2. Biaya tidak langsung meliputi biaya
litigasi atau biaya hukum, biaya
kerugian persaingan, dan biaya
politik. Biaya litigasi timbul akibat
pengungkapan informasi yang tidak
memadai atau infor-masi yang
menyesatkan.
Biaya
kerugian
persaingan terjadi apa-bila informasi
yang diungkapkan melemahkan
daya saing per-usahaan karena
informasi ter-sebut digunakan oleh
pesaing untuk memperkuat daya
saing mereka. Biaya politik terjadi
ketika
praktik
pengungkapan
perusahaan
memicu
regulasi
pemerintah.
Selain biaya-biaya, ada beberapa alasan
yang melandasi perusahaan enggan menambah
disclosure informasi keuangan sebagai berikut
ini.
1. Disclosure akan membantu para
pesaing dan merugikan peme-gang
saham.
2. Disclosure yang lengkap akan
memberikan keuntungan kepada
serikat pekerja dalam hal tawarmenawar upah.
3. Adanya keraguan terhadap kemampuan investor dalam memahami kebijakan dan prosedur
akuntansi sehingga full disclo-sure
akan menyesatkan mereka.
A56
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
4. Tersedianya sumber-sumber informasi lain selain laporan keuangan yang tersedia dengan biaya
yang lebih murah.
5. Kurangnya pengetahuan ter-hadap
kebutuhan investor juga merupakan
alasan
bagi
disclosure
yang
terbatas.
Jika voluntary disclosure memberikan manfaat
melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan,
maka perusahaan akan mengungkapkannya.
Berdasar uraian tersebut, terdapat banyak
hal yang mempengaruhi disclosure laporan
tahunan. Penelitian ini akan menguji pengaruh
ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas dan
tipe kepemilikan perusahaan yang merupakan
variabel independen terhadap luas voluntary
disclosure yang merupakan variabel dependen.
METODE PENELITIAN
Variabel ukuran perusahaan diukur melalui
logaritma dari total aktiva (Hartono, 2000;
Wuryatiningsih, 2002). Total aktiva dipilih
sebagai proxy atas ukuran perusahaan dengan
mempertimbangkan bahwa nilai aktiva relative
lebih stabil dibandingkan dengan nilai market
capitalized dan penjualan (Wuryatiningsih, 2002).
Besarnya profitabilitas diukur dengan
rasio laba bersih setelah pajak (profit after tax)
terhadap penjualan bersih (net sales). Variabel
profitabilitas merupakan jenis data rasio.
Besarnya leverage diukur dengan rasio
total hutang dibagi dengan total aktiva. Variabel
leverage merupakan jenis data rasio.
Tipe kepemilikan diukur dengan
prosentase saham yang dimiliki publik yang
diperoleh dengan membagi antara jumlah saham
yang dimiliki oleh masyarakat dengan jumlah
saham beredar perusahaan. Variabel ini
merupakan jenis data rasio.
Luas voluntary disclosure merupakan
variabel dependen dalam penelitian ini.
Instrumen pengukuran yang digunakan adalah
item-item
voluntary
disclosure
yang
dikembangkan oleh Suripto (1998) sebanyak 33
item (penjabaran dalam lampiran). Indeks
pengungkapan untuk setiap perusahaan sampel
diperoleh dengan cara sebagai berikut ini.
a. Sebuah item diberi skor 1 (satu) jika
diungkapkan dan skor 0 (nol) jika tidak
diungkapkan.
b. Luas voluntary disclosure relatif se-tiap
perusahaan diukur dengan in-deks yaitu
rasio total skor yang di-berikan kepada
sebuah perusahaan dengan skor yang
diharapkan (maks-imal) dapat diperoleh
perusahaan tersebut. Skor maksimal
Pengaruh Ukuran Pengaruh, Profitabilitas……
Sudarmadji
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
adalah 33. Indeks dapat dirumuskan
sebagai berikut:
indeks =
jlh skor voluntary disclosure dipenuhi
jlh skor maksimal
Metode Pengumpulan Data Atau Variabel
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
data sekunder yang bersifat cross sectional.
