...

TUMBUH DEWASA DI DUNIA MAYA

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

TUMBUH DEWASA DI DUNIA MAYA
TUMBUH DEWASA DI DUNIA MAYA
Richardus Eko Indrajit
Bagi mereka yang belum biasa menggunakan komputer (computer illiterate), memperkenalkan internet
tentu saja merupakan hal yang tidak mudah. Hal minimum yang harus dikuasai oleh mereka tentu saja
membiasakan diri menjalankan fungsi-fungsi umum untuk mengoperasikan sebuah komputer, seperti
pengenalan keyboard, penggunaan mouse, mekanisme penyimpanan ke media disket, proses pencetakan ke
printer, dan lain sebagainya. Jika hal ini telah dikuasai, maka yang bersangkutan telah siap untuk memulai
“pelajarannya” menggunakan dan memanfaatkan internet sebagai sarana penunjang kegiatan aktivitas
sehari-hari. Secara prinsip mereka akan masuk ke tiga level penguasaan internet, yaitu: Beginner,
Intermediate, dan Expert (Siegel, 1999).
Level 9 : Living Online
Level 8 : Large-Scale Collaboration
Level 7: Group Collaboration
Level 6 : E-Culture
Level 5: E-Business
Level 4 : E-Commerce
Level 3 : Surfing
Level 2 : Email
Level 1: Setup
EXP ERTS
IN TERM EDIATES
BEG IN N ERS
Sumber: David Siegel, 1999
Tahap Beginner (Pemula)
Pada tahapan awal ini, hal pertama yang harus dilakukan oleh seseorang adalah menghubungkan komputer
PC-nya ke internet. Peralatan tambahan yang diperlukan adalah sebuah modem yang akan menjadi
penghubung antara komputer dengan jaringan telepon. Setelah jaringan fisik ini terbentuk, barulah yang
bersangkutan mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider) untuk mendapatkan akses ke
internet. Disamping itu komputer yang ada harus dilengkapi dengan aplikasi semacam Microsoft Explorer
atau Netscape Navigator sebagai sarana untuk melakukan browsing. Bersamaan dengan diperolehnya akses
tersebut, para pelanggan juga akan diberikan sebuah alamat email yang unik dan spesifik. Setelah hal
tersebut berhasil dilalui, hal kedua yang patut untuk diujicobakan adalah mulai melakukan pengiriman dan
penerimaan email ke dan dari orang lain. Biasakanlah proses ini dilakukan setiap hari dengan frekuensi dan
volume email yang semakin meningkat. Jika sudah terbiasa dengan proses ini barulah mulai diajarkan hal
ketiga, yaitu bagaimana melakukan surfing di internet, yaitu mencari informasi melalui beragam situs-situs
yang tersedia. Mulailah proses ini dengan menuliskan sebuah alamat internet di program browser yang ada
sehingga yang bersangkutan dapat mulai melihat berbagai fasilitas dan informasi yang ditampilkan oleh
berbagai situs yang ada di internet. Dengan dikuasainya teknik pencarian melalui searching engine tertentu,
maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan telah memiliki dasar-dasar utama untuk aktif beraktivitas
di dunia maya. Tahap ini dapat diakhiri dengan cara memperkenalkan mailing list untuk mulai membangun
komunikasi antar masyarakat atau komuitas tertentu di dunia maya.
Tahap Intermediate (Lanjutan)
Jika tahap pemula sebelumnya dititikberatkan pada bagaimana seorang awam dapat mengakses dan
mencari informasi yang diinginkan di internet, fokus tahap lanjutan adalah mulai mengajarkan mereka
untuk melakukan interaksi aktif dengan berbagi pihak di dunia maya. Hal pertama yang dapat dikerjakan
1
adalah mencoba mekajyjab transaksi perdagangan di internet dengan cara membeli produk atau jasa
melalui situs sebuah perusahaan. Di sini seorang user belajar bagaimana mencari produk yang diiginkan,
melakukan pemesanan, dan menjalankan transaksi pembayaran via kartu kredit. Proses transaksi berakhir
