...

studi kasus pegadaian emas bank syariah mandiri semarang

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

studi kasus pegadaian emas bank syariah mandiri semarang
ANALISIS GADAI EMAS BANK SYARIAH TERHADAP PEROLEHAN
FEEBASE INCOME
(STUDI KASUS PEGADAIAN EMAS BANK SYARIAH MANDIRI SEMARANG)
TUGAS AKHIR
Disusun Dan Diajukan Untuk Memenuhi Kewajiban Dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Syariah
Pada Program Studi DIII Perbankan Syariah
Oleh :
FRANSISKA CICYLIA PRABASANTI
NIM : 20111012
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2014
i
ANALISIS GADAI EMAS BANK SYARIAH TERHADAP PEROLEHAN
FEEBASE INCOME
(STUDI KASUS PEGADAIAN EMAS BANK SYARIAH MANDIRI SEMARANG)
TUGAS AKHIR
Oleh :
FRANSISKA CICYLIA PRABASANTI
NIM : 20111012
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
PROGAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2014
i
i
i
i
MOTTO
1. SIAP 86!
2. Cita-cita besar itu merupakan Obat.Obat penghilang Kelemahan, penghilang
Kemalasan, penghilang Kesedihan, penghilang Kehinaan.
3. Raihlah kesuksesan dengan menggunakan semua otak, baik dengan menggunakan
otak sendiri maupun dengan meminjam otak otak orang lain. (BS.Wibowo)
4. Zerokan diri yang biasa dengan cara yang biasa tetapi berfikirlah dengan cara yang
luar biasa dari umumnya manusia menyikapi dunia. Berorientasilah menembus jauh
dari jangkauan, bercita-cita besar tinggi menjulang, melangkah dengan tegar, tak
mudah lelah dan tak gampang menyerah, dan tak pula miskin gairah. “ think globally
act locally, tink big start small.” ( just for you kaka’ by : Ayu wiji lestari).
PERSEMBAHAN
Saya persembahkan Tugas Akhir ini untuk:
i
1. Ayah Jono Siswoyo dan Ibu Diah Riktiana Tercinta yang senantiasa mengasuh,
membimbing, mendidik, memberikan dukungan serta doa.
2. Kakak Johan Ganesha dan Adikku Laura Novaringga, serta keluarga besar tersayang
yang selalu memberikan semangat.
3. Keluarga besar Bank Syariah Mandiri Semarang yang telah banyak membantu
menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Keluarga besar HMJ Syariah, MENWA 953 kalimosodo, keluarga besar yudha xxxv
Mahadipa, DEMA STAIN SALATIGA dan para sahabat sahabati PMII yang selalu
memberikan dukungan.
5. Almamterku STAIN SALATIGA, selesai sudah pengabdianku untukmu, jaya selalu
STAIN SALATIGA, Sukses adik-adik kelasku.
6. Seseorang yang senantiasa mengajariku arti tidak mengeluh melainkan utuk lebih
mengerti dan tetap yakinkan bahwa “SAYA BISA”.
7. Sahabat-sahabatku (Stimart AMNI, UNNES, IAIN, UNDIP, POLINES) saya wisuda
duluan ya kawan! Thanks for suportnya.
8. Grup kost putri pingki (Weni, Ayu, Bunga, Vita) yang senantiasa meramaikan
kesepianku.
9. Kuprit yang selalu membantuku dalam kesulitan.
Terimakasih saya ucapkan... !!
i
ABSTRAK
Prabasanti, Fransiska Cicylia 2014. Analisis Gadai Emas Bank Syariah Terhadap Fee
based Income (Studi kasus pegadaian emas bank syariah mandiri
semarang). Tugas Akhir Jurusan Syariah DIII Perbankan Syariah.
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, pembimbing Dr.
Anton Bawono, M.Si.
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur
pelaksanaan, penaksiran gadai emas syariah serta kontribusi yang dihasilkan dari gadai emas
Bank Syariah Mandiri Semarang.
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah
penelitian deskriptif dimana peneliti menyajikan analisis mengenai prosedur pelaksanaan
gadai emas, cara penaksiran barang gadai emas, keuntungan dan kerugian produk dan
kontribusi dari hasil produk gadai emas pada bank syariah mandiri cabang semarang.
Penelitian ini menggunakan data internal yang penulis dapat selama magang.
Penelitian ini dapat disimpulkan prosedur pelaksanaan gadai emas syariah cukup
mudah, calon nasabah mengisi formulir dan membawa barang gadai yang berupa emas,
penaksirannya sesuai dengan standart harga emas yang ditetapkan oleh divisi usaha syariah,
keuntungan dan kerugiannya cukup relevan, kontribusi yang dihasilkan dari produk gadai
emas syariah adalah fee based income yang semakin meningkat pendapatan nilainya, fee
based income yang dihasilkan merupakan keunggulan dibanding produk lainnya.
Kata kunci : fee based income, Bank Syariah Mandiri, Gadai Emas Syariah.
viii
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Dengan menyebut asma Allah yang maha pengasih dan penyayang, segala puja dan
puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan anugerah-Nya
sehingga penelitti dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul : ANALISIS GADAI
EMAS BANK SYARIAH TERHADAP PEROLEHAN FEEBASE INCOME (STUDY
KASUS PEGADAIAN EMAS BANK SYARIAH MANDIRI SEMARANG). Dan peneliti
yakin tanpa bimbingan dan petunjuk-Nya sulit untuk tugas akhir ini dapat peneliti selesaikan.
Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi kewajiban dan melengkapi syarat guna
memperoleh gelar Ahli Madya Syariah di SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) SALATIGA.
Dalam penulisan ini, peneliti mendapatkan beberapa masukan bantuan dan dukungan dari
beberapa pihak, maka dalam kesempatan kali ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih
yang tak terhingga kepada :
1. Bapak Dr.Rahmat Hariyadi,M.Pd selaku ketua STAIN Salatiga.
2. Bapak Benny Ridwan,M.Hum selaku ketua jurusan syariah STAIN Salatiga.
3. Bapak Ahmad Mifdlol M,Lc., M.Si selaku ketua program study D3 Perbankan
Syariah STAIN Salatiga.
4. Bapak Dr.Anton Bawono,M.Si selaku dosen pembimbing yang telah banyak
membantu dan mengarahkan dengan penuh kesabaran tulus dan ikhlas.
5. Bapak Jopi Tirta kusuma selaku manager operasional Bank Syariah Mandiri cabang
Semarang, beserta seluruh karyawan BSM yang telah memeberikan kesempatan
peneliti untuk melakukan kegiatan magang dan penulisan tugas akhir.
i
6. Ayah dan Ibu Tercinta yang senantiasa memberikan doa dan dukungan semangat
sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir.
7. Teman-teman DIII Perbankan Syariah angkatan tahun 2011.
8. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas akhir, semua pihak yang
tidak dapat peneliti sebut satu persatu yang telah membantu kelancaran tugas akhir
ini.
Dalam penulisan Tugas Akhir peneliti sadar bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna
kecuali Allah SWT. Oleh karena itu, dengan senang hati peneliti menerima kritik serta saran
yang bersifat membangun. Semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi peneliti khususnya dan
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Salatiga, 23 Agustus 2014
Peneliti
Fransiska Cicylia Prabasanti
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul......................................................................................................... i
Halaman Pengajuan Tugas Akhir........................................................................... ii
Halaman Persetujuan Pembimbing........................................................................ iii
Halaman Pengesahan............................................................................................. iv
Pernyataan Keaslian................................................................................................ v
Motto...................................................................................................................... vi
Persembahan......................................................................................................... vii
Abstrak................................................................................................................. viii
Kata Pengantar...................................................................................................... ix
Daftar isi................................................................................................................. xi
Daftar Tabel........................................................................................................ xiv
Daftar Gambar...................................................................................................... xv
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan masalah........................................................................................ 3
C. Tujuan & Kegunaan................................................................................... 3
D. Metode pengumpulan data.......................................................................... 4
E. Penegasan istilah......................................................................................... 5
F. Sistematika penulisan................................................................................. 6
i
BAB II LANDASAN TEORI
A. Teori lembaga keuangan syariah................................................................ 7
1. Tujuan pengembangan syariah.............................................................. 9
2. Fungsi dan peran bank syariah............................................................ 10
B. Jasa ( Fee based Income)........................................................................... 11
C. Dasar-dasar akad pegadaian...................................................................... 11
D. Pengertian gadai........................................................................................ 13
1. Landasan hukum gadai syariah........................................................... 13
2. Rukun dan syarat gadai syariah...........................................................15
3. Status dan kriteria barang gadai.......................................................... 17
4. Hak kewajiban penerima & pemberi gadai......................................... 17
5. Skema akad rahn................................................................................. 19
E. Persamaan dan perbedaan gadai konvensional&gadai syariah................. 19
F. Pengertian emas........................................................................................ 20
G. Penelitian terdahulu................................................................................... 22
BAB III GAMABARAN UMUM BANK SYARIAH MANDIRI
A. Gambaran umum perusahaan
1. Sejarah Bank Syariah Mandiri............................................................ 24
2. Visi-misi Bank Syariah Mandiri......................................................... 26
3. Budaya perusahaan............................................................................. 27
4. Struktur organisasi.............................................................................. 28
B. Produk Bank Syariah Mandiri
1. Produk pendanaan.............................................................................. 32
2. Produk pembiayaan............................................................................ 44
i
C. Data-data Deskriptif..................................................................................55
BAB IV ANALISIS PEMBAHASAN
Gadai emas Syariah.............................................................................................. 56
A. Prosedu pelaksanaan produk pembiayaan gadai emas syariah pada Bank
Syariah Mandiri ................................................................................... 58
B. Prosedur pelunasan pembiayaan gadai emas syariah pada Bank Syariah
Mandiri...................................................................................................... 61
C. Prosedur penaksiran barang gadai emas................................................... 62
D. Keuntungan dan kerugian produk gadai emas syariah.............................. 65
E. Kontribusi yang dihasilkan oleh produk gadai emas syariah.................... 66
BAB IV KESIMPULAN
Kesimpulan........................................................................................................... 69
Saran..................................................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 73
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN
i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 skema akad rahn............................................................................... 19
Gambar 4.1 prosedur produk gadai emas............................................................. 59
Gambar 4.2 prosedur pelunasan gadai emas........................................................ 61
Gambar 4.3 prosedur penaksir emas..................................................................... 62
i
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 fitur produk gadai emas........................................................................ 55
i
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin melaju pesat, saat ini muncul lembaga keuangan
syariah yang menjadi kompetitor dari lembaga keuangan konvensional. Bank syariah adalah
suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalul
lintas pembayaran serta peredaran uang yang menggunakan sistem dan operasinya berdasarkan
prinsip syariah (sesuai Al-quran dan Hadist) dan menggunakan sistem bagi hasil. Kehadiran
bank syariah di tengah-tengah bank konvensional untuk menawarkan sistem perbankan alternatif
bagi umat islam yang selama ini menikmati pelayanan
perbankan dengan sistem bunga.
