...

Kaktus Tumbuh Prima dan Cepat

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

Kaktus Tumbuh Prima dan Cepat
1
KAKTUS
Kaktus Tumbuh
Prima dan Cepat
M
alang benar nasib Heidi. Gadis yang biasa hidup di pegunungan
bersalju itu dipaksa mengenakan berlapis-lapis gaun di Frankfurt
yang lebih panas. Pantas keringat segera berleleran di sekujur tubuh.
Tiba di kediaman calon majikan, Heidi pun mengalami dehidrasi.
Bak Heidi dalam dongeng anak terkenal di Swiss, kaktus juga kerap
mendapat perlakuan salah. Hobiis senang meletakkan anggota famili
Cactaceae itu di teras atau di dalam ruangan selama berbulan-bulan tanpa
Perbedaan suhu siang
dan malam yang
ekstrem, 30°C, picu
pembungaan
2
KAKTUS
pernah dikeluarkan. Musababnya, “Banyak orang menganggap kaktus butuh
kondisi teduh karena banyak dibudidayakan di dataran tinggi,” ujar Pramana
Abdul Gani, pemilik nurseri di Depok, Jawa Barat.
Bagi mereka dataran tinggi identik dengan suasana teduh. Makanya kaktus
diletakkan di tempat ternaungi. Padahal seperti julukannya, tanaman gurun,
kaktus justru butuh dibanjiri sinar matahari sepanjang hari. Alhasil, karena
salah perlakuan banyak hobiis berkeluh-kesah. Merawat kaktus itu sulit. Baru
beberapa hari dibeli dari pameran atau nurseri, tahu-tahu membusuk dan
mati.
Rumah plastik
“Kaktus diproduksi di dataran tinggi karena pertumbuhan di sana lebih
cepat ketimbang di dataran rendah,” kata Pramana. Di dataran tinggi
perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrem—dibutuhkan kaktus
supaya tumbuh cepat—mudah dimodifikasi. Para
pekebun menanam kaktus dalam rumah plastik.
Sebut saja Pami Hernadi di Lembang, Bandung,
Jawa Barat. Ia membangun beberapa rumah
tanam dengan konstruksi kayu berbentuk
segitiga memanjang. Seluruh permukaan luar
dilapisi plastik UV dari atas hingga bawah.
Sebagai jalan masuk, dibuat pintu di salah
satu sisi. Tinggi rumah sekitar 2 m dan lebar
terluar 2 m. Di bagian dalam tampak deretan
kaktus yang ditanam langsung di tanah.
Dengan cara itu suhu siang hari mencapai
55—60°C, karena panas matahari terperangkap di dalam
rumah plastik. Malam hari, suhu sangat dingin di bawah 22°C.
Produksi kaktus di
dataran tinggi bisa
dipacu lebih cepat
3
KAKTUS
Perbedaan suhu siang dan malam sekitar 30°C. Mirip kondisi gurun. Apalagi
penyiraman makin jarang dilakukan. Bisa 1—2 minggu sekali, tergantung
kondisi. “Kalau benar-benar kering baru disiram,” kata Pami. Alhasil yang
susah berbunga pun jadi terpicu. Contohnya Astrophytum sp bisa berbunga
cepat. Padahal ukurannya baru 1/3 dari ukuran dewasa yang siap berbunga.
Menurut Dr Susiani Purbaningsih DEA dari Departemen Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, perbedaan
suhu siang dan malam yang lebar memicu pembungaan kaktus. Produksi biji
untuk perbanyakan pun melimpah. Beda suhu itu juga merangsang kaktus
memproduksi banyak anakan.
Selain itu, pertumbuhan kaktus pun lebih cepat. Buktinya ada kaktus yang
mengalami pertambahan diameter batang 100% hanya dalam waktu kurang
dari 1 tahun. Padahal, sebelumnya Pami harus menunggu selama 9 tahun untuk
mencapai ukuran separuhnya. Namun, tak semua jenis bisa dimasukkan dalam
ruangan “oven” itu. Yang bisa adalah macrophora, ferrocactus, echinocactus,
noctocactus, dan astrophytum.
Kaktus irit hara,
cukup berikan pupuk
lambat urai sebagai
tambahan nutrisi
setiap 3—6 bulan.
KAKTUS
4
Media penting
Nah, ketika kaktus hasil budidaya di dataran tinggi itu dibawa ke dataran
rendah, seperti Jakarta, tentu perlu ada penyesuaian. Salah satunya media.
Tak ada komposisi standar media kaktus. “Yang penting kering dan porous,”
ujar Pramana. Media tanam yang dipakai pekebun di dataran tinggi belum
tentu cocok untuk dataran rendah.
Di Depok, Pramana menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar,
dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1/2. Untuk meningkatkan pH
dan porositas ia menambahkan zeolit 5—10% dari volume media. Sementara
Linda, hobiis di Surabaya, Jawa Timur, memilih media sekam bakar, pasir
malang, pupuk kandang, dan kompos. Komposisinya 1:5:2,5:1. Linda juga
menambahkan 1 bagian pasir halus di permukaan media.
Untuk kaktus yang ditanam dalam terarium sebaiknya menggunakan
media tanam yang dimodifikasi. Anie Kristiani di Kalimalang, Jakarta Timur,
menggunakan campuran media arang kayu, moss, kompos, dan zeolit. Dalam
wadah kaca, pecahan arang kayu seukuran dadu diletakkan di lapisan paling