Data untuk menentukan skor voluntary
disclosure,
profitabilitas,
leverage,
tipe
kepemilikan saham, dan ukuran perusahaan
diperoleh dari laporan tahunan perusahaan tahun
2004. Laporan tahunan yang digunakan ialah
laporan tahunan perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEJ. Selain itu laporan yang
digunakan ialah laporan keuangan perusahaan
yang memiliki tahun buku yang berakhir 31
Desember.
Dalam
pengambilan
sample
digunakan metode random sampling.
Alat Analisis Yang Digunakan
Penelitian ini menggunakan model regresi
berganda (multiple regression analysis), karena
terdiri dari satu variabel dependen dan beberapa
Variabel
Indeks
Size
Leverage
Profitabilitas
Saham Publik
N
8
8
8
8
8
variabel independen. Persamaan dirumuskan
sebagai berikut.
INDEKS = a+ b1SIZE+b2 LEV+ b3 PROFIT+ b4SP+ e
INDEKS : indeks voluntary disclosure
SIZE : ukuran perusahaan
LEV : leverage
PROFIT : profitabilitas
SP: prosentase saham publik
a: konstanta
e: error
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Variabel Dependen Dan Independen
Variabel dependen luas voluntary disclosure
dinyatakan dalam indeks, diperoleh melalui
pemberian skor pada setiap item pada laporan
tahunan perusahaan pemanu-fakturan tahun
2004. Jika suatu item dimuat dalam laporan
tahunan maka diberi skor 1 (satu) dan jika tidak
dimuat maka diberi skor 0 (nol). Indeks diperoleh
melalui jumlah skor yang diperoleh perusahaan
dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 33.
Deskripsi mengenai variabel dependen dan
variabel independen dapat dilihat pada tabel
berikut ini.
TABEL 1
Statistik Deskriptif
Minimum
Maximum
0,15
0,58
26,11
30,11
0,17
1,13
-0,24
0,15
0.09
0.96
Nilai rata-rata ukuran perusahaan yang
dinyatakan dalam log natural total aktiva
perusahaan pemanufakturan 2004 adalah 27,78
atau 116.064 juta rupiah. Nilai maksimum log
natural total aktiva adalah 30,11 atau 11.929.077
juta rupiah dan nilai minimumnya sebesar 24,216
atau 32.875 juta rupiah.
Nilai rata-rata leverage perusahaan
tahun 2004 adalah 0,59. Leverage maksi-mum
sebesar 1,13 dan nilai minimumnya sebesar
0,17.
Dengan
demikian,
perusaha-anperusahaan sampel membiayai aktivanya
sebagian besar menggunakan hutang. Rasio
hutang terhadap aktiva yang besar tidak
menjamin bahwa indeks voluntary disclosure
juga besar. Hal ini ditunjukkan dengan
beragamnya indeks voluntary disclosure yang
diperoleh masing-masing perusahaan. Beberapa
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas ….,
Sudarmadji
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
Mean
0,37
27,78
0,59
0,0084
0.3624
Std. Deviation
0,126
1,27
0,35
0,13
0.29
perusahaan dengan leverage besar ada yang
memiliki indeks yang besar maupun kecil.
Nilai rata-rata profitabilitas perusaha-an
tahun 2004 adalah 0,0084. Nilai maksi-mum
profitabilitas sebesar 0,15 dan nilai minimumnya
sebesar – 0,24. Beberapa per-usahaan memiliki
nilai profitabilitas negatif atau mengalami
kerugian, sehingga nilai rata-rata yang dihasilkan
menjadi rendah.
Nilai rata-rata saham yang dimiliki publik
tahun 2004 adalah 0,3624 atau sekitar 36 %.
Rata-rata
tersebut
menunjuk-kan
bahwa
kepemilikan publik atas saham suatu perusahaan
relatif kecil. Nilai maksi-mum saham publik
sebesar 0,96 dan nilai minimumnya sebesar
0,09.