Perkembangan lembaga keuangan yang berbasis syariah mengalami peningkatan yang cukup
pesat, Sistem perbankan syariah sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 10 tahun 1998,
yaitu penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan antara bank dan pihak lain (Jundani,
2009 :113). Inovasi-inovasi produk yang dilakukan oleh bank syariah tentu saja harus tidak
melanggar aturan-aturan syariah. Oleh karena itu, Bank Indonesia, Dewan Syariah Nasional
mengeluarkan peraturan agar pelaksanaan operasi.
i
Bank Syariah sesuai dengan aturan-aturan syariah yang bersumber pada Al-quran dan hadist
rosul. Peraturan tersebut tentu diharapkan tidak menghambat atau merugikan bank syariah sebagai
suatu institusi profit. Aplikasi gadai emas syariah yang
muncul sebagai salah satu produk
perbankan dijadikan sebagai alternatif dari pegadaian konvensional. Bedanya dengan pengadaian
konvensional adalah dalam gadai emas syariah yang diambil dari nasabah adalah biaya penitipan,
pemeliharaan, penjagaan dan penaksiran. Implementasi operasional gadai syariah secara umum
pada perbankan syariah hampir bermiripan dengan gadai yang diterapkan pegadaian. Layanan
jasa gadai emas syariah perlu adanya kelayakan standart operasional prosedur.
Gadai emas syariah menjadi alternatif bagi pemenuhan kebutuhan jangka pendek yang
mendesak atau untuk modal kerja usaha. Kini, perbankan syariah telah memiliki produk adopsi,
produk ini difokuskan kepada gadai emas, baik emas murni, batangan bahkan dalam bentuk
perhiasan. Emas yang bernilai tinggi dan relatif stabil bahkan nilainya cenderung bertambah,
mudah berarti pihak nasabah dapat kembali memiliki emas yang digadaikan dengan
mengembalikan sejumlah uang pinjaman dari bank. Gadai emas syariah memiliki keistimewaan
dibandingkan dengan barang gadai lainnya. Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi
bahkan selalu menunjukan tren positif setiap tahun, emas juga merupakan harta yang mudah
dimiliki oleh setiap orang. Adanya produk gadai emas di suatu perbankan syariah jelas diharapkan
dapat membantu profitabilitas dan meningkatkan fee based income pada bank. Khususnya Bank
Mandiri Syariah yang saat ini semakin maju dan juga pertumbuhannya semakin pesat. Cabang
Bank Syariah Mandiri dapat melayani Gadai Emas di 384 cabang yang telah ada layanan
gadainya di seluruh Indonesia. Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“ANALISIS GADAI EMAS BANK SYARIAH TERHADAP PEROLEHAN FEE BASED
INCOME
(STUDI
KASUS
PEGADAIAN
EMAS
BANK
SYARIAH
MANDIRI
SEMARANG)”. Yang akan di lakukan penelitian pada Gadai Emas Bank Syariah Mandiri untuk
mengetahui besaran fee based income yang bisa didapatkan oleh pihak bank.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Prosedur pelaksanaan gadai emas syariah?
i
2. Bagaimana cara penaksiran barang gadai emas syariah?
3. Apa keuntungan dan kerugian produk gadai emas syariah?
4. Kontribusi apa yang dihasilkan oleh produk gadai emas syariah syariah?
C. Tujuan Dan Kegunaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur-prosedur dari produk gadai emas, dan
kontribusi apa saja yang dihasilkan oleh produk gadai emas yang ada di bank syariah mandiri.
Bagi Penulis : Menambah pengetahuan tentang antusias dan respon mengenai perbankan syariah
khususnya bagi
mahasiswa Stain Salatiga, memecahkan permasalahan yang timbul antara
perbankan syariah dan perbankan konvensional, sehingga dapat memahami situasi di dunia kerja.
Bagi STAIN : Menambah referensi dan menciptakan Link (kerjasama) antara pihak civitas
akademi dan perbankan.
Bagi Masyarkat : Paham dan tidak memandang sebelah mata dengan adanya perbankan syariah
yang produk jasa dan akadnya mengacu pada syariat Islam,. Dan dapat membantu usaha
mayarakat dalam bentuk modal, dan untuk kemaslahatannya.
D. Metode Pengumpulan Data
a. Interview (wawancara)
Wawancara dilakukan langsung ditujukan kepada karyawan dan pimpinan Bank Syariah
Mandiri. Cara pengumpulan data ini digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan valid
berupa lisan melalui percakapan dan tatap muka untuk melengkapi data yang diperoleh. Pedoman
wawancara yang digunakan tidak terstruktur yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat
garis besar yang akan ditanyakan.
b. Observasi (pengamatan)
Obeservasi yaitu pengamatan yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu
penelitian, yang merupakan hasil perbuatan karyawan secara aktif dan penuh perhatian untuk
i
menyadari adanya suatu rangsangan tertentu yang diinginkan. Format yang disusun berisi itemitem tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi, penelitian diperoleh
suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga
mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
c. Studi pustaka
Data yang diperoleh dengan cara mempelajari buku buku literatur dan sumber tertulis lain
yang berhubungan dengan masalah yang sedang diamati.
E. Penegasan Istilah
Analisis adalah Salah satu bentuk analisis adalah merangkum sejumlah data besar data yang
masih mentah menjadi informasi yang dapat diinterpretasikan. Kategorisasi atau pemisahan dari
komponen-komponen atau bagian-bagian yang relevan dari seperangkat data juga merupakan
bentuk analisis untuk membuat data-data tersebut mudah diatur.
Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang bergerak,
yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan
memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang
tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang yang berpiutang lainnya, dengan pengecualian
biaya untuk melelang barang tersebut. dimana seseorang itu harus menggadaikan barangnya untuk
mendapatkan uang.
Fee Based Income adalah Pendapatan bank di luar pendapatan dari bunga kredit yaitu
pendapatan yang bersumber dari luar aktivitas utama jasa-jasa perbankan. Sumber ini merupakan
alternatif pendapatan yang cukup aman dari resiko dan dapat menghasilkan laba bagi bank.
i
F. Sistematika Penulisan
Adapun Sistematika penulisan dalam melakukan penelitian di BSM Syariah Semarang adalah
sbb :
A. Bab I : Pendahuluan
Bab ini memaparkan beberapa sub bab yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah,
Tujuan Penelitian, Penelitian Terdahulu, Penegasan Istilah, Metode Penelitian, serta Sistematika
Penulisan.
B. Bab II : Landasan Teori
Bab ini menjelaskan pengertian-pengertian yang bersifat teoritis sebagai dasar acuan dalam
melakukan penelitian.
C. Bab III : Gambaran Umum Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang
Pada bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum Bank, dan menyajikan data-data
deskriptif. Gambaran umum ini menjabarkan tentang sejarah, visi-misi, struktur organisasi dan
badan hukum dari bank syariah mandiri. Adapun data-data deskriptif berisi tentang produk dan
jasa bank syariah mandiri.
D. Bab IV : Analisa dan Pembahasan
Di bagian bab ini menjelaskan bagaimana prosedur pelaksanaan pembiayaan gadai emas
syariah dan menguraikan sistem apa saja yang ada pada produk gadai emas syariah.
E. Bab V : Kesimpulan
Bab ini meliputi hasil dari penelitian yang berwujud dalam bentuk kesimpulan dan saran.
i
BAB II
LANDASAN TEORI
A.Teori Lembaga Keuangan Syariah
Lembaga keuangan syariah (syariah financial institution) merupakan suatu badan usaha atau
institusi yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset-aset keuangan (financial assets) maupun
non-financial asset atau aset riil berlandaskan konsep syariah.
Lembaga keuangan syariah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: lembaga keuangan depositori
syariah (depository financial instituation syariah) yang disebut lembaga keuangan bank syariah
dan lembaga keuangan syariah non depositori (non depository financial instituation syariah) yang
disebut lembaga keuangan syariah bukan bank. Peranan kedua lembaga keuangan syariah tersebut
adalah sebagai perantara keuangan (financial intermedition) antara yang pihak kelebihan dana
atau unit surplus (ultimate lenders) dan pihak yang kekurangan dana atau unit deficit (ultimate
borrowers).
Lembaga keuangan syariah non depositori (bukan bank) di kelompokkan menjadi tiga bagian,
antara lain bersifat kontraktual (contractual instituations), yaitu menarik dana dari masyarakat
dengan menawarkan dana untuk memproteksi nasabah terhadap resiko ketidakpastian. Berikutnya
adalah lembaga keuangan investasi syariah (syariah investment instituation), yaitu lembaga
keuangan syariah yang kegiatannya melakukan investa syariah, Baitul Mal wat Tamwil (BMT),
Unit Simpan Pinjam Syariah (USPS),
i
perusahaan modal ventura syariah (syariah finance company) yang menawarkan jasa sewa
guna usaha (leasing), kartu kredit (credit card).
Sistem Keuangan Syariah :
Pada prinsipnya, sistem keuangan di Indonesia dibagi menjadi tiga sistem,
yaitu:
1. Sistem moneter
2. Sistem perbankan
3. Sistem lembaga keuangan bukan bank
Fungsi sistem keuangan adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan mekanisme pembayaran
2. Menyediakan kredit
3. Penciptaan uang
4. Saran tabungan
Pasar keuangan syariah juga melakukan fungsi ekonomi yang penting, yaitu sebagai saluran
dana dari orang yang mempunyai kelebihan dana dengan meminjamkan sedikit dari pendapatan
mereka kepada orang yang memerlukan dana karena mereka berharap memperoleh
pendapatannya yang lebih. Sistem keuangan secara langsung (direct finance), para peminjam
meminjam dana secara langsung dari yang meminjamkan dalam pasar keuangan dengan menjual
sekuritas atau surat berharga, yang merupakan tuntutan (claims) bagi para peminjam pendapatan
atau aset yang akan datang. Tidak langsung indirect financeyaitu melalui perantara keuangan
financial intermediary (ethasyahbania.2014).
1. Tujuan Pengembangan Syariah
Perbankansyariah atau perbankan
Islam
(al-Mashrafiyah
adalahsuatusistem perbankan yang pelaksanaannyaberdasarkan hokum
i
al-Islam
iyah)
Islam (syariah), Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk
meminjamkan atau untuk memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta
larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha berkategori terlarang (haram). Sistem pebankan
konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya
dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau
hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain. Di jantung Perbankan Islam adalah suatu system
transaksi komersial yang tidak hanya menyediakan model Halal transaksi komersial dengan
menghindari apa yang menjengkelkan dan tidak pantas, tetapi juga menumbuhkan etika, praktek
yang adil dan adil.
Unsur kunci dari ekonomi Islam adalah distribusi manfaat yang adil terhadap berbagai factor
produksi. Sistem ekonomi Islam berupa system keadilan redistributive dimana konsentrasi
kekayaan di tangan sejumlah orang adalah balas dan aliran uang kedalam perekonomian fasih
Perbankan Islam, oleh karenaitu, dipandang untuk mencapai tujuan ekonomi dan social dari
sistem ekonomi Islam .
2. Fungsi dan Peran Bank Syariah
Berdasarkan filosofis serta tujuan bank Islam maka dirumuskan fungsi dan peran bank Islam
yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntasi yang dikeluarkan oleh AAOIFFI
(Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). Fungsi dan peran
tersebut yaitu (prabowo, 2006 : 1).
a. Manajer investasi, bank Islam dapat mengelola investasi dana nasabah
b. Investor, bank Islam dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah
yang dipercayakan kepadanya.
i
c. Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran, bank Islam dapat
melakukan kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya
institusi perbankan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
d. Pelaksana kegiatan sosial. Sebagai suatu ciri yang melekat pada entitas keuangan Islam,
bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun,
mengadministrasikan, mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya.