pada saat situs menayangkan informasi konfirmasi bahwa mekanisme pemesanan telah selesai dilaksanakan
dengan baik dan produk akan segera dikirimkan ke alamat terkait. Siklus perdagangan akan usai pada saat
produk yang bersangkutan telah secara fisik sampai ke tangan pelanggan. Jika transaksi berjalan dengan
lancar, maka biasanya konsumen akan mencoba untuk melakukan transaksi lain di situs-situs lainnya,
sehingga mereka akan terbiasa membelanjakan uangnya di internet. Pada tahap tertentu, sejalan dengan
pengalaman mereka melakukan transaksi di internet, biasanya akan timbul di benak mereka niat untuk
melakukan bisnis kecil-kecilan di internet. Saat inilah ide untuk menyelenggarakan sebuah e-business
merangsang para konsumen untuk segera menjadi produsen (prosumers). Yang biasa pertama kali mereka
lakukan adalah memesan nama perusahaan (domain) sesuai dengan keinginan mereka, yang dapat dengan
mudah dilakukan melalui internet (misalnya melalui situs www.register.com). Setelah domain didapatkan,
barulah mereka merancang situsnya sesuai dengan model bisnis yang ada dan meletakkannya di sebuah
perusahaan penjual jasa website hosting. Dengan secara aktif berfungsi sebagai konsumen dan produsen di
dunia maya, pemula tadi sudah masuk ke dalam tahap lanjutan, yang ditandai dengan terbentuknya budaya
untuk selalu melakukan kegiatan sehari-hari di dunia maya, sehingga secara tidak sadar fenomena e-culture
telah terbentuk pada dirinya.
Tahap Expert (Ahli)
Bagi mereka yang telah sukses menyelenggarakan bisnis melalui dunia maya, tahapan selanjutnya adalah
berusaha untuk melakukan kolaborasi dengan para mitra usaha secara elektronis. Kerja sama yang
dilakukan dapat berbagai bentuk sesuai dengan obyektif yang ingin dituju, mulai dari joint marketing
sampai dengan strategic alliance. Tujuannya biasanya beragam, seperti:
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
Menciptakan produk atau jasa yang baru dan unik bagi calon konsumen;
Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya;
Mempercepat pelayanan dengan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan distributornya;
Memudahkan proses pembayaran;
Meningkatkan kualitas customer service; dan lain sebagainya.
Intinya adalah bahwa perusahaan telah melakukan interkoneksi secara elektronik dengan mitra usahanya.
Di sinilah konsep intranet dan ekstranet mulai digabungkan dengan backbone internet untuk membentuk
suatu jaringan yang lebih besar. Setelah masing-masing perusahaan melakukan kolaborasi dengan berbagai
perusahaan di dunia maya, dengan semangat “collaboration to compete”, biasanya akan terbentuk jaringan
yang lebih besar dan luas, yaitu yang menghubungkan satu konsorsium komunitas dengan lainnya. Lihatlah
sebagai contoh bagaimana perusahaan-perusahaan kecil, menengah, dan besar di industri otomotif telah
membentuk satu konsorsium raksasa di dunia maya yang memudahkan konsumen untuk melakukan
transaksi jual beli (penjualan spareparts sampai rancangan mobil khusus) dengan mudah. Tentu saja
kompleksitas teknologi informasi yang menghubungkan beberapa situs e-commerce ini cukup tinggi,
mengingat harus adanya rancangan yang kokoh agar kinerja sistem dapat dipertanggungjawabkan dengan
baik. Akhir dari tahap penguasaan internet adalah di suatu titik, dimana masing-masing orang telah
memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap komputer dan internet, sehingga secara tidak sadar telah
menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari (living online).
2
Fly UP