Uji Normalitas
A57
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
Pengujian normalitas dalam peneli-tian
ini dilakukan berdasarkan uji Kolmo-gorovSmirnov. Asumsi normalitas dapat dipenuhi jika
nilai statistik Kolmogorov-Smirnov di atas tingkat
signifikansi tertentu. Tingkat signifikansi yang
digunakan sebesar 0,05. Setelah dilakukan
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
pengujian norma-litas, nilai statistik KolmogorovSmirnov masing-masing variabel di atas 0,05
sehingga asumsi normalitas terpenuhi. Tabel di
bawah ini menunjukkan probability value masingmasing variabel.
TABEL 2
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
Variabel
Probability Value
Asumsi Normalitas
Indeks
0.999
Terpenuhi
Size
0,991
Terpenuhi
Leverage
0,718
Terpenuhi
Profitabilitas
0,823
Terpenuhi
Saham Publik
0.635
Terpenuhi
Uji Multikolinearitas
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan antar variabel
independen dalam regresi. Peng-ujian terhadap
multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan
nilai VIF dan nilai tolerance. batas terhadap
terjadinya multi-kolinearitas sebagai berikut nilai
VIF lebih dari 10 dan nilai tolerance lebih besar
Variabel
Size
Leverage
Profitabilitas
Saham Publik
VIF
1,289
8,54
6,656
1,7
dari 0,10. Nilai VIF yang dihasilkan dari regresi
yaitu di bawah 10 sedangkan nilai tolerance yang
dihasilkan yaitu di atas 0,10. Sehingga, dari nilai
VIF dan tolerance yang dihasilkan menunjukkan
tidak terjadi multikolinearitas dalam penelitian ini.
Tabel di bawah ini menunjukkan nilai VIF dan
tolerance masing-masing variabel.
TABEL 3
Hasil Uji Multikolinearitas
Tolerance
Asumsi Multikolinearitas
0,776
Tidak terjadi multikolinearitas
0,117
Tidak terjadi multikolinearitas
0,150
Tidak terjadi multikolinearitas
0,588
Tidak terjadi multikolinearitas
Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini
dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Nilai d yang
dihasilkan dalam persamaan regresi d hitung
sebesar 2,341. Dari nilai tersebut diketahui tidak
terjadi autokorelasi sebab d hitung tidak lebih
kecil dari 1,65 dan tidak lebih besar dari 2,35.
Nilai 1,65 < d hitung < 2,35 menunjukkan bahwa
dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi.
Uji Heterokedasititas
varian yang sama untuk seluruh pengamatan
atas variabel independen. Pengujian terhadap
kemungkinan adanya heteroskedastisitas dalam
penelitian ini dilakukan dengan uji Glesjer.
Metode ini menggunakan nilai mutlak residual
(ei) hasil regresi dan kemudian diregresikan
dengan masing-masing variabel independen.
Dari hasil regresi tersebut diperoleh nilai
signifikansi (probability value) di atas tingkat
signifikansi 0,05 dengan demikian tidak terjadi
heteroskedastisitas. Tabel di bawah ini
menunjukkan probability value masing-masing
variabel.
Heteroskedastisitas merupakan keadaan di
mana seluruh faktor pengganggu tidak memiliki
Variabel
A58
TABEL 4
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Probability Value
Asumsi Heteroskedastisitas
Pengaruh Ukuran Pengaruh, Profitabilitas……
Sudarmadji
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
Size
Leverage
Profitabilitas
Saham Publik
0,955
0,867
0,911
0,086
Pengujian Ketepatan
Nilai koefisien determinasi atau R2 yang
dihasilkan sebesar 0,344 atau 34,4%. R2 sebesar
0,344 menunjukkan bahwa keempat variabel
independen, yaitu ukuran perusahaan, leverage,
profitabilitas dan tipe kepemilikan perusahaan
menjelaskan 34,4% variasi yang terjadi pada
luas voluntary disclosure laporan tahunan.
Sedangkan
besarnya
variabel
dependen
dijelaskan oleh variabel independen lain yang
tidak dimasukkan dalam penelitian ini sebesar
65,6%.
Pengujian Koefisien Regresi Serentak
Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh
variabel-variabel independen se-cara serentak
terhadap variabel dependen. Pengujian regresi
ini meng-hasilkan nilai F sebesar 0,394 dengan
probability value 0,805.