Dari fungsi dan peran tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antara bank Islam dengan
nasabahnya baik sebagai dari investor maupun pelaksana dari investasi merupakan hubungan
kemitraan, tidak seperti hubungan pada bank konvensional yang bersifatdebitur-kreditur (arprabbani.2014).
B. Jasa (Fee Based Income)
Fee
based
income menurut
Kasmir(2001:109) adalah Fee
based
income adalah
keuntungan yang didapat dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya atau
selain spread based. Dalam PSAK No.31 Bab I huruf A angka 03 dijelaskan bahwa
dalam operasinya bank melakukan penanaman dalam aktiva produktif deperti kredit dan
surat-surat berharga juga diberikan memberikan komitmen dan jasa-jasa lain yang
digolongkan sebagai “fee based operation”, atau “off balance sheet activities”.
1. Unsur-unsur fee based income
Karena pengertian fee based income merupakan pendapatan operasional non bunga
maka unsur-unsur pendapatan operasional yang masuk kedalamnya adalah:
a)
Pendapatan komisi dan provisi
i
b)
pendapatan dari hasil transaksi valuta asing atau devisa
c)
pendapatan operasional lainnya.
C. Dasar – Dasar Akad Pengadaian.
a. Ar-Rahn
Rahn dalam bahasa arab memiliki pengertian tetap dan berkelanjutan. Ada yang menyatakan
kata Rahn bermakna ”tertahan”. Adapun menurut istilah syara’, kata Rahn ialah memperlakukan
harta sebagai jaminan atas hutang yang dipinjam, supaya dianggap sebagai pembayaran manakala
yang berhutang tidak sanggup melunasi hutangnya. Sedangkan Syekh Al Basaam mendefinisikan,
Al Rahn sebagai jaminan hutang dengan barang yang memungkinkan pelunasan hutang dengan
barang tersebut atau dari nilai barang tersebut apabila orang yang berhutang tidak mampu
melunasinya. Di dalam Ensiklopedia Indonesia disebutkan bahwa gadai atau hak gadai adalah hak
atas benda bergerak milik si hutang yang diserahkan ke tangan si pemberi hutang sebagai jaminan
pelunasan hutang tersebut (pasal 1150-1160, kitab UU hukum perdata).
Manfaat ar-Rahn :
a. Menjaga kemungkinan nasabah untuk lalai atau bermain-main dengan fasilitas pembiayaan
yang diberikan oleh bank.
b. Memberikan keamanan bagi semua penabung dan pemegang deposito bahwa dananya tidak
akan hilang begitu saja jika nasabah peminjam ingkar janji karena ada suatu aset atau
barang yang dipegang oleh bank.
c. Jika rahn diterapkan dalam mekanisme gadai, barang gadai yang dijaminkan akan sangat
membantu ketika terjadi kesulitan dana utuk memenuhi kebutuhan (Antonio, 2001 : 130).
b. Al-Qardh
Suatu akad pinjaman (penyaluran dana) kepada nasabah dengan ketentuan bahwa
nasabah wajib mengembalikan dana yang diterimanya kepada Lembaga Keuangan Syariah
(LKS) pada waktu yang telah disepakati antara nasabah dan Lembaga Keuangan Syariah
(Ali, 2008 : 83).
i
D. Pengertian Gadai
Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang
bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seorang lain
atas namanya, dan memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang itu untuk
mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang
yang berpiutang lainnya dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut.
dimana seseorang itu harus menggadaikan barangnya untuk mendapatkan uang. Transaksi
hukum gadai dalam fiqh islam disebut ar-rahn. Ar-rahn merupakan suatu jenis perjanjian
untuk menahan suatu barang sebagai tanggungan piutang. Gadai juga berarti tetap, kekal,
dan jaminan ataupun menyandera harta yang diserahkan sebagai jaminan secara hak, dan
dapat diambil ( Ali, 2008 :1).
1). Landasan Hukum Gadai Syariah
a. Al-quran
Perjanjian gadai itu dibenarkan dalam Islam, sebagaimana firman Allah SWT, dalam
surah Al Baqarah ayat 283 :
Artinya : ”Jika kamu dalam perjalanan (dan tidak bermualah secara tunai) sedang kau tidak
memperoleh seorang penulis, maka hendaknya ada orang barang tanggungan yang di pegang
(oleh orang yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain
maka hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya” (QS: Al Baqarah, 283). Sabda
Rasulullah SAW, (artinya) : Dari Anas berkata :”Rasulullah telah menuguhkan baju besi beliau
kepada seorang yahudi di Madinah, sewaktu beliau menghutang syair (gandum) dari orang
yahudi itu untuk keluarga beliau”. (HR. Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Majjah).
b. Ijma’ Ulama
Jumhur ulama menyepakati status hukum gadai. Para ulama juga mengambil indikasi dari
contoh Nabi Muhammad saw. Ketika beliau beralih dari yang biasanya bertransaksi kepada para
sahabat yang kaya kepada seorang yahudi, bahwa hal itu tidak lebih sebagai sikap Nabi
i
Muhammad saw. Yang tidak mauu memberatkan para sahabat yang biasanya enggan mengambil
ganti ataupun harga yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw. Kepada mereka (Ali, 2008 : 8).
c. Fatwa Dewan Syariah Nasional
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menjadi salah satu
rujukan yang berkenaan gadai syariah, diantaranya dikemukakan sebagai berikut :
a) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 25/DSN-MUI/III/2002,
Tentang Rahn
b) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 26/DSN-MUI/III/2002,
Tentang Rahn Emas
c) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 09/DSN-MUI/IV/2000,
Tentang Pembiayaan ijarah
d) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 10/DSN-MUI/IV/2000,
Tentang Wakalah
e) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 43/DSN-MUI/IV/2004,
Tentang Ganti Rugi (Ali, 2008 : 8).
2. Rukun Dan Syarat Gadai Syariah
a. Rukun Gadai
Dalam fiqh ada empat mazhab (fiqh al-madzahib al-arba’ah) diungkapkan rukun gadai
sebagai berikut :
a) Aqid (Orang yang berakad)
Orang yang melakukan akad yang meliputi dua arah, yaitu Rahin (orang yang
menggadaikan barangnya), Murtahin (orang yang berpiutang dan menerima barang
gadai).
b) Ma’qud’alaih (Barang yang diakadkan)
Ma’qud’alaih meliputi dua hal, yaitu Marhun (barang yang digadaikan) dan Marhun
bihi utang yang karenanya diadakan akad rahn (Ali, 2008 : 20)
i
b. Syarat-syarat pegadai/rahin dan penggadai/murtahin
Para fuqaha berbeda pendapat dalam hal menyebutkan jumlah rukun-rukun gadai.
Ada yang menyebut tiga, ada yang menyebut empat, ada pula yang menyebut lima.
Namun, rincinya bisa kita sebut empat.
a) rahin dan murtahin
a. pihak-pihak yang melakukan perjanjian rahn, yakni rahn dan murtahin harus
mengikuti syarat-syarat berikut kemampuan, yaitu berakal sehat Kemampuan juga
berarti kelayakan seseorang untuk melakukan transaksi pemilikan.
b) Sighat
1. Sighat tidak boleh terikat dengan syarat tertentu dan juga dengan suau waktu di
masa depan.
2. Rahn mempunyai sisi pelepasan barang dan pemberian utang seperti halnya akad
jual beli. Maka tidak boleh diikat dengan syarat tertentu atau dengan suatu waktu
di masa depan.
3. Marhun bih (utang)
a. Harus merupakan hak yang wajib diberikan / diserahkan kepada pemiliknya
b. Memungkinkan pemanfaatan. Bila sesuatu menjadi utang tidak bisa
dimanfaatkan, maka tidak sah.
c. Harus dikuantifikasi atau dapat dihitung jumlahnya. Bila tidak dapat dikukur
atau tidak dikualifikasi rahn itu tidak sah.
c) Marhun (barang)
Aturan pokok dalam madzab maliki tentang masalah ini ialah bahwa gadai dapat
dilakukan pada semua macam harga pada semua macam jual-beli, kecuali pada jual-beli
mata uang dan pokok modal yang berkaitan dengan tanggungan (sudarsono, 2004 : 161).
i
3. Status Dan Kriteria Barang Gadai
Status: Rahn baru dianggap sempurna apabila barang yang digadaikan itu secara hukum sudah
berada di tangan penerima gadai dan uang yang dibutuhkan telah diterima oleh pemberi gadai.
Kesempurnaan rahn disebut sebagai Al-qabdh al-marhun.
Status hokum barang gadai terbentuk pada saat terjadinya akad / kontrak utang-piutang yang
disertai dengan penyerahan jaminan. Suatu gadai menjadi sah sesudah terjadinya utang. Barang
yang boleh digadaikan adalah tiap-tiap barang yang boleh dijual belikan dan mempunyai nilai
ekonomis. (Ali, 2008 : 25).
Kriteria: Barang-barang yang dapat digadaikan adalah barang-barang yang memenuhi
kategori sebagai berikut:
1. Barang-barang yang dapat dijual. Barang-barang yang tidak berwujud tidak dapat digadai.
2. Menggadaikan sesuatu yang bukan harta, arak, anjing, babi, bingkai/barang-barang haram
lainnya.
3. Barang gadai tersebut harus diketahui, tidak boleh menggadaikan sesuatu yang tidak
dapat dipastikan ada atau tidaknya.
4. Barang tersebut merupakan milik si rahin (Ali, 2008 : 26).
4. Hak Kewajiban Penerima Dan Pemberi Gadai Syariah
1). Hak Murtahin ( Penerima Gadai ) :
a) Pemegang gadai berhak menjual marhun apabila rahin tidak dapat memenuhi
kewajibannya pada sat jatuh tempo. Hasil penjualan barang gadai (marhun) dapat
digunakan untuk melunasi pinjaman (marhun bih) dan sisanya dikembalikankepada
rahin.
i
b) Pemegang gadai berhak mendapatkan penggantian biaya yang telah dikeluarkan untuk
menjaga keselamatan marhun.
c) Selama pinjaman belum dilunasi, pemegang gadai berhak menahan barang gadai yang
diserahkan oleh pemberi gadai (nasabah/rahin) (Ali, 2008 : 40).
2). Hak dan Kewajiban Rahin (Pemberi Gadai)
a)
Pemberi gadai berhak mendapatkan kembali barang gadai, setelah ia melunasi pinjaman.
b)
Pemberi gadai berhak menuntut ganti kerugian dari kerusakan dan hilangnya barang
gadai, apabila hal itu disebabkan kelalaian penerima gadai.
c)
Pembari gadai berhak menerima sisa hasil penjualan barang gadai setelah dikurangi
biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya.
d)
Pemberi gadai berhak meminta kembali barang gadai apabila penerima gadai diketahui
menyalahgunakan barang gadai (Ali, 2008 : 41).
