...

Negara Berkembang Harus Dibebaskan Dari Kewajiban

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Negara Berkembang Harus Dibebaskan Dari Kewajiban
Negara Berkembang Harus Dibebaskan Dari Kewajiban Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energ
Oleh
Negara berkembang hendaknya dibebaskan dari kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca
dari pemakaian sektor energi. Sebab, selain untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, pemakaian
energi fosil pada negara berkembang juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Demikian antara lain pendapat yang mengemuka pada Diskusi Persiapan Indonesia dalam
COP (Conference On Parties) ke 13 tentang perubahan iklim di Bali bulan depan. Diskusi yang
diikuti secara antusias oleh para peserta itu berlangsung di auditorium gedung Departemen
ESDM, Jakarta, Jum'at (23/11).
Diskusi yang dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) Neny Sri Utami dan Dra. Masnellyati Hilman Deputi Bidang Peningkatan Konservasi
SDA dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Serta
sejumlah pejabat eselon I dan II dilingkungan Departemen ESDM.
Apapun yang menjadi topik bahasan maupun rencana Bali Road Map, hendaknya tidak
mencakup kewajiban negara berkembang untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor
energi, namun pemanfaatan energi fosil itu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek
perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Negara berkembang, seperti Indonesia memang masih sangat bergantung pada energi fosil.
Tidak hanya karena mesin industri yang ada saat ini pada umumnya bergantung pada energi
fosil seperti batubara, minyak dan gas tetapi juga karena energi inilah yang dapat di
kembangkan dalam skala komersial dengan keekonomian yang memadai.
Untuk itulah Departemen ESDM sangat mendukung kelancaran pelaksanaan COP 13 di Bali,
3-14 Desember nanti termasuk menyiapkan pameran terkait dengan pengembangan energi
terbarukan, energi bersih dan penghematan energi. Sedang diskusi dilakukan guna
menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai isu yang muncul pada pertemuan
internasional di Bali mendatang.
1/1
Fly UP