Pengujian Koefisien Regresi Parsial
Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji
pengaruh variabel independen secara individual
terhadap variabel dependen. Tabel berikut ini
menyajikan ringkasan hasil uji koefisien regresi
parsial (uji t).
Tabel 5
Hasil Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Variabel
Nilai t
Signifikansi
Independen
hitung
Size
0,551
0,620
Leverage
0,033
0,976
Profitabilitas
0,35
0,749
Saham
-0,544
0,624
Publik
Pengujian dilakukan untuk menguji
hipotesis nol pertama yaitu tidak terdapat
pengaruh ukuran perusahaan terhadap luas
voluntary disclosure laporan tahunan. Probability
value yang dihasilkan adalah 0,62. Nilai t hitung
yang dihasilkan adalah 0,551. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol yang
pertama diterima dan hipotesis alternatif yang
menyatakan
terdapat
pengaruh
ukuran
perusahaan terhadap luas voluntary disclosure
laporan tahunan ditolak.
Uji t kedua dilakukan untuk menguji
hipotesis nol kedua yaitu tidak terdapat pengaruh
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas ….,
Sudarmadji
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
Tidak terjadi heteroskedastisitas
Tidak terjadi heteroskedastisitas
Tidak terjadi heteroskedastisitas
Tidak terjadi heteroskedastisitas
leverage perusahaan terhadap luas voluntary
disclosure laporan tahunan. Probability value
yang dihasilkan adalah 0,033 dan nilai t hitung
sebesar 0,976. Dengan demikian pengujian ini
berhasil menolak hipotesis nol kedua yang
menyata-kan tidak terdapat pengaruh leverage
perusahaan terhadap luas voluntary dis-closure
laporan tahunan dan menolak hipotesis alternatif.
Uji t ketiga dilakukan untuk menguji
hipotesis nol ketiga yaitu tidak terdapat pengaruh
profitabilitas terhadap luas voluntary disclosure
laporan tahunan. Probability value yang
dihasilkan adalah 0,35. Nilai t hitung yang
dihasilkan 0,749. Dengan demikian pengujian ini
menerima hipotesis nol ketiga yang menyatakan
tidak terdapat pengaruh profitabilitas terhadap
luas voluntary disclosure laporan tahunan dan
menolak hipotesis alternatif.
Uji t keempat dilakukan untuk menguji
hipotesis nol keempat yaitu tidak terdapat
pengaruh tipe kepemilikan perusahaan terhadap
luas voluntary dis-closure laporan tahunan.
Probability value yang dihasilkan adalah -0,544
dan nilai t hitung yang dihasilkan sebesar 0,624.
Dengan demikian pengujian ini tidak berhasil
menolak hipotesis nol keempat yang menyatakan
tidak terdapat pengaruh tipe kepemilikan
perusahaan terhadap luas voluntary disclosure
laporan tahunan dan menolak hipotesis alternatif.
Rangkuman Hasil Penelitian
Hasil analisis regresi linier berganda tidak
berhasil menolak hipotesis nol pertama, kedua,
ketiga dan keempat. Dalam penelitian ini
kesemua variable menolak hipotesis awal yang
diajukan. Hasil ini dimungkinkan terjadi
dikarenakan sampel yang digunakan terlalu kecil
sehingga tidak mampu mempresentasikan
seluruh populasi yang ada, sehingga hasil yang
diperoleh mengalami bias.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
rata-rata voluntary disclosure per-usahaan
pemanufakturan yang menjadi sampel masih
relatif rendah. Laporan ta-hunan perusahaan
memang memberikan informasi perusahaan
yang bersangkutan secara spesifik. Investor dan
kreditor mem-butuhkan informasi dalam laporan
tersebut untuk membuat analisis dan mengambil
keputusan. Namun demikian, tidak semua
informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh
melalui laporan perusahaan. Laporan tahunan
bukan
merupakan
satu-satunya
sumber
A59
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
informasi, sehingga investor dan kreditor dapat
memanfaatkan sumber informasi lainnya.
Setiap
perusahaan
akan
selalu
mempertimbangkan biaya dan manfaat atas
informasi yang diungkapkan. Manfaat yang
diterima perusahaan harus lebih besar dari biaya
yang dikeluarkan. Jika pengungkapan informasi
memberikan dampak positif bagi perusahaan
maka perusahaan akan meng-ungkapkan
informasi lebih mendalam.