5. Skema Akad Rahn
i
Gambar 2.1
Sumber : (Ali, 2008 : 69)
E. Persamaan Dan Perbedaan Gadai Konvensional Dan Gadai Syariah
1. Perbedaan Gadai Konvensional Dan Gadai Syariah
a. Menurut hukum Islam dilakukan secara suka rela atas dasar tolong menolong
tanpa mencari keuntungan, sedangkan menurut hukum perdata disamping
berprinsip menolong juga menarik keuntungan dengan cara menarik bunga atau
sewa modal.
b. Dalam hukum perdata hak gadai hanya berlaku pada benda yang bergerak
sedangkan dalam hukum islam berlaku pada seluruh benda, baik harus yang
bergerak maupun yang tidak bergerak.
c. Dalam rahn gadai syariah tidak ada istilah bunga.
d. Gadai menurut hukum perdata dilaksanakan melalui lembaga yang di indonesia
disebut perum gadai, sedangkan Rahn dapat dilaksanakan tanpa harus melalui
lembaga.
2. Persamaan Gadai Konvensional Dan Gadai Syariah
a. Tidak boleh mengambilan manfaat barang yang digadaikan.
b. Biaya barang yang digadaikan ditanggung oleh para pemberi gadai.
c. Adanya agunan sebagai jaminan utang.
d. Barang yang digadaikan boleh dijual atau dilelang (shvoong. 2014).
F. Pengertian Emas
i
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au ('aurum') dan
nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap,
kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya
tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget
emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Emas
melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya
berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan
kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya
berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya
kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral
pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral
pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum emas telurida, sejumlah paduan dan
senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum
sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.
Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan
hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan
(placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu:
1.
Endapan primer, dan
2.
Endapan plaser.
Emas moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank Indonesia. Emas
digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan
elektonik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter
absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi
di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk
i
penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam
berbagai satuan berat gram sampai kilogram
G. Penelitian Terdahulu
Dwastarini Yuliana Candra Dewi (2005). Judul Analisis Proporsi Perolehan Fee Based
Income BPD Di Indonesia (periode 1999-2003). Hasil penilitian ini adalah variabel-variabel yang
mempengaruhi besarnya fee based di bank, pendapatan lainnya yang berpengaruh secara
signifikan terhadap besarnya fee based income seperti halnya pendapatan provsi, komisi, dan fee
pendapatan transaksi vauta asing kenaikan surat berharga dan pendapatan laiinya berpengaruh
secara signifikan terhadap besarnya fee based income secara bersama-sama.
Lentina Siturus Pane (2013). Judul Pengaruh Fee Based Income Terhadap Pendapatan
Operasional PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2010-2012. Penelitian ini
mengetahui bahwa bank sebagai lembaga yang memiliki fungsi intermediasi terdapat dua jenis
pendapatan operasional. Salah satu diantara dua jenis pendapatan tersebut adalah fee based
income, fee based income merupakan pendapatan bank di luar pendapatan dari bunga kredit, yaitu
pendapatan yang bersumber luar dari aktivitas utama jasa perbankan, pendapatan ini cukup aman
dari resiko dan dapat menghasilkan laba bagi bank.
Harisa Rakhmadina (2007). Judul Pengaruh Fee Based Income Produk Gadai Emas Dan
Bank Garansi Terhadap Total Pendapatan Bank Syariah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk
mengetahui pengaruh fee based income produk gadai emas dan bank garansi terhadap total
pedapatan bank syariah (2) untuk membandingkan antara fee based income produk gadai emas
dengan fee based income produk bank garansi terhadap total pendapatan bank syariah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari fee based income produk gadai emas dan
bank garansi secara simultan maupun parsial terhadap total pendapatan bank syariah, dan arah
pengaruhnya keduanya adalah positif. Hal ini berati semakin tinggi kemampuan perusahaan
i
dalam menghasilkan pendapatan gadai emas dan bank garansi, semakin tinggi total pendapatan
yang akan diperoleh oleh bank. Dari banyak penelitian yang ada terlihat jelas bahwa gadai emas
sangat berpengaruh pada suatu pertumbuhan bank syariah, dinilai dari fee based income dan
manfaat asetnya sebagai fasilitas yang diberikan bank terhadap nasabah. Penulis melakukan
penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pendapatan fee based
income terhadap bank syariah.
i
BAB III
GAMBARAN UMUM BANK SYARIAH MANDIRI
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Bank Syariah Mandiri
Nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan integritas telah tertanam kuat
pada segenap insan Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak awal pendiriannya. Kehadiran BSM
sejak tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan
moneter 1997-1998. Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Februari 1997,
yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional, telah
menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh kehidupan
masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional
yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya
mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di
Indonesia.
Salah satu bank konvensional, PT. Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan
Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT. Bank Dagang Negara dan PT. Mahkota Prestasi juga terkena
dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger
dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing (syariahmandiri.2014).
i
Pada saat Bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank Bank
Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama
PT. Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Februari 1999. Kebijakan penggabungan tersebut
juga menempatkan dan menetapkan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas
baru BSB. Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi
serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk
mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai
respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk
melayani transaksi syariah (dual banking system).
Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut
merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT. Bank Susila Bakti dari bank
konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah
segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari
bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT.
Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal
8 September 1999.Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh
Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999.
Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No.
1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT. Bank Syariah Mandiri.
Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT. Bank Syariah Mandiri secara resmi
mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999.
PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan
idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni
antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank
Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama
membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik (syariahmandiri).
i
2. VISI Dan Misi Bank Syariah Mandiri
1.
Visi
Memimpin pengembangan peradaban ekonomi yang mulia.
2.
Misi
a)
Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata
industri yang berkesinambungan.
b)
Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran
pembiayaan pada segmen UMKM.
c)
Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang
sehat.
d)
Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
e)
Mengembangkan nilai-nilai syariah universal (www.bsm.ac.id).
3.
Budaya Perusahaan
Bank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam
menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul karimah (budi pekerti
mulia), yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat SIFAT, yaitu :
a.
Siddiq (integrasi), menjaga martabat dengan integritas. Awali
dengan niat dan hati tulus, berpikir jernih, bicara benar, sikap
terpuji dan perilaku teladan.
b.
Istiqomah (konsistensi), konsisten adalah kunci menuju sukses.
Pegang teguh komitmen, sikap optimis, pantang menyerah,
kesabaran dan percaya diri.
i
c.
Fathanah (profesionalisme), profesional adalah gaya kerja
kami. Semangat belajar berkelanjutan, cerdas, inovatif, terampil
dan adil.
d.
Amanah (tanggung jawab), terpercaya karena penuh tanggung
jawab. Menjadi terpercaya, cepat tanggap, obyektif, akurat dan
disiplin.
e.
Tabligh (kepemimpinan), kepemimpinan berlandaskan kasihsayang. Selalu transparan, membimbing, visioner, komunikatif dan
memberdayakan.
Rumusan nilai-nilai Budaya SIFAT tersebut merupakan penyempurnaan oleh Tim
Pengembangan Budaya SIFAT (TPBS).
Bank Syariah Mandiri juga mempunyai 5 shared value yaitu :
1.
Excellence ( Imtiyaaz )= Perfection , Ownership , Prudence ,
Competence.
2.
Teamwork ( Amal Jama’iy ) = trust , result , respect effective
Communication.
3.
Humanity ( Insaaniyyah) = Sincerity , Universality , Social
Responsibility.
4.
Integrity ( Shidiq ) = Honesty , Discipline , Responsibility.
5.
Customer Focus (Tafdhiil al-‘Umalaa ) = Good governance ,
Innovation , Customer Satisfying.
4. Struktur Organisasi
i
Struktur Organisasi PT. Bank Syariah Mandiri KC Semarang menggunakan bentuk organisasi
garis dalam struktur organisasinya. Struktur organisasi Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang
dapat dilihat pada lampiran (syariahmandiri).
5. Tugas-tugas Setiap Bagian
Berikut ini adalah dijelaskan secara singkat mengenai tugas setiap bagian pada PT. Bank
Syariah Mandiri :
Kepala Cabang
1.
Mengkoordinasi dan menetapkan rencana kerja tahunan
Capem/UPS, agar selaras dengan visi, misi dan strategi BSM.
2.
Mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja
Capem/UPS untuk memastikan tercapainya target Capem/UPS
Yang telah ditetapkan, secara tepat waktu.
3.
Menetapkan kebutuhan dan strategi pengembangan SDI di
Capem/UPS, untuk memastikan jumlah dan kualifikasi SDI sesuai
dengan strategi Bank.
4.
Melakukan analisa SWOT terhadp kondisi Capem/UPS setiap
bulan dalam rangka menetapkan posisi Capem/UPS terhadap posisi pesaing di
wilayah kerja setempat.
5.
Menilai, memutuskan, dan melegalisasi kegiatan non operasional Capem.
6.
Mengkoordinasikan seluruh sarana dan kegiatan untuk mencapai
target yang telah ditetapkan dan disepakati sejalan dengan visi,
misi, dan Sasaran Kegiatan Kerja.
Manager Operational dan Marketing Manager
1.
Membuat rencana kerja mingguan/bulanan di bagiannya, untuk
i
memastikan kesesuaiannya dengan rencana kerja Capem.
2.
Mengkoordinasikan dan menetapkan serta mengevaluasi target
kerja seluruh pegawai bawahan langsung.
3.
Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan dibawah
koordinasinya, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan
sesuai dengan rencana/target kerja dan SOP yang berlaku.
4.
Membuat dan mengkaji pelaksanaan rencana kerja bagiannya
untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir
sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan atasan.
5.
Mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan bawahan, agar
memenuhi persyaratan minimum jabatan sehingga dapat
melakukan pekerjaannya sesuai standard dan SOP.
6.
Mengkaji dan mengusulkan permintaan barang atau peralatan
kerja, untuk memastikan penggunaan yang paling efektif terhadap
seluruh barang dan peralatan kerja.
Account Officer dan Officer Gadai
1.
Secara terus menerus berupaya meningkatkan
kemampuan/pemahaman produk-produk Bank Syariah Mandiri
dan tatacara pelayanannya termasuk syarat-syarat dari masingmasing jenis produk.
2.
Melaksanakan pengumpulan data/informasi mengenai
perkembangan ekonomi, pembangunan, dan dunia usaha setempat
untuk dijadikan indikator pengembangan usaha Capem.
i
3.
Mengimplementasikan budaya kerja BSM.
4.
Menjaga sikap sesuai Code of Conduct BSM.
5.
Melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan atasan (bsm).
Admin Pembiayaan / Back Office
1.
Penginputan data nasabah pembiayaan dan melakukan BI
checking.
2.
Monitoring jadwal pembayaran / pelunasan nasabah.
3.
Menyimpan berkas pembiayaan.
4.
Pengurusan Perpanjangan BPKB dan pengajuan asuransi
Back Office / SDI Umum
1.
Mengurus kepegawaian dan pemeliharaan kantor.
2.
Rekrutmen karyawan.
3.
Melaksanakan transfer non tunai, kliring dan RTGS.
4.
Membuat Laporan bulanan.
Customer Services
1.
Memberikan penjelasan ke nasabah tentang produk, syarat dan tata
caranya.
2.
Melayani pembukaan rekening giro dan tabungan.
3.
Melayani permintaan nasabah untuk melakukan pemblokiran.
4.
Melayani permintaan buku cek / bilyet giro.
