...

UKURAN KEBERHASILAN E

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

UKURAN KEBERHASILAN E
UKURAN KEBERHASILAN E-BUSINESS
Richardus Eko Indrajit
E-Business is about 95% business and 5% technology. Secara implisit kalimat singkat tersebut telah menjelaskan
esensi dari berkembangnya konsep manajemen baru yang dikenal dengan e-business. Kalimat singkat tersebut
pada intinya menegaskan bahwa pertimbangan utama yang harus dipergunakan oleh para praktisi manajemen
dalam menentukan apakah akan memanfaatkan tawaran-tawaran menggiurkan yang dijanjikan oleh e-business
terletak pada pertimbangan seberapa besar potensi “bisnis” yang ditawarkan, bukan pada seberapa canggih
teknologi yang berkembang. Jika bisnis bertujuan untuk mencapai apa yang dalam teori disebut sebagai wealth
maximization (dan didalam praktek sehari-hari wealth sering diasosiasikan dengan profit atau keuntungan usaha),
maka secara jelas e-business harus dapat paling tidak melakukan kedua hal di bawah ini:
1.
2.
Seberapa tinggi potensi penambahan revenue (pendapatan) perusahaan baik secara langsung maupun
tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diimplementasikan; dan
Seberapa tinggi potensi pengurangan cost (biaya) yang dapat dilakukan baik secara langsung maupun
tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diterapkan.
Kedua hal tersebut adalah hal minimum yang harus di-deliver oleh e-business kepada perusahaan agar dapat
secara nyata meningkatkan tingkat profitabilitasnya (sesuai dengan rumus sederhana Profit = Revenue – Cost).
Dalam kenyataannya, tentu saja tidak semua usaha dapat secara langsung dan terlihat berpengaruh terhadap kedua
variabel tersebut di atas, karena banyak dari manfaat atau value dari e-business yang bersifat intangible dan
unquantifiable. Dalam bukunya “The Effective Measurements of IT Cost and Benefit Analysis”, Arthur Money
dan Remenyi memberikan 16 kriteria yang harus diukur di dalam perusahaan untuk menentukan apakah konsep ebusiness yang diterapkan lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada saat e-business belum diimplementasikan
(manajemen bisnis konvensional). Secara ringkas keenam-belas kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
The system’s ability to reduce overall costs
The system’s ability to displace costs
The system’s ability to avoid costs
The system’s ability to provide opportunity for revenue growth
The system’s ability to provide improved management information
The system’s ability to improved staff productivity
The system’s ability to provide capacity for increased volume
The system’s ability to reduce error
The system’s ability to provide competitive advantage
The system’s ability to catch up with competition
The system’s ability to provide improved management control
The system’s ability to provide improved management productivity
The system’s ability to provide improved staff morale
The system’s ability to provide an improved corporate image
The system’s ability to provide improved customer service
The system’s ability to improved client/server relationships
Jika dilihat secara sungguh-sungguh terlihat bahwa keenambelas hal tersebut adalah mengkaji
pengimplementasian konsep e-business dari sisi internal perusahaan, dimana konsumen atau pelanggan tidak
secara langsung dilibatkan dalam proses penilaian. Tentu saja jika dilihat dari kecenderungan bisnis yang lebih
bersifat market oriented dan/atau customer oriented, ukuran-ukuran baru harus dikembangkan. Contoh kriteria
kinerja dari e-business yang dapat dikembangkan untuk mengukur tingkat keberhasilan implementasi
diperlihatkan pada sepuluh hal di bawah ini (ukuran keberhasilan dipandang dari perspektif eksternal):
1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
The system’s ability to reduce customer’s cost (cost efficiency)
The system’s ability to improve customer services (help desk)
The system’s ability to reach the customers (delivery channels)
The system’s ability to improve the quality of products and services (quality assurance)
The system’s ability to satirsfy customer specific needs (customization)
The system’s ability to save customer’s time (speed)
The system’s ability to reduce customer’s complain (satisfaction)
The system’s ability to provide effective payment system (payment and security system)
The system’s ability to add customer’s brand awareness (loyalty)
The system’s ability to create customer’s identity (customer forever)
Dengan melihat keseluruhan contoh pengukuran kinerja tersebut jelas terlihat konsep teknologi informasi yang
relevan untuk penerapan e-business di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Jika pemakaian sebuah aplikasi,
sistem informasi, software, perangkat keras, network, intranet, dan produk-produk teknologi informasi lainnya
secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap ukuran kinerja
bisnis seperti yang dijelaskan di atas, maka jelas peranannya akan sangat berarti bagi perkembangan perusahaan.
Demikian juga sebaliknya, jika hasil pengimplementasian teknologi informasi di bisnis justru bertentangan dengan
konsep peningkatan kinerja yang di atas, tentu saja kehadirannya akan menjadi bumerang bagi keberadaan
perusahaan.
2
Fly UP