KESIMPULAN DAN SARAN
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
yang ada, sehingga hasil yang diperoleh
mengalami bias.
SARAN
Saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian
ini adalah:
1. Penelitian selanjutnya agar menggunakan 2 tahun pengamatan se-bagai
pembanding.
2. Penelitian selanjutnya agar menggunakan jenis perusahaan yang berbeda sebagai pembanding.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
ukuran perusahaan, leverage, profit-abilitas, dan
tipe kepemilikan perusahaan terhadap luas
voluntary disclosure.
Metode analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier
berganda dan pengolahan data dengan program
SPSS. Pengujian data dilakukan untuk
mengetahui apakah asumsi klasik regresi linier
berganda terpenuhi. Berikut ini kesimpulan dari
uji regresi parsial atau uji t.
a. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh
terhadap luas voluntary disclosure. Hal ini
dibuktikan dengan hasil signifikansi yang
lebih besar dari tingkat keper-cayaan, yaitu
0,62 > 0,05.
b. Leverage perusahaan tidak ber-pengaruh
terhadap luas voluntary disclosure. Hal ini
dibuktikan dengan hasil signifikansi yang
lebih besar dari tingkat kepercayaan, yaitu
0,976 > 0,05.
c. Profitabilitas perusahaan tidak ber-pengaruh
terhadap luas voluntary disclosure. Hal ini
dibuktikan dengan hasil signifikansi yang
lebih besar dari tingkat kepercayaan, yaitu
0,749 > 0,05.
d. Tipe
kepemilikan
perusahaan
yang
dinyatakan dalam saham publik tidak
berpengaruh terhadap luas voluntary
disclosure. Rata-rata kepemilikan publik
terhadap saham beredar perusahaan
sampel
cukup
rendah
sehingga
kemungkinan saham publik tidak dapat
mempengaruhi luasnya voluntary disclosure. Hal ini dibuktikan dengan hasil
signifikansi yang lebih besar dari tingkat
kepercayaan, yaitu 0,624 > 0,05.
Hasil diatas mungkin terjadi karena sampel
yang digunakan terlalu kecil sehingga tidak
mampu mempresentasikan seluruh populasi
A60
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2001.
Pengantar Pasar Modal, Jakarta: Rineka
Cipta.
Hendriksen, Eldon dan Michael F. Van Breda.
2001. Accounting Theory, USA: Mc.
Graw-Hill.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar
Akuntansi Keuangan, Jakarta: Salemba
Empat.
Jatiningsih, Yustina Rini. 2004. Pengaruh Ukuran
Perusahaan, Leveage, Reputasi KAP,
Profitabilitas dan Tipe Kepemilikan
Perusahaan terhadap Luas Voluntary
Disclosure Laporan Tahunan, Skripsi S1, Universitas Sebelas Maret.
MASTEL. Cetak Biru Telematika 2005 – 2015,
Buku II Bidang Manufaktur.
Naim, Ainun dan Fuad Rakhman. 2000. Analisis
Hubungan
antara
Kelengkapan
Pengungkapan
Laporan
Keuangan
dengan Struktur Modal dan Tipe
Kepemilikan
Perusahaan.,
Jurnal
Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 15,
No. 1-4.
Sudarmanto, R. Gunawan. 2005. Analisis
Regresi Linear Ganda dengan SPSS,
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supranto, J. 2001. Statistika Teori dan Aplikasi,
Jakarta: Erlangga.
Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal Nomor : SE- 02/PM/2002 Tanggal
: 27 Desember 2002.
Suripto, Bambang. 1998. Pengaruh Karakteristik
Perusahaan terhadap Luas
Pengungkapan Sukarela dalam
Laporan Tahunan, Thesis S-2,
Universitas Gadjah Mada.
Pengaruh Ukuran Pengaruh, Profitabilitas……
Sudarmadji
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil)
Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas ….,
Sudarmadji
Vol. 2
ISSN : 1858 - 2559
A61
Fly UP