Teller
1.
Menerima setoran tunai dan non tunai.
2.
Melakukan pembayaran.
3.
Mengambil/menyetor uang dari /ke Bank Indonesia, Kantor Pusat,
i
Cabang lain atau tempat lain sesuai penugasan layanan nasabah.
4.
Mengamankan dan menyimpan uang tunai, surat berharga dan
membuat laporan sesuai dengan bidangnya.
PMS, SFE dan Pelaksana Gadai
1.
Memasarkan produk.
2.
Pemberkasan/kelengkapan data yang diminta dan penilaian
kelayakan.
3.
Melakuakan akad pembiayaan.
B.Produk Bank Syariah Mandiri
1. Produk Pendanaan
Produk pendanaan merupakan produk Bank Syariah Mandiri yang bertujuan untuk
mendapatkan dana dari pihak ketiga. Produk-produk pendanaan yang tersedia :
a. Tabungan BSM
Tabungan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan penyetorannya dapat dilakukan setiap
saat selama jam buka kas di konter BSM atau melalui ATM.
Karakteristik :
a.
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah.
b.
Bagi hasil yang kompetitif.
c.
Online di seluruh outlet BSM.
d.
Fasilitas BSM Card yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit
dan kartu potongan harga di merchant yang telah bekerjasama
dengan BSM.
e.
Fasilitas e-Banking, yaitu BSM Mobile Banking& BSM Net
i
Banking.
f.
Minimum setoran awal: Rp 80.000 (perorangan) dan Rp 1.000.000
(non-perorangan).
a) Minimum setoran berikutnya: Rp 10.000.
b) Saldo minimum: Rp 50.000.
c) Biaya tutup rekening: Rp 20.000.
d) Biaya administrasi Rp 6.000.
Manfaat :
a.
Aman dan Terjamin.
b.
Online di seluruh outlet BSM.
c.
Bagi hasil yang kompetitif.
d.
Fasilitas BSM Card yang berfungsi sebagai kartu ATM &Debit
e.
Fasilitas e-Banking yaitu BSM Mobile Banking & BSM Net
Banking.
f.
Kemudahan dalam penyaluran zakat, infaq, dan sedekah.
Persyaratan :
Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
b.
Tabungan Mabrur
Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah.
Karakteristik :
a)
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah.
b)
Tidak dapat dicairkan kecuali untuk melunasi Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji/ Umrah (BPIH).
i
c)
Setoran awal minimal Rp 100.000.
d)
Setoran selanjutnya minimal Rp 100.000.
e)
Saldo minimal untuk didaftarkan ke SISKOHAT adalah
Rp 25.500.000 atau sesuai ketentuan dari Kementerian Agama.
f)
Biaya penutupan rekening karena batal Rp 25.000.
Manfaat :
a.
Aman dan terjamin.
b.
Fasilitas talangan haji untuk kemudahan mendapatkan porsi haji.
c.
Online dengan siskohat Departemen Agama untuk kemudahan
pendaftaran haji.
Persyaratan :
Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor) Nasabah.
c. Tabungan Investa Cendekia
Tabungan berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah setoran bulanan tetap
(installment) dan dilengkapi dengan perlindungan asuransi.
Karakteristik :
a.
Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.
b.
Periode tabungan 1 s.d. 20 tahun.
c.
Usia nasabah minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun saat jatuh
tempo.
d.
Setoran bulanan minimal Rp 100.000 s.d. Rp 10.000.000 dengan
kelipatan Rp 50.000.
i
e.
Bagi hasil yang kompetitif.
Manfaat:
a.
Kemudahan perencanaan keuangan masa depan, khususnya
pendidikan putra/i.
b.
Perlindungan asuransi secara otomatis tanpa pemeriksaan
kesehatan.
Persyaratan:
a)
Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
b)
Memiliki Tabungan BSM sebagai rekening asal (source account).
d.
Tabungan Berencana
Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta
kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan.
Karakteristik:
a.
Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.
b.
Bagi hasil yang kompetitif.
c.
Periode tabungan 1 s.d. 10 tahun.
d.
Usia nasabah minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh
tempo.
e.
Setoran bulanan minimal Rp 100 ribu.
f.
Target dana minimal Rp 1,2 juta dan maksimal Rp 200 juta.
g.
Jumlah setoran bulanan dan periode tabungan tidak dapat diubah.
h.
Tidak dapat menerima setoran diluar setoran bulanan.
i.
Saldo tabungan tidak bisa ditarik, dan bila ditutup sebelum jatuh
i
tempo (akhir biaya masa kontrak) akan dikenakan administrasi.
Manfaat:
a)
Kemudahan perencanaan keuangan Nasabah jangka panjang.
b)
Memperoleh jaminan pencapaian target dana.
c)
Mendapatkan perlindungan asuransi secara gratis dan otomatis,
Tanpa pemeriksaan kesehatan.
Persyaratan:
a)
Kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
b)
Memiliki tabungan BSM sebagai rekening asal (source account).
e.
BSM Tabungan Simpatik
Tabungan berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati.
Karakteristik:
a)
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad Wadiah.
b)
Setoran awal minimal Rp 20.000 (tanpa ATM) & Rp 30.000
(dengan ATM).
c)
Setoran berikutnya minimal Rp 10.000.
d)
Saldo minimal Rp 20.000.
e)
Biaya tutup rekening Rp 10.000.
f)
Biaya administrasi Rp 3.000 per rekening per bulan atau sebesar
bonus bulanan (tidak memotong pokok).
g)
Biaya pemeliharaan kartu ATM Rp 3.000 per bulan.
Manfaat:
i
a)
Aman dan terjamin.
b)
Online di seluruh outlet BSM.
c)
Bonus bulanan yang diberikan sesuai dengan kebijakan BSM.
d)
Fasilitas BSM Card, yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit
dan kartu potongan harga di merchant yang telah bekerjasama
dengan BSM.
e)
Fasilitas e-Banking, yaitu BSM Mobile Banking& BSM Net
Banking.
f)
Penyaluran zakat, infaq dan sedekah.
Persyaratan:
Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
f.
BSM Tabungan Dollar
Tabungan dalam mata uang dollar yang penarikan dan setorannya dapat
dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM.
Karakteristik:
a.
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadi’ah yad dhamanah.
b.
Minimum setoran awal USD 100.
c.
Saldo minimum USD 100.
d.
Biaya administrasi maksimum USD 0,5 dan dapat mengurangi
saldo minimal.
e.
Biaya tutup rekening USD 5.
Manfaat:
a)
Dana (USD) aman dan tersedia setiap saat.
i
b)
Online di seluruh cabang BSM.
c)
Bonus bulanan yang diberikan sesuai dengan kebijakan BSM.
Peryaratan:
a)
Kartu Identitas: (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
b)
NPWP.
g.
Tabungan Kurban
Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu nasabah dalam
merencanakan ibadah kurban dan aqiqah.
Karakteristik:
a.
Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.
b.
Hanya dapat diambil pada saat akan melakukan ibadah kurban atau
aqiqah.
c.
Minimum setoran awal Rp 50.000.
d.
Minimum setoran berikutnya Rp 25.000.
e.
Minimum saldo setelah pelaksanaan Aqiqah dan ibadah Kurban
Rp 50.000.
Manfaat:
a)
Kemudahan perencanaan keuangan untuk pembelian hewan
kurban.
b)
Kemudahan pelaksanaan dan pendistribusian kurban.
Persyaratan:
Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor) nasabah.
i
h.
BSM Giro
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang rupiah untuk kemudahan
transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
Karakteristik:
a)
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah yad dhamanah.
b)
Setoran Awal minimum Rp500.000 (perorangan) dan Rp 1.000.000
(NonPerorangan).
c)
Saldo minimum Rp 500.000 (perorangan) dan Rp 1.000.000
(Non-Perorangan).
d)
Biaya administrasi bulanan:
1. Perorangan: Rp 10.000 (tanpa ATM) dan Rp12.000 (dengan
ATM).
e)
2. Perusahaan: Rp 15.000.
Biaya tutup rekening: Pelanggaran Rp50.000 dan Permintaan
Sendiri Rp 20.000.
f)
Biaya buku cek/giro: Rp 100.000.
Manfaat:
a)
Dana aman dan tersedia setiap saat.
b)
Kemudahan transaksi dengan menggunakan cek atau B/G.
c)
Fasilitas Intercity Clearing untuk kecepatan pembayaran inkaso
(kliring antar wilayah).
d)
Fasilitas BSM Card, sebagai kartu ATM sekaligus debet
(untuk perorangan).
e)
Fasilitas pengiriman account statement setiap awal bulan.
f)
Bonus bulanan yang diberikan sesuai dengan kebijakan BSM.
i
Persyaratan:
a)
Perorangan:
1.
KTP/SIM/Paspor nasabah.
b)
Perusahaan:
a)
KTP/SIM/Paspor Pengurus atau pejabat yang berwenang.
b)
Akte Pendirian dan Akte Perubahan Perusahaan berikut
Pengesahan Perusahaan.
c)
Anggaran Dasar Perusahaan.
d)
SIUP, TDP/Ijin usaha dari instansi yang berwenang, NPWP,
SK.Domisili.
i.
BSM Giro Valas
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang US Dollar untuk kemudahan transaksi
dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah untuk perorangan atau
non-perorangan.
Karakteristik:
a.
Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah yad dhamanah.
b.
Bebas biaya penarikan bank notes sampai dengan USD 5.000 per
bulan.
c.
Setoran Awal minimum USD 1.000.
d.
Saldo minimum USD 1.000.
e.
Biaya administrasi bulanan USD 5.
f.
Biaya tutup rekening USD 10.
Manfaat:
a)
Dana aman dan tersedia setiap saat.
i
b)
Penarikan dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan slip
penarikan.
c)
Fasilitas pengiriman account statement setiap bulan.
d)
Bonus bulanan sesuai kebijakan BSM.
Persyaratan:
a.
Perorangan:
KTP/SIM/Paspor.
b.
Perusahaan:
KTP/SIM/Paspor Pengurus atau pejabat yang berwenang.
Akte Pendirian dan Akte Perubahan Perusahaan berikut Pengesahan
Perusahaan. Anggaran Dasar Perusahaan.SIUP, TDP/Ijin usaha dari instansi yang berwenang,
NPWP, SK.Domisili.
j.
BSM Deposito
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan
prinsip Mudharabah Muthlaqah untuk perorangan dan non-perorangan.
Karakteristik:
a.
Jangka waktu yang fleksibel: 1, 3, 6 dan 12 bulan.
b.
Dicairkan pada saat jatuh tempo.
c.
Setoran awal minimum Rp 2.000.000.
d.
Biaya Materai Rp 6.000.
e.
Biaya Penarikan: Rp 30.000/rekening.
Manfaat:
a)
Dana aman dan terjamin.
i
b)
Pengelolaan dana secara syariah.
c)
Bagi hasil yang kompetitif.
d)
Dapat dijadikan jaminan pembiayaan.
e)
Fasilitas Automatic Roll Over (ARO).
Persyaratan:
a.
Perorangan:
KTP/SIM/Paspor nasabah.
b.
Perusahaan:
KTP/SIM/Paspor Pengurus atau pejabat yang berwenang.
Akte Pendirian dan Akte Perubahan Perusahaan berikut Pengesahan
Perusahaan.