bawah. Tujuannya untuk menyerap kelebihan air sehingga air tak menggenang
meski wadah tak berlubang.
Moss diletakkan rata setebal 1 cm di atas arang. Media yang berasal dari
lumut yang dikeringkan itu berfungsi menyimpan air yang diperlukan tanaman.
Tekstur moss yang lembut gampang dicengkeram akar sehingga perakaran
stabil.
Berikutnya kompos setebal perakaran tanaman dibenamkan berbarengan
dengan penanaman kaktus di terarium. Kompos yang baik harus steril.
Di dataran tinggi
penyiraman kaktus
cukup seminggu
sekali
5
KAKTUS
Sebelum dipakai, kompos disiram air panas lalu dikeringkan. Sterilisasi
juga bisa dilakukan dengan menyangrai 15 menit menggunakan api kecil.
Tujuannya untuk membunuh patogen penyebab penyakit. Lapisan paling atas
diberi zeolit agar terarium terlihat bersih dan cantik. Zeolit juga mengandung
sedikit unsur hara mikro yang diperlukan tanaman. “Ia juga berperan sebagai
indikator kekeringan media. Saat basah warnanya kehijauan. Jika warnanya
putih keabu-abuan tandanya media kering dan butuh disiram,” kata Anie.
Tunggu 3 hari
Kaktus sambungan
rawan busuk.
Gunakan batang
bawah yang kuat,
misal pereskia dan
daging buah naga
putih
Terarium kaktus awet
bertahun-tahun asal
dirawat tepat. Misal
gunakan media yang
menyerap kelebihan
air untuk menekan
risiko busuk
Bila media sudah tepat, faktor berikutnya cahaya. Di alam, kaktus tumbuh
tersiram matahari langsung. Artinya cahaya penuh mutlak dibutuhkan kaktus
untuk tumbuh. Itu berlaku di dataran rendah maupun tinggi. Bila kaktus
dipajang di dalam ruangan, jemurlah seminggu sekali. Berbarengan dengan
itu siram media hingga basah. Biarkan kaktus bermandi matahari selama
3—4 hari atau tergantung keringnya media. Setelah itu barulah kaktus dipakai
menghias ruangan lagi.
Untuk terarium cukup dikeluarkan sebulan sekali dari ruangan dan letakkan
di tempat yang mendapat sinar matahari cukup selama seminggu. Yang disebut
terakhir tak perlu dilakukan jika terarium diletakkan di dekat jendela yang
mendapat sinar matahari. Contohnya terarium berumur 4 tahun di kediaman
Anie. Terarium itu terkena sinar matahari yang leluasa masuk melalui 3 jendela
yang mengelilingi ruang 4 m x 4 m. Penyiraman kaktus di terarium idealnya
seminggu sekali. Caranya
dengan menyemprotkan
air ke dinding terarium
sehingga tak merusak
tatanan.
Menurut
Pami,
pekebun sukulen dan
kaktus selama 32 tahun,
di
dataran
rendah
yang panas, frekuensi
penyiraman 3 hari sekali.
Di dataran tinggi cukup
seminggu sekali. Sebagai
patokan lihat media.
Jika hari ini kering, maka
3 hari kemudian baru
disiram. Untuk kaktus
yang ditanam dalam pot
besar—diameter di atas
12 cm—harus lebih hatihati. Meski permukaan
media kering, kadangkadang di bagian bawah
masih basah. Penyiraman
cukup
2—3
minggu
sekali.
6
KAKTUS
Irit hara
Menurut Pramana, kaktus tanaman yang irit hara.
Pertumbuhan dan perkembangannya cukup dipasok dari
pupuk kandang atau kompos yang dicampur pada media
tanam. Pemberiannya 6—12 bulan sekali sembari mengganti
media. Pemberian pupuk sintetis kimia memang memacu
tanaman cepat tumbuh, tapi akibatnya kulit pecah-pecah. Itu
karena elastisitas kulit tak mampu menahan laju pertumbuhan
sel jaringan batang yang terlalu cepat.
Kalaupun mau, cukup berikan pupuk lambat urai seperti
Osmocot, Multicode, atau Decastar sebagai tambahan nutrisi.
Untuk kaktus yang ditanam dalam terarium pemupukan cukup
sekali dalam 8 bulan. Pilihlah pupuk cair yang mengandung
unsur natrium, fosfat, dan kalium yang seimbang. Dosisnya
rendah, hanya setengah dosis anjuran.
Nah, agar kaktus tahan lama dalam terarium sebaiknya pilih jenis yang
tepat. Menurut Anie, kaktus sambungan rentan mati dibanding kaktus bukan
sambungan. “Kaktus sambungan hanya tahan 8 bulan. Batang bawahnya
mudah busuk,” katanya. Menurut Erminus Temmy Hernadhi, pemain kaktus di
Bandung, batang bawah kaktus yang baik mestinya dari Hylocereus undatus
alias buah naga daging putih dan pereskia.
Dari pengalaman Anie, kaktus yang tahan lama dalam terarium antara
lain cereus, ariocarpus, rebutia, trichocereus, ferocactus, gymnocalycium,
echinopsis, dan mammilaria. Kaktus tak berduri seperti Astrophytum
myriostigma dan Astrophytum asterias pun bisa tahan lama asal bukan hasil
sambungan. Dengan perawatan tepat, kaktus tumbuh subur dan kematian
akibat salah perawatan pun dapat dihindari. (Rosy Nur Apriyanti)
Kaktus butuh
media porous
Naungan plastik
UV hindari air
berlebih dari
hujan. Kaktus
tidak mudah
busuk
Fly UP