Anggaran Dasar Perusahaan.
SIUP, TDP/Ijin usaha dari instansi yang berwenang, NPWP, SK.Domisili.
k.
BSM Deposito Valas
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang dollar yang dikelola berdasarkan
prinsip Mudharabah Muthlaqah untuk perorangan dan non-perorangan.
Karakteristik :
a.
Jangka waktu yang fleksibel: 1, 3, 6 dan 12 bulan.
b.
Dicairkan pada saat jatuh tempo.
c.
Setoran awal minimum USD 1.000.
d.
Biaya Materai Rp 6.000.
Manfaat :
a)
Dana aman dan terjamin.
b)
Pengelolaan dana secara syariah.
i
c)
Bagi hasil yang kompetitif.
d)
Dapat dijadikan jaminan pembiayaan.
e)
Fasilitas Automatic Roll Over (ARO).
Persyaratan:
a) Perorangan:
KTP/SIM/Paspor nasabah.
b) Perusahaan:
KTP/SIM/Paspor Pengurus atau pejabat yang berwenang.
Akte Pendirian dan Akte Perubahan Perusahaan berikut Pengesahan
c) Perusahaan.
Anggaran Dasar Perusahaan.
SIUP, TDP/Ijin usaha dari instansi yang berwenang, NPWP, SK.Domisili.
2. Produk Pembiayaan
Produk-produk pembiayaan yang tersedia yaitu:
1)
BSM Implan
BSM Implan adalah pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh
bank kepada karyawan tetap Perusahaan yang pengajuannya dilakukan secara massal
(kelompok). BSM Implan dapat mengakomodir kebutuhan pembiayaan bagi para
karyawan perusahaan, misalnya dalam hal perusahaan tersebut tidak memiliki koperasi
karyawan, koperasi karyawan belum berpengalaman dalam kegiatan simpan pinjam, atau
perusahaan dengan jumlah karyawan terbatas.
Karakteristik:
a)
Pemberian fasilitas pembiayaan konsumer dengan
pola channeling kepada sejumlah karyawan (kolektif) dengan
i
rekomendasi Perusahaan.
b)
Limit pembiayaan minimum sebesar Rp5 juta dan maksimum
sebesar Rp250 juta per calon nasabah.
1.
Limit pembiayaan konsumer tanpa agunan per nasabah adalah
maksimal Rp50 juta.
2.
Khusus untuk Pegawai Negeri Sipil/BUMN/TNI POLRI, limit
pembiayaan konsumer tanpa agunan per nasabah adalah maksimal
Rp100 juta.
3.
Untuk pembelian keperluan konsumer dengan agunan (selain untuk
pembelian rumah/mobil) dengan limit di atas Rp50 juta s.d. Rp100
juta, jangka waktu pembiayaan maksimal 5 (lima) tahun.
4.
Untuk pembelian kendaraan mobil pribadi dengan limit di atas
Rp50 juta hingga Rp200 juta, jangka waktu pembiayaan maksimal
5 (lima) tahun dan usia kendaraan pada saat jatuh tempo
pembiayaan maksimal 10 tahun.
5.
Untuk pembelian tanah berikut bangunan rumah di atasnya dengan
limit di atas Rp50 juta s.d. Rp250 juta mengacu pada ketentuan
Pembiayaan Griya BSM.
a)
Jangka waktu pembiayaan bervariasi sbb:
b)
Untuk pembelian keperluan konsumer dengan limit pembiayaan
hingga Rp50 juta (tanpa agunan), jangka waktu pembiayaan
maksimal 3 (tiga) tahun.
i
c)
khusus untuk Pegawai Negeri Sipil/BUMN/TNI POLRI dengan
limit pembiayaan hingga Rp100 juta (tanpa agunan), jangka waktu
pembiayaan maksimal 5 (lima) tahun.
Peruntukkan:
a)
Untuk pembelian barang konsumer (halal).
b)
Untuk pembelian/memperoleh manfaat atas jasa (contoh: untuk
biaya dana pendidikan).
Manfaat:
a)
Bagi perusahaan:
a.
Salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan.
b.
Outsourcing sumber dana dan administrasi pinjaman.
b)
Bagi Karyawan:
Kesempatan dan kemudahan memperoleh fasilitas pembiayaan.
Akad Pembiayaan:
a)
Untuk pembelian barang digunakan akad Wakalah wal
Murabahah.
b)
Untuk memperoleh manfaat atas jasa digunakan akad Wakalah wal
Ijarah.
Pengajuan Pembiayaan:
a)
Pengajuan pembiayaan BSM Implan dilakukan melalui Perusahaan
tempat
calon nasabah bekerja secara kolektif.
b)
Jumlah minimum pengajuan pembiayaan dalam satu kelompok permohonan adalah 10
(sepuluh) orang calon nasabah atau sebesar Rp100 juta.
i
c)
Pengelompokan calon nasabah disesuaikan dengan jenis pembiayaannya, yaitu
pembelian/pembiayaan keperluan konsumtif tanpa agunan, dengan agunan, Pembiayaan
Pemilikan Rumah (PPR), dan Pembiayaan Pemilikan kendaraan mobil.
1. Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya
penyaluran pembiayaan kepada/melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan
kebutuhan para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan melalui
koperasi karyawan.
Manfaat:
a)
Outsourcing sumber dana dan administrasi pinjaman.
b)
Koperasi dapat memperoleh bagi hasil dari angsuran yang dibayar nasabah.
c)
Dana koperasi yang selama ini digunakan untuk pinjaman kepada anggota, dapat
dialihkan untuk pengembangan unit usaha produktif yang lain.
Persyaratan:
a)
Koperasi
karyawan
dari
lembaga
pemerintahan,
BUMN/BUMD,
perusahaan,
multinasional, perusahaan besar yang telah masuk bursa/go publik, atau perusahaan
swasta yang bonafide.
b)
Kopkar bertindak sebagai avalist penuh atas penyaluran pembiayaan Bank kepada
anggota Kopkar (Nasabah).
c)
Perusahaan tempat Kopkar bernaung telah beroperasi/ berjalan minimal 5 (lima) tahun.
d)
Kopkar telah memiliki laporan keuangan yang tersusun dengan baik dan wajar, minimal
untuk
2.
periode
2
tahun
terakhir
dan
profit.
Pembiayaan Griya BSM
Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang
untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas, di
lingkungan developer dengan sistem murabahah.
i
Manfaat:
a)
Membiayai kebutuhan nasabah dalam hal pengadaan rumah tinggal (konsumer), baik
baru maupun bekas.
b)
Nasabah dapat mengangsur pembayarannya dengan jumlah angsuran yang tidak akan
berubah selama masa perjanjian.
Fitur:
a)
Angsuran tetap hingga jatuh tempo pembiayaan.
b)
Proses permohonan yang mudah dan cepat.
c)
Fleksibel untuk membeli rumah baru atau second.
d)
Maksimum plafon pembiayaan sampai dengan Rp5 milyar.
e)
Jangka waktu pembiayaan yang panjang.
f)
Fasilitas autodebet dari Tabungan BSM.
Persyaratan:
a)
WNI cakap hokum.
b)
Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun pada saat jatuh tempo
pembiayaan.
c)
Besar angsuran tidak melebihi 40% dari penghasilan bulanan bersih.
d)
Fasilitas pembiayaan untuk unit yang belum selesai dibangun/
inden dapat diberikan untuk fasilitas pembiayaan yang pertama.
e)
Pencairan pembiayaan dapat diberikan apabila progress pembangunan
telah mencapai 50%, dengan total pencairan maksimal sebesar 50%.
f)
Untuk pencairan unit yang belum selesai dibangun/inden, harus
melalui perjanjian kerja sama antara developer dan BSM Kantor
Pusat.
Dokumen yang diperlukan:
i
1.
Fotokopi KTP pemohon.
2.
Fotokopi Kartu Keluarga.
3.
Fotokopi Surat Nikah (bila sudah menikah).
4.
Asli slip Gaji & Surat Keterangan Kerja.
5.
Fotokopi Tabungan/Rekening Koran 3 bulan terakhir.
6.
Fotokopi NPWP untuk pembiayaan di atas Rp50 juta.
7.
Fotokopi rekening telepon dan listrik.
8.
Fotokopi SHM/SHGB.
9.
Fotokopi IMB dan Denah Bangunan.
10. Surat pernyataan nasabah mengenai fasilitas pembiayaan yang telah
diterima maupun yang sedang dalam proses pengajuan permohonan di Bank (BSM)
maupun pada Bank lain.
Akad:
a)
Akad yang digunakan adalah akad murabahah.
b)
Akad murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah,
dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya
kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang
disepakati.
g). Pembiayaan Talangan Haji
Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi
kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.
Manfaat:
a)
Dapat dipenuhinya kebutuhan dana secara mendadak untuk menutupi kekurangan dana
sebagai persyaratan dalam memperoleh porsi haji atau pelunasan BPIH.
b)
Proses pinjaman relatif cepat dan mudah.
Persyaratan:
i
Memiliki rekening Tabungan MABRUR.
Memiliki formulir SPPH yang telah dilegalisir Kandepag setempat.
3.Layanan Jasa
1. BSM Card
Kartu yang diterbitkan oleh Bank Syariah Mandiri dan memiliki fungsi utama yaitu sebagai
kartu ATM dan kartu Debit. Disamping itu dengan
menggunakan BSM Card, nasabah bisa mendapatkan discount di ratusan
merchant yang telah bekerjasama dengan BSM.
Manfaat:
1.
Kemudahan tarik tunai di seluruh ATM BSM, ATM Mandiri, ATM BCA, ATM
Bersama dan ATM Prima, kemudahan berbelanja di lebih dari 20.000 merchant yang
menyediakan mesin-mesin EDC Prima BCA & EDC Mandiri, antara lain: Carrefour,
Giant, Hypermart, Toko Buku Gramedia, Alfamart, Indomaret, Rumah Sakit Ibu & Anak
Hermina, Apotik Kimia Farma, SPBU (Stasiun Pengesian Bahan Bakar Umum).
2.
Program diskon di merchant-merchant tertentu.
Persyaratan:
a)
Memiliki rekening tabungan atau giro di BSM.
b)
Mengisi formulir kartu ATM. Untuk proses lebih cepat nasabah dapat memperoleh kartu
ATM Instan.
2.
BSM Mobile Banking
Layanan transaksi perbankan melalui mobile banking (handphone) dengan
i
menggunakan koneksi jaringan data telko yang dapat digunakan oleh nasabah untuk
transaksi cek saldo, cek mutasi transaksi, transfer antar rekening, transfer real time ke
83 bank, transfer SKN, bayar tagihan, pembelian isi ulang pulsa seluler dan transaksi
lainnya. BSM Mobile Banking memiliki layanan non perbankan seperti informasi
jadual shalat, serta kalimat insipiratif.
Proses pendaftaran/registrasi:
a)
Nasabah datang ke Cabang terdekat.
b)
Mengajukan permintaan fasilitas layanan BSM Mobile Banking dan mengisi data pada
aplikasi BSM Mobile Banking.
c)
Menerima kertas Mailer yang berisi kode aktivasi.
d)
Menandatangani lembar tanda terima kertas Mailer yang berisikan Kode Aktivasi.
Persyaratan:
a)
Memiliki rekening tabungan atau giro BSM.
b)
Memiliki BSM Card.
c)
Menggunakan kartu ponsel berbasis GSM dan tersedia
fasilitas GPRS.
d)
Mengisi formulir permohonan BSM Mobile Banking.
3.
BSM Net Banking
Layanan transaksi perbankan melalui jaringan internet dengan
alamat http://www.syariahmandiri.co.id/ yang dapat digunakan oleh nasabah untuk
melakukan transaksi cek saldo (tabungan, deposito, giro, pembiayaan), cek mutasi transaksi,
transfer antar rekening, transfer realtime ke 83 bank,
i
transfer SKN/RTGS, bayar tagihan dan pembelian isi ulang pulsa seluler serta transaksi
lainnya.
Syarat pendaftaran:
a)
Nasabah adalah perusahaan atau perorangan yang memiliki rekening tabungan atau giro
dengan saldo minimal Rp. 1 juta.
b)
Nasabah telah membaca dan memahami syarat dan ketentuan BSM Net Banking.
c)
Nasabah mengisi dan menandatangani formulir aplikasi BSM Net Banking.
d)
Nasabah membawa asli identitas diri yang sah (KTP, SIM Paspor, KIMS) sesuai
AD/ART perusahaan (apabila perusahaan) dan bukti kepemilikan pemegang rekening.
Proses pendaftaran/registrasi:
a)
Nasabah datang ke Cabang BSM terdekat.
b)
Nasabah mengajukan permintaan fasilitas layanan BSM Net Banking dan mengisi
formulir aplikasi BSM Net Banking.
c)
Nasabah menunjukkan bukti asli identitas diri yang sah.
d)
Apabila Nasabah telah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku di Bank maka
sebagai tanda persetujuannya, Bank akan memberikan Key Code kepada Nasabah.
e)
Nasabah menerima kertas Mailer yang berisi Key Code yang terdiri dari User
ID, Password, PIN Otorisasi dan TAN.
f)
Nasabah menandatangani lembar tanda terima kertas Mailer yang berisikan Key
Code dan menyerahkan lembar tanda terima tersebut kepada Customer Service untuk
aktivasi.
4.
Layanan Operasional
1.
BSM Kliring
Penagihan warkat bank lain di mana lokasi bank tertariknya berada dalam
i
satu wilayah kliring.
2.
BSM Inkaso
Penagihan warkat bank lain di mana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada di
luar negeri, hasilnya penagihan akan dikredit ke rekeningnasabah.
3.
BSM Intercity Clearing
Jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro valuta rupiah) bank di luar wilayah
kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan
cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya.
4.
BSM RTGS (Real Time Gross Settlement)
Jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun
dalam kota yang berbeda secara real time.
5.
Transfer D.U.I.T (Dana Untuk Indonesia Tercinta)
Jasa pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia. Saat ini BSM
bekerjasama dengan Merchantrade Asia (MTA) Malaysia.
6.
BSM Autosave
Produk layanan pemindahbukuan otomatis antar rekening giro dan rekeningtabungan dengan
memelihara saldo tertentu.
7.
BSM Pertukaran Valas
Pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang asing
(Syariahmandiri.2014).
i
C. Data-Data Deskriptif
Pelaksanaan Gadai Emas Syariah (Rahn) pada Bank Syariah Mandiri Semarang mulai
didirikan pada tahun 2009 tepatnya 30 juni 2009, sebagaimana dari awal berdirinya yang diatur
dalam buku pedoman Fatwa Dewan Syariah Nasional. Pedoman yang mengatur Gadai Emas
Syariah dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Dewan Pengawas Syariah, sedang
pengawasan dalam pembiayaan Gadai Emas Syariah dilaksanakan oleh divisi audit interen bank
syariah mandiri dan quality asurance bank syariah mandiri.
Pada Bank Syariah Mandiri Semarang menetapkan target Rp.9 M perTahun dengan adanya
konsolidasi dibagi dengan konter layanan gadai, tetapi adanya penurunan target outsanding
kurang dari Rp.3 M. Dengan nilai transaksi Gadai minimal Rp.500 ribu atau setara 2gram emas
dan maximal Rp.250 juta.Pasar Gadai Emas berasal dari semua kalangan terutama pada kalangan
menengah keatas dan hingga sekarang jumlah nasabah yang masih exisiting sebanyak 500
nasabah dan rata-rata tanggungan pernasabah diatas Rp.20 juta. Hal ini mengakibatkan
persaingan antar bank semakin besar demi memperoleh fee base income bank. Perkembangan
Gadai Emas Syariah pada Bank Syariah Mandiri Semarang sudah berkembang dengan baik.
i
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gadai emas Bank Syariah Mandiri merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa
emas sebagai salah satu alternatif mendapatkan dana atau uang tunai secara cepat dan mudah.
Produk pembiayaan gadai emas ini dapat mengatasi kebutuhan biaya pendidikan, modal usaha,
biaya pengobatan, penyelenggaraan hajatan dan kebutuhan lainnya.
Tabel 4.1
Fitur produk Gadai Emas BSM
Jenis Produk
Gadai Emas Bank Syariah Mandiri
Peruntukan
Perorangan
Objek Gadai
Emas berupa perhiasan/batangan
Pengikatan
1. Prinsip gadai menggunakan skim qardh dalam
rangka rahn.
2. Pengikatan objek gadai menggunakan skim
gadai.
3. Jasa penitipan objek gadai menggunakan skim
ijarah.
Jangka waktu
4 bulan dapat digadai ulang/perpanjangan.
Dilanjutkan.
i
Lanjutan tabel 4.1
Syarat gadai ulang
1. Telah dilakukan penilaian ulang atas barang
jaminan.
2. Telah melunasi biaya pemeliharaan untuk
gadai ulang.
Nilai pembiayaan
Mulai Rp.500.000,00
Maximal pembiayaan
Max 90% untuk koin dinar & logam mulia
pada taksiran
bersertifikat 85% dari nilai taksiran emas untuk
perhiasan tanpa memperhitungkan ongkos
pembuatannya.
Biaya pemeliharaan
Biaya administrasi & asuransi di awal periode,
Biaya pemeliharaan di akhir periode.
Harga dasar emas
Ditentukan kantor pusat berdasarkan harga buy
back pt.antam
Sumber : syariahmandiri
Syarat dan Ketentuan :
1.
Pembiayaan mulai dari Rp.500.000,00
2.
Jaminan emas (perhiasaan atau lantakan)
3.
Jangka waktu 4 bulan dan dapat diperpanjang (gadai ulang).
Manfaat dan kemudahan :
1. Aman dan terjamin
i
2. Proses mudah dan cepat
3. Biaya pemeliharaan yang kompetitif
4. Terkoneksi dengan rekening tabungan.
Persyaratan :
1. Kartu identitas nasabah
2. Jaminan berupa emas perhiasaan atau lantakan
Karasteristik :
a. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad qard dalam rangka rahn dan akad ijarah.
b. Biaya administrasi dan asuransi barang jaminan dibayar pada saat pencairan.
c. Biaya pemeliharaan dihitung per 15 hari dan dibayar pada saat pelunasan.
d. Cukup dengan menbayar biaya pemeliharaan dan administrasi bila s.d 4 bulan dapat
melunasi pinjaman.
A.
Prosedur Pelaksanaan Produk Pembiayaan Gadai Emas Syariah pada Bank Syariah
Mandiri Semarang
Prosedur untuk memperoleh fasilitas pembiayaan gadai emas syariah di BSM cukup
mudah.Prosedur ini berdasarkan wawancara dengan Ibu Anik pada tanggal 7 juli 2014 pukul
14.00 WIB, adapun prosedurnya sebagai berikut :
NASABAH
TELLER
PENAKSIR
i
PENAKSIRAN
OFFICE GADAI ( OG)
BARANG
Gambar 4.1
Prosedur produk gadai
Sumber : syariahmandiri
Ket:
1.
Nasabah mengisi formulir dan menyerahkann kepada penaksir beserta membawa
jaminan yang berupa emas perhiasan atau batangan, penaksir menerima nasabah dan
memeriksa kelengkapan pengisian formulir, penaksir menerima jaminan beserta
dokumen terkait barang jaminan (apabila ada), kemudian memotong formulir
permohonan dan menyerahkan kitir formulir permohonan kepada nasabah.
2. Penaksir melakukan penaksiran barang jaminan, penaksir melengkapi pengisian
formulir atas hasil penaksiran emas,officer gadai (OG) menerima barang jaminan emas
dan dokumen pendukung dari penaksir, OG melakukan verifikasi taksiran barang
jaminan yang telah dilakukan penaksir, OG memberikan persetujuan pembiayaan
untuk nilai ≤ Rp.20.000.000,00 (jaminan emas perhiasan) OG meminta persetujuan
komite pembiayaan Gadai untuk nilai pembiayaan ≥ Rp.20.000.000,00. (limit OG ≤
Rp.50.000.000,00 untuk jenis emas LM).
3.
Penaksir menayakan kepemilikan rekening nasabah di BSM, Apabila nasabah memiliki
rekening BSM maka penaksir meminta TRA untuk melakukan input loan drawdown,
penaksir menerima SBGE dari TRA.
i
4.
Penaksir memanggil nasabah berdasarkan SBGE yang diterima dan menjelaskan
klausula yang ada pada akad dan SBGE terutama tentang tanggal jatuh tempo dan
tanggal jual barang jaminan, kemudian penaksir meminta nasabah untuk
menandatangani SBGE.
5.
Penaksir menyerahkan lembar SBGE kepada nasabah
a.
SBGE lembar 1 : kepada nasabah
b.
SBGE lembar 2 : untuk disimpan dalam kantong jaminan sebagai dokumen
legal pembiayaan.
c.
SBGE lembar 3 : kepada teller penarikan tunai atau arsip penaksir.
d.
Copy SBGE lembar 2 : sebagai arsip penaksir (bila lembar 3 telah diberikan
kepada teller). Dan distempel “fotocopy sesuai dengan aslinya”.
e.
Nasabah menyerahkan lembar SBGE kepada teller untuk pencairan tunai,
teller menerima lembar SBGE dari nasabah, teller melakukan pengecekan
kebenaran dokumen dan melakukan posting pencairan pembiayaan secara
tunai.
B.
Prosedur Pelunasan Pembiayaan Gadai Emas Syariah pada Bank Syariah Mandiri
Semarang
Nasabah dapat melunasi kewjiban pembiayaannya sebelum jatuh tempo. Data ini
berdasarkan wawancara dengan Ibu Anik pada tanggal 7 juli 2014 pukul 14.30 WIB, Prosedur
pelunasan pembiayaan gadai emas pada Bank Syariah Mandiri sebagai berikut :
NASABAH
BANK
TELLER
OFFICE GADAI
PENAKSIR
( OG )
i
Gambar 4.2
Prosedur pelunasan gadai emas.
Sumber :syariahmandiri
Ket :
1. Nasabah datang ke Bank dan menemui penaksir gadai untuk melakukan pelunasan
pembiayaan gadai, nasabah menyerahkan SBGE dan bukti indetintas diri serta surat
kuasa (bila dikuasakan), penaksir memeriksa kesesuaian dokumen dan data pembiayaan
gadai serta meng-copy bukti identitas diri nasabah.
2. Penaksir dapat memberikan discount secara proporsional kepada nasabah yang
melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo, penaksir meminta nasabah melakukan
pelunasan melalui teller dengan mengisi slip setoran/pemindah bukuan untuk
pelunasan pembiayaa gadai.
3. Nasabah menerima slip pembayaran kemudian menunjukkan bukti pembayaran
tersebut kepada TRA melalui penaksir, TRA mengecek pelunasan nasabah melalui
sistem.
4. Officer gadai menerima dan mengecek kebenaran serta kesesuaian barang jaminan
nasabah, officer gadai menyerahkan barang jaminan kepada nasabah, nasabah
memastikan kebenaran barang jaminan yang telah diterima.
C.
Prosedur Penaksiran Barang Gadai Emas
Barang jaminan emas yang diserahkan oleh calon nasabah untuk digadai ditaksir erlebih
dahulu oleh petugas gadai emas yang sudah mempunyai keahlian khusus dan juga paham akan
proses taksiran emas. Data ini berdasarkan wawancara dengan Ibu Ayu pada tanggal 8 juli 2014
pukul 16.00 WIB sebagai berikut.
i
NASABAH
PENAKSIR
DEVISI USAHA
SYARIAH
METODE JARUM UJI
EMAS
METODE
BERAT JENIS
Gambar 4.3
Prosedur penaksir emas.
Sumber: syariahmandiri
Ket :
1. Petugas melihat standart harga emas yang ditetapkan oleh divisi usaha syariah, dan
harga emas disesuaikan dengan perkembangan pasar. Toko emas ibukota semarang
sebagai salah satu acuan harga emas.
2. Petugas menentukan karatase dan berat emas dengan metode uji kimia dan berat jenis.
Adapun beberapa metodenya sebagai berikut :
1. Metode jarum uji emas
Metode ini adalah metode yang membandingkan kecepatan pelarutan goresan
emas yang diuji terhadap kecepatan pelarutan goresan dari jarum uji yang sudah
diketahui karataenya.
Alat-alat yang digunakan :
1. Jarum uji emas.
2. Batu uji.
i
3. Larutan uji emas yaitu (asam nitrat & asam chlorida).
4. Loupe (kaca pembesar) digunakan 10x.
5. Botol air uji emas.
6. Gelas ukur untuk takaran campuran.
7. Pipet tetes & kertas tissue.
2. Metode berat jenis
Mengukur berat jenis barang emas dengan membandingkan dengan berat jenis
standart emas (19,30 gr/cc).
Alat –alat yang digunakan :
1. Timbangan elektronik dan manual.
2. Gelas ukur atau bejana tempat air.
3. Air murni.
4. Tempat timbangan emas atau tali pengikat.
3. Petugas gadai menentukan nilai taksiran dengan ketentuan bank syariah mandiri
dengan menggunakan rumus yang disesuaikan.
Nilai taksir = berat emas x harga emas (waktu sekarang)
Maksimal pembiayaan yang diperoleh
a. Batangan = 90% x nilai taksiran
b. Perhiasaan = 85% x nilai taksiran
Biaya pemeliharaan
c. Batangan = 1.13% x nilai taksiran
d. Perhiasan = 1,3% x nilai taksiran
Besar kecilnya pembiayaan tergantung pada permintaaan nasabah
i
dengan ketentuan yang akan ditetapkan oleh pihak bank.
Biaya administrasi = jangka waktu 4 bulan.
D.
Keuntungan dan Kerugian produk Gadai Emas Syariah
Gadai Emas Bank Syariah Mandiri memiliki keuntungan dan kerugian, hal ini juga yang
membedakan gadai emas di perbankan syariah dengan pegadaian lainya. Data ini berdasarkan
wawancara dengan Ibu Ayu pada tanggal 10 juli 2014 pukul 16.00 WIB.
Keuntungan gadai emas syariah :
1.
Gadai emas syariah tidak menerapkan imbalan dalam bentuk bagi hasil karena
produk ini diciptakan untuk menolong orang yang sedang kesulitan dana dalam
waktu jangka pendek, nasabah hanya diwajibkan melunasi pinjaman dengan jumlah
yang sama akan tetapi tidak dikenakan biaya modal, namun dikenakan biaya sewa
penitipan dan pemeliharaan emas yang dijadikan barang jaminan.
2.
Gadai emas syariah tidak mengandung unsur riba, seperti bunga pinjaman sehingga
produk ini benar mencerminkan unsur tolong menolong kepada sesama yang sedang
mengalami kesulitan keuangan jangka pendek.
3.
Gadai emas syariah tergolong jenis pembiayaan yang likuid (mudah dicairkan) bagi
nasabah yang membutuhkan pinjaman cepat dan mudah, produk gadai emas syariah
dapat dijadikan pilihan.
4.
Prosedur gadai emas syariah tergolong mudah dan tidak berbelit-belit.
5.
Gadai emas syariah tergolong aman bagi bank pemberi pinjaman sebab emas
memiliki nilai yang relatif stabil dibandingkan dengan barang jaminan lainnya
Kerugian Gadai Emas Syariah :
i
1.
Pembiayaan yang diberikan melalui gadai emas syariah tergolong pembiayaan jangka
pendek (kurang dari 1 tahun) sehingga hanya cocok untuk membiayai kebutuhan
yang bersifat mendesak, tidak cocok untuk investasi jangka panjang.
2.
Produk gadai emas syariah mengandung resiko akibat perubahan harga emas,
fluktuasi harga emas merupakan resiko pasar yang dihadapi perbankan syariah ysng
berkaitan dengan resiko menurunnya harga emas.
3.
Gadai emas syariah dipadukan dengan investasi emas berpotensi mempengaruhi
keseimbangan pasar emas. Kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan dalam
gadai emas syariah menyebabkan nasabah beramai-ramai melakukan gadai emas.
E.
Kontribusi yang dihasilkan oleh produk gadai emas syariah
Produk gadai emas syariah memiliki hasil kontribusi yang besar, transaksi yang dilakukan
cukup banyak dan perputarannya cepat, setiap harinya terdapat transaksi pelunasan langsung
atas pembiayaannya dan ada pencairan baru. Hal ini yang membuat bisnis gadai emas syariah di
bank syariah mandiri tetap survive. Pendapatan fee based income adalah satu yang dihasilkan
oleh produk gadai emas syariah. Fee based income bank syariah mandiri pertumbuhannya
semakin pesat di sepanjang tahun. Kontribusi yang dihasilkan produk gadai emas syariah sangat
menambah keuntungan bank, besarnya keuntungan yang diperoleh bank serta efesien dan
efektif perusahaan dalam mengelola keuangan menunjukan kinerja keuangan bank yang bagus.
Salah satu keunggulan dari fee based income adalah menghasilkan pendapatan yang memiliki
resiko yang sangat kecil bila dibandingkan dengan pendapatan bunga. Sehingga fee based income
juga menjadi alternatif pengembangan keuntungan pada sistem perbankan yang berbasis syariah
(BSM).
i
BAB V
KESIMPULAN
Dari data penelitian yang penulis lakukan di Bank Syariah Mandiri cabang Semarang, penulis
dapat memberikan kesimpulan :
1. Prosedur Pelaksanaan Produk Pembiayaan Gadai Emas Syariah pada Bank Syariah Mandiri
Semarang.
Nasabah mengisi formulir dan menyerahkann kepada penaksir beserta membawa jaminan
yang berupa emas perhiasan atau batangan. Penaksir menyerahkan lembar SBGE kepada
nasabah. Nasabah menyerahkan lembar SBGE kepada teller untuk pencairan tunai, teller
menerima lembar SBGE dari nasabah, teller melakukan pengecekan kebenaran dokumen
dan melakukan posting pencairan pembiayaan secara tunai.
Syarat dan Ketentuan :
1. Pembiayaan mulai dari Rp.500.000,00
2. Jaminan emas (perhiasaan atau lantakan)
3. Jangka waktu 4 bulan dan dapat diperpanjang (gadai ulang).
4. Manfaat dan kemudahan :
Aman dan terjamin
1. Proses mudah dan cepat
2. Biaya pemeliharaan yang kompetitif
3.
Terkoneksi dengan rekening tabungan.
i
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Zainuddin. 2008. Hukum gadai syariah. Jakarta : sinar grafika.
Antonio syafii, Muhammad. 2001. Bank syariah dan teori ke praktik.
based income BPD di Indonesia.
Candradewi, dwastarini yuliana. 2005. Analisis proporsi perolehan fee
Jakarta pers.
Jundiani. 2009. Pengaturan hukum perbankan syariah di Indonesia.
Malang pers
Kasmir. 2001. Managemen perbankan. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada
Lentina, Siturus. 2013. Pengaruh fee based income tehadap pedapatan
Operasional PT.BRI (Persero) Tbk periode 2010-2012.
Prabowo, hendi. 2006. Istilah bank dan lembaga keuangan syariah.
Rakhamadia, Harisa. 2007. Pengaruh fee based income produk gadai
emas dan
bank garansi terhadap total pendapatan bank syariah.
Sudarsono, heri. 2003. Bank dan Lembaga keuangan syariah.
Yogyakarta.
Wawancara dengan ibu Anik pada tanggal 7 juli 2014
Wawancara dengan ibu Ayu pada tanggal 10 juli 2014
Wawancara dengan ibu Ayu pada tanggal 8 juli 2014
www.1+4juwita.wordpress.com/2011/03/19/jasa-jasa-bank-fee-base-income.
www.arp-rabbani-blogspot.com/2011/10/tujuan-bank-islam.html
i
www.ethasyahbania.blogspot.com/2010/11/lembaga-keuangan-syariah.html
www.id.shvoong.com/law.and.politics/commercial-law/2197791-persamaan-danperbedaan-gadai syariah.
www.id.wikipedia.org/wiki/emas
www.syariahhmandiri.ac.id
Yogyakarta
i
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA DIRI
Nama Lengkap
: Fransiska Cicylia Prabasanti
Tempat/Tanggal Lahir : Madiun/11 April 1993
Agama
: Islam
Warga Negara
: Indonesia
Jenis kelamin
: Perempuan
Status
: Belum menikah
Alamat
: Purworejo RT:08 RW:03 Pilangkenceng Kab.Madiun. Jawa Timur
Telepon
: 085 790 602024
Email
: [email protected]
PENDIDIKAN FORMAL
SDN 02 Purworejo
: Tahun 1999-2006
SMPN 01 Mejayan
: Tahun 2006-2009
SMAN 01 Mejayan
: Tahun 2009-2011
STAIN Salatiga
: Tahun 2011-2014
PENGALAMAN ORGANISASI
MENWA 953 Kalimosodo
-
STAF 1 Intelegent Tahun 2012
STAF 2 Pendidikan & Latihan Tahun 2013
HMJ Syariah
-
Bendahara Umum Tahun 2012
Menteri dalam negeri Tahun 2013
DEMA STAIN Salatiga
-
Divisi SosPol Tahun 2014
JUDUL TUGAS AKHIR : ANALISIS GADAI EMAS BANK SYARIAH TERHADAP
PEROLEHAN FEEBASE INCOME (STUDY KASUS PEGADAIAN EMAS BANK
SYARIAH MANDIRI SEMARANG).
i
LAMPIRAN
i
i
Fly UP